Bulan: Januari 2019

INGIN MEMILIKI MESIN UANG DI ERA DIGITAL? BUATLAH WEBSITE ANDA SENDIRI!!

Hanya dalam 8x pertemuan, anda akan sukses dalam membuat dan mengelola website Anda sendiri !

Era digital sangat mempengaruhi perilaku masyarakat zaman sekarang ini, mulai dari gaya hidup, cara bisnis, dan cara kita berkehidupan sosial.Terlebih dalam cara kita berbisnis untuk menjual dan memasarkan produk dan jasa, telah mengalami perubahan sangat luar biasa, dimana berbisnis tidak harus memerlukan toko fisik dan harus bertemu langsung dengan konsumen.Jika memanfaatkan hal ini dengan baik, niscaya akan mendatangkan penghasilan yang lebih banyak.

Pertumbuhan bisnis di era digital ditandai dengan tumbuhnya pemasaran social media, online shop, marketplace,dan Website. Website menjadi media paling ampuh dalam melakukan bisnis on line, dimana produk dan jasa kita bisa ditawarkan melalui website yang kita miliki, yang ditemukan konsumen ketika googling.

Cara yang paling mudah dalam pembuatan website dengan menggunakan jasa orang lain namun ternyata akan menimbulkan biaya yang tidak sedikit dan terus-menerus. Pengelolaannya juga akan sulit dimana kita seringkali harus menunggu untuk melakukan pembaruan konten website. Padahal di jaman now ini salah satu kunci keberhasilan adalah kecepatan yang efektif.

Oleh karena itu sebaiknya Anda membuat website sendiri dan mengelolanya sedemikian rupa hingga website yang kita miliki benar-benar menjadi “website andalan”. yaitu website kita menjadi yang utama ketika Pelanggan melakukan googling sehingga dapat membantu mendapatkan info produk dan jasa yang sedang kita tawarkan. Selain itu juga handal dalam branding, mencari peluang usaha, dan mendatangkan customer, sehingga website dapat berfungsi sebagai jasa pemasaruntuk bidang yang sesuai dengan jasa dan produk kita.

Maka segera buat website anda sendiri dan ciptakan mesin uang yang luarbiasa!
Kursus ini dimulai pada 19 Feb’19 setiap hari Selasa & Kamis jam 18.30-21.00 di Ruang Training kami.
Dengan Biaya Pelatihan Rp 2,700,000 Anda tidak hanya mendapatkan 8x pertemuan, namun juga handout, sertifikat, dan snack di tiap pertemuan.

Segera dapatkan Diskon BiayaPelatihan:

• Diskon 10% untukpendaftaransebelumFebruari 2019.
• Diskon 10% untukpendaftaran minimal 2 orang ataulebih.

Biaya Pelatihan dapat diangsur sebanyak 3x.

Pendaftaran dan informasi lebih lanjut:

WA: 081 333 0 999 15 (Telkomsel), 081-252-982900 (WA)

Email: groedu@gmail.com

ANGGARAN INDUK UNTUK PEMBIAYAAN OPERASIONAL PERUSAHAAN

Anggaran induk merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan hasil dari proyeksi perusahaan. Anggaran induk ini sendiri merupakan satu kesatuan dari anggaran departemen serta banyak disusun untuk mencapai laba. Anggaran induk ini terbagi menjadi dua macam anggaran, yaitu anggaran operaional dan anggaran juga Keuangan:

Pertama–tama kita akan memulai pembahasan dari anggaran Operasional. Anggaran operasional sendiri adalah anggaran yang hanya lebih berfokus kepada proyeksi laporan yang berdasarkan dari berbagai aktivitas operasional, aktivitas yang mendatangkan penghasilan. Komponen pembetuk anggaran operasional sangat kuat kaitannya dengan laporan laba-rugi proyeksi. Beberapa kegiatan yang juga termasuk ke dalam anggaran operasional adalah berupa anggaran penjualan, anggaran Produksi, anggaran bahan baku langsung, anggaran Tenaga Kerja Langsung, anggaran biaya Overhead Pabrik, Angara Persediaan, dan juga Anggaran biaya Non-Produksi.

1. Anggaran penjualan.

Anggaran penjualan adalah hasil dari proyeksi laporan yang terkait dengan jumlah unit barang yang nantinya akan dijual pada periode mendatang. Anggaran penjualan secara umum berisikan tentang berbagai informasi barang-barang yang nantinya akan terjual meliputi jenis-jenis barang, jumlah yang nanti akan terjual, dan juga harga barang.

Pada kondisi tertentu, anggaran penjualan yang dibuat dengan menyesuaikan keadaan dari target konsumen tempat barang tersebut akan dijual. Tentunya informasi yang nanti akan disajikan juga akan terbagi per wilayah, akan tetapi masih dalam batas satu kesatuan angaran.

2. Anggaran untuk proses produksi.

Anggaran produksi merupakan proyeksi dari jumlah unit produksi yang nanti akan dihasilkan pada periode mendatang. Dasar perencanaan produksi ini dibuat dengan cara tetap mempertimbangkan history penjualan. Rencana produksi dari setiap masing-masing barang yang dibuat atas dasar penjualan dari setiap masing-masing barang dengan cara lebih mempertimbangkan setiap prinsip-prinsip konservatisme. Anggaran yang baik tidak akan merencanakan nilai diluar batas kemampuan, secara berlebihan, dan juga terlalu agresif.

3. Anggaran untuk bahan baku.

Anggaran bahan baku yang dibuat untuk menghitung berapa jumlah kebutuhan bahan baku yang nantinya akan digunakan pada periode-periode mendatang. Anggaran untuk bahan baku yang dibuat berdasarkan pada jumlah aktualisasi penggunaan bahan baku untuk proses produksi. Selain berdasarkan pada jumlah unit yang dibutuhkan untuk proses produksi di masa depan, anggaran bahan baku juga dapat dibuat berdasarkan alokasi dana. Jumlah pengeluaran untuk pembelian bahan baku.

4. Anggaran tenaga kerja langsung.

Anggaran biaya tenaga kerja langsung yang berkaitan dengan anggaran produksi. Biaya produksi yang terdiri dari biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku langsung, dan biaya overhead pabrik. Anggaran seperti ini menilai sampai seberapa besarnya biaya tenaga kerja langsung yang nanti akan dikeluarkan oleh perusahaan dimasa mendatang.

Anggaran biaya juga dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk pengendalian internal. Agar pengeluaran untuk tenaga kerja langsung dapat dikelola dengan lebih tepat oleh perusahan dan sebaiknya memuat anggaran biaya tenaga kerja setiap tahunnya. Informasi yang termasuk ke dalam anggaran tenaga kerja langsung yang terkait dengan jumlah tenaga kerja seperti yang dibutuhkan, jumalah tenaga kerja yang nanti akan di rekrut dan terkait dengan pertambahan atau pengurangan komposisi biaya tenaga kerja langsungnya.

5. Anggaran Biaya Overhead Pabrik (BOP).

Anggaran Biaya Overhead Pabrik yang berisikan tentang berbagai informasi-informasi tentang biaya tidak langsung. Biaya yang secara tidak langsung akan menentukan nilai barang per unitnya. Oleh karena tidak terkait secara langsung, maka dalam pembentukannnya akan menjadi lebih rumit karena membutuhkan informasi yang lebih banyak dari divisi lainya.

Penetapan biaya overhead yang berdasarkan kepada biaya overhead aktual yang nantinya akan dibebankan. Pembebanan anggaran Biaya Overhead Pabrik rencananya akan dialokasikan kepada semua produk yang nanti akan diproduksi.

6. Anggaran persediaan.

Merupakan proyeksi dari laporan yang berisikan tentang seberapa banyak persedian yang nanti akan dibutuhkan untuk periode mendatang. Penetapan anggaran ini juga lebih mempertimbangkan titik minimum dari persediaan (Safety Stock).

Nah itulah sedikit penjelasan tentang anggaran induk dari keuangan perusahaan. Terima kasih telah berkunjung ke website kami. Apabila para pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

BAGAIMANA STRATEGI DALAM MENGELOLA STOK BARANG-BARANG KEBUTUHAN UNTUK JENIS BISNIS CAFE

Dalam berbisnis apapun, stok barang merupakan sesuatu yang paling vital dan tidak bisa dianggap enteng. Kenapa bisa demikian? Jawabannya sederhana saja, karena persediaan merupakan penggerak utama dari perputaran roda sebuah bisnis. Khususnya adalah untuk jenis bisnis cafe yang biasanya stok barangnya sangat berpengaruh besar terhadap kepuasaan pelanggan. Bahkan stok barang yang terlalu cepat habis adalah sebuah pertanda bahwa produk mana saja yang paling banyak disukai oleh para konsumen.

Nah setelah mengetahui betapa pentingnya persediaan/stok barang ini, maka sangat penting artinya bagi Anda untuk mengelola stok barang dengan benar dan juga lebih tersistematis. Berikut ini akan dijelaskan tentang bagaimana caranya untuk mengelola stok barang pada jenis bisnis cafe.

1.Harus mengenali jenis-jenis persediaan barang yang masih ada di Cafe.

Untuk mengatur stok persediaan barang di cafe adalah dengan jalan mengetahui terlebih dulu apa saja jenis-jenis persediaan barangnya. Mungkin masih belum banyak yang mengetahui bahwa jenis barang pada sebuah bidang usaha biasanya dibedakan dalam berbagai macam tipe dan kategori. Dengan cara mengkategorikannya, maka pengelolaan stok barang akan menjadi jauh lebih mudah untuk bisa dilakukan. Sedangkan untuk pengkategoriannya sendiri adalah seperti berikut ini.

  • Persediaan untuk Dijual: Kategori barang ini adalah barang yang disediakan hanya untuk dijual. Biasanya barang jenis ini bisa berupa makanan atau minuman yang menjadi produk utama dari jenis bisnis tersebut.
  • Bahan Penolong: Barang ini biasanya tersedia untuk menunjang keberadaan dari produk yang dijual. Biasanya barang jenis ini adalah berupa tisu, sendok, gelas sampai dengan piring.
  • Persediaan untuk Proses Produksi: Sedangkan untuk jenis ini lebih banyak digunakan untuk mengelola atau membuat bahan dari produk yang akan dijual. Jenis barang ini bisa berupa minyak goreng, gula, garam, sampai dengan cream.
  • Persediaan Fast Moving: Seperti namanya, jenis barang yang satu ini merupakan jenis barang yang permintaannya harus cepat dilakukan. Biasanya permintaan cepat tersebut agar tidak kewalahan dan langsung bisa memenuhi keinganan dari para konsumen. Mulai dari buku, nota sampai dengan bahan makanan.
  • Persediaan Slow Moving: Untuk persediaan jenis ini maka bisa dibilang merupakan kebalikan dari tipe fast moving. Karena persediaan yang satu ini berupa seperti mangkuk, piring saji sampai dengan mesin kopi.
  1. Mengumpulkan data-data persediaan kafe.

Setelah mengetahui berbagai jenis barang-barang yang dibutuhkan, maka langkah selanjutnya adalah dengan cara mengumpulkan data-data persediaan kafe. Hal seperti ini sangat berguna bagi Anda untuk melakukan kegiatan seperti menerima, menyimpan sampai mengeluarkan barang persediaan yang sesuai dengan data dan kebutuhan dari bisnis kafe Anda.

  1. Melakukan proses forecasting (peramalan).

Sederhananya adalah, forecasting merupakan tahap dimana Anda akan diwajibkan untuk membuat perkiraan dari jumlah barang yang dibutuhkan untuk dimasukan ke dalam gudang. Langkah ini sangat penting bahkan bisa dibilang paling vital bagi sebuah bisnis, karena untuk membantu Anda dalam menyiapkan rencana bisnis Anda sendiri. Misalnya, pada bulan lalu Anda membutuhkan sekian jumlah barang, maka untuk bulan ini jumlah barang yang Anda butuhkan juga tidak terlalu jauh berbeda dari kebutuhan sebelumnya.

  1. Memisahkan antara barang baru dengan barang-barang lama.

Hal yang seringkali keliru dilakukan oleh banyak pebisnis adalah mencampurkan antara stok barang baru dengan stok barang yang lama. Padahal untuk hal semacam ini berhubungan langsung dengan kualitas dari barang tersebut yang pastinya berbeda-beda. Untuk itulah, sangat penting artinya untuk memisahkan antara stok barang baru dengan stok barang yang lama.

  1. Mengecek kembali barang sebelum akan disimpan.

Cara terakhir adalah dengan jalan mengecek kembali barang sebelum akan disimpan. Hal seperti ini harus dilakukan untuk mencegah dari adanya barang-barang yang rusak, barang yang tertukar, barang yang sudah kadaluarsa sampai dengan barang yang tidak sesuai keinginan atau kebutuhan bisnis kafe Anda.

Semoga dari beberapa point yang sudah dijelaskan di atas tentang bagaimana strategi dalam mengelola stok barang-barang kebutuhan untuk jenis bisnis cafe bisa bermanfaat bagi Anda sekalian. Agar bisnis kafe Anda bisa menjadi semakin berkembang dan sukses. Anda membutuhkan software resto, POS dan accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak kami di 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu.

 

 

STRATEGI TENTANG BAGAIMANA AGAR DAPAT MENGURANGI BIAYA PADA DEPARTEMEN AKUNTANSI (ACCOUNTING DEPARTMENT) (3)

Pada artikel sebelumnya yang berjudul tentang “STRATEGI TENTANG BAGAIMANA AGAR DAPAT MENGURANGI BIAYA PADA DEPARTEMEN AKUNTANSI (ACCOUNTING DEPARTMENT) (2)” sudah pernah diuraikan tentang apa saja strategi-strategi dalam upaya untuk menekan anggaran keuangan perusahaan. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi atau menekan biaya perusahaan pada departemen accounting untuk meningkatkan profit dan memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan. Dan pada kesempatan kali ini adalah kelanjutan dari beberapa strategi-strategi tersebut, yaitu:

1. Hindari pengungkapan kata-kata yang sama sekali tidak perlu.

Agar laporan keuangan Anda dapat dipahami oleh para penggunanya baik yang internal maupun yang dari eksternal, laporan keuangan juga perlu untuk disertai dengan penjelasan. Penjelasan yang dapat dibuat dengan bermacam-macam, ada yang bersifat kualitatif maupun yang bersifat kuantitatif. Agar proses penutupan laporan keuangan yang dapat lebih cepat, penambahan informasi dan penjelasan serta tentang rinciannya yang diharapkan akan dapat diminimilisasai. Tidak perlu dilakukan penambahan apabila tidak begitu urgent.

Pembatasan aktifitas tersebut di atas disebabkan karena terlalu sering dijumpainya staff accounting yang lebih cenderung memberikan informasi tambahan pada setiap waktu penutupan laporan. Tambahan informasi pada database/laporan pendukung Pelaporan Neraca, Laba rugi, Perubahan ekuitas, dan juga Arus kas. Memberikan informasi tambahan pada database pembentuk laporan keuangan agar menjadi lebih detail.

Yang perlu untuk dilakukan oleh manajemen adalah menghilangkan informasi-informasi yang sama sekali tidak terlalu dibutuhkan dan membuat rencana untuk mengerjakan di lain waktu. Ketika tidak tertekan oleh adanya waktu deadline penutupan laporan keuangan, atau pada saat awal bulan setelah laporan keuangan sudah diselesaikan. Staff akunting akan dapat menerima maupun mengirim data spreadsheet dengan lebih cepat, ukuran data juga tidak boleh terlalu besar. Kecepatan transfer yang berbanding terbalik dengan ukuran data. Semakin besar ukuran data, maka semakin berkurang pula kecepatan dalam hal penerimaan data.

2. Menghindari untuk memodifikasi bentuk dari Jurnal Umum.

Terkadang seorang akuntan akan berusaha memberikan perincian atas sebuah akun, dengan cara membagi akun-akun utama untuk menjadi beberapa akun terkecil. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran yang jauh lebih luas atas akun tersebut. Meningkatkan detail informasi. Hal seperti ini akan menjadi pekerjaan tambahan dan tentunya, sebab memang jumlah akunnya menjadi lebih bervariasi akan tetapi jumlah nominal akun juga tetap tidak berubah.

Transaksi-transaksi yang lebih bervariasi akan menyebabkan banyak akun-akun perkiraan lain apabila disajikan dengan lebih detail. Berdasarkan evaluasi transaksi yang bermacam-macam seringkali terjadi pada beban penggunaan atau kelompok beban umum dan beban administrasinya.

3. Menggunakan footnote Laporan Keuangan dengan seadanya.

Footnote dari laporan keuangan adalah berupa informasi tambahan yang berfungsi untuk menjelaskan tentang bagaimana laporan keuangan tersebut akan disajikan, dan penjelasan kebijakan apa saja yang nantinya akan dilakukan oleh pihak manajemen untuk membentuk laporan keuangan. Informasi tambahan seperti ini bagi perusahaan akan menjadi sangat penting untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman oleh para pengguna dari laporan keuangan.

Sifat footnote sendiri juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu informasi yang jarang sekali dirubah dan informasi yang lebih banyak menghubungkan dengan laporan keuangan. Agar proses penutupan laporan keuangan dapat dilakukan dengan lebih cepat, maka staff accounting perlu juga untuk memertahankan terlebih dahulu informasi yang selama ini telah disediakan oleh footnote yang jarang sekali untuk dirubah. Sajikan informasi tersebut di awal pelaporan. Selain itu juga pada footnote yang seringkali dilakukan perubahan sesuai dengan kondisi bagaimana laporan keungan tersebut disajikan perlu juga untuk diberikan perlakuan khusus. Memberikan tanda pada spreadsheet, baik berupa perbedaan warna, maupun pebedaan jenis huruf, sehingga apabila waktu penutupan laporan sudah tiba, maka akuntan akan menjadi lebih mudah untuk merubahnya.

4. Review untuk proses bisnis.

Saat menjelang penutupan laporan, maka dapat diperhatikan staff-staff accounting sedang bersikeras untuk menyelesaikan tugas-tugasnya agar dapat tepat waktu. Banyak aliran dokumen yang mengalami kemacetan, tidak terdistribusi dengan lancar. (Beberapa) staff malah lebih cenderung ingin menyelesaikan pekerjaanya dengan lebih cepat daripada staff accounting lainnya.

Saran bagi pihak manajemen evaluasi aliran kerja (work flow) departemen akunting dan departemen lainnya selain accounting. Nilai kecepatan aliran dokumen dan aktifitas yang selama ini sudah dikerjakan oleh staff-staff. Perhatikan bagaimana aktifitas-aktifitas yang tampak terhenti lama. Kemudian perbaiki secara keseluruhan semua fungsi-fungsi yang berkaitan. Hindari hanya lebih berfokus kepada satu fungsi saja, dengan cara mengorbankan fungsi-fungsi lainnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan kerja sama tim yang baik.

5. Hal-hal paling umum yang perlu untuk lebih diperhatikan.

Setelah dijelaskan tentang beberapa strategi yang masih dapat digunakan untuk mengurangi biaya, kini disajikan pula beberapa hal yang perlu untuk diketahui agar proses efisiensi biaya dapat berjalan dengan lebih efektif, yaitu:

• Penutupan laporan keuangan yang merupakan tanggungjawab departemen accounting, akan tetapi manajemen tingkat tertingi harus tetap melakukan evaluasi atas terjadinya error dan memberikan apresiasi atas ketepatan waktu pelaporan. Secara keseluruhan hanya pimpinan tertinggi yang mampu melakukan pemantauan proses bisnis. Mereview kemudian memberikan masukan diharapkan akan dapat semakin meningkatkan kinerja dari tim accounting.
• Penjelasan pada laporan keuangan terutamanya pada pos hutang (account payable) terkadang jarang sekali diperbaiki. Penjelasan dan pengungkapan hanya nampak lebih sederhana. Kewajiban-kewajiban yang dimiiliki juga tidak diungkapkan sepenuhnya. Hal ini malah terbukti, Berdasarkan pada hasil evaluasi dari tim manajemen hanya memerintahkan para staff yang bertanggungjawab atas hutang ketika perusahaan sudah melakukan investasi secara besar-besaran pada teknologi. Akan tetapi sebagian kelompok malah meragukannya dan menganggapnya hanya sebagai alasan yang memang sengaja untuk dibuat-buat.
• Terlalu seringnya terdengar bahwa untuk meningkatkan sebuah kinerja membutuhkan biaya yang jauh lebih besar. sehingga akan meragukan cara yang lebih sederhana yang mampu membuat peningkatan kinerja hanya dengan biaya tetap bahkan dengan biaya yang lebih kecil. Peningkatan kinerja perusahaan tanpa adanya biaya dalam sudut pandang biaya akan ditulis pada artikel lainnya, pada artikel ini hanya akan lebih berfokus kepada fungsi akuntansinya saja.

Pembutan Form dokumen berfungsi untuk mencatat transaksi, sehingga setiap fungsi perlu menyiapkan dokumen sebagai dasar utama dari pencatatan. Bagaimana jika tidak perlu menyediakan dokumen?. Bisa saja, misalnya informasi faktur yang dikirimkan oleh suplier hanya akan diterima melalui internet atau mengatur agar alur penggunaan kertas ditekan, aliran dokumen beralih dari fisik ke elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer, dokumen akan tampil sebagai gambar pada dekstop komputer.

• Proses penutupan laporan keuangan yang dituntut agar diterima dengan tepat waktu. Maka ketepatan waktu pelaporan keuangan yang digunakan untuk mengukur kinerja (performance) tim accounting. Setiap peningkatan kinerja akan membuat perusahaan tampak lebih kuat, dan membuat anggota tim menjadi lebih percaya diri.
• Spreadsheet pada excell yang digunakan oleh sebagian besar staff accounting untuk menyajikan laporan keuangan. Proses penutupan laporan keuangan biasanya memerlukan waktu 5 hari kerja, dilakukan pada waktu akhir bulan atau akhir periode. Agar dapat membantu dalam mempercepat proses penutupan laporan keuangan, akuntan bisa menggunakan aplikasi lain dalam proses pembentukan laporan keuangannya.

Nah, itulah sedikit penjelasan yang terkait dengan pengelolaan Beban departemen Accounting. Diharapkan setelah membaca artikel ini, maka para pembaca sekalian akan dapat mengendalikan biaya tersebut, dan akan mampu mengalokasikannya pada kegiatan lainnya yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Bagi para pembaca sekalian yang membutuhkan bimbingan seputar pengelolaan biaya Accounting, maka silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

Scroll to top