BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

PERSYARATAN UTAMA AGAR DAPAT MENJADI SEORANG ACCOUNTING MANAGER DAN FINANCE YANG HANDAL

Mungkin dari Anda sekalian masih ada yang tertarik untuk menjadi seorang accounting manager (manager keuangan)? Dari semua jabatan akan selalu ada juga yang berpikiran tentang bagaimana sisi positif dan negatif dari menjadi seorang accounting manager? Lalu sekarang yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah, bagaimana untuk dapat memenuhi persyaratan-persyaratan agar dapat menjadi seorang manager keuangan (accounting manager)?

Kembali lagi kepada pemahaman pemisah-batas antara “akuntansi” dan “keuangan.” Akuntansi (accounting) merupakan satu alat pengukur (measurer), sedangkan keuangan (finance) adalah berupa alat pengelola (manager).

Manajer keuangan dan manajer akuntansi memang sangat berhubungan erat satu sama lain dalam sebuah perusahaan, definisi lain tentang manajeman keuangan adalah, manajemen dana yang berhubungan dengan darimana perusahaan tersebut masih dapat membiayai berbagai aktivitas usahanya dan akan di alokasikan kemana dana yang selama ini telah dimilikinya tersebut.

Manager akuntansi bertugas untuk memberikan berbagai informasi akuntansi yang memang secara khusus ditujukan untuk manajer maupun pihak-pihak manajeman perusahaan agar dapat menjadi lebih siap dalam proses untuk menganalisa, mengelola, mengkontrol dan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.

Sebenarnya juga tidak mudah untuk bisa menjadi seorang manager keuangan yang handal di internal perusahaan, dibutuhkan adanya tingkat softskill, mental, dan pengalaman yang lebih tinggi agar dapat menjalankan tugas ini, dan tentu saja semua itu masih ada prosesnya yang lebih panjang.

Beberapa Persyaratan Utama Agar Dapat Menjadi Seorang Manager Keuangan (Accounting Manager) yang Handal.

1. Motivasi yang lebih tinggi terhadap diri sendiri.

Memang menjadi satu hal yang lebih sulit dalam upaya untuk memotivasi diri sendiri, karena kebanyakan manusia memang lebih cenderung untuk menunggu moodnya dapat kembali seperti semula lebih dulu, katakan pada diri sendiri bahwa Anda memang bisa dan merasa sanggup untuk menjadi seorang manager keuangan yang handal dan dapat dipercaya di perusahaan, dengan begitu secara tidak sadar bahwa alam bawah sadar Anda akan mampu memberikan aura positif yang lebih baik terhadap Anda agar menjadi seorang manajer keuangan yang handal.

2. Rajin untuk berorganisasi.

Bagi Anda yang ingin menjadi seorang manajer keuangan yang hebat, maka untuk tipe gaya kepemimpinan Anda memang sangat dinilai oleh atasan Anda maupun para bawahan Anda, maka dengan rajin untuk lebih aktif dalam berorganisasi merupakan salah satu solusi terbaik untuk Anda, agar diri Anda dapat menjadi lebih siap dalam menghadapi segala tantangan di masyarakat, dengan begitu, maka diri Anda akan semakin menjadi terlatih dengan sendirinya.

3. Mengambil pendidikan yang lebih berkualitas.

Memiliki basic pendidikan yang kuat adalah sebagai dasar utama untuk setiap menjalani profesi yang lebih berbasis pengetahuan. Hanya dengan menjadi lulusan atau menjadi seorang MBA juga tidak bisa langsung disebut sebagai seorang pendidikan yang baik. Pastinya harus melalui proses kursus profesional yang lebih sulit lagi, yang tentunya akan dapat membawa ke tingkat pengetahuan kita kepada tingkat yang lebih tinggi lagi.

Selalu mencoba untuk mengikuti kursus profesional yang baru dan lebih menantang. Anda juga diharuskan untuk memiliki semangat yang lebih tinggi sejak usia dini untuk memiliki pendidikan yang lebih baik. Pendidikan yang baik juga tidak berarti bahwa harus belajar di sekolah-sekolah ternama. Pendidikan yang baik akan selalu datang dari dalam diri setiap masing-masing individu, semangat tersebut akan semakin mendorong Anda untuk mulai belajar terhadap ketrampilan-keterampilan baru, subyek dan teknologi. Kecuali jikaAnda memang memiliki kecenderungan kuat terhadap fokus pembelajaran dan pendidikan, selalu tidak memungkinkan untuk bisa menjadi seorang konsultan yang baik. Misalnya saja , jika Anda adalah seorang akuntan atau akuntan manajemen, maka hal itu akan selalu sangat membantu Anda jika suatu saat sudah menjadi seorang konsultan keuangan yang baik.

4. Lebih mendalami seputar teori akuntansi menengah (intermediate) & lanjutan (advance).

Yang sudah merasakan bagaimana sulitnya bisa lulus dari bangku kuliah dari semester 3 sampai dengan semester 7 sudah pasti pernah merasakan bagaimana pusingnya mata kuliah Analisa laporan keuangan, Akuntansi keuangan, Akuntansi Keuangan Lanjutan. Tidak ada salahnya bukan bagi Anda untuk yang ingin menjadi seorang manager keuangan yang handal, untuk mendalami kembali materi-materi tersebut. Dengan begitu knowledge Anda akan semakin bertambah semakin matang.

5. Mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan manajerial seputar keuangan & akuntansi.

Hal ini merupakan salah satu bentuk investasi bagi Anda, karena semuanya tidak ada yang serba instant, semuanya juga tetap membutuhkan adanya proses, pelatihan skill-skill manajerial keuangan & akuntansi memang sangatlah penting, mengapa bisa demikian? Karena akan semakin menambah knowledge Anda, seperti jenis pelatihan-pelatihan:: Pelatihan Akuntansi Keuangan, mengikuti Pusat Pengembangan Akuntansi Keuangan (PPAK), mengikuti ujian Certified Public Accountant (CPA), dan masih banyak lagi jenis lembaga-lembaga lain yang mengadakan pelatihan keuangan & akuntansi untuk semakin mengasah kemampuan Anda.

Demikian pembahasan tentang apa saja persyaratan-persyaratan agar dapat menjadi seorang accounting manager dan finance yang handal dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Terimakasih dan salam sukses.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

BEBERAPA KELEMAHAN PROSES PEMBUKUAN AKUNTANSI MANUAL (TANPA MENGGUNAKAN SOFTWARE AKUNTANSI)

Pengelolaan keuangan dari sebuah bisnis merupakan salah satu langkah yang sangat menentukan kesuksesan sebuah usaha tidak terlepas dari skala dan jenisnya sudah pasti juga tetap membutuhkan yang namanya pengelolaan keuangan usaha. Manajemen keuangan ini merupakan satu hal mutlak yang harus dilakukan oleh setiap pengusaha.

Bisnis yang selama ini telah dijalankan tanpa adanya pengelolaan keuangan yang baik, sudah pasti beresiko terlalu besar untuk mengalami kegagalan usaha. Dan hal ini karena penyebab utamanya adalah karena pengusaha sendiri tidak akan bisa memastikan dengan pasti antara jumlah pemasukan dan pengeluaran yang selama ini telah digunakan dalam segala kegiatan operasional dari usahanya.

Seringkali ditemukan bahwa pemilik usaha banyak yang tidak tahu pasti tentang berapa besar nilai sebenarnya dari seberapa besar persisnya jumlah seluruh omset penjualan yang didapatkannya, dan mereka hanya bisa memperkirakan persisnya saja. Sementara itu ada juga yang memerintahkan karyawannya yang merekap omset penjualan selama setahun lalu yang membutuhkan waktu bisa sampai berhari-hari lamanya.

Untuk proses pengelolaan keuangan yang tidak teratur seperti ini, dimana pengusaha yang sama sekali tidak memiliki data yang lebih akurat terkait dengan umur piutang dari pelanggannya, sehingga banyak diantara beberapa piutang yang sama sekali tidak tertagih. Dan akibat terburuknya adalah aliran cash flow perusahaan akan menjadi semakin terganggu dan bahkan macet total yang menjadikan proses operasional usaha semakin tersendat.

Begitu pula untuk mengetahui jumlah pasti dari stok, tanpa adanya informasi yang lebih akurat dan bisa dengan lebih cepat untuk diakses, maka para karyawan yang terkait harus rela untuk melakukan proses pengecekan yang lebih panjang di gudang. Bahkan juga tidak menutup kemungkinan yang seringkali menyebabkan terjadinya tindak penyimpangan atau berupa penggelapan dari gudang.

Tanpa adanya sistem yang terintegrasi, apabila pihak manajemen sedang membutuhkan adanya informasi tertentu, maka harus terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada bagian terkait dan membutuhkan waktu untuk mengerjakan/mengolah laporan/dari informasi tersebut.

Mengelola keuangan usaha yang tidak dilakukan dengan kurang baik bahkan masih menggunakan cara manual sebenarnya juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

1. Membutuhkan pembiayaan yang jauh lebih besar.

Masih merasa nyaman dengan menerapkan proses pencatatan keuangan secara manual akan semakin menuntut Anda untuk merekrut dan menggaji seorang stasf khusus hanya untuk menyelesaikan pekerjaan pembukuan dari usaha Anda. Belum lagi jika sampai harus terjadi human error, yang mana Anda sendirilah yang harus memperbaiki laporan keuangan tersebut. Semua proses tersebut juga membutuhkan waktu yang sangat panjang dan harus ada tingkat ketelitian yang sangat tinggi.

2. Terbatasnya akses.

Sebagai seorang pengusaha, tentunya Anda harus selalu mengetahui dan memonitor bagaimana perputaran dari arus keuangan dari usaha Anda. Data keuangan usaha merupakan suatu hal yang sangat krusial dan harus benar-benar dijaga kerahasiaannya. Namun jika Anda sedang berada di luar kota untuk kepentingan bisnis, maka Anda tidak bisa dengan leluasa untuk monitor bagaimana keuangan dari usaha Anda dan untuk informasi yang didapatpun juga sangat terbatas.

3. Terlalu rendahnya sistem control dan pengawasan.

Menerapkan proses pencatatan keuangan secara manual akan semakin mempersulit Anda dalam hal control dan pengawasan terhadap arus keuangan usaha. Data keuangan yang seharusnya hanya boleh dipegang oleh satu orang saja memang sangat rentan untuk memicu terjadinya tindakan-tindakan kecurangan yang mungkin saja sama sekali belum Anda sadari sebelumnya. Penyalahgunaan asset-asset usaha, mengubah laporan keuangan untuk keuntungan pribadi adalah beberapa contoh dari tindakan-tindakan kecurangan yang seringkali terjadi.

4. Sangat beresiko besar untuk kehilangan data-data penting perusahaan.

Masih menggunakan sistem pencatatan secara manual beresiko besar untuk kehilangan data-data penting perusahaan. Resiko untuk kehilangan atau terjadinya kerusakan data akibat kecerobohan dari setiap personel memang seringkali terjadi. Kesalahan yang seperti tampak sederhana ini malah justru akan memberikan dampak yang sangat besar bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Maka solusi terbaik untuk permasalahan seperti ini adalah dengan menerapkan sistem pencatatan yang serba terkomputerisasi, dengan menggunakan sistem pencatatan keuangan yang sudah serba terkomputerisasi/penggunaan software akuntansi dari awal usaha Anda akan semakin menuntut Anda untuk lebih disiplin dalam proses penginputan data. Dengan menerapkan sistem yang sudah serba terkomputerisasi, maka pihak manajemen akan dapat dengan cepat langsung mengakses berbagai informasi yang diinginkan secara real time. Tentu saja untuk pembatasan akses dan wewenang dari user dalam mengakses informasi sebelumnya harus sudah ditetapkan terlebih dahulu.

Selain dari permasalahan kecepatan dan ketepatan dalam hal penyajian informasi laporan keuangan, manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari penggunaan software akuntansi adalah yang terkait dengan efektivitas dan produktivitas perusahaan. Jika sebelumnya Anda harus mencatat berbagai transaksi dengan berulang kali untuk jenis transaksi yang kurang lebih sama, seperti halnya mencetak surat jalan atau berupa faktur pajak, maka dengan adanya bantuan dari penggunaan software akuntansi yang sudah terintegrasi untuk proses penginputan data hanya harus dilakukan sekali saja.

Sistem secara otomatis akan membuat jurnal dan laporan yang terkait dengan transaksi tersebut. Kelebihan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah pihak manajemen akan memiliki banyak sekali waktu untuk mengevaluasi dan meningkatkan performa dari perusahaan. Dengan penggunaan dari software akuntansi, maka segala tugas-tugas yang lebih administratif akan dapat dilakukan dengan lebih terperinci dan cepat. Pihak manajemen hanya perlu untuk memonitor data-data yang sudah selesai diinput oleh para karyawan, sehingga akan dapat semakin meminimalkan untuk terjadinya resiko tindakan-tindakan kecurangan. Keteraturan dan efisiensi proses administrasi sepertri ini akan semakin mendorong lebih meningkatnya tingkat produktivitas.

Menggunakan software akuntansi merupakan satu bentuk investasi untuk jangka panjang bagi sebuah perusahaan. Dengan semakin berkembangnya usaha milik Anda, maka akan menjadi semakin kompleks pula untuk proses pengelolaan keuangan yang harus dilakukan terhadap perusahaan. Terlebih lagi jika perusahaan Anda sudah mulai melibatkan para kreditor dan para investor yang akan smakin menuntut Anda untuk memiliki pencatatan keuangan yang cukup memadai bagi mereka. Kemampuan dalam hal menjual bukanlah satu-satunya penentu utama dari keberhasilan bisnis milik Anda jika tidak diimbangi dengan adanya sistem pengelolaan keuangan yang baik dan benar.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

PILAR-PILAR FITUR DARI FUNGSI UTAMA PROGRAM AKUNTANSI YANG PALING BANYAK DIGUNAKAN PERUSAHAAN

Aplikasi (software) akuntansi merupakan sebuah sistem untuk pencatatan transaksi keuangan pada komputer yang bisa disesuaikan dengan setiap masing-masing jenis usaha. Untuk aplikasi (software akuntansi) ini akan mencatat setiap transaksi keuangan dari sebuah bisnis dan akan mempercepat dalam menyediakan berbagai jenis laporan-laporan keuangan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan, dan nantinya yang akan digunakan sebagai kontrol keuangan atau untuk membuat suatu keputusan bisnis.

Untuk saat ini saja sebenarnya sudah sangat banyak sekali aplikasi akuntansi yang beredar di pasar teknologi IT dengan berbagai macam dan jenis spesifikasi serta fitur-fitur andalan masing-masing yang kesemuanya memang memiliki keunggulannya sendiri-sendiri.

Berikut ini merupakan beberapa fungsi dalam aplikasi/software akuntansi yang seringkali banyak digunakan pada setiap proses operasional perusahaan agar dapat mengelola keuangannya masing-masing dengan lebih baik:

1. Fitur Pembelian (Purchasing).

Merupakan fitur untuk melakukan transaksi pembelian produk persediaan (untuk jenis usaha dagang), untuk pembelian bahan baku (bagi jenis usaha produksi/manufaktur) yang akan digunakan dalam kegiatan proses produksi bisnis dan pembelian sebagai bahan penunjang untuk jenis kegiatan usaha jasa. Proses pembelian sendiri berbeda-beda untuk setiap jenis usaha, ada yang membutuhkan adanya fitur purchase order yang akan digunakan sebagai dasar acuan pembelian perusahaan, namun ada pula yang langsung purchase tanpa menggunakan purchase order semua tergantun kebutuhan masing-masing perusahaan. Semua aplikasi/software akuntansi pasti menyediakan fitur ini untuk kebuhan laporan pembelian atau bisa juga digunakan untuk menentukan harga perolehan.

2. Fitur Persediaan (Inventory).

Persediaan sebagai salah satu asset yang dimiliki oleh perusahaan, baik dalam bentuk barang dagangan (usaha dagang), barang jadi atau barang yang masih dalam proses pembuatan untuk jenis usaha manufaktur. Terdapat tiga jenis kelompok inventory, yaitu: persediaan bahan baku, persediaan dalam proses, dan juga persediaan barang jadi yang sudah bernilai jual. Secara umum, semua aplikasi akuntansi telah menyediakan adanya fitur gudang dan juga dalam fitur inventory sendiri juga terdapat sub-sub menu inventory lain yang bisa diinput dan dimonitor untuk mendapatkan informasi jumlah stok yang lebih akurat.

3. Fitur Penjualan (Sales).

Selain untuk menampilkan informasi seputar transaksi penjualan produk, fungsi ini juga akan menampilkan detail dari diskon dan pajak (Ppn). Fungsi dari fitur penjualan ini adalah salah satu fungsi yang sangat penting dalam hal proses keuangan karena berhubungan langsung dengan transaksi dan juga income (pemasukan) bagi perusahaan.

4. Fitur Stock Opname Persediaan.

Fungsi dari stock opname ini juga menjadi salah satu yang terpenting, karena secara khusus untuk menghitung dan membandingkan persediaan/stok antara produk catatan dengan produk fisik. Tujuan utama dari dilakukannya proses stock opname ini adalah untuk mengetahui kebenaran dari catatan persediaan dalam pembukuan. Sehingga akan langsung diketahui apakah catatan dalam pembukuan stock opname tersebut sudah benar-benar sesuai atau tidak. Selain itu fitur ini juga lebih banyak digunakan sebagai sistem pengendalian internal untuk mendapatkan HPP dan membandingkan stock dari tahun ke tahun berikutnya.

5. Fitur Laporan Keuangan (Neraca Keuangan).

Merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang dapat dihasilkan oleh program akuntansi dalam periode tertentu yang menunjukkan bagaimana posisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya pada periode-periode tersebut. Laporan inilah yang nantinya akan digunakan sebagai dasar utama dalam hal pengambilan keputusan bisnis oleh pihak manajemen, neraca keuangan sebenarnya terdiri dari  asset, liabilitas, dan ekuitas. Fungsi utama dari neraca ini adalah untuk memberikan informasi seputar laporan keuangan perusahaan secara lebih mendetail dengan menampilkan nilai seimbang dari debit dan kredit perusahaan.

Dengan mengetahui setiap masing-masing fungsi inti dari kelima pilar fungsi utama dari sebuah aplikasi akuntansi tersebut, maka akan semakin mempermudah bagi Anda untuk memasukkan data-data dan untuk mendapatkan informasi laporan yang jauh lebih akurat. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih, salam sukses.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BERBAGAI MANFAAT MELAKUKAN REVALUASI ASSET TETAP MILIK PERUSAHAAN

Revaluasi bisa diartikan sebagai suatu penilaian kembali atas asset tetap milik perusahaan sebagai akibat dari kenaikan nilai asset dipasaran atau karena semakin rendahnya nilai asset tetap dalam laporan keuangan akibat dari terjadinya devaluasi. Hal inilah yang menyebabkan nilai asset tetap dalam laporan keuangan menjadi tidak lagi menunjukkan nilai yang wajar.

Penilaian kembali atau berupa revaluasi tersebut yang harus dilakukan dengan tujuan agar perusahaan dapat melakukan perhitungan penghasilan dan biaya menjadi semakin lebih wajar untuk menunjukkan kemampuan dan nilai perusahaan yang sebenarnya.

Manfaat Melakukan Revaluasi Pada Asset Perusahaan

Dengan dilakukannya revaluasi ini maka akan memberikan beberapa manfaat berikut ini:

• Neraca akan menunjukkan posisi kekayaan yang tetap wajar.
• Kenaikan nilai asset tetap dengan konsekwensi dari semakin naiknya beban penyusutan asset tetap yang telah dibebankan ke dalam laba rugi atau yang nanti akan dibebankan kepada harga pokok produksinya.

Revaluasi Asset Tetap Milik Perusahaan

Untuk asset-aset tetap milik perusahaan yang dapat direvaluasi adalah berupa asset tetap berwujud yang terletak di Indonesia dan yang dimiliki serta seringkali dipergunakan untuk mendapatkan, serta menagih dan memelihara penghasilan yang merupakan objek pajak.

Penilaian kembali terhadap asset milik perusahaan juga harus dilakukan berdasarkan dari nilai pasar asset tetap tersebut yang masih berlaku pada saat penilaian kembali yang telah ditetapkan oleh perusahaan jasa atau oleh seorang ahli yang sudah diakui oleh pemerintah.

Asset yang berada dalam kelompok asset tertentu juga harus direvaluasi secara bersamaan yang bertujuan untuk menghindari revaluasi asset secara selektif dan semakin tercampurnya biaya perolehan beserta nilai lainnya pada saat yang berbeda. Namun demikian, untuk revaluasi pada kelompok asset sebenarnya dapat dilakukan secara bergantian selama revaluasi dari kelompok asset tersebut dapat terselesaikan secara lengkap dalam waktu yang lebih singkat.

Pada saat terjadinya revaluasi, jika jumlah aset yang sudah tercatat malah semakin meningkat, maka ntuk kenaikan tersebut akan langsung dikreditkan pada ekuitas pada surplus revaluasi. Namun jika pernah diakui penurunan dari nilai asset karena revaluasi dalam laporan laba rugi, maka untuk kenaikan asset tersebut harus diakui terlebih dahulu dalam laporan laba rugi sebesar nilai penurunan yang telah diakui sebelumnya.

Dengan demikian, maka sisa nilai dari bagian yang telah diakui dalam laporan laba rugi akan dicatat sebagai sebuah kenaikan langsung yang dikreditkan pada ekuitas. Pada saat dilakukan revaluasi, jika jumlah asset yang telah dicatat mengalami penurunan, maka penurunan tersebut akan diakui dalam laporan laba rugi. Namun jika asset tersebut sebelumnya pernah direvaluasi dan dicatat sebagai kenaikan yang langsung dikreditkan kepada ekuitas, maka penurunan nilai karena revaluasi akan langsung didebitkan kepada ekuitas pada bagian surplus revaluasi dengan catatan bahwa jumlah maksimal yang dapat didebet adalah sejumlah saldo surplus revaluasi. Maka sisa nilai dari penurunan akan dibebankan kepada laporan laba rugi.

Jika terdapat dampak atas pajak penghasilan atas kenaikan atau penurunan dari nilai aset karena hasil revaluasi harus segera dikalkulasikan dan dicatat sesuai dengan catatan kenaikan maupun penurunan revaluasi. Pajak tangguhan yang akan dihitung dan dibebankan pada ekuaitas atau dari laporan laba rugi akan mengikuti mekanisme dari pengakuan hasil revaluasi. Pada saat asset tetap direvaluasi, maka akumulasi untuk penyusutan pada tanggal revaluasi yang dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut, yaitu:

1. Dapat disajikan secara proporsional yang mana dengan adanya perubahan dalam jumlah tercatat bruto dari asset, sehingga jumlah tercatat asset setelah revaluasi akan menjadi sama dengan jumlah revaluasian. Biasanya untuk metode ini lebih sering digunakan apapbila asset direvaluasi dengan memberikan indeks untuk menentukan biaya pengganti yang sudah disusutkan.

2. Jumlah tercatat bruto dari asset yang dieliminasi dan jumlah tercatat neto setelah dieliminasi akan disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari asset tersebut. Metode seperti ini lebih banyak digunakan untuk bangunan.

Pemindahan surplus revaluasi terhadap asset tetap kepada laba ditahan yang disajikan pada ekuitas yang dilakukan pada saat asset tetap tersebut tidak lagi digunakan. Namun untuk sebagian surplus revaluasi akan dipindahkan kepada saldo laba yang sejalan dengan penggunaan asset oleh entitas.

Pemindahan yang dilakukan sebesar dari selisih jumlah penyusutan antara jumlah penyusutan yang berdasarkan dari nilai revaluasian dengan jumlah penyusutan yang berdasarkan dari biaya perolehan asset tersebut. Pemindahan surplus revaluasi akan langsung dilakukan pada saldo laba dan tidak akan melalui laporan laba rugi.

Dalam melakukan revaluasi ini tidak bisa terlepas dari kendala , seperti kegiatan revaluasi yang merupakan kegiatan yang lebih sulit untuk dilakukan dan membutuhkan adanya biaya yang lebih besar untuk membayar jasa dari penilai revaluasi.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top