BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DILAKUKAN PADA SAAT PROSES STOCK OPNAME PERSEDIAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan membahas artikel tentang bagaimana caranya dalam memeriksa akun persediaan perusahaan. Sebelum kita membahas yang lebih jauh tentang bagaimana lagkah-langkah yang harus dilakukan, maka terlebih dahulu kita akan mencoba untuk memahami kasus berikut yang berhubungan dengan persediaan perusahaan. Harapannya setelah membaca kasus ini, para pembaca sekalian akan dapat memahami betapa pentingnya pemeriksaan persediaan perusahaan. Simak baik-baik bagaimana contoh kasus berikut ini:

Pada PT. Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) sebelumnya pernah dikenakan denda berupa sanksi secara administratif sebesar Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). Pihak direksi yang menjabat pada periode 1998 – Juni 2002 lalu diwajibkan untuk menyetorkan sejumlah uang Rp 1.000.000.000,- (Satu milyar rupiah) ke kas negara. Begitu juga dengan KAP Hans Tuanakotta dan Mustofa selaku auditor yang diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 100.000.000,- (Seratur juta rupiah). Mereka dikenakan denda disebabakan karena ikut terseret pada sejumlah rangkaian tindakan manipulasi laporan keuangan. Pihak Direksi PT. KAEF yang terbukti telah melakukan kecurangan dan Kantor Akuntan Publik yang memeriksanya juga sudah gagal untuk mendeteksi tindakan kecurangan yang sudah dilakukan oleh pihak direksi tersebut.

Kasus ini mencuat karena bermula dari hasil pemeriksaan ulang pada oktober 2002 lalu yang menyimpulkan bahwa laba yang telah disajikan pada laporan keuangannya (restatement) per 31 Desember 2001 lalu lebih rendah 24.7 % dari laba awal yang sebelumnya sudah pernah dilaporkan. Laba bersih yang sebelumnya telah dilaporkan untuk laporan keuangan auditan per 31 Desember 2001 adalah sebesar 132 Milyar, namun ketika sudah dilakukan proses audit kembali pada tahun 2002 lalu atas periode yang sama, malah nilai labanya adalah hanya sebesar Rp 99.56 Milyar, lebih rendah dari Rp 32.6 Milyar.

Selisih laba tersebut ternyata berasal dari overstated penjualan. Nilai pada persediaan yang sudah digelembungkan begitu besar oleh direktur produksinya, dimana nilai tersebut akan dijadikan sebagai dasar utama untuk proses penilaian persediaan pada unit distribusi per 31 Des 2001 lalu. Selain itu, mark up laba yang juga telah dilakukan dengan cara melakukan pencatatan ganda atas penjualannya.

Setelah membaca kasus di atas maka kita akan bisa sedikit memahami dan memiliki gambaran penting tentang sangat perlunya dilakukan pemeriksaan persediaan. Secara tidak langsung nilai persediaan akan sangat berdampak besar pada laba perusahaan. Maka agar bisa didapatkan angka laba yang lebih akurat dan dapat dipercaya, maka sangat perlu bagi kita untuk menetapkan angka persediaan dengan lebih tepat. Berikut ini merupakan sedikit penjelasan atas pemeriksaan persediaan perusahaan.

Tujuan utama dari dilakukannya penilaian persediaan (Stock opname) adalah untuk mengetahui berapa besarnya nilai persediaan secara fisiknya. Nilai persediaan dalam bentuk nyata, bukan berupa catatan. Dikarenakan akun persediaan sendiri merupakan bagian dari siklus pembelian, produksi dan juga penjualan, maka nilai persediaan akan tetap berkorelasi dengan saldo kas, Bank, piutang, hutang, diskon pembelian, diskon penjualan, retur pembelian, retur penjualan, harga pokok penjualan, dan lain sebagainya. Tergantung dari tingkat kompleksitas bisnis perusahaan.

Berikut dibawah ini praktisi software akuntansi akan menjelaskan tentang langkah-langkah secara teknis yang  harus dilakukan pada saat proses opname persediaan mulai dari awal sampai pemeriksaan:

1. Tahap awal.

Tentukan terlebih dahulu siapa saja yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan persediaan ini. Tentukan juga waktu dan tanggal yang pas untuk dilakukannya proses pemeriksaan. Seperti halnya dengan pemeriksaan kas perusahaan, pemeriksaan persediaan juga harus didampingi oleh seseorang yang bertanggungjawab pada fungsi persediaan, yaitu salah satu orang dari bagian gudang.

2. Menginstruksikan kepada staff gudang agar menyiapkan persedian yang nantinya akan di hitung, termasuk juga untuk menata layout, mengelompokan (berdasarkan jenis, ukuran), dan merapikannya.

Tujuannya adalah agar pada saat proses pemeriksaan dilakukan tidak sampai terjadi kerancuan. Masalah yang seringkali terjadi adalah persedian yang berukuran kecil yang dimasukan pada kelompok persediaan yang berukuran besar, disebabkan karena terlalu terbatasnya ruang gudang. alasan inilah yang seringkali mengakibatkan pemeriksa akan salah dalam menetapkan angka persediaan dan pada akhirnya seringkali terjadi selisih antara perhitungan persediaan dengan nilai pada neraca dan/atau Buku besarnya.

3. Jangan lupa juga untuk memberikan instruksi kepada staff gudang agar memisahkan persediaan yang tidak perlu diperiksa. Persedian tersebut meliputi persedian titipan/Consignee, persedian yang rusak, persediaan yang diluar cut off, dan persediaan yang masuk pada saat terjadi proses pemeriksan sedang berlangsung.

Cut off disini maksudnya adalah sewaktu pisah batas, artinya adalah pemisahan obyek pemeriksaan berdasarkan pada waktu pemeriksaan. Misalnya pemeriksaan yang dilakukan pada taggal 20 April 2015. Maka  data tentang persediaan yang nantinya akan diperiksa harus menunjukan saldo akhir per 19 April 2015, persediaan yang akan masuk pada tanggal setelah cut off tersebut tidak perlu dihitung. Usahakan pemilihan waktu pemeriksaan juga tidak bertepatan dangan waktu dari datangnya barang baru. Bagi perusahaan besar yang sudah menerapkan reorder point, ketepatan waktu dari datangnya persediaan juga sangat mempengaruhi besarnya beban penyimpanan persediaan.

Setelah tahap awal tersebut sudah selesai, maka sekarang mulai pada tahap pelaksanaan teknisnya, yaitu sebagai berikut:

• Pertama, Siapkan print out dari daftar persediaan yang nanti akan diperiksa, setidaknya memuat berbagai informasi tentang jenis barang, ukuran barang, nilai satuan, dan juga jumlah barang.
• Kedua, Berikan tanda pada persediaan yang sebelumnya telah diperiksa, agar tidak diperiksa kembali. Begitu pula dengan print out. Pemberian tanda pada print out harus juga berdasarkan pada hasil pemeriksaan dari lapangan.
• Ketiga, Setelah sudah diketahui nilai persediaan yang berdasarkan pada stock opname, maka kemudian akan dibandingkan dengan nilai persediaan berdasarkan dari catatan Neraca dan Buku besarnya.
• Keempat, Apabila telah ditemukan adanya ketidaksesuaian antara nilai persediaan yang sudah tercatat pada Neraca dengan nilai dari hasil opname. Maka dapat dilakukan pemeriksaan ulang atau langsung dilakukan jurnal koreksi. Apabila dari pihak gudang yang menyertai pemeriksaan menyarankan agar tidak perlu dilakukan pemeriksaan ulang, maka hasil opname dari persediaan tersebut memang sudah layak untuk digunakan.

Hanya tinggal menunggu pernyataan dari tim manajemen atas adanya selish saldo tersebut. *Komentar dari pihak manajemen biasanya untuk nilai selisih tidak material, masih dibawah batas toleransi perusahaan.

Cara untuk melakukan jurnal koreksi adalah dengan cara Mendebit akun persediaan apabila hasil opname jauh lebih besar daripada nilai yang sudah tercatat atau mengkredit akun persediaan apabila hasil dari opname jauh lebih kecil dari nilai yang sudah tercatat. Karena nilai dari hasil pemeriksaan fisik yang digunakan sebagai pedoman, maka pada saat pemeriksaan fisik auditor (Pemeriksa) harus melakukannya dengan sangat cermat. Selain melakukan jurnal koreksi untuk menyesuaikan nilai yang sudah tercatat tersebut, si pemeriksa perlu untuk meminta tanggapan dari pihak manajemen secara tertulis. Mintalah pihak manajemen untuk menuliskan alasan atas terjadinya selisih tersebut, jangan lupa untuk sekalian meminta tanda tangan.

Nah, itulah beberapa tips seputar pemeriksaan/opname pada saldo persediaan. Prosedur yang ditulis diatas mungkin saja akan sedikit berbeda dengan bagaimana kondisi perusahaan Anda, karena pembuatan prosedur pemeriksaan juga masih bergantung pada aliran kerja/work flow dan sistem pengendalian internal. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami secara lebih mendalam tentang bagaimana cara untuk melakukan opname persedian dan membutuhkan konsultasi, para pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya dan salam sukses.

Tinggalkan Balasan

Scroll to top