Bulan: September 2018

STARTEGI UNTUK MENGURANGI BIAYA PERSEDIAAN (2)

1. Bekerja sama dengan distributor pengiriman.

Sebenarnya dari beberapa konsumen yang mengeluhkan bahwa barang yang sudah mereka terima telah banyak yang rusak, dan perusahaan  terpaksa harus menerima kembali atau mengirim ulang dengan barang yang lebih baik. Bagi pihak manajemen, menjalin hubungan dengan distributor pengiriman barang dapat menjadi pilihan yang paling bijak untuk mengurangi beban terkait dengan kerugian pada saat proses pengiriman. Apabila terjadi kerusakan barang ketika dalam perjalanan, maka bukan lagi menjadi permasalahan perusahaan. Resiko tersebut telah dialihkan kepada pihak distributor. Kebijakan ini lebih memfokuskan pada kepuasan konsumen, khusunya bagi para pengguna akhir. Usaha ini menawarkan cara tercepat dan beresiko rendah bagi perusahaan dalam mencapai operasional pelayanan secara berurutan.

Selain itu terlalu banyaknya barang yang dikirim juga dipengaruhi oleh besarnya daya muat kontainer yang digunakan. Perusahaan yang bekerjasama dengan distributor pengiriman tidak perlu menyediakan tempat Parking untuk truk pengangkut yang berukuran sangat besar, yang akan memenuhi area pabrik.

2. Mensinergikan Suplier.

Suplier harus memiliki akses pada setiap data-data konsumen, termasuk juga histori penjualan maupun proyeksinya. Mensinergikan antara suplier sebagai penyedia barang dengan perusahaan sebagai produsen ke dalam satu kesatuan supply chain dapat mempersingkat proses produksi. Memberikan semua informasi  yang dibutuhkan suplier secara real time untuk mengelola komponen persediaan, sehingga mereka dapat membantu dengan lebih maksimal. Tujuan dari pensinergian tersebut ialah untuk menunda pengiriman barang sampai batas persediaan tertentu, idealnya adalah hingga mencapai titik untuk dikonsumsi. Yang diharapkan dari strategi ini ialah dapat meningkatkan efektifitas proses produksi dan penerimaan barang.

Dengan memberikan informasi perilaku pemesanan produsen kepada suplier, maka suplier akan dapat mengirimkan barang kepada produsen jika dinilai telah mencapai titik tertentu/reorder point. Manfaatnya bagi perusahaan adalah dapat lebih menekan biaya pesanan/Ordering cost (preparation set up Cost), yaitu biaya yang terjadi karana adanya kegiatan memesan kepada vendor sampai barang tiba di gudang atau mulai melakukan organisasi untuk memulai produksi di dalam pabrik. Biaya administrasi dan manajerial untuk menyiapkan pembelian atau pesanan, misalnya biaya telepon, biaya pencatatan dan lain sebagainya.

3. Memperbaiki pelayanan suku cadang.

Dalam hal manajerial, sangat penting sekali untuk mengefektifkan pelayanan operasional. Kebanyakan dari perusahaan jatuh karena mereka sudah sejak awal salah dalam mengelola persediaan, khususnya terhadap suku cadang. Biasanya perusahaan tersebut sedang dihadapkan pada begitu banyaknya jumlah persediaan yang besar, kinerja departemen pergudangan yang tidak optimal, berkurangnya kepuasan konsumen, dan terbuangnya peluang untuk menjual produk lain termasuk juga suku cadang setelah penjualan dilakukan (Sales after sales).

Berikut ini merupakan beberapa cara yang masih dapat dilakukan untuk mengelola persediaan dan suku cadang dengan lebih tepat.

• Membuat anggaran belanja persediaan dan suku cadang dengan lebih akurat.
• Hindari penyimpanan persediaan yang berlebihan.
• Monitor tingkat persediaan agar produksi tidak terhambat.
• Menselaraskan kebutuhan persediaan dengan suku cadanganya berdasarkan fungsinya. Hanya menyediakansuku cadang atas prodk yang dijual.

4. Melibatkan manajemen puncak.

Setiap departemen pada perusahaan manufaktur memiliki persediaan tersendiri dan diatur oleh setiap masing-masing kepala bagian. Setiap departemen memiliki kebebasannya sendiri untuk mengelola persediaannya, maka akan menjadi semakin sulit bagi departemen lainnya untuk terlibat dalam pengelolaan meskipun memiliki proses yang berkaitan. Secara hirarki dengan melibatkan manajemen puncak, semua departemen akan tetap tunduk kepada kebijakan yang sudah dibuat oleh manajemen yang lebih tinggi. Adapaun kebijakan yang masih dapat diterapkan adalah setiap individu dalam sebuah departemen akan bertanggungjawab atas besarnya nilai persediaan yang menjadi tanggungjawabnya. Strategi seperti ini dinilai dapat mengendalikan proses pengendalian atas persediaan dan semakin meningkatkan keefisienan dari proses produksinya.

5. Otorisasi akan dipegang oleh satu pihak.

Agar dapat lebih meningkatkan kekuatan pengelolaan persediaan, perusahan dapat memilih  hanya satu saja departemen yang bertanggungjawab penuh dan dapat berkolaborasi dengan fungsi lainnya, seperti departemen teknis maupun departemen pembelian. Dipilihnya satu organisasi untuk mengatur persedian agar tidak sampai terjadi perselisihan yang terkait dengan penyediaan persediaan dan proses didalamnya. Selain itu cara seperti ini akan dapat mempertahankan budaya, dan tetap fokus kepada rencana utama (grand project) perusahaan.

6. Memperbaiki database persedian.

Salah satu informasi terpenting yang terkait dengan berbagai informasi persediaan merupakan informasi tentang perputaran persediaan. Dengan memiliki data-data perputaran persediaan manajemen akan dapat memonitor seberapa lama barang persediaan tersebut akan ditahan, belum terjual. Perusahaan juga masih dapat menaksirkan waktu keterlambatan pengirimannya.

7. Menetapkan titik pemesanan kembalinya.

Ada sebagian perusahan yang menetapkan titik pemesanan kembali (reorder point) pada tingkat serendah mungkin. Tujuannya adalah agar persediaan yang sudah tersimpan tidak menjadi usang, akibat dari pemesanan yang terlalu berlebihan meskipun berakibat pada biaya pengiriman yang menjadi lebih besar.

Nampakna tidak semua perusahaan dapat menerapkan kebijakan seperti ini. Hanya perusahaan yang bergerak pada usaha penjualan barang makanan dan minuman fast moving saja yang lebih cocok untuk menerapkannya. Mengusahakan agar barang dapat sampai ke pada end-user sebelum batas waktu (Expired date) adalah suatu kebijakan yang paling tepat (IT).

Nah, itulah sedikit penjelasan yang terkait dengan pengelolaan persediaan. Diharapkan setelah membaca artikel ini para pembaca sekalian dapat mengendalikan biaya persediaan, mengalokasikan pada kegiatan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Pemangkasan biaya persediaan oleh perusahaan akan berhasil jika sudah sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. Strategi yang sama belum tentu akan dapat diterapkan pada perusahaan yang sama, masih tergantung pada kondisi lainnya. Bagi para pembaca sekalian yang membutuhkan bimbingan seputar pengelolaan persediaan silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

RASIO PERPUTARAN PERSEDIAAN (INVENTORY TURN OVER RATIO)

Pada Kesempatan kali ini implementor software akuntansi akan sedikit membahas artikel tetang Perputaran persediaan (Inventory Turnover Ratio).

Perputaran persediaan (Inventory Turn Over Ratio) merupakan rasio yang berfungsi untuk mengukur seberapa efisien perusahaan dalam mengendalikan barang dagangan atau persediaannya. Indikatornya adalah semakin besar nilai rasio maka akan semakin efektif pula perusahaan dalam menjual persediaannya. Dalam arti lainnya perusahaan telah menghindari pengeluaran biaya-biaya yang dapat menyebabkan terjadinya pemborosan-pemborosan pada sumber daya perusahaan. Arti dari nilai rasio yang terlalu tinggi juga dapat menandakan bahwa perusahaan dapat menjual persediaan sesuai dengan harapan. Ekspektasi tersebut sudah tercantum dalam nilai anggaran pembelian dan penjualan.

Bagi perusahaan retail, perusahaan dagang. Perusahaan yang membeli barang dagangan lalu kemudian menjualnya kembali dengan harga baru, penilaian tentang efektifitas penjualan barang dagang sangat bermanfaat bagi mereka. Terutamanya adalah bagi para investor. Sedangkan bagi kreditur Rasio seperti ini dapat memberikan informasi secara tidak langsung tentang kemampuan perusahaan dalam melunasi pinjamannya beserta bunganya.

Jika para pembaca sekalian ingin membandingkan kinerja persediaan perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya, maka sebaiknya para pembaca sekalian harus mencari perusahaan yang sejenis, perusahaan yang berada pada industri yang sama. Misalnya membandingkan antara perusahaan makanan dan minuman (food and beverage) yang merupakan perusahan fast moving good, perusahaan yang memiliki sifat barang-barang yang mudah laku juga harus dibandingkan dengan perusahaan yang sama dan sejenis. Perusahan tersebut juga tidak layak jika dibandingkan dengan perusahan yang memiliki barang persediaan low moving good, perusahaan dengan sifat persediaan dagangan yang terlalu sulit laku misalnya adalah jenis perusahaan mobil, property dan lain sebagainya.

Untuk dapat memahami secara lebih mendalam, maka implementor software akuntansi memberikan sedikit penjelasan tambahan dalam bentuk sebuah kasus:

Misalnya terdapat sebuah toko yang menjual bahan baku telah melaporkan biaya pokok penjualaan pada laporan keuangan dengan laba rugi sebesar Rp 500.000.-. persediaan awal dari toko ini adalah sebesar Rp 800.000.000,- sedangakan persediaan akhirnya adalah sebesar Rp. 700.000.000,-. berapa rasio perputaran persediaan atau Inventory turn over ratio-nya?

Berikut dibawah ini akan diberikan informasi tentang data-data yang dimiliki oleh perusahaan:

Lalu berapa Rasio perputaran persediaanya (Inventory Turnover Ratio).
Pertama-tama hitung terlebih dahulu persediaan rata-ratanya dengan cara rumus dibawah ini:

Dari perhitungan diatas dapat diketahui bahwa persedian rata-ratanya adalah sebesar Rp 750.000.000,- ( Rp 800.000.000,- + Rp 700.000.000,- /2).
Nilai rasio dari perputaran persediaan akan dapat dihitung dengan cara membagi harga pokok penjualan (Cost of Good Sold) dengan nilai persediaan rata-rata, Berikut perhitungannya.

Dari rumus seperti diatas maka didaptakn nilai rasio perputaran persediaan sebagai berikut sebesar 0.66 % ( Rp 500.000.000,- / Rp 750.000.000,-).

Nah, itulah sedikit tips seputar Perhitungan rasio perputaran persediaan (Inventory Turnover ratio) terbaik. Apabila pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam dari rasio perputaran persediaan dan membutuhkan konsultasi, pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.
Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya.

 

 

 

Scroll to top