BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

SEPUTAR ASET TETAP (JENIS, DEPRESIASI, DAN FUNGSI PENTING DARI ASSET TETAP)

Pada Kesempatan kali ini praktisi software accounting akan sedikit  berbagi Informasi tentang Asset Tetap (Fixet Asset). Berikut dibawah ini merupakan penjelasan seputar Asset tetap yang masih dimiliki oleh perusahaan.

Aset tetap merupakan asset berwujud yang masih dimiliki oleh perusahaan dan akan digunakan untuk segala kegiatan operasional untuk mendapatkan pendapatan/pemasukan. sebuah harta yang diklasifikasikan sebagai asset tetap jika dalam periode berjalan manajemen sama sekali tidak ada rencana untuk dijual atau dikonversikan untuk menjadi kas. seperticontoh dari asset tetap adalah :

• Bangunan (Property).
• Mesin-mesin produksi pabrik (Plant).
• Berbagai perlengkapan dan peralatan (Equipment).
• PPE biasa disebut juga dengan capital aset.

Neraca perusahaan yang terdiri dari aset (Asset), kewajiban(liabiliti), dan ekuitas (equity). Aset sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu asset lancar dan asset tidak lancar. Cara untuk mengklasifikasinya berdasarkan pada estimasi kebermanfaatannya. Maka asset yang dirasa paling  bermanfaat akan dicatat paling atas dan secara berurutan menurun ke bawah.

Aset tidak lancar yang terkait dengan property yang masih dimiliki dan tidak mudah untuk dikonversikan ke dalam uang tunai. Maka asset tersebut dapat dikategorikan sebagai asset tetap (Fix asset), aset yang tidak berwujud (Intangible Aaset), asset untuk jangka panjang (Long term aset) dan uang muka pembelian asset (Deferred Charges).

Deferred charged hampir sama seperti prepaid expense yang terdapat pada asset lancar, perbedaannya terletak pada prepaid expense yaitu berupa beban yang dibayar dimuka yang manfaatnya kurang lebih hampir sama dengan satu tahun, sementara Deferred Charged biaya yang dibayar dimuka dan masa manfaatnya lebih dari satu tahun.

Asset tetap yang sudah dibeli untuk proses produksi atau penyedia barang-barang atau jasa, seperti halnya persewan kepada pihak ketiga, atau untuk digunakan di dalam organisasi. Pada intinya asset tetap adalah berupa asset yang tidak dijual atau nilai manfaatnya sama sekali tidak dikonsumsi semua dalam masa satu tahun. Pada dasarnya asset tetap memilki bentuk  dan disajikan pada laporan Neraca sebagai PPE.

Penambahan asset maupun pengurangan asset akan tercatat pada laporan arus kas, khususnya pada arus kas dari tingkat aktifitas investasi. Asset tetap yang sudah dibeli akan nampak pada arus kas keluarnya, sementara untuk asset yang sudah dijual akan nampak pada arus kas masuknya.

Seandainya nilai yang sudah tersaji pada laporan keuangan dibawah nilai bukunya, maka hal tersebut adalah disebabkan karena item dari asset tersebut menjadi penilaian kembali dari asset tetap. Itu artinya nilai yang sudah teraji di dalam laporan keuangan telah disesuaikan untuk mencerminkan harga sesungguhnya dari pasar.

Ketika asset tetap telah mencapai batas akhir dari masa manfaatnya, maka biasanya perusahaan akan membuangnya dari daftar (Disposal) dengan cara menjualnya berdasarkan dari nilai sisa dari asset tersebut. Nilai sisa (residual value) yang telah didasarkan pada asumsi pihak manajemen. Seandainya asset tersebut telah usang dan modelnya sudah mulai ketinggalan jaman, maka pihak manajemen dapat mendisposal item aset tersebut tanpa harus memperhatikan pengembalian manfaatnya. Selain itu jika perusahaan sudah tidak lagi menggunakan aset tetap tersebut tanpa harus menunggu sampai mencapai masa manfaatnya habis, maka perusahaan akan dapat langsung mendispose item asset tersebut.

Asset-asset yahg sudah termasuk dalam kategori asset tidak berwujud adalah merek dagang dan patens. Aset tetap dapat berwujud dalam bentuk bangunan, peralatan komputer, perangkat lunak, furniture, tanah, mesin-mesin produksi pabrik dan juga kendaraan. Seandainya, sebuah perusahan telah menjual barang-barang produksi, kemudian barang tersebut dikirim menggunakan truk. Maka truk yang digunakan operasionalnya dan mampu menghasilkan profit akan dicatat oleh perusahan sebagai sebuah asset.

Ha ini juga akan berlaku pada sebuah entitas yang sudah mengiyakan lahan parkir, maka lahan parkir tersebut berfungsi sebagai pendukung utama dari kegiatan operasional perusahaan dan mampu menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Dengan demikian, maka lahan parkir tersebut bisa di kategorikan sebagai asset tetap.

Perlu juga diketahui bahwa sebuah aset tetap, meskipun harus memiliki bentuk tetap. Akan tetapi beberapa aset tetap masih dapat dipindahkan seperti furniture dan berbagai peralatan komputer lainnya.

Depresiasi Dalam Asset Tetap

Setiap tahunnya aset tetap akan menjadi semakin berkurang nilai ekonomisnya. hal ini disebabkan karena asset tersebut memang berkontribusi terhadap pembentukan laba dan setiap perusahaan memiliki treatmentnya sendiri dalam hal menentukan sejauh mana akan menggunakan aset tersebut.

Sama halnya seperti asset tetap, asset tidak berwujud juga bisa di match kan dengan pendapatan sehingga setiap tahun nilainya akan menjadi semakin berkurang. Istilah untuk pemanfaatan nilai ekonomis dari asset tetap tersebut, yaitu depresiasi sementara untuk aset tidak berwujud dinamakan dengan amortisasi.

Setiap asset, baik itu adalah asset tetap maupun asset tidak berwujud nilai bukunya akan menjadi semakin berkurang sepanjang tahun sebesar estimasi dari nilai yang telah ditetapkan. Nilai dari asset yang sudah tersaji pada laporan keuangan merupakan sebuah nilai perolehan dari asset setelah dikurangi dengan nilai penyusutan, biasanya lebih sering disebut dengan nilai buku (Book value).

Apa Pentingnya Asset Tetap Bagi Perusahaan?

Informasi dari asset tetap akan dapat membantu ketepatan dari pelaporan kinerja keuangan perusahaan, penilaian bisnis, dan juga analisis bisnis. Berdasarkan pada Informasi yang telah disajikan dalam laporan keuangan akan sangat menentukan apakah investor akan membeli saham dari perusahana atau kreditur akan memberikan pinjaman dana kepada perusahaan atau tidak.

Para pengguna ekternal juga merasa perlu untuk memahami tentang bagaimana perlakuan akuntansi atas akun-akun yang telah disajikan dengan cara membaca catatan atas laporan keuangan. Misalnya berupa perlakuan atas pengakuan set, penentuan nilai depresiasi, penentuan masa manfaat, atau berupa metode penghapusan asset tetap yang semuanya akan diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan.

Bagi sebuah industri padat modal, keberadaan asset tetap akan memegang peranan yang lebih penting dalam segala kegiatan operasional perusahaan. Jenis perindustrian padat modal seperti ini layaknya perusahaan manufaktur yang memang membutuhkan bentuk investasi yang lebih besar pada pengadaan PPE. Ketika sebuah entitas bisnis menunjukan aliran kas keluar yang lebih besar pada akun asset, hal tersebut mungkin saja akan dapat diartikan bahwa perusahaan memang sedang dalam masa pertumbuhan (Start up).

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan tentang Aset tetap. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami secara lebih mendalam tentang asset tetap ini, membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan butuh Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900/081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Scroll to top