BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

HAL-HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN DIVISI HRD SEBELUM PELAKSANAAN TES INTERVIEW KARYAWAN BARU

Dalam menentukan siapa kandidat terbaik yang benar-benar cocok untuk mengisi sebuah posisi jabatan di perusahaan, Anda mungkin akan membutuhkan adanya teknik wawancara yang terbaik. Karena Anda membutuhkan pertanyaan yang lebih tepat dalam mengorek informasi sebanyak mungkin sehingga pilihan Anda sudah benar-benar tepat. Untuk mendukung hal itu, sebagai seorang HR manager, Anda harus tahu betul tentang tes wawancara, bahkan harus dipersiapkan sebelum akan dimulai.

Lalu, persiapan seperti apa saja yang harus dilakukan oleh tim HR sebelum akan melakukan tes wawancara kerja karyawan baru?

1. Mengenali Para Kandidat.

Seperti kata pepatah, tak kenal maka juga tak sayang. Dalam sebuah interview pekerjaan, mayoritas kandidat sudah pasti akan menunjukkan bahwa mereka sedang dalam kondisi yang paling sempurna. Namun, bisa jadi sebenarnya kandidat ini tidak seperti itu. Oleh karenanya, sangat disarankan untuk mengenal lebih jauh seputar para kandidat melalui media apapun, bisa dari Google, LinkedIn, Facebook, atau bahkan Twitter sebelum tes wawancara tersebut akan dimulai. Andapun akan dapat lebih mudah dalam mengenali sosok aslinya melalui cara seperti ini.

2. Perencanaan Perekrutan Pra Interview.

Sebuah perusahaan biasanya akan merekrut orang karena mereka memiliki permasalahan kebutuhan posisi yang memang harus diisi. Sebelum akan melakukan wawancara kerja, sangat disarankan untuk mengidentifikasi kebutuhan tersebut dan tentukan bagaimana Anda akan mengukur kesuksesan pada posisi tersebut. Anda harus paham betul tentang apakah memang perusahaan membutuhkan posisi tersebut. Jika memang iya, maka sebelum tes wawancara, berikanlah pemberitahuan terhadap setiap kandidat tentang apa saja yang akanAnda tanyakan pada saat wawancara kerja sehingga mereka akan dapat bersiap-siap.

3. Buatlah Daftar Pertanyaan untuk Proses Interview.

Membuat beberapa pertanyaan wawancara tentang hal-hal apa saja yang ingin Anda ketahui dari kandidat karyawan. Mulailah dari contoh sebuah pertanyaan wawancara yang paling mudah seperti “Ceritakan tentang diri Anda” dan lanjutkan dengan “Mengapa Anda tertarik dengan posisi ini/pada perusahaan ini?”. Dua pertanyaan tersebut akan sangat membantu Anda dalam mengenali secara lebih jauh tentang siapa bagaimana mereka, apa saja yang terpenting bagi mereka, lalu bagaimana mereka akan melihat diri mereka sendiri, serta bagaimana mereka akan melihat lingkungan sekitar. Batasi pula waktu untuk mereka dalam menjawab pertanyaan wawancara. Setidaknya, berikan dua menit untuk setiap pertanyaan yang telah diajukan.

4. Catatlah Setiap Istilah yang Masih Kurang Anda Pahami.

Saat tes wawancara sudah dimulai, mungkin kandidat akan mengungkapkan sesuatu atau istilah yang bisa saja tidak Anda mengerti. Maka Anda jangan pernah merasa ragu untuk menanyakan hal tersebut, karena hal inilah yang akan sangat membantu Anda dalam memahami bagaimana sesungguhnya pengetahuan serta pengalaman dari orang tersebut. Misalnya, “Anda menyebutkan X, bisakah Anda menjelaskan kepada saya tentang hal tersebut?”. Oleh karena itu, catatlah setiap hal yang memang membuat Anda merasa bingung dari setiap pernyataannya.

5. Berikan Kesempatan Bagi Kandidat untuk Bertanya.

Sebelum tes wawancara kerja dimulai, kandidat kemungkinan besar sudah mencari tahu terlebih dahulu tentang profil perusahaan Anda. Dari sinilah sangat penting bagi Anda untuk memberikan kepada kandidat kesempatan untuk bertanya tentang bagaimana seluk-beluk perusahaan atau apapun yang mereka ingin ketahui dari perusahaan Anda. Dari berbagai pertanyaan tersebut, mungkin saja Anda bisa mengetahui tentang bagaimana ketertarikan kandidat tersebut atas posisi yang telah Anda tawarkan.

Mengerti secara lebih mendalam tentang bagaimana kandidat memang bisa saja dilakukan dengan tes wawancara. Namun, tes wawancara kerja yang paling baik juga perlu persiapan yang benar-benar matang. Dengan begitu, Anda tidak hanya akan membantu perusahaan untuk bisa berkembang menjadi lebih baik, namun juga akan memberikan kesempatan bagi kandidat terbaik Anda untuk bisa berkarir secara lebih optimal.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

JENIS-JENIS AKUN UTAMA YANG SERING TERDAPAT PADA PERUSAHAAN JASA

Agar akun-akun dalam sebuah perusahaan menunjukkan saldo yang sesuai dengan kondsi keuangan sebenarnya, maka jurnal penyesuaian harus bisa dibuat dalam kurun waktu periode akuntansi tertentu.

Pada perusahaan jasa setidaknya terdapat enam jenis akun utama yang harus disesuaikan pada setiap akhir periodenya. Akun-akun tersebut adalah:

1. Akun penyusutan asset.

Aktiva tetap yang telah digunakan, maka nilainya akan semakin berkurang atau bahkan habis dari nilai ekonominya, sehingga aktiva tetap harus dibuatkan sebuah jurnal penyesuaian. Misalnya salon kecantikan Rosa membeli alat untuk facial baru seharga Rp. 3.000.000. Namun setelah digunakan selama 1 tahun untuk perawatan kecantikan, maka alat tersebut nilainya akan semakin berkurang menjadi Rp. 2.500.000. Karena aktiva tersebut terlalu sering digunakan, maka nilainya juga akan terus berkurang atau semakin menyusut. Untuk itulah aktiva tetap harus selalu disesuaikan pada setiap akhir periode. Pengurangan nilai tersebut lebih sering disebut dengan penyusutan dan diperlakukan sebagai bahan penyusutan dari aktiva tetap.

Jurnal penyesuaian untuk penyusutan aktiva tetap harus dilakukan dengan mendebit akun beban penyusutan dan harus meng-kredit akun akumulasi penyusutan aktiva tetap. Cara lainnya adalah dengan mendebit beban penyusutan aktiva tetap dan aktiva tetap yang pada posisi kredit.

2.Akun biaya yang harus dibayarkan.

Akun ini biasanya lebih sering disebut dengan hutang beban, yang mana merupakan beban yang menjadi kewajiban dari suatu perusahaan. Namun perusahaan masih belum melakukan pencatatan dan pembayaran. Misalnya dari beban gaji karyawan yang belum dibayarkan sampai pada akhir periode.

3. Akun piutang pendapatan yang masih harus diterima.

Akun pendapatan yang masih harus diterima biasanya disebut dengan piutang pendapatan. Akun ini lebih dimaknai sebagai pendapatan yang sebenarnya sudah menjadi hak dari suatu perusahaan, namun pendapatan tersebut masih belum diterima oleh perusahaan secara tunai sampai pada akhir periode.

4. Akun pemakaian perlengkapan.

Nilai dari suatu perlengkapan akan semakin berkurang apabila perlengkapan tersebut sudah terlalu sering digunakan, sehingga harus dibuatkan sebuah jurnal penyesuaian. Misalnya pada awal bulan salon kecantikan Rosa membeli sebuah krim perawatan kulit untuk satu bulan senilai Rp. 500.000. Setelah akhir bulan, krim tersebut tinggal sedikit saja dan diperkirakan nilainya hanya sekitar Rp. 40.000 saja. Nah berdasarkan kondisi tersebut itu berarti bahwa salon kecantikan Rosa harus merubah saldo perlengkapan yang telah dicatat senilai Rp.500.000 agar  menjadi Rp. 40.000, untuk merubahnya maka dibuatlah jurnal penyesuaian.

5. Akun biaya yang dibayar dimuka.

Merupakan semua biaya yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan yang mana sebenarnya biaya tersebut harus dibebankan untuk periode akuntansi berikutnya. Misalnya pada tanggal 1 Maret 2015 salon kecantikan Rosa membayar sewa ruko untuk 2 tahun, yaitu tahun 2015-2016 sebesar Rp. 30.000.000. Maka pada tanggal 1 Maret salon kecantikan Rosa memiliki saldo akun biaya yang dibayar dimuka sebesar 30.000.000. namun pada akhir periode tahun 2015, yaitu 31 Desember, saldo akun biaya yang dibayar dimuka akan semakin berkurang. Ini dikarenakan sebagian dari saldo tersebut harus diakui sebagai sebuah beban, untuk itulah maka perlu disesuaikan saldonya pada saat akhir periode.

6. Akun pendapatan diterima dimuka.

Merupakan pendapatan yang telah diterima oleh perusahaan dari pelanggan, namun pendapatan tersebut untuk periode mendatang. Misalnya, pada tanggal 1 Januari 2015 salon kecantikan Rosa telah menerima uang tunai dari pelangganya sebesar Rp. 5.000.000 untuk perawatan muka atas nama Dina untuk jangka waktu selama 2 tahun. Saldo akun pendapatan yang diterima dimuka pada akhir tahun 2015 saldonya akan semakin berurang bukan lagi menjadi Rp. 5.000.000, namun hanya tinggal Rp. 2.500.000. Hal ini dikarenakan selama bulan Januari sampai Desember 2015 sebagian dari saldo pendapatan yang telah diterima dimuka tersebut harus diakui sebagai sebuah pendapatan periode 2015.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MENGENAL DAN MEMAHAMI SEPUTAR LAPORAN PERUBAHAN MODAL (STATEMENT OF CHANGES IN CAPITAL)

Laporan perubahan modal merupakan salah satu bagian dari jenis-jenis laporan keuangan selain laporan laba rugi, laporan neraca dan juga laporan arus kas. Suatu laporan keuangan yang disusun serta disajikan adalah minimal dalam kurun waktu satu tahun untuk sekali guna dalam memenuhi sejumlah besar kebutuhan dari perusahaan. Maka dari itu, laporan keuangan memiliki sifat yang sangat umum. Maksudnya adalah tidak dibuat hanya untuk pihak-pihak tertentu saja.

Laporan keuangan yang berfungsi untuk menunjukan apa yang sudah di lakukan oleh seorang pelaku usaha (manajemen) atau merupakan suatu pertanggungjawaban dari manajemen atas sumber daya yang telah di percayakan kepadanya. Hal tersebut berarti bahwa laporan keuangan memang lebih bersifat secara historis, yang mana laporan keuangan akan berisi tentang berbagai kejadian yang telah terjadi sebelumnya.

Laporan keuangan yang terdiri dari empat jenis, yaitu:

1. Laporan laba rugi.
2. Laporan neraca.
3. Laporan arus kas.
4. Laporan perubahan modal.

Lalu bagaimana tentang pengertian secara lebih spesifik dari Laporan Perubahan Modal?

Laporan perubahan modal yang merupakan salah satu jenis laporan keuangan yang berisikan tentang berbagai informasi tentang modal yang dimiliki oleh perusahaan serta berisi pula tentang informasi atau hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan modal tersebut akan berubah, baik itu adalah bertambah atau berkurang sampai pada masa akhir periode akuntansi. Maka dari itu dalam laporan jenis ini akan dapat kita ketahui tentang modal akhir dari suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu saja.

Secara lebih spesifik, dalam suatu laporan perubahan modal pada sebuah perusahaan yang bentuk badan usahanya adalah berbentuk perseorangan maupun CV atau firma terdiri dari atas modal awal perusahaannya, laba yang akan didapatkan atau rugi yang di alami dan prive serta pada akhir laporan akan dapat di ketahui seberapa besar modal akhir dari perusahaan.

Laba yang akan didapatkan oleh perusahaan tersebut lebih bersifat sebagai sebagai moda awal sedangkan rugi yang seringkali dialami oleh perusahaan tersebut memang lebih bersifat mengurangi moda awal sedangkan untuk prive lebih bersifat untuk mengurangi modal awal atas adanya penambahan maupun pengurangan terhadap modal awal tersebut, sehingga akan dapat kita peroleh modal akhir dari perusahaan.

Suatu laporan perubahan modal dalam badan usaha yang memiliki bentuk Perseroan Terbatas memang sedikit berbeda. Hal ini disebabkan karena dalam Perseroan Terbatas atau yang biasa disebut dengan dengan PT, biasanya modal utamanya adalah berupa saham serta laporan perubahan modal dalam Perseroan Terbatas juga biasa disebut sebagai laporan laba di tahan.

Secara lebih terperinci, laporan perubahan modal atau laporan laba di tahan dalam jenis badan usaha yang memiliki bentuk Perseroan Terbatas atau yang biasa disebut dengan PT ini yang terdiri dari laba di tahan awal, laba bersih, dividen yang akan di umumkan serta laba di tahan akhir.

Laba bersih bersifat untuk menambah laba di tahan awal sedangkan dividen yang di umumkan lebih bersifat mengurangi dari penambahan atau pengurangan tersebut, maka nantinya akan dapat di peroleh laba di tahan akhir.

Unsur-unsur penting dari laporan perubahan modal

Berikut ini merupakan unsur-unsur penting dari laporan perubahan modal, antara lain adalah:

• Laba tidak di bagi awal periode (per awal tahun).
• Laba netto periode akuntansi.
• Dividen yang telah di umumkan.
• Laba tidak di bagi per akhir periode akuntansi.

Tujuan Membuat Laporan Perubahan Modal

Adapun untuk tujuan-tujuan mengapa kita harus membuat laporan jenis ini, antara lain adalah sebagai berikut ini:

• Laporan ini memang dibuat untuk dapat mengiktisarkan berbagai aktivitas-aktivitas pembiayaan serta untuk investasi, dan juga dana yang telah dihasilkan oleh perusahaan tersebut selama kurun waktu atau periode yang bersangkutan.
• Laporan seperti ini memang dibuat untuk dapat melengkapi pengungkapan perubahan dari modal kerja.

Kesimpulannya adalah:

Laporan perubahan modal merupakan laporan keuangan yang berisikan tentang berbagai informasi tentang perubahan modal perusahaan yang seringkali terjadi akibat operasional perusahaan pada suatu periode akuntansi tertentu.

Bentuk dari laporan jenis ini tentunya sangat di pengaruhi oleh jenis-jenis perusahaan yang sedang di jalankan. Jenis-jenis perusahaan yang biasanya menyusun laporan ini, yaitu dapat berupa perusahaan perseorangan, perusahaan persekutuan serta perusahaan perseroan. Jadi setiap jenis perusahaan tersebut akan memiliki bentuk laporan perubahan modal yang berbeda-beda pada setiap masing-masing jenis perusahaannya. Nah, cukup sekian laporan tentang perubahan modal, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan Anda sekalian. Apabila pembaca membutuhkan poenyusunan SOP keuangan perusahaan, membutuhkan software accounting untuk perhitungan pajak, dan perangkat software accounting. Silahkan hubungi 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu. Terima kasih.

HAL-HAL PENTING YANG HARUS ANDA PERHATIKAN SEBELUM AKAN MEMBUKA KANTOR CABANG BARU

Memiliki kantor cabang sendiri dalam usaha untuk memperluas jangkauan sayap bisnis merupakan impian terbesar bagi setiap pengusaha. Dengan cara memiliki kantor cabang sendiri, maka perusahaan dan produk akan menjadi terdistribusikan dengan baik dan akan semakin banyak dikenal oleh para pelanggannya. Berbagai macam alasan mengapa seorang pengusaha menginginkan untuk memiliki kantor cabang sendiri, dan salah satunya yang paling umum adalah untuk mengembangkan sayap dari bisnisnya agar bisa menjadi semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan persaingan dunia bisnis yang sudah semakin ketat saat ini.

Namun dalam hal mempersiapkan untuk membuka kantor cabang bisnis, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu agar tidak sampai mendapatkan masalah dikemudian haru pada saat cabang tersebut sudah di buka dan yang lebih parahnya lagi adalah, semakin berimbas dari tidak optimalnya operasional internal dari kantor cabang bisnis tersebut yang tentunya akan sangat merugikan bisnis pusat milik Anda sendiri.

Bagi Anda yang memiliki bisnis yang masih berkembang dan berencana untuk semakin memperluas jangkauan dari target market Anda dengan jalan membuka cabang bisnis baru pada tempat-tempat yang berbeda-beda, maka berikut ini merupakan beberapa tips yang mungkin saja sangat bermanfaat bagi Anda semua.

Titik kantor Cabang

1. Perhatikan Detail Budget Anda.

Hal pertama yang wajib Anda perhatikan adalah tentang bagaimana kondisi keuangan dari bisnis Anda. Hitunglah dengan sangat cermat tentang seberapa besar jumlah anggaran yang akan Anda habiskan untuk rencana pembangunan cabang baru tersebut. Jangan sampai stock dari keuangan Anda menjadi semakin menipis dan bahkan sampai mengganggu stabilitas keuangan dari perusahaan utama (perusahaan induk), karena terlalu memaksanakan untuk rencana ekspansi dari kantor cabang baru tersebut.

2. Lokasi Representatif.

Unsur selanjutnya yang harus Anda dipertimbangkan dalam pendirian kantor cabang baru adalah berdasarkan letak lokasinya. Apakah letak lokasi dari calon kantor cabang baru tersebut sudah benar-benar strategis dan representatif? Apakah letak dari lokasi kantor cabang baru tersebut memiliki potensi pangsa pasar yang cukup menjanjikan atau tidak? dan seterusnya. Apabila lokasi yang Anda pilih tersebut terlihat sudah cukup potensial, maka rencana untuk pengembangan bisnis tersebut bisa langsung “go action/dilaksanakan”.

3. Sudah Merekrut atau Memiliki Calon Pimpinan Baru untuk Operasional Cabang Baru.

Hal ketiga yang harus Anda pertimbangkan adalah ada atau tidaknya calon pimpinan (manager) handal yang akan memimpin segala kegiatan dari operasional kantor cabang baru tersebut. Membuka kantor cabang baru tidak ada bedanya seperti memulai bisnis dari awal lagi, sehingga diperlukan adanya tim managerial yang benar-benar handal agar mampu dalam mencapai kestabilan dari kantor cabang baru tersebut. Apabila Anda sudah memiliki kandidat terbaik, maka bersiap-siaplah untuk grand openingnya.

4. Memiliki Mekanisme Kerja yang Jelas.

Dalam usaha untuk membuka kantor cabang baru, tentunya membutuhkan adanya kerja ekstra keras. Dan lagi sebelumnya Anda harus menentukan tentang bagaimana sistem pengawasannya, menentukan bagaimana cara Anda untuk mensuplai berbagai kebutuhannya, dan banyak lagi yang lainnya. Perancangan sistem seperti itu akan membuat Anda menjadi lebih terarah dalam hal pengembangan bisnis untuk selanjutnya. Apabila mekanisme yang sudah Anda susun tersebut diprediksi akan bisa berjalan dengan lancar, maka bersiap-siaplah untuk memantapkan rencana tersebut untuk pembukaan kantor cabang baru.

5. Mempertimbangkan Cara untuk Ekspansi.

Untuk membuka kantor cabang baru, terdapat beberapa pilihan yang bisa Anda lakukan, misalnya dengan mencari partner bisnis (investor) yang bersedia untuk untuk pembiayaan pembangunan kantor cabang baru tersebut, atau dengan 100% dibiayai oleh perusahaan induk, atau bisa juga untuk mempertimbangkan dengan mewaralabakan bisnis Anda sebagai salah satu cara termudah dalam memperluas jaringan bisnis Anda.

Membuka kantor cabang baru untuk perkembangan bisnis memang merupakan cara terbaik dan yang paling ampuh dalam memperluas jangkauan target market dari bisnis Anda yang juga akan langsung berimbas terhadap semakin bertambahnya keuntungan yang akan bisa Anda dapatkan dari membuka kantor cabang baru. Namun jangan sampai Anda melupakan tentang beberapa hal diatas yang harus benar-benar Anda perhatikan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan apabila pembaca membutuhkan software accounting secara online untuk pembukaan cabang, silahkan menghubungi 081-8521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu.

Scroll to top