Kategori: Finance

MENGEMBANGKAN BISNIS UKM (USAHA KECIL MENGENGAH)/UMKM DENGAN SOFTWARE AKUNTANSI

UKM (Usaha Kecil Menengah)/UMKM merupakan salah satu bagian terpenting dari roda perekonomian suatu negara atau dari daerah, karena UKM/UMKM ini berperan penting dalam perputaran ekonomi masyarakat. Hal ini juga tentunya sangat membantu Negara dalam hal penciptaan lapangan kerja dan dapat mendukung pendapatan rumah tangga.

Perkembangan UKM di Indonesia

Pada masa awal (sebelum 1997/1998) UKM/UMKM di Indonesia tidak menunjukkan adanya perkembangan yang bagus, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hal ini dikarenakan pada saat itu memang belum ada perhatian yang serius dari pihak pemerintahan pusat. Setelah tahun 1997/1998 ( Indonesia sedang terjadi krisis ekonomi) UMKM ternyata masih memiliki ketahanan yang sangat bagus jika dibandingkan dengan jenis usaha besar, maka sejak saat itulah pemerintah mulai meningkatkan jumlah UKM/UMKM, baik itu adalah secara kualitas maupun kuantitasnya untuk menunjang perekonomian Negara.

Hal ini terbukti pada tahun 2007 terdapat sebanyak 49 ,8 juta unit usaha atau 99,9% terhadap total dari unit usaha di Indonesia. Tidak hanya itu saja UKM/UMKM juga telah menyumbang 53,6% dari pada PDB kita. Dengan semakin tingginya pertumbuhan dari sektor perdagangan, hotel dan restoran yaitu 9,3%.

Perkembangan ini juga tidak terlepas dari usaha pemerintah, baik itu adalah pemerintah pusat atau daerah melalui aturan-aturan yang telah dikeluarkan. Seperti, undang-undang BI sejak tanggal 16 November 1999 tentang pemberian kredit bunga ringan kepada UKM/UMKM.
Modal dianggap Sebagai Permasalahan Utama UKM Sekarang

Walau demikian, secara kualitas dan kuantitas UKM/UMKM bukannya bisa dengan mudah terlepas dari masalah. Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang seringkali terjadi pada penyelenggaraan UKM/UMKM:

1. Permasalahan permodalan, pemodalan menjadi hal yang begitu serius karena banyak sekali kasus dimana bank tidak bersedia memberikan pinjaman kepada pelaku usaha tersebut.
2. Manajemen Administrasi, bahwasanya banyak sekali diantara para pelaku UKM di Indonesia yang masih belum menerapkan manajemen administrasi, pencatatan keuangan serta kaidah kaidah dari bagaimana pelaporan yang baik.
3.    Pemanfaatan teknologi, banyak sekali diantara para pelaku UKM yang sampai saat ini masih belum mengetahui apa itu internet. Apalagi sampai mengetahui betapa pentingnya memiliki software untuk pencatatan keuangannya.

Dari ketiga permasalahan tersebut, banyak orang telah salah mengartikan bahwa modal adalah permasalahan utama daripada betapa lemahnya perkembangan bisnis UKM saat ini. Kegagalan UKM selalu dihubungkan karena tidak adanya sumberdaya manusia, sarana dan prasarana yang memadai karena kurangnya permodalan.

Namun jika diteliti secara lebih jauh, sebenarnya permasalahan yang banyak menjerat para pelaku bisnis UKM tersebut adalah dari permasalahan kurangnya kesadaran akan manajemen administrasi dan pencatatan pada keuangan sebuah bisnis UKM, yang seharusnya jika kita lebih jeli akan bisa terselesaikan dengan jalan pemanfaatan dari teknologi yang akan semakin memudahkan UKM dalam melakukan administrasi dan pencatatannya.

Manfaat Software Akuntansi Bagi UKM/UMKM

Software akuntansi adalah sebuah perangkat lunak yang dibuat bertujuan untuk semakin memudahkan dalam hal pencatatan dari berbagai aktivitas-aktivitas operasional akuntansi, terutama bagi operasional akuntansi bisnis bagi UKM. Dan aktivitasi akuntansi bisasanya meliputi pembelian, penjualan, kas masuk, kas keluar, saldo awal dan lain sebagainya.

Manfaat yang paling besar dari penggunaan software akuntansi itu sendiri adalah tentang bagaimana software tersebut mampu mempercepat dan valid dalam menghasilkan laporan keuangan seperti neraca (balance sheet), laba-rugi (profit lost statement), cash flow dan laporan akhir keuangan. Yang nantinya laporan-laporan tersebut akan dapat digunakan sebagai perencanaan strategi bisnis untuk kedepannya dan yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai syarat utama dalam hal pengajuan kredit/modal kerja yang sangat dibutuhkan oleh bisnis UKM dalam mengembangkan bisnisnya serta untuk menjalankan berbagai strategi bisnis mereka masing-masing.

Kriteria Software Akuntansi yang Cocok Bagi Bisnis UKM/UMKM

1. Memiliki fitur pencatatan.

Seperti namanya (akuntansi), pastinya harus ada fitur pencatatan untuk setiap transaksi yang dimasukan ke dalam akun yang sudah di sediakan sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa fitur-fitur pencatatan yang banyak dibutuhkan dalam bisnis akuntansi UKM:

• Fitur transaksi penjualan.
• Fitur transaksi pembelian.
• Fitur kas masuk.
• Fitur kas keluar.
• Penyesuaian untuk persediaan
• Jurnal umum.
• Pos pengisian saldo awal.

2. Memiliki fitur pelaporan.

Pelaporan merupakan hasil akhir dari berbagai aktivitas pencatatan yang biasanya dilaporkan terhadap pihak tertentu, bisa dari atasan maupun dari pihak yang berwenang (seperti: auditor, petugas pajak). Adapun beberapa pelaporan yang banyak dibutuhkan adalah sebagai berikut:

• Laporan neraca (balance sheet).
• Laporan laba rugi (profit lost statement).
• Arus kas/cash flow.
• Laporan yang bisa di disesuaikan sesuai berbagai kebutuhan usaha.

3. Memiliki fitur analisa bisnis.

Analisa bisnis merupakan proses untuk mengevaluasi prospek ekonomi dan berbagai resiko perusahaan. hal itu meliputi analisis atas lingkungan bisnis perusahaan, strategi, serta posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Analisis yang berguna untuk keputusan bisnis seperti: memilih investasi dalam efek (surat berharga/sekuritas) ekuitas atau efek hutang, memilih perpanjangan pinjaman dengan hutang jangka panjang atau hutang jangka pendek, menilai perusahaan dalam penawaran saham perdana dan untuk mengevaluasi restrukturasi yang meliputi merger, akuisisi, dan divestasi.

4. Kesimpulan.

Dengan adanya software akuntansi bagi UKM untuk membantu dalam menjalankan roda operasional dari bisnis UKM/UMKM maka , akan menjadi lebih akuntable baik untuk evaluasi kegiatan usaha, perencanaan bisnis di masa depan sampai dengan pengajuan kredit untuk kebutuhan modal agar perencanaan dari bisnis dapat tercapai dengan baik.

Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan terimakasih.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

TAHUKAH ANDA TENTANG PERBEDAAN ANTARA TRANSAKSI DAN TRANSAKSI AKUNTANSI

Apabila membahas tentang transaksi, satu hal yang pastinya akan muncul pada pemikiran kita adalah hal-hal yang berhubungan tentang transaksi jual-beli maupun serah terima. Ya, memang isitilah transaksi erat kaitannya dengan dua aktivitas tersebut. Dalam melaksanakan aktivitas transaksi, dibutuhkan setidaknya dua pihak yang saling membutuhkan satu sama lain. Aktivitas transaksi biasanya juga melibatkan sebuah produk atau berbagai macam hal lain yang dimiliki oleh salah satu pihak dan dibutuhkan oleh pihak lainnya. Setiap individu pada dasarnya akan selalu melakukan aktivitas transaksi hampir setiap hari, baik itu adalah berupa transaksi jual beli, transaksi kekuasaan, transaksi perbankan, dan berbagai macam jenis transaksi lainnya.

Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan transaksi itu? Transaksi adalah aktivitas yang terjadi diantara kedua lebih pihak atau lebih yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan terhadap posisi keuangan dan kepemilikan kekayaan diantara kedua pihak tersebut. Transaksi biasanya berhubungan dengan urusan keuangan dan juga kepemilikan produk, baik itu dalam bentuk barang maupun jasa. Transaksi juga dapat dilakukan baik oleh perorangan maupun oleh organisasi besar seperti perusahaan. Dan transaksi juga dapat berlangsung antara pihak internal perusahaan atau antar perusahaan dengan pihak luar perusahaan atau dengan perorangan.

Bagaimana dengan jenis-jenis transaksi? Transaksi terbagi menjadi dua macam jenis, yaitu:

1. Transaksi internal.

Yaitu transaksi yang terjadi pada lingkungan internal suatu perusahaan saja. Transaksi internal hanya melibatkan pihak-pihak yang berada dalam perusahaan tanpa melibatkan pihak-pihak dari luar perusahaan. Seperti contoh transaksi internal yaitu: pembayaran gaji kepada karyawan dan pengalokasian beban perusahaan.

2. Transaksi eksternal.

Yaitu transaksi yang terjadi diantara pihak internal dengan phak eksternal perusahaan. Berbeda dengan transaksi internal yang tidak membutuhkan adanya keterlibatan dari pihak eksternal sama sekali, transaksi eksternal malah justru membutuhkan adanya keterlibatan pihak eksternal perusahaan sebagai mitra transaksinya. Contoh dari transaksi eksternal yaitu: pembelian bahan baku, penjualan produk perusahaan, serta pembayaran hutang usaha.

Setiap transaksi yang dilakukan dalam perusahaan biasanya disertai dengan adanya bukti-bukti transaksi. Lalu apakah bukti transaksi itu? Bukti transaksi adalah berupa dokumen pendukung yang berisi tentang data transaksi yang dibuat setelah melakukan transaksi untuk kebutuhan pencatatan keuangan bisnis. Bukti transaksi tersebut dalam perusahaan biasanya akan dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:

1. Bukti transaksi internal.
Yaitu bukti pencatatan dari kejadian setiap transaksi yang terjadi antara bagian dalam internal perusahaan. Bukti transaksi internal biasanya berupa memo atau berkas laporan serah terima bagian.

2. Bukti transaksi eksternal.

Yaitu bukti transaksi yang terjadi diantara pihak internal dengan pihak eksternal perusahaan. Berbeda dengan bukti transaksi internal yang lebih cenderung sangat terbatas bentuknya, bukti transaksi eksternal cenderung jauh lebih banyak bentuknya, biasanya adalah berbentuk nota, faktur, kwitansi, dan lain sebagainya.

Lalu Apa Perbedaan Antara Transaksi Dengan Transaksi Akuntansi?

Perbedaan dari transaksi apabila dibandingkan dengan transaksi akuntansi adalah bahwa transaksi akuntansi harus berpengaruh kepada persamaan akuntansi. Ketika sebuah transaksi akuntansi terjadi, maka transaksi ini akan menjadi penyebab utama dilakukannya pencatatan akuntansi. Dengan kata lain, pencatatan akuntansi hanya dapat dilakukan dengan syarat jika dan hanya jika terdapat transaksi akuntansi yang terjadi pada sebuah perusahaan. Transaksi akuntansi selalu memiliki dampak pada keuangan bisnis, oleh karena itu pastinya harus bisa diukur atau dinyatakan nilainya dalam bentuk uang. Karena nilai tersebut bisa diukur dengan uang, maka transaksi akuntansi bisa juga disebut dengan transaksi keuangan bisnis.

Transaksi akuntansi adalah berupa kesepakatan atau perjanjian yang sudah terjalin antara dua pihak, yang mana pihak pertama berlaku sebagai penjual barang atau jasa, sedangkan pihak kedua berlaku sebagai pembeli barang atau jasa. Syarat dari terjadinya transaksi akuntansi adalah transaksi tersebut harus berdampak pada keuangan, baik di waktu sekarang maupun di waktu yang akan datang. Sebagai contoh, Perusahaan A mengadakan rapat dewan direksi dan memutuskan untuk membuka kantor cabang di Kota Jakarta. Satu bulan kemudian Perusahaan A membeli sebuah ruko di Jakarta dan baru siap untuk ditempati dalam waktu satu bulan berikutnya. Maka dalam contoh kasus tersebut, Perusahaan A sedang menjalankan sebuah transaksi akuntansi, dimana disaat Perusahaan A memutuskan untuk membeli sebuah ruko, maka akan terdapat transaksi yang terjadi diantara Perusahaan A dengan pihak pemilik ruko. Dampak keuangan bagi Perusahaan A saat ini adalah telah memliki sebuah asset berupa ruko di Jakarta.

Sedangkan dampak keuangan yang terjadi di waktu yang akan datang adalah ketika ruko tersebut sudah dapat ditempati, maka manfaat dari ruko tersebut sudah dapat dinikmati oleh Perusahaan A. Dengan menggunakan software accounting, maka Perusahaan A sudah dapat melakukan perhitungan tentang berapa penurunan nilai bangunan dari ruko tersebut untuk setiap tahunnya apabila dibandingkan dengan umur manfaat bangunan dari ruko tersebut.

Nah, sekarang pastinya Anda sudah tahu bukan tentang perbedaan antara transaksi dan transaksi akuntansi. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

TAHAPAPAN-TAHAPAN DARI SIKLUS AKUNTANSI DALAM PROSES PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Pada dasarnya akuntansi merupakan suatu pengukuran, penjabaran atau pemberian informasi yang berhubungan dengan alokasi sumber daya yang menyebabkan adanya suatu keputusan dalam internal organisasi perusahaan. Di dalamnya terdapat sebuah proses yang dilakukan secara berulang-ulang mulai dari proses transaksi keuangan sampai penyusunan laporan keuangan melalui sebuah prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Dan hal itulah yang biasa disebut dengan siklus akuntansi, yang mana penyusunan laporan tersebut biasanya akan dibuat dalam ruang lingkup akuntansi untuk suatu waktu (perode tertentu).

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu peroses pencatatan akuntansi, yang merupakan kagiatan pengumpulan dan pengolahan data keuangan yang telah dituangkan dalam sebuah format laporan keuangan yang sesuai dengan standar dari kebijakan dari setiap masing-masing organisasi perusahaan. Tujuannya adalah untuk membantu dalam membuat atau mengambil suatu keputusan atau bisa dibilang mengambil tindakan strategi keuangan yang lebih tepat demki kemajuan perusahaan dimasa mendatang.

Pada siklus akuntansi sendiri terdapat beberapa macam tahapan yang harus Anda ketahui sebagai seorang pelaku bisnis agar semakin memudahkan dalam proses penyusunan laporan keuangan. Apa saja tahapan-tahapan tersebut?

1. Tahap pencatan terhadap bukti-bukti transaksi keuangan perusahaan.

Tahap pencatatan dari bukti transaksi keuangan ini merupakan yang pertama dari tahap-tahap selanjtnya dari siklus akuntansi yang merupakan suatu proses pencatatan terhadap seluruh bukti transaksi keuangan yang telah dilakukan. Karena dalam memulai seluruh proses tentunya membutuhkan adanya suatu data secara otentik dan serba akuntable. Hal itu akan sangat bermanfaat pada mudahnya melakukan analisis dari arus kas atau cash flow milik perusahaan.

Setelah dilakukannya pencatatan, maka Anda perlu untuk menggolongan setiap transaksi keuangan tersebut untuk semakin memudahkan dalam hal menganalisis data keuangan tersebut. Langkah awal dalam pencatatan dari bukti transaksi keuangan ini akan dilakukan baik itu berupa transaksi internal maupun eksternal perusahaan, yang akan disusun dan posting ke dalam sebuah jurnal tertentu yang dapat berupa jurnal umum atau juga jurnal khusus. Selanjutnya catatlah hasil dari melakukan pencatatan dan penggolongan yang telah dituangkan kedalam jurnal tersebut ke dalam laporan buku besar.

2. Tahapan dalam pembuatan ringkasan dari laporan keuangan.

Tahapan dalam pembuatan ringkasan dari laporan ini merupakan yang kedua dari tahap siklus akuntansi yang merupakan proses dalam meringkas laporan yang telah dibuat oleh tahapan pertama. Tujuan dari membuat ringkasan dari laporan keuangan tersebut adalah agar semakin memudahkan Anda sebagai seorang pelaku bisnis dalam melakukan analisis data. Sehingga pada saat ringkasan yang telah dibuat semakin ringkas dan lebih jelas maka akan semakin menjadikan Anda lebih mudah dalam menganalisisnya. Yang harus Anda lakukan dalam pembuatan ringkasan dari laporan keuangan ini adalah dengan merancang sebuah neraca saldo (trial balance) yang datanya akan didapatkan dari akun-akun buku besar. Selanjutnya menyusun jurnal penyesuaian (adjustmen entries) yang bertujuan untuk menyesuaikan atau menyelaraskan dengan fakta atau kondisi sebenarnya yang terjadi pada akhir periode, dan menyusun sebuah neraca lajur (work sheets) agar mempermudah dalam hal proses penyusunan laporan keuangan.

Selanjutnya adalah dengan membuat jurnal penutup (closing entries) yang bertujuan untuk mengetahui tingkat laba dan rugi milik perusahaan (neraca keseimbangan) serta untuk menutup perkiraan/temporary account. Setelah membuat jurnal penutup, maka harus membuat neraca saldo untuk mengecek pencatatan kembali untuk periode selanjutnya dan menggunakan informasi dari data tersebut untuk pengambilan keputusan atau strategi perusahaan untuk kedepannya. Dan yang terakhir adalah dengan menyusun jurnal pembalik yang bertujuan untuk mengantisipasi berbagai kesalahan dalam hal pencatatan pada periode selanjutnya.

3. Tahap laporan keuangan atau financial statements.

Pada tahap laporan keuangan ini merupakan yang terakhir dari tahapan dari siklus akuntansi. Pembuatan laporan keuangan tersebut berdasarkan pada setiap hasil analisis dari kedua tahapan diatas yang telah dilakukan.Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah tahapan-tahapan dari pembuatan laporan keuangan:

• Laporan neraca merupakan laporan keuangan untuk menunjukkan bagaimana posisi assets (aktiva/harta), liabilities (hutang), serta equity/equitas (modal).
• Laporan laba rugi sebagai salah satu dari laporan keuangan yang terdiri dari seluruh beban-beban pengeluaran serta pendapatan atau income sehingga akan diperoleh nilai dari laba dan ruginya perusahaan.
• Laporan perubahan modal merupakan inti dari laporan keuangan yang berisikan informasi tentang perubahan modal milik perusahaan, misalnya jumlah modal yang telah disetor dari awal, saldo laba periode berjalan, tambahan modal disetor, dan saldo laba ditahan.
• Laporan arus kas (cash flow) yang merupakan bagian dari laporan keuangan dalam periode tertentu yang berisikan data-data dari aliran dana kas baik itu kas masuk atau kas keluar. Yang biasanya akan di golongkan berdasarkan arus kas dari aktivasi investasi, aktivasi operasi, dan aktivasi pendanaan.
• Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan tambahan yang berisikan tentang catatan informasi yang lebih bersifat mendetail tentang akun-akun tertentu, sehingga akan memberikan nilai yang lebih komprehensif dari suatu laporan finansial milik perusahaan.

Demikianlah penjelasan tentang tahap-tahap dalam siklus akuntansi yang mungkin saja akan sangat  membantu Anda dalam membuat laporan keuangan. Apabila Anda mengalami permasalahan dalam hal keuangan perusahaan, maka software akuntansi dapat menjadi sebuah solusi yang paling tepat bagi Anda. karena software accounting telah terbukti mampu digunakan pada hampir berbagai macam jenis usaha. Semoga bermanfaat bagi Anda sekalian. terimakasih.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BERBAGAI JENIS SYARAT-SYARAT TENTANG KONDISI PEMBAYARAN YANG SERING TERJADI DALAM TRANSAKSI KEUANGAN BISNIS

Dari sudut pandang seorang pemilik bisnis, siklus penjualan bisnis Anda tidak akan pernah selesai sampai terjadinya kesepakatan penjualan. Oleh karena itu seorang pemilik bisnis harus mampu dalam menggunakan beberapa macam cara untuk memastikan bahwa semua faktur penjualan dapat dilunasi tepat waktu.

Pada era yang serba globalisasi juga telah semakin mempermudah bagi seorang pemilik bisnis dalam memperluas pasarnya di luar-luar daerah. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda dalam memperhatikan berbagai kebiasaan syarat-syarat untuk pembayaran yang sudah ada di daerah yang berbeda-beda untuk memastikan bahwa arus kas dari bisnis Anda sudah lancar.

Syarat pembayaran yang menjelaskan tentang batas waktu pelunasan dari faktur penjualan, dan juga tentang kondisi dan persyaratan dari ganti rugi apabila sampai pelunasan dilakukan setelah jangka waktu yang telah disepakati bersama. Sebagai seorang pemilik bisnis, selain harus memilih syarat pembayaran yang lebih tepat untuk pelanggan Anda, maka Anda juga harus mematuhi berbagai persyaratan untuk pembayaran dari pihak vendor maupun dari para pemasok bisnis Anda.

Mengapa Syarat Pembayaran Sangat Penting Bagi Bisnis

Syarat pembayaran akan membantu bisnis untuk memiliki jadwal penerimaan pembayaran yang rutin dilakukan. Hal ini sangat membantu dalam hal perencanaan finansial perusahaan tersebut, dari proses pembuatan budget usaha sampai dengan pembayaran gaji karyawan.

Perlu diketahui bahwa penetapan syarat pembayaran ini tidak akan selalu memberatkan para pelanggan Anda, namun, untuk syarat pembayaran ini dapat menawarkan beberapa pilihan pembayaran bagi mereka dalam hal pelunasan hutang usahanya, seperti halnya program diskon/prmosi maupun berupa pembayaran cicilan.  Bahkan, apabila Anda berani menawarkan persyaratan pembayaran yang lebih menguntungkan bagi para pelanggan daripada para kompetitor, syarat pembayaran seperti ini akan dapat menjadi nilai jual yang sedikit lebih tinggi bagi bisnis Anda.

Berikut ini merupakan beberapa jenis kondisi pembayaran yang biasanya sering terdapat pada faktur penjualan beserta masing-masing penjelasannya:

1. Pembayaran Langsung.

Pembayaran langsung artinya adalah sebuah transaksi yang mana pembayaran harus dilakukan pada saat barang sudah diterima. Kondisi pembayaran seperti ini biasanya lebih banyak dikenal sebagai CoD, atau Cash on Delivery. Pada kondisi pembayaran ini, apabila sang pembeli tidak dapat melunasi pembeliannya, maka pada saat pengantaran barang, sang penjualpun memiliki hak untuk mengambil kembali barang yang dijualnya tersebut. Kondisi pembayaran seperti ini memang sangat menguntungkan bagi pemilik bisnis kecil, namun masih kurang begitu disenangi oleh pembeli.

2. Net 30 (N/30).

Net 30 merupakan salah satu persyaratan dalam pembayaran yang paling sering digunakan. Net 30, atau lebih sering ditulis sebagai N/30, berarti pihak pembeli harus membayar dalam jangka waktu selama 30 hari dari tanggal faktur tersebut diterbitkan. Selain Net 30, masih ada pula kondisi pembayaran Net 45 atau Net 60, yang dapat ditetapkan tergantung dari kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pembeli.

3. 2/10 Net 30 (2/10 N 30).

Seperti halnya Net 30, pada  2/10 Net 30 para pembeli masih diwajibkan untuk membayar dalam jangka waktu tidak lebih dari 30 hari dari pembelian. Namun perbedaannya dari Net 30 adalah pembeli akan mendapatkan diskon sebesar 2% apabila membayar dalam kurun waktu selama 10 hari dari pembelian, hal ini akan memberikan keuntungan tambahan bagi pihak pembeli dan penjual, pembeli akan dapat menghemat banyak uang dan penjual akan menerima pembayaran lebih awal dari batas waktu yang telah ditentukan.

4. Mengirimkan Faktur Penjualan.

Sebagai seorang pelaku bisnis kecil, Anda akan mengirimkan beberapa faktur penjualan untuk setiap bulannya. Sebagai usaha untuk memastikan bahwa pembayaran akan dilakukan tepat waktu, pastikan juga bahwa sebelumnya Anda telah berdiskusi dengan pelanggan dan sudah sepakat tentang persyaratan pembayaran yang nantinya akan digunakan.

5. Menerima Faktur Penjualan.

Tentunya sebagai seorang pemilik bisnis Anda juga akan menerima faktur penjualan dari para vendor. Hal terpenting yang harus dicek pada saat menerima faktur penjualan adalah syarat pembayaran yang ada. Beberapa vendor memang memiliki persyaratan pembayaran yang lebih ketat seperti cash on delivery, namun terdapat beberapa vendor yang memberikan diskon untuk pembayaran lebih awal. Pastikan bahwa bisnis Anda selalu memiliki uang kas yang cukup untuk melakukan semua pembayaran tersebut.

6. Menjelaskan Kondisi Pembayaran dengan Jelas.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemilik bisnis memiliki jadwal yang sangat padat. Mengubah system penjualan Anda tentunya akan sangat merepotkan, namun hal ini akan dapat semakin mempermudah bebagai pekerjaan Anda untuk waktu dalam jangka panjang.

Buatlah dan implementasikan tentang sistem penjualan yang lebih jelas, dan komunikasikan persyaratan pembayaran kepada semua pelanggan dengan lebih jelas. Apabila Anda melakukan kedua hal tersebut dengan baik, kemungkinan besar pelanggan Anda akan melunasi pembayaran dengan tepat waktu.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top