Bulan: Oktober 2018

BAGAIMANA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK ANDA DI TENGAH KOMPETISI YANG HEBAT” MELALUI SALES SUCCESS FORMULA TRAINING

Kali ini Praktisi Software Akuntansi Surabaya, Yaitu Groedu Consultant Internasional akan segera mengadakan training Sales dan marketing spektakuler. Yang bisa diikuti sales senior type produk apapun maupun sales supervisor di segala Industri, khususnya Fast moving Consumer good (FMCG). Jangan lewatkan training ini untuk memperbaiki karier bagi seorang sales senior dan memantapkan kinerja sales supervisor dan Sales Manager.

Materi Training Coaching ini cocok untuk Salesman senior type apapun maupun sales supervisor yang akan terjun langsung ke pasar untuk menghadapi bermacam-macam Company,Customer,Competition,Consumer, Category.

Namun bagi saya Sales Formula ini baru, jadi sangat penting untuk dikuasai oleh para Sales Supervisor dan Sales Manager yang nantinya bisa melatih juga sales timnya di area kerjanya masing-masing.

Sekarang banyak perusahaan yang merasa sudah cukup puas karena melengkapi timya di lapangan dengan Sales Gadgets yang aplikasi menunya sangat mendukung. Teknologi tinggi dan penting ,namun jangan melupakan bahwa Sentuhan tinggi Salesman terhadap Pelanggan juga masih tetap berperan tak kalah pentingnya.

Bagaimana jadinya persaingan Bisnis Perusahaan jikalau Keahlian Menjual Tim anda tidak ditingkatkan?

Training Coaching dengan 4 sesi :
– Sesi 1 : Jabatan & Fungsi tim penjualan dalam menangani Panca Sales
– Sesi 2 : Tiga Peran dengan aspek2 yang harus dilakukan sebagai Sales Person
– Sesi 3 : Tujuh langkah teknik presentasi penjualan yang sukses
– Sesi 4 : Role Play presentasi menjual menggunakan tiga peran Sales Person
Pemateri adalah INTARLEGABUDI LIMATUS , MM
Berpengalaman Bidang Penjualan selama lebih dari 30 th,baik di Perusahaan Industri juga Distribusi. Melatih Tim IMPLEMENTASIKAN 7 PILAR SUKSES PENJUALAN : Service Excellence – Sales Capability -Perfect Store – Market Survey – Discipline of Execution – Customer Relationship – Business Acumen. INTARLEGABUDI LIMATUS , MM merupakan trainer assoiasi Groedu Consultant International.
Jangan lewatkan kesempatan ini, silahkan wa ke 081-252-982900, bagi anda yang berminat!

TIPS MENGELOLA KAS KECIL (2) DAN BAGAIMANA KRITERIA ORANG YANG AKAN BERTANGGUNGJAWAB UNTUK MENGELOLA KAS KECIL TERSEBUT

Pada Kesempatan kali ini implementor software akuntansi akan sedikit menjelaskan tentang bagaimana tips dalam hal pengelolaan kas kecil (Petty Cash). Pada kesempatan sebelumnya implementor software akuntansi telah memberikan sedikit penjelasan tentang bagaimana cara untuk pengelolaan kas kecil dan informasi terakhir pada Pencatatan kas kecil dengan metode fluktuatif (Fluctuative Methode).

Metode pencatatan dana kas kecil yang terus berubah-ubah dan dapat benar-benar disesuaikan dengan bagaimana kondisi perusahaan. Metode lain yang masih dapat digunakan oleh perusahan dalam hal mencatat kas kecil adalah berupa metode Tetap (Imprest Fund System). Dan berikut dibawah ini adalah penjelasannya.

Jika kita mengggunakan metode tetap (Imprest Fund System), maka jumlah dana dari kas kecil akan selalu tetap. Pada setiap pengeluaran pemegang dana kas kecil juga tidak akan langsung mencatat transaksi tersebut, namun mengumpulkan terlebih dahulu bukti-bukti transaksi pengeluarannya.

Seperti contoh : Pada tanggal 1 Desember tahun 2000 Anda menetapkan dana kas kecil sebesar Rp 10.000.000,- dan pengeluaran kas kecil sampai tanggal 19 Desember untuk tahun 2000 adalah sebesar Rp 9.000.000,- dengan rincian sebagai berikut :


Pada tangal 19 dilakukan pengisian kembali sebesar Rp 9.000.000, sejak 20 Desember tahun 2000 sampai dengan tanggal 31 Desember tahun 2000 terjadi transaksi-transaksi sebagai berikut :


Selanjtunya, transaksi-transaksi diatas akan dicatat sebagai berikut :


Namun, apabila pada tanggal 31 Desember tahun 2000 kasir tidak dilakukan pengisian kembali dana kas kecil, maka jurnal yang perlu dicatat adalah sebagai berikut:

Jurnal diatas harus dicatat karena tidak dilakukan pengisian kembali, maka transaksi-transaksi yang sudah terjadi akan langsung dibebankan pada kas kecil.

*Sebagai catatan bahwa transaksi-transksi di atas akan digolongkan sebagai beban administrai dan umum.

Manfaat dari mengunakan metode tetap (Imprest Fund System) adalah sebagai berikut:

1. Membantu para staff accounting dalam melakukan closing.
2. Membuat proses pencatatan akan menjadi lebih sederhana.
3. Lebih memudahkan untuk menelusuri (Trace) dari setiap transaksi pengeluaran.
4. Memudahkan penelusuran dari pos-pos yang berkaitan dengan pengeluaran dari kas kecil.
5. Memudahkan bendahara dalam menentukan jumlah dana untuk periode selanjutnya.
6. Pengawasan pada kas kecil yang menjadi lebih baik.

Dari beberapa manfaat yang telah disebutkan di atas, perusahaan yang menggunakan metode imprest perlu memperhatikan bahwa keleluasaan bendahasa kas kecil memang sangat terbatas. Mereka tidak dapat memeriksa saldo akhir bulan dan tidak dapat mengambil dan mengisi kas sebelum akhir periodenya.

Menentukan Staf yang Bertanggung Jawab Terhadap Kas Kecil

Setelah menetapkan besarnya saldo awal dan metode pencataten kas kecil, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah menentukan orang yang memegang fungsi kas kecil. orang yang akan memegang kas kecil biasanya disebut dengan bendahara kas/ kasir. Tugas utama mereka adalah untuk mencatat pengeluaran-pengeluaran rutin yang jumlahnya tidak terlalu besar dan dan lebih bersifat pengeluaran tunai.

Beberapa kriteria orang yang mungkin cocok untuk ditempatkan pada posisi kasir adalah sebagai berikut.

1. Cukup menguasai pembukuan akuntansi. Seorang kasir diharapkan memiliki pengetahuan cukup tentang cara pencatatan transaksi yang meliputi penerimaan uang, dan pembayarannya.
2. Rapi. Kasir harus mencatat transaksi dengan lebih rapi, tujuannya adalah agar berbagai informasi yang sudah dihasilkan akan dapat dipahami oleh para penggunannya.
3. Senang dengan pekerjaan pencatatan (clerical). Klerical merupakan pekerjaan pencatatan yag sering/rutin dilakukan. Oleh seseorang yang menyukai aktifitas catat mencatat akan sangat cocok jika ditempatkan pada fungsi kasir.
4. Jujur. Jujur disini dirtikan mencatat transaksi apa adanya. Besarnya transaksi yang akan terjadi dicatat sebesar seperti apa yang tertulis pada bukti transaksi. Kasir tidak diijinkan mencatat transaksi berdasarkan pada asumsi dan kepentingan pribadi.
5. Berpikir Logis. Kasir akan selalu dihadapkan pada permasalahan yang membutuhkan penalaran dalam pengambilan keputusan yang berbentuk angka. Meskipun harus berkelut pada angka, namun seorang kasir juga harus dapat mengambil keputusan yang berdasarakan pada prinsip dan asumsi. Dam dari sinilah fungsi dari logika tersebut.
6. Bekerja berdasarkan pada standard. Semua pengambilan keputusan harus didasarkan pada standar akuntansi. Seorang kasir tidak diijinkan untuk menggunakan asumsi yang berlawanan dari standar yang telah ditetapkan.
7. Detail. Detail disini bisa diartikan setiap jumlah yang sudah ditampilkan pada transaksi, kasir harus selalu melihat perincian dari transaksi tersebut.
8. Teliti. Seorang kasir juga akan selalu dihadapkan pada transaksi uang yang merupakan harta milik perusahaan. maka sifat ketelitiannya juga harus sudah tertanam pada diri si kasir. Teliti disini berarti hanya mengakui transaksi yang didukung oleh bukti-bukti transaksi saja, sehingga dalam pencatatannya harus dilakukan secara lebih obyektif. Angka yang dicatat harus sesuai dengan bukti transaksi yang sebenarnya.
9. Konsisten. Seorang kasir harus tetap konsisten daam melakukan pencatatan pada setiap transaksi yang terjadi. Konsisten dapat diartikan tetap patuh pada staandar akuntansi dan berbagai peraturannya.
10. Disiplin. Seorang kasir yang tidak diperkenankan akan mengabaikan data, bukti transaksi, prosedur , dan kebijakan yang masih berkaitan dengan tanggungjawabnya. Tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan metrialitasnya.
11. Skeptis. Seorang kasir yang baik akan selalu merasa selalu ingin tau yang besar. artinya adalah selalu mengambil keputusan yang lebih didasarkan pada bukti transaksi yang masih dapat dipertanggung jawabkan.
12. Sederhana. Seorang kasir harus dapat berpikir dengan lebih sederhana, yakni harus lebih mengedepankan sikap hati-hatinya (Konsevatif) dalam setiap pengambilan keputusan.

Nah, itulah sedikit tips seputar bagaimana cara dalam mengelola kas kecil. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami dengan lebih mendalam tentang bagaimana cara untuk mengelola kas kecil, atau membutuhkan konsultasi manajemen, dan membutuhkan Software Accounting, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya

PELATIHAN “MASTERING EXCEL FOR DATA PROCESSING SYSTEM” DI SURABAYA

KALI INI PRAKTISI DAN IMPLEMENTOR SOFTWARE AKUNTANSI AKAN MENYELENGGARAKAN TRAINING YANG BERTOPIK EXCEL YANG JARANG SEKALI DIADAKAN OLEH IMPLEMENTOR LAINNYA. TOPIK KALI INI ADALAH TENTANG “MASTERING EXCEL FOR DATA PROCESSING SYSTEM”. Pada pelatihan kali ini diharapkan peserta, boleh siapa saja yang sehari-hari banyak menggunakan excel untuk pekerjaan dan profesinya seperti admin penjualan, admin pembelian, staff accounting, manager penjualan, manager produksi, PPIC, supervisor penjualan dan para karyawan yang sehari-hari menggunakan excel untuk memudahkan perhitungan dan pembuatan laporan, baik dalam bentuk grafik, deretan angka dan lainnya.

Tujuan Pelatihan: Agar Peserta Mampu Mengelola Dan Menata Data Agar Dapat Di Evaluasi Dan Disajikan Sebagai Informasi Yang Memudahkan Dijadikan Acuan Mengambil Keputusan baik bagi Internal perusahaan maupun external perusahaan.

Materi yang di ajarkan:
SESSI 1 : 10.00 – 11.30

  • Membaca dan menyusun berbagai macam data dalam format Text, Bilangan (berbagai format) dalam jumlah sangat besar terdiri dari ribuar record menggunakan Excel.
  • Mengolah Data Teks yang diimpor dari program database lain, memisahkan nama depan, nama tengah, nama belakang ke dalam kolom yang berbeda.
  • Membuat Data terintegrasi pada sejumlah sheet dengan cepat, mudah dan interaktif.

SESSI 2 : 12.30 – 14.00

  • Penggunaan optimasi filter pada kolom database berdasarkan text, number dan color.
  • Membuat laporan yang menarik baik dalam bentuk summary table report dengan metode interaktif.
  • Menampilkan informasi data yang dibutuhkan secara tepat dan dalam waktu yang singkat, berdasarkan sejumlah criteria data yang diinginkan dengan cara yang mudah.

Membuat proteksi data dalam sel, dalam worksheet maupun dalam workbook dari trik yang sederhana hingga yang tidak bisa dibuka orang lain.

SESSI 3 : 14.30 – 16.00

  • Memaksimalkan pemanfaatan Formula dan Fungsi Excel untuk berbagai macam pekerjaan.
  • Mengolah data tanggal dan waktu untuk menyusun perhitungan yang canggih dan teliti.

SESSI 4 : 16.15 – hingga selesai

  • Menampilakn data bilangan ke dalam grafik garis dalam sebuah/ beberapa buah sel.
  • Memvisualisasikan Data-data Anda ke dalam Excel Chart yang cantik dan profesional.
  • Mengitegrasikan data-data yang terdapat dalam beberapa sheet menjadi sebuah tabel.

Peserta dari tingkat beginer hingga intermediate dengan metode pelatihan yang sangat mudah diikuti. Peserta membawa laptop dengan Excel 2010 ke atas. Pelatihan disajikan dalam 4 sessi, masing-masing sessi 90 menit.
Bagi yang berminat, silahkan hubungi : Frans M. Royan , 081-8521172 atau 081-252-982900 (wa). Jadilah orang pertama yang mendaftar, diskon akan diberikan bagi anda!

 

 

 

BEBERAPA KOMPONEN-KOMPONEN PEMBENTUK SEGITIGA KECURANGAN / FRAUD TRIANGLE PADA INTERNAL ORGANISASI PERUSAHAAN

Dalam mendeteksi sebuah kecurangan yang sebelumnya pernah terjadi, seorang auditor setidaknya harus harus menganalisis terlebih dahulu beberapa penyebab utama yang biasanya paling mendasari dari terjadinya tindakan kecurangan. Berbagai penyebab-penyebab tersebut secara umum akan semakin nampak pada teori segitiga kecurangannya. Fraud triangle merupakan tiga macam hal yang semakin mendorong seseorang untuk melakukan tindakan kecurangan. Beberapa dari komponen yang akan membentuk segitiga kecurangan tersebut akan dibahas pada artikel berikut ini.

• Penyebab Karena Terjadinya Tekanan (Pressure).

Adanya tekanan merupakan faktor pertama yang paling mempengaruhi seseorang untuk melakukan tindakan kecurangan. Dorongan yang seringkali muncul untuk melakukan tindakan ilegal tersebut sebenarnya dapat disebabkan karena orang tesebut memang memiliki beban hidup yang berat, berbagai tagihan yang semakin lama semakin menunggak, terlalu terbiasa dengan gaya hidup yang mewah, memilki penyakit yang harus disembuhkan dengan segera, bahkan semakin ketergantungan dengan obat-obatan terlarang seperti narkoba, dan lain sebagainya. Berdasarkan pada beberapa kasus yang sebeluumnya pernah terjadi, tindakan kecurangan bukan hanya disebabkan karena mereka sudah sangat terdesak dengan permasalahan keuangan. Namun karena adanya keinginan untuk bisa terlihat lebih menonjol apabila dibandingkan dengan yang lainnya. Keinginan tersebut untuk mendapatkan lebih banyak hal-hal yang diinginkan, keserakahan yang akan semakin mendorng seseorang untuk melakukan tindakan kecurangan.

• Adanya Kesempatan (Oportunity).

Setelah faktor tekanan, selanjutnya adalah karena faktor adanya peluang. Kecurangan dan berbagai tindakan ilegal lainnya yang tidak akan bisa terjadi jika pengendalian internalnya sudah benar-benar efektif yang artinya adalah cukup mampu dalam memberikan keamanan bagi perusahaan dari berbagai upaya pihak-pihak yang dengan sengaja ingin memanfaatkan posisi yang sudah dimilikinya agar bisa mendapatkan keuntungan tersendiri maupun kelompok secara ilegal. Pengendalian internal yang lebih lemah terkait dengan adanya pengawasan yang masih kurang ketat dan berbagai cara dalam melakukan penyalahgunaan wewenang dan tanggungjawab.  Berdasarkan pada beberapa kasus yang sebelumnya pernah terjadi, biasanya faktor kesempatan yang paling berpengaruh besar untuk terjadinya tindakan kecurangan seperti ini.

• Rasionalisasi (Rationalization).

Setelah dari adanya faktor tekanan dan kesempatan, faktor lainnya yang tidak kalah pentingnya dalam mempengaruhi untuk terjadinya tindakakan kecurangan adalah pemikiran bahwa tindakan yang sudah dilakukannya termasuk masih dapat ditoleransi. Cara berpikir seperti inilah sangat berbahaya. Karena dengan menganggap bahwa perilaku yang sebenarnya dapat merugikan perusahaan, pemerintah, bahkan orang-orang yang berada disekitarnya, malah dianggap sebagai hal yang sudah biasa dan sangat wajar jika dilakukan akan sangat merusak tatanan sosial.

Berbagai pembenaran-pembenaran atau alasan-alasan yang mereka anggap masih dapat diterima, baik oleh akal sehat maupun masyarakat lain yang bisa disebabkan karena dalam lingkungan masyarakat asal individu tersebut sama sekali tidak dianggap sebagai sebuah kesalahan, benar menurut pandangan kelompok tertentu. Sebagai contohnya adalah, pada saat karyawan melihat keuntungan yang telah didapatkan oleh perusahaan begitu besar. Maka karyawan akan bisa beranggapan bahwa tanpa kehadirannya perusahaan tidak akan mampu mendapatkan keuntungan sebesar itu. Maka, jika pembagian keuntungan tersebut dirasa sangat tidak adil baginya, maka karyawan tersebut akan mencari cara lain agar dapat memaksimalkan keuntungan tersebut. Baik dengan cara penyalahgunaan wewenang maupun penipuan yang harus dilakukannya.

Contoh lainnya adalah seorang individu yang telah cukup lama bekerja pada sebuah perusahaan, tentunya akan menjadi sangat wajar dan masuk akal jika gaji yang diterimnya naik dan lebih tinggi daripada karyawan lainnya. Namun kenyatannya tidak demikian, gaji yang diterimanya tidak sesuai dengan pengorbanan waktunya. Maka, untuk memaksimalkan keuntungan dan keadilan berdasarkan pemikiran karyawan tersebut maka tindakan kecuranganpun akan dilakukannya.

Hal yang paling membahayakan lagi adalah perilaku-perilaku negatif yang akan dilakukan oleh individu yang telah dianggap sebagi hal yang sudah biasa dan dapat diterima oleh sebagian kelompok tertentu. Maka sebaik apapun pengendalain internal yang sudah dibuat, namun jika tidak diterapkan dan dipertanggungjawabkan dengan baik, maka fungsi dari pengendalian internal itu sendiri tidak akan berarti apapun. Selain itu, sebesar apapun  punishment yang sudah diterapkan yang memang bertujuan untuk memberikan efek jera bagi para pelakunya jika karakter individu yang berada didalamnya sangat buruk, lalu berkoalisi untuk tujuan negatif, dan tidak mau menerima pengendalian internal sama saja itu sudah tidak ada artinya.

Berikut ini merupakan penjelasan tentang fraud triangle dalam kasus “ENRON” yang sebelumnya pernah dibuat artikelnya.

• Presure.

Jika dilihat dari sudut pandang “Presure” tekanan, maka kenyatan yang harus diterima oleh ENRON begitu berat. Mengakui bahwa besarnya hutang yang dibebankan kepadanya kemungkinan kecil akan dapat terlunasi. Mengakui bahwa popularitas sebagai perusahaan paling inovatif yang telah didapatkannya berkali-kali oleh majalah fortune akan bisa diterima oleh perusahaan lain. Mengakui bahwa investor sebenarnya telah tertipu dengan laporan keuangan yang telah dimark up dengan sedemikian rupa.  Terakhir, setiap tindakan ilegal yang telah merugikan publik maka konsekwensinya adalah “Kurungan Penjara”.

Berbagai tekanan yang harus dihadapi menjadikan manajemen Enron harus rela melakukan berbagai upaya yang membuatnya bisa menjadi pelajaran terbesar bagi perusahaan lain. Untuk menyajikan laporan keuangan yang sedikit mencerminkan hutang, manajemen Enron membentuk anak perusahaan yang bertujuan secara khusus/Special Purpose Entity (SPE). Dan sebagian hutang dialihkan dengan  mereklas sebagian besar akun hutangnya kepada anak perusahaan yang bertujuan secara khusus untuk mengurangi begitu besarnya hutang yang harus diluasi.

Tekanan yang juga begitu besar dari pihak investor yang masih tetap saja berharap dari nilai saham Enron akan naik kembali dan memaksa pihak manajemen agar mampu membujuk karyawannya untuk membeli kembali saham-saham milik perusahaan. Namun usaha yang dilakukan oleh manajemen tersebut sama sekali tidak berhasil dalam menjadikan Saham perusahaan untuk terus bangkit, sehingga akibat terburuknya adalah jatah uang pensiun milik karyawan akan lenyap dan pendapatan perbulan karyawan akan menghilang setelah Enron dinyatakan benar-benar bangkrut total.

Tekanan berikutnya adalah untuk melenyapkan segala bukti dokumen yang berkaitan dengan perusahaan yang bertujuan khusus. Manajemen merasa sangat khawatir jika bukti-bukti tersebut akan dapat ditemukan oleh pemeriksa keuangan. Dan akibatnya adalah semua jajaran dari tingkat petinggi Enron akan dituntut penjara setelah memang sudah terbukti bersalah.

• Oportunity.

Kejahatan keuangan yang sudah dilakukan oleh Perusahan Enron memang bisa saja terjadi karena adanya peluang untuk melakukannya. Manajemen Enron akan menolak diterapkannya pengendalian internal yang jauh lebih ketat lagi. Pemimpin yang memiliki sifat dasar yang sangat buruk, jika mendapatkan tekanan juga akan bertindak semakin buruk. Posisi-posisi yang lebih strategis yang dapat dimanfaatkannya untuk menjalankan tujuannya terselubungnya.

• Rationalization.

Yang harus lebih diingat adalah bahwa keputusan manajemen merupakan keputusan bersama. Keputusan bersama juga tidak dapat dijadikan sebagai suatu pembenaran atas keputusan yang salah. Membentuk perusahaan bertujuan khusus untuk menyembunyikan begitu banyaknya beban hutang perusahan induk merupakan hasil dari keputusan bersama. Menghancurkan bukti-bukti yang berhubungan langsung dengan perusahan yang bertujuan khusus merupakan satu bentuk upaya untuk menyelamatkan diri dengan bersama-sama. Jadi rationalization merupakan cara pandang dimana perilaku yang tidak terpuji akan dianggap sangat layak untuk dilakukan jika dengan alasan tertentu.

Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Pengendalian internal memang sangat penting untuk dilakukan terhadap perusahaan untuk menjaga harta kekayaan milik perusahaan. Pengendalian internal yang terbaik akan dapat dibentuk melalui Standar Operasional Procedur (SOP). Bagi para pembaca sekalian yang ingin memiliki pengendalian internal yang lebih baik. Maka silahkan menghubungi kami di
groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

Scroll to top