Kategori: Accounting

TUGAS-TUGAS UTAMA DARI SEORANG STAFF PEMBELIAN (PURCHASING STAFF)

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan membahas artikel tentang apa saja TUGAS UTAMA dari seorang staff pembelian? Berikut ini adalah beberapa pembahasannya detailnya.

Pada jenis perusahaan dagang dan manufaktur, seorang staff pembelian harus mampu berperan pada beberapa tugas dan fungsi sebagai berikut, yaitu:

1. Fungsi pembelian harus menyediakan barang-barang yang dibutuhkan oleh perusahaan. Memahami, menganalisa dan menyediakan kebutuhan bagi perusahaan merupakan tugas utama dari staff pembelian. Seorang staff pembelian berhak untuk menolak pengajuan pembelian jika setelah dianalisa ternyata barang yang akan dibeli tersebut tidak terlalu berguna bagi perusahaan dan tidak sesuai dengan anggaran yang sudah ditentukan.
2. Melakukan seleksi para calon pemasok (suplier), memilih jenis barang apapun yang disediakan oleh supplier baik dari sisi jenis, kualitas, atau harga. Karena untuk tahap ini akan sangat menentukan bagaimana langkah selanjutnya bagi perusahaan. Maka tidak bisa langsung menetapkan secara sembarangan. Barang yang sudah digunakan harus benar-benar sesuai dengan jenis barang yang dibutuhkan oleh perusahaan. Seorang staff pembelian dapat mencari pemasok menggunakan internet, mengirim email penawaran, melakukan telepon, atau mendapatkan informasi dari rekan kerja yang lain. Intinya adalah semakin banyak sumber informasi yang dimiliki, maka akan menjadi semakin tepat pula keputusan dalam memilih supplier.
3. Menjalin kontrak kerjasama untuk jangka panjang dengan pihak supplier. Bagi perusahaan yang persediaannya lebih banyak menggunakan bahan baku impor, setidaknya harus memiliki beberapa rekanan yang dapat mendukung dan bisa bekerja sama untuk jangka panjang. Karena untuk bahan-bahan impor sendiri harganya juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana keadaan pasar saat ini, inflasi, kurs dan kebijakan pemerintah (Misalnya Pajak).

Kerjasama dalam wakt jangka panjang dapat dilakukan oleh pihak manajemen dengan menetapkan persetujuan (hak dan kewajiban secara tertulis) bersama atau yang lebih banyak dikenal dengan Memorandum Of Understanding (MOU). “Akan tetapi pada pembahasan dari artikel ini praktisi software akuntansi hanya akan lebih berfokus kepada hak-hak dari para pembeli. Beberpa manfaatnya adalah sebagai berikut:

• Pembeli diperbolehkan untuk menukarkan barangnya kepada penjual jika barang yang diterima sudah rusak.
• Jika pembeli telah menyerahkan uang muka pembelian (Misalnya hanya 10%), maka penjual berkewajiban untuk mengirimkan barangnya.
• Pembelian berhak untuk menentukan waktu penerimaan barang disesuaikan dengan kebutuhan dari sipembeli itu sendiri.
• Pembeli berhak untuk memutuskan kontrak kerja sebelum masa kontrak berakhir jika menurut pertimbangan dari si pembeli berat sebelah atau sangat tidak menguntungkan bagi pembeli.
• Pembeli menggunakan harga beli sebagai standar maksimal pada saat pembayaran, berdasarakan dari isi kontrak.
• Pembeli berhak untuk memberikan sanksi kepada suplier atas kerugian yang sudah diterima oleh pembeli dikarenakan keterlambatan dari supplier dalam mengirimkan barang.
• Pembeli berhak untuk mendapatkan potongan harga atas ketelambatan pengiriman barang yang sudah dilakukan oleh supplier.
• Pembeli tidak berhak menanggung beban yang dialami oleh supplier atas apa yang sudah terjadi selama masa pengiriman.
Misalanya, kerusakan barang akibat dari kecelakaan yang terjadi pada saat proses pengiriman.

4. Bekerja sama dengan departeman lainnya seperti: Fungsi produksi yang meliputi staff bagian gudang, staff bagian produksi, staff packing, staff penjualan dan fungsi Keuangan meliputi finance dan accounting.

5. Setelah para pemasok sudah terpilih, maka anggaran akan langsung ditentukan, selanjutnya adalah melakukan pemesaan. Staff pembelian akan membeli barang berdasarkan permintaan dari perusahan. Permintaan (Formal) seperti itu biasanya berbentuk tertulis yang nama dokumennya adalah berupa Purchase Requestion Form (Formulir Permintaan Pembelian). Fungsi pembelian sebaiknya juga harus menyediakan barang-barang kebutuhan perusahaan dengan tepat waktu dan harus sesuai dengan informasi yang sudah tertulis pada formulir tersebut.

6. Staff pembelian juga diharapkan mampu memantau perkembangan pesanan, sudah sampai sejauh mana barang yang sudah dikirim. Menanyakan juga tentang kapan waktu barang tersebut agar dapat diterima, sehingga informasi tersebut dapat langsung diteruskan kepada fungsi produksi. Selain itu meginstruksikan kepada fungsi gudang agar menyediakan tempat pada persedian baru yang nanti akan diterima. Sebagai pengendalian atas penerimaan barang, maka staff pembelian harus memberikan salinan dokumen Purchase Order kepada staff gudang agar diperiksa tentang keseuaian antara barang yang sudah diberli dengan barang yang telah dikirim oleh supplier.

7. Jika pembelian dilakukan secara tunai dan dibayar pada saat barang sudah sampai di tempat. Maka, fungsi pembelian juga harus bertanggungjawab untuk membayar barang yang telah diterimanya tersebut. Pembelian dalam jumlah besar biasanya akan langsung dibayar melalui transfer Bank. Akan tetapi berdasarkan sepengetahuan kami, perusahaan akan lebih banyak yang membeli dengan cara kredit dan akan dibayarkan beberapa kali sebelum masuk waktu jatuh temponya.

Bukti transaksi yang juga meliputi, purchase order, bukti pembayaran dan lain sebagainya harus di filling didokumentasikan agar dapat ditelusuri jika suatu saat dibutuhkan kembali. Misalnya untuk kebutuhan pemeriksaan keuangan (Audit).

Sebagai tambahan, staff pembelian harus memiliki pedoman dalam melakukan pembelian. Prinsip tersebut bertujuan untuk mengkolaborasikan antara fungsi pembelian dengan fungsi-fungsi lainnya yang berkaitan. Berikut ini adalah beberapa prinsip-prinsipnya:

• Staff pembelian juga harus mampu dalam membeli barang-barang dengan harga yang lebih tepat. Dapat diartikan sesuai dengan anggaran, dan juga harus menguntungkan.
• Staff pembelian harus mampu memperhitungkan berapa banyak barang yang dibutuhkan dan akan dibeli.
• Staff pembelian harus mampu mengatur waktu datangnya barang dagangan. Proses produksi tidak diijinkan untuk menunggu sampai barang datang, jadi harus menyediakan barang sebelum barang akan habis.
• Staff pembelian harus mampu mengatur barang yang datang, membantu kelancaran proses produksi.
• Barang yang sudah dibeli harus bermutu, dan telah ditentukan sesuai dengan pilihan yang paling menguntungkan bagi perusahaan.
• Staff pembelian harus membeli barang yang berasal dari sumber yang tepat, dan gabungan dari kelima prinsip di atas.

Nah, demikianlah sedikit penjelasan dari praktisi software akuntansi tentang apa saja tugas utama dari seorang staff pembelian sampai bertemu kembali pada pembahasan artikel selanjutnya (IRW).  Apabila para pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang manajemen dan apa saja tugas-tugas dari staff pembelian khusunya adalah untuk job deskripsi mereka, membutuhkan konsultasi, membutuhkan software accounting, dan perbaikan proses bisnis para pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

KAPAN SAAT YANG TEPAT BAGI PERUSAHAAN UNTUK MENGUKUR PENURUNAN NILAI GOODWILL

Pada Kesempatan kali ini implementor software akuntansi akan  berbagi sedikit Informasi tentang waktu yang paling tepat dalam mengukur penurunan Goodwill dan beberapa alasannya. Berikut ini adalah beberapa penjelasannya.

Penurunan nilai Goodwill bisa terjadi pada saat perusahaan sudah memutuskan untuk membayar lebih besar nilai buku dari asset yang sudah diakuisisinya, kemudian ternyata nilai dari asset tersebut malah semakin menurun. Selisih dari nilai yang perusahaan bayarkan untuk bisa mendapatkan asset tersebut dan nilai bukunya itulah yang disebut sebagai Goodwill. Pada saat goodwil mengalami penurunan nilai, maka perusahaan juga harus melakuan penyesuaian.

Perlakuan Akuntansi untuk Goodwill

Goodwil akan tercatat pada Neraca dan diklasifikasikan sebagai Asset. Begitu pula beban amortisasi atau depresiasi goodwillakan  dicatat di Asset. Perusahaan sangat disarankan untuk menilai Goodwill setiap tahunnya.

Jika Goodwill mengalami penurunan nilai yang disebabkan karena nilai wajar dari asset tersebut berada dibawah nilai bukunya, maka perusahaan harus mencatat penurunan Goodwillnya. Hal seperti ini dapat ditafsirkan bahwa asset yang sudah dimiliki nilainya sekarang adalah berada dibawah nilai yang sudah dibeli.

Alasan Untuk Menelusuri dan Menilai Terjadinya Penurunan Nilai Goodwill

Besarnya nilai Goodwill yang sudah di turunkan bisa diartikan bahwa perusahaan tidak lagi membuat kebijakan investasi pada asset atau mungkin juga tidak akan membeli sejumlah asset yang seharusnya dibutuhkan.

Goodwill menggambarkan nilai dar sebuah perusahaan. Seandainya perusahaan tidak melakukan penilaian untuk penurunan asset goodwill, maka mungkin saja nilai Goodwill sudah menjadi semakin meningkat. Ketika goodwill yang sudah dicatat sebagai asset tidak berwujud, maka perlakuannya hampir lebih mirip dengan asset pada umumnya dan amortisasi tidak akan memberikan gambaran yang sesungguhnya terhadap nilai dari aset tersebut. Karena itulah maka sangat perlu dilakukannya penilaian atas berbagai kemungkinan dari adanya penurunan nilai asset perusahaan.

Lalu bagaimana caraanya untuk menghapus asset yang nilainya sudah menurun pada laporan keuangan?

Seorang akuntan akan menghapus asset dengan cara menurunkan nilai asset yang sudah tersaji pada Neraca kemudian menggantinya dengan nilai yang wajar.  Asumsikan bahwa nilai wajar dari asset tersebut memang benar-benar sudah turun secara signifikan.

Penurunan dari asset bisa terjadi dengan seketika dan penurunnannya juga tidak dapat dirubah pada saat mencerminkan nilai wajar meskipun nilainya sudah benar-benar jatuh dibawah biaya yang sesungguhnya. Penurunan dari aset hanya bisa terjadi jika nilai yang masih dapat terpulihkan lebih besar daripada jumlah discounted cash flow dari asset, sehingga setelah dilakukannya proses pencatatan dari penurunan nilai asset, maka nilai aset tersebut juga tidak dapat dikembalikan kepada nilai yang semula.

Ketika terjadi penurun nilai, maka asset perlu untuk di pertimbangkan penilaian penurunannya, dan harus segera di catat lebih rendah. Untuk melakukan hal seperti ini, seorang akuntan akan mengakui kerugian yang berasal dari selisih nilai yang dapat terpulihkan dengan nilai pasarnya. Pada akhirnya nilai asset yang sudah tersaji pada Neraca akan merepresentasikan terjadinya penurunan nilai pasar yang sesungguhnya.

Menghitung niai pasar dari sebuah asset, seorang akuntan membutuhkan jumlah undiscounted future cashflow yang masih tersisa pada Asset. Penurunan pada nilai Asset ini akan semakin menurunkan beban dari depresiasi secara periodik. Sehingga penurunan Asset ini akan semakin menciptakan peningkatan laba bagi perusahaan dan sekaligus juga jumlah kewajiban pajaknya (IRW).

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan tentang waktu dan alasan dalam mengukur penurunan dari nilai Goodwill. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900/081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel selanjutnya.

BAGAIMANA TATCARA DALAM MENGELOLA GUDANG PERSEDIAAN BARANG MILIK PERUSAHAAN

Pada kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan membagikan sedikit tips tentang bagaimana dalam mengelola gudang (manajemen gudang). Gudang yang secara umum berfungsi sebagai tempat ntuk penyimpanan persediaan (Bahan baku, Barang dalam proses, barang pembantu dan juga barang jadi). Bahan baku (Raw material) merupakan persedian yang akan digunakan pada awal produksi, setelah diproses bahan baku akan menjadi barang setengah jadi (Work in process), pada tahapan ini perusahan masih dapat memberikan tambahan berupa jenis-jenis barang (factory overhead costs) untuk proses produksi yang selanjutnya untuk digunakan dalam membuat barang-barang jadi (Finished Good).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Peran penting dari penggunaan gudang yang lain adalah sebagai tempat penerimaan barang, baik dari para suplier maupun dari para konsumen yang sudah melakukan retur pembelian. Gudang juga sebenarnya memiliki peran utama dalam proses produksi. Menyiapkan bahan baku yang nantinya akan masuk pada proses produksi.

Setelah mengetahui betapa pentingnya fungsi dari gudang, nah praktisi software akuntansi sekarang akan berbagi tips tentang bagaimana pengelolaan gudang, yaitu:

1. Melakukan pencatatan terhadap barang-barang persediaan dengan lebih tertib.

Gudang adalah sebagai tempat untuk penyimpanan persediaan, hal ini juga berarti bahwa gudang berfungsi sebagai alat untuk penerimaan bahan-bahan baku, penyimpanan barang dalam proses dan juga untuk barang jadi. Setiap aktifitas dan transaksi yang berkaitan dengan gudang, sebaiknya staff gudang harus mencatatnya dengan tepat.

2. Melakukan pemeriksaan barang-barang digudang dengan lebih cermat.

Barang-barang yang sudahh disimpan dalam gudang merupakan barang milik perusahaan. Besarnya nilai persediaan yang telah dihitung secara fisik akan menjadi dasar utama dalam penentuan berapa besarnya nilai persediaan yang masih dimiliki oleh perusahaan. Dengan demikian, maka bagi pemeriksa atau staff yang melakukan stok opname diharapkan untuk menjadi lebih cermat dalam hal melakukan pemeriksaan dan tidak melakukan stokc opname ulang.

3. Menjaga Persediaan di dalam gudang.

Persediaan yang sudah tersimpan dalam gudang memiliki nilai ekonomis bagi persediaan. Maka, barang yang sudah tersimpan di gudang merupakan bagian terpenting dari saldo persedian yang nantinya akan disajikan pada Laporan keuangan, khususnya Neraca (Balance Sheet). Juga ikut menjaga persediaan yang sudah tersimpan dalam gudang dan merupakan kekayan milik perusahaan juga berarti harus ikut untuk menjaga nilai perusahaan.

4. Mengelola anggraan pembelian dengan lebih tepat.

Penentuan untuk rencana pembelian (order) persediaan memegang peranan penting dalam proses pegelolaan gudang. Seperti yang sudah biasa diketahui bahwa membeli dalam jumlah lebih banyak akan mengeluarkan biaya (Cost) yang lebih kecil apabila dibandingakn dengan membeli dalam jumlah yang lebih sedikit. Karena ada hubungan tersendiri dengan proses produksi yang sudah dilakukan oleh pihak penjual, harga pokok penjualan yang sudah ditetapkan akan menjadi lebih kecil ketika memproduksi dalam jumlah yang lebih besar.

Yang harus diketahui adalah bahwa semakin menumpuknya jumlah persediaan di dalam gudang akan sangat berdampak besar pada semakin bertambahnya biaya penyimpanan persediaan. Solusinya adalah, dengan tetap membeli dalam jumlah besar, namun dengan meminta supplier untuk mengirimkannya sesuai dengan permintan produksi pembeli. Sehingga biaya penyimpanan gudang juga tidak ikut membesar. Biaya penyimpanan gudang meliputi biaya pembangunan gudang baru, biaya menyewa gudang, dan biaya renovasi gudang.

5. Menyimpan persediaan dengan penataan yang lebih rapi.

Salah satu fungsi utama dari gudang adalah untuk mensupport dari proses produksi dengan melalui penyediaan baik yang berupa bahan baku, maupun untuk barang-barang yang setengah jadi. Sebaiknya pihak manajemen harus tetap lebih memperhatikan lay out penyimpanan persediaan dalam gudang dengan cara meletakan persediaan agar dapat langsung dijangkau oleh para staff gudang pada saat mereka membutuhkan. Persediaan dan harus diletakan berdasarkan dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh pihak manajemen.  Harapanya adalah agar proses produksi tidak sampai terhambat dan menjadi lebih cepat dari sebelumnya.

Seperti contoh : Barang yang natninya akan diproduksi harus diletakan pada posisi yang mendekati mesin produksi, sehingga jika para staff yang bertanggungjawab untuk mengirimkan barang dari gudang kepada mesin produski tidak terlalu banyak memakan waktu dan melakukan tindakan yang berlebihan (Waste) IRW.

Dan itulah beberapa tips tentang bagaimana tatacara dalam mengelola gudang persediaan barang-barang milik perusahaan. Diharapkan setelah membaca artikel ini para pembaca sekalian dapat mengelola gudangnya masing-masing dengan baik. Bagi pembaca yang ingin mengetahui dengan lebih mendalam seputar pengelolaan gudang, membutuhkan konsultasi permasalahan pergudangan dan membutuhkan software accounting silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 atau bisa juga 081-8521172. Kami siap membantu, terima kasih telah berkunjung ke website kami, Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya.

APA SAJA MANFAATNYA UNTUK MENJADI PERUSAHAAN YANG SUDAH GO PUBLIK

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan sedikit membahas artikel tentang APA SAJA MANFAATNYA MENJADI PERUSAHAAN YANG SUDAH GO PUBLIK. Sebelum membahas tentang apa saja manfaat dari menjadi perusahaan yang sudah Go Publik terlebih dahulu kita akan membahas permasalahan kelemahan pendanaan  dari Bank. Masalah yang paling sering dijumpai oleh perusahan saat ingin melakukan ekspansi, perluasan bisnisnya adalah dari ketersediaan dananya. Jika dilihat dari rata-rata rasio Debt to Equity (DER ) Ratio perusahaan di Indonesia,  Sebagian besar perusahaan akan menggunakan sumber pendanaannya dari Bank. Akan tetapi pendanan dari Bank juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

1. Perusahaan akan dikenakan bunga pinjamaman. Besarnya keseluruhan dari pinjaman yang harus dilunasi oleh perusahaaan adalah sebesar harga pokok ditambah dengan bunga pinjaman. Pada akhir tahun 2017 lalu rata-rata bunga pinjaman Bank adalah diatas 10 %.
2. Perusahaan akan semakin ditekan oleh waktu. Cicilan dan bunga pinjaman harus dibayarkan oleh perusahaan harus tepat waktu, jika terlambat maka perusahan akan langsung dikenakan denda dan resiko terburuk untuk menjadi black list dari pihak Bank. Bank tidak akan mempercayai perusahaan lagi jika debitur memang berniat untuk meminjam uang lagi dari Bank. Akibatnya  pihak manajemen akan semakin tertekan untuk menemukan bagaimana cara terbaik agar mampu melunasi segala hutang-hutangnya.
3. Perusahaan akan dihadapkan pada resiko untuk kehilangan Aset yang dijaminkan. Perusahaan juga harus menyediakan jaminan sebagai persyaratan bahwa dia cukup mampu untuk mengembalikan pinjamannya dengan tepat waktu. Memastikan kepada pihak Bank sebagai pihak pemberi pinjaman bahwa perusahaan tidak akan ingkar janji/wanprestasi untuk melunasi pijamannya.
4. Resiko terbesar bagi pihak debitur adalah disitanya asset yang telah dijadikan jaminan, apabila tidak mampu mengembalikan. Penyitaan jaminan milik debitur untuk dilelang merupakan opsi terakhir dari pihak Bank dalam menapatkan dananya kembali.
5. Semakin lama memilih waktu jatuh tempo, maka akan menjadi semakin besar pula total pinjaman yang harus dikembalikan. Karena bunga bank akan termasuk menjadi include dengan besarnya cicilan yang harus dibayarkan setap kali pembayaran.

Setelah Anda membaca beberapa kerugian dari penggunaan dana Bank sebagai modal, maka sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, siapkah para pembaca sekalian untuk menghadapi apapun yang akan terjadi kedepannya?

Sekarang, apa saja manfaat yang akan dididapatkan jika menjadi perusahaan yang sudah Go publik?

• Lebih Mudah Dalam Memperoleh Dana.

Jika perusahaan membutuhkan pendanaan, perusahan dapat dengan mudah menjual sahamnya kepada publik. Selain saham perusahaan dapat dengan mudah masuk ke pasar uang melalui penerbitan surat hutang (obligasi) jangka pendek maupun jangka panjang.

Manfaat bagi perusahaan yang sudah menerbitkan Surat utang (Oblgasi) adalah sebanyak apapun obligasi yang dimiliki oleh pihak eksternal, tidak akan bisa memengaruhi kebijakan dari pihak manajemen internal. Perusahaan akan lebih sering diuntungkan karena besarnya bunga obligasi menjadi lebih kecil daripada pembagian devidennya. Selain itu juga bunga obligasi yang akan dibayarkan kepada para pemegang surat akan langsung dicatat sebagai biaya, dan akibatnya akan semakin mengurangi laba periode yang sudah digunakan sebagai dasar untuk pembayaran pajak. Tentunya kewajiban pajak terutang akan menjadi semakin lebih kecil.

• Menyediakan Peluang (Competitive Advantage) yang Lebih Besar untuk Bisa Berkembang.

Dengan menjadi perusahan yang sudah Go Publik, perusahaan akan mendapatkan kesempatan yang lebih banyak dalam mengembangkan usahanya. Perusahan dapat mengajak para pemasok dan konsumen untuk menjadi pemegang saham. Pemasok yang memiliki hak suara dalam kebijakan internal manajemen akan menjalankan strategi yang selaras dengan tujuan utama perusahaan. Misalnya manajemen membutuhkan pasokan bahan baku dengan harga yang lebih stabil. Saat kondisi pasar sedang tidak stabil, maka pemasok masih mampu untuk memberikan dukungan kepada perusahaan agar bisa tetap kompetitif.

• Menigkatkan Kemampuan Bertahan (Going Concern)

Kemampuan going concern merupakan kemampuan bertahan yang dimiliki oleh perusahaan dalam kondisi seperti apapun termasuk juga dalam kondisi yang dapat menyebabkan kebangkrutan. Kepemilikan anggota keluarga pada perusahaan tergantung pada besarnya porsi saham yang dimilki oleh masing-masing anggota keluarga, dan dapat menjual sahamnya sewaktu-waktu kepada pihak lain. Selain itu pihak keluarga juga masih dapat mempercayakan pengelolaan manajemen kepada pihak yang lebih profesional dan cukup berkompetensi dalam bidangnya. Apabila perusahaan mengalami kesulitan keuangan, maka pihak manajemen akan dapat mengambil tindakan untuk melakukan restrukturisasi modal. Merubah kerugian perusahan agar ditanggung dengan bersama-sama oleh para pemilik saham.

• Meningkatkan Citra (Image) Perusahaan.

Perusahaan yang sudah Go Publik akan menjadi lebih mudah dikenali jika dibandingkan dengan perusahaan yang tidak Go publik, karena mereka lebih terbuka baik dari sisi pelaporan keuangannya maupun berbagai informasi lainnya. Jika perusahan diekspose oleh media karena kinerjanya yang semakin membaik, maka peningkatan citra perusahaan juga akan semakin naik seiring dengan adanya peningkatan performa perusahaan.

• Meningkatkan Nilai Perusahaan (Company Value).

Nilai perusahan yang sudah tercatat pada bursa tidak hanya ditentukan oleh nilai bukunya (Book Value) saja, namun juga nilai pasarnya (Market Value). Penilaian yang paling sering dilakukan oleh pasar akan dilakukan setiap waktu. Jika pasar sudah menilai perusahaan lebih tinggi daripada nilai bukunya, maka tentunya nilai perusahaan tersebut juga akan ikut menjadi tinggi.

• Meningkatkan Loyalitas Para Karyawannya.

Perusahaan dapat mengajak karyawan untuk ikut menjadi bagian dari perusahaan. Caranya adalah dengan mengajak mereka untuk ikut membeli saham milik perusahaan. Karyawan yang membeli saham perusahan tempat mereka bekerja artinya adalah sudah memiliki kedekatan dengan perusahaan yang pada akirnya akan berusaha untuk semakin meningkatkan profesionalismenya dalam bekerja.

• Insetif Pajak Dari Pemerintah.

Pemerintah akan memberikan insentif pajak kepada perusahan yang sudah Go publik, yaitu dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2015 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri Yang Berbentuk Perseroan Terbuka.

“Pajak badan dalam negeri yang berbentuk Perseroan Terbuka yang dapat memperoleh penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 5% lebih rendah dari tarif PPh Wajib Pajak badan dalam negeri, sepanjang 40% sahamnya sudah tercatat dan diperdagangkan pada Bursa dan memiliki minimal 300 pemegang saham”(IRW).

Nah, itulah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari perusahaan yang sudah Go Publik. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami dengan lebih mendalam seputar manajemen perusahaan dan membutuhkan konsultasi seputar bisnis Anda, membutuhkan software akuntansi para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 bisa juga di 081-8521172. Kami siap membantu Anda.
Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel selanjutnya.

Scroll to top