Bulan: April 2018

JENIS-JENIS TENAGA KERJA DAN SETIAP HAK DAN KEWAJIBANNYA TERHADAP PERUSAHAAN YANG HARUS DIPAHAMI TIM HRD PERUSAHAAN

Pada dunia kerja yang sesungguhnya, karyawan yang bekerja kepada perusahaan biasanya tidak hanya terdiri dari karyawan tetap saja. Terlebih lagi jika perusahaan tersebut sudah berskala besar. Biasanya, selain karyawan tetap, anggota tim mereka beberapa diantaranya terdiri dari karyawan part time (paruh waktu), pekerja lepas atau freelancer, sampai dengan karyawan magang (praktek anak sekolah).

Setiap masing-masing jenis karyawan, baik itu karyawan tetap, karyawan part time, freelancer dan karyawan magang tentunya memiliki perbedaannya masing-masing, baik dari segi jam kerja, beban kerja, sampai dengan gaji dan upah. Hal ini sangat penting untuk diketahui tim HRD agar pihak perusahaan sendiri dapat memenuhi setiap masing-masing hak dan kewajiban mereka. Jadi sebenarnya, apa saja membedakan antara karyawan part time, karyawan freelancer, karyawan magang?

1. Tenaga Kerja Paruh Waktu (Pekerja Part Time).

Sampai saat ini memang masih belum jelas seputar hukum atau berupa peraturan yang dikeluarkan secara resmi dari pihak pemerintah Indonesia yang mengatur tentang seluk-beluk tentang karyawan part time ini. Karyawan part time bisa juga diartikan sebagai karyawan yang jam kerjanya kurang dari karyawan pekerja full time. Jam kerja full time merupakan 40 jam dalam seminggu atau delapan jam dalam sehari. Nah, jam kerja part time sangat kurang dari itu, dan biasanya tidak sampai 30 jam dalam seminggu.

Pekerjaan part time juga lebih bersifat sementara dan berlangsung selama beberapa periode saja yang telah ditentukan oleh perusahaan. Perusahaan dengan karyawan part time biasanya yang akan menerapkan sistem pergantian shift seperti: restoran, kafe, hotel, maupn bar. Namun, bagi karyawan part time tetap berbeda dari karyawan shift biasanya. Karyawan shift biasa bekerja selama kurang lebih sekitar delapan jam dalam satu kali shift, sedangkan karyawan part time bisa kurang dari itu.

Lalu, terkait dengan permasalahan upah, sekali lagi belum ada peraturan secara resmi yang secara khusus untuk membahasnya. Jadi, biasanya jumlah upah yang ditentukan oleh perusahaan dan telah disepakati oleh karyawan. Selain itu, karyawan part time juga tetap berhak untuk mendapatkan jatah cuti. Jika merujuk kepada Pasal 79 UU Tentang Ketenagakerjaan, pengusaha wajib memberikan hak cuti terhadap karyawan. Dalam setahun, karyawan part time bisa mengambil dua belas hari cuti setelah bekerja selama dua belas bulan secara terus menerus.

Keuntungan bagi Perusahaan Jika Memiliki Pekerja Part Time:

Bagi perusahaan, merekrut karyawan part time bisa sangat menghemat pengeluaran karena mereka tidak ada kewajiban untuk membayar tunjangan, asuransi, atau berupa iuran pensiun. Selain itu, perusahaan juga tidak perlu lagi harus dipusingkan dengan berbagai kerumitan seperti mengurus kontrak kerja, kewajiban untuk pemberian jaminan, dan lain sebagainya.

2. Tenaga Kerja Harian Lepas (Freelancer).

Peraturan pemerintah tentang aturan kerja bagi karyawan freelance atau harian lepas telah dibahas dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep-100/Men/VI/2004 tentang Ketentuan Dalam Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Di dalamnya telah membahas tentang Perjanjian Kerja Harian Lepas. Jadi, jika lebih mengacu kepada KEPMEN tersebut, maka perjanjian para pekerja harian lepas merupakan bagian dari PKWT. Hanya saja, terdapat beberapa perjanjian yang tidak menganut dalam ketentuan umum dari PKWT.

Idealnya adalah, karyawan freelance bekerja selama batas waktu periode tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Biasanya, jasa freelancer banyak dibutuhkan oleh perusahaan untuk membantu pelaksanaan proyek-proyek khusus. Dan jika menganut pada Perjanjian kerja Harian Lepas, karyawan freelance seharusnya bekerja kurang dari 21 hari dalam satu bulan. Jika  karyawan bekerja selama 21 hari atau bahkan bisa lebih dari itu, maka statusnya akan berubah menjadi PKWT.

Besarnya penghitungan upah bagi tenaga kerja freelance idealnya lebih didasarkan kepada volume pekerjaan yang telah diselesaikannya dalam satu hari. Kehadirannya juga biasanya masih tetap menjadi pertimbangan lain dalam penghitungan upah dari tenaga kerja freelancer ini. Nah, jumlah upah per hari ini biasanya juga berbeda-beda pada setiap perusahaan, tergantung dari kebijakan dan kesepakatan yang sudah terjadi antara pihak perusahaan dengan karyawan freelance tersebut.

3. Keuntungan bagi Perusahaan jika Mempekerjakan Tenaga Kerja Freelancer:

Jika dibandingkan dengan karyawan part time, tenaga kerja freelancer bisa dikatakan yang paling fleksibel. Dan karena hal inilah yang menjadi satu kelebihan utama di mata perusahaan dari karyawan freelancer. Fleksibilitas freelancer lebih memungkinkan bagi perusahaan Anda untuk meminta bantuannya kapanpun Anda membutuhkannya. Karena tidak memiliki ikatan kerja yang kuat dengan perusahaan, seorang freelancer juga biasanya memiliki ide-ide yang lebih fresh, sehingga sangat bagus untuk kemajuan perusahaan Anda.

Sudah menjadi tugas utama dari tim HRD untuk mengerti dan memahami status dari setiap karyawan yang bekerja pada perusahaan. Dengan begitu, HRD akan bisa membantu perusahaan dalam memenuhi hak-hak mereka sekaligus untuk mendorong mereka dalam menyelesaikan setiap kewajibannya terhadap perusahaan.

4. Karyawan Magang (Kerja Praktek Lapangan).

Hal-hal yang terkait dengan kerja magang telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Dalam UU tersebut, pemagangan disebut sebagai salah satu bagian dari sistem pelatihan kerja yang harus dilaksanakan secara terpadu antara pelatihan dari lembaga pelatihan dan bekerja secara langsung di bawah pengawasan dan bimbingan dari instruktur atau karyawan perusahaan yang lebih berpengalaman dalam hal urusan pekerjaan. Tujuannya adalah agar para karyawan yang bersangkutan dapat menguasai atau lebih meningkatkan keterampilan tertentu yang mereka miliki.

Biasanya, proses pemagangan ini dilakukan oleh mahasiswa S1 tingkat akhir, jenjang pendidikan Diploma. Sebelum lulus, mereka akan dituntut untuk merasakan secara langsung bagaimana situasi dan kondisi yang terlibat langsung dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Nah, untuk melakukan pemagangan, juga harus terdapat perjanjian secara tertulis diantara peserta magang dengan perusahaan. Jika tidak ada perjanjian, maka proses pemagangan tersebut akan dianggap tidak sah dan status dari para peserta akan berubah menjadi karyawan perusahaan. Khusus bagi yang hendak magang di luar negeri, maka peserta harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari menteri luar negeri.

Idealnya adalah menurut UU Ketenagakerjaan, pekerja magang bisa dilaksanakan maksimal hanya selama setahun. Selama kegiatan magang masih berlangsung, peserta magang berhak untuk mendapatkan uang saku dan/atau uang transportasi, pengakuan kualifikasi kompetensi kerja dari perusahaan, dan Jaminan Kecelakaan Kerja (jaminan sosial tenaga kerja).

Keuntungan Bagi Perusahaan Mempekerjakan Tenaga Magang:

Karena perusahaan hanya perlu mengeluarkan uang saku dan/atau uang transport, maka dengan merekrut karyawan magangpun masih bisa untuk membantu perusahaan dalam menghemat berbagai pengeluaran. Selain itu, dengan merekrut tenaga kerja magang juga akan dapat menjadi salah satu sarana branding bagi perusahaan terhadap para calon karyawan dari kalangan anak-anak muda. Ingat, kebanyakan dari karyawan magang biasanya masih berstatus kuliah tingkat akhir. Setelah mereka selesai magang, mereka pasti akan bercerita tentang pengalamannya magang ditempat Anda kepada teman-temannya. Maka dari itu, pastikan bahwa Anda tetap memperlakukan karyawan magang ini dengan baik, sehingga image perusahaan Anda juga akan menjadi lebih positif.

Nah, agar hal seperti itu dapat menjadi lebih mudah untuk dilakukan, maka HRD dapat memanfaatkan sebuah software HR yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur standar tenaga kerja untuk memenuhi berbagai kebutuhan terkini dari tim HR, mulai dari proses administrasi, database karyawan, slip gaji, BPJS Ketenagakerjaan, PPh 21, bahkan sampai dengan alur kerja.

Dengan memanfaatkan software HR, maka tim HRD bisa lebih meminilasir untuk terjadinya human error dalam hal mengelola setiap karyawan pada perusahaan, baik itu adalah karyawan tetap, karyawan part time, karyawan freelancer sampai dengan karyawan magang, sekalipun. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih. Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

ISTILAH-ISTILAH LAIN DARI LAPORAN LABA RUGI DAN PERBEDAAN ANTARA JENIS USAHA TRADING DAN SERVICE (JASA)

Laporan laba-rugi merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang berfungsi untuk menunjukkan perbandingan antara pendapatan-pendapatan yang diperoleh selama satu periode tertentu dan biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk mendapatkan pendapatan tersebut. Selisih diantara pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya yang lebih besar daripada biaya adalah dikategorikan sebagai laba sedangkan jika selisihnya lebih besar biaya daripada pendapatan, maka bisa dikatakan sebagai kerugian yang harus diterima oleh perusahaan.

Laba-rugi yang terkadang lebih sering disebut sebagai laporan pendapatan dan total biaya merupakan laporan yang berfungsi utama untuk menunjukkan bagaimana kemajuan keuangan yang telah diperoleh perusahaan dan juga sebagai penghubung utama dari dua neraca yang saling berurutan.

Arti penting dari laporan laba rugi adalah sebagai alat utama untuk mengetahui apa saja pencapaian yang telah didapatkan oleh perusahaan selama ini dan juga untuk mengetahui nilai, yaitu sampai berapakah hasil bersih atau laba yang telah didapat oleh perusahaan dalam satu periode tertentu.

Berikut ini merupakan beberapa istilah yang seringkali digunakan dalam laporan laba-rugi versi Statement of Financial Accounting Concepts dan oleh FASB, yaitu sebagai berikut:

1. Gain (Laba): merupakan naiknya modal dari aktiva bersih yang berasal dari transaksi sampingan atau berupa transaksi yang jarang sekali terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang sangat mempengaruhi badan usaha tersebut selama satu periode kecuali yang seringkali muncul dari pendapatan (revenue) atau berupa investasi oleh pemiliknya, seperti: laba yang muncul karena disebabkan oleh penjualan aktiva tetap milik perusahaan.

2. Loss (Rugi): adalah berupa penurunan modal (aktiva bersih) karena disebabkan oleh transaksi yang jarang sekali terjadi dari suatu badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian-kejadian lain yang sangat mempengaruhi badan usaha tersebut selama satu periode tertentu kecuali yang muncul dari biaya (expense) atau dari distribusi dari pemilik, seperti:  rugi karena penjualan surat berharga.

3. Revenue (Pendapatan): merupakan aliran dana yang telah masuk atau berupa kenaikan lain dari aktiva suatu badan usaha atau dari pelunasan hutang (atau kombinasi dari keduanya) selama satu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang-barang (produksi), penyerahan jasa (penjualan jasa), atau dari berbagai kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama dari sebuah badan usaha.

4. Expense (Biaya): berupa aliran dana yang telah keluar atau pemakaian lain dari aktiva atau karena munculnya hutang (atau berupa kombinasi dari keduanya) selama satu periode tertentu yang berasal dari penyerahan atas pembuatan barang (penjualan barang produksi), penyerahan atas jasa (menjual jasa), atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama dari sebuah badan usaha.

5. Income (Penghasilan/Pemasukan): berupa selisih dari penghasilan-penghasilan yang sesudah dikurangi biaya-biaya lain. Jika pendapatan yang jauh lebih kecil daripada biaya, maka selisihnya lebih sering disebut sebagai rugi.

6. Cost (Harga Perolehan): Merupakan sejumlah uang yang telah dikeluarkan atau hutang yang muncul dengan upaya agar dapat memperoleh barang atau berupa jasa. Jumlah seperti ini pada saat terjadinya transaksi biasanya akan dicatat sebagai aktiva, seperti halnya: pembelian mesin-mesin produksi, dan pembayaran uang muka sewa (biaya DP sewa).

Perbedaan Perusahaan Dagang dan Perusahan yang Bergerak Dalam Bidang Jasa

Dari perkembangannya, terdapat beberapa jenis bidang usaha beberapa diantaranya adalah jenis perusahaan dagang dan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Lalu seperti apa perusahaan dagang? Bagaimana proses dari perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa? Apa perbedaan dari keduanya?

Perusahaan dagang merupakan salah satu dari jenis bidang usaha yang kegiatan utamanya adalah dengan menjual barang/produk jadi tanpa merubah sedikitpun bentuk fisiknya (produksi). Ketika terjadi transaksi secara ekonomis akun yang dikreditkan adalah berupa penjualan dan yang didebit adalah kas atau piutang dagang, maka itu bisa dikatakan sebagai perusahaan dagang. Sedangkan perusahaan jasa adalah salah satu dari jenis usaha yang kegiatan utamanya adalah dengan menyediakan “jasa” terhadap konsumen. Sehingga ketika terjadi transaksi secara ekonomis biasanya akun yang akan dikredit adalah pendapatan jasa dan yang didebitkan adalah kas atau piutang usaha (bukan piutang dagang).

Perbedaan dari keduanya adalah pada jenis perusahaan dagang (yang pada hakikatnya kebanyakan akan menggunakan system persediaan perpetual) dan pada saat penjualan barang, terdapat tambahan akun yang didebitkan, yaitu Harga Pokok Penjualan (HPP) dan mengkredtikan akun Persediaan Barang. HPP inilah yang kemudian akan dimasukkan ke dalam laporan laba rugi sebagai pengurang atas akun Pendapatan.

Jadi, kesimpulannya adalah pada laporan laba rugi jenis perusahaan jasa tidak terdapat adanya HPP sedangkan pada jenis perusahaan dagang, baik itu adalah yang menggunakan sistem persediaan perpetual maupun periodik selalu terdapat HPP dalam setiap laporan laba ruginya”

Lalu, mengapa pada perusahaan jasa tidak terdapat HPP? Tentu saja adalah karena perusahaan jasa sama sekali tidak memiliki persediaan untuk dijual, jikapun terdapat persediaan, maka persediaan tersebut hanya akan dijadikan sebagai persediaan untuk melakukan penjualan jasa atau dalam akuntansi lebih sering disebut sebagai biaya atas jasa yang dilakukan, seperti: jasa praktek dokter, sebenarnya dia hanya menjual jasa periksa, namun juga terkadang memberikan obat sebagai salah satu sarana untuk penunjang jasanya tersebut, sehingga sudah tentu ada persediaannya sebagai pelengkap jasa pemeriksaan terhadap pasien yang sakit. Karena rasanya sangatlah tidak etis jika seorang dokter yang membuka praktek hanya memberikan jasa periksa saja, sementara obatnya pasien sendiri yang harus membeli atau menebus ditempat lain. Karena ditempat dokter tersebut tidak menyediakan obat (hanya jasa periksa saja).

Sebenarnya sah-sah saja jika perusahaan jasa menampilkan HPP pada laporan laba ruginya. Namun dalam PSAK sendiri tidak pernah mengatur apakah perusahaan jasa harus menyajikan Harga Pokok Penjualan atau tidak. PSAK 1 paragraf 101 hanya menyebutkan bahwa, entitas minimal harus menyajikan “biaya penjualan” yang terpisah dari biaya-biaya lainnya. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses. Apabila pembaca membutuhkan portal untuk kepabeanan, software accounting penunjang perpajakan dan lainnya silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

RUMUS DAN PENGGUNAAN KURS TENGAH BI DAN KURS PAJAK BAGI PERUSAHAAN ASING DI INDONESIA

Kurs Tengah BI yang digunakan pada saat mencatat nilai konversi dari mata uang asing dalam laporan keuangan milik perusahaan dimana kurs ini seringkali digunakan oleh perusahaan-perusahaan asing yang sudah sudah lama atau yang baru akan beroperasi di Indonesia.

Pada kurs yang ada pada website BI, kita tidak akan bisa langsung mendapatkan informasi kurs tengah. Perlu adanya perhitungan yang matang terlebih dahulu untuk mengetahuinya. Adapun rumus dari perhitungan kurs tengah BI tersebut adalah sebagai berikut:

Rumus Kurs Tengah BI = Kurs Jual + Kurs Beli/2

Catatan: Kurs jual adalah (mata uang) yang ditambahkan dengan kurs beli (mata uang lalu dibagi dua (1+1)/2)

Contoh dari hasil pencatatan kurs tengah BI:

Saldo awal akun Kas dan Bank dalam mata uang Dollar (USD) adalah sebesar $ 2.345 apabila dikurskan dalam Rupiah adalah sebesar Rp 26.967.500,- dengan nilai kurs per 1 dollarnya adalah Rp 11.500,-. Pada setiap akhir tahun buku perusahaan nilai kurs per 1 dollarnya adalah Rp 12.500,- dengan diasumsikan bahwa saldo dari akun Kas dan Bank yang sama dengan saldo awal sebesar $ 2.345, jika di kurskan adalah menjadi sebesar Rp 29.312.500,-.

Saldo awal Kas dan Bank : Rp 26.967.500,-($1=11.500).
Saldo akhir Kas dan Bank : Rp 29.312.500,-($1=12.500).
Selisih kurs : Rp 2.336.000,-.

Jurnal akuntansi untuk kurs tengah BI

(Debet) Kas dan Bank Rp 2.336.000,-
(Credit) Keuntungan Selisih Kurs Rp 2.336.000,-

Keterangan : Kas dan Bank pada laporan neraca akan mengalami penurunan yang diakibatkan adanya konversi dari nilai kurs dollar kepada mata uang rupiah sebesar Rp 2.336.000,- yang semula adalah Rp 26.967.500,- menjadi sebesar Rp 29.312.500,- pada setiap akhir tahun (31 Desember). Sedangkan akun dari Kerugian selisih kurs akan semakin bertambah sebesar Rp 2.336.000,- yang nantinya akan sangat mempengaruhi terjadinya penurunan laba bersih milik perusahaan pada laporan laba ruginya.

Sedangkan Kurs Pajak merupakan nilai kurs yang nantinya akan digunakan sebagai Dasar utama untuk:

1. Pelunasan Bea Masuk.
2. Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa.
3. Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
4. Pajak Ekspor.
5. Pajak Penghasilan atas pemasukan barang.
6. Hutang Pajak yang berhubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
7. Pajak Ekspor.
8. Penghasilan yang telah diterima berupa mata uang asing dan harus dinilai terlebih dahulu ke dalam mata uang rupiah (di Rupaiahkan).

Penetapan terhadap kurs pajak ini telah diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan yang telah diterbitkan setiap minggunya. Kurs valuta asing dari sebuah Negara yang tidak tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan tersebut, sehingga nilai kurs yang akan digunakan sebagai dasar utama untuk pelunasan adalah dari kurs spot harian valuta asing yang bersangkutan di pasar internasional terhadap dollar Amerika Serikat yang masih berlaku pada saat penutupan hari kerja sebelumnya serta akan dikalikan dari kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat seperti yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan yang masih berlaku pada saat itu.

Kesimpulannya adalah:

Dari berbagai penjelasan diatas, maka bisa diketahui apabila perbedaan antara kurs tengah BI dengan kurs pajak terletak pada setiap masing-masing fungsinya. Yang mana kurs dari pajak yang akan digunakan dalam transaksi yang berhubungan dengan pajak (khususnya dalam pembuatan faktur pajak, serta untuk jenis laporan pajak terhadap kantor pajak), dan kurs tengah BI yang digunakan pada saat penutupan pembukuan akuntansi.

Adapun hubungan antara kurs tengan BI dengan kurs pajak adalah pada saat melakukan pencatatan pembukuan. Saat terdapat transaksi dalam mata uang asing, semua nilai yang berhubungan langsung dengan pajak yang telah dikonversi dengan kurs pajak, sementara untuk nilai transaksi total yang telah dikonversi menggunakan kurs tengah BI. Kedua nilai tersebut akan dicatat dalam pembukuan, ditambahkan dengan laba rugi dari selisih kurs yang didapatkan dari terjadinya selisih nilai transaksi kurs tengah BI dengan nilai transaksi kurs bank yang digunakan sebenarnya.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang rumus Kurs Tengah BI (Kurs Jual + Kurs Beli/2)
dan Kurs Tengah BI serta Kurs Pajak yang akan digunakan pada kebanyakan perusahaan-perusahaan asing yang telah lama atau yang masih baru akan beroperasi di Indonesia. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca, apabila pembaca membutuhkan portal untuk kepabeanan, software accounting penunjang perpajakan dan lainnya silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

MANFAAT PENGGUNAAN SOFTWARE AKUNTANSI BAGI KEBUTUHAN PEMBELAJARAN DUNIA PENDIDIKAN SAAT INI

Semakin banyaknya bermunculan software-software akuntansi seakan memberikan mimpi buruk tersendiri bagi para calon-calon akuntan yang sedang belajar akuntansi di bangku kuliah. Mereka merasa semakin cemas karena software akuntansi berpotensi untuk mengambil alih peluang kerja mereka ketika lulus kuliah nanti.

Namun untuk anggapan seperti ini bisa dikatakan salah besar. Karena justru dengan adanya software akuntansi ini, kedepannya pekerjaan mereka akan menjadi semakin lebih mudah dan menghemat banyak sekali waktu mereka. Penggunaan software akuntansipun sudah mulai menjadi salah satu mata kuliah pada beberapa universitas, meskipun sebenarnya juga masih belum benar-benar menjadi mata kuliah wajib.

Meskipun demikian adanya,dari hal tersebut kita dapat melihat bahwa ternyata software akuntansipun memiliki banyak sekali manfaat dan pengaruh yang cukup besar bagi dunia pendidikan saat ini.

Lalu sebenarnya manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari penggunaan software akuntansi bagi dunia pendidikan saat ini?

1. Software akuntansi dapat menyiapkan calon akuntan yang kompeten

Dengan dibukanya mata kuliah untuk penggunaan software akuntansi pada beberapa universitas, maka hal seperti ini malah semakin menandakan bahwa universitaspun sudah mulai paham akan berbagai kebutuhan akan banyaknya perusahaan yang lebih memperhatikan kompetensi profesi akuntan di masa yang akan datang. Pendidikan tentang penggunaan software akuntansi tentunya akan semakin meningkatkan kompetensi dari para mahasiswa jurusan akuntansi dalam hal melakukan pencatatan dan pembuatan laporan-laporan keuangan dengan menggunakan software akuntansi.

Tidak jarang pula terdapat kampus yang bekerja sama secara khusus dengan para pengembang software akuntansi untuk salah satu mata kuliah ini, Hal ini dikarenakan semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan software akuntansi. Ditambah lagi dengan adanya sertifikat untuk penggunaan software akuntansi, tentu saja hal seperti ini akan menjadi satu nilai tambah bagi para mahasiswa ketika mereka akan melamar pekerjaan sebagai akuntan di sebuah perusahaan.

2. Memberikan alternatif pembelajaran akuntansi pada lab-lab komputer akuntansi.

Semakin maraknya penggunaan software akuntansi pada banyak perusahaan menjadikan beberapa universitas semakin menaruh perhatian khusus dengan membuka mata kuliah untuk praktek software akuntansi beserta laboratorium komputernya. Pada mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak lagi akan dipaksa untuk membuat rumus-rumus aplikasi excel yang terlalu banyak dan rumit, serta cukup memusingkan kepala. Dengan terinstallnya software akuntansi di laboratorium komputer akuntansi, maka mahasiswa akan dapat dengan mudah untuk mempelajari akuntansi dengan cara yang berbeda.

3. Menjadi salah satu tempat penyelenggara sertifikat untuk keahlian software akuntansi.

Dengan digunakannya software akuntansi pada lab-lab komputer akuntansi, maka lembaga pendidikan tersebut akan dapat menyelenggarakan ujian sertifikasi untuk penggunaan software akuntansi. Sehingga hal ini akan semakin membuka kesempatan bagi lembaga-lembaga pendidikan tersebut untuk memiliki “pendapatan” lain-lain, selain diluar mengadakan kegiatan perkuliahan secara umum.

Begitu banyaknya manfaat yang mampu diberikan software akuntansi bagi dunia pendidikan. Sehingga untuk ke depannya, beberapa lembaga pendidikan akan melirik dan membuat kerjasama untuk membuka pelatihan penggunaan software akuntansi dengan para pengembang software akuntansi.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top