BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

MANAJEMEN DAN PEMBAGIAN JENIS-JENIS HUTANG PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan sedikit membahas artikel tetang bagaimana cara terbaik dalam mengelola hutang. Alasan mengapa hutang sangat perlu untuk dikelola adalah karena hutang berhubungan langsung dengan kas. Jika perusahaan terlambat membayar hutang, perusahaan tentunya akan dikenakan denda sebesar yag telah ditetapkan pada awal saat perjanjian.

Sebelum kita membahas tentang bagaimana caranya untuk mengelola hutang dengan benar, marilah kita mengenal sedikit gambaran umum tentag hutang ini. Menurut Kieso Hutang merupakan penundaan yang berasal dari peristiwa masa lalu dengan mengeluarkan sumber daya.

Hutang dapat menyebabkan kewajiban keuangan maupun menimbulkan kewajiban pelaksanaan. Kelompok hutang yang masuk kedalam kewajiban keuangan misalnya hutang usaha, hutang pajak, hutang deviden, hutang bunga dan hutang-hutang yang lainnya. Sementara untuk kewajiban pelaksanaan, misalnya adalah sewa diterima dimuka, beban yang sudah diterima dimuka, uang garansi pembelian dari para pembeli.

Berdasarkan pada jangka waktu pelunasannya hutang dapat dikelompokan kedalam hutang jangka panjang dan hutang jangka pendek. Berikut dibawah ini adalah terlebih dahulu dijelaskan tentang jenis-jenis hutang jangka pendek, yaitu :

• Hutang dagang.

Kewajiban yang muncul karena disebabkan perusahaan sudah membeli barang dagangan secara kredit. Kewajiban hutang ini harus dipenuhi dalam jangka waktu singkat.

• Hutang wesel.

Kewajiban yang sudah tertulis kepada pihak-pihak lain yang dapat dibuktikan dan berisi tentang kesanggupan untuk membayar sejumlah uang tertentu dan pada tanggal tertentu juga.

• Beban-beban yang masih harus dibayar (Accrued expense).

Kewajiban perusahaan yang meliputi beban yang harus dibayarkan pada satu periode pelaporan, namun masih belum dibayarkan (Ditangguhkan).  Sehingga masih merupakan hutang dan perusahaan harus tetap melunasinya.

• Hutang devien.

Kewajiban perusahan untuk membagi sejumlah deviden tertentu kepada para pemegang saham, namun masih belum dibayarkan pada periode tersebut. Sehingga jumlah tersebut akan dicatat sebagai uang deviden, hutang kepada para pemegang saham.

• Pendapatan deviden.

Pendapatan yang berasal dari pembagian deviden yang sudah disetorkan kembali. Penetapan ini berasal dari para pemegang saham.

• Pendapatan yang sudah diterima dimuka.

Pendapatan ini muncul karena perusahaan sudah menerima pembayaran atas suatu pekerjaan, akan tetapi pekerjaannya masih belum selesai dikerjakan. Dan karena masih belum selesai, maka manajemen harus mencatatnya sebagai hutang terlebih dahulu, karena menerima pembayaran dari aktivitas yang masih belum tuntas dikerjakan.

• Bagian-bagian dari hutang jangka panjang yang sudah masuk masa jatuh tempo.

Kewajiban ini memang memiliki termin yang sangat panjang, karena bagian dari kewajiban jangka panjang. Akan tetapi dikelompokan ke dalam hutang lancar karena perusahaan perlu membayar angsuran dari hutang tersebut.

Sementara kewajiban jangka panjang yang termasuk di dalamnya adalah:

• Hutang hipotik.

Kewajiban yang nilanya akan dijamin dengan harta yang tidak bergerak/asset tetap. Kelompok asset tetap ini misalnya tanah, dan gedung. Alasannya adalah karena pemberi dana pinjaman dapat menyita asset peminjam yang sudah digunakan sebagai jaminan sewaktu-waktu peminjam sudah tidak mampu lagi untuk melunasi kewajiban tersebut.

• Hutang obligasi.

Kewajiban bagi pihak manajemen untuk menerbitkan obligasi dalam jumlah tertentu kepada para pemegang saham. Manajemen juga berjanji untuk membayar pokok besarta kupon bunganya.

Hutang jangka pendek bisa disebut juga dengan hutang  lancar. Sifat dari kewajiban ini harus segera dilunasi, karena biasanya untuk jangka waktu pelunasannya kurang dari satu tahun. Sementara untuk hutang jangka panjang biasanya disebut dengan hutang tidak lancar. Sifat dari kewajiban ini tetap harus segera dilunasi apabila perusahaan memang sudah memilk dana. Agar tidak semakin memberatkan perusahaan pada saat masa jatuh temponya, manajemen dapat mengalokasikan sebagian dari akun hutang jangka pendek dan menetapkan nilai dari angsurannya.

Setelah dijelaskan mengenai bentuk-bentuk dan sifat dari hutang serta macam-macam hutang, maka sekarang kita akan beralih kepada pembahasan pengelolaan hutang.

Kecilnya nilai dari utang lancar mungkin saja yang menjadi penyebab utama mengapa pos ini tidak diperhatikan. Dan akibatnya perusahan akan mengalami kekurangan kas. Hal-hal yang perlu untuk diperhatikan dalam penelolaan hutang adalah :

Pertama, kita harus mengetahui terlebih dahulu apakah hutang lancar dapat segera terlunasi semua apabila kita melunasinya dalam waktu dekat. Untuk mengetahuinya kita bisa menggunakan rasio lancar. Dimana rasio seperti ini akan membandingkan antara harta lancar dengan hutang lancar. Berikut ini adalah formulanya:

Kriterianya yang semakin besar angka yang sudah dihasilkan dari rasio tersebut, maka akan menjadi semakin baik. Itu artinya harta perusahaan yang lebih bersifat liquid dapat dijadikan sebagai pendukung bagi hutang lancar perusahaan.
Kedua, Modal kerja bersih Modal kerja merupakan modal yang sangat diperlukan oleh perusahaan untuk membiayai seluruh kegiatan sesuai dengan plan yang sudah dibuat, biasanya lebih sering disebut dengan grand project. Nilai dari modal kerja tersebut berasal dari harta lancar perusahaan setelah dikurangi dengan kewajiban yang harus segera dibayarkan. Modal kerja ini bagi perusahaan berfungsi sebagi sumber pembiayaan kegiatan perusahaan untuk jangka pendek, seperti pembelian persediaan, pembayaran operasional, membayar upah pegawai dan beban operasional lainnya.

Ketiga, kita harus mengetahui apa saja yang menjadi batasan atas hutang tersebut. Manajemen diharapkan tidak semakin terlena dengan adanya iming iming dari pihak penyedia dana, yang akan memberikan keringanan hutang dengan termin yang lebih panjang dan nilai bunga yang lebih kecil. jika manajemen terjebak kedalam hutang jangka panjang besar, maka akan menjadi semakin menjadikan perusahaan lebih sulit untuk dapat keluar dari permasalahan (IT).

Nah, itulah sedikit tips seputar bagaimana pengelolaan terbaik pada hutang. Apabila pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang manajemen piutang dan memutuhkan konsultasi seputar manajemen perusahaan, para pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.
Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Scroll to top