BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

SEBAGAI SEORANG PEBISNIS, MENURUT ANDA HARUSKAH PROSES STOCK OPNAME DILAKUKAN?

Transaksi barang yang biasanya banyak dilakukan oleh jenis usaha yang berbentuk retail perdagangan adalah hal yang sangat wajib dan harus dilakukan, salah satunya adalah melakukan Stock Opname. Stock Opname merupakan sebuah proses yang dilakukan secara berkala untuk menghitung stock fisik dari barang dagangan dan persediaan yang sebagai asset dan sebenarnya masih dimiliki oleh sebuah bisnis, dan hasilnya akan dibandingkan dengan jumlah berdasarkan catatan persediaan, namun masih tetap berpatokan dari stock fisik daripada pencatatan persediaan.

Pada hakikatnya Stock opname merupakan bagian terpenting dalam menghitung stock secara riil dari persediaan yang berada pada pencatatan system dengan stok fisiknya, oleh karena itu system persediaan harus dilakukan dalam hal pelaporan transaksi keuangan agar tidak sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti halnya persediaan yang diambil tanpa izin (mencuri stock) dan persediaan yang sudah rusak atau hilang. Alasan seperti itulah yang mengharuskan selalu adanya proses stock opname secara berkala yang dilakukan secara (mingguan/bulanan).

Proses dari stock opname harus dilakukan dengan alasan bahwa kegiatan dalam perharinya bukan hanya sekedar untuk mencatat transaksi, akan tetapi untuk mencegah apa saja yang diperkirakan bisa terjadi, misalnya pencurian produk, hal itu bisa diketahui dengan jalan melakukan stock opname. Untuk pencegahan yang lainnya misalkan adanya kerusakan pada produk yang akan dijual, itu bisa diketahui dengan jalan melakukan stock opname, agar barang-barang persediaan yang rusak bisa dibuang dan pencatatan persediaannya bisa menjadi lebih riil serta penghitungan biaya kerugian atas kerusakan barang tersebut bisa dirinci dengan sangat jelas. Selain hal itu juga stock opname juga harus dilakukan untuk menghitung berapa banyak persediaan yang sudah mulai kadaluarsa, dengan begitu perusahaan bisa memperhitungkan barang-barang yang tidak layak untuk dijual kembali dan barang-barang mana saja yang masih layak dan bisa dijual dengan aman.

Dengan demikian, fungsi utama dari stock opname harus dilakukan untuk memfilter dan mencegah segala macam kerugian yang akan dihasilkan akibat dari masa kadaluarsa barang-barang persediaan. Kemudian persediaan yang masih belum digunakan atau yang telah digunakan secara rupiah masih memiliki nilai persediaannya, maka fungsi utama dari stock opname inilah yang nantinya akan menjadikan barang-barang tersebut akan dipilih berdasarkan barang-barang yang baik lalu dipilih lagi barang tersebut yang kemudian dijual hanya yang terbaik saja demi menciptakan kualitas barang-barang yang terbaik agar semakin tercapainya kepuasan dari para pelanggan.

Stock opname juga harus dilakukan atas dasar alasan ingin membandingkan antara laporan keuangan tahun yang lalu dengan laporan keuangan pada tahun ini, agar para pengambil kebijakan bisa mengetahui laba rugi dari barang yang telah dihitung secara seksama dan para pengambil keputusan akan bisa merencanakan kebijakan-kebijakan atau strategi operasional yang akan bisa segera dijalankan pada masa yang akan datang.

Dasar untuk dilakukannya stock opname juga akan bisa mengakurasi data-data persediaan yang berada dilaporan kartu stock dan surat-surat jalan yang keluar dengan barang yang riil dari gudang, dengan begitu pihak atasan akan bisa mengetahui tentang apa saja yang harus dilakukan oleh para staffnya, apakah telah terjadi kekeliruan atau telah terjadinya sebuah ketimpangan yang tidak sesuai antara jumlah stok dengan beredarnya surat keluar barang.

Metode Penghitungan Stock Opname

Dalam metode penghitungan stock opname juga lebih dikenal dengan metode penghitungan system  periodik dan metode penghitungan system persediaan secara perpetual.

1. Metode Penghitungan System Periodik.

Metode penghitungan secara periodik dihitung berdasarkan persediaan yang keluar atau masuk hanya dengan menghitung biaya atau pendapatannya saja yang keluar, tanpa menghitung hpp dari barang tersebut, sehingga perusahaan tersebut harus menghitung pada setiap akhir bulan dam penyesuaian yang terjadi untuk biaya hpp pada persediaan yang keluar pada barang tersebut agar bisa terhitung laba rugi yang akan muncul.

2. Metode Penghitungan Perpetual.

Metode penghitungan persediaan secara perpetual, yaitu menghitung barang persediaan yang keluar dengan jalan menghitung hpp dan persediaannya langsung secara riil pada saat itu juga. Maka pada setiap akhir tahun tidak perlu menghitung kembali berapa hpp atau persediaan yang keluar atau yang sudah masuk.

Untuk metode penghitungan system persediaan yang akan digunakan sebagai salah satu upaya untuk semakin memudahkan para pelaku transaksi keuangan dalam menentukan stock opname yang lebih efektif dan efisien.

Manfaat dari Pelaksanaan Stock Opname

Dengan dilakukannya stock opname secara rutin, maka kita akan bisa mendapatkan beberapa manfaat berikut ini:

1. Mampu membandingkan antara nilai persediaan tahun ini dengan tahun sebelumnya sebelumnya, apakah mengalami kenaikan ataukah malah justru semakin menurun, sehingga akan kita bisa mengetahui perkembangan dari usaha. cara seperti ini juga termasuk cara dalam menilai perkembangan usaha secara sederhana karena hanya untuk menilai dari perkembangan asset tanpa perduli seberapa besarnya hutang yang akan muncul dari perkembangan aset tersebut.
2. untuk mengetahui sebearapa banyak dari jumlah persediaan sehingga kita akan bisa “Tau diri” semisal apabila kita ingin mengajukan pinjaman ke pihak Bank.
3. Untuk mencari HPP (Harga Pokok Penjualan) pada pembuatan laporan keuangan secara physical (fisik).
4. Dan yang paling penting adalah untuk mencocokkan data dan untuk menghitung apakah ada barang kita yang hilang/rusak/tercuri. Dengan catatan kita sudah memiliki system komputerisasi yang baik.

Dari beberapa alasan atas dasar dilakukannya stock opname yang telah dibahas diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa stock opname harus selalu dilakukan untuk menghitung persediaannya secara riil dengan surat jalan yang  ada serta untuk penghitungan laporan keuangan yang benar secara penghitungan persediaan dan untuk membandingkannya dengan laporan keuangan dari tahun sebelumnya, agar para pengambil keputusan masih bisa merencanakan dan membuat strategi yang akan dijalankan pada masa yang akan datang. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda sekalian.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

Tinggalkan Balasan

Scroll to top