Kategori: Accounting

MELALUI BANTUAN SOFTWARE ACCOUNTING SEMAKIN MUDAH MELAPORKAN PAJAK SECARA ONLINE

Laporan pajak secara online merupakan salah satu cara untuk penyampaian SPT atau pemberitahuan seputar perpanjangan SPT Tahunan yang telah menjadi salah satu terobosan terbaru yang bisa dilakukan secara online dan juga realtime melalui website e-filing pajak DJP Online atau aplikasi yang telah disediakan ASP (Application Service Provider) atau Penyedia Jasa Aplikasi pajak. Pelaporan pajak di Indonesia sendiri sudah semakin mudah semenjak adanya sebuah terobosan untuk cara melapor pajak secara online seperti ini.

Meskipun metode pelaporan pajak dengan jalan memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti ini banyak sekali memberikan berbagai kemudahan bagi para penggunanya, namun masih banyak juga diantara para wajib pajak yang ingin melaporkan SPT nya secara manual dengan cara mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat.

Laporan pajak secara online memiliki misi untuk semakin mempermudah para wajib pajak dalam hal menuntaskan segala urusan perpajakannya dan untuk membantu dalam meningkatkan penerimaan pajak Negara. Oleh karena itu, terdapat banyak sekali manfaat dari pelaporan pajak secara online seperti ini, yaitu:

1. Lebih Cepat dan Mudah Dilakukan.

Laporan pajak secara online dapat sedikit lebih memangkas waktu Anda yang terlalu berharga hanya untuk sekedar melapor pajak dengan pergi ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat, belum lagi jika harus menunggu antrian lapor yang begitu panjang. Anda bisa dengan mudah langsung mengisi formulir SPT dari Internet dan bisa mengirimkannya pada saat itu juga. Begitu SPT dikirimkan, maka Anda akan bisa langsung mendapatkan tanda terima. Apabila Anda masih merasa kebingungan pada saat mengisi formulir, maka Anda akan diberikan petunjuk secara jelas dari sana. Hal ini juga akan sangat mengurangi terjadinya resiko kesalahan yang mungkin saja bisa terjadi apabila Anda melakukannya secara manual.

2. Tingkat Keakuratan yang Tinggi dan Aman.

Dalam setiap pengisian formulir SPT akan selalu dilakukan validasi untuk menjamin ketepatan data yang sudah dimasukan. Anda tidak perlu lagi harus merasa khawatir jika masih ada data-data yang keliru pada saat pengisian, karena sistem online tersebut sudah benar-benar akurat. Data SPT yang sudah Anda sampaikan secara online juga akan sampai langsung tanpa adanya perantara apapun. Hal ini tentunya dapat menjamin bahwa kerahasiaan dari data Anda akan tetap aman.

3. Biaya Sangat Murah dan Ramah Lingkungan.

Melakukan pelaporan SPT secara online itu berarti bahwa Anda hanya perlu untuk membayar biaya akses Internet saja. Tanpa harus repot-repot untuk mengeluarkan biaya transportasi agar bisa sampai ke KPP setempat untuk melapor. Bukan hanya itu saja, dengan cara melakukan pelaporan pajak secara online, Anda juga sudah berkontribusi besar dalam mendukung kegiatan go green dengan tidak menggunakan kertas untuk mencetak data-data SPT.

4. Bisa Dilakukan Kapan dan diMana Saja Anda Inginkan (Selama Terkoneksi Internet).

Melakukan pelaporan pajak secara online tidak terikat waktu seperti pada saat Anda melakukannya secara manual di KPP setempat. Hanya dengan bermodalkan komputer atau laptop dan jaringan Internet yang stabil, maka Anda sudah bisa dengan leluasa untuk melakukan pelaporan pajak secara online di manapun dan kapan saja Anda inginkan.

5. Perhitungan Lebih Tepat.

Program khusus untuk pelaporan pajak secara online sudah di-default kan untuk otomatis melakukan perhitungan, sehingga Anda sudah tidak perlu lagi melakukan perhitungan manual, kecuali untuk hal-hal tertentu yang memang belum disediakan oleh program perpajakan.

Itulah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan cara melakukan pelaporan pajak secara online. Dengan adanya layanan secara online seperti ini, maka masyarakat diharapkan dapat menjadi lebih mudah untuk melakukan pelaporan pajak dan bisa lebih taat dalam hal membayar pajak. Untuk mengetahui nominal pajak yang harus Anda bayarkan secara akurat dan untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam hal pelaporan pajak, maka Anda juga harus memiliki penghitungan pajak yang benar.

Untuk bisa mendapatkan penghitungan pajak yang tepat, maka Anda juga harus memiliki perencanaan pembayaran pajak. Dengan cara membuat estimasi dalam hal pembayaran pajak, maka Anda akan dapat mengelola keuangan milik perusahaan dengan lebih tepat dan akurat. Salah satu alternatifnya adalah dengan cara menggunakan software akuntansi yang juga sudah dilengkapi dengan fitur Tax Center yang nantinya akan dapat membantu Anda dalam mengekspor file CSV yang berisikan seputar penjualan dengan template yang sudah siap untuk diimpor ke aplikasi pajak e-Faktur.

Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dalam mengetahui seputar pelaporan pajak secara online (DJP Online). Apabila pembaca membutuhkan software accounting yang dapat membantu dalam menghitung perpajakan perusahaan dan bisnis anda, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

MANFAAT DAN CARA TERMUDAH DALAM MENGHITUNG LABA DITAHAN PADA PROSES AKUNTANSI PERUSAHAAN

Laba ditahan merupakan salah satu bagian dari laba bersih perusahaan yang ditahan oleh perusahaan dan tidak dibayarkan sebagai dividen terhadap para pemegang saham. Uang ini biasanya akan diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan, agar menjadi “bahan bakar” utama kelangsungan hidup  perusahaan untuk kedepannya, atau bisa digunakan untuk melunasi hutang-hutang perusahaan.

Laba ini akan diakumulasikan dan akan dilaporkan sebagai ekuitas pemilik dalam Neraca. Besarnya laba ditahan biasanya akan ditentukan oleh kebijakan dewan komisaris perusahaan yang tentunya akan berbeda antara kebijakan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Manfaat Dari Laba Ditahan

1. Untuk membiayai operasional perusahaan dalam upaya untuk pencapaian laba usaha yang lebih maksimal.
2. Untuk melunasi hutang-hutang perusahaan (jika ada).
3. Sebagai cadangan dana untuk kebutuhan investasi perusahaan.
4. Untuk perkembangan perusahaan di masa yang akan datang.

 Cara Untuk Menghitung Laba Ditahan Perusahaan

1. Kumpulkan data-data yang diperlukan dari laporan keuangan milik perusahaan.

Setiap perusahaan diharuskan untuk melakukan dokumentasi terhadap riwayat keuangan perusahaannya secara resmi. Jika Anda bisa melakukannya, maka biasanya Anda akan lebih mudah dalam menghitung laba ditahan selama periode yang berjalan dengan menggunakan angka-angka dari laporan resmi untuk mengetahui jumlah laba ditahan pada tanggal tertentu, laba bersih, dan dividen yang sudah dibayarkan, jika dibandingkan dengan Anda harus menghitungnya secara manual. Laba ditahan perusahaan sampai dengan periode pencatatan yang terakhir akan ditampilkan dalam Neraca, sementara laba bersih perusahaan akan ditampilkan dalam laporan Laba Rugi untuk periode yang sedang berjalan.

Jika Anda dapat memperoleh semua informasi itu, maka Anda akan bisa menghitung laba ditahan dengan rumus sebagai berikut:

Laba bersih – deviden yang dibayarkan = laba ditahan

Selanjutnya, untuk menghitung laba bersih kumulatif, tambahkan angka laba ditahan yang baru saja Anda hitung dengan saldo laba ditahan yang sudah ada pada saat ini (dari periode sebelumnya).

Sebagai contoh, misalnya pada akhir tahun 2016 bisnis Anda memiliki saldo laba ditahan kumulatif sebesar Rp. 512 juta. Selama tahun 2017, bisnis Anda menghasilkan laba bersih sebesar Rp.21,5 juta dan sudah membayarkan deviden sebesar Rp.5,5 juta. Mak saldo akhir untuk laba ditahan dari bisnis Anda sekarang adalah sebesar:

Rp. 21,5 juta – Rp. 5,5 juta = Rp. 16 juta
Rp. 512 juta + Rp. 16 juta = Rp. 528 juta

Jadi, bisnis Anda sudah memiliki laba ditahan sebesar Rp528 juta.

2. Apabila tidak memiliki informasi tentang laba bersih, maka mulailah dengan menghitung laba kotornya terlebih dahulu.

Apabila Anda masih belum mampu untuk mengakses nilai laba bersih secara pasti, maka Anda masih bisa menghitung laba bersih dari sebuah bisnis dengan menghitung secara manual melalui sebuah proses yang sedikit lebih panjang. Maka mulailah dengan cara menghitung laba kotor milik perusahaan. Laba kotor merupakan sebuah angka yang telah dihasilkan dari laporan laba rugi dan akan dihitung dengan cara mengurangi uang dari hasil penjualan dengan HPP (penjualan).

Seperti contoh: sebuah perusahaan berhasil mencapai angka penjualan sebesar Rp150.000 juta dalam satu kuartal, namun tetap harus membayar Rp.90.000 juta untuk barang-barang yang dibutuhkan dalam menghasilkan angka penjualan sebesar Rp.150.000 juta tersebut. Maka laba kotor selama satu kuartal ini adalah,

Rp.150.000.000 – Rp.90.000.000 = Rp.60.000.000

3. Hitunglah laba operasional perusahaan.

Laba operasional mencerminkan laba perusahaan setelah membayar berbagai biaya-biaya penjualan dan biaya-biaya operasional lainnya, seperti halnya upah yang sudah dibayarkan. Untuk menghitung laba operasi seperti ini, maka kurangi laba kotor dengan biaya-biaya operasional perusahaan (tidak termasuk harga pokok penjualan).

Misalnya, dalam kuartal yang sama di mana bisnis kita menghasilkan laba kotor sebesar Rp.60.000.000, terdapat pembayaran biaya-biaya administrasi dan juga upah sebesar Rp.15.000.000. Maka dengan demikian laba operasional perusahaan akan menjadi:

Rp.60.000.000 – Rp.15.000.000 = Rp.45.000.000.

4. Hitunglah laba bersih sebelum pajak.

Untuk menghitung laba bersih sebelum pajak, kurangilah laba operasional perusahaan dengan bunga, depresiasi, dan amortisasi. Depresiasi dan amortisasi yaitu berupa penyusutan dari nilai aktiva (berwujud dan tidak berwujud) selama masa ekonomisnya. Hal ini akan dicatat sebagai bentuk biaya dalam laporan laba rugi. Jika sebuah perusahaan telah membeli peralatan dengan harga Rp.10.000.000 dengan masa ekonomis selama 10 tahun, maka akan timbul biaya depresiasi sebesar Rp.1.000.000 per tahunnya, dengan asumsi bahwa nilainya telah terdepresiasi secara merata.

Misalnya perusahaan Anda telah membayar biaya bunga sebesar Rp.1.200.000 dan biaya depresiasi sebesar Rp.4.000.000. maka laba bersih sebelum pajak dari perusahaan Anda akan menjadi:

Rp.45.000.000 – Rp.1.200.000 – Rp.4.000.000 = Rp.39.800.000

5. Hitunglah laba bersih setelah pajak.

Biaya yang harus Anda perhitungkan adalah pajak. Untuk menghitung laba bersih setelah pajak, maka langkah pertama: kali-kan tarif pajak perusahaan dengan laba bersih sebelum pajak. Selanjutnya, untuk menghitung laba bersih setelah pajak, maka kurangi angka hasil perkalian seperti ini dari angka laba bersih sebelum pajak.

Seperti contoh: kita asumsikan bahwa tarif pajak adalah sekitar 34%. Biaya pajak yang harus kita bayar adalah sebesar,

34% (0,34)xRp39.800 .000= Rp13.532.000

Selanjutnya, akan kita kurangkan angka seperti ini dari jumlah laba bersih sebelum pajak sebagai berikut.

Rp.39.800.000 – Rp13.532.000 = Rp26.268.000

6. Kurangi dengan jumlah deviden yang sudah dibayarkan.

Setelah kita selesai menghitung berapa besarnya laba bersih milik perusahaan setelah dikurangi seluruh biaya-biaya yang menjadi kewajiban kita, maka kita harus memiliki sebuah angka yang bisa kita gunakan untuk menghitung besarnya laba ditahan selama satu periode pembukuan yang sedang berjalan. Untuk menghitungnya, maka kurangi laba bersih setelah pajak dengan deviden yang sudah dibayarkan.

Dalam contoh yang kita bahas, asumsikan bahwa kita membayar deviden kepada para investor sebesar Rp.10.000.000 untuk kuartal (bulan) ini. Laba ditahan untuk periode yang sedang berjalan ini akan menjadi,

Rp.26.268.000 – Rp.10.000.000 = Rp.16.268.000

7. Hitunglah saldo akhir dari akun laba ditahan.

Jangan lupa bahwa laba ditahan adalah akun yang bersifat kumulatif yang selalu menunjukkan perubahan bersih dari laba ditahan sejak berdirinya perusahaan. Untuk mengetahui berapa besarnya laba ditahan secara keseluruhan, maka tambahkan laba ditahan dari periode yang sedang berjalan tersebut dengan saldo akhir dari laba ditahan pada saat periode pembukuan yang berakhir.

Kita asumsikan bahwa perusahaan kita sudah menahan laba sebesar 30.000.000 sampai saat ini. Maka sekarang saldo pada akun laba ditahan kita akan menjadi,

Rp.30.000.000 + Rp.16.268.000 = Rp.46.268.000

Itulah beberapa penjelasan seputar laba ditahan. Untuk mempermudah dalam menghitung laba ditahan, maka Anda bisa memulai dengan membuat laporan laba ditahan dengan software akuntansi. terutama software akuntansi yang sudah berbasis online (cloud) yang dapat membantu Anda dalam membuat laporan laba ditahan secara instan. Dengan software accounting yang berbasis cloud, Anda juga dapat melihat bagaimana kondisi keuangan milik perusahaan dengan lebih mudah, cepat, aman.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

TIPS SEDERHANA UNTUK PENCATATAN (PEMBUKUAN) JENIS USAHA JASA SALON

Semakin meningkatnya kesadaran setiap orang, apalagi profesi yang lebih cenderung menuntut seseorang untuk selalu berpenampilan menarik dan sedap dipandang seperti: para marketer, SPG dari sebuah produk dan profesi-profesi lainnya yang lebih menuntut untuk selalu berpenampilan menarik. Karena alasan itulah yang menjadi pendorong utama mengapa mereka harus semakin rajin untuk melakukan perawatan diri, baik dilakukan sendiri di rumah maupun yang mengharuskan mereka untuk pergi ke salon.

Kebiasaan seperti itulah yang terkadang semakin lama semakin mendorong seseorang untuk lebih jeli dan kreatif dalam mengawali jenis usaha dalam bidang jasa salon kecantikan dan salon kesehatan ini, diawali dengan mengandalkan bekal pengalaman sebagai salah satu pelanggan atau sebelumnya pernah mengikuti kursus kecantikan dan perawatan.

Semakin padatnya dunia persaingan bisnis yan sudah semakin bertambah ketat. Para pelaku usaha jasa seperti ini sudah mulai bergerak dengan tidak hanya lebih fokus untuk mengandalkan kepada menentukan strategi pemasaran yang jitu untuk usaha dalam menjaring konsumen saja, namun juga sudah mulai untuk memperhatikan sitem manajemen keuangannya juga.

Biasanya bagi kebanyakan jenis usaha salon yang masih terbilang baru, pemilik usaha hanya lebih memfokuskan kepada kelancaran dari proses pemasarannya saja, sedangkan untuk urusan pembukuannya lebih banyak diserahkan kepada staff accounting/keuangannya saja.

Dan pembukuan yang dilakukan juga hanya masih sebatas pada penjualan dan pembelian saja. Pembukuan secara manual, meskipun sudah dibuat dengan sangat rapi masih belum cukup untuk mengetahui tentang seberapa besar nilai dari keuntungan untuk stiap bulannya, atau berapa banyak dari jumlah stok yang sudah terpakai selama periode satu bulan tersebut.

Jenis usaha jasa salon pada system pencatatan keuangannya memang kurang lebih berbeda dengan jenis usaha penjualan produk barang. Demikian pula apabila Anda ingin menggunakan software akuntansi pada jenis usaha salon Anda, maka diperlukan adanya suatu trik khusus dalam meng-input data-datanya.

Misalnya saja untuk jenis transaksi potong rambut, yang dapat diinput adalah ke dalam menu kas bank (kas masuk/pemasukan). Sedangkan untuk jenis-jenis transaksi yang lebih banyak menggunakan produk seperti pewarnaan rambut, maka jasa pewarnaannya juga akan diinput ke dalam menu kas bank (kas masuk) sedangkan untuk penggunaan produknya akan diinput dalam menu penjualan. Meskipun pada kenyataannya produk pewarna yang telah digunakan masih terdapat sisa, namun sudah diakui sebagai penjualan (sisa pewarna tidak bisa/tidak boleh digunakan oleh customer lain).

Seringkali para pengusaha salon lebih banyak membeli produk perawatan dalam ukuran yang lebih besa, karena harga yang diberikan jauh lebih murah (harga diskon). Tentu saja produk tersebut akan dapat digunakan untuk berulang kali pada banyak konsumen (misalnya saja shampoo atau conditioner). Proses tersebut tidak bisa hanya dibiayakan saja jika pembukuannya dilakukan secara manual. Pembukuan untuk jenis usaha jasa salon secara manual hanya akan mencatat pembelian shampoo/conditioner dan kemudian juga hanya bisa melakukan perkiraan untuk satu botol shampoo saja yang dapat digunakan untuk berapa kali pemakaian. Namun akan menjadi berbeda halnya apabila Anda sudah menggunakan sistem yang sudah serba terkomputerisasi, yang mana untuk penggunaan shampoonya akan dicatat sebagai sebuah process costing, yaitu: dengan cara membiayakan barang yang sudah dikeluarkan dari gudang. Dengan demikian akan didapatkan data dari aliran persediaan barang yang lebih tepat.

Karena itu juga sangat disarankan untuk jenis usaha jasa seperti ini untuk menerapkan sistem yang sudah mulai terkomputerisasi. Dengan cara melakukan sistem akuntansi yang sudah serba terkomputerisasi, maka pemilik usaha jasa ini akan dapat memantau bagaimana aliran kas, mengetahui laba dan berbagai biaya-biaya yang selama ini telah dikeluarkan dalam satu periode dengan lebih cepat dan hasil yang akurat.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

SOFTWARE ACCOUNTING UNTUK PAJAK

Seperti yang diketahui bagi perusahaan yang berbadan hukum yang wajib melakukan pembukuan untuk persyaratan perpajakan bisa dilakukan dengan 2 metode. Metode pertama adalah dengan menghitung laporan keuangan perusahaan secara manual. Metode yang ke dua adalah menghitung laporan keuangan secara teknis menggunakan software. Untuk metode pertama sudah banyak ditinggalkan karena selain lama dalam menghitungnya, akurasi data juga dipertanyakan. Sedangkan dengan menghitung menggunakan software, laporan keuangan bisa dengan cepat tersajikan sesuai dengan periodenya. Sekarang ini untuk yang manual sudah banyak ditinggalkan, dan berganti ke yang menggunakan software. Pada penggunaan software accounting akan didapatkan beberapa laporan yang cukup cepat antara lain : Neraca dan rugi laba, laporan penjualan, laporan biaya-biaya, dan laporan kas dan bank perusahaan. Begitu pula dengan stok yang kita miliki. Bisa dihitung dengan baik dan benar menggunakan software. Laporan-laporan yang terkait pajak juga akan tersaji di software ini.

Kebutuhan untuk perpajakan sangat beragam saat ini, mulai PPH 21 yaitu menghitung pajak untuk karyawan, PPH 23 atas potongan jasa expidisi misalnya, PPH badan berdasarkan net Profit yang omzet lebih dari 4,8 Milliar atau PPH badan yang 1 % dari Omzet apabila omzet kurang dari 4,8 Milliar, bisa diinput di software ini. Untuk menghitung PPN, maka laporan penjualan bisa dilihat di software sehingga antara PPN masukan dan keluaran juga bisa dihitung dengan baik dari sumber data software. Sedangkan untuk pelaporan pajak bisa e-faktur jadi sangat mudah sekali software accounting yang ada saat ini.
Software accounting untuk perpajakan sangat membantu bagi wajib pajak yang usahanya sudah berjalan dengan lancar maupun tidak lancar. Melalui software ini tentunya pajak yang dibayar bisa dicatat dengan baik dan benar. Sehingga untuk pengelolaan perpajakan bisa dilakukan dengan akurasi yang cukup.
Software seperti apa yang harus anda pilih? Saat ini banyak sekali software accounting yang beredar di pasar, mulai yang menggunakan server atau yang berjenis cloud. Apabila anggaran kita cukup besar maka software accounting yang menggunakan server sangat tepat di pilih, sedangkan untuk perusahaan dengan anggaran yang pas-pasan maka pemilihan sebaiknya menggunakan software accounting cloud. Untuk yang cloud kita tidak perlu beli server karena server sudah disediakan oleh pusat. Kita tinggal bayar hosting dan maintenancenya saja, dan sangat hemat apabila menggunakan software accounting cloud ini.
Untuk mendapatkan software cloud lebih lanjut sebaiknya anda hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 0818521172 atau 081-252-982900 (wa) kami siap membantu.
Jadi kesimpulannya, dari pada menghitung pajak secara manual, sebaiknya sudah memakai software untuk memudahkan pekerjaan. Pemilik bisnis tidak akan terus menerus mengurus bisnis secara manual, karena bisa menggunakan tenaga kerja yang bisa mengoperasikan computer dan sumber daya ini cukup banyak karena di sekolah mereka sudah dibekali dengan mengoperasikan computer ketika di sekolah, baik itu yang SMK dan yang D3. Semoga artikel ini bermanfaat!

Scroll to top