Kategori: Accounting

TIPS DALAM MENINJAU ULANG NERACA SALDO APABILA TERJADI TIDAK BALANCE (TIDAK SEIMBANG)

Untuk standar normalnya, neraca saldo seharusnya adalah balance (seimbang). Namun terkadang bisa juga terjadi masalah bahwa neraca saldo yang telah dibuat oleh sebuah perusahaan mengalami hal lain, yaitu tidak seimbang (balance). Dalam melakukan pencatatan transaksi, pemindahan (posting) ke dalam buku besar, dan menghitung saldo memang membutuhkan tingkat ketelitian dan kecermatan yang sangat tinggi.

Meninjau hal-hal atau penyebab yang mengakibatkan mengapa neraca saldo sampai terjadi tidak balance harus dilakukan dengan sesegera mungkin. Karena, apabila saldo masih tetap tidak seimbang, maka akan sangat berpengaruh besar terhadap proses akuntansi untuk selanjutnya dan tidak mungkin akan dapat dilanjutkan sebelum membetulkan ketidak seimbangan tersebut, sampai sudah menemukan kesalahannya dan segera membuat jurnal penyesuaian atau jurnal koreksi.

Langkah-langkah dalam melacak Neraca Saldo yang tidak balance adalah sebagai berikut:

Terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk melacak terjadinya kesalahan dalam proses pembuatan neraca saldo, sehingga akan bisa ditemukan apa saja penyebab mengapa neraca saldo sampai terjadi tidak balance, yaitu:

1. Menghitung ulang hasil dari penjumlahan pada kolom-kolom debit dan kredit dari neraca saldo tersebut.

2. Apabila setelah dihitung sudah benar, maka langkah selanjutnya adalah dengan jalan membandingkan nama-nama akun yang ada pada neraca saldo dengan yang berada di buku besar, memastikan apakah terdapat akun-akun yang sudah terlewatkan belum terposting atau belum dimasukkan ke dalam neraca saldonya.

3. Memastikan hasil dari penjumlahan antara debit dan kredit beserta selisihnya pada setiap akun-akun dari buku besar.

4. Membandingkan antara angka-angka yang terdapat pada akun dari neraca saldo dengan tingkat ketelitian yang lebih tinggi.

5. apabila langkah-langkah dari nomor 1 sampai dengan 4 sudah dijalankan dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda terjadinya kesalahan, maka tahap terakhir yang harus dilakukan adalah dengan jalan memeriksa nilai debit dan kredit yang terdapat pada setiap ayat-ayat jurnal yang telah dibuat sebelumnya.

Melakukan pencatatan transaksi, sebenarnya bisa dikatakan sebagai tugas yang harus menuntut adanya tingkat ketelitan dan kecermatan yang sangat tinggi. Apabila sudah salah dalam memasukkan nilai-nilai maka akan berdampak besar terhadap terjadinya saldo-saldo yang tidak balance dan akan mempengaruhi proses akuntansi untuk selanjutnya.

Menganalisis elemen-elemen yang telah dipengaruhi oleh transaksi, memeriksa posting yang telah dilakukan, dan memastikan bahwa posisi titik pada setiap angka yang menunjukkan dari posisi ribuan, jutaan agar dapat terhindar dari terjadinya kesalahan peletakan yang dapat sangat mempengaruhi nilainya adalah beberapa langkah-langkah yang bisa Anda lakukan dalam mencegah terjadingan kesalahan dari nilai neraca saldo.

Nah, itulah beberapa tahapan dalam peninjauan kembali neraca saldo apabila terjadi ketidak seimbangan, semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan terimakasih.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

JENIS-JENIS AKUN UTAMA YANG SERING TERDAPAT PADA PERUSAHAAN JASA

Agar akun-akun dalam sebuah perusahaan menunjukkan saldo yang sesuai dengan kondsi keuangan sebenarnya, maka jurnal penyesuaian harus bisa dibuat dalam kurun waktu periode akuntansi tertentu.

Pada perusahaan jasa setidaknya terdapat enam jenis akun utama yang harus disesuaikan pada setiap akhir periodenya. Akun-akun tersebut adalah:

1. Akun penyusutan asset.

Aktiva tetap yang telah digunakan, maka nilainya akan semakin berkurang atau bahkan habis dari nilai ekonominya, sehingga aktiva tetap harus dibuatkan sebuah jurnal penyesuaian. Misalnya salon kecantikan Rosa membeli alat untuk facial baru seharga Rp. 3.000.000. Namun setelah digunakan selama 1 tahun untuk perawatan kecantikan, maka alat tersebut nilainya akan semakin berkurang menjadi Rp. 2.500.000. Karena aktiva tersebut terlalu sering digunakan, maka nilainya juga akan terus berkurang atau semakin menyusut. Untuk itulah aktiva tetap harus selalu disesuaikan pada setiap akhir periode. Pengurangan nilai tersebut lebih sering disebut dengan penyusutan dan diperlakukan sebagai bahan penyusutan dari aktiva tetap.

Jurnal penyesuaian untuk penyusutan aktiva tetap harus dilakukan dengan mendebit akun beban penyusutan dan harus meng-kredit akun akumulasi penyusutan aktiva tetap. Cara lainnya adalah dengan mendebit beban penyusutan aktiva tetap dan aktiva tetap yang pada posisi kredit.

2.Akun biaya yang harus dibayarkan.

Akun ini biasanya lebih sering disebut dengan hutang beban, yang mana merupakan beban yang menjadi kewajiban dari suatu perusahaan. Namun perusahaan masih belum melakukan pencatatan dan pembayaran. Misalnya dari beban gaji karyawan yang belum dibayarkan sampai pada akhir periode.

3. Akun piutang pendapatan yang masih harus diterima.

Akun pendapatan yang masih harus diterima biasanya disebut dengan piutang pendapatan. Akun ini lebih dimaknai sebagai pendapatan yang sebenarnya sudah menjadi hak dari suatu perusahaan, namun pendapatan tersebut masih belum diterima oleh perusahaan secara tunai sampai pada akhir periode.

4. Akun pemakaian perlengkapan.

Nilai dari suatu perlengkapan akan semakin berkurang apabila perlengkapan tersebut sudah terlalu sering digunakan, sehingga harus dibuatkan sebuah jurnal penyesuaian. Misalnya pada awal bulan salon kecantikan Rosa membeli sebuah krim perawatan kulit untuk satu bulan senilai Rp. 500.000. Setelah akhir bulan, krim tersebut tinggal sedikit saja dan diperkirakan nilainya hanya sekitar Rp. 40.000 saja. Nah berdasarkan kondisi tersebut itu berarti bahwa salon kecantikan Rosa harus merubah saldo perlengkapan yang telah dicatat senilai Rp.500.000 agar  menjadi Rp. 40.000, untuk merubahnya maka dibuatlah jurnal penyesuaian.

5. Akun biaya yang dibayar dimuka.

Merupakan semua biaya yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan yang mana sebenarnya biaya tersebut harus dibebankan untuk periode akuntansi berikutnya. Misalnya pada tanggal 1 Maret 2015 salon kecantikan Rosa membayar sewa ruko untuk 2 tahun, yaitu tahun 2015-2016 sebesar Rp. 30.000.000. Maka pada tanggal 1 Maret salon kecantikan Rosa memiliki saldo akun biaya yang dibayar dimuka sebesar 30.000.000. namun pada akhir periode tahun 2015, yaitu 31 Desember, saldo akun biaya yang dibayar dimuka akan semakin berkurang. Ini dikarenakan sebagian dari saldo tersebut harus diakui sebagai sebuah beban, untuk itulah maka perlu disesuaikan saldonya pada saat akhir periode.

6. Akun pendapatan diterima dimuka.

Merupakan pendapatan yang telah diterima oleh perusahaan dari pelanggan, namun pendapatan tersebut untuk periode mendatang. Misalnya, pada tanggal 1 Januari 2015 salon kecantikan Rosa telah menerima uang tunai dari pelangganya sebesar Rp. 5.000.000 untuk perawatan muka atas nama Dina untuk jangka waktu selama 2 tahun. Saldo akun pendapatan yang diterima dimuka pada akhir tahun 2015 saldonya akan semakin berurang bukan lagi menjadi Rp. 5.000.000, namun hanya tinggal Rp. 2.500.000. Hal ini dikarenakan selama bulan Januari sampai Desember 2015 sebagian dari saldo pendapatan yang telah diterima dimuka tersebut harus diakui sebagai sebuah pendapatan periode 2015.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MENGENAL DAN MEMAHAMI SEPUTAR LAPORAN PERUBAHAN MODAL (STATEMENT OF CHANGES IN CAPITAL)

Laporan perubahan modal merupakan salah satu bagian dari jenis-jenis laporan keuangan selain laporan laba rugi, laporan neraca dan juga laporan arus kas. Suatu laporan keuangan yang disusun serta disajikan adalah minimal dalam kurun waktu satu tahun untuk sekali guna dalam memenuhi sejumlah besar kebutuhan dari perusahaan. Maka dari itu, laporan keuangan memiliki sifat yang sangat umum. Maksudnya adalah tidak dibuat hanya untuk pihak-pihak tertentu saja.

Laporan keuangan yang berfungsi untuk menunjukan apa yang sudah di lakukan oleh seorang pelaku usaha (manajemen) atau merupakan suatu pertanggungjawaban dari manajemen atas sumber daya yang telah di percayakan kepadanya. Hal tersebut berarti bahwa laporan keuangan memang lebih bersifat secara historis, yang mana laporan keuangan akan berisi tentang berbagai kejadian yang telah terjadi sebelumnya.

Laporan keuangan yang terdiri dari empat jenis, yaitu:

1. Laporan laba rugi.
2. Laporan neraca.
3. Laporan arus kas.
4. Laporan perubahan modal.

Lalu bagaimana tentang pengertian secara lebih spesifik dari Laporan Perubahan Modal?

Laporan perubahan modal yang merupakan salah satu jenis laporan keuangan yang berisikan tentang berbagai informasi tentang modal yang dimiliki oleh perusahaan serta berisi pula tentang informasi atau hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan modal tersebut akan berubah, baik itu adalah bertambah atau berkurang sampai pada masa akhir periode akuntansi. Maka dari itu dalam laporan jenis ini akan dapat kita ketahui tentang modal akhir dari suatu perusahaan dalam periode waktu tertentu saja.

Secara lebih spesifik, dalam suatu laporan perubahan modal pada sebuah perusahaan yang bentuk badan usahanya adalah berbentuk perseorangan maupun CV atau firma terdiri dari atas modal awal perusahaannya, laba yang akan didapatkan atau rugi yang di alami dan prive serta pada akhir laporan akan dapat di ketahui seberapa besar modal akhir dari perusahaan.

Laba yang akan didapatkan oleh perusahaan tersebut lebih bersifat sebagai sebagai moda awal sedangkan rugi yang seringkali dialami oleh perusahaan tersebut memang lebih bersifat mengurangi moda awal sedangkan untuk prive lebih bersifat untuk mengurangi modal awal atas adanya penambahan maupun pengurangan terhadap modal awal tersebut, sehingga akan dapat kita peroleh modal akhir dari perusahaan.

Suatu laporan perubahan modal dalam badan usaha yang memiliki bentuk Perseroan Terbatas memang sedikit berbeda. Hal ini disebabkan karena dalam Perseroan Terbatas atau yang biasa disebut dengan dengan PT, biasanya modal utamanya adalah berupa saham serta laporan perubahan modal dalam Perseroan Terbatas juga biasa disebut sebagai laporan laba di tahan.

Secara lebih terperinci, laporan perubahan modal atau laporan laba di tahan dalam jenis badan usaha yang memiliki bentuk Perseroan Terbatas atau yang biasa disebut dengan PT ini yang terdiri dari laba di tahan awal, laba bersih, dividen yang akan di umumkan serta laba di tahan akhir.

Laba bersih bersifat untuk menambah laba di tahan awal sedangkan dividen yang di umumkan lebih bersifat mengurangi dari penambahan atau pengurangan tersebut, maka nantinya akan dapat di peroleh laba di tahan akhir.

Unsur-unsur penting dari laporan perubahan modal

Berikut ini merupakan unsur-unsur penting dari laporan perubahan modal, antara lain adalah:

• Laba tidak di bagi awal periode (per awal tahun).
• Laba netto periode akuntansi.
• Dividen yang telah di umumkan.
• Laba tidak di bagi per akhir periode akuntansi.

Tujuan Membuat Laporan Perubahan Modal

Adapun untuk tujuan-tujuan mengapa kita harus membuat laporan jenis ini, antara lain adalah sebagai berikut ini:

• Laporan ini memang dibuat untuk dapat mengiktisarkan berbagai aktivitas-aktivitas pembiayaan serta untuk investasi, dan juga dana yang telah dihasilkan oleh perusahaan tersebut selama kurun waktu atau periode yang bersangkutan.
• Laporan seperti ini memang dibuat untuk dapat melengkapi pengungkapan perubahan dari modal kerja.

Kesimpulannya adalah:

Laporan perubahan modal merupakan laporan keuangan yang berisikan tentang berbagai informasi tentang perubahan modal perusahaan yang seringkali terjadi akibat operasional perusahaan pada suatu periode akuntansi tertentu.

Bentuk dari laporan jenis ini tentunya sangat di pengaruhi oleh jenis-jenis perusahaan yang sedang di jalankan. Jenis-jenis perusahaan yang biasanya menyusun laporan ini, yaitu dapat berupa perusahaan perseorangan, perusahaan persekutuan serta perusahaan perseroan. Jadi setiap jenis perusahaan tersebut akan memiliki bentuk laporan perubahan modal yang berbeda-beda pada setiap masing-masing jenis perusahaannya. Nah, cukup sekian laporan tentang perubahan modal, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan Anda sekalian. Apabila pembaca membutuhkan poenyusunan SOP keuangan perusahaan, membutuhkan software accounting untuk perhitungan pajak, dan perangkat software accounting. Silahkan hubungi 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu. Terima kasih.

MANFAATKAN SOFTWARE AKUNTANSI AGAR PERUSAHAAN TIDAK KALAH BERSAING DALAM MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN)

Pada akhir tahun 2015 yang lalu, telah dicanangkan untuk Masyarakat Ekonomi Asean yang bertujuan untuk membentuk pasar tunggal diwilayah kawasan Asia Tenggara. Hal ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan daya saing Asean sehingga akan dapat menyaingi Negara Cina dan India dalam hal menarik banyaknya investor asing agar bersedia untuk menanamkan modalnya. Pembentukan pasar tunggal ini akan semakin membuka akses bagi para pengusaha untuk menjual barang-barang dan jasnya dengan lebih mudah kepada Negara-negara lainnya di seluruh Asia Tenggara, sehingga akan menjadikan persaingan yang semakin ketat.

Tentunya para pelaku usaha yang berada di Indonesia juga harus mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan baru di era MEA. Pengusaha juga harus dapat menentukan tentang bagaimana strategi selanjutnya dalam menghadapi berbagai persaingan dari para pihak-pihak luar dengan memberikan pelayanan yang terbaik, kualitas produk yang bagus, dan harga yang lebih kompetitif. Namun demikian, masih banyak sekali ditemukan para pelaku usaha yang masih tetap menjalankan usahanya secara konvensional. Mereka hanya sekedar berupaya untuk menghadapi gempuran-gempuran pasar lokal dan masih belum sampai mempersiapkan diri pada tahapan untuk menghadapi persaingan dengan pasar-pasar luar negeri. Karena merasa bisnisnya masih bersakala kecil dan hanya bisa bermain di pasar lokal saja, kebanyakan dari para pelaku usaha ini telah mengabaikan betapa pentingnya laporan keuangan usaha mereka.

Pada era MEA ini para pelaku usaha seolah wajib memiliki kreativitas dan inovasi dalam hal menjalankan usahanya, sehingga operasional dari usaha akan dapat tercermin dalam laporan keuangan usahanya. Pembuatan laporan keuangan akan dapat dilakukan secara manual ataupun dengan menggunakan Microsoft Excel untuk merangkum bagaimana alur operasional dari usahanya. Namun kedua cara tersebut tetap membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk input transaksi sampai dengan terbitnya laporan keuangan. Dan karena hal inilah yang seringkali menyebabkan informasi keuangan yang didapat oleh perusahaan tidak ter up to date dengan baik, sehingga owner tidak dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat.

Hal tersebut diatas apabila dibiarkan terlalu lama akan semakin menghambat laju pertumbuhan dari usaha Anda. Dan solusi terbaiknya untuk mengatasi hal ini adalah dengan jalan menggunakan software akuntansi. Perangkat lunak inilah yang nantinya akan banyak membantu para pelaku usaha untuk dapat mencatat bagaimana laju arus keuangan dari usaha dan untuk menghasilkan laporan keuangan dengan lebih cepat. Selain hal itu, terdapat juga beberapa alasan lain mengapa pengusaha juga harus harus bisa menggunakan software akuntansi, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Dengan menggunakan software akuntansi, maka kondisi keuangan akan dapat terus terpantau selama pencatatan dilakukan dengan tetap selalu konsisten. Mengetahui bagaimana kondisi keuangan terbaru akan sangat membantu bagi owner agar dapat segera membuat perencanaan atau langkah-langkah yang lebih strategis.

2. Software akuntansi sebagai alat utama dalam mengendalikan dan mengelola pengeluaran. Anda dapat melakukan perbandingan pengeluaran pada setiap periodenya.

3. Sebagai pemilik usaha, Anda juga harus mampu untuk menyajikan laporan keuangan bagi pihak yang berkepentingan, seperti investor, perbankan, atau terhadap pihak pemerintahan.

Pemilihan Software Akuntansi juga merupakan salah satu hal yang tidak kalah pentingnya bagi seorang pengusaha, karena apabila salah dalam menggunakan software akuntansi tentunya akan sangat berdampak sangat besar terhadap hasil dari laporan keuangan yang akan dihasilkan.

Dengan menggunakan software akuntansi yang lebih tepat, maka tentunya perusahan akan sangat terbantu dan semakin mengurangi beban kerja yang harus dilakukan dalam membuat laporan keuangan. Sehingga sumber daya dan tenaga yang ada dapat dimanfaatkan se efektif mungkin untuk mengerjakan hal-hal lainnya dalam meningkatkan kinerja dan untuk semakin mengembangkan perusahaan.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top