BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

KARAKTERISTIK KUALITATIF PADA LAPORAN KEUANGAN UNTUK KEPENTINGAN SPT TAHUNAN BADAN

Sebagai WP (Wajib Pajak) yang harus membuat pembukuan, terlebih lagi bagi WP Badan, laporan keuangan merupakan poin terakhir dari serangkaian proses untuk pembukuan dalam satu periode akuntansi. Sampai pada tanggal tertentu pada satu periode akuntansi normal berakhir, Wajib Pajak harus menyediakan laporan yang terkait dengan posisi keuangan dari bisnisnya, performa perusahaan, dan perubahan posisi keuangan yang akan digunakan oleh para pengguna laporan keuangan.

Laporan keuangan untuk tujuan perpajakan sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang mana SPT Tahunan PPh WP Badan harus melampirkan laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi dan neraca serta berbagai informasi lainnya yang nantinya akan digunakan untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajaknya. Direktorat Jenderal Pajak menyatakan bahwa SPT Tahunan yang dinilai tidak akan lengkap jika tidak disertai dengan laporan keuangan.

Penggunaan laporan keuangan memang tidak bisa dipisahkan dari SPT Tahunan PPh. Hal ini dikarenakan dalam pembuatan SPT Tahunan, laporan keuangan merupakan dokumen sumber utama dari mana nilai dalam SPT Tahunan tersebut berasal yang nantinya akan lebih mengarah kepada laba rugi perusahaan terhadap perhitungan pajak terutangnya.

Karena itu setiap Wajib Pajak harus lebih memperhatikan karakter kualitatif dari laporan keuangan yang nantinya akan digunakan, sehingga dapat sangat bermanfaat bagi penggunanya. Menurut SAK (Standar Akuntansi Keuangan) terdapat empat macam karakter kualitatif pada laporan keuangan, yaitu:

1. Harus Mudah Dipahami.

Informasi yang tercantum dalam laporan keuangan hendaknya tidak terlalu rumit dan harus cukup mudah untuk bisa dipahami oleh para penggunanya. Dalam hubungannya dengan pajak adalah laporan keuangan harus bisa menunjukkan daya dukung terhadap SPT Tahunan PPh. Artinya adalah harus bisa menunjukkan poin-poin dan tujuan yang lebih jelas agar lebih cepat dimengerti oleh para penggunanya. Hal ini juga akan semakin menghindarkan dari terjadinya kesalahpahaman yang seharusnya tidak perlu terjadi antara fiskus dengan Wajib Pajaknya.

2. Laporan Harus Relevan.

Laporan keuangan hendaknya juga harus relevan dalam upaya untuk memenuhi segala kebutuhan penggunaan dan pengambilan keputusan. Sebuah laporan keuangan akan dinilai tingkat kualitasnya bisa dikatakan relevan apabila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna dengan menjadikannya sebagai dasar dan sumber utama untuk mengevaluasi pada setiap periode tertentu dan untuk mengoreksi dari hasil evaluasi tersebut.

3. Tingkat Kevalidan yang Handal.

Laporan keuangan bisa dinilai handal tingkat kevalidannya apabila tidak terdapat pengertian yang menyesatkan para penggunanya, kesalahan material, serta menyajikan laporan yang benar-benar jujur apa adanya atau wajar, sehingga dapat benar-benar diandalkan oleh pemakainya. Karakteristik dari handal ini meliputi dari penyajian yang jujur, netralitas, dan pertimbangan yang lebih sehat. Karakteristik seperti ini menghendaki adanya laporan keuangan yang diberikan dengan wajar, lebih menekankan dari isi daripada bentuk, tidak diperkenankan menyajikan informasi yang hanya akan menguntungkan pihak tertentu saja, sementara terdapat pihak lain yang masih merasa dirugikan olehnya, mengutamakan unsur kehati-hatian dan pertimbangan secara rasional, serta lebih mengutamakan kelengkapan dalam hal penyediaan informasinya.

4. Dapat Diperbandingkan.

Laporan financial (keuangan) perusahaan hendaknya juga harus bisa diperbandingkan antar periode untuk mengetahui tren dari posisi dan kinerja keuangan. Selain itu dengan cara membandingkan laporan keuangan antar perusahaan dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan. Karena itu pengukuran dan penyajian dari laporan keuangan transaksi atau lainnya juga harus dilakukan secara kontinyu (berkelanjutan) dan konsisten. Implikasi terpenting dari perbandingan seperti ini adalah pemakai harus mendapatkan informasi yang terkait dengan berbagai kebijakan akuntansi yang akan digunakan dalam menyusun laporan keuangan, adanya perubahan kebijakan, serta adanya pengaruh dari berbagai perubahan tersebut.

Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian tentang karakteristik kualitatif dari laporan keuangan untuk tujuan pelaporan SPT Badan, terimakasih dan salam sukses.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Tinggalkan Balasan

Scroll to top