BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

STARTEGI UNTUK MENGURANGI BIAYA PERSEDIAAN (2)

1. Bekerja sama dengan distributor pengiriman.

Sebenarnya dari beberapa konsumen yang mengeluhkan bahwa barang yang sudah mereka terima telah banyak yang rusak, dan perusahaan  terpaksa harus menerima kembali atau mengirim ulang dengan barang yang lebih baik. Bagi pihak manajemen, menjalin hubungan dengan distributor pengiriman barang dapat menjadi pilihan yang paling bijak untuk mengurangi beban terkait dengan kerugian pada saat proses pengiriman. Apabila terjadi kerusakan barang ketika dalam perjalanan, maka bukan lagi menjadi permasalahan perusahaan. Resiko tersebut telah dialihkan kepada pihak distributor. Kebijakan ini lebih memfokuskan pada kepuasan konsumen, khusunya bagi para pengguna akhir. Usaha ini menawarkan cara tercepat dan beresiko rendah bagi perusahaan dalam mencapai operasional pelayanan secara berurutan.

Selain itu terlalu banyaknya barang yang dikirim juga dipengaruhi oleh besarnya daya muat kontainer yang digunakan. Perusahaan yang bekerjasama dengan distributor pengiriman tidak perlu menyediakan tempat Parking untuk truk pengangkut yang berukuran sangat besar, yang akan memenuhi area pabrik.

2. Mensinergikan Suplier.

Suplier harus memiliki akses pada setiap data-data konsumen, termasuk juga histori penjualan maupun proyeksinya. Mensinergikan antara suplier sebagai penyedia barang dengan perusahaan sebagai produsen ke dalam satu kesatuan supply chain dapat mempersingkat proses produksi. Memberikan semua informasi  yang dibutuhkan suplier secara real time untuk mengelola komponen persediaan, sehingga mereka dapat membantu dengan lebih maksimal. Tujuan dari pensinergian tersebut ialah untuk menunda pengiriman barang sampai batas persediaan tertentu, idealnya adalah hingga mencapai titik untuk dikonsumsi. Yang diharapkan dari strategi ini ialah dapat meningkatkan efektifitas proses produksi dan penerimaan barang.

Dengan memberikan informasi perilaku pemesanan produsen kepada suplier, maka suplier akan dapat mengirimkan barang kepada produsen jika dinilai telah mencapai titik tertentu/reorder point. Manfaatnya bagi perusahaan adalah dapat lebih menekan biaya pesanan/Ordering cost (preparation set up Cost), yaitu biaya yang terjadi karana adanya kegiatan memesan kepada vendor sampai barang tiba di gudang atau mulai melakukan organisasi untuk memulai produksi di dalam pabrik. Biaya administrasi dan manajerial untuk menyiapkan pembelian atau pesanan, misalnya biaya telepon, biaya pencatatan dan lain sebagainya.

3. Memperbaiki pelayanan suku cadang.

Dalam hal manajerial, sangat penting sekali untuk mengefektifkan pelayanan operasional. Kebanyakan dari perusahaan jatuh karena mereka sudah sejak awal salah dalam mengelola persediaan, khususnya terhadap suku cadang. Biasanya perusahaan tersebut sedang dihadapkan pada begitu banyaknya jumlah persediaan yang besar, kinerja departemen pergudangan yang tidak optimal, berkurangnya kepuasan konsumen, dan terbuangnya peluang untuk menjual produk lain termasuk juga suku cadang setelah penjualan dilakukan (Sales after sales).

Berikut ini merupakan beberapa cara yang masih dapat dilakukan untuk mengelola persediaan dan suku cadang dengan lebih tepat.

• Membuat anggaran belanja persediaan dan suku cadang dengan lebih akurat.
• Hindari penyimpanan persediaan yang berlebihan.
• Monitor tingkat persediaan agar produksi tidak terhambat.
• Menselaraskan kebutuhan persediaan dengan suku cadanganya berdasarkan fungsinya. Hanya menyediakansuku cadang atas prodk yang dijual.

4. Melibatkan manajemen puncak.

Setiap departemen pada perusahaan manufaktur memiliki persediaan tersendiri dan diatur oleh setiap masing-masing kepala bagian. Setiap departemen memiliki kebebasannya sendiri untuk mengelola persediaannya, maka akan menjadi semakin sulit bagi departemen lainnya untuk terlibat dalam pengelolaan meskipun memiliki proses yang berkaitan. Secara hirarki dengan melibatkan manajemen puncak, semua departemen akan tetap tunduk kepada kebijakan yang sudah dibuat oleh manajemen yang lebih tinggi. Adapaun kebijakan yang masih dapat diterapkan adalah setiap individu dalam sebuah departemen akan bertanggungjawab atas besarnya nilai persediaan yang menjadi tanggungjawabnya. Strategi seperti ini dinilai dapat mengendalikan proses pengendalian atas persediaan dan semakin meningkatkan keefisienan dari proses produksinya.

5. Otorisasi akan dipegang oleh satu pihak.

Agar dapat lebih meningkatkan kekuatan pengelolaan persediaan, perusahan dapat memilih  hanya satu saja departemen yang bertanggungjawab penuh dan dapat berkolaborasi dengan fungsi lainnya, seperti departemen teknis maupun departemen pembelian. Dipilihnya satu organisasi untuk mengatur persedian agar tidak sampai terjadi perselisihan yang terkait dengan penyediaan persediaan dan proses didalamnya. Selain itu cara seperti ini akan dapat mempertahankan budaya, dan tetap fokus kepada rencana utama (grand project) perusahaan.

6. Memperbaiki database persedian.

Salah satu informasi terpenting yang terkait dengan berbagai informasi persediaan merupakan informasi tentang perputaran persediaan. Dengan memiliki data-data perputaran persediaan manajemen akan dapat memonitor seberapa lama barang persediaan tersebut akan ditahan, belum terjual. Perusahaan juga masih dapat menaksirkan waktu keterlambatan pengirimannya.

7. Menetapkan titik pemesanan kembalinya.

Ada sebagian perusahan yang menetapkan titik pemesanan kembali (reorder point) pada tingkat serendah mungkin. Tujuannya adalah agar persediaan yang sudah tersimpan tidak menjadi usang, akibat dari pemesanan yang terlalu berlebihan meskipun berakibat pada biaya pengiriman yang menjadi lebih besar.

Nampakna tidak semua perusahaan dapat menerapkan kebijakan seperti ini. Hanya perusahaan yang bergerak pada usaha penjualan barang makanan dan minuman fast moving saja yang lebih cocok untuk menerapkannya. Mengusahakan agar barang dapat sampai ke pada end-user sebelum batas waktu (Expired date) adalah suatu kebijakan yang paling tepat (IT).

Nah, itulah sedikit penjelasan yang terkait dengan pengelolaan persediaan. Diharapkan setelah membaca artikel ini para pembaca sekalian dapat mengendalikan biaya persediaan, mengalokasikan pada kegiatan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Pemangkasan biaya persediaan oleh perusahaan akan berhasil jika sudah sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. Strategi yang sama belum tentu akan dapat diterapkan pada perusahaan yang sama, masih tergantung pada kondisi lainnya. Bagi para pembaca sekalian yang membutuhkan bimbingan seputar pengelolaan persediaan silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

Tinggalkan Balasan

Scroll to top