BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

PROSEDUR-PROSEDUR TENTANG BAGAIMANA CARANYA DALAM MELAKUKAN OPNAME/PEMERIKSAAN PIUTANG PERUSAHAAN

Pada kesempatan kali ini implementor software akuntansi akan sedikit membahas tentang pemeriksaan piutang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Opname Piutang. Sebelum kita membahas tentang bagaimana dalam prosedur pemeriksaan piutang, maka terlebih dahulu kita akan mempelajari tentang beberapa kasus piutang yang tidak tertagih serta apa saja kerugian yang diakibatkan darinya.

1. Kasus Pertama antara PT. Bank Mandiri Tbk dengan PT. Tirta Amarta Bottling.

PT. Bank Mandiri Tbk telah mengakui bahwa besarnya kerugian piutang sebesar Rp 1.47 triliun. Kerugian tersebut disebabkan karena Bank telah memberikan kredit kepada PT. Tirta Amarta Bottling, produsen air minum merek Viro. Corporate stratagy PT. Bank Mandiri Tbk (persero) Rohan Hafas menjelaskan bahwa begitu besarnya kerugian negara yang sudah ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus kredit macet tersebut yang terdiri dari nilai kredit beserta dengan bunga dan sekaligus dendanya.

Kasus ini sudah sampai dikejaksaan agung. Setelah berbagai pemeriksaan yang dilakukan, maka kejaksaan telah menetapkan setidaknya ada lima orang yang menjadi tersangka. Satu diantaranya adalah direktur Tirta, Amarta Rony Tedy dan empat lainnya dari pihak pegawai Bank Mandiri.

2. Kasus kedua antara PT. Bank Mandiri Tbk dengan PT. Central Steel Indonesia.

Pada bulan Januari tahun 2018 lalu, dilakukan sidang atas kasus tentang penyalahgunaan dana kredit oleh PT. Bank Mandiri (persero) Tbk kepada PT. Cenral Steel Indonesia (CSI). Setelah sidang usai, maka terdakwa dari pihak CSI memberikan keterangan bahwa para pemegang saham juga harus bertanggungjawab atas kasus tersebut. Para pemegang saham juga turut terlibat dalam semua keputusan yang telah diambil oleh terdakwa. Karena para pemegang saham juga ikut menikmati kredit macet dari bank Mandiri tersebut. Faktor utama yang sudah menyebabkan terjadinya kredit macet adalah karena para pemegang saham tidak terlalu peduli dengan bagaimana keadaan perusahaan yang sebenarnya.

Pihak manajemen sendiri sudah memberikan warning keras sebelum manajemen memutuskan sudah terjadi pailit/krisis keuangan. Manajemen memberitahukan kepada para pemegang saham, bahwa perusahaan saat ini sedang mengalami kesulitan dana keuangan. Pihak manajemen sendiri juga pernah meminta agar para pemegang saham bersedia untuk mengembalikan dana kepada perusahaan, namun sama sekali tidak pernah ditanggapi oleh mereka. Seandainya para pemegang saham tersebut bersedia untuk mengembalikan dananya kepada perusahaan, maka mungkin saja pihak manajemen tidak akan menetapkan telah terjadi kebangkrutan, yang sudah diakui oleh terdakwa.

Kebijakan selanjutnya yang dilakukan oleh Bank Mandiri adalah dengan menggunakan dananya untuk membayarkan hutang, membeli saham dan pembagian deviden. Padahal dana yang sudah diberikan oleh pihak Bank untuk Investasi dan modal kerja. Namun dari pihak penuntut umum malah menyatakan bahwa memang terdakwa sudah tidak termasuk lagi ke dalam salah satu sebagai para pemegang saham perusahaan, namun seluruh urusan keuangan masih dilakukan oleh terdakwa, mulai dari seleksi keuangan dan lain sebagainya.

Dari kedua kasus tersebut seperti diatas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadinya piutang yang tak tertagih juga tidak bisa terlepaskan dari adanya campur tangan dari pihak internal manajemen perusahaan. Pengendalian secara internal perusahaan juga tidak dijalankan dengan baik, sehingga menyebabkan adanya sedikit celah yang sudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan menyebabkan terjadinya kerugian yang lebih besar bagi perusahan. Selain itu, kekuatan dari para pemegang saham juga masih sangat berpengaruh besar kepada pengambilan keputusan pihak manajemen. Akan tetapi sebesar apapun tekanan dari pihak-pihak pemegang saham jika berpotensi besar untuk menyebabkan kerugian bagi perusahaan tetap tidak boleh dibenarkan. Dan akhirnya kedua terdakwa diancam telah melanggar Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Korupsi. Keduanya diancam pidana selama 5 tahun penjara karena telah melakukan penyimpangan dana dari salah satu Bank milik BUMN.

Meskipun kasus yang sudah dicontohkan seperti diatas merupakan kasus yang harus dialami oleh bank, namun untuk kasus diatas dapat kita jadikan sebagai suatu pendekatan permasalahan. Baik itu adalah Bank maupun jenis perusahaan dagang, keduanya masih tetap sama-sama memiliki resiko besar pada piutang tidak tertagihnya.

Setelah mengetahui apa yang menjadi penyebab dari kasus-kasus diatas, maka pihak yang sudah terlibat dan tentu akibatnya adalah sekarang kita akan memasuki bagaimana prosedur dari pemeriksaan piutang tersebut.

1. Siapkan data-data Penjualan yang nantinya akan diperiksa. Misalnya data dalam satu periode (bulanan).
2. Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah prosedur untuk menilai tentang kebenaran dari saldo. Pertama-tama harus kita cocokan terlebih dahulu saldo akhir antara data penjualan dengan saldo akhir yang sudah tercantum pada buku  besar, jika terdapat adanya selisih, maka langsung buat jurnal koreksinya.
3. Pisahkan antara data-data penjualan tunai dengan penjualan kredit. Kemudian, Periksalah penjualan yang sudah dilakukan secara kredit, karena kita hanya akan lebih berfokus pada kebenaran dari penyajian saldo piutang atau penjualan kreditnya.
4. Setelah kita benar-benar mengetahui jumlah saldo pasti dari piutang yang nanti akan diperiksa, telusuri ke bukti dasar dengan cara memeriksa setiap penjualan kredit ke faktur-faktur penjualan.
5. Untuk memastikan bahwa kebenaran piutang dengan cara yang lain, dapat dilakukan dengan mengkonfirmasi piutang. Namun lakukan hanya pada jenis piutang dengan nilai yang cukup material atau yang memang dianggap mencurigakan, karena jika memeriksa semuanya, maka tidak akan cukup waktunya. Besarnya nilai dari materialitas ditentukan sebelum proses pemeriksaan atau dapat dirubah pada saat proses pemeriksaan yang tergantung pada bagaimana kebijakan manajemen.
6. Konfirmasi yang dapat dilakukan terdapat tiga macam cara, yaitu:

• konfirmasi positif.

Artinya: pihak debitur akan diminta untuk memberikan pernyataan bahwa saldo yang sudah teracantum pada surat konfirmasi sudah benar.

• Konfirmasi negatif.

Artinya adalah debitur akan diminta untuk memberikan respon hanya jika tidak setuju dengan jumlah saldo yang sudah ditanyakan.

• Konfirmasi kosong.

Artinya adalah pihak debitur akan diminta untuk mengisi jumlah saldo yang sudah terutang atau mengisi informasi lainnya.

7. Setelah nilai besarnya piutang sudah sesuai dengan buku besar, maka selanjutnya lakukan analisis pengendalian internalnya. Caranya adalah dengan menghitung persentase piutang yang terlambat (Account Payable Over due). Artinya adalah piutang tersebut telah melebihi batas tanggal jatuh temponya dan harus sudah dilunasi.
8. Perhatikan nilai besarnya persentase tersebut, perhatikan juga batasan yang dapat ditoleransi. Biasanya tercantuk di dalam Key Performa Index (KPI). Laporkan kepada pihak manajemen jika memang sudah terbukti banyak debitur yang melebihi tanggal jatuh temponya.
9. Bandingkan presentase AR overdue periode berjalan dengan periode lalu. Waspadalah Jika sedang mengalami kenaikan.
10. Identifikasikan pelanggan yang seringkali terlambat dalam membayar piutang, Teruskan informasi tersebut kepada pihak manajemen agar segera dilakukan pengendalian pada proses persetujuannya.
11. Identifikasi nilai dari overdue setiap pelanggan, apakah telah melebihi plafon kredit yang telah ditetapkan. Jika total dari nilai piutang pelanggan tersebut malah melebihi plafon yang telah ditetapkan, maka periksalah bagian aprovalnya dan cari tahulah alasan mengapa disetujuinya penjualan kredit tersebut dan mengapa besarnya piutang yang masih belum terbayarkan (hampir/telah) mencapai batas kredit.
12. Jika nilai overdue pelanggan sudah mencapai/melebihi batas dari plafon kedit, maka segera teruskan informasi tersebut kepada pihak manajemen agar manajemen dapat melakukan tindakan selanjutnya. Seperti menahan pengiriman barang sebelum membayar sebagian piutangnya yang lalu.

Nah, itulah sedikit pembahasan tentang bagaimana prosedur-prosedur dalam melakukan pemeriksaan/opname piutang perusahaan. Terimakasih dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya (IRW).  Apabila pembaca ingin memahami lebih dalam tentang bagaimana prosedur dalam proses opname/pemeriksaan piutang dan membutuhkan konsultasi dalam bidang manajemen piutang para pembaca sekalian dapat menghubungi di: groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

TIPS HR: PENGERTIAN, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM MELAKUKAN PROGRAM ROTASI PEKERJAAN KARYAWAN

Dalam mempertahankan karyawan perusahaan, sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan, namun tidak terkecuali dengan adanya program rotasi pekerjaan karyawan. Menurut Anda mengapa bisa demikian? Karena rotasi pekerjaan karyawan tentunya dapat menjadikan karyawan Anda akan mendapatkan kesempatan yang mungkin saja sangat ia inginkan. Lalu bagaimana caranya untuk merotasi pekerjaan karyawan ini? Berikut ini adalah beberapa tips dari konsultan manajemen HRD untuk Anda para praktisi HRD dan personalia sekalian:

• Pengertian dari rotasi pekerjaan.

Rotasi pekerjaan merupakan strategi untuk menukarkan pekerjaan karyawan yang masih dalam lingkup satu perusahaan namun lain divisi. Karyawan akan mendapatkan tugas-tugas baru untuk batas jangka waktu tertentu sebelum akhirnya kembali lagi pada posisi awalnya. Dengan adanya program seperti ini, maka karyawan akan mendapatkan kesempatan untuk dapat mengembangkan pengalaman serta keterampilan barunya diperusahaan tersebut. Tujuannya adalah untuk lebih meningkatkan fleksibilitas sampai dengan keterlibatan karyawan. Khususnya bagi karyawan yang masih muda, mereka dapat lebih meningkatkan karir lagi tanpa perlu untuk keluar dari perusahaan dengan adanya program seerti ini.

• Kelebihan melakukan rotasi pekerjaan karyawan.

Jika Anda memang serius ingin menerapkan sistem seperti ini, maka ada baiknya Anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang apa saja kelebihan serta kekurangannya, yaitu:

1. Untuk mengurangi rasa bosan terhadap pekerjaa.

Berdasarkan penelitian, hanya sekitar 32% dari karyawan yang benar-benar terlibat dalam pekerjaannya. Dan berarti, 68% sisanya hanya bekerja dengan seadanya. Sebanyak 68% karyawan ini cenderung memiliki kemungkinan resign dari pekerjaan untuk mendapat pekerjaan lain yang dirasa jauh lebih baik dan menantang. Manfaat dari terjadinya rotasi pekerjaan seperti ini adalah Anda dapat mengantisipasi terjadinya rasa bosan dengan memberikan tanggungjawab baru terhadap karyawan. Meskipun masih belum tentu dapat menyelesaikan berbagai masalah barunya, namun setidaknya hal itu dapat menjadikan mereka semakin lebih terikat dan dapat sedikit lebih mengurangi rasa bosan.

2. Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan karyawan.

Alasan dari terjadinya rotasi karyawan yang selanjutnya adalah untuk memberikan karyawan Anda satu kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka. Dengan cara seperti itu, maka mereka akan dapat merasa menjadi semakin lebih penting bagi perusahaan. Hal seperti ini juga sangat baik bagi perkembangan karir mereka untuk ke depannya.

3. Mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang perusahaan.

Pada saat terjadinya proses rotasi pekerjaan karyawan, setidaknya mereka memiliki kesempatan untuk belajar secara lebih jauh tentang perusahaan, namun dari berbagai aspek yang berbeda. Dengan cara seperti ini, mereka akan dapat memahami tentang bagaimana pekerjaan mereka dapat diselesaikan oleh divisi-divisi lain yang ada di perusahaan tersebut, memberinya insight secara lebih mendalam dan kemampuan baru untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. Nah, karena kemampuannya sudah semakin berkembang, maka secara otomatis seorang karyawan akan menjadi jauh lebih siap untuk menerima tanggungjawab yang lebih dari perusahaan, termasuk juga jika seandainya nanti mereka mendapatkan promosi jabatan.

• Tantangan terberat karyawan untuk melakukan rotasi pekerjaan.

Selain dari pada berbagai kelebihan tersebut, melakukan rotasi pekerjaan karyawan sebenarnya juga masih tetap memiliki berbagai resiko dan juga tantangan tersendiri bagi perusahaan, yaitu:

1. Resiko semakin menurunnya tingkat poduktivitas karyawan.

Pada saat Anda ingin menerapkan proses rotasi karyawan, maka Anda akan memindahkan karyawan dari kondisi yang semula dia benar-benar begitu produktif karena sudah lebih terbiasa dengan pekerjaan tersebut, kepada posisi lain di mana dia harus belajar kembali mulai dari nol. Dan alhasil, dinamika untuk produktivitas kerja seperti ini sangat berisiko besar untuk semakin menurun selagi karyawan tersebut sedang berusaha untuk beradaptasi dengan posisi barunya. Namun, hal-hal seperti itu masih bisa sedikit dikurangi dengan mengadakan training atau program-program orientasi sebagai bekal selanjutnya bagi karyawan.

2. Rotasi pekerjaan yang mungkin cukup mengecewakan bagi seorang karyawan.

Tidak semua karyawan merasa senang untuk menerima pergantian pekerjaan. Mungkin saja sebagian mereka sudah merasa sangat nyaman dan merasa tidak ingin untuk lebih terlibat ke dalam program seperti ini. Bahkan bukan tidak mungkin jika karyawan yang berprestasi di perusahaan malah tidak ingin untuk belajar keterampilan lain diluar kemampuan asal mereka.

3. Kuranga atau merasa tidak cocok dengan program yang dilakukan oleh perusahaan Anda.

Tidak semua posisi jabatan pada perusahaan dapat diterapkan program seperti ini, dan mungkin saja perusahaan Anda adalah salah satunya. Misalnya bagi posisi yang membutuhkan adanya satu keahlian khusus, seperti insinyur, desainer sampai akuntan. Jika Anda terlalu memaksakannya, maka bukannya memberikan solusi terbaik, malah Anda justru hanya akan membawa masalah baru bagi perusahaan.

Nah, itulah sedikit penjelasan dari konsultan manajemen HRD tentang bagaimana pengertian, kelebihan dan kekurangan melakukan program rotasi pekerjaan karyawan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BAGAIMANA SEBUAH SOFTWARE AKUNTANSI BERPERAN PENTING DALAM MEMBANTU PIHAK MANAJEMEN UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN BISNIS YANG LEBIH TEPAT

Praktisi software akuntansi menyadari, bahwa laporan akhir tahun dalam suatu perusahaan merupakan hal terpenting sebagai suatu alat untuk mengukur kinerja serta tentang bagaimana kondisi keuangan dan operasional dari sebuah perusahaan, karena dengan adanya laporan keuangan yang lebih tepat dan akurat, maka akan semakin mempermudah pihak manajemen dalam hal pengambilan sebuah keputusan bisnis bagi perusahaan untuk kedepannya.

Pada zaman yang sudah serba modern seperti sekarang ini, sudah sangat banyak sekali perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk-produk software akuntansi yang bisa membuat sebuah laporan keuangan secara otomatis dan semakin lebih cepat serta dibuat hampir seluruhnya disesuaikan dengan standar akuntansi yang masih berlaku saat ini, sangat jauh berbeda apabila dibandingkan dengan menggunakan pencatatan laporan keuangan dengan cara manual (konvensional) yang setidaknya masih membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dengan tingkat keakuratan data-data yang sangat rendah.

Sekarang coba Anda bandingkan dengan penggunaan software akuntansi, waktu yang Anda butuhkan untuk membuat sebuah laporan keuangan menjadi jauh lebih efisien karena biasanya sebuah software akuntansi dibuat bertujuan untuk semakin mempermudah para usernya dalam membuat laporan kauangan bagi perusahaannya.

hanya cukup dengan menginput berbagai transaksi-transaksi mereka, maka laporan keuanganpun dengan seketika akan langsung terbentuk, otomatis menjurnal, langsung memposting kebuku besar, selanjutnya ke dalam buku pembantu bahkan langsung membentuk laporan laba rugi dan neraca bisa langsung dilihat setalah transaksi selesai diinputkan.

Tentu saja hal seperti ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan, karena bisa dengan cepat mengambil sebuah keputusan dari berbagai data-data yang sudah dihasilkan oleh sebuah software akuntansi yang telah digunakan oleh perusahaan. Penggunaan software akuntansi memang sangat besar manfaatnya bagi perusahaan, baik itu adalah dalam hal penyajian laporan keuangan bulanan (per kwartal), sampai untuk penyajian dari laporan akhir tahun atau laporan tahunan secara cepat, tepat dan akurat.

Hal seperti ini akan menjadi salah satu nilai tambah tersendiri bahwa sebuah perusahaan yang menginginkan penyajian laporan keuangan yang lebih cepat, tepat dan akurat sudah saatnya untuk bermigrasi yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan proses pencatatan transaksi dan penjurnalan secara manual (konvensional) untuk menuju pencatatan yang sudah serba digital dan terintegrasi dengan seluruh proses bisnisnya untuk menghasilkan data-data keuangan yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya dan bisa untuk dijadikan sebagai dasar alat utama untuk pengambilan keputusan dengan lebih baik.

Dari berbagai penjelasan di atas, sekarang sudah sangat jelas sekali bahwa sebuah software akuntansi yang saat ini sudah banyak berkembang sangat mampu dalam memberikan berbagai manfaat yang begitu besar dalam hal penyajian laporan keuangan, baik yang bersifat bulanan (tutup buku bulanan) maupun yang bersifat tahunan (tutup buku tahuan), termasuk juga dengan laporan akhir tahun, secara lebih jelas dan akurat sehingga bagi pihak-pihak yang berkepentingan  terhadap laporan keuangan tersebut merasa benar-benar sangat diuntungkan dalam hal pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat bagi perkembangan perusahaan dimasa mendatang.
Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

KOMPONEN-KOMPONEN LAPORAN PEMBENTUK LAPORAN KEUANGAN DAN BEBERAPA MANFAATNYA BAGI SETIAP PIHAK YANG BERKEPENTINGAN TERHADAP LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Salam sukses bagi para pengusaha semua, kali ini praktisi software akuntansi akan menjelaskan sedikit tentang laporan keuangan dan beberapa komponen-komponen yang menjadi pembentuknya. Laporan keuangan yang sebenarnya terdiri dari beberapa jenis laporan-laporan, yaitu:

1. Laporan posisi keuangan (Neraca).
2. Laporan kinerja keuangan perusahaan yang berupa perbandingan antara biaya dan pendapatan (laba-rugi).
3. Laporan perubahan modal (Ekuitas).
4. Laporan arus kas.
5. Catatan atas laporan keuangan.

Dan Berikut ini merupakan beberapa gambaran-gambaran secara umum dari setiap jenis laporan keuangan dan manfaatnya bagi beberapa pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan.

1. Laporan posisi Keuangan perusahaan (Neraca).

Laporan posisi keuangan (Neraca) berfungsi sebagai penunjuk bagaimana posisi akhir saldo dari setiap akun-akun keuangan pada setiap akhir periode tertentu (bulanan/tahun). Akun yang akan digunakan oleh perusahaan berupa saldo akhirnya atau nilai akhirnya akan nampak pada Neraca. Akun-akun yang menunjukan saldo akhir kekayaan perusahaan dan saldo akhir kewajiban serta modal yang dimiliki oleh perusahaan. Hal inilah yang menyebabkan bahwa laporan Neraca harus selalu seimbang (antara nilai debet dan kredit)nya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Neraca harus menunjukan besarnya hak yang dimiliki oleh suatu perusahaan juga harus sama dengan besarnya kewajiban yang harus dibayarkan olehperusahaan.  Pada sisi asset yang menunjukan harta kekayaan perusahaan pada Neraca, saldo akhirnya harus sama dengan saldo akhir dari sisi kewajiban dan modal perusahaan. Jika disusun dalam sebuah formula dari bentuk persamaan akuntansi adalah sebagai berikut:

Aset = Kewajiban + Modal

Asset, dalam penyajiannya akan mengelompokan akun-akun berdasarkan pada jenis likuiditasnya. Akun yang paling likuid, yaitu dapat dirubah menjadi kas akan tersajikan pada posisi paling atas dan berurutasn langsung sampai pada akun yang paling tidak likuid. Hal-hal seperti inilah yang menyebabkan Asset yang telah dikelompokkan menjadi asset lancar dan juga asset jangka panjang.
Beberapa pos yang sudah masuk kedalam jenis asset lancar adalah Kas dan juga setara kas, Piutang, Persediaan, dan beban dibayar dimuka dan lain sebagainya. Beberapa pos yang akan masuk ke dalam kelompok asset berjangka panjang adalah berupa asset tetap, dan aset tidak berwujud.

2. Laporan Kinerja Keuangan (Perbandingan biaya dan pendapatan/Laba-Rugi).

Laporan kinerja keuangan atau yang lebih sering disebut dengan Laporan Laba Rugi. Laporan ini menunjukan perbandingan antara pendapatan dan beban perusahaan pada satu periode tertentu. Pendapatan-pendapatan yang sudah diperoleh dan beban-beban yang sudah pernah dikeluarkan oleh perusahaan akan nampak pada laporan dari kinerja keuangan perusahaan. Sehingga apabila laporan ini telah disusun maka akan terlihat seberapa besar keuntungan yang sudah diperoleh oleh perusahaan. Keuntungan seperti ini akan dihitung dengan mengurangkan jumlah pendapatan dengan jumlah beban. Jika jumlah pendapatan yang jauh lebih besar daripada beban, maka perusahaan bisa dikatakan sudah laba, namun jika jumlah pendapatan jauh lebih rendah daripada beban maka perusahaan bisa dipastikan sudah mengalami kerugian. Sehingga laporan kinerja keuangan ini juga dapat berfungsi sebagai alat untuk mengejahui sejauh mana peningkatan kinerja yang sudah dilakukan oleh perusahaan.

Laporan kinerja keuangan (laba rugi) merupakan salah satu laporan yang harus disajikan diantara laporan-laporan keuangan lainnya, karena laporan kinerja ini menunjukan berapa besarnya laba bersih dari total penjualan. Bagi pengguna laporan keuangan laporan ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar laba bersih yang telah didapatkan oleh perusahaan. Berikut ini merupakan fungsi utama laporan kinerja perusahaan bagi beberapa pihak, yaitu:

• Bagi para investor, mengetahui histori dari laba bersih dapat mengurangi terjadinya resiko kegagalan untuk berinvestasi. Banyak diantara para analis investasi yang lebih menyarankan kepada para investor untuk lebih mempertimbangkan laba bersih sebagai kriteria utama sebelum akan membeli saham.
• Bagi pihak Bank, kreteria utama yang yang harus lebih diperhatikan sebelum akan memberikan pinjaman adalah berupa besarnya laba bersih. Alasannya adalah karena laba bersih perusahaan menunjukan tingkat kemampuan perusahaan dalam melunasi semua kewajiban-kewajibannya di kemudian hari.
• Untuk kompetitor, laba bersih dapat digunakan sebagai salah satu indikator tentang perbandingan dalam pencapaian keberhasilan dari sebuah perusahaan yang sejenis. Laba perusahaan akan cukup adil jika dibandingkan dengan laba perusahaan yang lebih mirip dan memilki katagori yang sama. Membandingkan antara kinerja perusahan dengan perusahaan yang sejenis dapat menunjukan bahwa perusahaan jauh lebih baik atau lebih buruk dari para kompetitor.
• Bagi pihak Pemerintah, laporan keuangan yang telah diaudit dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam menghitung berapa besarnya setoran pajak yang nantinya akan diterima dari perusahaan yang pada akhirnya akan menjadi sumber pendapatan bagi negara.

3. Laporan perubahan modal (Ekuitas).

Laporan perubahan modal berfungsi sebagai satu inforasi yang menunjukan adanya penyebab dari terjadinya perubahan modal milik perusahaan. Penyebab dari perubahan modal tersebut adalah karena beberapa macam penyebab berikut, yaitu: perubahan modal yang telah disetor, perubahan laba baik itu adalah berupa laba periode dari laporan maupun laba untuk awal periode, perubahan modal dari penilaian kembali  untuk asset-asset perusahaan, perubahan modal yang bersumber dari sumbangan, dan juga modal lain-lain.

4. Laporan arus kas.

Laporan arus kas merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari laporan keuangan. Laporan perubahan arus kas terdiri dari komponen kas dan setara kas yang dimilki oleh perusahaan. Informasi yang telah disajikan pada laporan arus kas terdiri dari laporan secara historis perubahan kas dan juga setara kas pada aktivitas operasional, investasi, dan juga pendanaan. Aliran bertambah dan/atau uang tunai, rekening giro, dan juga investasi jangka pendek yang bersifat dapat dengan cepat dirubah untuk menjadi kas dalam jumlah tertentu akan nampak pada laporan ini.

Sehingga bisa dikatakan bahwa Informasi yang telah dihasilkan dari laporan ini menunjukan adanya mutasi masuk dan keluarnya kas dan juga setara kas pada periode tertentu. Mutasi masuk kas dapat disebabkan karena adanya penerimaan uang yang bersumber dari para pelanggan, premi, Pendapatan bunga, penerimaan deviden, Keuntungan dari penjualan asset, penambahan modal dari diterbitkannya saham, uang dari pinjaman jangka panjang. Sementara untuk mutasi keluar kas dapat disebabkan karena adanya pembayaran kas kepada karyawan, pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran bunga, pembayaran pajak, pembelian asset-asset baru, pembayaran deviden, pembayaran hutang, dan pembayaran sewa guna usaha.

Hal terpenting dari laporan arus kas adalah, para pengguna dapat mengetahui berapa besarnya uang yang sudah diterima. Sebagian besar pendapatan perusahaan yang berasal dari penjulan kredit, sehingga perusahaan sama sekali tidak akan menerima kas sebelum pelunasan sudah terealisasi. Hal inilah yang harus selalu diwaspadai oleh para analis dan investor, perusahan yang tampak seperti penjualannya sangat tinggi, namun jika manajemen dari aliran kasnya sangat buruk, maka perusahaan juga beresiko besar untuk rugi dan bangkrut.

5. Catatan atas laporan keuangan (Financial report note).

Catatan atas laporan keuangan bagi pengguna laporan keuangan yang begitu penting dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. Kebijakan akuntansi, informasi penjelasan akuntansi lainnya yang juga meliputi semua pos-pos pada laporan keuangan semuanya telah diungkapkan pada laporan ini. Laporan seperti ini dimaksudkan agar laporan keuangan dapat digunakan oleh semuah pihak.

Pengungkapan pada catatan laporan keuangan yang secara khsusus bertujuan agar para pengguna dari laporan keuangan tidak sampai salah dalam memahami angka-angka atau pos-pos yang ada pada laporan keuangan, sehingga penjelasan dari angka tersebut dapat terlihat pada hasil catatannya. Catatan atas laporan keuangan juga memberikan informasi yang lebih terperinci tentang beberapa rincian atas pos-pos akun dalam laporan keuangan, karena laporan keuangan juga tidak selalu menyajikan informasi yang lengkap dan dalam kondisi tertentu akan terlalu panjang dan sangat banyak jika semua rincian atas pos-pos akun tersebut ditampilkan pada laporan keuangan.

Informasi yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan menjadi sangat penting untuk diungkapkan, karena sangat dibutuhkan oleh para pengguna laporan keuangan untuk mengetahui perincian dari laporan keuangan yang sudah dihasilkan. Laporan keuangan tidak akan lengkap jika tidak disertai dengan catatan atas laporan keuangan. Bagi para investor, catatan atas laporan keuangan bermanfaat untuk memberikan informasi seputar kebijakan perusahaan yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar untuk proses pengambilan keputusan, akan berinvestasi atau tidak.

Perbedaan perlakukan atas akuntansi pada setiap pos akan mampu menghasilakan informasi yang berbeda pula dan tidak semua perusahaan menerapkan kebijakan akuntansi yang sama seperti itu. Maka dengan cara memberikan penjelasan pada catatan atas laporan keuangan dapat sedikit mengurangi kesulitan untuk pemahaman atas laporan keuangan.

Bagi pihak Bank, catatan atas laporan keuangan juga berguna sebagai salah satu dasar untuk pegambilan keputusannya terhadap perusahaan. Bank dapat melihat adanya penjelasan dari kinerja keuangan perusahaan untuk meyakinkan, bahwa perusahaan merasa cukup mampu untuk melunasi pinjamannya dengan tepat waktu. Misalnya kebijakan seperti pencadangan dan penghapusan piutang, jika kebijakan perusahaan yang terlalu longgar, maka pihak Bank akan menilai bahwa perusahan dengan penilaian yang terlalu tinggi. Piutang yang cukup sulit untuk ditagih apalagi jika sudah tidak dapat ditagih lagi jika digunakan oleh perusahaan sebagai suatu jaminan dalam pengajuan pinjaman, maka Bank akan merasa kesulitan untuk bisa mendapatkan dana dan bunganya kembali.

Nah, itulah sedikit penjelasan dari praktisi software akuntansi tentang beberapa komponen-komponen pembentuk dari laporan dan beberapa menfaatnya bagi setiap pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan, semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian. Terimakasih dan salam sukses. (IR)
Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top