Kategori: Accounting

BEBERAPA PERSYARATAN YANG HARUS BISA DIPENUHI UNTUK MENDAPATKAN IZIN MEMBUKA JASA KAP (KANTOR AKUNTAN PUBLIK)

Apakah Anda pernah mendengar istilah dari Kantor Jasa Akuntansi, yang mana dari istilah tersebut banyak digunakan secara luas setelah mendapatkan pengakuan secara resmi dari Peraturan Menteri Keuangan No.25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara.

Lalu sebenarnya apa yang dimaksud dengan Akuntan Beregister Negara ini?

Akuntan Beregister Negara merupakan seorang akuntan yang telah terdaftar pada Register Negara Akuntan yang telah diselenggarakan oleh Menteri Keuangan. Register Negara Akuntan merupakan daftar yang memuat nomor dan nama dari orang-orang yang memang berhak untuk menyandang gelar Akuntan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK No.25/PMK.01/2014).

Untuk menjadi seorang Akuntan Beregister Negara seorang akuntan harus dapat memenuhi beberapa persyaratan-persyaratan berikut, yaitu:

1. Telah dinyatakan lulus pendidikan profesi akuntansi atau lulus ujian sertifikasi akuntan professional, sehingga bisa mendapatkan sebutan/gelar Ak (Akuntan).
2. Berpengalaman dalam bidang akuntansi.
3. Sebagai anggota Asosiasi Profesi Akuntan, dalam hal ini IAI (Ikatan Akuntan Indonesia).

Kantor Jasa Akuntansi tidak bisa berjalan tanpa adanya seorang akuntan yang telah ber Register Negara, yang mana sesuai dengan peraturan yang berlaku, Kantor Jasa Akuntansi hanya dapat didirikan dan mendapatkan izin resmi dari Menteri Keuangan jika didirikan oleh seorang Akuntan Beregister Negara. Dengan demikian, maka dengan menjadi seorang Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi saja masih belum cukup agar dapat menjadi seorang Akuntan Beregister Negara dan mendirikan Kantor Jasa Akutansi yang keberadaannya telah diakui secara legal oleh negera.

Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan Kantor Jasa Akuntansi?

Syarat untuk pendirian Kantor Jasa Akuntansi telah diatur pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara, yaitu:

Pasal 9

1. Akuntan dapat mendirikan Kantor Jasa Akuntansi.
2. Kantor Jasa Akuntansi memberikan jasa akuntansi seperti jasa pembukuan, jasa kompilasi laporan keuangan, jasa manajemen, akuntansi manajemen, konsultasi manajemen, jasa perpajakan, jasa prosedur yang telah disepakati atas informasi keuangan, dan jasa dari sistem teknologi informasi.
3. Kantor Jasa Akuntansi dilarang memberikan jasa asuransi sebagaimana yang telah dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik.
4. Kantor Jasa Akuntansi yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), yaitu memberikan jasa asuransi, akan dikenakan sanksi administratif.
5. Kantor Jasa Akuntansi yang memberikan jasa perpajakan harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang perpajakan.

Pasal 10

1. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha:

a. Perseorangan.
b. Persekutuan perdata.
c. Firma.
d. Koperasi atau perseroan terbatas.

2. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha selain sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (1) akan dikenakan sanksi administratif.
3. Kantor Jasa Akuntansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Akuntan yang berkewarganegaraan Indonesia.
4. Kantor Jasa Akuntansi yang telah terbukti melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (3), yaitu dipimpin oleh Akuntan yang bukan berkewarganegaraan Indonesia, akan dikenakan sanksi administratif.
5. Dalam hal pimpinan Kantor Jasa Akuntansi yang meninggal dunia, mengundurkan diri, atau dikenakan sanksi berupa pencabutan dari Register Negara Akuntan, maka Kantor Jasa Akuntansi tersebut akan diberikan waktu paling lama adalah selama 6 (enam) bulan untuk menggantikan pimpinan Kantor Jasa Akuntansi tersebut.
6. Kantor Jasa Akuntansi yang telah terbukti melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (5), yaitu tidak mengganti pimpinan Kantor Jasa Akuntansi atau mengganti pimpinan Kantor Jasa Akuntansi namun melebihi jangka waktu yang telah ditentukan, akan dikenakan sanksi administratif.

Pasal 11

1. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha perseorangan sebagaimana yang dimaksudkan dalam Pasal 10 ayat (1) huruf a didirikan dan dikelola oleh 1 (satu) orang Akuntan.
2. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha perseorangan yang telah terbukti melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), yaitu didirikan dan dikelola oleh lebih dari 1 (satu) orang Akuntan, akan dikenakan sanksi administratif.
3. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha persekutuan perdata dan firma sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf b dan huruf c didirikan dan dikelola oleh paling sedikitnya adalah 2 (dua) orang Rekan dan paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari seluruh Rekan merupakan Akuntan.
4. Dalam hal terdapat Rekan yang berkewarganegaraan asing pada Kantor Jasa Akuntansi sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (3), jumlah Rekan yang berkewarganegaraan asing paling banyak adalah 1/5 (satu per lima) dari seluruh Rekan.
5. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha persekutuan perdata atau firma yang telah terbukti melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (3) atau ayat (4), yaitu:

a. Didirikan dan dikelola oleh 1 (satu) orang Rekan.
b. Akuntan yang menjadi Rekan dalam Kantor Jasa Akuntansi tersebut kurang dari 1/2 (satu per dua) dari seluruh Rekan.
c. Rekan yang berkewarganegaraan asing lebih dari 1/5 (satu per lima) dari seluruh Rekan, akan dikenakan sanksi administratif.

6. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha koperasi sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf (d) didirikan dan dikelola dengan syarat pemimpin utamanya adalah seorang Akuntan.
7. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk badan usaha koperasi yang telah melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (6), yaitu pemimpin utamanya bukan Akuntan, akan dikenakan sanksi administratif.
8. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha perseroan terbatas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf e yang didirikan dan dikelola dengan persyaratan:

a. Pemimpin utamanya adalah seorang Akuntan.
b. Saham perseroan paling sedikit minimal adalah 51/100 (lima puluh satu per seratus) dimiliki oleh warga negara Indonesia atau korporasi Indonesia.
9. Kantor Jasa Akuntansi berbentuk usaha perseroan terbatas yang telah didirikan dan dikelola dengan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (8) akan dikenakan sanksi administratif.

Pasal 12

Kantor Jasa Akuntansi dapat menggunakan nama Akuntan yang merupakan pimpinan utama dan/atau Rekan pada Kantor Jasa Akuntansi yang bersangkutan atau menggunakan nama lain dengan syarat berikut:

a. tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum.
b. belum digunakan oleh Kantor Jasa Akuntansi lain.
c. telah menjadi hak milik umum.

Pasal 13

1. Menteri memberikan izin usaha Kantor Jasa Akuntansi.
2. Pemberian izin usaha Kantor Jasa Akuntansi sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri yang sudah ditandatangani oleh Kepala PPAJP atas nama Menteri.
3. Untuk mendapatkan izin usaha, Kantor Jasa Akuntansi harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:

a. Memiliki tempat untuk menjalankan usaha yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang perpajakan.
c. Memiliki rancangan sistem pengendalian mutu.
d. Membuat surat pernyataan tentang pendirian Kantor Jasa Akuntansi dengan bermaterai cukup bagi bentuk usaha perseorangan, dengan mencantumkan paling sedikitnya adalah:

1. Nama dan alamat Akuntan.
2. Nama dan domisili Kantor Jasa Akuntansi.
3. Maksud dan tujuan pendirian Kantor Jasa Akuntansi.

e. Memiliki akta pendirian yang telah disahkan oleh notaris bagi Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha persekutuan perdata, firma, koperasi, dan perseroan terbatas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf (b) sampai dengan dengan huruf (e).
f. Melengkapi formulir permohonan izin usaha Kantor Jasa Akuntansi sebagaimana yang telah tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri.
g. Membuat surat pernyataan bermaterai yang cukup dan sudah berisi pernyataan bahwa dokumen persyaratan yang telah disampaikan adalah benar sesuai dengan format sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri.

4. Surat permohonan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (3) huruf (f) dilengkapi dengan dokumen pendukung yang terdiri dari:

a. Foto copy piagam Register Negara Akuntan.
b. Foto copi bukti anggota Asosiasi Profesi Akuntan.
c. Daftar Akuntan bagi Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha selain perseorangan.
d. Foto copi Nomor Pokok Wajib Pajak atas nama Akuntan untuk Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha perseorangan atau atas nama Kantor Jasa Akuntansi untuk Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha selain perseorangan.
e. Surat pernyataan seputar pendirian Kantor Jasa Akuntansi dengan bermaterai yang cukup bagi bentuk usaha perseorangan.
f. Akta untuk pendirian yang telah disahkan oleh notaris bagi Kantor Jasa Akuntansi yang telah berbentuk usaha selain perseorangan.
g. Rancangan sistem pengendalian mutu Kantor Jasa Akuntansi.
h. Foto copi Kartu Tanda Penduduk atau tanda bukti domisili Akuntan.
i. Tanda bukti kepemilikan atau sewa kantor.
j. Foto tampak depan dan ruangan kantor Kantor Jasa Akuntansi.
k. Surat persetujuan dari seluruh Rekan Kantor Jasa Akuntansi tentang penunjukan salah satu Rekan menjadi pemimpin dalam hal Kantor Jasa Akuntansi berbentuk usaha persekutuan perdata atau firma.
l. susunan pengurus dalam hal Kantor Jasa Akuntansi yang sudah berbentuk usaha koperasi atau perseroan terbatas.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

FUNGSI-FUNGSI DAN PERANAN PENTING BIDANG AKUNTANSI KEUANGAN DALAM DUNIA BISNIS YANG SESUNGGUHNYA

Pada masa yang sudah semakin serba modern seperti saat ini, yang mana telah memasuki era globalisasi yang menjadikan perkembangan dari dunia bisnis, khususnya di Negara Indonesia yang sudah semakin pesat. Dengan begitu pesatnya perkembangan pada dunia bisnis yang menjadikan berbagai macam cabang-cabang ilmu lain yang memainkan perananannya masing-masing.

Akuntansi dan berbagai macam peranannya dalam dunia bisnis saat ini, mungkin masih banyak yang belum mengetahui bahwa akuntansi yang memang berperan sangat penting dalam sektor dunia bisnis. Seperti halnya, pada perekonomian yang berhubungan erat dengan sektor manajemen keuangan perusahaan, maka setiap pengambilan keputusan yang nantinya akan dilakukan harus benar-benar sesuai dan berdasarkan berbagai informasi dalam akuntansi tersebut.

Bagaimana peran bidang akuntasi yang sesungguhnya dalam dunia bisnis?

Dari berbagai jawaban yang seringkali dijumpai adalah bahwa sebenarnya akuntansi akan mampu dalam memberikan berbagai informasi dan jawaban yang berhubungan langsung dengan berbagai kegiatan keuangan bisnis yang mana informasi tersebut tentunya akan digunakan untuk pengambilan keputusan managerial perusahaan untuk selanjutnya.

Manfaat akuntansi pada dunia bisnis tidak sebatas hanya dalam hal itu saja, namun juga mampu memberikan informasi yang lebih akurat untuk semua pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, baik itu merupakan pihak internal maupun eksternal perusahaan yang mana informasi tersebut selanjutnya akan digunakan sebagai alat penilaian terhadap bagaimana performa dari perusahaan tersebut dalam menjalankan bisnisnya.

Oleh karena itu, peranan akuntansi sebenarnya sangat penting dalam dunia bisnis, karena akuntansi menyediakan berbagai informasi yang berhubungan langsung dengan berbagai kegiatan perekonomian perusahaan yang dilakukan. Dari berbagi laporan-laporan keuangan tersebut, maka informasi bisnis yang dilakukan akan dikomunikasikan terhadap pihak-pihak yang lebih berkepentingan dalam manajemen dari bisnis tersebut.

Secara umum, terdapat beberapa fungsi-fungsi penting dari akuntansi yang jauh lebih spesifik dalam dunia bisnis, yaitu:

1. Akuntansi digunakan sebagai salah satu alat pengontrol dan pengendali keuangan pada sebuah perusahaan. Semua kegiatan yang berhubungan dengan perekonomian perusahaan dalam menjalankan sebuah bisnis, pengendalian dan pengontrolan keuangan menjadi satu hal yang sangat penting untuk dilakukan karena akan menentukan perkembangan dari bisnis tersebut untuk kedepannya.

Dengan informasi yang valid dari laporan akuntansi keuangan perusahaan tersebut, maka perusahaan akan mengetahui bagaimana tentang seluk-beluk dari pengelolaan dana yang selama ini telah dilakukan oleh perusahaan, berapa besar laba yang telah didapatkan dari bisnis yang telah dilakukan, serta berapa persisnya total kerugian yang telah didapat dan kerugian seperti apa sajakah yang selama ini telah terjadi pada perusahaan.

2. Akuntansi juga berfungsi sebagai alat evaluasi yang akan dilakukan oleh perusahaan. Dari berbagai laporan-laporan akuntansi yang telah dibuat oleh perusahaan, maka tentu saja laporan-laporan tersebut akan menunjukan tentang bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya. Dari laporan inilah, maka pimpinan perusahaan akan melakukan evaluasi dan penilaian kinerja bisnis yang selama ini telah dilakukan dan untuk mengidentifikasikan tentang berbagai permasalahan keuangan yang ada pada perusahaan tersebut.

3. Peran selanjutnya dari akuntansi bisnis juga untuk membuat perencanaan bisnis yang nantinya ingin bisa dicapai pada masa mendatang dengan cara melihat hasil dari proses evaluasi bisnis yang sebelumnya telah dilakukan oleh perusahaan.

Sistem Informasi Akuntansi, atau yang lebih dikenal dengan sebutan SIA, memiliki peranan yang begitu besar pada internal perusahaan dalam menjalankan perputaran proses bisnisnya. SIA berperan aktif dalam mengumpulkan dan menyimpan segala macam aktivitas perekonomian bisnis, terutamanya adalah segala aktivitas transaksi yang selama ini telah dilakukan, selanjutnya SIA akan memproses data-data aktivitas transaksi tersebut untuk menjadi sebuah informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan dan pengontrolan terhadap berbagai macam asset yang dimiliki oleh sebuah perusahaan agar pelaku bisnis tersebut dapat menerapkan strategi dan menetapkan keputusan bisnis yang lebih tepat agar bisnis yang dijalankan dapat berjalan dengan lebih baik dan optimal.

Kemampuan dalam menjalankan bisnis namun tanpa diikuti dengan penerapan SIA yang lebih tepat maka akan menyebabkan terjadinya permasalahan sewaktu-waktu seiring dengan perkembangan bisnis yang dijalankan perusahaan.

Sistem Informasi Akuntansi bisa dikatakan dapat berjalan dengan baik jika didalamnya terdapat sistem pengendalian internal yang cukup efektif. Suatu keberhasilan yang telah dihasilkan oleh SIA dapat diukur dan ditentukan oleh seberapa baiknya kualitas dari berbagai informasi yang diberikan. Untuk itulah maka diperlukan adanya sistem yang lebih baik untuk menghasilkan kualitas informasi yang nantinya bisa digunakan oleh perusahaan untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat.  Seorang akuntan pada sebuuah perusahaan harus lebih bijak dalam menentukan sistem akuntansi yang nantinya akan dijalankan. Jika akuntan tersebut terkesan seperti “clueless/tidak mengerti”, maka sistem sirkulasi perputaran keuangan dalam perusahaan tersebut juga sama sekali tidak akan berjalan dengan lebih baik.  Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

ISTILAH-ISTILAH LAIN DARI LAPORAN LABA RUGI DAN PERBEDAAN ANTARA JENIS USAHA TRADING DAN SERVICE (JASA)

Laporan laba-rugi merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang berfungsi untuk menunjukkan perbandingan antara pendapatan-pendapatan yang diperoleh selama satu periode tertentu dan biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk mendapatkan pendapatan tersebut. Selisih diantara pendapatan-pendapatan dan biaya-biaya yang lebih besar daripada biaya adalah dikategorikan sebagai laba sedangkan jika selisihnya lebih besar biaya daripada pendapatan, maka bisa dikatakan sebagai kerugian yang harus diterima oleh perusahaan.

Laba-rugi yang terkadang lebih sering disebut sebagai laporan pendapatan dan total biaya merupakan laporan yang berfungsi utama untuk menunjukkan bagaimana kemajuan keuangan yang telah diperoleh perusahaan dan juga sebagai penghubung utama dari dua neraca yang saling berurutan.

Arti penting dari laporan laba rugi adalah sebagai alat utama untuk mengetahui apa saja pencapaian yang telah didapatkan oleh perusahaan selama ini dan juga untuk mengetahui nilai, yaitu sampai berapakah hasil bersih atau laba yang telah didapat oleh perusahaan dalam satu periode tertentu.

Berikut ini merupakan beberapa istilah yang seringkali digunakan dalam laporan laba-rugi versi Statement of Financial Accounting Concepts dan oleh FASB, yaitu sebagai berikut:

1. Gain (Laba): merupakan naiknya modal dari aktiva bersih yang berasal dari transaksi sampingan atau berupa transaksi yang jarang sekali terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua transaksi atau kejadian lain yang sangat mempengaruhi badan usaha tersebut selama satu periode kecuali yang seringkali muncul dari pendapatan (revenue) atau berupa investasi oleh pemiliknya, seperti: laba yang muncul karena disebabkan oleh penjualan aktiva tetap milik perusahaan.

2. Loss (Rugi): adalah berupa penurunan modal (aktiva bersih) karena disebabkan oleh transaksi yang jarang sekali terjadi dari suatu badan usaha dan dari semua transaksi atau kejadian-kejadian lain yang sangat mempengaruhi badan usaha tersebut selama satu periode tertentu kecuali yang muncul dari biaya (expense) atau dari distribusi dari pemilik, seperti:  rugi karena penjualan surat berharga.

3. Revenue (Pendapatan): merupakan aliran dana yang telah masuk atau berupa kenaikan lain dari aktiva suatu badan usaha atau dari pelunasan hutang (atau kombinasi dari keduanya) selama satu periode yang berasal dari penyerahan atau pembuatan barang-barang (produksi), penyerahan jasa (penjualan jasa), atau dari berbagai kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama dari sebuah badan usaha.

4. Expense (Biaya): berupa aliran dana yang telah keluar atau pemakaian lain dari aktiva atau karena munculnya hutang (atau berupa kombinasi dari keduanya) selama satu periode tertentu yang berasal dari penyerahan atas pembuatan barang (penjualan barang produksi), penyerahan atas jasa (menjual jasa), atau dari pelaksanaan kegiatan lain yang merupakan kegiatan utama dari sebuah badan usaha.

5. Income (Penghasilan/Pemasukan): berupa selisih dari penghasilan-penghasilan yang sesudah dikurangi biaya-biaya lain. Jika pendapatan yang jauh lebih kecil daripada biaya, maka selisihnya lebih sering disebut sebagai rugi.

6. Cost (Harga Perolehan): Merupakan sejumlah uang yang telah dikeluarkan atau hutang yang muncul dengan upaya agar dapat memperoleh barang atau berupa jasa. Jumlah seperti ini pada saat terjadinya transaksi biasanya akan dicatat sebagai aktiva, seperti halnya: pembelian mesin-mesin produksi, dan pembayaran uang muka sewa (biaya DP sewa).

Perbedaan Perusahaan Dagang dan Perusahan yang Bergerak Dalam Bidang Jasa

Dari perkembangannya, terdapat beberapa jenis bidang usaha beberapa diantaranya adalah jenis perusahaan dagang dan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Lalu seperti apa perusahaan dagang? Bagaimana proses dari perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa? Apa perbedaan dari keduanya?

Perusahaan dagang merupakan salah satu dari jenis bidang usaha yang kegiatan utamanya adalah dengan menjual barang/produk jadi tanpa merubah sedikitpun bentuk fisiknya (produksi). Ketika terjadi transaksi secara ekonomis akun yang dikreditkan adalah berupa penjualan dan yang didebit adalah kas atau piutang dagang, maka itu bisa dikatakan sebagai perusahaan dagang. Sedangkan perusahaan jasa adalah salah satu dari jenis usaha yang kegiatan utamanya adalah dengan menyediakan “jasa” terhadap konsumen. Sehingga ketika terjadi transaksi secara ekonomis biasanya akun yang akan dikredit adalah pendapatan jasa dan yang didebitkan adalah kas atau piutang usaha (bukan piutang dagang).

Perbedaan dari keduanya adalah pada jenis perusahaan dagang (yang pada hakikatnya kebanyakan akan menggunakan system persediaan perpetual) dan pada saat penjualan barang, terdapat tambahan akun yang didebitkan, yaitu Harga Pokok Penjualan (HPP) dan mengkredtikan akun Persediaan Barang. HPP inilah yang kemudian akan dimasukkan ke dalam laporan laba rugi sebagai pengurang atas akun Pendapatan.

Jadi, kesimpulannya adalah pada laporan laba rugi jenis perusahaan jasa tidak terdapat adanya HPP sedangkan pada jenis perusahaan dagang, baik itu adalah yang menggunakan sistem persediaan perpetual maupun periodik selalu terdapat HPP dalam setiap laporan laba ruginya”

Lalu, mengapa pada perusahaan jasa tidak terdapat HPP? Tentu saja adalah karena perusahaan jasa sama sekali tidak memiliki persediaan untuk dijual, jikapun terdapat persediaan, maka persediaan tersebut hanya akan dijadikan sebagai persediaan untuk melakukan penjualan jasa atau dalam akuntansi lebih sering disebut sebagai biaya atas jasa yang dilakukan, seperti: jasa praktek dokter, sebenarnya dia hanya menjual jasa periksa, namun juga terkadang memberikan obat sebagai salah satu sarana untuk penunjang jasanya tersebut, sehingga sudah tentu ada persediaannya sebagai pelengkap jasa pemeriksaan terhadap pasien yang sakit. Karena rasanya sangatlah tidak etis jika seorang dokter yang membuka praktek hanya memberikan jasa periksa saja, sementara obatnya pasien sendiri yang harus membeli atau menebus ditempat lain. Karena ditempat dokter tersebut tidak menyediakan obat (hanya jasa periksa saja).

Sebenarnya sah-sah saja jika perusahaan jasa menampilkan HPP pada laporan laba ruginya. Namun dalam PSAK sendiri tidak pernah mengatur apakah perusahaan jasa harus menyajikan Harga Pokok Penjualan atau tidak. PSAK 1 paragraf 101 hanya menyebutkan bahwa, entitas minimal harus menyajikan “biaya penjualan” yang terpisah dari biaya-biaya lainnya. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses. Apabila pembaca membutuhkan portal untuk kepabeanan, software accounting penunjang perpajakan dan lainnya silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

MANFAAT PENGGUNAAN SOFTWARE AKUNTANSI BAGI KEBUTUHAN PEMBELAJARAN DUNIA PENDIDIKAN SAAT INI

Semakin banyaknya bermunculan software-software akuntansi seakan memberikan mimpi buruk tersendiri bagi para calon-calon akuntan yang sedang belajar akuntansi di bangku kuliah. Mereka merasa semakin cemas karena software akuntansi berpotensi untuk mengambil alih peluang kerja mereka ketika lulus kuliah nanti.

Namun untuk anggapan seperti ini bisa dikatakan salah besar. Karena justru dengan adanya software akuntansi ini, kedepannya pekerjaan mereka akan menjadi semakin lebih mudah dan menghemat banyak sekali waktu mereka. Penggunaan software akuntansipun sudah mulai menjadi salah satu mata kuliah pada beberapa universitas, meskipun sebenarnya juga masih belum benar-benar menjadi mata kuliah wajib.

Meskipun demikian adanya,dari hal tersebut kita dapat melihat bahwa ternyata software akuntansipun memiliki banyak sekali manfaat dan pengaruh yang cukup besar bagi dunia pendidikan saat ini.

Lalu sebenarnya manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari penggunaan software akuntansi bagi dunia pendidikan saat ini?

1. Software akuntansi dapat menyiapkan calon akuntan yang kompeten

Dengan dibukanya mata kuliah untuk penggunaan software akuntansi pada beberapa universitas, maka hal seperti ini malah semakin menandakan bahwa universitaspun sudah mulai paham akan berbagai kebutuhan akan banyaknya perusahaan yang lebih memperhatikan kompetensi profesi akuntan di masa yang akan datang. Pendidikan tentang penggunaan software akuntansi tentunya akan semakin meningkatkan kompetensi dari para mahasiswa jurusan akuntansi dalam hal melakukan pencatatan dan pembuatan laporan-laporan keuangan dengan menggunakan software akuntansi.

Tidak jarang pula terdapat kampus yang bekerja sama secara khusus dengan para pengembang software akuntansi untuk salah satu mata kuliah ini, Hal ini dikarenakan semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan software akuntansi. Ditambah lagi dengan adanya sertifikat untuk penggunaan software akuntansi, tentu saja hal seperti ini akan menjadi satu nilai tambah bagi para mahasiswa ketika mereka akan melamar pekerjaan sebagai akuntan di sebuah perusahaan.

2. Memberikan alternatif pembelajaran akuntansi pada lab-lab komputer akuntansi.

Semakin maraknya penggunaan software akuntansi pada banyak perusahaan menjadikan beberapa universitas semakin menaruh perhatian khusus dengan membuka mata kuliah untuk praktek software akuntansi beserta laboratorium komputernya. Pada mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak lagi akan dipaksa untuk membuat rumus-rumus aplikasi excel yang terlalu banyak dan rumit, serta cukup memusingkan kepala. Dengan terinstallnya software akuntansi di laboratorium komputer akuntansi, maka mahasiswa akan dapat dengan mudah untuk mempelajari akuntansi dengan cara yang berbeda.

3. Menjadi salah satu tempat penyelenggara sertifikat untuk keahlian software akuntansi.

Dengan digunakannya software akuntansi pada lab-lab komputer akuntansi, maka lembaga pendidikan tersebut akan dapat menyelenggarakan ujian sertifikasi untuk penggunaan software akuntansi. Sehingga hal ini akan semakin membuka kesempatan bagi lembaga-lembaga pendidikan tersebut untuk memiliki “pendapatan” lain-lain, selain diluar mengadakan kegiatan perkuliahan secara umum.

Begitu banyaknya manfaat yang mampu diberikan software akuntansi bagi dunia pendidikan. Sehingga untuk ke depannya, beberapa lembaga pendidikan akan melirik dan membuat kerjasama untuk membuka pelatihan penggunaan software akuntansi dengan para pengembang software akuntansi.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top