BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DARI EKUITAS PERUSAHAAN (3)

Melanjutkan dari pembahasan artikel sudah-sudah, yaitu tentang STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DARI EKUITAS PERUSAHAAN dan yang ke (2). Kali ini implementor software akuntansi akan meneruskan kelanjutan dari beberapa strategi tentang meningkatkan kinerja ekuitas perusahaan (3.)

1. Restrukturisasi kapitalisasi perusahaan.

Perusahaan dalam menjalankan usahanya juga tidak akan selalu memperoleh keuntungan, suatu saat adakalanya juga mengalami kerugian. Jika kerugian yang sudah diperolehnya secara terus menerus maka dampak terburuknya adalah berupa kebangkrutan total bagi perusahaan. Melikuidasi perusahaan. Agar perusahan tidak sampai terhenti meskipun telah mengalami kerugian, perusahan juga dapat melakukan kebijakan keuangan yang untuk selanjutnya akan dapat memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan, berbagai kebijakan-kebijakan tersebut harus dilakukan untuk proses restrukturisasi keuangan. Menata ulang bagaimana pola  keuangan akan ikut memperbaiki kondisi keuangan melalui perubahan struktur dan komposisi keuangan dengan cara melakukan serangkaian tindakan-tindakan perbaikan.

2. Revaluasi asset-asset perusahaan.

Revaluasi asset merupakan serangkaian tindakan pihak manajemen dalam menilai kembali, baik itu adalah menilai dari sisi ekonomis maupun masa manfaat dari sebuah asset. Jenis asset yang biasanya paling sering dinilai kembali adalah berupa asset tetap. Alasan dari dilakukannya penilaian kembali asset tetap ini adalah karena adanya perbedaan antara nilai masa lalu dengan nilai masa kini. Nilai masa lalu lebih didasarkan kepada harga perolehan dari masa lalu, dan nilai masa kini lebih didasarkan kepada nilai pasar.

Aset tetap misalnya tanah dan bangunan akan disajikan di laporan keuangan berdasarkan nilai Historical cost, nilai transaksi yang sebelumnya sudah pernah terjadi pada masa lalu. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, maka nilai-nilai asset tetap tersebut tentunya juga akan mengalami kenaikan yang lebih signifikan. Maka jika lebih memperhatikan laporan keuangan hanya berdasarkan dari nilai masa kini, maka nilai dari angka-angka yang akan disajikan oleh asset tetap tersebut tidak akan menunjukan informasi yang relevan (tidak menunjukan nilai yang sebenarnya). Sehingga agar nilai dari asset tersebut hanya mencerminkan nilai masa kini, maka harus dilakukann revaluasi atas asset tetap, aset tetap yang akan dihitung kembali nilai dan/ atau masa manfaatnya.

Bagi perusahaan yang akan go publik, maka revaluasi asset tetap akan dapat dijadikan sebagai salah satu opsi dari kebijakan perusahaan. Pada saat asset tetap dihitung nilai wajarnya, maka nilai dari asset tetap tersebut akan disesuaikan dengan nilai pasar. Pasar sendiri juga dapat menilai sebuah asset menjadi lebih rendah maupun lebih tinggi. Ketika pasar sudah menilai asset menjadi lebih besar daripada harga historisnya, maka nilai dari total asset tersebut akan mengalami kenaikan sebesar penilaian pasar. Sehingga untuk masa manfaat dari penilaian kembali dari asset tetap tersebut akan menyesuaikan dari nilai asset agar bisa menjadi lebih relevan dengan nilai pasar. Dan tentunya kondisi seperti ini akan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk meningkatkan modal. Tambahan nilai (surplus revaluasi) pada asset tetapnya akan dapat menambah modal perusahaan dengan cara menerbitkan saham tambahan.

Salah satu persyaratan utama yang harus bia dipenuhi oleh para calon debitur adalah tentang seberapa besar kesanggupannya dalam mengembalikan dana yang sudah dipinjam, untuk meyakinkannya maka biasanya akan ditunjukkan dengan cara memberikan jaminan. Besarnya jaminan menentukan besarnya modal yang dapat dipinjam. Sehingga ketika perusahan ingin mendapatkan dana pinjaman dari Bank, maka perusahan akan dapat melakukan (revaluasi) penilaian kembali asset tetap untuk semakin memperbesar nilai jaminan dari nilai asset dan besarnya modal yang nanti akan dipinjam.

Penilaian kembali atas asset tetap tersebut juga tidak hanya akan sangat bermanfaat sebagai awal dari penentu keberhasilan dalam mendapatkan pinjaman dari bank. Kinerja perusahaan setiap tahun harus selalu dievaluasi oleh pihak Bank selaku pemberi pinjaman, memastikan bahwa perusahaan masih mampu dalam melunasi kewajibannya. Khusunya untuk kewajiban jangka panjang. Dengan cara melakukan revaluasi assetnya, akan dapat meningkatkan kepercayaan dari Bank dan mampu dalam memberikan kepastian bahwa perusahaan mampu melunasi kewajibannya.Dalam hal ini cara mengevaluasi kinerja perusahaan melalui angka rasio Debt to asset ratio, yaitu dengan cara membandingkan antara nilai kewajiban dengan asset. Seberapa besar kemampuan asset yang dimiliki oleh perusahaan untuk menanggung besarnya kewajibannya.

Bagi perusahaan yang akan melakukan penggabungan usaha, merger. Maka penilaian kembali asset tetap akan dapat bermanfaat untuk penyajian laporan keuangan. Dengan dilakukannya revaluasi, maka akan diketahui berapa sebenarnya nilai asset yang masih dimiliki oleh setiap masing-masing perusahaan yang nanti akan bergabung. Maka pada saat perusahaan telah terbentuk, laporan keuangan dari kedua perusahaan akan menampilkan nilai dari asset tetap yang sesungguhnya. Sesuai denga nilai wajarnya. Revaluasi asset tetap akan menambah nilai asset dari sisi debet dan ekuitas dari sisi kreditnya.

Selain cukup bermanfaat sebagai tambahan saham yang akan ditawarkan, jaminan, komitmen atas kontrak hutang, dan merger peningkatan kinerja ekuitas melalui revaluasi asset tetap juga berkaitan dengan perpajakan. Setelah dilakukan penilaian kembali untuk mengukur relevansinya terhadap nilai pasar, maka tentunya asset tetap harus mengalami kenaikan. Peningkatan dari nilai asset tetap juga akan semakin meningkatkan beban penyusutan pada setiap masing-masing periode selanjutnya, periode setelah revaluasi. Asumsinya adalah dengan kondisi kinerja keuangan (laba) yang sama, akan tetapi beban pajak yang telah dilaporkan akan semakin lebih kecil. Berkurangnya beban pajak yang diakibatkan oleh berkurangnya laba setelah dikurangi dengan beban penyusutan yang terus bertambah besar. Jadi revaluasi asset tetap dapat dimanfaatkan untuk mengurangi beban pajak yang pada akhirnya akan semakin menambah nilai pada pos-pos ekuitas.

Setelah membaca artikel diatas maka diharapkan para pembaca sekalian akan mampu dalam meningkatkan kinerja dari modal perusahaan, pos-pos yang berada pada kelompok ekuitas. Apabila para pembaca sekalian membutuhkan informasi tentang artikel di atas lebih lanjut dan membutuhkan software accounting, pembuatan SOP Finance dan accounting, serta audit dan analisis laporan keuangan, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

Tinggalkan Balasan

Scroll to top