Kategori: Ide Bisnis

PERSAINGAN ANTAR SESAMA DISTRIBUTOR DALAM KEMAMPUAN BERSTRATEGI MARKETING TERBAIK ADALAH PEMENANGNYA

Dalam menjalankan proses operasional distributor juga terdapat banyak sekali kendala yang harus dihadapi. Dan kendala-kendala tersebut tidak hanya berasal dari dalam distributor itu saja (kendala internal) melainkan dari luar distributorpun juga sangat banyak sekali (kendala eksternal). Dan kendala yang paling banyak biasanya adalah karena adanya persaingan terhadap penerapan strategi marketing yang berbeda-beda dengan sesama distributor lain dengan produk yang sejenis maupun yang tidak sejenis.

Dari sekian banyak kendala yang bisa dihadapi oleh para distributor ini tentunya akan menjadi satu permasalahan yang seringkali terjadi pada setiap distributor dalam menerapkan strategi marketingnya. Maka dari itu, setiap kendala yang telah dihadapi seperti ini harus secepatnya bisa diselesaikan dengan cara yang lebih bijaksana oleh setiap distributor.

Persaingan diantara sesama distributor seperti ini seringkali terjadi karena adanya perebutan area atau wilayah jangkauan distribusi dengan distributor lainnya. Dan permasalahan sebenarnya tidak hanya terletak pada perebutan area atau wilayah-wilayah saluran distribusi saja, namun juga karena adanya produk lain (produk kompetitor) dari distributor lain. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat seperti ini, maka akan semakin menunjukan kemampuan berstragtegi marketing mana diantara para distributor tersebut yang paling terbaik adalah sebagai pemenang yang sesungguhnya dalam upaya untuk menyalurkan produknya terhadap para konsumennya.

Banyak diantara distributor, bahkan beberapa diantaranya adalah distributor besar yang kurang berani dalam mengikuti persaingan atau perang strategi marketing seperti ini yang menyebabkan perusahaan produksi (manufaktur/produsen) produk rela untuk melepaskan ikatan kerjasamanya dengan pihak distributor dan mereka lebih memilih untuk berpindah kepada distributor lainnya yang memiliki kemampuan strategi marketing yang lebih bagus dari distributor sebelumnya. Karena itulah setiap distributor juga harus mampu dalam menghadapi semakin ketatnya persaingan strategi marketing dengan distributor lainnya.

Semakin banyak persaingan dengan distributor lain, maka akan semakin banyak pula berbagai perkembangan yang akan terjadi pada distributor tersebut. Persaingan antar sesama distributor seperti ini akan terjadi jika distributor lainnya telah melakukan pemasaran terhadap produk yang sama dan produk yang memiliki persamaan fungsi dan manfaatnya.

Pada dasarnya, persaingan antar sesama distributor dalam berstategi kemampuan marketing seperti ini adalah agar dapat mengetahui sampai sejauh mana kemampuan pemahaman dari distributor terhadap suatu produk dan kepuasan konsumen itu sendiri. Jika tidak ada persaingan, maka sebuah distributor hanya akan tetap berada pada satu titik saja dan tidak bisa berkembang maupun tidak mengalami kebangkrutan, tidak bisa menjadi semakin lebih baik lagi dari sebelumnya.

Persaingan antar sesama distributor ini juga tidak hanya mampu untuk memberikan dampak yang lebih baik bagi sebuah distributor, namun juga berdasarkan kemampuan marketing bagi setiap masing-masing distributor dapat memberikan dampak yang negatif pula. Hal itu bisa saja terjadi karena setiap distributor akan menjadi semakin banyak yang membuat strategi marketing dengan tujuan agar bisa menjatuhkan distributor lain untuk mengurangi tingkat resiko persaingan dengan distributor yang lebih banyak.

Dan dampak negatif lainnya adalah dalam persaingan ini juga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan yang tidak sehat antar sesama distributor. Maka dari itu, agar dapat menghindari hal-hal yang seperti itu, maka setiap distributor harus merancang strategi yang lebih baik dalam melakukan pemasaran dan proses distribusi. Kemungkinan besar yang akan terjadi adalah terjadinya persaingan untuk saling berstrategi dalam menerapkan kemampuan marketing yang lebih baik pada setiap proses distribusi yang lebih sehat dalam mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Maka dari itu sebuah persaingan dalam ilmu marketing itu adalah baik karena memiliki dampak yang lebih positif yang dapat menguntungkan bagi perusahaan dan distributor yang bersangkutan. Dengan semakin tingginya tingkat persaingan, maka setiap distributor akan saling berlomba-lomba dalam mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Persaingan dalam hal kekuatan strategi marketing dari setiap masing-masing distributor ini selanjutnya akan selalu terjadi, dan untuk mempertahankan kepuasan para konsumen terhadap distributor, maka harus selalu dijaga agar para konsumen tidak sampai berpaling kepada distributor lainnya. Karena jika sudah begitu, maka persaingan akan menjadi semakin lebih berat dengan para distributor lainnya. Dari terjadinya persaingan seperti inilah, maka sebuah distributor harus bisa memperbaiki pelayanan dan kinerjanya dan harus tetap mampu dalam mempertahankan kepuasan para konsumen terhadap pelayanan dari distributor tersebut.

Persaingan seperti ini sebenarnya juga tidak hanya terjadi pada setiap masing-masing distributor saja, persaingan dapat terjadi terhadap siapa saja dan organisasi perusahaan apapun. Persaingan antar sesama konsumenpun juga dapat terjadi karena adanya perilaku dan sikap konsumen tersebut yang ingin menang sendiri jika dibandingkan dengan konsumen lainnya.

Namun, tidak ada salahnya bukan jika terjadi sebuah persaingan, melainkan dengan adanya persaingan tersebut yang dapat menyebabkan dampak yang baik-baik saja. Seperti dengan adanya persaingan seperti ini, maka distributor akan semakin dituntut untuk menjadi lebih termotivasi dalam melakukan berbagai perubahan dan inovasi. Baik itu adalah dalam hal kinerja, produk, harga, dan juga pelayanan yang menjadi lebih baik lagi bagi para konsumennya.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang persaingan yang terjadi antar sesama distributor dalam hal kemampuan berstrategi marketing yang terbaik adalah sebagai pemenangnya. Semoga bisa bermanfaat artikel ini, apabila anda membutuhkan informasi mengenai artikel ini lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting dan distributor, mohon bisa hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

KETENTUAN TARIF PAJAK UKM DAN UMKM 0,5% AKAN SEGERA BERLAKU SECEPATNYA

Saat ini, para wirausahawan UKM dan UMKM dapat bernafas lega, karena Penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk jenis Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beromzet di bawah Rp 4,8 miliar per tahunnya, termasuk juga koperasi akan segera diberlakukan.

Pihak pemerintah akan berencana untuk memangkas pajak UMKM yang awalnya adalah 1% menjadi 0,5% dari jumlah atau nilai peredaran bruto selama satu tahun maksimal adalah Rp 4,8 miliar.

“Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP)-nya untuk saat ini sudah sampai pada tahap akhir. Jadi dari berbagai rapat harmonisasi yang telah diikuti oleh beberapa instansi seperti: Kementerian Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Ditjen Pajak, Kementerian Koperasi dan UKM serta Asosiasi UMKM, telah menetapkan tarif PPh final terbaru yang sudah dinyatakan ke dalam RPP adalah sebesar 0,5%,” ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati Barnas dalam keterangan secara tertulisnya di Jakarta, Minggu (3/6/2018).

Kemenkop dan pihak UKM sebelumnya melalui surat Menteri Koperasi dan UKM pada tahun 2017 lalu telah mengusulkan agar tarif PPh final melalui PP nomor 46 2013 yang telah dinilai masih terlalu memberatkan dan dapat diturunkan menjadi 0,25%. Revisi tersebut telah benar-benar disepakati dan tinggal menunggu tanda tangan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja,  sehingga kemungkinan untuk dapat diberlakukan adalah dalam waktu dekat.

“Nantinya akan ada perubahan secara signifikan dalam aturan tersebut, diantaranya adalah tentang penurunan tarif PPh final (pajak UMKM) dari yang awalnya 1% menjadi 0,5% atas omzetnya. Kedua, penerapan PPh final berbatas waktu,” kata dia.

Yuana secara lebih jauh telah menjelaskan, bahwa pada RPP tersebut juga disebutkan terdapat adanya kebijakan batas waktu (sunset clause) bagi para wajib pajak (WP) yang menggunakan tarif final seperti ini, yaitu empat tahun bagi WP badan tertentu seperti: (koperasi, CV, dan firma), tiga tahun untuk WP Badan Perseroan Terbatas (PT), dan tujuh tahun untuk WP perorangan.

Melalui kebijakan sunset clause atau batas waktu untuk pengenaan pajak, Kementerian Koperasi dan UKM semakin mendorong para pelaku UMKM untuk semakin lebih tertib pembukuan dan mengedukasi dirinya sendiri untuk lebih tertib dalam menyusun laporan keuangan dari usahanya.

“Jadi, setelah batas waktu sudah tiba, maka WP akan dapat melaksanakan pembukuan dan menyelenggarakan kewajibannya sesuai dengan rezim secara umum atau pajak normal yang sesuai dengan UU Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan, yang lebih mengacu kepada Pasal 17,” ungkap dia.

Kemudahan Lainnya

RPP tersebut juga telah memberikan berbagai keleluasaan bagi para UMKM yang merugi untuk menggunakan mekanisme pajaknya secara normal dengan menyampaikan laporan keuangan pada saat pelaporan SPT Tahunannya, dengan mekanisme kompensasi kerugian yang terjadi selama 5 tahun. Namun, untuk tahun-tahun selanjutnya UMKM yang bersangkutan harus tetap konsisten dalam menggunakan tarif pajak normal.

Yuana juga tak menampik jika adanya sunset clause akan semakin menuai berbagai macam tanggapan, terutamanya adalah dari para pelaku UMKM. Namun, dia menilai, bahwa kebijakan sunset clause sebagai salah satu sarana untuk pembelajaran bagi WP Orang Pribadi maupun WP Badan, agar secara bertahap dapat melaksanakan pembukuan dengan lebih tertib.

Karena, pembukuan dan pencatatan keuangan dalam proses bisnis merupakan suatu keharusan sebagai salah satu bagian dari manajemen keuangan, antara lain adalah agar dapat dipergunakan sebagai salah satu persyaratan untuk mengajukan pinjaman kepada pihak bank.

“Ini merupakan semangatnya positif. Dalam artian, diberikan waktu dan pada akhirnya UMKM secara bertahap diharapkan akan memiliki kemampuan untuk melakukan pencatatan keuangannya sendiri yang sesuai standar akuntansi yang berlaku. Sistem pembukuan merupakan salah satu needs/kebutuhan dalam upaya untuk peningkatan kinerja UMKM.”

Keuntungan PPh Final Batas Waktu

Pada sisi lain, Yuana menyatakan bahwa dengan diberlakukannya sunset clause, maka diharapkan pihak pemerintah akan dapat mendukungnya melalui pelatihan dan pendampingan bagi para UMKM dalam penyusunan laporan keuangan, serta advokasi dan pemahaman tentang kewajiban dalam membayar pajak.

“Batas waktu (sunset clause) telah memberikan kebebasan bagi para UMKM untuk memilih menggunakan sistem pajak final atau normal. Selama masa sunset clause, pemerintah secara paralel juga selayaknya akan melaksanakan pelatihan dan pendampingan dengan dukungan dari APBN dan APBD. Program tersebut diharapkan akan dapat semakin meningkatkan kontribusi untuk pembayaran pajak dari UMKM,” jelas dia.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2016 tahun lalu, jumlah UMKM di Indonesia sudah mencapai 59,7 juta yang lebih banyak didominasi oleh para pelaku usaha mikro.
“Maka dari itu, diharapkan untuk adanya peningkatan dan sinergitas antar instansi yang terkait di tingkat pusat maupun dari daerah untuk upaya peningkatan kapasitas SDM UMKM dalam bidang administrasi dan pembukuan, serta kesadaran untuk taat dalam membayar pajak,” tandas dia.
Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses. Maju terus untuk UKM dan UMKM Indonesia.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Sumber : Klik

MANFAAT PENGGUNAAN SOFTWARE AKUNTANSI BAGI KEBUTUHAN PEMBELAJARAN DUNIA PENDIDIKAN SAAT INI

Semakin banyaknya bermunculan software-software akuntansi seakan memberikan mimpi buruk tersendiri bagi para calon-calon akuntan yang sedang belajar akuntansi di bangku kuliah. Mereka merasa semakin cemas karena software akuntansi berpotensi untuk mengambil alih peluang kerja mereka ketika lulus kuliah nanti.

Namun untuk anggapan seperti ini bisa dikatakan salah besar. Karena justru dengan adanya software akuntansi ini, kedepannya pekerjaan mereka akan menjadi semakin lebih mudah dan menghemat banyak sekali waktu mereka. Penggunaan software akuntansipun sudah mulai menjadi salah satu mata kuliah pada beberapa universitas, meskipun sebenarnya juga masih belum benar-benar menjadi mata kuliah wajib.

Meskipun demikian adanya,dari hal tersebut kita dapat melihat bahwa ternyata software akuntansipun memiliki banyak sekali manfaat dan pengaruh yang cukup besar bagi dunia pendidikan saat ini.

Lalu sebenarnya manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari penggunaan software akuntansi bagi dunia pendidikan saat ini?

1. Software akuntansi dapat menyiapkan calon akuntan yang kompeten

Dengan dibukanya mata kuliah untuk penggunaan software akuntansi pada beberapa universitas, maka hal seperti ini malah semakin menandakan bahwa universitaspun sudah mulai paham akan berbagai kebutuhan akan banyaknya perusahaan yang lebih memperhatikan kompetensi profesi akuntan di masa yang akan datang. Pendidikan tentang penggunaan software akuntansi tentunya akan semakin meningkatkan kompetensi dari para mahasiswa jurusan akuntansi dalam hal melakukan pencatatan dan pembuatan laporan-laporan keuangan dengan menggunakan software akuntansi.

Tidak jarang pula terdapat kampus yang bekerja sama secara khusus dengan para pengembang software akuntansi untuk salah satu mata kuliah ini, Hal ini dikarenakan semakin banyaknya perusahaan yang menggunakan software akuntansi. Ditambah lagi dengan adanya sertifikat untuk penggunaan software akuntansi, tentu saja hal seperti ini akan menjadi satu nilai tambah bagi para mahasiswa ketika mereka akan melamar pekerjaan sebagai akuntan di sebuah perusahaan.

2. Memberikan alternatif pembelajaran akuntansi pada lab-lab komputer akuntansi.

Semakin maraknya penggunaan software akuntansi pada banyak perusahaan menjadikan beberapa universitas semakin menaruh perhatian khusus dengan membuka mata kuliah untuk praktek software akuntansi beserta laboratorium komputernya. Pada mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak lagi akan dipaksa untuk membuat rumus-rumus aplikasi excel yang terlalu banyak dan rumit, serta cukup memusingkan kepala. Dengan terinstallnya software akuntansi di laboratorium komputer akuntansi, maka mahasiswa akan dapat dengan mudah untuk mempelajari akuntansi dengan cara yang berbeda.

3. Menjadi salah satu tempat penyelenggara sertifikat untuk keahlian software akuntansi.

Dengan digunakannya software akuntansi pada lab-lab komputer akuntansi, maka lembaga pendidikan tersebut akan dapat menyelenggarakan ujian sertifikasi untuk penggunaan software akuntansi. Sehingga hal ini akan semakin membuka kesempatan bagi lembaga-lembaga pendidikan tersebut untuk memiliki “pendapatan” lain-lain, selain diluar mengadakan kegiatan perkuliahan secara umum.

Begitu banyaknya manfaat yang mampu diberikan software akuntansi bagi dunia pendidikan. Sehingga untuk ke depannya, beberapa lembaga pendidikan akan melirik dan membuat kerjasama untuk membuka pelatihan penggunaan software akuntansi dengan para pengembang software akuntansi.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top