Kategori: Accounting

TIPS UNTUK MENGELOLA ARUS KAS (CASH FLOW) BAGI SEBUAH BISNIS YANG SUDAH BERJALAN DAN JUGA YANG MASIH STARTUP

Pada saat Anda akan memulai sebuah bisnis, maka pengelolaan arus kasnya secara disiplin harus selalu diawasi agar menjadi salah satu indikator terpenting untuk mengetahui bagaimana tingkat efektivitas dari penggunaan modal dan tingkat dari omset penjualan. Dengan cara pengelolaan arus kas yang lebih baik, maka para pebisnis juga dapat menentukan bagaimana strategi untuk mengembangkan sebuah bisnisnya dengan lebih mudah. Jika pengelolaan arus kas dari bisnis Anda masih kurang baik, maka Anda akan merasa kesulitan dalam hal menentukan strategi bisnis tersebut.

Hal seperti ini akan dapat menjadikan bisnis Anda semakin lebih berpotensi untuk mengalami kebangkrutan. Karena alasan itulah, yang lebih penting lagi bagi seorang pebisnis adalah untuk mengelola arus kas dengan lebih baik demi keberlangsungan sebuah bisnis Anda. Berikut ini merupakan beberapa tips tentang bagaimana caranya untuk mengelola mengelola arus kas bagi Anda yang memiliki dan menjalankan sebuah bisnis, terutamanya adalah bagi jenis bisnis startup.

1. Mulai membuat perencanaan anggaran biaya (Budgeting).

Untuk memulai sebuah bisnis, ketersediaan modal memang sangat diperlukan. Modal biasanya akan digunakan untuk membeli bahan-bahan baku dan biaya-biaya untuk peralatan-peralatan yang banyak dibutuhkan untuk berjalannya sebuah bisnis. Kebutuhan akan modal ini memang lebih baik harus berasal dari modal sendiri agar tidak sampai ada resiko berhutang kepada pihak lain. Pada saat mendapatkan keuntungan, biasanya penggunaan uang juga akan tetap harus diperhitungkan, meskipun akan digunakan sepenuhnya untuk pengeluaran bisnis.
Namun perencanaan biaya juga dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya kemungkinan situasi kekurangan dana bagi bisnis. Dalam hal melakukan perencanaan biaya, Anda juga harus tetap memperhatikan berbagai macam jenis biaya, seperti biaya gaji, pajak, dan juga berbagai biaya operasional lainnya.

2. Kuasai kemampuan manajemen keuangan.

Sebuah bisnis biasanya memang memiliki hubungan yang sangat erat dengan keuangan. Oleh karena itulah, maka Anda harus menguasai kemampuan keuangan bisnis Anda terlebih dahulu.
Dengan cara mempelajari laporan keuangan, maka Anda akan dapat mengawasi bagaimana perputaran dari arus kas, diskon, biaya gaji, pajak, biaya-biaya untuk pembelian bahan baku, peralatan, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga akan dapat menganalisis tentang bagainana kondisi bisnis Anda saat ini dalam hal melakukan proyeksi arus kas dan omset penjualan sebagai sebuah prospek bisnis di masa mendatang.

3. Membatasi pengeluaran yang masih kurang realistis.

Pengeluaran yang terlalu banyak akan dapat menjadikan arus kas dari bisnis Anda menjadi kurang baik. Dalam memulai sebuah bisnis, maka sebaiknya Anda harus benar-benar menjaga arus kas Anda dengan cara menghindari berbagai macam jenis pengeluaran yang bernilai terlalu besar. Jika memang dirasa sangat perlu, maka lupakan berbagai pengeluaran atas segala biaya-biaya yang tidak menunjang bisnis dan cobalah untuk lebih berhemat lagi dengan cara mengurangi pengeluaran-pengeluaran tersebut.

Namun, jangan sampai penghematan dari biaya tersebut malah lebih cenderung menyebabkan performa dari bisnis Anda malah semakin menurun. Salah satu contohnya adalah Anda dapat menggunakan peralatan bekas yang masih layak pakai untuk menghemat berbagai biaya pembelian dari peralatan-peralatan bagi bisnis Anda. Jangan menghamburkan uang Anda hanya untuk pengeluaran-pengeluaran yang dirasa masih kurang penting, meskipun sebenarnya posisi saldo kas Anda masih berlebih. Jika memang Anda memiliki rencana untuk belanja modal, maka Anda perlu untuk tetap mempertimbangkan manfaatnya, apakah mampu meningkatkan penjualan atau tidak.

4. Lebih mencermati arus kas keluar-masuknya kas dengan baik.

Dalam berbisnis, akan lebih bijak jika Anda menjalankan bisnis tidak hanya harus berpusat pada keuntungan semata. Agar bisnis Anda bisa berjalan dengan baik, dan arus kas Anda mampu terus berputar, maka sistem penjualan Anda juga harus lebih digenjot lagi. Dalam hal penjualan, kuantitas produk yang nanti akan dijual boleh jadi keuntungannya masih sedikit, namun jika mampu menjual dengan lebih banyak, maka arus kas Anda akan menjadi semakin lancar dan akan ikut berputar lebih cepat. Anda perlu untuk menanamkan prinsip bisnis bahwa untung sedikit, namun mampu menjual banyak produk.

Selain itu, cermati juga arus kas secara lebih rutin juga masih perlu untuk dilakukan agar bisa mengetahui setiap perincian dari stok barang yang nantinya akan dijual kepada para konsumen, mengecek kembali tagihan dari para supplier, dan juga piutang dari para pembeli.
Hal ini juga sangat penting untuk dilakukan secara lebih rutin agar tidak sampai terjadi tagihan macet atau pembayaran yang dobel.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana tips dalam mengelola arus kas (cash flow) untuk perbaikan keuangan bisnis yang sudah berjalan, dan bahkan untuk yang tergolong masih startup. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian. Apabila para pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

BEBERAPA TUJUAN UTAMA DAN JENIS JENIS PERSEDIAAN PADA PROSES STOK OPNAME BISNIS RESTORAN (KULINER)

Sebagai salah satu bentuk dari aktivitas yang terpenting dalam sebuah bisnis restoran adalah untuk melakukan pengelolaan ketersediaan pasokan persediaan barang-barangnya dari gudang, yang lebih sering dikenal juga dikenal istilah “stock opname”. Proses stock opname sendiri merupakan satu bentuk aktivitas perhitungan kembali jumlah persediaan, kemudian jumlah tersebut akan dicocokkan dengan catatan pembukuan manual/computer perusahaan.

Istilah “stock opname” sendiri berasal dari bahasa Belanda, sementara dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan sebutan “stock taking”. Namun, dalam aktivitas stock opname bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Stock opname seringkali dianggap sebagai beban dan terlalu membuang-buang waktu berharga oleh sebagian besar wirausahawan, karena dapat menyebabkan kesulitan yang mungkin saja bisa terjadi pada saat melakukan pengelolaan persediaan barang-barang tersebut.

Dalam hal pengelolaan sebuah bisnis restoran, maka persediaan barang-barang menjadi lebih bervariatif, yaitu bukan hanya harus berupa barang jadi, namun juga terdapat bahan-bahan baku, setengah jadi dan yang sudah menjadi barang jadi, serta berbagai jenis peralatan lainnya. Salah satu permasalah yang paling banyak dan kemungkinan bisa terjadi dalam hal pengelolaan stok barang, yaitu karena terjadinya permasalahan berupa selisih jumlah persediaan barang antara data-data yang sudah tercatat dengan persediaan yang masih tersedia di gudang.

Nah, jika terjadi suatu selisih tentang jumlah, maka kemungkinan terbesarnya adalah sejumlah transaksi yang masih belum dicatat atau bahkan mungkin bisa lebih buruk lagi, yaitu telah terjadi kehilangan barang di gudang. Untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya selisih dari jumlah barang inilah, maka sebagian besar pebisnis telah menerapkan metode stock opname.  Untuk menghitung persediaan barang-barang sangat diperlukan adanya tingkat ketelitian yang sangat tinggi agar bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat dan maksimal.

Stock opname sendiri memiliki beberapa tujuan lainnya, yaitu:

• Untuk membandingkan antara jumlah persediaan barang pada tahun ini dengan tahun sebelumnya, apakah telah mengalami kenaikan atau penurunan, sehingga Anda akan dapat mengetahui perlu/tidaknya untuk melakukan penambahan stok.
• Stock opname dapat memberikan informasi tentang kuantitas persediaan barang yang masih tersedia di gudang.
• Stock opname sendiri juga dapat memberikan informasi tentang bagaimana kondisi baik/buruknya persediaan barang yang masih tersedia di gudang.
• Stock opname juga bisa membantu Anda dalam melakukan evaluasi pada saat ditemukan selisih yang lebih besar, hal ini juga dapat melacak kemungkinan bagi karyawan yang kurang berhati-hati dalam bekerja, sehingga banyak peralatan atau inventaris yang akan rusak, pecah atau hilang.

Jenis-Jenis Persediaan Pada Stock Opname

Sebelum melakukan stock opname, setidaknya Anda harus memahami tentang berbagai macam persediaan berdasarkan dari tujuan, tata cara penyimpanan, serta bagaimana perputarannya.

Berdasarkan dari tujuannya, jenis-jenis persediaan pada sebuah bisnis restoran antara lain adalah sebagai berikut:

1. Persediaan untuk dijual, yaitu berupa persediaan yang untuk pengadaannya di tujukan untuk tujuan dijual kembali kepada para konsumen, seperti contoh persediaan stok makanan, minuman.
2. Persediaan bahan penolong, yaitu berupa persediaan yang untuk proses pengadaannya ditujukan bukan untuk dijual, namun nantinya akan digunakan sebagai satu pelengkap untuk produk yang akan dijual, seperti contoh packaging makanan, sendok, garpu, tisu, dan lain sebagainya.
3. Persediaan yang hanya untuk melakukan proses produksi, maupun untuk tujuan penjualan, dan biasanya akan digunakan oleh pihak internal restoran, seperti contoh minyak goreng, alumunium foil, dan berbagai jenis bahan-bahan makanan/peralatan periodik dan lain sebagainya.

Berdasarkan tata cara penyimpanannya, persediaan pada sebuah bisnis restoran akan dikelompokkan untuk menjadi beberapa macam kelompok, yaitu:

1. Buah-buahan dan sayuran, sebagai satu bahan dasar, sekaligus untuk pelengkap masakan dalam bentuk bahan baku, akan di supply oleh pihak internal dan eksternal lalu disimpan dalam lemari pendingin restoran.
2. Barang chiler,yaitu persediaan bahan makanan yang tidak dalam kondisi yang beku, namun disimpan dalam kondisi yang dingin saja, seperti contoh minuman.
3. Barang frozen,yaitu berupa barang-barang yang menjadi bahan utama dari restoran yang disimpan dalam freezer masih dalam kondisi beku, jenis barang dalam proses, seperti contoh daging.
4. Dessert dan soup, yaitu berupa persediaan dessert dan soup, yang disimpan dalam lemari pendingin, berbentuk seperti barang jadi yang akan langsung disajikan.
5. Barang gudang, yang merupakan barang yang disimpan di gudang, yang terdiri dari bemacam-macam barang jadi, barang dalam proses, dan juga bahan baku yang lebih bersifat sebagai bahan pokok, bahan penolong, dan juga sebagai bahan perawatan atau pemeliharaan.

Berdasarkan dari sisi perputaran siklusnya, persediaan pada sebuah bisnis restoran akan dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

1. Kelompok Fast moving, yang merupakan persediaan barang yang periode permintaannya untuk kebutuhan operasional relatif lebih cepat daripada yang lain, seperti contoh bahan makanan, buku nota, dan lain sebagainya.
2. Kelompok Slow moving, merupakan persediaan barang yang periode permintaannya relatif lebih lambat, dan biasanya permintaan dari pengguna ini lebih dari satu bulan, seperti contohnya peralatan saji, seperti piring, gelas, mangkuk, panci, dan lain sebagainya.

Nah, Setelah mengenal berbagai jenis kelompok persediaan diatas, maka Anda akan semakin dapat mengelompokkan sampai berapa lama daya tahan dari setiap persediaan tersebut, sekaligus akan semakin memahami tentang betapa pentingnya suatu proses dari stock opname ini. Apabila para pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

ANGGARAN INDUK UNTUK PEMBIAYAAN OPERASIONAL PERUSAHAAN

Anggaran induk merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan hasil dari proyeksi perusahaan. Anggaran induk ini sendiri merupakan satu kesatuan dari anggaran departemen serta banyak disusun untuk mencapai laba. Anggaran induk ini terbagi menjadi dua macam anggaran, yaitu anggaran operaional dan anggaran juga Keuangan:

Pertama–tama kita akan memulai pembahasan dari anggaran Operasional. Anggaran operasional sendiri adalah anggaran yang hanya lebih berfokus kepada proyeksi laporan yang berdasarkan dari berbagai aktivitas operasional, aktivitas yang mendatangkan penghasilan. Komponen pembetuk anggaran operasional sangat kuat kaitannya dengan laporan laba-rugi proyeksi. Beberapa kegiatan yang juga termasuk ke dalam anggaran operasional adalah berupa anggaran penjualan, anggaran Produksi, anggaran bahan baku langsung, anggaran Tenaga Kerja Langsung, anggaran biaya Overhead Pabrik, Angara Persediaan, dan juga Anggaran biaya Non-Produksi.

1. Anggaran penjualan.

Anggaran penjualan adalah hasil dari proyeksi laporan yang terkait dengan jumlah unit barang yang nantinya akan dijual pada periode mendatang. Anggaran penjualan secara umum berisikan tentang berbagai informasi barang-barang yang nantinya akan terjual meliputi jenis-jenis barang, jumlah yang nanti akan terjual, dan juga harga barang.

Pada kondisi tertentu, anggaran penjualan yang dibuat dengan menyesuaikan keadaan dari target konsumen tempat barang tersebut akan dijual. Tentunya informasi yang nanti akan disajikan juga akan terbagi per wilayah, akan tetapi masih dalam batas satu kesatuan angaran.

2. Anggaran untuk proses produksi.

Anggaran produksi merupakan proyeksi dari jumlah unit produksi yang nanti akan dihasilkan pada periode mendatang. Dasar perencanaan produksi ini dibuat dengan cara tetap mempertimbangkan history penjualan. Rencana produksi dari setiap masing-masing barang yang dibuat atas dasar penjualan dari setiap masing-masing barang dengan cara lebih mempertimbangkan setiap prinsip-prinsip konservatisme. Anggaran yang baik tidak akan merencanakan nilai diluar batas kemampuan, secara berlebihan, dan juga terlalu agresif.

3. Anggaran untuk bahan baku.

Anggaran bahan baku yang dibuat untuk menghitung berapa jumlah kebutuhan bahan baku yang nantinya akan digunakan pada periode-periode mendatang. Anggaran untuk bahan baku yang dibuat berdasarkan pada jumlah aktualisasi penggunaan bahan baku untuk proses produksi. Selain berdasarkan pada jumlah unit yang dibutuhkan untuk proses produksi di masa depan, anggaran bahan baku juga dapat dibuat berdasarkan alokasi dana. Jumlah pengeluaran untuk pembelian bahan baku.

4. Anggaran tenaga kerja langsung.

Anggaran biaya tenaga kerja langsung yang berkaitan dengan anggaran produksi. Biaya produksi yang terdiri dari biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku langsung, dan biaya overhead pabrik. Anggaran seperti ini menilai sampai seberapa besarnya biaya tenaga kerja langsung yang nanti akan dikeluarkan oleh perusahaan dimasa mendatang.

Anggaran biaya juga dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk pengendalian internal. Agar pengeluaran untuk tenaga kerja langsung dapat dikelola dengan lebih tepat oleh perusahan dan sebaiknya memuat anggaran biaya tenaga kerja setiap tahunnya. Informasi yang termasuk ke dalam anggaran tenaga kerja langsung yang terkait dengan jumlah tenaga kerja seperti yang dibutuhkan, jumalah tenaga kerja yang nanti akan di rekrut dan terkait dengan pertambahan atau pengurangan komposisi biaya tenaga kerja langsungnya.

5. Anggaran Biaya Overhead Pabrik (BOP).

Anggaran Biaya Overhead Pabrik yang berisikan tentang berbagai informasi-informasi tentang biaya tidak langsung. Biaya yang secara tidak langsung akan menentukan nilai barang per unitnya. Oleh karena tidak terkait secara langsung, maka dalam pembentukannnya akan menjadi lebih rumit karena membutuhkan informasi yang lebih banyak dari divisi lainya.

Penetapan biaya overhead yang berdasarkan kepada biaya overhead aktual yang nantinya akan dibebankan. Pembebanan anggaran Biaya Overhead Pabrik rencananya akan dialokasikan kepada semua produk yang nanti akan diproduksi.

6. Anggaran persediaan.

Merupakan proyeksi dari laporan yang berisikan tentang seberapa banyak persedian yang nanti akan dibutuhkan untuk periode mendatang. Penetapan anggaran ini juga lebih mempertimbangkan titik minimum dari persediaan (Safety Stock).

Nah itulah sedikit penjelasan tentang anggaran induk dari keuangan perusahaan. Terima kasih telah berkunjung ke website kami. Apabila para pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

STRATEGI TENTANG BAGAIMANA AGAR DAPAT MENGURANGI BIAYA PADA DEPARTEMEN AKUNTANSI (ACCOUNTING DEPARTMENT) (3)

Pada artikel sebelumnya yang berjudul tentang “STRATEGI TENTANG BAGAIMANA AGAR DAPAT MENGURANGI BIAYA PADA DEPARTEMEN AKUNTANSI (ACCOUNTING DEPARTMENT) (2)” sudah pernah diuraikan tentang apa saja strategi-strategi dalam upaya untuk menekan anggaran keuangan perusahaan. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi atau menekan biaya perusahaan pada departemen accounting untuk meningkatkan profit dan memperbaiki kesehatan keuangan perusahaan. Dan pada kesempatan kali ini adalah kelanjutan dari beberapa strategi-strategi tersebut, yaitu:

1. Hindari pengungkapan kata-kata yang sama sekali tidak perlu.

Agar laporan keuangan Anda dapat dipahami oleh para penggunanya baik yang internal maupun yang dari eksternal, laporan keuangan juga perlu untuk disertai dengan penjelasan. Penjelasan yang dapat dibuat dengan bermacam-macam, ada yang bersifat kualitatif maupun yang bersifat kuantitatif. Agar proses penutupan laporan keuangan yang dapat lebih cepat, penambahan informasi dan penjelasan serta tentang rinciannya yang diharapkan akan dapat diminimilisasai. Tidak perlu dilakukan penambahan apabila tidak begitu urgent.

Pembatasan aktifitas tersebut di atas disebabkan karena terlalu sering dijumpainya staff accounting yang lebih cenderung memberikan informasi tambahan pada setiap waktu penutupan laporan. Tambahan informasi pada database/laporan pendukung Pelaporan Neraca, Laba rugi, Perubahan ekuitas, dan juga Arus kas. Memberikan informasi tambahan pada database pembentuk laporan keuangan agar menjadi lebih detail.

Yang perlu untuk dilakukan oleh manajemen adalah menghilangkan informasi-informasi yang sama sekali tidak terlalu dibutuhkan dan membuat rencana untuk mengerjakan di lain waktu. Ketika tidak tertekan oleh adanya waktu deadline penutupan laporan keuangan, atau pada saat awal bulan setelah laporan keuangan sudah diselesaikan.  Staff akunting akan dapat menerima maupun mengirim data spreadsheet dengan lebih cepat, ukuran data juga tidak boleh terlalu besar. Kecepatan transfer yang berbanding terbalik dengan ukuran data. Semakin besar ukuran data, maka semakin berkurang pula kecepatan dalam hal penerimaan data.

2. Menghindari untuk memodifikasi bentuk dari Jurnal Umum.

Terkadang seorang akuntan akan berusaha memberikan perincian atas sebuah akun, dengan cara membagi akun-akun utama untuk menjadi beberapa akun terkecil. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran yang jauh lebih luas atas akun tersebut. Meningkatkan detail informasi. Hal seperti ini akan menjadi pekerjaan tambahan dan tentunya, sebab memang jumlah akunnya menjadi lebih bervariasi akan tetapi jumlah nominal akun juga tetap tidak berubah.

Transaksi-transaksi yang lebih bervariasi akan menyebabkan banyak akun-akun perkiraan lain apabila disajikan dengan lebih detail. Berdasarkan evaluasi transaksi yang bermacam-macam seringkali terjadi pada beban penggunaan atau kelompok beban umum dan beban administrasinya.

3. Menggunakan footnote Laporan Keuangan dengan seadanya.

Footnote dari laporan keuangan adalah berupa informasi tambahan yang berfungsi untuk menjelaskan tentang bagaimana laporan keuangan tersebut akan disajikan, dan penjelasan kebijakan apa saja yang nantinya akan dilakukan oleh pihak manajemen untuk membentuk laporan keuangan. Informasi tambahan seperti ini bagi perusahaan akan menjadi sangat penting untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman oleh para pengguna dari laporan keuangan.

Sifat footnote sendiri juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu informasi yang jarang sekali dirubah dan informasi yang lebih banyak menghubungkan dengan laporan keuangan. Agar proses penutupan laporan keuangan dapat dilakukan dengan lebih cepat, maka staff accounting perlu juga untuk memertahankan terlebih dahulu informasi yang selama ini telah disediakan oleh footnote yang jarang sekali untuk dirubah. Sajikan informasi tersebut di awal pelaporan. Selain itu juga pada footnote yang seringkali dilakukan perubahan sesuai dengan kondisi bagaimana laporan keungan tersebut disajikan perlu juga untuk diberikan perlakuan khusus. Memberikan tanda pada spreadsheet, baik berupa perbedaan warna, maupun pebedaan jenis huruf, sehingga apabila waktu penutupan laporan sudah tiba, maka akuntan akan menjadi lebih mudah untuk merubahnya.

4. Review untuk proses bisnis.

Saat menjelang penutupan laporan, maka dapat diperhatikan staff-staff accounting sedang bersikeras untuk menyelesaikan tugas-tugasnya agar dapat tepat waktu. Banyak aliran dokumen yang mengalami kemacetan, tidak terdistribusi dengan lancar. (Beberapa) staff malah lebih cenderung ingin menyelesaikan pekerjaanya dengan lebih cepat daripada staff accounting lainnya.

Saran bagi pihak manajemen evaluasi aliran kerja (work flow) departemen akunting dan departemen lainnya selain accounting. Nilai kecepatan aliran dokumen dan aktifitas yang selama ini sudah dikerjakan oleh staff-staff. Perhatikan bagaimana aktifitas-aktifitas yang tampak terhenti lama. Kemudian perbaiki secara keseluruhan semua fungsi-fungsi yang berkaitan. Hindari hanya lebih berfokus kepada satu fungsi saja, dengan cara mengorbankan fungsi-fungsi lainnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan kerja sama tim yang baik.

5. Hal-hal paling umum yang perlu untuk lebih diperhatikan.

Setelah dijelaskan tentang beberapa strategi yang masih dapat digunakan untuk mengurangi biaya, kini disajikan pula beberapa hal yang perlu untuk diketahui agar proses efisiensi biaya dapat berjalan dengan lebih efektif, yaitu:

• Penutupan laporan keuangan yang merupakan tanggungjawab departemen accounting, akan tetapi manajemen tingkat tertingi harus tetap melakukan evaluasi atas terjadinya error dan memberikan apresiasi atas ketepatan waktu pelaporan. Secara keseluruhan hanya pimpinan tertinggi yang mampu melakukan pemantauan proses bisnis. Mereview kemudian memberikan masukan diharapkan akan dapat semakin meningkatkan kinerja dari tim accounting.
• Penjelasan pada laporan keuangan terutamanya pada pos hutang (account payable) terkadang jarang sekali diperbaiki. Penjelasan dan pengungkapan hanya nampak lebih sederhana. Kewajiban-kewajiban yang dimiiliki juga tidak diungkapkan sepenuhnya. Hal ini malah terbukti, Berdasarkan pada hasil evaluasi dari tim manajemen hanya memerintahkan para staff yang bertanggungjawab atas hutang ketika perusahaan sudah melakukan investasi secara besar-besaran pada teknologi. Akan tetapi sebagian kelompok malah meragukannya dan menganggapnya hanya sebagai alasan yang memang sengaja untuk dibuat-buat.
• Terlalu seringnya terdengar bahwa untuk meningkatkan sebuah kinerja membutuhkan biaya yang jauh lebih besar. sehingga akan meragukan cara yang lebih sederhana yang mampu membuat peningkatan kinerja hanya dengan biaya tetap bahkan dengan biaya yang lebih kecil. Peningkatan kinerja perusahaan tanpa adanya biaya dalam sudut pandang biaya akan ditulis pada artikel lainnya, pada artikel ini hanya akan lebih berfokus kepada fungsi akuntansinya saja.

Pembutan Form dokumen berfungsi untuk mencatat transaksi, sehingga setiap fungsi perlu menyiapkan dokumen sebagai dasar utama dari pencatatan. Bagaimana jika tidak perlu menyediakan dokumen?. Bisa saja, misalnya informasi faktur yang dikirimkan oleh suplier hanya akan diterima melalui internet atau mengatur agar alur penggunaan kertas ditekan, aliran dokumen beralih dari fisik ke elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer, dokumen akan tampil sebagai gambar pada dekstop komputer.

• Proses penutupan laporan keuangan yang dituntut agar diterima dengan tepat waktu. Maka ketepatan waktu pelaporan keuangan yang digunakan untuk mengukur kinerja (performance) tim accounting. Setiap peningkatan kinerja akan membuat perusahaan tampak lebih kuat, dan membuat anggota tim menjadi lebih percaya diri.
• Spreadsheet pada excell yang digunakan oleh sebagian besar staff accounting untuk menyajikan laporan keuangan. Proses penutupan laporan keuangan biasanya memerlukan waktu 5 hari kerja, dilakukan pada waktu akhir bulan atau akhir periode. Agar dapat membantu dalam mempercepat proses penutupan laporan keuangan, akuntan bisa menggunakan aplikasi lain dalam proses pembentukan laporan keuangannya.

Nah, itulah sedikit penjelasan yang terkait dengan pengelolaan Beban departemen Accounting. Diharapkan setelah membaca artikel ini, maka para pembaca sekalian akan dapat mengendalikan biaya tersebut, dan akan mampu mengalokasikannya pada kegiatan lainnya yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Bagi para pembaca sekalian yang membutuhkan bimbingan seputar pengelolaan biaya Accounting, maka silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

Scroll to top