BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

MENGAPA BEGITU PENTING MEMBAYAR PAJAK KEPADA NEGARA?

Definisi perpajakan berdasarkan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dapat disimpulkan, yaitu: pajak merupakan kontribusi yang lebih bersifat wajib dan tidak mendapatkan imbalan secara langsung. Wajib artinya adalah pengenaan pajak dapat dipaksakan oleh negara terhadap warga negaranya. Sedangkan tidak mendapatkan imbalan langsung artinya adalah berupa manfaat dari pembayaran pajak tidak dapat dirasakan secara langsung.

Namun berdasarkan sumber penerimaan negara, pajak memberikan kontribusi yang terbesar bagi Negara. Dengan demikian maka manfaat pajak akan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat pada berbagai sektor bidang, seperti halnya pendidikan, kesehatan, pembangunan jalan dan lain sebagainya. Selain itu pajak juga akan digunakan untuk subsidi listrik, bahan bakar minyak, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Proses Pemungutan Pajak di Negara Indonesia

Di Indonesia, wewenang untuk proses pemungutan dan pengelolaan pajak terbagi menjadi dua macam, yaitu Pajak Pusat dan Pajak Daerah. Pajak Pusat dikelola oleh pihak Pemerintah Pusat (Ditjen Pajak) yang didalamnya sudah mencakup:

1. PPh (Pajak Penghasilan).
2. PPN (Pajak Pertambahan Nilai).
3. PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah).
4. PBB (Pajak Bumi dan Bangunan).
5. P3 (Perkebunan, Perhutanan, dan Pertambangan).
6. Bea Materai.

Selanjutnya adalah Pajak Daerah yang akan dipungut dan dikelola oleh pemerintah Daerah, yang didalamnya sudah mencakup:

1. Pajak Pembangunan I.
2. Pajak Reklame.
3. Pajak Kendaraan Bermotor.
4. Pajak Hiburan.
5. PBB sektor Perkotaan dan Pedesaan.

Perbedaan Antara Pajak dan Retribusi

Pajak dan retribusi adalah dua hal yang sangat berbeda. Dalam retribusi kita akan bisa merasakan langsung imbal baliknya. Seperti: retribusi sampah yang ada di lingkungan sekitar tempat kita tinggal, akan dapat langsung dirasakan melalui layanan kebersihan yang mana setiap sampah dari rumah tangga akan langsung diangkut/dibersihkan setiap harinya.

Mengapa Negara Harus Menerapkan Pemungutan Pajak?

Penerapan seperti ini berdasarkan dua macam prinsip dasar, yaitu:

1. Prinsip Benefit Principle.

Yang mana karena warga negara akan mendapatkan keuntungan dari negara, maka negara diperkenankan untuk memungut pajak terhadap warganya. Negara telah membangun berbagai macam jenis fasilitas umum dan memberikan pelayanan publik bagi masyarakat dimana untuk membiayai pengeluaran tersebut dibutuhkan adanya sumber dana khusus yang mencukupi.

2, Prinsip Ability To Pay Taxation Principle.

Yang mana negara dapat memungut pajak berdasarkan kemampuan setiap individunya. Warga negara yang memiliki kemampuan lebih akan membayar pajak yang jauh lebih besar daripada mereka yang hanya berpenghasilan terlalu kecil.

Yang perlu untuk diingat adalah dalam hal pemungutan pajak tidak boleh dilakukan dengan cara yang semena-mena. Harus berdasarkan undang-undang serta lebih mempertimbangkan keadilannya, yaitu semua warga negara akan mendapatkan perlakuan yang sama dalam undang-undang perpajakan. Dengan demikian maka pajak juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana untuk menciptakan keadilan.

Pemungutan pajak juga harus dilaksanakan secara lebih efisien, dengan mempertimbangkan dari berbagai biaya yang telah muncul dalam pungutan tersebut. Biaya yang akan dikeluarkan untuk pemungutan hendaknya juga harus lebih kecil daripada penerimaan pajaknya. Untuk lebih mempermudah masyarakat dalam hal membayar pajak, maka hendaknya pemungutan pajak akan dilakukan harus dengan cara sederhana. Salah satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah dari pemungutan pajak tidak boleh menganggu berbagai aktivitas, seperti aktivitas produksi, distribusi, perdagangan dan juga jasa.

Pemungutan pajak di Indonesia telah ditentukan melalui undang-undang yang telah disusun oleh pemerintah dan sudah disetujui oleh DPR sebagai wakil rakyat. Peran penting dari Ditjen Pajak sebagai lembaga pengumpul pajak sekaligus sebagai pelaksana dari peraturan tersebut. Selain untuk mengumpulkan pajak, Ditjen Pajak juga harus bertanggungjawab penuh terhadap berbagai pelaksaan prosedur yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Mengingat begitu besarnya kontribusi pajak terhadap tingkat efisiensi pembangunan Negara, maka harus kita sadari bahwa dengan cara membayar pajak, maka kita sudah bisa memberikan kontribusi bagi pembangunan Nasional.

Nah, pastinya Anda semua sudah memahami bukan tentang pajak dan betapa pentingnya membayar pajak bagi pemasukan Negara! Apabila bapak dan ibu membutuhkan software accounting untuk memudahkan perhitungan pajak, baik untuk PPN masukan dan keluaran, PPH 21, PPH 23, PPH 25,pasal 4 ayat 2, dan pajak lainnya silahkan hubungi 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu !

Tinggalkan Balasan

Scroll to top