Kategori: Finance

REALITA KEAMANAN PENGGUNAAN SOFTWARE AKUNTANSI ONLINE DARI KEJAHATAN CYBER CRIME DAN PENCEGAHANNYA

Perkembangan media internet saat ini yang banyak memberikan dampak positif maupun negatif bagi masyarakat. Dampak positif dari berbagai kemajuan teknologi internet tersebut adalah dengan semakin terbuka lebarnya peluang untuk e-commerce, e-banking, dan telah dikembangkannya aplikasi akuntansi berbasis online.

Sistem akuntansi yang sudah mulai berubah dengan berbasis online ini lebih memungkinkan bagi pemilik usaha untuk dapat memantu setiap saat bagaimana kondisi keuangan dari usahanya dengan lebih cepat dan akurat, sehingga keputusan strategi bisnis akan dapat diambil dengan lebih cepat. Kebutuhan akan informasi keuangan yang lebih cepat dan akurat, tanpa harus terhalang oleh kendala waktu dan tempat hanya dapat dilakukan dengan adanya penggunaan sistem aplikasi yang berbasis online/cloud.

Namun yang harus lebih diingat adalah bahwa dunia teknologi internet juga memberikan dampak yang negatif. Media internet semakin membuka adanya peluang untuk terjadinya tindak kejahatan yang lebih bersifat konvensional seperti halnya tindakan pengancaman, pencurian, dan penipuan yang saat ini semakin marak dilakukan secara online. Berbagai bentuk dari dampak negatif tersebut pada akhirnya akan membentuk paradigma bahwa tidak ada sistem online yang cukup aman untuk digunakan.

Dalam dunia maya, permasalahan keamanan merupakan salah satu masalah yang cukup krusial. Tanpa adanya keamanan yang sangat memadai, maka data-data dan sistem yang ada bisa dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kelemahan yang paling sering ditemukan pada sistem jaringan yang sudah berbasis internet adalah karena adanya salah satu hole (lubang keamanan) dalam sistem yang belum tertutup.

Jika hole tersebut terlalu lama tidak ditutup, maka akan menjadi salah celah akan dimanfaatkan bagi para personel yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan tindakan kriminal terhadap perusahaan. Pencurian data dan sistem dari media internet ini biasanya lebih sering disebut dengan cyber crime (tindak kejahatan dunia maya).

Cyber crime hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber. Banyak diantara beberapa kasus yang terjadi dimana pelaku dari cyber crime ini sebenarnya adalah salah satu anggota dari personel sebuah perusahaan yang cukup loyal dan mendapatkan kepercayaan penuh dari perusahaannya. Mereka melihat adanya sedikit celah yang terdapat pada sistem komputer dan pada akhirnya mereka mampu melakukan tindakan kriminal seperti ini.

Lalu sekarang, bagaimana dengan tingkat keamanan dari penggunaan software akuntansi yang sudah berbasis cloud? Berikut ini merupakan bebarapa poin yang mungkin masih dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan cyber crime atau pembobolan sistem akuntansi online milik perusahaan:

1. Lokasi server harus lebih dari 1 dengan tempat-tempat penyimpanan yang berbeda-beda sehingga jika terjadi kerusakan, pembobolan, pencurian atau bencana alam, database milik perusahaan tidak hilang atau rusak, karena masih terdapat pada server lainnya.

2. Menggunakan sistem firewall yang sangat sulit untuk bisa ditembus. Meskipun jika dapat ditembus sekalipun, namun masih dapat mempersiapkan perlindungan lainnya, seperti dengan  cara menyimpan data pada server lain yang berbeda.

3. Mensyaratkan pada provider untuk memberikan garansi atas tingkat kestabilan dan kondisi kecepatan dalam mengakses, sehingga tidak sampai terjadi keterlambatan dalam hal pengiriman dan penerimaan data-data penting perusahaan.

Sudah seharusnya perkembangan dunia teknologi dan internet yang sangat cepat namun harus diimbangi dengan hukum yang dapat mengaturnya. Tanpa adanya paying hukum yang mengatur dan ketegasan dari lembaga dalam penegakan hukumnya, maka dapat menganggu proses dari perkembangan teknologi itu sendiri. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MENJAGA INFORMASI PENTING LAPORAN KEUANGAN DENGAN FITUR OTORITAS PASWORD SOFTWARE ACCOUNTING

Pada era zaman serba teknologi untuk saat ini teknologi informasi malah menjadi komoditi yang lebih penting. Bisa dikatakan juga bahwa informasi yang terpenting merupakan asset yang paling berharga bagi perusahaan. Kemampuan dalam hal mengakses dan menyediakan berbagai kebutuhan informasi dengan lebih cepat dan akurat yang menjadi satu kebutuhan dari berbagai pihak seperti jenis organisasi, perusahaan, lembaga pendidikan, pemerintahan maupun secara individu.

Salah satu informasi yang dianggap begitu penting adalah yang terkait hubungannya dengan keuangan organisasi perusahaan. Karena begitu pentingnya nilai informasi yang terdapat dalam sebuah laporan keuangan yang menyebabkan informasi ini hanya bisa diakses oleh para personel tertentu.

Hal seperti ini harus dilakukan untuk menghindarkan terjadinya resiko jatuhnya informasi penting kepada pihak yang tidak bertanggungjawab, sehingga malah dapat menyebabkan terjadinya kerugian. Seringkali bahwa organisasi perusahaan harus berhadapan langsung dengan berbagai macam ancaman keamanan informasi seperti halnya terjadinya pencurian data-data penting perusahaan, percobaan hacking, dan lain sebagainya. Karena itulah maka sistem keamanan informasi yang akan diterapkan harus benar-benar terjamin keamanannya.

Keamanan dari sebuah informasi tentunya hanya dapat tercapai dengan jalan menerapkan berbagai upaya yang juga harus didukung dengan berbagai kebijakan dan prosedur manajemen yang baik. Hal ini dimaksudkan karena semua pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam hal penyediaan, pemyimpanan, pemanfaatan, dan penyebaran informasi tidak ingin informasi tersebut sampai disalah gunakan.

Salah satu cara yang paling sering dilakukan dalam hal pengamanan informasi adalah dengan cara memberikan batasan hak akses informasi melalui mekanisme “access control” yang lebih dikenal dengan istilah “password”. Masing-masing personel yang terkait dan berkewajiban dalam pembuatan atau pengolahan laporan keuangan hendaknya harus diberikan batasan untuk melakukan hak akses yang sesuai dengan tugasnya serta memiliki passwordnya tersendiri.

Dengan adanya otoritas password dan berupa batasan hak akses tersebut, maka dapat lebih meminimalkan terjadinya resiko kecurangan dalam hal pembuatan laporan keuangan, penyalahgunaan laporan, pembajakan, sehingga laporan yang akan dihasilkan sampai menjadi tidak valid yang dapat semakin menurunkan kredibilitas perusahaan. Karena itulah maka setiap personel yang terkait dengan urusan laporan keuangan harus terlebih dahulu memahami kebijakan password yang dimilikinya dan mengetahui seperti apa password yang cukup baik, mudah diingat dan kuat, karena password yang digunakan adalah untuk mengamankan informasi keuangan milik perusahaan.

Penggunaan password dapat dikatakan lebih efektif jika:

• Terdiri atas 7-10 karakter yang telah digabungkan dengan angka, simbol atau huruf besar/kecil.
• Tidak memiliki makna sehingga bisa mngkin akan bisa ditebak.
• Hindari penggunaan urutan abjad atau angka, misal: abcdefg, 123456.
• Mengganti kode password secara berkala.
• Hindari penggunaan username sebagai login.
• Buatlah password yang cukup mudah untuk Anda ingat namun sangat sulit untuk bisa ditebak.

Kesadaran akan begitu pentingnya menjaga informasi harus selalu ditanamkan dalam diri setiap personil dan tidak hanya untuk kalangan manajemen dan direksi saja. Setiap personel yang sudah terlibat dalam berbagai aktivitas perusahaan juga harus bertanggungjawab terhadap keamanan dari berbagai informasi yang sudah dimilikinya.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

LAPORAN DAN DATA-DATA LAPORAN PERUSAHAAN YANG HARUS DIPERSIAPKAN MENJELANG AKHIR TAHUN

Sebenarnya untuk sebuah perusahaan, laporan apa saja yang seharusnya disiapkan setiap periode (akhir tahun)? Setidaknya terdapat beberapa laporan yang menjadi bagian dari laporan keuangan utama yang segera harus disiapkan. Laporan keuangan merupakan suatu laporan yang menunjukkan tentang bagaimana kondisi keuangan perusahaan pada satu periode tertentu (untuk neraca dan laporan laba rugi).

Data-data yang harus ditampilkan dari laporan keuangan merupakan kombinasi dari beberapa hal berikut, yaitu:

1. Recorded fact (Fakta yang sudah dicatat).
2. Accounting convention and postulate (Prinsip-prinsip dalam akuntansi).
3. Personal Judment (Pendapat Pribadi).

Pemeriksaan terhadap laporan keuangan dapat dilakukan yang oleh:

1. Internal accounting perusahaan.
2. Akuntan publik yang sudah mendapatkan izin. Akuntan public akan memberikan penilaian setelah meneliti dengan standar dan prosedur pemeriksaan yang lazim dilakukan. Pendapat yang diutarakan adalah bisa wajar atau tidak wajar yang nantinya akan diberikan jika laporan keuangan yang selesai disusun sudah benar-benar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang telah diterapkan secara konsisten dari tahun ketahun oleh perusahaan.

Pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan adalah:

• Pemilik, untuk melihat bagaimana perkembangan perusahaan serta berapa besar bagian deviden yang nanti akan diperolehnya.
• Manajemen, untuk menilai bagaimana kinerjanya perusahaan selama periode tertentu.
• Kreditur, untuk menilai bagaimana kelayakan perusahaan dalam memperoleh pinjaman dan kemampuannya dalam membayar pinjaman tersebut.
• Pemerintah, untuk menilai bagaimana kepatuhan perusahaan untuk membayar kewajibannya terhadap pemerintah.
• Investor, untuk menilai bagaimana prospek dari usaha untuk ke depannya, apakah mampu memberikan deviden dan nilai saham seperti yang diinginkan atau tidak.

Berikut ini beberapa jenis yang sering dipublikasi oleh pemilik entitas

Laporan-Laporan yang Menjadi Bagian dari Laporan Keuangan:

1. Balance sheet (Laporan Neraca).

Merupakan laporan yang menunjukkan tentang jumlah aktiva (harta), kewajiban (hutang), dan modal perusahaan (ekuitas) perusahaan pada saat tertentu.

Informasi yang disajikan dalam neraca adalah:
• Jenis-Jenis Aktiva (Assets).
• Jumlah rupiah dari setiap masing-masing jenis aktiva.
• Jenis-jenis kewajiban (liability).
• Jumlah Rupiah dari setiap masing-masing jenis kewajiban.
• Jenis-jenis modal (Equity).
• Jumlah rupiah dari setiap masing-masing jenis modal.

Persamaan neraca diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut.
Aktiva = Kewajiban + Modal
Bentuk Neraca terdiri dari dua macam model, yaitu:
• Report Form (Bentuk Laporan atau vertikal).
• Account Form (Bentuk Skontro atau Horisontal).

2. Income Statement (Laporan Laba Rugi).

Merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang menunjukkan bagaimana kondisi pendapatan vs biaya dalam suatu periode tertentu yang menampilkan jumlah pendapatan yang diterima dan biaya yang telah dikeluarkan, sehingga akan dapat diketahui apakah perusahaan sedang dalam keadaan laba ataukan sedang merugi.
Informasi yang disajikan dalam laporan laba rugi meliputi :

• Jenis-jenis pendapatan yang diperoleh dalam suatu periode tertentu.
• Jumlah rupiah dari setiap masing-masing jenis pendapatan.
• Jumlah dari keseluruhan pendapatan usaha.
• Jenis-jenis biaya atau beban dalam suatu periode tertentu.
• Jumlah rupiah dari masing-masing biaya atau beban.
• Jumlah keseluruhan dari biaya yang dikeluarkan.

Hasil dari usaha yang diperoleh dengan cara mengurangi jumlah pendapatan dan biaya maka selisihanya di sebut dengan laba atau rugi. Laporan Laba Rugi dapat disusun ke dalam dua bentuk, yaitu:

1. Single Step (Bentuk Tunggal).
2. Multiple Step (Bentuk Majemuk).

3. Laporan Perubahan Modal.

Menunjukkan jumlah modal yang dimiliki perusahaan saat ini serta sebab-sebab berubahnya modal. Informasi yang diberikan dalam laporan perubahan modal meliputi:

1. Jenis-jenis dan jumlah modal yang sudah ada saat ini.
2. Jumlah setiap rupiah dari tiap jenis modal.
3. Jumlah rupiah dari modal yang telah berubah.
4. Sebab-sebab berubahnya modal usaha.
5. Jumlah rupiah dari modal sesudah terjadi perubahan.

4. Cash Flow (Laporan Arus Kas).

Merupakan laporan yang menunjukkan arus kas masuk (pendapatan) dan juga arus kas keluar (biaya-biaya).

5. Laporan Catatan atas laporan keuangan.

Adalah laporan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan yang telah disajikan. Laporan ini memberikan informasi tentang penjelasan yang dianggap sanga perlu atas adanya laporan keuangan yang ada, sehingga menjadi lebih jelas sebab dan penyebabnya.

Tujuan dan Manfaat dari Analisis Laporan Keuangan adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu.
2. Untuk mengetahui apa saja kelemahan-kelemahan perusahaan selama ini.
3. Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan.
4. Untuk mengetahui langkah-langkah apa saja agar bisa dilakukan perbaikan dalam penilaian kinerja manajemen perusahaan.

Langkah yang harus dilakukan dalam analisis keuangan adalah sebagai berikut:

1. Mengumpulkan Laporan Keuangan dan data-data yang masih diperlukan dengan selengkap mungkin.
2. Melakukan pengukuran-pengukuran formula tertentu.
3. Melakukan interprestasi terhadap hasil perhitungan dan pengukurannya.
4. Membuat Laporan tentang bagaimana posisi keuangan perusahaan saat ini.
5. Memberikan rekomendasi yang dibutuhkan sehubungan dengan hasil dari analisis tersebut.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BEBERAPA PERSYARATAN YANG HARUS BISA DIPENUHI UNTUK MENDAPATKAN IZIN MEMBUKA JASA KAP (KANTOR AKUNTAN PUBLIK)

Apakah Anda pernah mendengar istilah dari Kantor Jasa Akuntansi, yang mana dari istilah tersebut banyak digunakan secara luas setelah mendapatkan pengakuan secara resmi dari Peraturan Menteri Keuangan No.25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara.

Lalu sebenarnya apa yang dimaksud dengan Akuntan Beregister Negara ini?

Akuntan Beregister Negara merupakan seorang akuntan yang telah terdaftar pada Register Negara Akuntan yang telah diselenggarakan oleh Menteri Keuangan. Register Negara Akuntan merupakan daftar yang memuat nomor dan nama dari orang-orang yang memang berhak untuk menyandang gelar Akuntan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK No.25/PMK.01/2014).

Untuk menjadi seorang Akuntan Beregister Negara seorang akuntan harus dapat memenuhi beberapa persyaratan-persyaratan berikut, yaitu:

1. Telah dinyatakan lulus pendidikan profesi akuntansi atau lulus ujian sertifikasi akuntan professional, sehingga bisa mendapatkan sebutan/gelar Ak (Akuntan).
2. Berpengalaman dalam bidang akuntansi.
3. Sebagai anggota Asosiasi Profesi Akuntan, dalam hal ini IAI (Ikatan Akuntan Indonesia).

Kantor Jasa Akuntansi tidak bisa berjalan tanpa adanya seorang akuntan yang telah ber Register Negara, yang mana sesuai dengan peraturan yang berlaku, Kantor Jasa Akuntansi hanya dapat didirikan dan mendapatkan izin resmi dari Menteri Keuangan jika didirikan oleh seorang Akuntan Beregister Negara. Dengan demikian, maka dengan menjadi seorang Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi saja masih belum cukup agar dapat menjadi seorang Akuntan Beregister Negara dan mendirikan Kantor Jasa Akutansi yang keberadaannya telah diakui secara legal oleh negera.

Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk mendirikan Kantor Jasa Akuntansi?

Syarat untuk pendirian Kantor Jasa Akuntansi telah diatur pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara, yaitu:

Pasal 9

1. Akuntan dapat mendirikan Kantor Jasa Akuntansi.
2. Kantor Jasa Akuntansi memberikan jasa akuntansi seperti jasa pembukuan, jasa kompilasi laporan keuangan, jasa manajemen, akuntansi manajemen, konsultasi manajemen, jasa perpajakan, jasa prosedur yang telah disepakati atas informasi keuangan, dan jasa dari sistem teknologi informasi.
3. Kantor Jasa Akuntansi dilarang memberikan jasa asuransi sebagaimana yang telah dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik.
4. Kantor Jasa Akuntansi yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), yaitu memberikan jasa asuransi, akan dikenakan sanksi administratif.
5. Kantor Jasa Akuntansi yang memberikan jasa perpajakan harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang perpajakan.

Pasal 10

1. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha:

a. Perseorangan.
b. Persekutuan perdata.
c. Firma.
d. Koperasi atau perseroan terbatas.

2. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha selain sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (1) akan dikenakan sanksi administratif.
3. Kantor Jasa Akuntansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Akuntan yang berkewarganegaraan Indonesia.
4. Kantor Jasa Akuntansi yang telah terbukti melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (3), yaitu dipimpin oleh Akuntan yang bukan berkewarganegaraan Indonesia, akan dikenakan sanksi administratif.
5. Dalam hal pimpinan Kantor Jasa Akuntansi yang meninggal dunia, mengundurkan diri, atau dikenakan sanksi berupa pencabutan dari Register Negara Akuntan, maka Kantor Jasa Akuntansi tersebut akan diberikan waktu paling lama adalah selama 6 (enam) bulan untuk menggantikan pimpinan Kantor Jasa Akuntansi tersebut.
6. Kantor Jasa Akuntansi yang telah terbukti melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (5), yaitu tidak mengganti pimpinan Kantor Jasa Akuntansi atau mengganti pimpinan Kantor Jasa Akuntansi namun melebihi jangka waktu yang telah ditentukan, akan dikenakan sanksi administratif.

Pasal 11

1. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha perseorangan sebagaimana yang dimaksudkan dalam Pasal 10 ayat (1) huruf a didirikan dan dikelola oleh 1 (satu) orang Akuntan.
2. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha perseorangan yang telah terbukti melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), yaitu didirikan dan dikelola oleh lebih dari 1 (satu) orang Akuntan, akan dikenakan sanksi administratif.
3. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha persekutuan perdata dan firma sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf b dan huruf c didirikan dan dikelola oleh paling sedikitnya adalah 2 (dua) orang Rekan dan paling sedikit 1/2 (satu per dua) dari seluruh Rekan merupakan Akuntan.
4. Dalam hal terdapat Rekan yang berkewarganegaraan asing pada Kantor Jasa Akuntansi sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (3), jumlah Rekan yang berkewarganegaraan asing paling banyak adalah 1/5 (satu per lima) dari seluruh Rekan.
5. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha persekutuan perdata atau firma yang telah terbukti melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (3) atau ayat (4), yaitu:

a. Didirikan dan dikelola oleh 1 (satu) orang Rekan.
b. Akuntan yang menjadi Rekan dalam Kantor Jasa Akuntansi tersebut kurang dari 1/2 (satu per dua) dari seluruh Rekan.
c. Rekan yang berkewarganegaraan asing lebih dari 1/5 (satu per lima) dari seluruh Rekan, akan dikenakan sanksi administratif.

6. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha koperasi sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf (d) didirikan dan dikelola dengan syarat pemimpin utamanya adalah seorang Akuntan.
7. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk badan usaha koperasi yang telah melanggar ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (6), yaitu pemimpin utamanya bukan Akuntan, akan dikenakan sanksi administratif.
8. Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha perseroan terbatas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf e yang didirikan dan dikelola dengan persyaratan:

a. Pemimpin utamanya adalah seorang Akuntan.
b. Saham perseroan paling sedikit minimal adalah 51/100 (lima puluh satu per seratus) dimiliki oleh warga negara Indonesia atau korporasi Indonesia.
9. Kantor Jasa Akuntansi berbentuk usaha perseroan terbatas yang telah didirikan dan dikelola dengan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (8) akan dikenakan sanksi administratif.

Pasal 12

Kantor Jasa Akuntansi dapat menggunakan nama Akuntan yang merupakan pimpinan utama dan/atau Rekan pada Kantor Jasa Akuntansi yang bersangkutan atau menggunakan nama lain dengan syarat berikut:

a. tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, moralitas agama, kesusilaan, atau ketertiban umum.
b. belum digunakan oleh Kantor Jasa Akuntansi lain.
c. telah menjadi hak milik umum.

Pasal 13

1. Menteri memberikan izin usaha Kantor Jasa Akuntansi.
2. Pemberian izin usaha Kantor Jasa Akuntansi sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) telah ditetapkan dengan Keputusan Menteri yang sudah ditandatangani oleh Kepala PPAJP atas nama Menteri.
3. Untuk mendapatkan izin usaha, Kantor Jasa Akuntansi harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:

a. Memiliki tempat untuk menjalankan usaha yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam bidang perpajakan.
c. Memiliki rancangan sistem pengendalian mutu.
d. Membuat surat pernyataan tentang pendirian Kantor Jasa Akuntansi dengan bermaterai cukup bagi bentuk usaha perseorangan, dengan mencantumkan paling sedikitnya adalah:

1. Nama dan alamat Akuntan.
2. Nama dan domisili Kantor Jasa Akuntansi.
3. Maksud dan tujuan pendirian Kantor Jasa Akuntansi.

e. Memiliki akta pendirian yang telah disahkan oleh notaris bagi Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha persekutuan perdata, firma, koperasi, dan perseroan terbatas sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) huruf (b) sampai dengan dengan huruf (e).
f. Melengkapi formulir permohonan izin usaha Kantor Jasa Akuntansi sebagaimana yang telah tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri.
g. Membuat surat pernyataan bermaterai yang cukup dan sudah berisi pernyataan bahwa dokumen persyaratan yang telah disampaikan adalah benar sesuai dengan format sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri.

4. Surat permohonan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (3) huruf (f) dilengkapi dengan dokumen pendukung yang terdiri dari:

a. Foto copy piagam Register Negara Akuntan.
b. Foto copi bukti anggota Asosiasi Profesi Akuntan.
c. Daftar Akuntan bagi Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha selain perseorangan.
d. Foto copi Nomor Pokok Wajib Pajak atas nama Akuntan untuk Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha perseorangan atau atas nama Kantor Jasa Akuntansi untuk Kantor Jasa Akuntansi yang berbentuk usaha selain perseorangan.
e. Surat pernyataan seputar pendirian Kantor Jasa Akuntansi dengan bermaterai yang cukup bagi bentuk usaha perseorangan.
f. Akta untuk pendirian yang telah disahkan oleh notaris bagi Kantor Jasa Akuntansi yang telah berbentuk usaha selain perseorangan.
g. Rancangan sistem pengendalian mutu Kantor Jasa Akuntansi.
h. Foto copi Kartu Tanda Penduduk atau tanda bukti domisili Akuntan.
i. Tanda bukti kepemilikan atau sewa kantor.
j. Foto tampak depan dan ruangan kantor Kantor Jasa Akuntansi.
k. Surat persetujuan dari seluruh Rekan Kantor Jasa Akuntansi tentang penunjukan salah satu Rekan menjadi pemimpin dalam hal Kantor Jasa Akuntansi berbentuk usaha persekutuan perdata atau firma.
l. susunan pengurus dalam hal Kantor Jasa Akuntansi yang sudah berbentuk usaha koperasi atau perseroan terbatas.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top