Kategori: Accounting

RUANG LINGKUP YANG HARUS ANDA PERHATIKAN SEBELUM AKAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MANAJEMEN PROYEK

Dalam bisnis proyek terdapat adanya istilah manajemen proyek yang bisa diartikan sebagai penerapan keahlian, ilmu pengetahuan, dan juga ketrampilan, yang secara teknis telah memggunakan resource yang lebih terbatas hanya untuk menghasilkan sasaran yang telah ditetapkan. Dalam manajemen proyek dibutuhkan adanya pengelolaan yang benar-benar terarah agar tujuan akhir dari sebuah proyek masih dapat terpenuhi. Ruang lingkup dari manajemen proyek meliputi:

1. Mutu.
2. Biaya.
3. Waktu.
4. Keselamatan kerja.
5. Kesehatan.
6. Lingkungan.
7. Sumberdaya.
8. Resiko.
9. Sistem informasi.

Pada dasarnya terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam penerapan manajemen proyek, yaitu:

1.    Perencanaan.

Perencanaan biasanya dilakukan dengan cara memberikan sasaran dan tujuan proyek berikut juga administrasi dan program untuk diterapkan. Perencanaan ini dilakukan dengan adanya studi kelayakan, rekayasa nilai, dan perencanaan dalam lingkup manajemen proyek.

2.    Penjadwalan.

Setelah dibuat perencanaan, maka tahap selanjutnya adalah berupa penjadwalan. Penjadwalan yang berisikan tentang rencana serta kemajuan proyek, termasuk juga didalamnya tentang biaya-biaya untuk peralatan, tenaga kerja, material dan ketepatan waktu dalam hal penyelesaian proyek.

3.    Pengendalian dan manajemen proyek.

Pengendalian yang dilakukan adalah untuk memperkecil atau meminimalkan berbagai kemungkinan-kemungkinan terjadinya resiko terhadap penyimpangan yang mungkin saja bisa terjadi. Seluruh aktivitas yang telah dikerjakan selama proses terjadinya pengendalian adalah untuk melakukan pemeriksaan, pengawasan, dan juga untuk koreksi ulang.

Manajemen proyek yang baik hendaknya harus dapat mengelola tentang berbagai macam asset-asset, dan sumber daya manusia, waktu serta kualitas pekerjaan proyek sehingga akan dapat menghasilkan proyek yang lebih berkualitas dengan waktu sesuai dengan yang sudah direncanakan sebelumnya. Selain itu pengendalian biaya juga harus lebih diperhatikan lagi dengan lebih teliti agar dapat menghasilkan keuntungan yang semakin optimal. Didukung dengan adanya mutu bangunan yang baik akan menjadikan kunci dari kesuksesan sebuah manajemen proyek.

Penggunaan software accounting untuk manajemen proyek akan semakin memudahkan proses dari manajemen proyek itu sendiri. Perangkat lunak atau software accounting yang banyak digunakan untuk mendukung bidang ini biasanya adalah dari software akuntansi yang berbasis cloud. Software Zahir accounting akan dapat mendukung berbagai macam kegiatan seputar manajemen proyek dengan berbagai macam fitur yang dimiliki dalam software accounting seperti mengelola persediaan barang, proyek, data departeman, perakitan, multi fase proyek, perakitan, kas dan bank, serta rekonsiliasi bank. Software accounting juga akan semakin mempermudah Anda dalam mengelola berbagai pembayaran piutang dan hutang serta untuk menyajikan laporan tentang umur piutang, membuat surat tagihan untuk mengingatkan piutang mana yang sudah hampir masuk jatuh tempo dan harus segera dibayarkan oleh pelanggan. Dengan adanya fasilitas tersebut, maka akan semakin memperkecil resiko adanya piutang yang tak tertagih.

Mengelola manajemen proyek dengan lebih mendetail memang membutuhkan waktu yang lebih panjang, terlebih lagi apabila proyek yang sedang dikerjakan adalah proyek besar. Dengan mengaplikasikan software akuntansi pada bagian manajemen proyek, maka Anda akan dapat menghemat banyak sekali waktu dan tenaga serta untuk perhitungan biaya yang dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

MANAKAH YANG TEPAT UNTUK AKUNTANSI BISNIS UKM? MANUAL RUMUS EXCEL VS SOFTWARE ACCOUNTING ONLINE

Bervariasinya bentuk-bentuk dan jenis-jenis perusahaan di Indonesia, seperti yang berbentuk usaha dagang, bisnis jasa dan bahkan untuk kategori industry manufakturing. Untuk setiap levelnya memang terdapat yang masih berupa perusahaan global yang saham-sahamnya dimiliki secara bersama-sama, terdapat juga yang masih berupa usaha kecil menengah, dan ada juga yang terbilang masih start up dalam memulai perusahaannya serta masih banyak lagi berupa level-level perusahaan lainnya.

Khusus untuk ingkat level dari Bisnis UKM biasanya dianggap sebagai sebuah bisnis yang begitu potensial atas kontribusi yang sangat besar terhadap menghasilkan produk atau penyerapan-penyerapan tenaga kerjanya. Karena potensi dari bisnis yang sangat menjanjikan inilah, maka para pelaku dari bisnis tersebut selalu berupaya semaksimal mungkin untuk mencari formulasi, kemudahan, efektivitas dan tingkat efisiensi agar dapat membantu dalam hal kelancaran bisnis mereka dan diharapkan agar semakin memaksimalkan keuntungan dari usahanya. Salah satu langkah tersebut, dalam upaya untuk semakin memudahkan mereka dalam hal melakukan pencatatan transaksi seringkali menjadi bagian terpenting, yaitu melalui penggunaan software akuntansi. Pembukuan secara manual mungkin saja dianggap sudah tidak lagi efesien dalam hal menghadapi tantangan berat dari bisnis yang terus mengalir dengan sangat cepat.

Membahas tentang penggunaan pencatatan akuntansi manual dengan excel, banyak sekali kemudahan dan kesulitan yang harus dihadapi. Dimulai dengan pembuatan rumus-rumus perhitungan pada setiap sheet dari excelnya, membuat formula tabel berupa bentuk-bentuk transksi atau laporan keuangannya dan banyak lagi yang lainnya. Dengan alasan tersebut, maka banyak diantara para staff administrasi keuangan harus membuat formula yang terlampau rumit dan berupa penempatan yang terbaik untuk setiap bentuk laporan keuangan sebelum akhirnya mereka akan menghitung tentang transaksi dan prosesnya sampai benar-benar dapat menjadi laporan keuangan.

Bagi para staff yang sudah terbiasa membuat formula dari sejak mereka menuntut ilmu dibangku kuliah, mungkin bisa semakin lebih memudahkan mereka dalam mengerjakan seluruh pencatatan transaksi dan laporan keuangannya tersebut, namun pengecualian bagi para staff keuangan yang masih belum terlalu memahami, bahkan masih merasa kebingungan dalam pembuatan formula excel untuk laporan keuangan, mereka akan semakin pusing dan begitu kesulitan dalam hal mencatat seluruh transaksi agar bisa diproses menjadi laporan keuangan.

Adapun proses yang dibutuhkan oleh seorang staff keuangan dalam mencatat seluruh transaksi keuangan yang dimulai dari proses menjurnal transaksi dari seluruh invoice milik perusahaan, selanjutnya akan dirubah menjadi buku besar, kemudian baru diproses kembali menjadi laporan keuangan yang berupa neraca dan laporan laba rugi perusahaan. Oleh karena itulah berapa banyak waktu yang harus digunakan oleh para staff keuangan untuk mencatat seluruh transaksi keuangan sampai terbentuknya laporan keuangan. Maka pada saat para petinggi perusahaan ingin mengetahui tentang laporan kartu stok, maka laporan penjualan atau pembelian, laporan laba rugi, laporan neraca saldo dan juga laporan-laporan lainnya, mungkin saja tidak bisa saat itu juga bisa tersajikan berupa laporan keuangan yang benar-benar realtime seperti halnya yang bisa dilakukan oleh software akuntansi yang sudah berbasis cloud, karena pada saat itu juga para petinggi ingin bisa segera mengambil keputusan bagi perencanaan perusahaan untuk kedepannya. Bagaimana hal ini akan bisa dihadapi oleh pihak perusahaan, sedangkan para staff keuangan saja masih menggunakan teknologi secara manual menyusun laporan keuangan dengan mengandalkan kemampuan formula dari excel.

Untuk jenis bidang usaha UKM memang bisa dikatakan sebagai jenis skala usaha yang masih terbilang start up memang masih terlalu banyak yang harus direncanakan agar mampu bertahan dan memperlancar berjalannya perusahaan tersebut karena masih butuh adanya laporan-laporan yang dibutuhkan untuk strategi perencanaan yang akan dilakukan oleh perusahaan, mulai dari strategi manajemen stok, apabila usahanya dalam bidang ritel, perlu adanya manajemen hutang-piutang agar arus kas perusahaan tetap lancar dan seimbang, perlu adanya laporan penjualan dan pembelian agar bisa mengontrol pendapatan yang masuk dan biaya yang telah dikeluarkan, perlu adanya laporan kas masuk dan kas keluar yang mampu mengontrol pemasukan dan pengeluaran harian kantor, perlu adanya laporan laba rugi yang valid agar bisa memutuskan perencanaan selanjutnya oleh perusahaan, perlu adanya laporan neraca yang mampu dalam mengontrol posisi harta dengan kewajiban serta modalnya agar strategi perusahan yang telah direncanakan untuk kedepan bisa semakin maksimal, perlu adanya laporan analisa bisnis yang akan mengontrol posisi keuangan dengan dan masih banyak membutuhkan laporan-laporan lainnya. Oleh karena itulah bidang usaha UKM sangat membutuhkan proses laporan keuangan yang cepat dan tepat demi tercapainya keputusan yang terbaik bagi perusahaan untuk kedepannya.

Perkembangan dunia teknologi saat ini memang sangat pesat, termasuk juga teknologi dalam bidang komputerisasi akuntansi. Banyak sekali software – software akuntansi untuk skala UKM yang cukup memadai dan sudah mampu dalam mengakomodir segala kebutuhan-kebutuhan laporan keuangan perusahaan. Software akuntansi UKM yang user friendly sudah bisa mengakomodir segala kebutuhan perusahaan, beberapa diantaranya juga sudah dilengkapi dengan fitur-fitur laporan hutang-piutang yang sudah bisa bisa mengontrol tanggal jatuh tempo dan pembayaran hutang-piutang agar kas perusahaan dapat berjalan dengan lancar, selanjutnya juga dilengkapi dengan fitur-fitur produk yang akan bisa mengontrol barang dengan kartu stoknya, kemudian sudah lengkap dengan adanya laporan keuangan yang banyak dibutuhkan oleh para pebisnis perusahaan dalam mengambil keputusan secara lebih cepat untuk perencanaan dan strategi perusahaan untuk kedepannya.

Selain itu dalam hal penginputan transaksi yang lebih simple bisa diinput oleh orang yang bukan termasuk lulusan akuntansi, sehingga pemilik perusahaan hanya cukup merekrut SDM dari tenaga SMK yang biasanya sudah memiliki dasar akuntansi, maka invoice perusahaanpun akan dapat tercatat dengan baik dan hanya membutuhkan waktu yang relatif lebih cepat untuk mengajarkan training oleh para trainer software yang professional.

Itulah beberapa kelebihan apabila menggunakan software akuntansi UKM apaila dibandingkan dengan manual excel, sehingga para pebisnis UKM akan bisa langsung mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat. Dengan demikian pembuatan laporan keuangan dengan cara manual (Excel) dan software akuntansi, maka jauh lebih cepat dengan menggunakan software akuntansi, karena para pebisnis UKM akan bisa mengambil keputusan kapanpun dan dimanapun mereka inginkan dengan software akuntansi online yang berbasis cloud.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

FITUR-FITUR WAJIB YANG HARUS ADA DARI SOFTWARE ACCOUNTING UNTUK JENIS USAHA KONTRAKTOR AGAR DAPAT MENGELOLA PER PROYEK

Dalam usaha untuk meningkatnya kebutuhan dari masyarakat akan pengadaan perumahan, perkantoran, sarana dan prasarana publik serta pembangunan berbagai infrastruktur seperti ini menjadikan jenis usaha dalam bidang jasa konstruksi semakin banyak diminati oleh para pengusaha. Namun dari balik semakin banyaknya permintaan order dari berbagai proyek pembangunan yang harus segera ditangani, maka akan menjadi semakin rumit pula dalam hal pengelolaan transaksi keuangan dari setiap proses dari proyek tersebut.

Berbagai macam jenis transaksi yang banyak terjadi pada kebanyakan operasional proyek yang berhubungan langsung dengan pengadaan dan pembiayaan material konstruksi, pajak, penerimaan dana proyek dan lain sebagainya. Namun transaksi-transaksi tersebut akan menjadi semakin lebih rumit lagi dengan adanya berbagai macam tingkatan transaksi yang berada didalamnya, seperti tingkatan dalam internal organisasi, proyek, operasional, dan penugasan kerja para karyawan.

Masing-masing dari setiap tingkatan memang harus memiliki perlakuan akuntansi yang berbeda-beda. Kesalahan dalam hal mengelola transaksi keuangan dari proses pelaksanaan proyek akan mengakibatkan terjadinya kekacauan dalam hal pelaksanaan proyek. Untuk itulah diperlukan adanya solusi yang dapat membantu Anda dalam memonitor dan mengelola berbagai jenis transaksi keuangan proyek. Dengan demikian pengerjaan proyek akan mampu berjalan sesuai dengan perencanaan dan alur kas dapat terpantau dengan baik.

Dalam mendukung kinerja dari para kontraktor untuk menjalankan berbagai proyeknya, para pelaku usaha dalam bidang IT dapat memanfaatkan peluang seperti ini dengan menghadirkan software akuntansi yang lebih reliable untuk bidang usaha kontraktor tersebut. Misalnya software tersebut harus memiliki fitur-fitur unggulan yang sesuai dengan berbagai kebutuhan yang berhubungan langsung dengan berbagai proses proyek seperti halnya:

1. Menentukan anggaran per proyek yang akan dikerjakan.
2. Menghitung laba rugi setiap masing-masing proyek yang akan dikerjakan.
3. Mengelola aktiva.
4. Menghasilkan laporan keuangan yang dapat mendukung dalam hal pengambilan keputusan untuk setiap proyek yang dikerjakan.

Fitur-fitur tersebut merupakan beberapa fitur penting yang harus Anda temukan pada software accounting untuk pengerjaan proyek. Dan fitur-fitur tersebut memang sangat diperlukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan para kontraktor dalam hal membuat laporan keuangan proyek yang cukup memadai, selain beberapa fitur tersebut, terdapat beberapa juga fitur lain yang harus ada dalam software accounting, seperti halnya: fitur untuk mengelola persediaan barang untuk kebutuhan proyek, mengelola hutang dan piutang yang berhubungan dengan proyek yang sedang dikerjakan, mengelola anggaran per proyek dan departemen, serta stok opname.

Mengaplikasikan software akuntansi untuk mengelola proyek, dalam hal ini semakin lebih memungkinkan para pengusaha dalam bidang kontraktor untuk dapat mengelola persediaan barang dengan lebih mudah dan tersistem dengan sangat baik. Hal ini karena berbagai transaksi penjualan dalam software accounting biasanya sudah secara otomatis mengitung HPP dengan menggunakan beberapa pilihan metode, seperti: metode FIFO, LIFO, atau Average. Kalkulasi dari semua itu secara otomatis juga akan membentuk jurnal penyesuaian persediaan dan secara otomatis akan langsung mengurangi jumlah barang yang tersedia di dalam gudang.

Selain itu Anda juga akan dapat mengelola berbagai anggaran dari setiap proyek yang telah dikerjakan per tahapan seperti tahapan perencanaan, proses pengerjaan, sampai dengan proses finishing proyek, sehingga setiap pemakaian barang dan pengeluaran uang akan dapat langsung dihubungkan dalam tahapan proyek, yang selanjutnya akan ditampilkan dalam laporan perbandingan antara prediksi anggaran dan realisasi nyata ke dalam pengerjaan proyek.

Penggunaan software akuntansi untuk mengelola proyek akan sangat membantu Anda dalam mengelola usaha para kontraktor agar dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Dengan demikan akan mampu menghindarkan dari terjadinya berbagai resiko kesalahan dalam hal anggaran proyek seperti kekurangan dana untuk anggaran proyek, kekurangan biaya untuk gaji setiap pekerja proyek dan lain sebagainya, karena jenis usaha kontraktor seperti ini biasanya akan berhubungan langsung dengan uang dalam jumlah yang sangat besar.

Itulah beberap fitur-fitur penting yang harus ada dalam software accounting untuk jenis usaha kontraktor, semoga dapat bermanfaat bagi Anda sekalian dalam usaha untuk mencari bagaimana kriteria-kriteria yang cocok dari software accounting untuk jenis usaha kontraktor. Membutuhkan software accounting untuk kontraktor? Silahkan hubungi 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

MENGENAL METODE FULL COSTING DAN VARIABLE COSTING DALAM AKUNTANSI BIAYA (PRODUKSI)

Full costing dan variabel costing (metode pembiayan) pada dasarnya merupakan metode yang berhubungan langsung dengan penentuan harga pokok produksi. Dalam metode full costing untuk menentukan harga pokok produksi yang mana semua biaya produksi akan diperhitungkan ke dalam harga pokok produksi. Hal tersebut tentunya menunjukkan bahwa metode full costing ini tidak membedakan antara biaya produksi variabel dan biaya produksi tetap, karena akan langsung dimasukkan ke dalam harga pokok produksi.

Sehingga untuk biaya produksi tetap tersebut masih sangat melekat pada setiap produk yang masih belum terjual, dengan begitu tidak akan membebankan untuk kelangsungan hidup dari bisnis untuk selanjutnya dan pada periode cost. Sedangkan metode variabel costing ini merupakan metode untuk penentuan harga pokok produksi yang hanya akan memasukkan biaya-biaya yang lebih bersifat variabel ke dalam harga pokok produksi. Yang mana untuk setiap biaya produksi tetap sendiri telah dianggap sebagai sebuah periode cost, sehingga tidak terdapat biaya tetap yang masih belum dibebankan pada periode tersebut.

Lalu, untuk selanjutnya bagaimana cara untuk menghitung harga pokok produksi pada metode full coseting dan variabel costing?

1. Metode Full Costing:

Perhitungan harga pokok produksi pada metode full costing terdiri dari:

1. Biaya Bahan Baku.
2. Biaya Tenaga Kerja Langusng (BTKL).
3. Biaya Overhead Pabrik Variabel.
4. Biaya Overhead Pabrik Tetap.
5. Harga Pokok Produksi.

Untuk bisa mendapatkan harga pokok produksi, maka dengan cara menjumlahkan total dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik variabel, dan biaya overhead pabrik tetap. Yang mana sebelumnya untuk mencari biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik variabel harus mengkalikan dengan jumlah setiap unit dari produk yang telah diproduksi.

Selanjutnya dari perhitungan harga pokok produksi pada setiap metode tersebut akan dilakukan pelaporan keuangan yang terdiri dari:

1. Hasil Penjualan.
2. Harga Pokok Produksi/Penjualan.
3. Laba Kotor.
4. Biaya Pemasaran Variabel.
5. Biaya Pemasaran Tetap.
6. Biaya Administrasi dan Umum Variabel.
7. Biaya Administrasi dan Umum Tetap.
8. Laba Bersih.

Untuk bisa mendapatkan laba kotor, dapat dengan cara menghitung selisih diantara hasil penjualan dan harga pokok produksi/penjualan. Sedangkan untuk mendapatkan laba bersihnya, dapat dengan menghitung selisih diantara setiap laba kotor yang telah didapatkan sebelumnya dengan jumlah total dari biaya pemasaran variabel yang telah dikalikan dengan setiap unit dari produk yang telah terjual, biaya pemasaran tetap, biaya administrasi dan umum variabel, biaya administrasi dan umum variabel serta biaya administrasi dan umum tetap.

2. Metode Variabel Costing:

Setelah mengetahui cara perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing, maka selanjutnya adalah cara perhitungan harga pokok produksi sebagai berikut:

1. Biaya Bahan Baku.
2. Biaya Tenaga Kerja.
3. Biaya Overhead Pabrik Variabel.
4. Biaya pokok produksi.

Untuk bisa mendapatkan biaya pokok produksi, dengan cara menjumlahkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik variabel yang telah dikalikan dengan jumlah setiap unit produk yang telah diproduksi.

Maka selanjutnya untuk laporan keuangan dari metode variabel costing ini yang terdiri dari:

1. Hasil Penjualan.
2. Biaya Produksi Variabel.
3. Biaya Pemasaran Variabel.
4. Biaya Administrasi dan Umum Variabel.
5. Marjin Kontribusi
6. Biaya Produksi Tetap.
7. Biaya Pemasaran Tetap
8. Biaya Administrasi dan Umum Tetap.
9. Laba Bersih.

Agar bisa mendapatkan marjin kontribusi, dari hasil penjualan yang telah dikalikan dengan jumlah setiap unit produk yang sudah diproduksi dengan cara menghitung selisihnya dengan biaya produksi variabel dan biaya pemasaran varibel yang telah dikalikan dengan jumlah setiap unit produk yang telah diproduksi. Kemudian untuk mendapatkan laba bersihnya, dapat dengan cara menghitung selisih antara marjin kontribusi dengan biaya produksi tetap, biaya pemasaran tetap dan biaya administrasi dan umum tetap.

Dari informasi dan cara perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode dari full costing dan variabel costing di atas adalah bahwa metode full costing dari semua biaya produksi yang telah diperhitungkan dalam harga pokok produksinya. Akan tetapi akan ada biaya tetap yang masih belum dibebankan pada periode tersebut apabila terdapat produk yang masih belum laku terjual, karena di dalam produk tersebut terdapat biaya overhead tetap yang masih melekat. Sedangkan untuk metode variable costing hanya memperhitungkan biaya-biaya produksi yang lebih bersifat variabel dalam hal perhitungan harga pokok produksinya. Yang mana biaya tetap akan dianggap sebagai sebuah period cost dan akan langsung dibebankan pada setiap periode yang bersangkutan.

Selain itu dalam hal penyajian laporan keuangan yang berhubungan dengan laba rugi, maka metode full costing dan variabel costing seperti ini memiliki perbedaan. Pada setiap metode metode full costing, biaya overhead tetap yang akan dilaporkan dalam laporan laba rugi hanya berupa biaya  overhead tetap produk yang telah terjual saja pada periode tersebut. Sedangkan untuk variable costing, seluruh biaya overhead tetap yang terjadi dalam periode tersebut akan dilaporkan dalam laporan laba rugi dari perode tersebut, sehingga akan mengurangi pendapatan pada periode tersebut.

Demikianlah pembahasan tentang metode full costing dan variabel costing. Semoga akan dapat memberikan manfaat bagi Anda sekalian dalam menentukan harga pokok produksi.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

Scroll to top