Kategori: Ide Bisnis

BEBERAPA TUJUAN UTAMA DAN JENIS JENIS PERSEDIAAN PADA PROSES STOK OPNAME BISNIS RESTORAN (KULINER)

Sebagai salah satu bentuk dari aktivitas yang terpenting dalam sebuah bisnis restoran adalah untuk melakukan pengelolaan ketersediaan pasokan persediaan barang-barangnya dari gudang, yang lebih sering dikenal juga dikenal istilah “stock opname”. Proses stock opname sendiri merupakan satu bentuk aktivitas perhitungan kembali jumlah persediaan, kemudian jumlah tersebut akan dicocokkan dengan catatan pembukuan manual/computer perusahaan.

Istilah “stock opname” sendiri berasal dari bahasa Belanda, sementara dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan sebutan “stock taking”. Namun, dalam aktivitas stock opname bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Stock opname seringkali dianggap sebagai beban dan terlalu membuang-buang waktu berharga oleh sebagian besar wirausahawan, karena dapat menyebabkan kesulitan yang mungkin saja bisa terjadi pada saat melakukan pengelolaan persediaan barang-barang tersebut.

Dalam hal pengelolaan sebuah bisnis restoran, maka persediaan barang-barang menjadi lebih bervariatif, yaitu bukan hanya harus berupa barang jadi, namun juga terdapat bahan-bahan baku, setengah jadi dan yang sudah menjadi barang jadi, serta berbagai jenis peralatan lainnya. Salah satu permasalah yang paling banyak dan kemungkinan bisa terjadi dalam hal pengelolaan stok barang, yaitu karena terjadinya permasalahan berupa selisih jumlah persediaan barang antara data-data yang sudah tercatat dengan persediaan yang masih tersedia di gudang.

Nah, jika terjadi suatu selisih tentang jumlah, maka kemungkinan terbesarnya adalah sejumlah transaksi yang masih belum dicatat atau bahkan mungkin bisa lebih buruk lagi, yaitu telah terjadi kehilangan barang di gudang. Untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya selisih dari jumlah barang inilah, maka sebagian besar pebisnis telah menerapkan metode stock opname.  Untuk menghitung persediaan barang-barang sangat diperlukan adanya tingkat ketelitian yang sangat tinggi agar bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat dan maksimal.

Stock opname sendiri memiliki beberapa tujuan lainnya, yaitu:

• Untuk membandingkan antara jumlah persediaan barang pada tahun ini dengan tahun sebelumnya, apakah telah mengalami kenaikan atau penurunan, sehingga Anda akan dapat mengetahui perlu/tidaknya untuk melakukan penambahan stok.
• Stock opname dapat memberikan informasi tentang kuantitas persediaan barang yang masih tersedia di gudang.
• Stock opname sendiri juga dapat memberikan informasi tentang bagaimana kondisi baik/buruknya persediaan barang yang masih tersedia di gudang.
• Stock opname juga bisa membantu Anda dalam melakukan evaluasi pada saat ditemukan selisih yang lebih besar, hal ini juga dapat melacak kemungkinan bagi karyawan yang kurang berhati-hati dalam bekerja, sehingga banyak peralatan atau inventaris yang akan rusak, pecah atau hilang.

Jenis-Jenis Persediaan Pada Stock Opname

Sebelum melakukan stock opname, setidaknya Anda harus memahami tentang berbagai macam persediaan berdasarkan dari tujuan, tata cara penyimpanan, serta bagaimana perputarannya.

Berdasarkan dari tujuannya, jenis-jenis persediaan pada sebuah bisnis restoran antara lain adalah sebagai berikut:

1. Persediaan untuk dijual, yaitu berupa persediaan yang untuk pengadaannya di tujukan untuk tujuan dijual kembali kepada para konsumen, seperti contoh persediaan stok makanan, minuman.
2. Persediaan bahan penolong, yaitu berupa persediaan yang untuk proses pengadaannya ditujukan bukan untuk dijual, namun nantinya akan digunakan sebagai satu pelengkap untuk produk yang akan dijual, seperti contoh packaging makanan, sendok, garpu, tisu, dan lain sebagainya.
3. Persediaan yang hanya untuk melakukan proses produksi, maupun untuk tujuan penjualan, dan biasanya akan digunakan oleh pihak internal restoran, seperti contoh minyak goreng, alumunium foil, dan berbagai jenis bahan-bahan makanan/peralatan periodik dan lain sebagainya.

Berdasarkan tata cara penyimpanannya, persediaan pada sebuah bisnis restoran akan dikelompokkan untuk menjadi beberapa macam kelompok, yaitu:

1. Buah-buahan dan sayuran, sebagai satu bahan dasar, sekaligus untuk pelengkap masakan dalam bentuk bahan baku, akan di supply oleh pihak internal dan eksternal lalu disimpan dalam lemari pendingin restoran.
2. Barang chiler,yaitu persediaan bahan makanan yang tidak dalam kondisi yang beku, namun disimpan dalam kondisi yang dingin saja, seperti contoh minuman.
3. Barang frozen,yaitu berupa barang-barang yang menjadi bahan utama dari restoran yang disimpan dalam freezer masih dalam kondisi beku, jenis barang dalam proses, seperti contoh daging.
4. Dessert dan soup, yaitu berupa persediaan dessert dan soup, yang disimpan dalam lemari pendingin, berbentuk seperti barang jadi yang akan langsung disajikan.
5. Barang gudang, yang merupakan barang yang disimpan di gudang, yang terdiri dari bemacam-macam barang jadi, barang dalam proses, dan juga bahan baku yang lebih bersifat sebagai bahan pokok, bahan penolong, dan juga sebagai bahan perawatan atau pemeliharaan.

Berdasarkan dari sisi perputaran siklusnya, persediaan pada sebuah bisnis restoran akan dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

1. Kelompok Fast moving, yang merupakan persediaan barang yang periode permintaannya untuk kebutuhan operasional relatif lebih cepat daripada yang lain, seperti contoh bahan makanan, buku nota, dan lain sebagainya.
2. Kelompok Slow moving, merupakan persediaan barang yang periode permintaannya relatif lebih lambat, dan biasanya permintaan dari pengguna ini lebih dari satu bulan, seperti contohnya peralatan saji, seperti piring, gelas, mangkuk, panci, dan lain sebagainya.

Nah, Setelah mengenal berbagai jenis kelompok persediaan diatas, maka Anda akan semakin dapat mengelompokkan sampai berapa lama daya tahan dari setiap persediaan tersebut, sekaligus akan semakin memahami tentang betapa pentingnya suatu proses dari stock opname ini. Apabila para pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

BAGAIMANA STRATEGI DALAM MENGELOLA STOK BARANG-BARANG KEBUTUHAN UNTUK JENIS BISNIS CAFE

Dalam berbisnis apapun, stok barang merupakan sesuatu yang paling vital dan tidak bisa dianggap enteng. Kenapa bisa demikian? Jawabannya sederhana saja, karena persediaan merupakan penggerak utama dari perputaran roda sebuah bisnis. Khususnya adalah untuk jenis bisnis cafe yang biasanya stok barangnya sangat berpengaruh besar terhadap kepuasaan pelanggan. Bahkan stok barang yang terlalu cepat habis adalah sebuah pertanda bahwa produk mana saja yang paling banyak disukai oleh para konsumen.

Nah setelah mengetahui betapa pentingnya persediaan/stok barang ini, maka sangat penting artinya bagi Anda untuk mengelola stok barang dengan benar dan juga lebih tersistematis. Berikut ini akan dijelaskan tentang bagaimana caranya untuk mengelola stok barang pada jenis bisnis cafe.

1.Harus mengenali jenis-jenis persediaan barang yang masih ada di Cafe.

Untuk mengatur stok persediaan barang di cafe adalah dengan jalan mengetahui terlebih dulu apa saja jenis-jenis persediaan barangnya. Mungkin masih belum banyak yang mengetahui bahwa jenis barang pada sebuah bidang usaha biasanya dibedakan dalam berbagai macam tipe dan kategori. Dengan cara mengkategorikannya, maka pengelolaan stok barang akan menjadi jauh lebih mudah untuk bisa dilakukan. Sedangkan untuk pengkategoriannya sendiri adalah seperti berikut ini.

  •  Persediaan untuk Dijual: Kategori barang ini adalah barang yang disediakan hanya untuk dijual. Biasanya barang jenis ini bisa berupa makanan atau minuman yang menjadi produk utama dari jenis bisnis tersebut.
  • Bahan Penolong: Barang ini biasanya tersedia untuk menunjang keberadaan dari produk yang dijual. Biasanya barang jenis ini adalah berupa tisu, sendok, gelas sampai dengan piring.
  • Persediaan untuk Proses Produksi: Sedangkan untuk jenis ini lebih banyak digunakan untuk mengelola atau membuat bahan dari produk yang akan dijual. Jenis barang ini bisa berupa minyak goreng, gula, garam, sampai dengan cream.
  • Persediaan Fast Moving: Seperti namanya, jenis barang yang satu ini merupakan jenis barang yang permintaannya harus cepat dilakukan. Biasanya permintaan cepat tersebut agar tidak kewalahan dan langsung bisa memenuhi keinganan dari para konsumen. Mulai dari buku, nota sampai dengan bahan makanan.
  • Persediaan Slow Moving: Untuk persediaan jenis ini maka bisa dibilang merupakan kebalikan dari tipe fast moving. Karena persediaan yang satu ini berupa seperti mangkuk, piring saji sampai dengan mesin kopi.
  1. Mengumpulkan data-data persediaan kafe.

Setelah mengetahui berbagai jenis barang-barang yang dibutuhkan, maka langkah selanjutnya adalah dengan cara mengumpulkan data-data persediaan kafe. Hal seperti ini sangat berguna bagi Anda untuk melakukan kegiatan seperti menerima, menyimpan sampai mengeluarkan barang persediaan yang sesuai dengan data dan kebutuhan dari bisnis kafe Anda.

  1. Melakukan proses forecasting (peramalan).

Sederhananya adalah, forecasting merupakan tahap dimana Anda akan diwajibkan untuk membuat perkiraan dari jumlah barang yang dibutuhkan untuk dimasukan ke dalam gudang. Langkah ini sangat penting bahkan bisa dibilang paling vital bagi sebuah bisnis, karena untuk membantu Anda dalam menyiapkan rencana bisnis Anda sendiri. Misalnya, pada bulan lalu Anda membutuhkan sekian jumlah barang, maka untuk bulan ini jumlah barang yang Anda butuhkan juga tidak terlalu jauh berbeda dari kebutuhan sebelumnya.

  1. Memisahkan antara barang baru dengan barang-barang lama.

Hal yang seringkali keliru dilakukan oleh banyak pebisnis adalah mencampurkan antara stok barang baru dengan stok barang yang lama. Padahal untuk hal semacam ini berhubungan langsung dengan kualitas dari barang tersebut yang pastinya berbeda-beda. Untuk itulah, sangat penting artinya untuk memisahkan antara stok barang baru dengan stok barang yang lama.

  1. Mengecek kembali barang sebelum akan disimpan.

Cara terakhir adalah dengan jalan mengecek kembali barang sebelum akan disimpan. Hal seperti ini harus dilakukan untuk mencegah dari adanya barang-barang yang rusak, barang yang tertukar, barang yang sudah kadaluarsa sampai dengan barang yang tidak sesuai keinginan atau kebutuhan bisnis kafe Anda.

Semoga dari beberapa point yang sudah dijelaskan di atas tentang bagaimana strategi dalam mengelola stok barang-barang kebutuhan untuk jenis bisnis cafe bisa bermanfaat bagi Anda sekalian. Agar bisnis kafe Anda bisa menjadi semakin berkembang dan sukses. Anda membutuhkan software resto, POS dan accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak kami di 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu.

 

 

TIPS-TIPS UNTUK TATACARA DALAM PEMERIKSAAN (OPNAME) KAS DAN SALDO KAS PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan sedikit menjelaskan artikel tentang bagaimana tata cara dalam memeriksa saldo kas dan juga setara kas. Alasan mengapa saldo kas harus diperiksa akan dijelaskan pada contoh kasus yang terdapat dalam artikel ini. Sebelum melangkah kepada yang lebih jauh dalam pembahasan tentang bagaimana tata cara untuk memeriksa saldo kas perusahaan, maka terlebih dahulu praktisi software akuntansi akan sedikit memberikan gambaran penting bagaimana dalam menyajikan saldo kas dengan lebih akurat.

• Contoh Kasus Pertama.

Pada tanggal 28 April 2018 Colista Dwi Setiawan (Dawan) adalah seorang karyawan dari PT. Jaya Baru Malente mau tidak mau harus rela untuk mendekam dalam penjara selama kurun waktu 24 bulan (kurang lebih2 tahun) setelah pengadilan sepakat untuk memvonis bersalah terdakwa. Keputusan tersebut karena didasarkan pada pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan. Terdakwa sudah terbukti melakukan penggelapan dana/uang perusahaan sebesar Rp. 800.000.000,-.

Tersangka sudah benar-benar mengakui kesalahannya tersebut terhadap Pengadilan Negeri (PN) Surabaya bahwa cara dia lakukan untuk bisa menggelapkan kekayaan milik perusahaan adalah dengan memberikan alamat beserta nomor telepon fiktif pelanggan kepada perusahaan. Dia sengaja melakukan penipuan tersebut sendirian (tanpa ada satupun orang yang membantunya). Kasus seperti ini sudah mulai sedikit terungkap ketika dilakukannya pemeriksaan keuangan perusahaan. Melalui berbagai konfirmasi yang sudah dilakukan kepada para pelanggan perusahaan, mereka mengaku sudah melunasi semua hutang-hutangnya tersebut dengan menyerahkan sejumlah uang kepada dawan.

• Contoh Kasus Kedua.

Pada tanggal 5 Maret 2018 Rita Nurjanah (RN) yang bertempat tinggal di Jalan Komplek Kenangan RT 08/02, Tanggerang langsung diciduk oleh anggota polisi. Tersangka dilaporkan oleh majikannya ke pada pihak kepolisian karena sudah terbukti menggelapkan uang sebesar Rp. 623.000.000,- . RN terpaksa harus mendekam di penjara disebabkan karena sudah melanggar pasal 374 KUHP dan atau 372 KUHP.

Dengan melihat berbagai bukti-bukti yang ditemukan, seperti satu bedel bukti pengeluaran Bank, satu bendel bukti tanda terima uang atau cek, slip gaji atas nama Rita Nurjana, dan invoice fiktif. Polisi telah menyimpulkan bahwa aksi yang sudah dilakuknnya terbilang sangat lama. Uang yang semestinya harus segera disetorkan kepada perusahan, namuni olehnya malah digunakan untuk kepentingannya sendiri.

Nah, dari beberapa contoh kasus penggelapan kas diatas yang oleh karyawan perusahaan, sekarang apakah Anda sudah menyadari seberapa pentinya melakukan pemeriksaan/opname kas perusahaan bukan? Maka sekarang kita mulai untuk mempelajarai tentang bagaimana tata cara dalam melakukan pemeriksaan atas akun-akun atau pos-pos yang sudah masuk ke dalam kriteria kas dan setara kas perusahaan.

1. Lakukanlah tindakan sidak (Inspeksi mendadak).

Sidak merupakan pemeriksaan yang sengaja dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak atau fungsi-fungsi yang akan diperiksa. Kemudian langsung diperiksa, menghitung pada semua dana yang sudah disimpan oleh kasir pada waktu itu juga dengan disaksikan oleh kasir itu sendir. Lalu tuliskan pada berita acara bahwa semua dana kas yang sudah tersimpan, beserta rinciannya. Misalnya seperti lembaran uang pecahan Rp. 100.000 berjumlah sekian lembar, Rp. 50.000 berjumlah sekian lembar, Rp. 20.000, Rp. 10.000 dan seterusnya. Jangan lupa untuk meminta tanda tangan dari si kasir yang ikut menyaksikannya.

2. Buktikan apakah jumlah dari uang saldo kas kecil benar-benar sesuai dengan catatan pembukuannya. Caranya adalah dengan memeriksa antara nilai kas berdasarkan pada pemeriksaan kas opname dengan nilai yang sudah tercantum pada buku besar.

Cara pertama dan kedua merupakan prosedur pemeriksaan yang memang bertujuan untuk mengetahui tingkat kebenaran dari saldo neraca apakah benar-benar ada dan sudah dimiliki oleh perusahaan atau tidak, serta kesesuaianya dengan catatan pembukuan perusahaan.

jika terdapat adanya selisih, maka segera mintalah penjelasan kepada pihak manajemen dan langsung lakukan jurnal koreksi. Penjelasan harus benar-benar didapatkan secara tertulis, hindari hanya dengan menerima penjelasan secara lisan saja. Mintalah pihak kasir dan pimpinan (manajer) untuk menuliskan alasan secara tertulis dari terjadinya selisih pada manajemen letter tersebut. Tujuan utama untuk mendapatkan penjelasan dari pihak kasir adalah bahwa laporan keuangan sudah sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari pihak manajemen perusahaan.

3. Segera siapkan daftar rincian bukti-bukti kasbon, dana yang masih belum dikembalikan/Pending bill.

Prosedur ini juga berfungsi untuk memperoleh waktu pisah berupa batas (cut off). Pisah batas yang digunakan sebagai pemisah dari obyek pemeriksaan antara periode yang sudah diperiksa dengan periode-periode lainnya.

4. Mintalah tanda tangan dari kasir yang bersangkutan, akuntan (khususnya yang berkewajiban pada fungsi kas), dan pimpinan perusahaan diatas tanggal dan jangan pernah melupakan untuk meminta mereka menuliskan nama terangnya masing-masing.

Nah, itulah sedikit tips tentang bagaimana tata cara dalam pemeriksaan/opname kas perusahaan khususnya adalah pada saldo kas. Prosedur yang sudah ditulis diatas mungkin saja akan menjadi berbeda-beda dengan bagaimana kondisi dari setiap masing-masing perusahaan Anda, karena sebuah prosedur pemeriksaan juga masih bergantung kepada bagaimana aliran kerja work flow dan sistem pengendalian internal yang sudah lama berjalan pada setiap masing-masing perusahaan (IRW).

Jika para pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang bagaimana tata cara dalam meng opname/pemeriksaan saldo Kas dan membutuhkan konsultasi dalam bidang manajemen keuangan Anda, Anda dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda, terimakasih salam sukses dan sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel selanjutnya.

PERSAINGAN ANTAR SESAMA DISTRIBUTOR DALAM KEMAMPUAN BERSTRATEGI MARKETING TERBAIK ADALAH PEMENANGNYA

Dalam menjalankan proses operasional distributor juga terdapat banyak sekali kendala yang harus dihadapi. Dan kendala-kendala tersebut tidak hanya berasal dari dalam distributor itu saja (kendala internal) melainkan dari luar distributorpun juga sangat banyak sekali (kendala eksternal). Dan kendala yang paling banyak biasanya adalah karena adanya persaingan terhadap penerapan strategi marketing yang berbeda-beda dengan sesama distributor lain dengan produk yang sejenis maupun yang tidak sejenis.

Dari sekian banyak kendala yang bisa dihadapi oleh para distributor ini tentunya akan menjadi satu permasalahan yang seringkali terjadi pada setiap distributor dalam menerapkan strategi marketingnya. Maka dari itu, setiap kendala yang telah dihadapi seperti ini harus secepatnya bisa diselesaikan dengan cara yang lebih bijaksana oleh setiap distributor.

Persaingan diantara sesama distributor seperti ini seringkali terjadi karena adanya perebutan area atau wilayah jangkauan distribusi dengan distributor lainnya. Dan permasalahan sebenarnya tidak hanya terletak pada perebutan area atau wilayah-wilayah saluran distribusi saja, namun juga karena adanya produk lain (produk kompetitor) dari distributor lain. Dengan adanya persaingan yang semakin ketat seperti ini, maka akan semakin menunjukan kemampuan berstragtegi marketing mana diantara para distributor tersebut yang paling terbaik adalah sebagai pemenang yang sesungguhnya dalam upaya untuk menyalurkan produknya terhadap para konsumennya.

Banyak diantara distributor, bahkan beberapa diantaranya adalah distributor besar yang kurang berani dalam mengikuti persaingan atau perang strategi marketing seperti ini yang menyebabkan perusahaan produksi (manufaktur/produsen) produk rela untuk melepaskan ikatan kerjasamanya dengan pihak distributor dan mereka lebih memilih untuk berpindah kepada distributor lainnya yang memiliki kemampuan strategi marketing yang lebih bagus dari distributor sebelumnya. Karena itulah setiap distributor juga harus mampu dalam menghadapi semakin ketatnya persaingan strategi marketing dengan distributor lainnya.

Semakin banyak persaingan dengan distributor lain, maka akan semakin banyak pula berbagai perkembangan yang akan terjadi pada distributor tersebut. Persaingan antar sesama distributor seperti ini akan terjadi jika distributor lainnya telah melakukan pemasaran terhadap produk yang sama dan produk yang memiliki persamaan fungsi dan manfaatnya.

Pada dasarnya, persaingan antar sesama distributor dalam berstategi kemampuan marketing seperti ini adalah agar dapat mengetahui sampai sejauh mana kemampuan pemahaman dari distributor terhadap suatu produk dan kepuasan konsumen itu sendiri. Jika tidak ada persaingan, maka sebuah distributor hanya akan tetap berada pada satu titik saja dan tidak bisa berkembang maupun tidak mengalami kebangkrutan, tidak bisa menjadi semakin lebih baik lagi dari sebelumnya.

Persaingan antar sesama distributor ini juga tidak hanya mampu untuk memberikan dampak yang lebih baik bagi sebuah distributor, namun juga berdasarkan kemampuan marketing bagi setiap masing-masing distributor dapat memberikan dampak yang negatif pula. Hal itu bisa saja terjadi karena setiap distributor akan menjadi semakin banyak yang membuat strategi marketing dengan tujuan agar bisa menjatuhkan distributor lain untuk mengurangi tingkat resiko persaingan dengan distributor yang lebih banyak.

Dan dampak negatif lainnya adalah dalam persaingan ini juga dapat mengakibatkan terjadinya persaingan yang tidak sehat antar sesama distributor. Maka dari itu, agar dapat menghindari hal-hal yang seperti itu, maka setiap distributor harus merancang strategi yang lebih baik dalam melakukan pemasaran dan proses distribusi. Kemungkinan besar yang akan terjadi adalah terjadinya persaingan untuk saling berstrategi dalam menerapkan kemampuan marketing yang lebih baik pada setiap proses distribusi yang lebih sehat dalam mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Maka dari itu sebuah persaingan dalam ilmu marketing itu adalah baik karena memiliki dampak yang lebih positif yang dapat menguntungkan bagi perusahaan dan distributor yang bersangkutan. Dengan semakin tingginya tingkat persaingan, maka setiap distributor akan saling berlomba-lomba dalam mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Persaingan dalam hal kekuatan strategi marketing dari setiap masing-masing distributor ini selanjutnya akan selalu terjadi, dan untuk mempertahankan kepuasan para konsumen terhadap distributor, maka harus selalu dijaga agar para konsumen tidak sampai berpaling kepada distributor lainnya. Karena jika sudah begitu, maka persaingan akan menjadi semakin lebih berat dengan para distributor lainnya. Dari terjadinya persaingan seperti inilah, maka sebuah distributor harus bisa memperbaiki pelayanan dan kinerjanya dan harus tetap mampu dalam mempertahankan kepuasan para konsumen terhadap pelayanan dari distributor tersebut.

Persaingan seperti ini sebenarnya juga tidak hanya terjadi pada setiap masing-masing distributor saja, persaingan dapat terjadi terhadap siapa saja dan organisasi perusahaan apapun. Persaingan antar sesama konsumenpun juga dapat terjadi karena adanya perilaku dan sikap konsumen tersebut yang ingin menang sendiri jika dibandingkan dengan konsumen lainnya.

Namun, tidak ada salahnya bukan jika terjadi sebuah persaingan, melainkan dengan adanya persaingan tersebut yang dapat menyebabkan dampak yang baik-baik saja. Seperti dengan adanya persaingan seperti ini, maka distributor akan semakin dituntut untuk menjadi lebih termotivasi dalam melakukan berbagai perubahan dan inovasi. Baik itu adalah dalam hal kinerja, produk, harga, dan juga pelayanan yang menjadi lebih baik lagi bagi para konsumennya.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang persaingan yang terjadi antar sesama distributor dalam hal kemampuan berstrategi marketing yang terbaik adalah sebagai pemenangnya. Semoga bisa bermanfaat artikel ini, apabila anda membutuhkan informasi mengenai artikel ini lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting dan distributor, mohon bisa hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

Scroll to top