BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

JENIS AUDIT DAN DAMPAK BURUK JIKA PEUSAHAAN SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MELAKUKAN PROSES AUDIT INTERNAL

Berbicara tentang penyusunan laporan keuangan dalam sebuah organisasi perusahaan menurut Implementor software akuntansi sudah menjadi satu hal yang sangat wajib untuk dilakukan dan merupakan sarana terbaik dalam memenuhi berbagai kebutuhan akuntabilitas dan keterbukaan yang sudah disyaratkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadapnya. Laporan keuangan tersebut merupakan sumber informasi terbaik yang harus benar-benar menunjukkan bagaimana posisi keuangan perusahaan yan sebenarnya, kinerja dan berbagai perubahan posisi keuangan yang sudah digunakan sebagai dasar utama dalam hal pengambilan keputusan. Karena itu laporan keuangan berperan besar dalam keberlangsungan hidup dari perusahan, sehingga laporan keuangan yang akan disajikan diharapkan memiliki jaminan tentang kebenaran dan keakuratannya.

Namun saat ini Implementor software akuntansi akan lebih berfokus tentang audit dan beberapa kerugian yang akan didapatkan oleh perusahaan jika sama sekali tidak pernah melakukan proses audit pada internal operasional proses bisnisnya. Seiring dengan semakin cepatnya laju pertumbuhan perusahaan, maka tindakan audit semakin dibutuhkan karena adanya kebutuhan dari pihak pemerintah, para pemegang saham, pihak analis keuangan, para investor, dan juga publik untuk menilai bagaimana tingkat performa dari manajemen operasional perusahaan yan sudah berjalan selama ini. Dan upaya yan dilakukan untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, maka dibutuhkan adanya proses audit manajemen sebagai salah satu sarana yang lebih reliable atas pertanggungjawaban dalam hal memberikan analisis, penilaian, dan rekomendasi atas berbagai aktivitas yang sudah dikerjakan selama ini.

Pada dasarnya, terdapat dua macam jenis audit yang sudah banyak diterapkan dalam internal perusahaan, yaitu:

1. Audit Internal.

Audit internal merupakan berbagai tindakan aktivitas dalam hal penjaminan dan konsultasi secara independen serta lebih obyektif yang telah didesain untuk memberikan nilai tambah dalam upaya untuk lebih meningkatkan operasional perusahaan. Audit internal sangat membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya melalui adanya pendekatan yang lebih tersistematis agar dapat melakukan evaluasi dan upaya untuk meningkatkan efektivitas dari manajemen terhadap adanya resiko, pengendalian, dan juga terhadap proses tata kelola. Perusahaan yang sudah mempekerjakan auditor internal untuk melakukan audit keuangan maupun operasional.

2. Audit Eksternal.

Sedangkan untuk audit eksternal merupakan tinjauan atau berupa review terhadap adanya laporan keuangan perusahaan yang telah dilakukan oleh para tenaga profesional dan juga independen (KAP/Kantor Akuntan Publik) yang tidak keterkaitan sama sekali dengan perusahaan tersebut. Audit eksternal seperti ini memiliki peran yang lebih besar dalam hal pengawasan terhadap bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya karena sudah dilakukan oleh para tenaga professional yang lebih berkompeten dalam bidangnya di luar perusahaan, sehingga diharapkan dapat memberikan penilaian yang jauh lebih obyektif.

Lalu dampak buruk seperti apa yang nantinya akan terjadi jika pada kenyataannya perusahaan sama sekali tidak pernah dilakukan proses diaudit?

1. Kredibilitas dan kinerja perusahaan yang sudah berjalan selama ini akan dinilai tidak baik di hadapan para pemegang saham, pihak investor, dan pemerintah karena tidak menyajikan laporan keuangan yang lebi terpercaya dan valid.

2. Beresiko besar untuk terjadinya tindakan-tindakan kecurangan yang selama ini banyak dilakukan oleh sebagian pihak dari manajemen yang tidak bertanggungjawab.

3. Tidak memiliki dasar yang lebih bisa dipercaya untuk menyiapkan surat-surat pemberitahuan pajak yang telah diserahkan terhadap pihak pemerintah.

4. Menghadapi berbagai hambatan dalam hal permodalan yang terlebih lagi jika sebagian besar menggunakan sumber pembiayaan dari luar perusahaan.

Tidak bisa disangkal lagi jika dunia usaha memiliki kepentingan yang begitu besar terhadap proses auditing. Proses audit dimaksudkan dalam upaya untuk lebih meningkatkan nilai informasi yang akan didapatkan dari proses akuntansi dengan cara melakukan berbagai macam penilaian  terhadap berbagai informasi tersebut, dan kemudian akan mengkomunikasikan hasil dari penilaian  terhadap pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan.

Dengan demikian, maka menurut Implementor software akan selalu ada saja kemungkinan-kemungkinan untuk ditemukan dan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam sebuah informasi akuntansi, sehingga laporan keuangan yang telah dihasilkan tidak sampai menyesatkan dan dapat digunakan sebagai sebuah landasan dalam hal pengambilan keputusan yang lebih tepat. Untuk saat ini proses audit juga tidak lagi hanya sekedar untuk menemukan tindak kecurangan dalam hal penyajian-penyajian laporan keuangan oleh pihak manajemen, namun juga menjadi sangat penting karena adanya tuntutan dari pihak pemerintah, para investor, pihak pemegang saham, serta dari publik dalam menilai tentang bagaimana performa perusahaan selama ini. Apabila Anda membutuhkan informasi mengenai artikel ini lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting dan distributor, mohon bisa hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

Tinggalkan Balasan

Scroll to top