Kategori: Ide Bisnis

TIPS TRANFORMASI FAMILY BISNIS KE PERUSAHAAN BERMANAJEMEN MODERN

Transformasi Bisnis Family ke Profesional

Bisnis Family biasanya para pekerjanya adalah para saudara dan sanak Familiy. Perusahaan menjadi besar karena gotong royong dibesarkan oleh pasukan yang kebanyakan family. Namun setelah generasi pembangun bisnis family ini mulai beranjak usia pensiun, perusahaan menjadi kalang kabut apalagi jika tidak disiapkan dengan baik generasi penerusnya. Bahkan kalau sudah disiapkannyapun umumnya terjadi kendala ketika lakukan peralihan ke generasi berikutnya. Isue yang sering terjadi adalah :

  • Para pekerja generasi pertama masih menganut status quo mereka enggan berubah ke cara kerja baru seperti penggunaan tenologi, manajemen modern, dan cara-cara bisnis baru lainnya dengan gaya yang sudah modern.
  • Generasi baru ingin perusahaan menjadi autopilot, dan kendali tidak secara langsung oleh generasi berikutnya tetapi melalui orang-orang profesional, karena generasi berikutnya memiliki life style berbeda. Oleh sebab itu banyak hambatan dan GAP ketika perusahaan family bisnis ini menuju ke generasi berikutnya. Cara kerja lama dijadikan cara kerja baru selalu ditentang. Misalnya gudang yang dahulunya barangnya tidak teratur, ketika oleh generasi kedua dibuat raking. Ditentang sebab dengan raking memunculkan biaya yang tidak sedikit investasinya bahkan milliaran rupiah. Oleh sebab itu kalau generasi berikut tidak tahan mental, akan gagal menjalankan perbaikan gudang supaya rapi, efisien dan efektif.

Apabila generasi lama bekerja secara manual, ketika generasi baru bekerja secara teknologi dengan menggunakan software accounting atau pay roll HRD, generasi lama menentangnya. Atau kendala mereka gaptek sehingga tidak mampu mengoperasikan ketika diminta mengoperasikan kesulitan. Dinamika ini cukup menyulitkan bagi generasi lama sehingga proses transfer ke generasi ke dua jadi kesulitan.

Apa yang harus dilakukan kalau sudah seperti ini? Banyak hal yang harus dilakukan untuk pekerjaan seperti ini. Perusahaan mulai mengindentifikasi Visi dan misi perusahaan bahkan memperbaruinya. Apabila hal ini ditemukan maka generasi lama wajib mengetahui perubahan visi dan misi perusahaan. Dan apabila visi dan misi tetap, perlukah ditunjang dengan manajemen modern. Jika visi dan misinya sangat kuat dan memang memerlukan manajemen modern. Maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah mendesain manajemen menjadi modern. Dengan langkah-langkah:

  1. Memantapkan visi dan misi perusahaan.
  2. Membuat struktur Organisasi perusahaan sesuai dengan struktur organisasi professional, yang antara lain ada manager yang diberikan tanggung jawab terhadap pengelolaan perusahaan.
  3. Membuat job descripsion sesuai dengan manajemen modern yang mulai mengoperasikan software accounting atau software Pay roll HRD sampai lain-lainnya.
  4. Menyusun dokumentasi untuk SOP perusahaan. Mulai dari SOP keuangan, SOP Gudang dan logistic, SOP pembelian, SOP Penjualan, SOP Accounting, SOP SDM, dan lainnya.
  5. Menyusun Peraturan perusahaan yang terakses ke Depnaker.
  6. Membuat Intruksi Kerja sesuai dengan Software yang dipakai.
  7. Menyusun penilaian Karyawan dengan membuat KPI masing-masing personal dan diterjemahkan ke KPI departemen.

Dari apa yang dibuat diharapkan dapat menjadikan perusahaan menjadi manajemen yang autopilot. Transformasi ini amat sulit dilakukan apabila tidak disertai dengan pelatihan-pelatihan yang cukup, mulai pelatihan pembangunan karakter pekerja, service excellence, komunikasi, penjualan, team work, managerial skill, dan lainnya dimana training-training itu mengasah para pekerja untuk menjadi professional.

Pembaruan manajemen tidak lepas dari pembaruan skill, knowledge dan attitude dari para karyawan yang ada di perushaan. Oleh sebab itu mengubah pola kerja dalam organisasi tidaklah mudah perlu asahan-asahan yang sangat berarti.  Organisasi yang berubah tentunya organisasi yang harus dibentuk setahap demi setahap. Oleh sebab itu agar transformasi mulus diperlkukan banyak sentuhan.  Tidak hanya di sisi teknologi tetapi juga karakter dari manusia-manusia yang bekerja.

Semoga artikel ini membantu pembaca, apabila pembaca membutuhkan batuan dalam melakukan transformasi dari manajemen konvensional ke manajemen modern, membutuhkan software accounting dan Pay roll HRD. Silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN SYSTEM FRANCHISE RITEL MODERN ANDA?

Soft oppening Stone Mart Surabaya

Ritel modern(Minimarket/Supermarket/toko modern) bisa saja kita Franchise-kan dengan baik. Seperti yang diketahui dalam penyebaran produk agar dikenali konsumen secara luas adalah memperbanyak saluran pemasaran. Gerai adalah salah satu saluran pemasaran yang bisa dipakai dalam menyebarkan produk kita hingga diterima konsumen yang membelinya. Seperti kasat mata yang sekarang ini terlihat adalah Alfamart dan Indomart yang Franchisenya bertebaran kemana-mana? Ingin seperti itu ritel modern anda? Tentunya bisa.

Ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum melakukan Franchise dengan baik. Persiapan itu bisa bentuknya system informasi, manajemen, SDM dan legalitas. Mari kita urutkan persiapan satu persatunya.

  1. Sistem informasi adalah sangat penting dalam mempersiapkan ritel modern yang sedang kita akan Franchise-kan. Sistem informasi ini bisa meliputi software akuntansi, POS (Point of Sales), Software HRD & Pay Roll, Mesin absensi. Ini yang biasa dipakai dalam system informasi manajemen. Kegunaan dan manfaatnya adalah untuk mengetahui informasi penjualan, laporan keuangan, kedisiplinan karyawan, penggajian karyawan. Hal sangat vital jika kita memiliki partner kerja sama di seluruh Indonesia tetapi system informasi ini tidak dimiliki oleh seorang pemilik bisnis ritel yang di-franchis-kan.
  2. Siapkan system manajemen yang dibutuhkan untuk Ritel modern yang akan disfranchise-kan seperti mulai struktur organisasi, job description, SOP yang dibutuhkan, aturan perusahaan, KPI dan lainnya yang merupakan perangkat dari system manajemen. Sistem manajemen ini sangat terkait erat dengan system informasi yang digunakan. Apabila dikerjakan terpisah dan tidak sesuai dengan alur system manajemen dan software, maka system manajemen ini tidak bisa jalan dengan semestinya. Mintalah nasihat atau pembimbingan pada konsultan system manajemen yang sudah bekerja dan set up system manajemen yang mengacu pada system Informasi di bidang ritel.
  3. Rekrutmen SDM yang mumpuni dan bisa mengoperasikan secara kesuluruhan  dari ritel modern yang dibangun. SDM ini sangat penting untuk keberlangsungan sebuah ritel modern yang akan dikembangkan sebagai perusahaan yang berorientasi usaha waralaba. Nah, tentunya perlu recruitment yang cukup baik. Panduan dalam rekrut dan SOP HRD sangat penting dalam hal ini untuk memandu agar bisa mendapatkan SDM yang cukup baik dalam pengelolaan ritel modern yang akan di-waralabakan. 
  4. Terakhir adalah legalitas, sebaiknya kita memikirkan legalitas sebelum me-launching ritel modern yang kita miliki. Legalitas ini terdiri antara lain Perjanjian kerja sama waralaba, dan perjanjian kerja sama dengan karyawan, perjanjian kerja sama dengan tenant, serta lainnya yang secara legalitas bisa dibuat sedemikian rupa dengan bantuan ahli hukum, yang mengurus legalitas. Selain legalitas kerja sama, legalitas untuk badan usaha itu sendiri mesti diurus dengan tuntas. Jadi ini sangat penting sebelum melebarkan sayap ke seluruh Indonesia.
  5. Langkah berikut adalah melakukan pemasaran wara laba kita dengan mendirikan divisi marketing untuk hal ini, agar target pembukaan gerai dalam setiap tahun bisa tercapai targetnya. Lengkapilah orang-orang marketing dengan prosedur kerja sama dengan investor yang jelas. Dokumentasikan semua visual mengenai gerai yang ada untuk membantu agar investor bisa mempertimbangkan join atau tidak dan perkiraan profit setiap bulan dan tahun juga penting hal ini diinformasikan, serta pengembalian modal usaha dalam jangka 3 tahun, 5 tahun atau 10 tahun. Jika semua ini clear maka kemungkinan perusahaan yang sedang kita franchise-kan banyak diminati oleh investor.

Silahkan mencoba lagkah-langkah diatas. Apabila membutuhkan bimbingan dalam set up manajemen, system informasi teknologi, prerekrutan SDM dan legalitas hubungi 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu. Atau via email ke groedu@gmail.com Terima

PERSIAPAN MENDIRIKAN MINIMARKET, SUPERMARKET ATAU TOKO MODERN

Ketika kita hendak membuka usaha minimarket/supermarket/toko, persiapan apa yang mesti dilakukan? Sering kali pemilik bisnis yang paling diingat adalah bangunan atau lokasi usaha, modal dan SDM. Tetapi hal-hal yang lebih detail seringkali dilupakan. Karena hal detail dilupakan maka seringkali kegagalan bukan pada saat operasional tetapi justru diawal buka usaha, usaha gagal lebih dahulu karena persiapan yang kurang matang atau tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam menyiapkan suatu usaha.

Pernah suatu waktu terjadi perusahaan bangkrut karena ketika buka usaha tidak tepat atau karena kurang persiapan yang matang. Nah, agar tidak mengalami kerugian akibat kurang persiapan dalam usaha sebaiknya ikuti langkah-langkah di bawah ini.

Sebelum minimarket/supermarket/toko yang kita buka dioperasinalkan sebaiknya cek terlebih dahulu kesiapan Sumber daya manusia yang akan menjalankan usaha. Oleh sebab itu pangkal awal agar mendapatkan SDM yang cukup baik,  maka yang harus disiapkan adalah system manajemen terlebih dahulu. Apa yang dimaksud dengan system manajemen? Sistem manajemen adalah landasan awal suatu usaha akan dioperasionalkan. Silahkan membuat struktur organisasi sehingga kita mengetahui SDM apa saja yang dibutuhkan dalam mengoprasikan usaha. Selain itu spesifikasi SDM seperti apa harus ditentukan agar tidak jauh dari harapan SDM yang direkrut. Lalu apa saja pekerjaan dan job mereka.

Berikutnya adalah Standard operasional usaha seperti apa? Hal ini tentu saja tidak bisa dihindari sebab standard operasional adalah bagian penting agar operasional usaha benar-benar memiliki aturan main yang jelas. Dalam standard operasional dibutuhkan aliran dokumen yang digunakan dalam beroperasi.

Serta agar pekerjaan menjadi sistematis, maka dibutuhkan software POS dan accounting yang mendukung laporan keuangan perusahaan. Bagian ini sering dilupakan. Sering pemilik usaha hanya menggunakan POS saja sehingga tidak memiliki laporan keuangan, dan tidak mengetahui bahwa usaha yang dibangun ternyata tidak profit. Ini penting disiapkan, serta pilihlah software accounting yang sesuai agar perusahaan berjalan dengan baik.

Sebelum ini semua disiapkan, tentunya perlu pula menyiapkan lay out toko agar toko bisa memiliki atsmosfir yang cukup baik. Mulai penataan produk, suasana toko yang dilengkapi dengan music dan jinggle. Keramah tamahan para SDM yang ada di toko dan seragam yang digunakan. Nampaknya ini belum cukup, masih ada lagi yang berkaitan dengan strategi penjualan yaitu program-program penjualan dan lainnya. Kalau mau diurutkan dan disingkat sebelum membuka usaha siapkan terlebih dahulu :

  1. Struktur Organisasi, Job des dan job spec, SOP, Intruksi kerja dan tata tertib.
  2. Software POS yang terintegrasi dengan software accounting.
  3. SDM sesuai spesifikasi.
  4. Infrastruktur yang antara lain : lay out , suasana toko, program penjualan toko.
  5. Web site usaha untuk mendukung penjualan.

Poin-poin di atas hal paling mendasar yang perlu disiapkan. Untuk yang lain lebih detail tentunya akan diketahui setelah usaha berjalan dan memerlukan trial dan error. Lalu jika tidak ingin trial dan error yang kadang menghabiskan biaya, sebaiknya hubungi konsultan ritel yang expert dibidang ini yang mengetahui detail dari persiapan pembukaan minimarket/supermarket/toko. Melalui konsultan yang berpengalaman, persiapan set up usaha akan dilakukan dengan baik. Semoga artikel ini bermanfaat. Apabila bapak/ibu membutuhkan pembimbingan dalam pembukaan minimarket/supermarket/toko sebaiknya hubungi kami di 081-8521172 atau 081-252-982900. Email ke groedu@gmail.com kami siap membantu. (Frans M. Royan)

 

 

MENCARI SOFTWARE POS YANG TERINTEGRASI DENGAN SOFTWARE ACCOUNTING

Masih banyak yang belum paham dengan cara kerja software POS dan software accounting. Rata-rata mereka mengira software ini sama saja. Software POS sebenarnya software untuk bagian depan suatu usaha. Misalnya ritel modern, toko, restoran dan kegiatan bisnis yang sifatnya penjualan tunai dan produk disediakan di satu gudang saja. Satu gudang itu bisa barang yang ada di display toko saja. Atau barang yang letaknya ketika sebuah bisnis beroperasi. Software POS memiliki manfaat :

  1. Mencetak invoice penjualan tunai.
  2. Pencatatan stok di lokasi usaha, sebab transaksi penjualan baru bisa dilakukan apabila ada stok di lokasi usaha.
  3. Pembelian ke supplier.
  4. Penerimaan barang di lokasi usaha.
  5. Tersambung dengan barcode scanner.

 

Software POS tidak memiliki Fitur accounting sebab tugasnya adalah untuk penjualan saja baik di toko/gerai atau lokasi usaha. Cara kerja software POS bisa berdiri sendiri. Tetapi ada juga POS yang sudah terintegrasi dengan software accounting. Oleh sebab itu sebaiknya kita mulai memahami penggunaan POS ini. Apabila kita hanya membutuhkan fitur penjualan dan inventory maka penggunaan software POS sudah cukup. Tetapi kalau kita membutuhkan laporan keuangan, maka sebaiknya memakai software POS yang terintegrasi dengan software accounting.

Bagaimana kita memulai mencari software accounting yang terintegrasi dengan software POS? marilah coba kita menganalisa proses bisnis yang ada di perusahaan. Apabila di perusahaan ada proses bisnis selain penjualan dan inventory, seperti proses bisnis dibawah ini:

  1. Di perusahaan penyimpanan barang di banyak Gudang.
  2. Perusahaan membutuhkan laporan keuangan : Neraca, Rugi laba, Arus kas, Jurnal, dan lainnya.
  3. Di perusahaan terdapat transaksi yang sifatnya kredit.
  4. Di perusahaan memiliki salesman yang keliling.
  5. Di perusahaan terdapat aktivitas pengiriman barang ke customer.
  6. Di perusahaan terdapat penggunaan Kas kecil dan kas besar.
  7. Di perusahaan terdapat aktivitas pemberian insentif kepada sales force.
  8. Di perusahaan terdapat banyak toko atau kantor cabang.
  9. Di perusahaan terdapat perhitungan pajak : PPN, PPH 21, PPH 23, PPH 25.
  10. Dan lainnnya.

Maka sebaiknya carilah software POS yang terintegrasi dengan software accounting. Dengan menggunakan software accounting, perusahaan bisa selain beraktivitas penjualan tunai di toko/gerai. Juga bisa beraktivitas penjualan kredit melalui sales force. Selain itu perusahaan juga akan memperoleh laporan keuangan yang dibutuhkan.

Nah, saat ini banyak perusahaan melakukan penjualan software POS yang terpisah dengan software accounting. Sering software POS tidak nyambung dengan software accounting merek lain, sehingga kalau terpaksa memakai kedua-duanya, sering kali harus ada proses input ulang. Contohnya kalau kita memiliki gerai/toko, software POS bisa untuk penjualan tunai saja. Laporan penjualan tunai kemudian diinput ulang di software accounting supaya perusahaan bisa mendapatkan laporan keuangan. Sejauh ini, hal ini memang bisa dilakukan, tetapi apabila kita bisa mendapatkan software accounting yang dilengkapi dengan software POS, maka aktivitas in put ulang dengan sendirinya tidak perlu lagi, sebab software POS sudah terintegrasi dengan software accounting. Dalam hal ini data tersinkronkan secara otomatis.

Semoga artikel ini bermanfaat, apabila pembaca membutuhkan layanan pendampingan dalam implementasi software accounting dan pembuatan SOP keuangan. Silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu.

Scroll to top