BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR TERHADAP PENGENDALIAN MUTU DARI KANTOR JASA AKUNTANSI (KJA)

Sebelum akan masuk ke dalam pembahasan yang lebih jauh tentang sistem pengendalian mutu kantor jasa akuntansi, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan Kantor Jasa Akuntansi (KJA). KJA adalah Akuntan profesional yang akan memberikan jasa terhadap pihak publik (professional accountans in public practice), yang memiliki tanggungjawab yang lebih besar dalam bertindak untuk menjaga kepentingan publik (public interest).

Perkembangan dan keberadaan dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA) semakin lebih diperhitungkan. Hal ini termasuk sangat wajar karena betapa pentingnya penerapan dari sebuah peraturan untuk persaingan bisnis secara global yang tanpa disadari sudah mulai menjadikan setiap perusahaan berada pada titik nadi kedewasaan dan proses penerapan moral dalam mengembangkan bisnisnya.

Setiap Kantor Jasa Akuntansi (KJA) harus memiliki sistem pengendalian mutu yang sudah diterapkan kepada semua jenis jasa Akuntansi, seperti contoh: jasa pembukuan, jasa laporan keuangan, jasa manajemen, jasa perpajakan, jasa prosedur yang sudah disepakati bersama atas adanya informasi keuangan serta jasa dari sistem teknologi keuangan dan lain sebagainya.

Biasanya, komunikasi akan menjadi jauh lebih baik apabila dilakukan secara tertulis, namun tingkat keefektifan dari sistem pengendalian mutu dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA) tidak terpengaruh oleh ketiadaan dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur dari pengendalian mutu yang sudah ditetapkan oleh KJA. Biasanya, dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur pengendalian mutu dari KJA besar akan lebih tinggi tingkat rutinitasnya jika dibandingkan dengan jenis dokumentasi di KJA kecil, begitu pula dokumentasi akan menjadi jauh lebih ekstensif di Kantor Jasa Akuntansi yang memiliki banyak kantor apabila dibandingkan dengan dokumentasi di Kantor Jasa Akuntansi yang hanya memiliki satu kantor saja.

Setiap sistem pengendalian mutu dari kantor jasa akuntansi memiliki keterbatasan bawaan yang bisa sangat berpengaruh besar terhadap tingkat efektivitasnya. Perbedaan kinerja dari staff dan juga untuk pemahaman persyaratan profesionalisme, bisa sangat mempengaruhi tentang tingkat kepatuhan akan berbagai kebijakan dan prosedur-prosedur pengendalian mutu dari KJA. Sistem pengendalian mutu dari Kantor Jasa Akuntansi harus bisa memberikan keyakinan bahwa bagian utama dari jenis pelayanan jasa Akuntansi oleh suatu Kantor Jasa Akuntansi yang telah dilaksanakan harus benar-benar sesuai dengan sistem dan prosedur kerja yang sudah ditetapkan sebelumnya.

KJA harus lebih mempertimbangkan untuk setiap unsur pengendalian mutu yang nantinya akan dibahas tentang sejauh mana diterapkan untuk proses prakteknya. Unsur-unsur seputar pengendalian mutu akan selalu berhubungan antara satu sama lainnya. Oleh karena itu, praktek kerja KJA akan sangat mempengaruhi kebijakan-kebijakan pelatihannya. Dalam memenuhi ketentuan yang sudah dimaksudkan, maka KJA harus membuat kebijakan dan juga sebuah prosedur pengendalian mutu tentang:

1. Independensi, yang nantinya akan memberikan keyakinan bahwa  setiap organisasi, semua staff profesional harus mempertahankan independensi sebagaimana telah diatur dalam Aturan Etik Akuntan.
2. Penugasan secara personil, yang memberikan keyakinan bahwa penugasan akan dapat dilaksanakan oleh staff profesional yang memiliki tingkat pelatihan dan juga keahlian secara tekniks untuk penugasan dari pelayanan jasa tersebut.
3. Konsultasi, yang banyak memberikan keyakinan bahwa personil akan memperoleh banyak sekali informasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan dari orang yang memiliki tingkat pengetahuan, kompetensi dan pertimbangan yang sangat memadai.
4. Supervisi, yang nantinya akan memberikan keyakinan bahwa pelaksanaan ikatan kerja yang nantinya akan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh Kantor Jasa Akuntansi. Lingkup supervisi dan review yang benar-benar sesuai yang harus sesuai dengan suatu kondisi tertentu, tergantung atas beberapa faktor, seperti contohnya dari kerumitan permasalahan, kualifikasi para staff dan ruang lingkup konsultasi yang ada serta yang sudah digunakan.
5. Proses Kerja para personil, yang memberikan keyakinan bahwa semua staff profesionalnya telah memiliki karakteristik yang benar-benar pas, sehingga lebih memungkinkan bagi mereka untuk melakukan pelayanan secara lebih kompeten.
6. Profesional, yang memberikan keyakinan bahwa setiap personil memiliki pengetahuan yang cukup memadai sehingga mereka akan bisa memenuhi tanggungjawabnya masing-masing.
7. Penerimaan dan kelanjutan dengan klien atau pelanggan, memberikan keyakinan bahwa pelayanan dan ikatan dari klien akan bisa diterima atau dilanjutkan untuk bisa memaksimalkan hubungan dengan klien atau pelanggan yang manajemennya belum memiliki integritas.

Cakupan & Penerapan SPM

• SPM yang nantinya akan mengatur tanggungjawab dari KJA atas sistem pengendalian mutu dalam melaksanakan perikatan selain dari asuransi dan SPM tersebut harus memperhatikan ketentuan dari Kode Etik Akuntan Profesional.
• SPM wajib diterapkan oleh KJA yang berhubungan dengan jasa yang banyak diberikan, dimana sifat dan luas dari SPM yang bergantung kepada faktor-faktor seperti ukuran dan karakteristik dari operasional dari KJA dan juga masuk setidanya KJA termasuk ke dalam jaringan kantor.

Tujuan KJA Dalam Menetapkan & Memelihara SPM

• Untuk memberikan keyakinan yang lebih memadai (reasonable assurance).
• KJA dan personilnya harus mematuhi standar profesi dan peraturan perundang-undangan.
• Laporan yang nantinya akan disampaikan oleh KJA atau rekan perikatan harus menyesuaikan dengan keadaan.
• Ketentuan SPM yang dirancang agar dapat mencapai tujuan di atas, dan KJA harus lebih mempertimbangkan perlu atau tidaknya tambahan ketentuan dalam mencapai tujuan tersebut.

Unsur Unsur SPM terdiri atas:

• Tanggungjawab kepemimpinan.
• Ketentuan etika.
• Penerimaan dan keberlanjutan dari hubungan dengan klien dan perikatannya.
• Sumber daya manusia.
• Pelaksanaan perikatan.P
• Pemantauan.

Pengawasan yang melekat, akan memberikan keyakinan bahwa prosedur yang berhubungan dengan berbagai unsur-unsur pengendalian mutu yang sudah diterapkan dengan efektif. Prosedur pengawasan memang bisa dirancang dan dilaksanakan para individu yang bertindak untuk mewakili kepentingan Kantor Jasa Akuntansi dan jenis prosedur pengawasan yang digunakan tergantung oleh setiap Kantor Jasa Akutansi (KJA).

Nah, itulah beberapa penjelasan tentang betapa pentingnya penerapan sistem pengendalian mutu dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA), semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan salam sukses.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

PENGERTIAN DAN TUJUAN DARI PROSES SEGMENTASI PASAR

Pada awalnya setiap perusahaan tentunya akan memproduksi barang dalam jumlah yang sangat terbatas serta juga untuk pasar yang sangat terbatas pula dengan maksud untuk menjajaki pasar. Selain itu dengan adanya selera pasar yang semakin terus berkembang maka akan berkemungkinan besar untuk membuat persepsi produsen dan konsumen yang tidak sama. Maka dari itu untuk menghindari resiko semakin merugi, maka perusahaan akan selalu memperhitungkan jumlah produksinya.

Dalam hal ini menjadikan perusahaan terus mencoba untuk mencari kelompok konsumen tertentu yang nantinya akan dijadikan sebagai target pasarnya. Cara tersebut dinamakan sebagai segmentasi pasar.

Tujuan Utama Dari Segmentasi Pasar

Pengertian dari segmentasi pasar sebagai salah satu strategi pada suatu perusahaan tidaklah semata hanya di lakukan berdasarkan untuk membeda-bedakan suatu produk atau justru malah menciptakan produk-produk yang baru, namun dengan cara mengelompokan berdasarkan minat serta berbagai kebutuhan para pelanggan.

Segmentasi pasar merupakan pengelompokan pasar yang heterogen menjadi satuan-satuan pembeli (konsumen) yang homogen, dimana tiap konsumen yang homogeny tersebut akan di jadikan sebagai sasaran utama pasar yang akan di tuju dengan marketing mix tersendiri.

Apabila kita mengingat kembali begitu luasnya pasar, maka dengan melakukan kegiatan segmentasi pasar atau membagi-bagi pasar menjadi kelompok-kelompok terkecil yang sesuai dengan masing-masing karakteristiknya, maka tentunya harus memiliki maksud dan tujuan.

Berikut ini adalah beberapa maksud dan tujuan dari di lakukannya segmentasi pasar.

Membuat Pasar Menjadi Lebih Mudah untuk di Bedakan

Setiap produk yang akan dihasilkan tentunya harus bertujuan untuk memenuhi setiap keinginan serta kebutuhan dari para pelanggan. Agar produk yang nantinya akan di produksi tersebut bisa di terima oleh para konsumen, maka pastinya harus bisa sesuai dengan selera para konsumen tersebut.

Sedangkan disisi lain dengan keadaan pasar yang sifatnya terlalu heterogen serta selera pelanggan yang tentunya selalu berkembang atau berubah-ubah dalam mengikuti keadaan yang sedang terjadi, maka tentu akan terasa begitu sulit bagi perusahaan agar bisa mengikuti perubahan tersebut secara terus menerus.

Maka dari itu, akibat dari hal tersebut maka suatu perusahaan membutuhkan adanya pengelompokan pelanggan mereka yang lebih bersifat homogeny ke dalam kelompok-kelompok yang sesuai dengan karakteristik yang sama agar dapat memahami selera para pelanggannya. Sehingga hal ini akan semakin menjadikan pasar jauh lebih mudah untuk di petakan berdasarkan kelompok pasarnya masing-masing.

Membuat Pelayanan Kepada Pembeli Menjadi Lebih Baik

Agar bisa membantu konsumen dalam memenuhi berbagai kebutuhannya, maka terdapat tiga hal penting yang harus di perhatikan oleh seorang produsen, yaitu:

1. Harga yang masih dapat di jangkau.
2. Kualitas barang yang bagus.
3. Ketepatan waktu serta pelayanan yang baik dan memuaskan.
Dari ketiga hal yang telah di sebutkan tersebut, hal yang sangat dominan yaitu tentang pelayanan.

Banyak kasus yang terjadi akibat dari permasalahan pelayanan, apabila pelayanan yang buruk, maka akan menjadikan para konsumen untuk beralih ke tempat yang lainnya. Yang kedua yaitu masalah harga serta kualitas suatu produk. Akibat dari hal itu maka perlu dilakukannya segmentasi pasar dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal terhadap para pelanggan.

Salah satu bentuk pelayanan yang mungkin dapat di berikan misalnya adalah dengan menyediakan lahan parkir yang lebih luas bahkan jika memungkinkan harus gratis. Pelayanan tersebut juga dapat Anda lakukan untuk menarik perhatian para konsumen untuk berhenti di toko Anda dan menggunakan uangnya untuk membeli produk di tempat Anda.

Membuat Strategi Pemasaran Menjadi Lebih Terarah

Mengingat kembali dari luasnya serta semakin beragamnya pasar, maka tentu saja hal itu akan sangat sulit dalam melayani berbagai kebutuhan serta keinginan dari para konsumen yang heterogen tersebut. Dengan melakukan segmentasi pasar, maka akan mengelompokan mereka untuk menjadi konsumen yang lebih homogen sehingga akan menjadi lebih mudah dalam melayani konsumen yang lebih bersifat homogen karena mereka sudah memiliki karakteristik yang sama, maka dari itu pemasaran yang sudah Anda rencanakan akan bisa lebih terarah untuk membuat marketing mix yang di dalamnya meliputi perencanaan produk, harga, distribusi dan promosi sehingga kembali menjadi lebih tajam.

Selain itu, dengan melakukan segmentasi pasar. Maka akan bisa membantu para pihak manajemen untuk mengarahkan dana dan usaha kearah pasar yang jauh lebih berpotensial, sehingga akan memberikan keuntungan yang lebih karena sudah memiliki sasaran yang lebih jelas dan masih dapat merencanakan produk yang sesuai dengan minat dan dari permintaan pasar serta dapat menggunakan cara-cara promosi yang paling tepat.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

TIPS UNTUK SEMAKIN MEMOTIVASI DAN MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTARA SESAMA KARYAWAN PERUSAHAAN

Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu dituntut agar bisa selalu berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Namun, pada beberapa waktu tertentu ada kalanya seseorang tidak bisa melakukan komunikasi secara maksimal, misalnya dari tempat kerja. Baik itu karena terlalu banyaknya pekerjaan atau suasana lingkungan kantor yang kurang mendukung, menjadikan para karyawan jarang sekali hanya untuk sekedar berinteraksi. Hal ini malah mengakibatkan semakin kurangnya solidaritas dan kedekatan diantara sesama karyawan. Sebagai seorang HR, sudah menjadi tugas Anda untuk meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan.

Berikut ini merupakan beberapa tips dalam meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan:

1. Memberlakukan Peraturan Kerja Tim Bergiliran.

Ada kalanya sebuah proyek akan menjadi jauh lebih efektif untuk dikerjakan secara tim. Manfaatkan hal seperti ini untuk membangun komunikasi diantara sesama karyawan. Misalnya bulan ini ada proyek A, maka bagilah karyawan untuk menjadi kelompok A, B, dan C untuk menyelesaikannya bersama-sama. Bulan berikutnya, ketika datang proyek B, maka rubahlah formasi dari tim A, B, dan C sehingga setiap masing-masing anggota akan saling bertukar pasangan dan masing-masing akan bisa merasakan kerja sama dengan anggota dari tim lainnya. Jadi, mereka tidak hanya akan terpaku pada satu tim saja. Selain karyawan bisa belajar tentang hal-hal baru dari karyawan lainnya, hal ini justru akan menjadikan mereka dapat semakin lebih akrab antara satu sama lainnya, sehingga komunikasipun dapat terjalin dengan sangat baik.

2. Melakukan Kegiatan Olahraga Bersama-Sama.

Aturlah jadwal untuk melaksanakan kegiatan olahraga bersama-sama. Bisa dua minggu atau satu bulan sekali. Sewalah sebuah gedung olahraga untuk melakukan kegiatan seperti badminton, tenis, atau futsal di setiap akhir pekan dan undanglah seluruh karyawan Anda untuk saling berpartisipasi. Karyawan dari berbagai macam divisi akan hadir dan melakukan kegiatan olah raga futsal bersama-sama. Pada momen-momen seperti ini, maka pembagian divisi kerja tidak akan berlaku karena tujuan utamanya adalah untuk bermain futsal. Dengan adanya kebersamaan seperti ini, maka karyawan akan bisa saling mengenal dan menjadi lebih dekat satu sama lain. Rasa kebersamaan seperti ini juga tidak akan berhenti, namun justru akan semakin berlanjut sampai di kantor saat mereka bekerja nanti.

3. Membaur dan Selalu Ikut Kebersamaan.

Sebagai seorang atasan, tunjukkan wibawa Anda dengan ikut bergabung apabila ada acara kumpul-kumpul dengan karyawan. Dengan cara seperti itu, karyawan tidak akan merasa canggung dan dengan kehadiran Anda, mereka juga ingin ikut merasakan kebersamaan dengan atasannya. Semakin banyak karyawan yang bergabung, maka suasana akan semakin bertambah ramai, bukan? Tentu saja hal ini tidak akan terlepas dari peran Anda sebagai seorang penengah. Buatlah sebuah topik yang menarik untuk dibahas, namun ingatlah satu hal, jangan sampai membahas permasalahan tentang pekerjaan. Ini harus bisa Anda lakukan pada saat sedang makan siang di kantin atau saat makan di luar.

4. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Tidak Kaku

Lingkungan kerja yang terlalu kaku bisa menjadi penyebab utama dari gagalnya komunikasi antar sesama karyawan. Deadline yang super ketat, atau ruangan yang terlalu tertutup dan bersekat-sekat menjadikan karyawan terlalu sulit dalam melakukan interaksi dengan sesamanya. Sebisa mungkin, aturlah ruangan yang bisa untuk memudahkan karyawan dalam berbicara sembari tetap bekerja agar tidak terlalu stres. Mengobrol selama batas-batas masih wajar pada saat bekerja akan bisa semakin memperkuat komunikasi antara sesama karyawan. Deadline juga boleh ketat, namun ingatlah, bahwa karyawan juga manusia. Kurangi tingkat stres mereka dengan cara membuatnya menjadi lebih mudah dalam berkomunikasi antara satu sama lain.

5. Kegiatan Wisata untuk Seluruh Karyawan Perusahaan.

Sebagai tips dalam meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan yang terakhir adalah, Anda harus bisa mengajukan kepada atasan untuk meminta sejumlah dana tertentu dalam rangka untuk menjalin kebersamaan diantara karyawan. Bagi perusahaan yang cukup besar, tentunya hal seperti ini bukanlah menjadi masalah yang besar. Berikanlah sedikit kesempatan kepada para karyawan untuk melakukan refreshing dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Selain akan bisa melepas penat dari beban pekerjaan untuk sejenak, program wisata bersama ini juga akan semakin meningkatkan kesempatan bagi karyawan untuk saling mengobrol dan bersenda-gurau dengan sesamanya. Jika dirasa memang perlu, maka agendakan program wisata seperti ini sebagai kegiatan rutin tahunan.

Komunikasi yang baik akan terjalin antara sesama karyawan akan semakin memudahkan mereka dalam menjalin kerja sama dengan yang lainnya. Kerja sama yang baik ini akan bisa semakin meningkatkan produktivitas mereka sehingga pada akhirnya akan memberikan pengaruh positif bagi perusahaan. Jangan lupa untuk menggunakan software HR yang berbasis cloud agar berbagai pekerjaan administrasi HR akan bisa ditangani dengan lebih mudah dan cepat sehingga komunikasi diantara paa karyawanpun akan semakin optimal.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

 

LAPORAN PERUBAHAN MODAL SEBAGAI SALAH SATU BAGIAN DARI LAPORAN KEUANGAN

Laporan perubahan modal merupakan salah satu dari beberapa jenis-jenis laporan keuangan selain daripada laporan laba rugi, laporan neraca dan juga laporan arus kas. Suatu laporan keuangan yang disusun dan disajikan minimal dalam kurun waktu satu tahun sekali yang bertujuan untuk memenuhi sejumlah besar kebutuhan perusahaan. Maka dari itulah, laporan keuangan memiliki sifat yang umum. Maksudnya adalah tidak hanya dibuat bagi pihak-pihak tertentu saja.

Laporan keuangan berfungsi untuk menunjukan apa saja yang selama satu periode tersebut sudah di lakukan oleh seorang pelaku usaha (manajemen) atau merupakan suatu pertanggungjawaban dari pihak manajemen atas berbagai sumber daya yang selama ini telah di percayakan kepadanya.

Hal itu berarti juga bahwa laporan keuangan bersifat historis, yang mana laporan keuangan berisi tentang berbagai kejadian yang telah terjadi sebelumnya. Laporan keuangan yang terdiri dari empat macam jenis laporan, yaitu laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas dan laporan perubahan modal. Pada kesempatan kali ini akan membahas yang lebih detail tentang laporan perubahan modal.

Lalu, seperti apa sebenarnya pengertian yang lebih spesifik dari Laporan Perubahan Modal ini?

Laporan perubahan modal merupakan salah satu jenis dari laporan keuangan yang berisikan tentang berbabgai informasi seputar modal yang dimiliki oleh sebuah perusahaan serta berisikan pula tentang informasi atau hal-hal apa saja yang menyebabkan modal tersebut bisa berubah, baik bertambah maupun berkurang sampai pada akhir periode akuntansinya.

Maka dari itu dalam laporan jenis ini akan dapat kita ketahui tentang modal akhir dari sebuah perusahaan dalam periode waktu tertentu. Secara lebih spesifik, dalam suatu laporan perubahan modal pada sebuah perusahaan yang bentuk badan usahanya masih berbentuk perseorangan maupun CV atau firma yang terdiri dari modal awal perusahaannya, laba yang telah di dapatkan atau rugi yang di alami dan prive serta pada akhir laporan akan dapat di ketahui berapa modal akhir milik perusahaan.

Laba yang di dapatkan oleh perusahaan tersebut bersifat sebagai modaal awal sedangkan rugi yang di alami oleh perusahaan tersebut bersifat untuk mengurangi moda awal sedangkan prive bersifat mengurangi modal awal atas adanya penambahan maupun pengurangan terhadap modal awal tersebut, sehingga akan dapat kita peroleh modal akhir milik perusahaan.

Suatu laporan perubahan modal dalam badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) sedikit lebih berbeda. Hal ini disebabkan karena  dalam Perseroan Terbatas atau yang biasa kita singkat dengan nama PT, biasanya modal berupa saham serta laporan perubahan modal di dalam Perseroan Terbatas juga biasa di sebut sebagai laporan laba di tahan.

Secara lebih terperinci, laporan perubahan modal atau laporan laba di tahan dalam badan usaha yang memiliki bentuk Perseroan Terbatas atau yang biasa di sebut dengan PT ini terdiri dari laba di tahan awal, laba bersih, dividen yang di umumkan serta laba di tahan akhir.

Laba bersih lebih bersifat untuk menambah laba di tahan awal sedangkan dividen yang di umumkan lebih bersifat untuk mengurangi dari penambahan atau pengurangan tersebut, maka nantinya akan dapat di peroleh laba di tahan akhir.

Unsur – Unsur Utama Dari Laporan Perubahan Modal

Berikut ini merupakan unsur-unsur dari laporan perubahan modal, antara lain adalah:

1. Laba tidak di bagi awal periode (per awal tahun).
2. Laba netto periode akuntansi.
3. Dividen yang di umumkan.
4. Laba tidak di bagi per akhir periode akuntansi.

Tujuan Membuat Laporan Perubahan Modal

Tujuan dari mengapa kita harus membuat laporan jenis ini, antara lain adalah sebagai berikut ini:

1. Laporan ini di buat untuk dapat mengiktisarkan berbagai aktivitas-aktivitas dari pembiayaan serta investasi, dan juga dana yang telah di hasilkan oleh perusahaan tersebut selama kurun waktu atau periode yang telah bersangkutan.
2. Laporan ini di buat agar dapat melengkapi pengungkapan perubahan dari modal kerja.

Kesimpulan:

Laporan perubahan modal merupakan laporan keuangan yang berisi tentang berbagai informasi dari perubahan modal perusahaan yang terjadi akibat dari operasional perusahaan pada suatu periode akuntansi tertentu.

Bentuk dari laporan jenis ini tentunya di pengaruhi oleh masing-masing jenis perusahaan. Tiga macam jenis perusahaan yaitu bisa berupa perusahaan perseorangan, perusahaan persekutuan serta perusahaan perseroan. Jadi setiap jenis dari perusahaan tersebut akan memiliki bentuk laporan perubahan modal yang juga berbeda-beda.

Sekian artikel tentang laporan perubahan modal, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda sekalian serta dapat semakin memperluas wawasan Anda tentang akuntansi.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top