Kategori: Accounting

TIPS-TIPS TENTANG BAGAIMANA DALAM MENGENDALIKAN BEBAN/BIAYA PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan Berbagi tentang “TIPS-TIPS TENTANG BAGAIMANA DALAM MENGENDALIKAN BEBAN/BIAYA”. Artikel ini bertujuan untuk melengkapi artikel sebelumnya yang pernah ditulis dengan judul “STRATEGI BAGAIMANA DALAM MENURUNKAN BIAYA OPERASIONAL PERUSAHAAN YANG SEMAKIN MEMBENGKAK“. Dan pertama-tama kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang definisi sebenarnya dari beban/biaya. Beban merupakan satu bentuk pengeluaran, baik melalui kas secara langsung maupun yang tidak langsung. Beban akan semakin mengurangi pendapatan yang pada akirnya akan menjadi bagian terpenting dari pembentukan keuntungan atau laba. Jika perusahaan sudah mampu untuk mengelola beban perusahaan dengan lebih efisien, tentunya akan manfaatnya sendiri bukan.

Berikut ini merupakan beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengelola beban/biaya perusahaan Anda.

1. Melakukan Perawatan.

Perawatan yang dilakukan pada aset milik perusahaan dapat mengurangi kerusakan, dan mengurangi besarnya nilai penyusutan (Depreciation). Setiap asset pastinya memiliki masa manfaat yang terbatas, dan penilaian masa manfaat sendiri juga sangat ditentukan pada saat pengakuan awal. Meskipun asset memiliki masa manfaat yang sangat terbatas dan telah ditentukan, namun bukan berarti asset yang sudah tidak memiliki nilai dan masa manfaat sudah tidak dapat digunakan kembali dan asset dapat dinilai ulang melalui penilaian kembali (Revaluation) asset. Penilaian kembali seperti ini meliputi penilaian nilai manfaat dan juga masa manfaatnya.

2. Meningkatkan otorisasi perusahaan.

Setiap pembelian dari asset tentunya memerlukan dana. Didalam proses penyedian dana ini perusahaan memilki berbagai macam jenis prosedur yang harus dilewati dan harus dilakukan. Serta dari lamanya prosedur juga masih bergantung pada luasnya birokrasi yang harus ditempuh dan besarnya nilai dana yang dibutuhkan.

3. Kendalikan biaya Perolehannya.

Perusahaan dapat mengendalikan biaya perolehan (Cost) asset dengan cara lebih memperhatikan histori dari pembelian asset yang sebelumnya pernah terjadi dari tahun ke tahun. Menganalisis biaya-biaya yang sudah muncul dari pembelian asset-asset tersebut. Manajemn juga dapat memberikan keputusan apakah biaya yang sudah termasuk (include) dalam perolehan asset apakah sudah masuk akal/bernilai wajar atau tidak. Dengan adanya pertimbangan demikian, maka nilai asset yang dikaptalisasi akan jauh lebih mencerminkan nilai aslinya, segala biaya-biaya yang menyertainya dapat dikurangi, dan biaya yang tidak begitu penting dapat dieliminasi.

4. Menetapkan anggaran.

Perusahaan tentunya memiliki tujuan visi dan misi yang tercermin di dalam profil perusahaan. Parap pembaca tentunya dapat menemukan visi dan misi yang tertulis pada bagian profil di setiap laporan tahunan (annual report). Tujuan utama (Main project) dari perusahaan akan dibagi lagi ke dalam tujuan-tujuan terkecil dan dibagi kembali ke setiap masing-masing organisasi yang berbeda-beda. Dapat diartikan bahwa sebuah departemen merupakan bagian utama dari tujuan perusahaan. Bagi perusahaan dengan skala bisnis menengah keatas, tentunya mereka telah memilki tata kelola perusahaan  (Good Corporate Governance) yang lebih baik. Salah satu indikatornya adalah dengan melihat ketersediaan informasi tentang angaran (Budgetting) milik perusahaan.

Kaitannya dengan pengendalian biaya, anggaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan merupakan atu alat yang dapat digunakan sebagai salah satu alat pengendalian. Anggaran perusahaan yang sudah dibentuk dari berbagai informasi-informasi yang sudah terjadi pada masa lalu. Sehingga, jika terdapat biaya yang tidak biasa, dan sangat tidak wajar maka identifikasi atas biaya tersebut akan menjadi jauh lebih mudah.

5. Bekerjasama dengan Pihak Bank.

Adakalanya perusahaan yang memiliki sumber daya keuangan yang sangat terbatas. Akan meminjan dana dari bank dan hal ini menjadi salah satu cara yang paling mudah untuk dilakukan daripada dengan cara menarik para investor. Keterbukaan Bank terhadap para calon debiturnya saat ini semakin meningkat. Perusahaan akan dapat bekerja sama dengan Bank dalam penentuan batas bunga pinjaman, apabila perusahaan merasa keberatan dengan begitu besarnya bunga yang nanti akan dibebankan.

6. Seleksi berdasarkan Prioritas Utama.

Perusahaan tentunya memilki perencanaan untuk menentukan masa depannya sendiri. Selain itu, Mereka juga memiliki banyak rencana yang kesemuanya merupakan prioritas. Jika ditulis dan didaftar, maka semua rencana yang membutuhkan dana, sebagian besar dari mereka akan menyatakan bahwa mereka memang membutuhkan modal tambahan. Saran bagi perusahaan yang memiliki banyak tujuan, sebaiknya tentukanlah pada keputusan yang menyediakan banyak pilihan ke depanya. Dan hal ini merupakan langkah yang paling startegis, dalam usaha untuk menghindarkan diri dari jalan buntu (stagnant).

7. Kurangi penggunaan kertas.

Dengan adanya program ramah lingkungan, dan kecanggihan teknologi yang sudah semakin meningkat. Maka kemampuan kertas sebagai salah satu media informasi akan dapat digantikan oleh media elektronik. Untuk saat ini media elektronik mampu memberikan fungsi yang hampir sama baiknya dengan fungsi kertas, sebagai media penyimpan dan berbagi informasi. Layana back up melalui cloud akan memberikan keutungan bagi perusahan, yaitu bia terbebas dari penyedian ruang simpan (Hard disk). Peralihan dari kertas kepada elektronik juga semakin mengurangi penyediaan tinta sebagai salah satu sarana untuk mencetak.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, dan itulah sedikit penjelasan yang terkait dengan pengendalian beban/biaya. Diharapkan setelah membaca artikel ini, maka para pembaca sekalian akan dapat belajar agar mampu mengendalikan biaya-biaya perusahaannya. Bagi para pembaca sekalian yang ingin mengetahui secara lebih mendalam seputar pengendalian biaya ini, dan membutuhkan bimbingan serta konsultasi seputar permasalahan pengendalian biaya dan membutuhkan software accounting silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu kembali pada pembahasan artikel selanjutnya. Terimakasih dan salam sukses.

BEBERAPA TAHAPAN DALAM PROSES OPNAME HUTANG (PEMERIKSAAN SALDO-SALDO HUTANG) PERUSAHAAN

Sejak dulu pada era tahun 90 an siapa yang tidak mengenal jamu dengan merek nyonya meneer dengan logo seorang ibu-ibu yang memakai pakaian adat jawa? Dan pastinya akan ada yang pernah mendengar nama dari merk jamu tersebut dimasa sekarang Nyonya meneer ini juga termasuk sebagai salah satu satu merek jamu lokal yang paling laku dipasaran. Namun untuk informasi terakhir yang didapatkan adalah bahwa PT. Nyonya meneer telah dinyatakan bangkrut.

Berdasarkan dari beberapa sumber yang diketahui bahwa sejak awal dari tahun tahun 2015 lalu perusahaan pembuat jamu ini telah dinyatakan benar-benar bangkrut, penyebabnya adalah dikarenakan tidak mampunya perusahaan dalam membayar kewajiban hutangnya. Begitu besarnya kewajiaban hutang yang harus dibayarkan oleh perusahaan ini adalah sekitar Rp.252 milyar. Begitu besarnya hutang tersebut terbagi menjadi 85 kreditor. Setelah lama ditelusuri oleh pihak pemeriksa bahwa begitu besarnya nilai hutang tersebut yang terdiri dari:

1. Hutang terhadap kantor pajak pratama adalah sebesar Rp.36 milyar.
2. Hutang kepada BPJS kesehatan adalah sebesar Rp.1 Milyar lebih.
3. BPJS ketenaga kerjaan sebesar Rp.12 Milyar.
4. Kepada karyawan (untuk gaji dan lain sebagainya) Rp.29 Milyar.
5. Dan semua totalnya tersebut adalah menjadi Rp.252 Milyar.

Setelah sempat meredup selama dua tahun terakhir, kasus ini muncul kembali setelah salah satu suplier dari bahan bakunya untuk produsen jamu ini menginginkan adanya pembatalan perdamaian setelah perjanjian damai sudah disahkan pada pertengahan tahun 2015 lalu oleh Pengadilan Niaga Semarang. Alasan dari pembatalan perjanjian tersebut adalah karena mereka sama sekali tidak mendapatkan pembayaran dari pihak nyonya meneer.

Kasus dari kebangkrutan yang telah dijelaskan diatas memang ditujukan sebagai suatu pendekatan agar para pembaca sekalian dapat memahamai tentang betapa pentingnya kebenaran saldo dari hutang. Jika para pembaca sekalian tidak terlalu cermat dalam mencatat transaksi hutang. Maka kasus seperti diatas yang telah disebabkan karena hutang yang tidak sanggup terbayarkan akan berpotensi terulang kembali pada perusahaan Anda.

Karena alasan penting itulah, maka praktisi software akuntani akan memberikan sedikit tips kepada para pembaca sekalian beberapa cara tentang bagaimana dalam memeriksa saldo hutang tahap demi tahap.

1. Melakukan Analisis.

Alasan prosedur analisa sebagai yang paling awal dilakukan adalah untuk membantu pemeriksa dalam mengembangkan ekspektasi berapa besarnya salo dari akun hutang dengan saldo dari akun-akun yang lainnya, seperti: pembelian, persediaan, kas, bank, retur pembelian, atau dari diskon pembelian.

Analisis dapat dilakukan dengan cara membuat rasio. Salah satu rasio yang dapat digunakan oleh rasio perputaran hutang. Fungsi rasio ini adalah untuk mengukur bagaimana kecepatan dilunasinya hutang kepada para pemasok oleh perusahaan. Rasio lainnya yang digunakan adalah Rasio hutang usaha dengan hutang lancar. Tujuan utama dari pengukuran ini adalah untuk mengukur berapa besarnya nilai hutang dagang terhadap jumlah dari keseluruhan hutang lancar lainnya.

Analisis ini juga dapat dilakukan pada setiap akhir pemeriksaan untuk memastikan bahwa bukti yang sebelumnya telah dievaluasi dalam pengujian saldo beserta riciannya telah benar-benar sesuai dengan gambaran secara menyeluruh yang akan disajikan pada laporan keuangan.

2. Pengujian Rincian Transaksi.

Melakukan penelusuran tentang berbagai informasi transaksi terhadap bukti-bukti transaksi dengan jalan menelusurinya ke dalam bukti-bukti pendukung transaksi. Prosedur seperti ini biasanya lebih sering disebut dengan Vouching. Transaksi-transaksi yang akan diperiksa meliputi transaksi yang sudah tercatat pada jurnal, yang akan membentuk saldo akhir hutang ke dalam bukti pendukung. Bukti transaksi yang akan diperiksa antara lain adalah berupa voucher, faktur penjualaan, laporan penerimaan barang dan juga laporan pembelian.

Transaksi yang akan dicatat pada kolom debet yang dapat di periksa melalaui transaksi pengeluaran kas seperti: buku pengeluaran cek atau berupa memo dari penjual, bukti retur pembelian, pengurangan harga dan lain sebagainya. Yang perlu untuk diingat adalah bahwa waktu yang diperlukan untuk memeriksa bukti transksi memang sangat terbatas, sehingga dibutuhkan adanya suatu kecermatan dan kecepatan dalam hal memeriksa. Khususnya adalah berupa kecermatan dalam hal menentukan berapa besarnya nilai sampling, dan kecepatan untuk melakukannya. Nilai sampling sendiri juga menunjukan tentang seberapa banyak bukti transaksi yang nantinya akan dijadikan sebagai obyek pemeriksaan.

Setelah Anda sudah memeriksa  ke bukti-bukti transaksi. Maka selanjutnya periksa dengan pisah batas. Dan caranya adalah dengan menelusuri tanggal-tanggal laporan penerimaan ke dalam ayat register voucher dan melakukan penelusuran ke dalam bukti-bukti transaksi. Lakukan eksplorasi secara langsung dan mereview atas dokumen internal. Lakukan pisah batas transaksi pembelian. Caranya adalah dengan memeriksa data-data transaksi pendukung pembelian dalam minggu-minggu terakhir tanggal neraca dan juga mingu-minggu pertama setelah tangal neraca.

Lakukan pisah batas transaksi pembayaran hutang usaha dalam minggu terakhir dari periode pemeriksaan dan minggu pertama setelah tanggal neracanya. Periksalah persediaan konsinyasi. Persediaan titipan untuk benar-benar menyakinkan bahwa persediaan yang sudah dibeli oleh perusahaan secara kredit memang benar-benar sudah menjadi milik perusahaan, bukan milik pihak-pihak lain. Lakukan penelusuran dengan cara mereview ulang transaksi-transaksi yang terjadi ke dalam nilai anggarannya. Cara seperti ini harus dilakukan agar bisa diketahui pada area-area mana saja hutang perusahaan tersebut yang bisa menyebabkan resiko.

3. Uji Rincian-Rincian Saldo.

Melakukan konfirmasi hutang usaha. Meskipun untuk prosedur seperti ini memang lebih bersifat opsional, karena mengirimkan surat konfirmasi kepada pihak ketiga, namun untuk langkah semacam ini harus dapat memperkuat prosedur pemeriksaan. Kirimkan surat konfirmasi kepada pihak pemasok utama, karena nilai hutang terbesar biasanya berkaitan erat dengan  pemasok utama.
Selain konfirmasi dikirimkannya kepada pihak pemasok utama, dan surat konfirmasi juga harus dikirimkan kepada perusahaan berdasarkan transaksi yang tidak biasa.

Bagi nilai hutang yang masih belum dikonfirmasi oleh para pemasok dan segera lakukan rekonsilasi. Manfaatkan laporan bulanan yang sudah dikirimkan oleh para pemasok setiap bulannya. Mungkin untuk prosedur seperti ini akan menjadi lebih sulit untuk dilakukan karena tidak semua pemasok mampu memeberikan informasi secara bulanan terhadap perusahaan.

4. Periksa Penyajiannya.

Periksa hutang pada laporan keuangannya apakah telah benar-benar disajikan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang masih berlaku secara umum (PABU). Periksalah dengan cara menggunakan dasar-dasar yang masih dapat diperoleh dari standar akuntansi keuangan PSAK dan berbagai peraturan-peraturan yang masih terkait dengan pos hutang. Mintalah penjelasan dari pihak manajemen atas berbagai komitmen-komitmen yang masih belum diungkapkan dan apa saja persyaratam beserta penjelasan yang bersangakutan dengan hutang tersebut.

Nah, itulah sedikit tips seputar opname hutang dan yang terkait dengan saldo-saldo utang. Prosedur yang sudah ditulis diatas mungkin akan sedikit berbeda dengan bagaimana kondisi sebenarnya dari perusahaan Anda karena pembuatan prosedur pemeriksaan sebenarnya juga masih bergantung pada bagaimana aliran kerja/work flow dan sistem pengendalian internalnya. Apabila pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang bagaimana cara dalam mengopname hutang dan membutuhkan konsultasi seputar hutang, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu
Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya. Salam sukses.

SEKILAS TENTANG RECALL BIAS (BIAS INGATAN) TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJERIAL SEBUAH PERUSAHAAN

Sebagian besar dari kita pernah berhadapan langsung dengan berbagai dilema, dimana sangat perlu untuk memilih diantara berbagai macam jenis pilihan yang semuanya merupakan priotias terpenting. Tidak jarang banyak juga dari kita yang semakin terdesak dengan waktu untuk mengamil keputusan, namun ternyata banyak hal juga yang perlu untuk tetap dipertimbangkan.

Berbagai desakan waktu yang menyebabkan kita tidak banyak memikirkan hal-hal lain yang mungkin saja akan dapat digunakan sebagai suatu dasar yang lebih obyektif. Berbagai kesempatan-kesempatan untuk mendapatkna hasil yang lebih optimal mungkin juga dapat terlewatkan. Maka mempertimbangkanlah segala sesuatunya, baik dari pengaruh buruknya sampai dengan pengaruh baiknya juga sangat penting. Bahkan pada banyak kasus yang dapat memberikan pengaruh untuk waktu jangka panjang. Pertimbangan yang terbaik adalah berupa pertimbangan yang lebih sehat, jauh dari emosi, pertimbangan yang rasional merupkan pertimbangan yang jauh lebih baik daripada dengan mengambil keputusan yang disertai dengan sangat emosional.

Artikel dibawah ini akan sedikit memberikan gambaran tentang bagaimana bias dalam pengambilan keputusan yang selanjutnya bisa digunakan sebagai satu pembentuk kerangka dasar dalam bertindak dengan lebih rasional. Menghindari adanya kemungkinan terburuk dari pengambilan keputusan yang disebabkan oleh adanya pertimbangan yang tidak logis.

Banyak diantara keputusan-keputusan hidup yang sudah dipiliah lebih banyak dipengaruhi oleh tingkat kejelasan informasi, begitu banyaknya informasi, dan sumber-sumber informasi. Sebagai salah satu contohnya adalah, pastinya kita sudah sangat mengenal tentang penyakit AIDS ini. Acquired Immuno Deficiency Syndrome, merupakan suatu penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Cara kerja dari penyakit ini adalah dengan merusak sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara melumpuhkan kemampuannya untuk memberikan serangan balik terhadap penyakit dan membersihkan berbagai macam virus yang telah masuk kedalam tubuh manusia.

Penyakit ini sama sekali tidak akan memberikan kompromi bagi si penderitanya  agar bisa bertahan hidup lebih lama. Sampai saat ini dunia medis juga masih belum mampu untuk menemukan  sebuah obat yang benar-benar 100% mampu menyembuhkan si penderita penyakit AIDS. Bahkan karena begitu berbahayanya penyakit ini, sampai si penderitanya harus diisolai dari lingkunagn masyarakat sekitar karena takut tertular oleh penyakitnya.

Banyak fakta yang telah membuktukan bahwa sebagian besar orang memang mengakui bahwa penyakit AIDS adalah penyakit yang benar-benar sangat mematikan, namun sebagian besar dari mereka malah mengabaikan data-data yang lebih jelas tentang bagaimana cara untuk menghindari agar tidak tertular dari penyakit AIDS ini.

Dalam sebuah wawancara Dallas Talk Show, seorang wanita yang menyebutkan dirinya dengan inisial “CJ”. Kepada seorang pembawa acara dia mengaku sebenarnya dia telah menderita penyakit AIDS, penyakit menular yang sangat mematikan tersebut. Dan nampaknya dia sangat menyesali perbuatannya yang pada akhirnya membuatnya malah terjangkit pnyakit yang masih belum ditemukan obatnya tersebut. dia menjelaskan dengan sangat jelas bahwa dia sengaja ingin menyebarkan penyakit tersebut dengan tujuan untuk membalas dendam kepada orang yang telah membuatnnya sudah terinfeksi.

Setelah sesi wawancara dibuat, maka acara sudah selesai, masyarkat menjadi semakin heboh. Seminar tentang AIDS mulai banyak dilakukan dengan lebih sering. Berita tentang virus mematikan ini menjadi trending topik pada berbagai media. Wawancara yang sudah dibuat oleh berbagai berita-berita lokal tersebut mengundang banyak sekali reaksi dari masyarakat. Banyak diantara masyarakat yang mulai memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit. Permintaan untuk pemeriksaan tes AIDS menjadi semakin meningkat tajam di rumah sakit. Terdapat banyak sekali alasan yang lebih penting yang harus lebih diperhatikan tentang AIDS ini. Namun, laporan yang CJ berikan sangat jelas memiliki efek yang lebih besar lagi pada banyak perilaku masyarakat daripada banyaknya data-data yang ada.

Nah, itulah sedikit contoh tentang recall bias, sebenarnya recall bias ini juga tidak hanya berkaitan dengan berbagai informasi terakhir yang sudah diterima saja, akan tetapi juga berupa informasi yang paling berpengaruh besar terhadap kehidupan. Kenangan yang akan merubah kehidupan menjadi semakin lebih mudah untuk diingat apa yang menjadi penyebab-penyebab utamanya.

Sebagi salah satu contohnya, orang yang sebelumnya pernah mengalami hal paling buruk dalam hidupnya akan semakin lebih memproteksi dirinya sendiri untuk tidak mengulangi perbuatan yang dapat menyebabkan dia terkena dampaknya kembali. Begitu pula dengan seorang pengusaha yang perusahaanya pernah mengalami kebangkrutan, sampai membuatnya mengalami kebangkrutan dan menyebabkannya menjadi lebih berhati-hati dalam hal melakukan hal yang lebih berpotensi untuk mengakibatkan terjadinya kebangkrutan perusahaan kembali.

Bahkan dapat juga, untuk si pengusaha tersebut akan berusaha untuk melindungi asset-asset yang dimiliki dengan cara membeli asuransinya. Hal ini bisa terjadi karena disebabkan oleh pengalaman yang sebelumnya pernah membekas tajam pada ingatannya. Pengalaman-pengalaman yang sebelumnya pernah membuat suatu perubahan dalam hidup akan menjadi semakin lebih mudah untuk diingat-ingat kembali apa saja yang menjadi penyebabnya dan akan dapat menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan selanjutnya.

Sedikit uraian diatas sebenarnya dapat digunakan sebagai dasar informasi untuk membentuk kerangka berfikir dalam hal pengambilan keputrusan di dalam sebuah perusahaan. Bagi pihak manajemen, dengan sangat sadar maupun tidak sadar bahwa bias ingatan (recall bias) memang lebih berpotensi untuk menyebabkan pihak manajemen akan menjadi salah langkah dalam mengambil keputusan bagi perusahaannya, baik berupa keputusan akhir maupun berupa keputusan prediksi. Jumlah informasi terakhir yang sudah diperoleh, dan berbagai sumber informasi merupakan hal-hal yang sangat perlu untuk lebih dipertimbangkan sebagai suatu dasar dalam hal pengambilan keputusan yang lebih tepat.

Berikut ini adalah beberpa tips yang mungkin akan dapat digunakan untuk menghindari dari terjadinya bias ingatan Recall Bias:

1. Carilah informasi dengan sebanyak banyaknya, dengan cara memilki informasi-informasi yang lebih banyak, maka opsi lain dalam hal pengambilan keputusan akan menjadi lebih tepat.
2. Periksalah tentang kebenaran berbagai informasi. Banyak informasi lain yang ada, namun tidak dapat dipertanggungjawabkan tentang kebenarannya.
3. Dapatkan berbagai informasi dari berbagai sumber-sumber yang lebih dapat dipercaya. Mendapatkan berbagai informasi terkini memang jauh lebih mudah karena adanya kecanggihan teknologi. Namun untuk akses teknologi yang menjadikan penyebaran informasinya menjadi semakin lebih mudah dan menjadi lebih cepat.

Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses. Apabila para pembaca sekalian  memutuhkan konsultasi seputar manajemen perusahaan, para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

TIPS TENTANG BAGAIMANA DALAM MEMBUAT LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan sedikit berbagi “TIPS BAGAIMANA DALAM MEMBUAT LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN”. Artikel ini ditulis untuk berbagi wawasan terhadap para pembaca sekalian tentang betapa pentingnya laporan laba rugi. Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa laporan laba rugi merupakan laporan yang tidak mungkin terpisahakan dari laporan keuangan. Berikut ini merupakan format dari laporan laba rugi single step dan multiple step beserta dengan bentuk-bentuk susunannya.

Penjelasan tentang format dan susunan dari laporan laba rugi akan terlebih dahulu dengan menjelaskan bagaimana fungsi dari pelaporannya. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari laporan laba rugi perusahaan:

1.    Untuk digunakan sebagai alat evaluasi terhadap bagaimana kinerja manajemen.

Laporan laba rugi merupakan satu alat evaluasi untuk manajemen, yang digunakan untuk menilai tentang sebearpa efektif dan efisiennya kinerja manajemen yang sudah berjalan selama ini.

2.    Sebagai salah satu dasar yang digunakan untuk proses perhitungan pajak yang terutang.

Nilai pajak yang masih terutang akan didasarkan pada berapa besarnya laba bersih dari periode pelaporannya.

3.    Digunakan sebagai alat ukur efektifitas dan efisiensi dari sebuah usaha.

Tolak ukur dari sebuah kinerja manajemen yang dapat dilihat dari laporan keuangan, khususnya laporan berupa laporan laba rugi.

Terdapat dua macam format yang masih dapat digunakan oleh perusahaan untuk membuat laporan laba ruginya, yaitu: berupa laporan dengan format single step, dan juga laporan dengan format multiple step.

1.    Format Laporan Laba Rugi Single Step Income Statement.

Bentuk dari jenis format single step ini merupakan salah satu bentuk laporan laba rugi yang paling sering digunakan oleh banyak perusahaan. Di bawah ini akan disajikan bagaimana Formula dalam membuat laporan laba rugi single step:

2.    Format Laporan Laba Rugi Multiple Step.

Model penyajian laporan labarugi selain dari single step adalah multiple step. Bentuk untuk penyajian laporan laba rugi ini lebih menekankan pada perhitungan laba bersih yang lebih terperinci. Model laporan ini adalah memisahkan pendapatan.

Berikut ini merupakan formula untuk membuat laporan laba rugi multiple step :

Beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan yang sudah membuat laporan laba rugi dengan format multiple step ini adalah :

1.    Laporan laba rugi multiple step jauh lebih jelas dalam menyajikan jumlah laba kotor. Sebagian besar para pengguna dari laporan laba rugi memang lebih sering untuk mengevaluasi nilai laba kotor yang akan membandingkan nilai dari laba kotor pada jenis industri yang sejenis untuk mengukur seberapa tinggi kekuatan penjualan.
2.    Laporan laba rugi dengan menggunakan multiple step akan menyajikan subtotal pendapatan operasional, dimana akan lebih mengindikasikan laba yang sudah dihasilkan dari berbagai aktifitas utama perusahan seperti adanya aktifitas pembelian dan penjualan.
3.    Laporan laba rugi multiple step yang menyajikan nilai bersih untuk semua jenis item pada laporan laba rugi. Jika jumlah nilai yang tampak positif, maka perusahaan akan mengalami keuntungan. Sementara jika nilai yang tampak negatif, maka perusahan bisa dipastikan sudah mengalamai kerugian.

Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah penjelasan terkait dengan format laporan laba rugi. Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam format laporan laporan laba rugi, membutuhkan konsultasi manajemen dan membutuhkan software accounting silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak kami  di: 081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu Anda.
Sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya dan salam sukses.

 

 

 

 

Scroll to top