BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

TIPS TENTANG BAGAIMANA DALAM MEMBUAT LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan sedikit berbagi “TIPS BAGAIMANA DALAM MEMBUAT LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN”. Artikel ini ditulis untuk berbagi wawasan terhadap para pembaca sekalian tentang betapa pentingnya laporan laba rugi. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa laporan laba rugi merupakan laporan yang tidak mungkin terpisahakan dari laporan keuangan. Berikut ini merupakan format dari laporan laba rugi single step dan multiple step beserta dengan bentuk-bentuk susunannya.

Penjelasan tentang format dan susunan dari laporan laba rugi akan terlebih dahulu dengan menjelaskan bagaimana fungsi dari pelaporannya. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari laporan laba rugi perusahaan:

1.    Untuk digunakan sebagai alat evaluasi terhadap bagaimana kinerja manajemen.

Laporan laba rugi merupakan satu alat evaluasi untuk manajemen, yang digunakan untuk menilai tentang sebearpa efektif dan efisiennya kinerja manajemen yang sudah berjalan selama ini.

2.    Sebagai salah satu dasar yang digunakan untuk proses perhitungan pajak yang terutang.

Nilai pajak yang masih terutang akan didasarkan pada berapa besarnya laba bersih dari periode pelaporannya.

3.    Digunakan sebagai alat ukur efektifitas dan efisiensi dari sebuah usaha.

Tolak ukur dari sebuah kinerja manajemen yang dapat dilihat dari laporan keuangan, khususnya laporan berupa laporan laba rugi.

Terdapat dua macam format yang masih dapat digunakan oleh perusahaan untuk membuat laporan laba ruginya, yaitu: berupa laporan dengan format single step, dan juga laporan dengan format multiple step.

1.    Format Laporan Laba Rugi Single Step Income Statement.

Bentuk dari jenis format single step ini merupakan salah satu bentuk laporan laba rugi yang paling sering digunakan oleh banyak perusahaan. Di bawah ini akan disajikan bagaimana Formula dalam membuat laporan laba rugi single step:

2.    Format Laporan Laba Rugi Multiple Step.

Model penyajian laporan labarugi selain dari single step adalah multiple step. Bentuk untuk penyajian laporan laba rugi ini lebih menekankan pada perhitungan laba bersih yang lebih terperinci. Model laporan ini adalah memisahkan pendapatan.

Berikut ini merupakan formula untuk membuat laporan laba rugi multiple step :

Beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan yang sudah membuat laporan laba rugi dengan format multiple step ini adalah :

1.    Laporan laba rugi multiple step jauh lebih jelas dalam menyajikan jumlah laba kotor. Sebagian besar para pengguna dari laporan laba rugi memang lebih sering untuk mengevaluasi nilai laba kotor yang akan membandingkan nilai dari laba kotor pada jenis industri yang sejenis untuk mengukur seberapa tinggi kekuatan penjualan.
2.    Laporan laba rugi dengan menggunakan multiple step akan menyajikan subtotal pendapatan operasional, dimana akan lebih mengindikasikan laba yang sudah dihasilkan dari berbagai aktifitas utama perusahan seperti adanya aktifitas pembelian dan penjualan.
3.    Laporan laba rugi multiple step yang menyajikan nilai bersih untuk semua jenis item pada laporan laba rugi. Jika jumlah nilai yang tampak positif, maka perusahaan akan mengalami keuntungan. Sementara jika nilai yang tampak negatif, maka perusahan bisa dipastikan sudah mengalamai kerugian.

Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah penjelasan terkait dengan format laporan laba rugi. Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam format laporan laporan laba rugi, membutuhkan konsultasi manajemen dan membutuhkan software accounting silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak kami  di: 081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu Anda.
Sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya dan salam sukses.

 

 

 

 

Training spektakuler HRM “Manajemen Kinerja berbasis Kinerja Utama (Key Performance Indicator)”

Dalam lingkup organisasi bisnis, penilaian kinerja terhadap bawahan dan organisasi bisa dikatakan menjadi bagian integral dari kehidupan organisasi itu sendiri. Penilaian kinerja mengacu pada filosofi “you cannot manage what you do not measure”. Hal ini menegaskan bahwa manajer atau pimpinan puncak sebuah perusahaan tidak mungkin bisa mengelola dengan baik kinerja karyawan, departemen, divisi dan bahkan kinerja perusahaan secara keseluruhan jika mereka tidak melakukan pengukuran atau penilaian kinerja dengan benar.

Hamel & Prahalad (1994) mengatakan “if you do not measure it, you cannot improve it”. Artinya bahwa pengukuran kinerja merupakan variabel penting dalam manajemen sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kinerja itu sendiri. Ukuran kinerja akan membantu organisasi anda menyelaraskan aktivitas sehari-hari dengan tujuan-tujuan strategis.

Secara khusus, setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu:

Memahami tujuan dan manfaat kinerja bagi sebuah organisasi
Memahami secara komprehensif konsep dasar yang dipakai sebagai acuan mengukuran kinerja
Memahami pengertian, model, dan dapat menentukan indikator kinerja
Memahami cara membuat alat untuk mengukur kinerja utama
Memahami cara mengukur kinerja utama dengan obyektif
Memahami cara membuat laporan ukuran kinerja

Materi yang diajarkan

Sessi 1:            10.00 – 11.30

Kinerja berbasis kompetensi vs Kinerja berbasis KPI
Cara membuat penilaian kinerja berbasis kompetensi
Cara mengukur kinerja berbasis kompetensi

Sessi 2:            12.30 – 14.00

Kinerja berbasis KPI
Cara menentukan KPI Perusahaan, Departemen, Jabatan
Cara membuat format penilaian, formula, sumber data, kertas kerja

Sessi 3:            14.30 – 16.00

Cara mengolah data mentah menjadi nilai kinerja
Cara membuat pelaporan ukuran kinerja untuk manajemen

Jangan tunda lagi mengikuti training ini! Jadilah Orang yang pertama mengikuti training ini dengan Diskon khusus, silahkan hubungi Frans M. Royan, Wa 081 252 982900.

BAGAIMANA MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK ANDA DI TENGAH KOMPETISI YANG HEBAT” MELALUI SALES SUCCESS FORMULA TRAINING

Kali ini Praktisi Software Akuntansi Surabaya, Yaitu Groedu Consultant Internasional akan segera mengadakan training Sales dan marketing spektakuler. Yang bisa diikuti sales senior type produk apapun maupun sales supervisor di segala Industri, khususnya Fast moving Consumer good (FMCG). Jangan lewatkan training ini untuk memperbaiki karier bagi seorang sales senior dan memantapkan kinerja sales supervisor dan Sales Manager.

Materi Training Coaching ini cocok untuk Salesman senior type apapun maupun sales supervisor yang akan terjun langsung ke pasar untuk menghadapi bermacam-macam Company,Customer,Competition,Consumer, Category.

Namun bagi saya Sales Formula ini baru, jadi sangat penting untuk dikuasai oleh para Sales Supervisor dan Sales Manager yang nantinya bisa melatih juga sales timnya di area kerjanya masing-masing.

Sekarang banyak perusahaan yang merasa sudah cukup puas karena melengkapi timya di lapangan dengan Sales Gadgets yang aplikasi menunya sangat mendukung. Teknologi tinggi dan penting ,namun jangan melupakan bahwa Sentuhan tinggi Salesman terhadap Pelanggan juga masih tetap berperan tak kalah pentingnya.

Bagaimana jadinya persaingan Bisnis Perusahaan jikalau Keahlian Menjual Tim anda tidak ditingkatkan?

Training Coaching dengan 4 sesi :
– Sesi 1 : Jabatan & Fungsi tim penjualan dalam menangani Panca Sales
– Sesi 2 : Tiga Peran dengan aspek2 yang harus dilakukan sebagai Sales Person
– Sesi 3 : Tujuh langkah teknik presentasi penjualan yang sukses
– Sesi 4 : Role Play presentasi menjual menggunakan tiga peran Sales Person
Pemateri adalah INTARLEGABUDI LIMATUS , MM
Berpengalaman Bidang Penjualan selama lebih dari 30 th,baik di Perusahaan Industri juga Distribusi. Melatih Tim IMPLEMENTASIKAN 7 PILAR SUKSES PENJUALAN : Service Excellence – Sales Capability -Perfect Store – Market Survey – Discipline of Execution – Customer Relationship – Business Acumen. INTARLEGABUDI LIMATUS , MM merupakan trainer assoiasi Groedu Consultant International.
Jangan lewatkan kesempatan ini, silahkan wa ke 081-252-982900, bagi anda yang berminat!

TIPS MENGELOLA KAS KECIL (2) DAN BAGAIMANA KRITERIA ORANG YANG AKAN BERTANGGUNGJAWAB UNTUK MENGELOLA KAS KECIL TERSEBUT

Pada Kesempatan kali ini implementor software akuntansi akan sedikit menjelaskan tentang bagaimana tips dalam hal pengelolaan kas kecil (Petty Cash). Pada kesempatan sebelumnya implementor software akuntansi telah memberikan sedikit penjelasan tentang bagaimana cara untuk pengelolaan kas kecil dan informasi terakhir pada Pencatatan kas kecil dengan metode fluktuatif (Fluctuative Methode).

Metode pencatatan dana kas kecil yang terus berubah-ubah dan dapat benar-benar disesuaikan dengan bagaimana kondisi perusahaan. Metode lain yang masih dapat digunakan oleh perusahan dalam hal mencatat kas kecil adalah berupa metode Tetap (Imprest Fund System). Dan berikut dibawah ini adalah penjelasannya.

Jika kita mengggunakan metode tetap (Imprest Fund System), maka jumlah dana dari kas kecil akan selalu tetap. Pada setiap pengeluaran pemegang dana kas kecil juga tidak akan langsung mencatat transaksi tersebut, namun mengumpulkan terlebih dahulu bukti-bukti transaksi pengeluarannya.

Seperti contoh : Pada tanggal 1 Desember tahun 2000 Anda menetapkan dana kas kecil sebesar Rp 10.000.000,- dan pengeluaran kas kecil sampai tanggal 19 Desember untuk tahun 2000 adalah sebesar Rp 9.000.000,- dengan rincian sebagai berikut :


Pada tangal 19 dilakukan pengisian kembali sebesar Rp 9.000.000, sejak 20 Desember tahun 2000 sampai dengan tanggal 31 Desember tahun 2000 terjadi transaksi-transaksi sebagai berikut :


Selanjtunya, transaksi-transaksi diatas akan dicatat sebagai berikut :


Namun, apabila pada tanggal 31 Desember tahun 2000 kasir tidak dilakukan pengisian kembali dana kas kecil, maka jurnal yang perlu dicatat adalah sebagai berikut:

Jurnal diatas harus dicatat karena tidak dilakukan pengisian kembali, maka transaksi-transaksi yang sudah terjadi akan langsung dibebankan pada kas kecil.

*Sebagai catatan bahwa transaksi-transksi di atas akan digolongkan sebagai beban administrai dan umum.

Manfaat dari mengunakan metode tetap (Imprest Fund System) adalah sebagai berikut:

1. Membantu para staff accounting dalam melakukan closing.
2. Membuat proses pencatatan akan menjadi lebih sederhana.
3. Lebih memudahkan untuk menelusuri (Trace) dari setiap transaksi pengeluaran.
4. Memudahkan penelusuran dari pos-pos yang berkaitan dengan pengeluaran dari kas kecil.
5. Memudahkan bendahara dalam menentukan jumlah dana untuk periode selanjutnya.
6. Pengawasan pada kas kecil yang menjadi lebih baik.

Dari beberapa manfaat yang telah disebutkan di atas, perusahaan yang menggunakan metode imprest perlu memperhatikan bahwa keleluasaan bendahasa kas kecil memang sangat terbatas. Mereka tidak dapat memeriksa saldo akhir bulan dan tidak dapat mengambil dan mengisi kas sebelum akhir periodenya.

Menentukan Staf yang Bertanggung Jawab Terhadap Kas Kecil

Setelah menetapkan besarnya saldo awal dan metode pencataten kas kecil, maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh perusahaan adalah menentukan orang yang memegang fungsi kas kecil. orang yang akan memegang kas kecil biasanya disebut dengan bendahara kas/ kasir. Tugas utama mereka adalah untuk mencatat pengeluaran-pengeluaran rutin yang jumlahnya tidak terlalu besar dan dan lebih bersifat pengeluaran tunai.

Beberapa kriteria orang yang mungkin cocok untuk ditempatkan pada posisi kasir adalah sebagai berikut.

1. Cukup menguasai pembukuan akuntansi. Seorang kasir diharapkan memiliki pengetahuan cukup tentang cara pencatatan transaksi yang meliputi penerimaan uang, dan pembayarannya.
2. Rapi. Kasir harus mencatat transaksi dengan lebih rapi, tujuannya adalah agar berbagai informasi yang sudah dihasilkan akan dapat dipahami oleh para penggunannya.
3. Senang dengan pekerjaan pencatatan (clerical). Klerical merupakan pekerjaan pencatatan yag sering/rutin dilakukan. Oleh seseorang yang menyukai aktifitas catat mencatat akan sangat cocok jika ditempatkan pada fungsi kasir.
4. Jujur. Jujur disini dirtikan mencatat transaksi apa adanya. Besarnya transaksi yang akan terjadi dicatat sebesar seperti apa yang tertulis pada bukti transaksi. Kasir tidak diijinkan mencatat transaksi berdasarkan pada asumsi dan kepentingan pribadi.
5. Berpikir Logis. Kasir akan selalu dihadapkan pada permasalahan yang membutuhkan penalaran dalam pengambilan keputusan yang berbentuk angka. Meskipun harus berkelut pada angka, namun seorang kasir juga harus dapat mengambil keputusan yang berdasarakan pada prinsip dan asumsi. Dam dari sinilah fungsi dari logika tersebut.
6. Bekerja berdasarkan pada standard. Semua pengambilan keputusan harus didasarkan pada standar akuntansi. Seorang kasir tidak diijinkan untuk menggunakan asumsi yang berlawanan dari standar yang telah ditetapkan.
7. Detail. Detail disini bisa diartikan setiap jumlah yang sudah ditampilkan pada transaksi, kasir harus selalu melihat perincian dari transaksi tersebut.
8. Teliti. Seorang kasir juga akan selalu dihadapkan pada transaksi uang yang merupakan harta milik perusahaan. maka sifat ketelitiannya juga harus sudah tertanam pada diri si kasir. Teliti disini berarti hanya mengakui transaksi yang didukung oleh bukti-bukti transaksi saja, sehingga dalam pencatatannya harus dilakukan secara lebih obyektif. Angka yang dicatat harus sesuai dengan bukti transaksi yang sebenarnya.
9. Konsisten. Seorang kasir harus tetap konsisten daam melakukan pencatatan pada setiap transaksi yang terjadi. Konsisten dapat diartikan tetap patuh pada staandar akuntansi dan berbagai peraturannya.
10. Disiplin. Seorang kasir yang tidak diperkenankan akan mengabaikan data, bukti transaksi, prosedur , dan kebijakan yang masih berkaitan dengan tanggungjawabnya. Tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan metrialitasnya.
11. Skeptis. Seorang kasir yang baik akan selalu merasa selalu ingin tau yang besar. artinya adalah selalu mengambil keputusan yang lebih didasarkan pada bukti transaksi yang masih dapat dipertanggung jawabkan.
12. Sederhana. Seorang kasir harus dapat berpikir dengan lebih sederhana, yakni harus lebih mengedepankan sikap hati-hatinya (Konsevatif) dalam setiap pengambilan keputusan.

Nah, itulah sedikit tips seputar bagaimana cara dalam mengelola kas kecil. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami dengan lebih mendalam tentang bagaimana cara untuk mengelola kas kecil, atau membutuhkan konsultasi manajemen, dan membutuhkan Software Accounting, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya

Scroll to top