Penulis: Admin

BEBREAPA RASIO YANG TERGABUNG DALAM RASIO PROFITABILITAS PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software accounting akan sedikit berbagi informasi tentang apa yang dimaksud dengan Rasio Profitabilitas. Pada setiap akun dari laporan keuangan biasanya memiliki informasi untuk pengambilan keputusan. Nilai dari akun-akun tersebut juga sama sekali tidak memberikan pengaruh yang lebih signifikan jika memang seorang analis ingin memperlakukan akun-akun tersebut secara terpisah. Agar bisa mendapatkan informasi yang lebih baik, maka sangat perlu dibuat sebuah perbandingan diantara beberapa akun-akun penting. Membandingkan satu akun dengan akun yang lainnya bertujuan untuk mendapatkan sebuah Rasio. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi yang lebih luas lagi.

Rasio-rasio yang akan dibahas pada artikel kali ini merupakan rasio yang berfungsi untuk mengukur kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba. Rasio yang tergabung dalam Rasio profitabilitas, yaitu berupa:

1. Rasio Margin laba Kotor (Gross Profit Margin).
2. Rasio Margin laba Bersih (Net Profit Margin).
3. Rasio modal terhadap laba (Return On Equity).
4. Rasio asset terhadap laba (Return On Aset).
5. Rasio laba per saham (Earning Per Share).

1. Rasio Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin).

Margin laba kotor (Gross Profit Margin) merupakan sebuah rasio yang mengukur tentang seberapa optimal perusahaan dalam mengelola penjualan melalui penetapan harga pokok penjualan (Cost of Good Sold). Rasio ini akan memberikan informasi kepada para pengguna tentang seberapa efisen kemampuan dari pihak manajemen untuk menghasilkan keuntungan dengan hanya memperhitungan biaya langsungnya saja.

Biaya langsung (Direct Cost) merupakan biaya yang secara langsung berhubungan dengan produksi suatu barang. Contohnya adalah biaya langsung sebagai biaya bahan baku, dan biaya tenaga kerja langsung. Sementara biaya tidak langsung (Undirect Cost) adalah biaya yang berhubungan langsung dengan proses produksi secara keseluruhan. Contohnya adalah biaya tenaga kerja tidak langsung, Biaya penyusutan mesin, Biaya listrik, Biaya air, Biaya administrasi dan biaya gudang.

Berikut dibawah ini Rumus Gross Profit Margin

Contohnya seperti berikut:
PT. ABC pada tahun 2000 mencatatkan bahwa penjualannya adalah sebesar Rp. 400.000.000,-dan harga pokok yang digunakan adalah sebesar Rp 150.000.000,-. Laba kotor yang diperoleh dari perhitungan pendapatan penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan. Jika menngunakan rumus seprti diatas, maka akan diperoleh nilai marjin laba kotor sebesar 62.5% dari perhitungan dibawah ini.

Semakin besar angka margin laba kotor, maka akan semakin baik pula kinerja dari perusahaan. Dan sebaliknya, semakin kecil angka margin dari laba kotor, maka akan semakin kurang baik perusahaan tersebut dalam mengelola operasionalnya. Perusahaan yang memiliki rasio margin laba kotor tertinggi artinya adalah jarak antara nilai harga pokok penjualan dengan harga jual yang ditetapkan relatif jauh berbeda.

2. Rasio Margin Laba Bersih (Net Profit Margin).

Margin laba kotor (Net Profit Margin) berfungsi untuk mengukur sampai seberapa optimal perusahaan dalam mengelola laba bersihnya setelah pajak. Rasio ini akan membandingkan antara jumlah laba bersih dengan total pendapatan. Formula perhitungannya hampir sama dengan cara untuk menghitung Margin laba kotor, bedanya adalah yang menjadi penilaian berupa nilai laba bersihnya.

Seperti contoh berikut yang bukan merupakan perhitungan, akan tetapi berupa perbandingan cara menilai kinerja terbaik perusahaan melalui rasio Margin Laba Bersih.

Dari keempat perusahaan yang bergerak dalam bidang yang sama tersebut, hanya ada satu yang mencatatkan bagaimana kinerja operasional terbaiknya, yaitu PT. Duta Sarana. Meski nilai penjualan PT. Duta Saran adalah yang paling rendah diantara perusahaan lainnya, namun perusahaan ini mampu menghasilkan kinerja yang lebih efisien.

3. Rasio Modal Terhadap Laba (Return On Equity (ROE).

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan modal yang dimiliki oleh perusahaan untuk menghasilkan laba. Rasio ini lebih sering digunakan oleh para pemegang saham, karena mereka ingin mengetahui sampai seberapa optimal kinerja dari pihak manajemen dalam memanfaatkan modal yang sudah disetor untuk menghasilkan laba.

Indikator perusahaan yang lebih baik dalam memanfaatkan modalnya, yaitu tampak pada angka rasio yang jauh lebih tinggi. Jika nilai rasio yang didapatkan sangat kecil, maka itu artinya perusahaan tidak mampu mengelola modalnya degan lebih efisien. “Akan tetapi jika hanya mengevaluasi ROE untuk mengukur kinerja perusahaan akan dapat memberikan gambaran yang masih kurang tepat.”
Jika calon Investor melakukan seleksi perusahaan untuk tujuan investasi, maka sebaiknya harus lebih memperhatikan tingkat arus kas bebas (Free cash Flow).  Nilai kas setelah dikurangi belanja modal seperti membayar gaji karyawan, biaya produksi, tagihan, utang dan bunganya, pajak, dan lain sebagainya.

Rasio (ROE) seperti ini juga ada kaitannya dengan hutang yang dimilki oleh perusahaan. Jumlah ekuitas perusahaan tidak hanya bersumber dari modal yang disetor saja, akan tetapi juga ada yang berasal dari hutang. Jika nilai yang didapat dari rasio ROE ini lebih tinggi, maka seorang analis sebaiknya memperhatikan jumlah kewajiban hutang perusahaan. Boleh jadi kegiatan operasional perusahan menjadi lebih banyak didukung oleh dana yang berasal dari hutang apabila dibandingkan dari modal disetor. Sehingga kinerja perusahaan menjadi tidak relevan jika diukur hanya menggunakan modal yang disetor saja.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan yang terkait dengan rasio profitabilitas. Bagi para pembaca sekalian yang ingin mengetahui secara lebih mendalam seputar rasio profitabilitas, membutuhkan konsultasi masalah manajemen, Memerlukan Pembenahan Standar Operationa Procedure (SOP) dan membutuhkan software accounting silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada kelanjutan dari pembahasan artikel ini yang selanjutnya.

TIPS UNTUK PEMBUKUAN AKUNTANSI FOOD BEVERAGES BUSINES (USAHA MAKANAN DAN MINMAN) YANG LEBIH SEDERHANA DAN SIMPLE

Kunci utama dari sebuah bisnis restoran agar bisa sukses adalah sederhana, yaitu dari keuntungan. Berbisnis restoran, biasanya bisnis makanan dan minuman juga harus terus memutar uang agar bisa membuat bisnisnya mampu bertahan, dan dalam rangka untuk menghasilkan banyak uang, pemilik bisnis juga perlu untuk mengetahui tentang bagaimana sistem akuntansi dasar dari sebuah restoran untuk mengontrol arus kasnya, mengurangi tingkat kerugian dan lebih memaksimalkan keuntungan mereka. Melacak keuangan Anda akan mampu menempatkan Anda agar berada di tempat yang lebih baik untuk memantau bagaiamana arus kas dan menjadikan bisnis Anda dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama.

1. Melakukan manajemen terhadap arus kas restoran.

Mengelola arus kas yang berarti juga harus melacak semua uang yang telah masuk dan keluar dalam bisnis makanan dan minuman Anda. Memperkirakan bagaimana arus kas di masa depan akan bisa menjadi permainan tebak-tebakan sampai Anda benar-benar mampu untuk bisa mendapatkan pola bisnis restoran/makanan dan minuman Anda, atau ketika Anda sedang membandingkan uang yang telah masuk dengan uang yang sudah keluar. Pada dasarnya, setiap bisnis akan selalu berusaha untuk mendapatkan income yang lebih dari segala biaya yang selama ini telah dikeluarkan. Ketika sebuah bisnis akan mampu menjadi lebih banyak menghasilkan uang daripada menghabiskannya, maka dari itu akan semakin memaksimalkan laba bersih dan perusahaan Anda akan tetap terus bertumbuh.

2. Menjaga rekap dari setiap transaksi.

Merekam bagaimana perputaran dari arus kas Anda, juga termasuk pendapatan dan beban, memang sangat penting untuk sebuah prosedur akuntansi bisnis Anda. Penghasilan yang dalam hal ini sudah mencakup semua uang tunai, kartu kredit dan juga berbagai penjualan cek yang sudah diterima. Biaya yang telah keluar juga harus tetap dicatat dengan bantuan dari penggunaan nota dan faktur. Sistem Point of Sale (POS) Anda biasanya akan mampu melacak semua kartu kredit dan uang tunai hasil dari penjualan, dan semua penerimaan juga harus segera diajukan dan dicatat dalam dokumen laba rugi (Profit & Loss Document). Hal semacam ini juga sangat penting untuk menjadikan Anda tidak sampai menutup mata”pada jumlah persediaan Anda saat ini.

3. Mengelola inventaris perusahaan.

Persediaan dalam berbisnis makanan dan minuman meliputi bahan baku, mesin pengolah, dan juga berbagai jenis produk dan bahan-bahan yang sudah Anda miliki di tangan untuk menghasilkan makanan dan minuman yang terbaik. Persediaan merupakan faktor terpenting dalam pengelolaan akuntansi perusahaan makanan dan minuman, karena merupakan sebuah investasi dan persediaan yang paling banyak dibutuhkan untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Anda harus selalu mempertimbangkan bagaimana inventaris Anda sebagai kas dalam bentuk yang berbeda-beda, dan mampu menghitung secara lebih konsisten dan serba menyeluruh.

4. Perhitungan untuk Laba Rugi (Profit & Loss).

Dokumen dari laba rugi sebuah bisnis makanan dan minuman yang berfungsi sebagai laporan untuk dapat meringkas pendapatan, biaya dan persediaan, menggambarkan tingkat keuntungan total dan kerugian dari bisnis selama masa periode waktu tertentu. Hal terbaik untuk mempersiapkan dokumen semacam ini adalah untuk setiap minggu jika memang memungkinkan. Hal seperti ini akan menjadikan Anda semakin lebih mudah untuk melacak angka untuk membandingkan setiap masing-masing laporan dari bulan ke bulan berikutnya, bahkan dari tahun ke tahun berikutnya. Selain itu, laporan dari laba rugi bersih dari semua informasi yang lebih relevan dengan arus kas Anda, termasuk juga dari penjualan dan upah tenaga kerja Anda.

5. Penggunaan program Akuntansi Online (Berbasis cloud).

Meskipun untuk jenis bisnis makanan dan minuman sendiri mungkin memiliki staf akuntan yang tersedia untuk melakukan masing-masing pekerjaannya, banyak diantara beberapa bisnis restoran  makanan dan minuman yang menggunakan program komputer untuk membantu merekam segala informasi keuangan mereka. Software terbaik termasuk juga dengan menggunakan sistem Point of Sale (POS), software keuangan, dan juga beberapa perangkat lunak untuk mengintegrasikan kinerja dari keduanya. Sistem yang sudah serba terintegrasi seperti ini akan dapat semakin mengurangi beban, bahkan menghilangkan biaya operator dan membantu mereka sepenuhnya dalam hal menganalisis keuangan mereka dengan cara menjalankan dan menganalisa setiap laporan keuangan secara lebih komprehensif. Bagi para pembaca yang memang membutuhkan bimbingan seputar pengelolaan SDM, maka silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

STARTEGI TENTANG BAGAIMANA DALAM MENGURANGI BIAYA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) PERUSAHAAN

1. Memanfaatkan Internet

Pada jenis perusahaan dengan tingkatan menengah kebawah yang ingin melakukan proses rekruitmen pegawai baru akan sedikit lebih menghemat apabila prosesnya melalui online. Karena mendapatkan keleluasan informasi, lebih mudah dipantau karena menyediakan akses selama 24 jam penuh.

Penggunaan surat lamaran yang kini sudah mulai banyak ditinggalkan. Informasi yang diberikan oleh para calon pelamar seringkali kurang lengkap, sehingga para personalia akan memberikan lembar Curiculum vitae kepada para pelamar untuk diisi dan disesuaikan dengan bagaimana kondisi sebenarnya.

2. Menggunakan System ESS (Employee Self Service).

Kegiatan administrasi yang terkait dengan urusan absensi, ijin, cuti, dan juga tingkat kehadiran oleh personalia yang kini bisa dilakukan oleh para personalia melalui sebuah platform web. Personalia dapat mengalihkan pekerjaannya kepada karyawan, karyawan sendiri juga yang nantinya akan mengelola data-data pribadinya secara online.

ESS menawarkan banyak sekali perubahan metode kerja dari yang awalnya secara manual kepada mode automatisasi. Manfaaatnya adalah perusahaan akan semakin terhindar dari beban administrasi. Selain itu juga bagi perusahan yang sudah berskala sangat besar, padat karya semakin kesulitan untuk mengurusi absensi karyawan yang jumlahnya begitu banyak juga masih tetap membutuhkan waktu ekstra. Pimpinan personalia yang mungkin akan mengambil banyak waktu lembur untuk menyelesaikan pekerjaannya. Namun, dengan cara menggunakan ESS, pihak manajer akan sangat terbantu dan perusahaan juga tidak perlu lagi untuk mengeluarkan uang lemburnya.

Dan kini teknologi ESS sendiri juga tidak lagi bergantung hanya kepada komputer dan laptop agar dapat diakses saja, ESS saat ini juga bisa diakses oleh pimpinan personalia melalui ponsel milik mereka untuk memberikan aproval meskipun sedang berada jauh dari tempat kerjanya.

3. Menggunakan PeopleSoft.

Fungsi paling mendasar dari PeopleSoft sendiri sebenarnya adalah sama dengan ESS, akan tetapi PeopleSoft jauh lebih komprehensif dan mampu mengkombinasikan berbagai informasi SDM dengan proses bisnis. Keunggulan lainnya adalah dapat  diintegrasikan, dan mampu memproses berbagai informasi dari berbagai aplikasi dalam satu database.

Lebih teritegrasiannya dengan fungsi lain yang cukup memungkinkan bagi aplikasi jenis ini untuk mampu menghitung seberapa besar kontribusi dari staff pada kinerja keuangannya. Sehingga apabila dilakukan Bencmark, maka perusahaan akan mengetahui sampai sejauh mana karyawan tersebut telah loyal.

4. Meningkatkan automisasi Personalia Perusahaan.

Pengurangan atas penggunaan kertas (Paper less) yang dinilai sebagian besar perusahaan sebagai bentuk kemajuan. Sehingga manajemen akan membuat kebijakan atas penggunaan kertas, Mengganti fungsi kertas ke dalam bentuk digital. Berikut ini adalah beberapa manfaatnya:

• Informasi menjadi lebih mudah untuk ditelusuri.

Keunggulan utama  yang menyediaakan pencarian dokumen secara digital, sehinga menjadi lebih mudah untuk menemukan dokumen meskipun telah tersimpan sangat lama. Sangat bermanfaat pada jenis perusahaan yang berskala besar yang memproses transaksinya dalam jumlah besar setiap harinya.

• Tugas administrasi personalia yang dapat diselesaikan dengan lebih cepat.

Staf personalia tidak lagi harus repot-repot mengerjakan hal-hal yang sifatnya mirip berulang-ulang kali, karena fungsi yang sudah terintegrasi akan semakin memungkinkan bagi sistem untuk melakukannya secara otomatis. Tugas dapat terselesaikan dengan lebih cepat dapat juga diartikan, Staf tidak perlu lagi harus melakukan cross check atas berbagai pekerjaannya. Hasil kerja tersebut juga akan berkaitan dengan hasil kerja dari departemen lainnya dimana informainya akan tersimpan dalam satu database dan dapat dengan mudah untuk diakses.

• Otorisasi menjadi jauh lebih mudah didapatkan.

Seandainya ada karyawan yang ingin meminta ijin, cuti dan training, maka tentunya membutuhkan form untuk adminstrasi. Dengan cara merubah dari manual ke dalam bentuk digital, personalia dapat menghindari bentuk-bentuk form yang harus disimpan.

• Informasi yang dapat diakses meskipun lintas negara.

Bagi perusahaan yang memiliki cabang pada berbagai negara atau di berbagai kota. Akan menjadi sangat merepotkan jika membutuhkan dokumen dari kantor yang berbeda akan tetapi harus menunggu terlebih dahulu karena dokumen juga sedang dikirimkan.

• Mengurangi distribusi administrasi.

• Digitalisasi juga berpengaruh besar terhadap aliran dokumen, pada model kerja manual perusahaan juga perlu untuk mendistribusikan dokumen kepada bagian-bagian lainnya. Akan tetapi dengan gititalisasi, maka proses tersebut dapat dieliminasi.

• Mengurangi banyaknya sampah kertas.

Proses kerja tidak selamanya akan selalu benar, adakalanya mengalami kesalahan.  Apabila menggunakan media kertas, dan semakin sering melakukan kesalahan maka akan semakin banyak pula kertas yang akan terbuang sia-sia. Hal ini juga tidak akan sering dijumpai apabila perusahaan sudah menerapkan metode digitalisasi.

• Meningkatkan keamanan informasi.

Informasi yang dimiliki oleh perusahan akan menjadi sangat berharga bagi mereka. Sehingga diharapkan agar Informai tersebut tidak sampai (bocor) kepada pihak-pihak pesaing. Dengan cara memberikan otorisasi hanya kepada pihak-pihak yang berkepentingan saja, dan terkait dengan tangungjawabnya dapat menghindari terjadinya kerugian bagi perusahaan yang dapat disebabkan karena adanya sebuah kelalaian.

Nah, itulah sedikit penjelasan yang terkait dengan pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Diharapkan setelah membaca artikel ini, maka para pembaca sekalian akan dapat mengendalikan biaya SDM nya masing-masing, mengalokasikan pada kegiatan yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Pemangkasan biaya SDM oleh perusahaan juga akan berhasil apabila sudah benar-benar sesuai dengan bagaimana kondisi lingkungan perusahaan. Menggunakan strategi yang sama juga belum tentu dapat diterapkan pada perusahaan yang sama, juga tergantung dari tingkat kompleksitas permasalahannya. Bagi para pembaca yang memang membutuhkan bimbingan seputar pengelolaan SDM, maka silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

Scroll to top