Kategori: Finance

TIPS TENTANG BAGAIMANA LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGHITUNG LABA BERSIH DARI USAHA ANDA

• Sebenarnya apa itu yang dimaksud dengan laba bersih?
• Bagaimana cara untuk perhitungannya?
• Kenapa harus mengetahui laba bersih dalam sebuah usaha?
• Apakah perlu untuk mengetahui laba bersih bagi perkembangan sebuah usaha?
• Adakah cara yang termudah dalam mengetahui laba bersih?

Baiklah, berikut ini adalah penjelasan sekaligus menjadi jawaban dari seluruh pertanyaan diatas yang biasanya seringkali menjadi sebuah dilemma para pengusaha yang baru saja mulai merintis usahanya.

Dimulai dari pengertian terlebih dahulu, laba bersih adalah berupa pendapatan bersih milik perusahaan dari seluruh kegiatan operasioanl bisnis yang telah dilakukan setelah dikurangi berbagai jenis biaya produksi, operasional dan dikurangi dengan pajak penghasilan, dan jangan melupakan juga penambah dari pendapatan lain dan pengurangan dari biaya lain maupun yang juga tidak terduga dalam satu periode akuntansi (bulanan/tahunan).

Sebenarnya banyak sekali definisi dari pengertian akuntansi yang sudah sering kita dengar dan baca dari berbagi pendapat dan buku, ada yang mengungkapkan akuntansi merupakan sebuah ilmu, seni, atau pencatatan dan pembukuan untuk mengetahui bagaimana kedaan dan posisi dari keuangan perusahaan. Laporan keuangan yang selama ini kita tahu tidak jauh-jauh dari yang namanya laporan neraca, arus kas, laba rugi, jurnal umum dan jurnal khusus sertabuku besar. Dari semua laporan tersebut, mungkin yang paling banyak dibutuhkan oleh para pengusaha adalah: laporan laba rugi, karena laporan tersebutlah yang nantinya paling menentukan bagaimana pihak manajemen akan menentukan keputusan dan untuk mengetahui sampai sejauh mana usaha tersebut telah mengalami perkembangan, dan keputusan apa saja yang mungkin masih bisa untuk diambil dari penilaian atas laporan laba rugi.

Dewasa ini banyak diantara para pengusaha yang telah salah pengertian dalam menentukan keuntungan atau laba dari jenis usaha yang dilakukan. Padahal, sebenarnya keuntungan dari suatu usaha memiliki tingkatan tersendiri dalam menentukannya. Sebagian atau mungkin banyak diantara para pengusaha yang menganggap bahwa nilai dari penjualan akan dikurangi dengan harga modal (HPP) sudah menjadi keuntungan bersih, padahal mereka melupakan bahwa masih banyak biaya-biaya lain yang telah dikeluarkan dalam proses tersebut dan mereka lupa untuk memperhitungkannya.

Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam menghitung Laba Bersih dari usaha Anda:

1. Menghitung seluruh harga pokok.

Untuk langkah pertama tentang bagaimana cara dalam menghitung laba bersih adalah dengan cara mencatat seluruh biaya yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan produk. Identifikasikan semua biaya secara lebih detail dan jangan sampai ada satupun yang terlewatkan. Jika tidak, maka perhitungan dari usaha Anda akan menjadi sama sekali tidak valid, sehingga laba yang nantinya Anda hasilkan bukan berupa laba yang sebenarnya.

2. Membuat laporan dari laba kotor.

Dari hasil harga pokok yang sudah didapatkan oleh suatu proses produksi, maka kita akan bisa menentukan harga jual dari suatu produk. Hasil penjualan yang telah didapatkan akan dikurangi dengan harga pokok, maka akan mendapatkan keuntungan kotor atau omset.

3. Total dari keseluruhan biaya operasional yang selama satu periode telah dikeluarkan.

Pendapatan kotor yang sudah diketahui dalam satu periode masih belum dibilang sebagai sebuah keuntungan bagi para pebisnis, karena masih banyak biaya-biaya dari operasional dan non operasional seperti biaya gaji karyawan, biaya sewa, biaya rumah tangga, penyusutan dan masih banyak lagi biaya-biaya lainnya. Setelah semua biaya operasional serta non operasional sudah diketahui dan dikurangi dengan pendapatan bruto, maka kita akan bisa mendapatkan laporan laba operasionalnya.

4. Tambahkan semua pendapatan maupun pengeluaran diluar usaha.

Pendapatan dan pengeluaran diluar usaha? Ya, masih banyak diantara para pebisnis yang seringkali menyepelekan pelaporan seperti ini dan menjadikan biaya ini sebagai sebuah biaya operasional. Namun yang seharusnya diketahui adalah pendapatan maupun pengeluaran luar usaha merupakan sebuah pemasukan dan pengeluaran yang sifatnya diluar usaha kita. Contohnya adalah pendapatan luar usaha seperti kita telah mendapatkan bunga bank, laba dari selisih kurs, dan lain sebagainya. Dan untuk pengeluaran dari luar usaha, maka seperti biaya admin bank, pajak bunga bank, rugi selisih kurs, dan banyak lagi yang lainnya.

5. Laporan Laba Bersih.

Setelah semua pencatatan sudah dilakukan, maka dapatlah laporan dari laba bersih yang akan terbentuk dengan real keuntungan dari usaha kita.. Laba bersih inilah yang nantinya akan menentukan dari pembagian deviden kepada para pemodal atau para pemegang saham dan sebagai dasar tentang seberapa besar kemampuan dari bisnis untuk kedepannya.

Perhitungan dari laba bersih yang telah didapatkan dari langkah pencatatan diatas maka akan sangat fundamental untuk masa depan perusahaan dan khususnya pengusaha itu sendiri. Dari laporan yang telah didapatkan tersebut akan bisa menjadikan suatu pengambilan keputusan bagi para investor maupun pengusaha dalam mengevaluasi kinerja dari perusahaan sebagai strategi yang nantinya akan diambil untuk masa depan.

Apakah menurut Anda terlalu rumit untuk perhitungan dengan cara seperti diatas? Bagi Anda yang memang masih belum terlalu terbiasa, maka mungkin saja proses seperti ini akan cukup memakan waktu sedikit lebih lama. Namun Anda akan bisa sedikit lebih mempercepat prosesnya dengan cara menggunakan software sccounting untuk mendapatkan laporan keuangan secara langsung tanpa harus melalui proses tersebut. Tidak perlu lagi harus membuat laporan dari A sampai Z, hanya cukup dengan sekali input, maka laporan keuangan akan langsung bisa kita dapatkan dalam hitungan detik secara real time. Mudah sekali bukan? Iyalah, dengan bantuan dari software accounting yang sudah berbasis cloud, maka semua laporan yang berhubungan keuangan akan menjadi semakin lebih mudah.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR TERHADAP PENGENDALIAN MUTU DARI KANTOR JASA AKUNTANSI (KJA)

Sebelum akan masuk ke dalam pembahasan yang lebih jauh tentang sistem pengendalian mutu kantor jasa akuntansi, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan Kantor Jasa Akuntansi (KJA). KJA adalah Akuntan profesional yang akan memberikan jasa terhadap pihak publik (professional accountans in public practice), yang memiliki tanggungjawab yang lebih besar dalam bertindak untuk menjaga kepentingan publik (public interest).

Perkembangan dan keberadaan dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA) semakin lebih diperhitungkan. Hal ini termasuk sangat wajar karena betapa pentingnya penerapan dari sebuah peraturan untuk persaingan bisnis secara global yang tanpa disadari sudah mulai menjadikan setiap perusahaan berada pada titik nadi kedewasaan dan proses penerapan moral dalam mengembangkan bisnisnya.

Setiap Kantor Jasa Akuntansi (KJA) harus memiliki sistem pengendalian mutu yang sudah diterapkan kepada semua jenis jasa Akuntansi, seperti contoh: jasa pembukuan, jasa laporan keuangan, jasa manajemen, jasa perpajakan, jasa prosedur yang sudah disepakati bersama atas adanya informasi keuangan serta jasa dari sistem teknologi keuangan dan lain sebagainya.

Biasanya, komunikasi akan menjadi jauh lebih baik apabila dilakukan secara tertulis, namun tingkat keefektifan dari sistem pengendalian mutu dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA) tidak terpengaruh oleh ketiadaan dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur dari pengendalian mutu yang sudah ditetapkan oleh KJA. Biasanya, dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur pengendalian mutu dari KJA besar akan lebih tinggi tingkat rutinitasnya jika dibandingkan dengan jenis dokumentasi di KJA kecil, begitu pula dokumentasi akan menjadi jauh lebih ekstensif di Kantor Jasa Akuntansi yang memiliki banyak kantor apabila dibandingkan dengan dokumentasi di Kantor Jasa Akuntansi yang hanya memiliki satu kantor saja.

Setiap sistem pengendalian mutu dari kantor jasa akuntansi memiliki keterbatasan bawaan yang bisa sangat berpengaruh besar terhadap tingkat efektivitasnya. Perbedaan kinerja dari staff dan juga untuk pemahaman persyaratan profesionalisme, bisa sangat mempengaruhi tentang tingkat kepatuhan akan berbagai kebijakan dan prosedur-prosedur pengendalian mutu dari KJA. Sistem pengendalian mutu dari Kantor Jasa Akuntansi harus bisa memberikan keyakinan bahwa bagian utama dari jenis pelayanan jasa Akuntansi oleh suatu Kantor Jasa Akuntansi yang telah dilaksanakan harus benar-benar sesuai dengan sistem dan prosedur kerja yang sudah ditetapkan sebelumnya.

KJA harus lebih mempertimbangkan untuk setiap unsur pengendalian mutu yang nantinya akan dibahas tentang sejauh mana diterapkan untuk proses prakteknya. Unsur-unsur seputar pengendalian mutu akan selalu berhubungan antara satu sama lainnya. Oleh karena itu, praktek kerja KJA akan sangat mempengaruhi kebijakan-kebijakan pelatihannya. Dalam memenuhi ketentuan yang sudah dimaksudkan, maka KJA harus membuat kebijakan dan juga sebuah prosedur pengendalian mutu tentang:

1. Independensi, yang nantinya akan memberikan keyakinan bahwa  setiap organisasi, semua staff profesional harus mempertahankan independensi sebagaimana telah diatur dalam Aturan Etik Akuntan.
2. Penugasan secara personil, yang memberikan keyakinan bahwa penugasan akan dapat dilaksanakan oleh staff profesional yang memiliki tingkat pelatihan dan juga keahlian secara tekniks untuk penugasan dari pelayanan jasa tersebut.
3. Konsultasi, yang banyak memberikan keyakinan bahwa personil akan memperoleh banyak sekali informasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan dari orang yang memiliki tingkat pengetahuan, kompetensi dan pertimbangan yang sangat memadai.
4. Supervisi, yang nantinya akan memberikan keyakinan bahwa pelaksanaan ikatan kerja yang nantinya akan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh Kantor Jasa Akuntansi. Lingkup supervisi dan review yang benar-benar sesuai yang harus sesuai dengan suatu kondisi tertentu, tergantung atas beberapa faktor, seperti contohnya dari kerumitan permasalahan, kualifikasi para staff dan ruang lingkup konsultasi yang ada serta yang sudah digunakan.
5. Proses Kerja para personil, yang memberikan keyakinan bahwa semua staff profesionalnya telah memiliki karakteristik yang benar-benar pas, sehingga lebih memungkinkan bagi mereka untuk melakukan pelayanan secara lebih kompeten.
6. Profesional, yang memberikan keyakinan bahwa setiap personil memiliki pengetahuan yang cukup memadai sehingga mereka akan bisa memenuhi tanggungjawabnya masing-masing.
7. Penerimaan dan kelanjutan dengan klien atau pelanggan, memberikan keyakinan bahwa pelayanan dan ikatan dari klien akan bisa diterima atau dilanjutkan untuk bisa memaksimalkan hubungan dengan klien atau pelanggan yang manajemennya belum memiliki integritas.

Cakupan & Penerapan SPM

• SPM yang nantinya akan mengatur tanggungjawab dari KJA atas sistem pengendalian mutu dalam melaksanakan perikatan selain dari asuransi dan SPM tersebut harus memperhatikan ketentuan dari Kode Etik Akuntan Profesional.
• SPM wajib diterapkan oleh KJA yang berhubungan dengan jasa yang banyak diberikan, dimana sifat dan luas dari SPM yang bergantung kepada faktor-faktor seperti ukuran dan karakteristik dari operasional dari KJA dan juga masuk setidanya KJA termasuk ke dalam jaringan kantor.

Tujuan KJA Dalam Menetapkan & Memelihara SPM

• Untuk memberikan keyakinan yang lebih memadai (reasonable assurance).
• KJA dan personilnya harus mematuhi standar profesi dan peraturan perundang-undangan.
• Laporan yang nantinya akan disampaikan oleh KJA atau rekan perikatan harus menyesuaikan dengan keadaan.
• Ketentuan SPM yang dirancang agar dapat mencapai tujuan di atas, dan KJA harus lebih mempertimbangkan perlu atau tidaknya tambahan ketentuan dalam mencapai tujuan tersebut.

Unsur Unsur SPM terdiri atas:

• Tanggungjawab kepemimpinan.
• Ketentuan etika.
• Penerimaan dan keberlanjutan dari hubungan dengan klien dan perikatannya.
• Sumber daya manusia.
• Pelaksanaan perikatan.P
• Pemantauan.

Pengawasan yang melekat, akan memberikan keyakinan bahwa prosedur yang berhubungan dengan berbagai unsur-unsur pengendalian mutu yang sudah diterapkan dengan efektif. Prosedur pengawasan memang bisa dirancang dan dilaksanakan para individu yang bertindak untuk mewakili kepentingan Kantor Jasa Akuntansi dan jenis prosedur pengawasan yang digunakan tergantung oleh setiap Kantor Jasa Akutansi (KJA).

Nah, itulah beberapa penjelasan tentang betapa pentingnya penerapan sistem pengendalian mutu dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA), semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan salam sukses.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

LAPORAN PERUBAHAN MODAL SEBAGAI SALAH SATU BAGIAN DARI LAPORAN KEUANGAN

Laporan perubahan modal merupakan salah satu dari beberapa jenis-jenis laporan keuangan selain daripada laporan laba rugi, laporan neraca dan juga laporan arus kas. Suatu laporan keuangan yang disusun dan disajikan minimal dalam kurun waktu satu tahun sekali yang bertujuan untuk memenuhi sejumlah besar kebutuhan perusahaan. Maka dari itulah, laporan keuangan memiliki sifat yang umum. Maksudnya adalah tidak hanya dibuat bagi pihak-pihak tertentu saja.

Laporan keuangan berfungsi untuk menunjukan apa saja yang selama satu periode tersebut sudah di lakukan oleh seorang pelaku usaha (manajemen) atau merupakan suatu pertanggungjawaban dari pihak manajemen atas berbagai sumber daya yang selama ini telah di percayakan kepadanya.

Hal itu berarti juga bahwa laporan keuangan bersifat historis, yang mana laporan keuangan berisi tentang berbagai kejadian yang telah terjadi sebelumnya. Laporan keuangan yang terdiri dari empat macam jenis laporan, yaitu laporan laba rugi, laporan neraca, laporan arus kas dan laporan perubahan modal. Pada kesempatan kali ini akan membahas yang lebih detail tentang laporan perubahan modal.

Lalu, seperti apa sebenarnya pengertian yang lebih spesifik dari Laporan Perubahan Modal ini?

Laporan perubahan modal merupakan salah satu jenis dari laporan keuangan yang berisikan tentang berbabgai informasi seputar modal yang dimiliki oleh sebuah perusahaan serta berisikan pula tentang informasi atau hal-hal apa saja yang menyebabkan modal tersebut bisa berubah, baik bertambah maupun berkurang sampai pada akhir periode akuntansinya.

Maka dari itu dalam laporan jenis ini akan dapat kita ketahui tentang modal akhir dari sebuah perusahaan dalam periode waktu tertentu. Secara lebih spesifik, dalam suatu laporan perubahan modal pada sebuah perusahaan yang bentuk badan usahanya masih berbentuk perseorangan maupun CV atau firma yang terdiri dari modal awal perusahaannya, laba yang telah di dapatkan atau rugi yang di alami dan prive serta pada akhir laporan akan dapat di ketahui berapa modal akhir milik perusahaan.

Laba yang di dapatkan oleh perusahaan tersebut bersifat sebagai modaal awal sedangkan rugi yang di alami oleh perusahaan tersebut bersifat untuk mengurangi moda awal sedangkan prive bersifat mengurangi modal awal atas adanya penambahan maupun pengurangan terhadap modal awal tersebut, sehingga akan dapat kita peroleh modal akhir milik perusahaan.

Suatu laporan perubahan modal dalam badan usaha yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) sedikit lebih berbeda. Hal ini disebabkan karena  dalam Perseroan Terbatas atau yang biasa kita singkat dengan nama PT, biasanya modal berupa saham serta laporan perubahan modal di dalam Perseroan Terbatas juga biasa di sebut sebagai laporan laba di tahan.

Secara lebih terperinci, laporan perubahan modal atau laporan laba di tahan dalam badan usaha yang memiliki bentuk Perseroan Terbatas atau yang biasa di sebut dengan PT ini terdiri dari laba di tahan awal, laba bersih, dividen yang di umumkan serta laba di tahan akhir.

Laba bersih lebih bersifat untuk menambah laba di tahan awal sedangkan dividen yang di umumkan lebih bersifat untuk mengurangi dari penambahan atau pengurangan tersebut, maka nantinya akan dapat di peroleh laba di tahan akhir.

Unsur – Unsur Utama Dari Laporan Perubahan Modal

Berikut ini merupakan unsur-unsur dari laporan perubahan modal, antara lain adalah:

1. Laba tidak di bagi awal periode (per awal tahun).
2. Laba netto periode akuntansi.
3. Dividen yang di umumkan.
4. Laba tidak di bagi per akhir periode akuntansi.

Tujuan Membuat Laporan Perubahan Modal

Tujuan dari mengapa kita harus membuat laporan jenis ini, antara lain adalah sebagai berikut ini:

1. Laporan ini di buat untuk dapat mengiktisarkan berbagai aktivitas-aktivitas dari pembiayaan serta investasi, dan juga dana yang telah di hasilkan oleh perusahaan tersebut selama kurun waktu atau periode yang telah bersangkutan.
2. Laporan ini di buat agar dapat melengkapi pengungkapan perubahan dari modal kerja.

Kesimpulan:

Laporan perubahan modal merupakan laporan keuangan yang berisi tentang berbagai informasi dari perubahan modal perusahaan yang terjadi akibat dari operasional perusahaan pada suatu periode akuntansi tertentu.

Bentuk dari laporan jenis ini tentunya di pengaruhi oleh masing-masing jenis perusahaan. Tiga macam jenis perusahaan yaitu bisa berupa perusahaan perseorangan, perusahaan persekutuan serta perusahaan perseroan. Jadi setiap jenis dari perusahaan tersebut akan memiliki bentuk laporan perubahan modal yang juga berbeda-beda.

Sekian artikel tentang laporan perubahan modal, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda sekalian serta dapat semakin memperluas wawasan Anda tentang akuntansi.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MENGEMBANGKAN BISNIS UKM (USAHA KECIL MENGENGAH)/UMKM DENGAN SOFTWARE AKUNTANSI

UKM (Usaha Kecil Menengah)/UMKM merupakan salah satu bagian terpenting dari roda perekonomian suatu negara atau dari daerah, karena UKM/UMKM ini berperan penting dalam perputaran ekonomi masyarakat. Hal ini juga tentunya sangat membantu Negara dalam hal penciptaan lapangan kerja dan dapat mendukung pendapatan rumah tangga.

Perkembangan UKM di Indonesia

Pada masa awal (sebelum 1997/1998) UKM/UMKM di Indonesia tidak menunjukkan adanya perkembangan yang bagus, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hal ini dikarenakan pada saat itu memang belum ada perhatian yang serius dari pihak pemerintahan pusat. Setelah tahun 1997/1998 ( Indonesia sedang terjadi krisis ekonomi) UMKM ternyata masih memiliki ketahanan yang sangat bagus jika dibandingkan dengan jenis usaha besar, maka sejak saat itulah pemerintah mulai meningkatkan jumlah UKM/UMKM, baik itu adalah secara kualitas maupun kuantitasnya untuk menunjang perekonomian Negara.

Hal ini terbukti pada tahun 2007 terdapat sebanyak 49 ,8 juta unit usaha atau 99,9% terhadap total dari unit usaha di Indonesia. Tidak hanya itu saja UKM/UMKM juga telah menyumbang 53,6% dari pada PDB kita. Dengan semakin tingginya pertumbuhan dari sektor perdagangan, hotel dan restoran yaitu 9,3%.

Perkembangan ini juga tidak terlepas dari usaha pemerintah, baik itu adalah pemerintah pusat atau daerah melalui aturan-aturan yang telah dikeluarkan. Seperti, undang-undang BI sejak tanggal 16 November 1999 tentang pemberian kredit bunga ringan kepada UKM/UMKM.
Modal dianggap Sebagai Permasalahan Utama UKM Sekarang

Walau demikian, secara kualitas dan kuantitas UKM/UMKM bukannya bisa dengan mudah terlepas dari masalah. Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang seringkali terjadi pada penyelenggaraan UKM/UMKM:

1. Permasalahan permodalan, pemodalan menjadi hal yang begitu serius karena banyak sekali kasus dimana bank tidak bersedia memberikan pinjaman kepada pelaku usaha tersebut.
2. Manajemen Administrasi, bahwasanya banyak sekali diantara para pelaku UKM di Indonesia yang masih belum menerapkan manajemen administrasi, pencatatan keuangan serta kaidah kaidah dari bagaimana pelaporan yang baik.
3.    Pemanfaatan teknologi, banyak sekali diantara para pelaku UKM yang sampai saat ini masih belum mengetahui apa itu internet. Apalagi sampai mengetahui betapa pentingnya memiliki software untuk pencatatan keuangannya.

Dari ketiga permasalahan tersebut, banyak orang telah salah mengartikan bahwa modal adalah permasalahan utama daripada betapa lemahnya perkembangan bisnis UKM saat ini. Kegagalan UKM selalu dihubungkan karena tidak adanya sumberdaya manusia, sarana dan prasarana yang memadai karena kurangnya permodalan.

Namun jika diteliti secara lebih jauh, sebenarnya permasalahan yang banyak menjerat para pelaku bisnis UKM tersebut adalah dari permasalahan kurangnya kesadaran akan manajemen administrasi dan pencatatan pada keuangan sebuah bisnis UKM, yang seharusnya jika kita lebih jeli akan bisa terselesaikan dengan jalan pemanfaatan dari teknologi yang akan semakin memudahkan UKM dalam melakukan administrasi dan pencatatannya.

Manfaat Software Akuntansi Bagi UKM/UMKM

Software akuntansi adalah sebuah perangkat lunak yang dibuat bertujuan untuk semakin memudahkan dalam hal pencatatan dari berbagai aktivitas-aktivitas operasional akuntansi, terutama bagi operasional akuntansi bisnis bagi UKM. Dan aktivitasi akuntansi bisasanya meliputi pembelian, penjualan, kas masuk, kas keluar, saldo awal dan lain sebagainya.

Manfaat yang paling besar dari penggunaan software akuntansi itu sendiri adalah tentang bagaimana software tersebut mampu mempercepat dan valid dalam menghasilkan laporan keuangan seperti neraca (balance sheet), laba-rugi (profit lost statement), cash flow dan laporan akhir keuangan. Yang nantinya laporan-laporan tersebut akan dapat digunakan sebagai perencanaan strategi bisnis untuk kedepannya dan yang tidak kalah pentingnya adalah sebagai syarat utama dalam hal pengajuan kredit/modal kerja yang sangat dibutuhkan oleh bisnis UKM dalam mengembangkan bisnisnya serta untuk menjalankan berbagai strategi bisnis mereka masing-masing.

Kriteria Software Akuntansi yang Cocok Bagi Bisnis UKM/UMKM

1. Memiliki fitur pencatatan.

Seperti namanya (akuntansi), pastinya harus ada fitur pencatatan untuk setiap transaksi yang dimasukan ke dalam akun yang sudah di sediakan sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa fitur-fitur pencatatan yang banyak dibutuhkan dalam bisnis akuntansi UKM:

• Fitur transaksi penjualan.
• Fitur transaksi pembelian.
• Fitur kas masuk.
• Fitur kas keluar.
• Penyesuaian untuk persediaan
• Jurnal umum.
• Pos pengisian saldo awal.

2. Memiliki fitur pelaporan.

Pelaporan merupakan hasil akhir dari berbagai aktivitas pencatatan yang biasanya dilaporkan terhadap pihak tertentu, bisa dari atasan maupun dari pihak yang berwenang (seperti: auditor, petugas pajak). Adapun beberapa pelaporan yang banyak dibutuhkan adalah sebagai berikut:

• Laporan neraca (balance sheet).
• Laporan laba rugi (profit lost statement).
• Arus kas/cash flow.
• Laporan yang bisa di disesuaikan sesuai berbagai kebutuhan usaha.

3. Memiliki fitur analisa bisnis.

Analisa bisnis merupakan proses untuk mengevaluasi prospek ekonomi dan berbagai resiko perusahaan. hal itu meliputi analisis atas lingkungan bisnis perusahaan, strategi, serta posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Analisis yang berguna untuk keputusan bisnis seperti: memilih investasi dalam efek (surat berharga/sekuritas) ekuitas atau efek hutang, memilih perpanjangan pinjaman dengan hutang jangka panjang atau hutang jangka pendek, menilai perusahaan dalam penawaran saham perdana dan untuk mengevaluasi restrukturasi yang meliputi merger, akuisisi, dan divestasi.

4. Kesimpulan.

Dengan adanya software akuntansi bagi UKM untuk membantu dalam menjalankan roda operasional dari bisnis UKM/UMKM maka , akan menjadi lebih akuntable baik untuk evaluasi kegiatan usaha, perencanaan bisnis di masa depan sampai dengan pengajuan kredit untuk kebutuhan modal agar perencanaan dari bisnis dapat tercapai dengan baik.

Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan terimakasih.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top