Kategori: Finance

MENURUT ANDA MANAKAH YANG LEBIH PENTING, SOFTWARE AKUNTANSI ATAUKAH SOFTWARE KHUSUS INVENTORY?

Sebagai seorang pengusaha, maka sangat penting artinya bagi Anda untuk mengetahui bagaimana posisi keuangan yang sebenarnya dalam upaya untuk menyusun perencanaan kegiatan perusahaan dan sebagai dasar utama dalam pembuatan keputusan dengan cara analisis laporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan melalui siklus akuntansi dari pengumpulan bukti-bukti transaksi dan pencatatan sampai terbentuk laporan keuangan. Akan menjadi semakin rumit apabila kita tidak mengetahui bagaimana siklus akuntansi.

Untuk saat ini sudah banyak sekali tersedia software yang semakin mempermudah kita dalam hal proses penyusunan laporan keuangan. Terutamanya bagi jenis perusahaan perdagangan, hal terpenting dari jenis perusahaan perdagangan ini adalah dari sistem manajemen persediaan/stok yang nantinya akan tersajikan ke dalam laporan stok dan akan muncul termasuk ke dalam aktiva sebagai akun persediaan dalam laporan keuangan sehingga hal ini akan dapat semakin mempermudah pengusaha dalam mengambil keputusan bisnis.

Dalam dunia bisnis perdangangan kebutuhan akan laporan keuangan dan laporan persediaan tentunya merupakan dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Karena kedua laporan itu merupakan jantung utama bagi berjalannya roda operasional dan kelangsungan hidup bagi perusahaan dagang. Mengapa demikian? Karena persediaan merupakan harta utama milik perusahaan dan sebagian besar kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dagang adalah berwujud barang-barang penjualan. Tentunya apabila control perusahaan terhadap persediaannya sangat lemah, maka juga akan sangat berdampak buruk bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Namun Anda yang harus lebih fokus kepada persediaan juga tidak boleh sampai melupakan laporan keuangan, karena laporan ini juga tidak kalah pentingnya dengan laporan persediaan. Laporan keuangan yang penyajianya sangat buruk, tidak tersusun dan tercatat dengan baik sampai-sampai harus diragukan tingkat keakuratannya tentunya juga akan berdampak sangat buruk bagi kondisi keuangan perusahaan. Dan efek terburuk untuk jangka panjangnya adalah terjadinya kesalahan dalam hal pengambilan keputusan strategis yang akan mengakibatkan terjadinya kerugian yang sangat besar bagi perusahaan. Dan biasanya penyebab utama mengapa banyak sekali diantara perusahan-perusahaan besar yang harus menutup bisnisnya (bangkrut) adalah  karena kesalahan dalam hal pengambilan keputusan bisnis.

Bagi pebisnis yang belum terlalu memahami akuntansi, maka penggunaan software akuntansi akan menjadi jalan keluar terbaik dalam hal permasalahan penyusunan laporan keuangan bisnis. Sebenarnya terdapat dua macam jenis software yang sangat urgent sebagai kebutuhan wajib bagi perusahaan dagang untuk kebutuhan penyediaan laporan keuangan dan juga laporan persediaan/stok, yaitu: software akuntansi dan software inventory.

1. Software Akuntansi.

Merupakan salah satu jenis dari perangkat lunak (software) yang dirancang agar semakin memudahkan dalam aktivitas pencatatan akuntansi dengan memanfaatkan konsep modularitas atas berbagai aktivitas yang serupa ke dalam modul-modul yang lebih spesifik seperti pembelian, penjualan, pembiayaan, dan lain sebagainya.

2. Software Khusus Inventory.

Merupakan salah satu dari jenis software yang secara khusus untuk mengontrol aktivitas keluar masuknya barang dari jual beli yang sudah dilengkapi dengan laporan stock. Contoh dari software inventory ini adalah berupa software point of sale (POS) atau software yang biasanya banyak kita temukan pada kasir-kasir di toko-toko perbelanjaan modern, seperti mini/supermarket, swalayan dan toko-toko sejenis lainnya. Untuk saat ini banyak diantara perusahaan-perusahaan dagang yang menggunakan berbagai macam jenis software inventory dan software akuntansi terbaik menurut mereka dalam upaya untuk mendukung berbagai kegiatan operasionalnya sehingga akan dapat menghasilkan laporan yang seakurat mungkin agar dapat menghasilkan keputusan bisnis yang lebih tepat agar bisa menyesuaikan dengan bagaimana kondisi dan situasi perusahaan saat ini.

Apabila kita sebagai pengusaha diminta untuk memilih mana yang seharusnya diutamakan terlebih dahulu? Apakah software akuntansi ataukah software inventory? Manakah diantara keduanya yang harus kita prioritaskan? Pertanyaan yang cukup sulit untuk bisa kita jawab, karena keduanya sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup bisnis. Maka berikut ini adalah penjelasan singkatnya.

• Software Akuntansi Bagi Perusahaan Dagang.

Software akuntansi dibuat agar semakin memudakan dalam proses penyusunan laporan keuangan seperti: Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dengan jalan menggunakan software akuntansi maka akan semakin memudahkan Anda dalam mendapatkan laporan keuangan yang banyak dibutuhkan dengan lebih cepat. Jika proses peyusunan tersebut dilakukan dengan cara manual, maka akan menjadi sangat lama namun jika sudah menggunakan software akuntansi, maka semuanya akan terjurnal secara otomatis dan pada saat itu juga laporan sudah terbentuk dan sudah siap untuk dicetak dengan tingkat keakuratan yang tinggi.

Software akuntansi yang ada saat ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada jenis perusahaan dagang karena perusahaan dagang memiliki dasar utama dari siklus akuntansi yang sudah banyak tersedia pada fasilitas-fasilitas software akuntansi. Sehingga bagi Anda yang sedang mencari informasi untuk menggunakan software apa yang paling cocok bagi perusahaan dagang, maka sebaiknya memilih untuk menggunakan software akuntansi. Terutama untuk software akuntansi yang sudah berbasis cloud (web based) dapat dengan mudah Anda temukan, dari yang berbayar bahkan sampai ada yang menyediakan versi trial (gratis) sampai beberapa hari untuk percobaan. Terdapat banyak software akuntansi yang tersedia dipasaran online, namun alangkah lebih baiknya apabila Anda memilih untuk menggunakan software akuntansi yang sesuai dan cocok dengan bagaimana siklus transaksi dan bentuk dari jenis bisnis perdagangan Anda. Dan sebaiknya lagi pilihlah software akuntansi keuangan yang sudah dilengkapi dengan bahasa Indonesia yang berkualitas, dan cukup mudah untuk digunakan serta diaplikasikan pada bisnis perdagangan Anda.

• Software Inventory untuk Perusahaan Dagang (Ritel Modern).

Bagi perusahaan dagang, yang lebih mengutamakan terhadap pengelolaan persediaan, maka software inventory juga menjadi sangat wajib untuk digunakan dalam upaya untuk mengelola stocknya yang merupakan asset utama milik perusahaan.  Kita akan bisa mendapatkan laporan-laporan yang lebih detail dari setiap barang persediaan, baik itu dari segi keakuratan jumlah barang, kemana barang tersebut didistribusikan, barang yang paling laris dan tidak, dan barang yang paling menghasilkan profit tinggi, di gudang mana saja kita harus menyimpan stock barang tersebut, dan berbagai laporan-laporan penting lainnya.

Dengan adanya penggunaan software inventory, maka tentunya management stock akan terkontrol dengan sangat baik, namun apabila sebaik apapun software yang nantinya akan kita gunakan, apabila SDM yang menjalankan dari sistem tersebut masih tidak bertanggungjawab, maka tentunya hal ini akan menjadi sia-sia saja. Jadi selain software inventory yang bagus juga harus didukung dengan SDM yang juga berkualitas, jujur dan bertanggungjawab. Sehingga laporan yang telah dihasilkan akan menjadi lebih akurat dan sesuai dengan kondisi riil perusahaan, dan dapat juga digunakan oleh pihak management perusahaan dalam hal pengambilan keputusan penting untuk kelansungan hidup perusahaan dimasa mendatang.

Nah, sedikit penjelasan di atas, maka kesimpulannya adalah: antara software akuntansi dan software inventory sama-sama memiliki peranan terpenting bagi perusahaan dagang dalam menjalankan bisnisnya, terutamanya dalam hal pengambilan keputusan-keputusan penting bagi bisnis yang harus segera dilakukan dengan cepat dan akurat dari data-data (laporan) yang ada.

Namun untuk peranan, software akuntansi jauh lebih penting dari software inventory, karena pada software akuntansi selain menghasilkan laporan yang lebih lengkap, software akuntansi  juga sudah mencakup tentang laporan persediaan beserta analisis produknya.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MANFAAT DAN CARA TERMUDAH DALAM MENGHITUNG LABA DITAHAN PADA PROSES AKUNTANSI PERUSAHAAN

Laba ditahan merupakan salah satu bagian dari laba bersih perusahaan yang ditahan oleh perusahaan dan tidak dibayarkan sebagai dividen terhadap para pemegang saham. Uang ini biasanya akan diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan, agar menjadi “bahan bakar” utama kelangsungan hidup  perusahaan untuk kedepannya, atau bisa digunakan untuk melunasi hutang-hutang perusahaan.

Laba ini akan diakumulasikan dan akan dilaporkan sebagai ekuitas pemilik dalam Neraca. Besarnya laba ditahan biasanya akan ditentukan oleh kebijakan dewan komisaris perusahaan yang tentunya akan berbeda antara kebijakan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Manfaat Dari Laba Ditahan

1. Untuk membiayai operasional perusahaan dalam upaya untuk pencapaian laba usaha yang lebih maksimal.
2. Untuk melunasi hutang-hutang perusahaan (jika ada).
3. Sebagai cadangan dana untuk kebutuhan investasi perusahaan.
4. Untuk perkembangan perusahaan di masa yang akan datang.

 Cara Untuk Menghitung Laba Ditahan Perusahaan

1. Kumpulkan data-data yang diperlukan dari laporan keuangan milik perusahaan.

Setiap perusahaan diharuskan untuk melakukan dokumentasi terhadap riwayat keuangan perusahaannya secara resmi. Jika Anda bisa melakukannya, maka biasanya Anda akan lebih mudah dalam menghitung laba ditahan selama periode yang berjalan dengan menggunakan angka-angka dari laporan resmi untuk mengetahui jumlah laba ditahan pada tanggal tertentu, laba bersih, dan dividen yang sudah dibayarkan, jika dibandingkan dengan Anda harus menghitungnya secara manual. Laba ditahan perusahaan sampai dengan periode pencatatan yang terakhir akan ditampilkan dalam Neraca, sementara laba bersih perusahaan akan ditampilkan dalam laporan Laba Rugi untuk periode yang sedang berjalan.

Jika Anda dapat memperoleh semua informasi itu, maka Anda akan bisa menghitung laba ditahan dengan rumus sebagai berikut:

Laba bersih – deviden yang dibayarkan = laba ditahan

Selanjutnya, untuk menghitung laba bersih kumulatif, tambahkan angka laba ditahan yang baru saja Anda hitung dengan saldo laba ditahan yang sudah ada pada saat ini (dari periode sebelumnya).

Sebagai contoh, misalnya pada akhir tahun 2016 bisnis Anda memiliki saldo laba ditahan kumulatif sebesar Rp. 512 juta. Selama tahun 2017, bisnis Anda menghasilkan laba bersih sebesar Rp.21,5 juta dan sudah membayarkan deviden sebesar Rp.5,5 juta. Mak saldo akhir untuk laba ditahan dari bisnis Anda sekarang adalah sebesar:

Rp. 21,5 juta – Rp. 5,5 juta = Rp. 16 juta
Rp. 512 juta + Rp. 16 juta = Rp. 528 juta

Jadi, bisnis Anda sudah memiliki laba ditahan sebesar Rp528 juta.

2. Apabila tidak memiliki informasi tentang laba bersih, maka mulailah dengan menghitung laba kotornya terlebih dahulu.

Apabila Anda masih belum mampu untuk mengakses nilai laba bersih secara pasti, maka Anda masih bisa menghitung laba bersih dari sebuah bisnis dengan menghitung secara manual melalui sebuah proses yang sedikit lebih panjang. Maka mulailah dengan cara menghitung laba kotor milik perusahaan. Laba kotor merupakan sebuah angka yang telah dihasilkan dari laporan laba rugi dan akan dihitung dengan cara mengurangi uang dari hasil penjualan dengan HPP (penjualan).

Seperti contoh: sebuah perusahaan berhasil mencapai angka penjualan sebesar Rp150.000 juta dalam satu kuartal, namun tetap harus membayar Rp.90.000 juta untuk barang-barang yang dibutuhkan dalam menghasilkan angka penjualan sebesar Rp.150.000 juta tersebut. Maka laba kotor selama satu kuartal ini adalah,

Rp.150.000.000 – Rp.90.000.000 = Rp.60.000.000

3. Hitunglah laba operasional perusahaan.

Laba operasional mencerminkan laba perusahaan setelah membayar berbagai biaya-biaya penjualan dan biaya-biaya operasional lainnya, seperti halnya upah yang sudah dibayarkan. Untuk menghitung laba operasi seperti ini, maka kurangi laba kotor dengan biaya-biaya operasional perusahaan (tidak termasuk harga pokok penjualan).

Misalnya, dalam kuartal yang sama di mana bisnis kita menghasilkan laba kotor sebesar Rp.60.000.000, terdapat pembayaran biaya-biaya administrasi dan juga upah sebesar Rp.15.000.000. Maka dengan demikian laba operasional perusahaan akan menjadi:

Rp.60.000.000 – Rp.15.000.000 = Rp.45.000.000.

4. Hitunglah laba bersih sebelum pajak.

Untuk menghitung laba bersih sebelum pajak, kurangilah laba operasional perusahaan dengan bunga, depresiasi, dan amortisasi. Depresiasi dan amortisasi yaitu berupa penyusutan dari nilai aktiva (berwujud dan tidak berwujud) selama masa ekonomisnya. Hal ini akan dicatat sebagai bentuk biaya dalam laporan laba rugi. Jika sebuah perusahaan telah membeli peralatan dengan harga Rp.10.000.000 dengan masa ekonomis selama 10 tahun, maka akan timbul biaya depresiasi sebesar Rp.1.000.000 per tahunnya, dengan asumsi bahwa nilainya telah terdepresiasi secara merata.

Misalnya perusahaan Anda telah membayar biaya bunga sebesar Rp.1.200.000 dan biaya depresiasi sebesar Rp.4.000.000. maka laba bersih sebelum pajak dari perusahaan Anda akan menjadi:

Rp.45.000.000 – Rp.1.200.000 – Rp.4.000.000 = Rp.39.800.000

5. Hitunglah laba bersih setelah pajak.

Biaya yang harus Anda perhitungkan adalah pajak. Untuk menghitung laba bersih setelah pajak, maka langkah pertama: kali-kan tarif pajak perusahaan dengan laba bersih sebelum pajak. Selanjutnya, untuk menghitung laba bersih setelah pajak, maka kurangi angka hasil perkalian seperti ini dari angka laba bersih sebelum pajak.

Seperti contoh: kita asumsikan bahwa tarif pajak adalah sekitar 34%. Biaya pajak yang harus kita bayar adalah sebesar,

34% (0,34)xRp39.800 .000= Rp13.532.000

Selanjutnya, akan kita kurangkan angka seperti ini dari jumlah laba bersih sebelum pajak sebagai berikut.

Rp.39.800.000 – Rp13.532.000 = Rp26.268.000

6. Kurangi dengan jumlah deviden yang sudah dibayarkan.

Setelah kita selesai menghitung berapa besarnya laba bersih milik perusahaan setelah dikurangi seluruh biaya-biaya yang menjadi kewajiban kita, maka kita harus memiliki sebuah angka yang bisa kita gunakan untuk menghitung besarnya laba ditahan selama satu periode pembukuan yang sedang berjalan. Untuk menghitungnya, maka kurangi laba bersih setelah pajak dengan deviden yang sudah dibayarkan.

Dalam contoh yang kita bahas, asumsikan bahwa kita membayar deviden kepada para investor sebesar Rp.10.000.000 untuk kuartal (bulan) ini. Laba ditahan untuk periode yang sedang berjalan ini akan menjadi,

Rp.26.268.000 – Rp.10.000.000 = Rp.16.268.000

7. Hitunglah saldo akhir dari akun laba ditahan.

Jangan lupa bahwa laba ditahan adalah akun yang bersifat kumulatif yang selalu menunjukkan perubahan bersih dari laba ditahan sejak berdirinya perusahaan. Untuk mengetahui berapa besarnya laba ditahan secara keseluruhan, maka tambahkan laba ditahan dari periode yang sedang berjalan tersebut dengan saldo akhir dari laba ditahan pada saat periode pembukuan yang berakhir.

Kita asumsikan bahwa perusahaan kita sudah menahan laba sebesar 30.000.000 sampai saat ini. Maka sekarang saldo pada akun laba ditahan kita akan menjadi,

Rp.30.000.000 + Rp.16.268.000 = Rp.46.268.000

Itulah beberapa penjelasan seputar laba ditahan. Untuk mempermudah dalam menghitung laba ditahan, maka Anda bisa memulai dengan membuat laporan laba ditahan dengan software akuntansi. terutama software akuntansi yang sudah berbasis online (cloud) yang dapat membantu Anda dalam membuat laporan laba ditahan secara instan. Dengan software accounting yang berbasis cloud, Anda juga dapat melihat bagaimana kondisi keuangan milik perusahaan dengan lebih mudah, cepat, aman.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

TIPS SEDERHANA UNTUK PENCATATAN (PEMBUKUAN) JENIS USAHA JASA SALON

Semakin meningkatnya kesadaran setiap orang, apalagi profesi yang lebih cenderung menuntut seseorang untuk selalu berpenampilan menarik dan sedap dipandang seperti: para marketer, SPG dari sebuah produk dan profesi-profesi lainnya yang lebih menuntut untuk selalu berpenampilan menarik. Karena alasan itulah yang menjadi pendorong utama mengapa mereka harus semakin rajin untuk melakukan perawatan diri, baik dilakukan sendiri di rumah maupun yang mengharuskan mereka untuk pergi ke salon.

Kebiasaan seperti itulah yang terkadang semakin lama semakin mendorong seseorang untuk lebih jeli dan kreatif dalam mengawali jenis usaha dalam bidang jasa salon kecantikan dan salon kesehatan ini, diawali dengan mengandalkan bekal pengalaman sebagai salah satu pelanggan atau sebelumnya pernah mengikuti kursus kecantikan dan perawatan.

Semakin padatnya dunia persaingan bisnis yan sudah semakin bertambah ketat. Para pelaku usaha jasa seperti ini sudah mulai bergerak dengan tidak hanya lebih fokus untuk mengandalkan kepada menentukan strategi pemasaran yang jitu untuk usaha dalam menjaring konsumen saja, namun juga sudah mulai untuk memperhatikan sitem manajemen keuangannya juga.

Biasanya bagi kebanyakan jenis usaha salon yang masih terbilang baru, pemilik usaha hanya lebih memfokuskan kepada kelancaran dari proses pemasarannya saja, sedangkan untuk urusan pembukuannya lebih banyak diserahkan kepada staff accounting/keuangannya saja.

Dan pembukuan yang dilakukan juga hanya masih sebatas pada penjualan dan pembelian saja. Pembukuan secara manual, meskipun sudah dibuat dengan sangat rapi masih belum cukup untuk mengetahui tentang seberapa besar nilai dari keuntungan untuk stiap bulannya, atau berapa banyak dari jumlah stok yang sudah terpakai selama periode satu bulan tersebut.

Jenis usaha jasa salon pada system pencatatan keuangannya memang kurang lebih berbeda dengan jenis usaha penjualan produk barang. Demikian pula apabila Anda ingin menggunakan software akuntansi pada jenis usaha salon Anda, maka diperlukan adanya suatu trik khusus dalam meng-input data-datanya.

Misalnya saja untuk jenis transaksi potong rambut, yang dapat diinput adalah ke dalam menu kas bank (kas masuk/pemasukan). Sedangkan untuk jenis-jenis transaksi yang lebih banyak menggunakan produk seperti pewarnaan rambut, maka jasa pewarnaannya juga akan diinput ke dalam menu kas bank (kas masuk) sedangkan untuk penggunaan produknya akan diinput dalam menu penjualan. Meskipun pada kenyataannya produk pewarna yang telah digunakan masih terdapat sisa, namun sudah diakui sebagai penjualan (sisa pewarna tidak bisa/tidak boleh digunakan oleh customer lain).

Seringkali para pengusaha salon lebih banyak membeli produk perawatan dalam ukuran yang lebih besa, karena harga yang diberikan jauh lebih murah (harga diskon). Tentu saja produk tersebut akan dapat digunakan untuk berulang kali pada banyak konsumen (misalnya saja shampoo atau conditioner). Proses tersebut tidak bisa hanya dibiayakan saja jika pembukuannya dilakukan secara manual. Pembukuan untuk jenis usaha jasa salon secara manual hanya akan mencatat pembelian shampoo/conditioner dan kemudian juga hanya bisa melakukan perkiraan untuk satu botol shampoo saja yang dapat digunakan untuk berapa kali pemakaian. Namun akan menjadi berbeda halnya apabila Anda sudah menggunakan sistem yang sudah serba terkomputerisasi, yang mana untuk penggunaan shampoonya akan dicatat sebagai sebuah process costing, yaitu: dengan cara membiayakan barang yang sudah dikeluarkan dari gudang. Dengan demikian akan didapatkan data dari aliran persediaan barang yang lebih tepat.

Karena itu juga sangat disarankan untuk jenis usaha jasa seperti ini untuk menerapkan sistem yang sudah mulai terkomputerisasi. Dengan cara melakukan sistem akuntansi yang sudah serba terkomputerisasi, maka pemilik usaha jasa ini akan dapat memantau bagaimana aliran kas, mengetahui laba dan berbagai biaya-biaya yang selama ini telah dikeluarkan dalam satu periode dengan lebih cepat dan hasil yang akurat.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR PENGENDALIAN MUTU KANTOR JASA AKUNTANSI (KJA)

Apakah Anda tahu tentang apa yang dimaksud dengan kantor jasa akutansi (KJA)? KJA adalah Akuntan profesional yang akan memberikan jasa terhadap publik (professional accountans in public practice), dan memiliki tanggungjawab yang jauh lebih besar dalam bertindak untuk menjaga kepentingan publik (public interest).

Perkembangan dan keberadaan Kantor Jasa Akuntansi (KJA) sudah mulai semakin diperhitungkan. Hal ini sangat wajar, karena arti pentingnya sebuah peraturan untuk persaingan bisnis global yang disadari atau tidak sudah menjadikan perusahaan ada pada titik nadi dari tingkat kedewasaan dan penerapan moral dalam mengembangkan bisnisnya.

Setiap Kantor Jasa Akuntansi (KJA) harus memiliki sistem pengendalian mutu yang sudah diterapkan pada semua jasa Akuntansi, seperti: jasa pembukuan, jasa laporan keuangan, jasa manajemen, jasa perpajakan, jasa prosedur yang sudah disepakati atas informasi keuangan serta jasa sistem teknologi keuangan dan lain sebagainya.

Biasanya, komunikasi akan menjadi lebih baik jika dilakukan secara tertulis, namun tingkat keefektifan dari sistem pengendalian mutu Kantor Jasa Akuntansi (KJA) tidak akan terpengaruh oleh ketiadaan dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur dari pengendalian mutu yang sudah ditetapkan oleh KJA. Dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur pengendalian mutu dari KJA besar juga akan lebih besar tingkat rutinitasnya apabila dibandingkan dengan dokumentasi dari KJA kecil, begitu pula untuk dokumentasi akan menjadi lebih ekstensif di Kantor Jasa Akuntansi yang memiliki banyak kantor apabila dibandingkan dengan dokumentasi dari Kantor Jasa Akuntansi yang hanya memiliki satu kantor saja.

Setiap sistem pengendalian mutu dari kantor jasa akuntansi memiliki keterbatasan bawaan yang bisa sangat berpengaruh besar terhadap tingkat efektivitasnya.  Seperti perbedaan kinerja dari staff dan juga seputar pemahaman persyaratan profesional, bisa sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan tentang kebijakan dan prosedur dari pengendalian mutu KJA. Sistem pengendalian mutu Kantor Jasa Akuntansi harus bisa memberikan keyakinan bahwa bagian dari pelayanan jasa Akuntansi oleh suatu Kantor Jasa Akuntansi yang telah dilaksanakan harus benar-benar sesuai dengan sistem dan prosedur kerja yang sudah ditetapkan sebelumnya.

KJA harus mempertimbangkan setiap unsur-unsur pengendalian mutu yang akan dibahas sejauh mana diterapkan untuk prakteknya. Unsur-unsur pengendalian mutu selalu berhubungan antara satu sama lain. Oleh karena itu, praktek kerja KJA akan sangat mempengaruhi kebijakan pelatihannya. Dalam memenuhi ketentuan yang sudah dimaksudkan, maka KJA harus membuat kebijakan dan juga prosedur terhadap pengendalian mutu tentang:

1. Independensi, yang akan memberikan keyakinan bahwa setiap organisasi profesional harus mempertahankan independensi sebagaimana diatur dalam Aturan Etik Akuntan.
2. Penugasan personel, yang memberikan keyakinan bahwa penugasan akan dilaksanakan oleh staff profesional yang memiliki keahlian secara teknis untuk penugasan pelayanan jasa tersebut.
3. Konsultasi, yang memberikan keyakinan bahwa personel akan memperoleh informasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan dari orang yang memiliki tingkat pengetahuan, kompetensi dan pertimbangan yang memadai.
4. Supervisi, yang memberikan keyakinan bahwa pelaksanaan ikatan akan untuk memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh Kantor Jasa Akuntansi. Lingkup supervisi dan review yang benar-benar sesuai tentang kondisi tertentu, tergantung dari beberapa faktor, seperti kerumitan masalah, kualifikasi staff dan lingkup konsultasi yang sudah digunakan.
5. Proses Kerja personel, yang memberikan keyakinan bahwa semua staff profesionalnya memiliki karakteristik yang pas, sehingga lebih memungkinkan bagi mereka untuk melakukan pelayanan secara kompeten. Profesional, yang memberikan keyakinan bahwa personel juga memiliki pengetahuan yang cukup memadai. Sehingga mereka akan bisa memenuhi tanggungjawabnya masing-masing.
6. Penerimaan dan kelanjutan dengan klien, yang memberikan keyakinan bahwa pelayanan dan perikatan dari klien akan bisa diterima atau dilanjutkan untuk bisa memaksimalkan hubungan dengan klien yang manajemennya tidak memiliki integritas.

Cakupan & Keterterapan Sistem Pengendalian Mutu (SPM):

• SPM mengatur tanggungjawab KJA atas sistem pengendalian mutu dalam melaksanakan ikatan selain asuransi dan SPM tersebut harus memperhatikan ketentuan dari Kode Etik Akuntan Profesional.
• SPM wajib diterapkan oleh KJA berhubungan dengan jasa yang diberikan, yang mana sifat dan luas SPM tergantung dari faktor seperti: ukuran dan karakteristik dari operasi KJA dan masuk tidaknya KJA dalam jaringan kantor.

Tujuan KJA Dalam Menetapkan & Memelihara Sistem Pengendalian Mutu (SPM):

1. Untuk memberi keyakinan (reasonable assurance).
2. KJA dan personelnya harus mematuhi standar profesi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Laporan yang disampaikan oleh KJA sesuai dengan keadaan.
4. Ketentuan SPM dirancang agar dapat mencapai tujuan di atas, dan KJA harus mempertimbangkan untuk perlu tidaknya tambahan ketentuan dalam mencapai tujuan tersebut.

Unsur Unsur Sistem Pengendalian Mutu terdiri atas:

1. Tanggung jawab kepemimpinan.
2. Ketentuan etika.
3. Penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien dan ikatan.
4. Sumber daya manusia.
5. Pelaksanaan perikatan.
6. Pemantauan.

Pengawasan melekat, yang telah memberikan keyakinan bahwa prosedur yang berhubungan dengan berbagai unsur-unsur pengendalian mutu yang sudah diterapkan dengan efektif. Prosedur pengawasan bisa dirancang dan dilaksanakan secara individu yang bertindak untuk mewakili kepentingan dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA) dan jenis-jenis dari prosedur pengawasan yang sudah melekat dan telah digunakan tergantung oleh Kantor Jasa Akutansi masing-masing.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

Scroll to top