BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

PAJAK BARANG & JASA (GOODS AND SERVICE TAX/GST) APAKAH SOFTWARE AKUNTANSI DIHARUSKAN UNTUK KOMPATIBEL DENGAN GST?

Pajak Barang dan Jasa (Goods and Service Tax) yang biasanya disingkat dengan GST yang selama ini sudah diterapkan oleh pemerintah Malaysia sejak 1 April 2015 yang lalu. Di Negara-Negara selain Malaysia, GST lebih dikenal dengan sebutan VAT (Value Added Tax/ Pajak Pertambahan Nilai) biasa disebut dengan PPN yang akan dikenakan pada setiap barang dan layanan publik. Di Indonesia sendiri, pajak tersebut sudah diberlakukan sejak tahun 1983 yang bernilai 10% dari point of sale pajak yang lebih meluas kepada layanan yang disediakan oleh para wajib pajak asing di luar Indonesia jika layanan ini bisa menguntungkan Indonesia.

Sedangkan PPNBM merupakan GST atas barang mewah yang telah dikenakan secara khusus selain daripada PPN. PPNBM ini untuk jenis barang-barang mewah yang telah diproduksi dan diimpor ke Indonesia dengan tarif berkisar antara 10 sampai dengan 50% bahkan beberapa diantara item pajak tersebut bisa mencapai 75%.

PPN yang berlaku untuk penjualan produk-produk pertanian dengan jalan membedakan antara pasar modern dan pasar tradisional. Perbedaan seperti ini harus dilakukan untuk melindungi pasar-pasar tradisional, industri rumahan, serta jenis-jenis usaha kecil lainnya yang telah dibebaskan dari penjualan dan pajak layanan. Selain untuk penjualan produk pertanian, PPN juga harus dikenakan karena adanya transfer barang maupun jasa yang kena pajak. PPN yang berlaku di Indonesia dengan menggunakan tarif tunggal dan tarif yang masih berlaku saat ini adalah sebesar 10%.

PPN Telah Dikenakan Pada:

1. Pengiriman barang yang kena pajak (berwujud maupun yang tidak berwujud) oleh adanya entitas di Indonesia.
2. Impor barang-barang yang kena pajak.
3. Pemberian jasa kena pajak di Indonesia.
4. Pemanfaatan di Indonesia dari barang kena pajak yang tidak berwujud dari luar Indonesia.
5. Pemanfaatan jasa kena pajak Off Shore di Indonesia.
6. Ekspor barang-barang kena pajak, barang yang tidak berwujud dan juga jasa kena pajak oleh entitas di Indonesia.
7. Berbagai kegiatan-kegiatan konstruksi.
8. Penjualan aktiva tetap, termasuk juga transfer dalam perjalanan dari merger (kecuali PPN atas akuisisi asli dan tidak bisa dikreditkan).

Barang-barang yang tidak dikenakan PPN meliputi:

• Barang yang telah dihasilkan oleh pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya yang tersedia di wilayah Indonesia, yaitu berupa: minyak mentah, gas alam, panas bumi, pasir dan juga kerikil, batubara (sebelum diproses untuk menjadi briket) dan bijih batu keras (besi, timah, emas, tembaga, nikel, perak dan bauksit).
• Kebutuhan dasar yang banyak dibutuhkan oleh rakyat Indonesia secara keseluruhan, yaitu berupa: beras, jagung, sagu, kedelai dan garam.
• Makanan dan minuman yang dijual di hotel-hotel, restoran, makanan toko, warung, dan sejenisnya, termasuk juga apakah untuk dine-in atau tidak, termasuk makanan dan minuman yang telah diproses melalui jasa catering (yang boleh jadi juga mengalami pajak ganda karena pajak daerah yang telah diberlakukan).
• Uang, emas batangan, dan surat berharga.

Layanan yang tidak dikenakan PPN:

1. Pelayanan medis dan kesehatan, termasuk dokter umum, spesialis dan dokter gigi, dokter hewan jasa, layanan ahli kesehatan (akupunktur, ahli gigi, ahli gizi, fisioterapi), jasa midwifing, layanan paramedis dan perawat, rumah sakit, bersalin klinik, klinik kesehatan, laboratorium kesehatan, sanatorium, psikolog dan psikiater; dan perawatan medis alternatif.
2. Pelayanan sosial, termasuk panti asuhan, pemadam kebakaran, rehabilitatif lembaga, jasa penguburan dan layanan olahraga non-komersial.
3. Jasa pengiriman surat dengan perangko.
4. Jasa keuangan, termasuk pinjaman, pinjaman, leasing, anjak piutang.
5. Bisnis kartu kredit, pembiayaan konsumen dan underwriting. Yang harus dicatat bahwa semua layanan yang telah ditawarkan oleh pihak lembaga keuangan yang tidak otomatis memenuhi persyaratan sebagai jasa keuangan. Misalnya: produk asuransi yang dianggap dari layanan agen, bukan keuangan, yang dikenakan PPN.
6. Jasa asuransi yang mencakup kerugian, jiwa dan reasuransi, disediakan oleh perusahaan asuransi kepada para pemegang polis asuransi, tidak termasuk layanan dukungan asuransi, seperti agen, penilaian klaim dan konsultasi.
7. Pelayanan keagamaan.
8. Pelayanan pendidikan, termasuk sekolah dan layanan pendidikan informal.
9. Seni dan hiburan.
10. Layanan siaran non-komersial.
11. Jasa transportasi publik atas jalan dan di atas air, serta jasa transportasi udara domestik (artinya terpisah dari jasa transportasi udara asing).
12. Jasa tenaga kerja, termasuk jasa tenaga kerja dan outsourcing dan penyelenggaraan pelatihan.
13. Layanan hotel, termasuk juga kamar dan fasilitas yang ditawarkan di sebuah hotel (namun ada kemungkinan pengenaan pajak daerah lainnya mungkin masih tetap berlaku).
14. Layanan yang telah disediakan oleh pemerintah dalam konteks untuk menjalankan administrasi pemerintahan secara umum.
15. Jasa parker.
16. Layanan telepon umum koin.
17. Jasa pengiriman uang dengan wesel.
18. Layanan katering.

Pengecualian terhadap barang-barang dan jasa yang diberikan dari PPN adalah:

• Mesin dan peralatan modal dalam situasi tertentu.
• Listrik (kecuali kapasitas rumah tangga melebihi 6.600 watt).
• Pipa saluran air
• Ternak, unggas dan ikan pakan dan/atau bahan baku untuk pembuatan feed.
• Tanaman pertanian tertentu dalam keadaan alami yang ditanam langsung oleh petani.
• Benih-benih untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, pembibitan dan sumber-sumber perikanan.
• Vaksin untuk polio.
• Buku teks.
• Piagam atau berupa pembelian kapal yang nantinya akan digunakan untuk pelayaran nasional dan perusahaan perikanan, bersama-sama dengan komponen yang terkait.
• Piagam atau berupa pembelian pesawat yang akan digunakan oleh perusahaan penerbangan nasional, bersama-sama dengan komponen yang terkait.
• Pembelian kereta api oleh PT Kereta Api Indonesia dan terkait dengan komponennya.
• Konstruksi dan penjualan Rumah Subisidi Sederhana dari berbagai jenis.
• Peralatan dan perlengkapan alutsista (persenjataan) pendukung yang nantinya akan digunakan oleh TNI dan POLRI.

Indonesia sendiri tidak pernah menerapkan aturan timbal balik atas klaim yang telah diajukan oleh bisnis yang tidak establish. Adapun PPN yang tidak dapat dikenakan terhadap output PPN untuk pembelian adalah:

• Barang kena pajak/jasa/pemanfaatan jasa kena pajak dan barang-barang yang tidak berwujud dari luar Indonesia, sebelum entitas yang dianggap suatu Pengusaha Kena Pajak.
• Barang kena pajak atau jasa yang tidak memiliki hubungan langsung dengan kegiatan bisnis.
• Barang kena pajak atau jasa yang terkait dengan kegiatan-kegiatan usaha-bisa non-PPN.
• Kendaraan bermotor (sedan dan SUV) dan pemeliharaannya, kecuali sebagai komoditas atau penyewaan.
• Barang kena pajak, jasa kena pajak, barang kena pajak yang tidak berwujud dan kena pajak jasa dari luar Indonesia dengan faktur pajak yang tidak sah.
• Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak jika hasil pajak masukan dan dari hasil  pajak penilaian.
• Barang atau jasa kena pajak jika pajak masukan yang tidak dilaporkan dalam bulanannya.
• Pengembalian PPN dan ditemukan oleh pihak audit.
• Barang-barang Kena Pajak, selain barang modal atau jasa kena pajak, sebelum Pengusaha Kena Pajak mulai berproduksi dan PPN Masukan yang berusia lebih dari tiga bulan dan tidak dapat dipulihkan.

Meskipun demikian, penerapan VAT dan GST di Indonesia masih belum terlalu maksimal. Hal ini masih terlalu banyaknya usaha yang belum dikenakan PPN, karena untuk mengidentifikasi pajak dibutuhkan adanya sebuah kajian yang memakan waktu sangat lama. Beberapa item terbaru yang disasar oleh PPN mulai tumbuh pada bisnis baru yang sudah mulai booming, seperti penjualan online, forex, maupun penggunaan uang maya (bitcoin dan lain sebagainya). Dengan berbagai alasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa software akuntansi masih belum diwajibkan untuk memenuhi kompatibilitas dari Goods and Service Tax (GST). Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian, terimakasih dan salam sukses.

Apabila pembaca membutuhkan software Accounting yang berhubungan dengan ppn, software HRD, Payroll yang berhubungan dengan pph, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Tinggalkan Balasan

Scroll to top