Kategori: Informasi Teknologi

BEBERAPA HAL YANG MENYEBABKAN SEORANG AKUNTANSI HARUS MENGALAMI BANYAK TEKANAN BERAT (STRESS) DITEMPAT KERJA

Terjadinya stress yang berkepanjangan di tempat kerja seringkali terjadi dan paling banyak dirasakan oleh para tenaga kerja akuntan internal perusahaan dan lembaga keuangan. Seorang akuntan biasanya lebih rentan untuk mengalami stres karena pekerjaannya yang berhubungan langsung dengan keuangan dan lebih menuntut untuk adanya tingkat ketelitian yang lebih tinggi diatas rata-rata. Bahkan tidak jarang juga mereka harus bekerja lembur agar bisa menyelesaikan berbagai tugas-tugas kantor yang begitu kompleks.

Banyak diantara para akuntan yang harus mengalami stres berkepanjangan di tempat kerja, dan hasil akhirnya adalah hanya akan ada dua alternatif pilihan bagi mereka, yaitu: lebih memilih untuk resign (mengundurkan diri) karena merasa terlalu jenuh dengan pekerjaannya untuk mencari suasana baru yang agak berbeda dari sebelumnya atau tetap memilih untuk bertahan namun dengan adanya pengecualian untuk dilakukannya kegiatan rotasi pekerjaan.

Lalu menurut Anda apa sajakah bentuk-bentuk stres kerja yang banyak terjadi pada seorang akuntan? Berikut ini adalah sedikit penjelasan dari praktisi software akuntansi tentang apa saja yang biasanya menjadi penyebab utama terjadinya stress kerja bagi seorang tenaga akuntan perusahaan.

1. Dituntut untuk terus berkompetisi dengan deadline laporan.

Begitu banyak faktor penekan utama yang sangat berpotensi besar untuk menyebabkan terjadinya stress berkepanjangan pada lingkungan kerja. Bekerja sebagai seorang akuntan memang juga tidaklah mudah. Selain harus menghadapi berbagai tugas-tugas yang begitu rumit dan kompleks serta sangat menguras daya pemikiran, profesi ini juga harus selalu dihadapkan dengan berbagai tantangan lainnya, seperti deadline.

Semakin meningkatnya berbagai kebutuhan transparansi dan laporan keuangan perusahaan dengan tepat waktu juga menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan banyak diantara para akuntan tersebut harus mengalami stres kerja begitu berat. Membuat laporan keuangan seperti halnya neraca keuangan, laporan arus kas, laporan laba rugi dan berbagai laporan-laporan lainnya sering kali terlalu banyak menyita waktu jika semuanya harus dilakukan satu per satu.

Berbagai tekanan dan desakan waktu semakin menjadikan seorang akuntan juga seringkali diharuskan untuk lembur kerja agar dapat menyelesaikan semuanya dengan tepat waktu. Sebisa mungkin stres kerja yang paling banyak dialami oleh seorang akuntan harus ditangani secepatnya agar tidak sampai menyebabkan terjadinya dampak negatif. Misalnya saja seperti pekerjaan menjadi semakin kacau, kinerja yang semakin lama semakin melemah dan lain sebagainya.

2. Beban kerja yang terlalu berlebihan.

Banyak hal yang bisa mempengaruhi seorang akuntan, sehingga mereka harus mengalami stres berkepanjangan di tempat kerja. Dan salah satu penyebab utamanya adalah karena beban kerja dari seorang akuntan yang terlalu berlebihan atau overload. Misalnya, seorang akuntan yang diharuskan untuk melakukan rekonsiliasi transaksi pada pencatatan dengan rekonsiliasi rekening bank, selalu memantau arus laba rugi, depresiasi asset, mencatat hutang piutang, dan transaksi harian dari perusahaan. Selain itu, seorang akuntan juga harus bertanggungjawab untuk menghitung profit, sales order, invoice, laporan pajak bisnis, sampai dengan pencatatan stock opname.

Seringkali yang terjadi adalah SDM tenaga akuntan di perusahaan dan beban kerja yang harus mereka lakukan sangat tidak seimbang. Banyak juga diantara para akuntan tersebut yang mengerjakan  tugas-tugas sampai melebihi kapasitasnya. Beban kerja dari seorang akuntan yang terlalu berlebihan seperti ini seringkali sangat mengganggu produktivitas dan mampu menurunkan kinerja mereka. Hal seperti ini tentunya harus segera diantisipasi agar segala tugas-tugas yang ada dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin dan tidak sampai menjadikan perusahaan harus mengalami kerugian yang lebih fatal.

3. Semakin kompleksnya penyusunan laporan keuangan perusahaan.

Semakin meningkatnya tingkat kompleksitas dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan juga dapat memicu seorang akuntan untuk mengalami stres. Setiap harinya, seorang akuntan harus berurusan dengan angka-angka nominal uang yang tidak terlihat dan harus membuka banyak sekali sheet-sheet laporan.

Menghadapi terlalu banyaknya tumpukan berkas-berkas keuangan perusahaan yang harus dihitung dan diinput secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel seringkali lebih menyulitkan dan terlalu menguras banyak waktu dan pikiran. Selain itu, seorang akuntan juga harus menghafal berbagai rumus-rumus Excel beserta bagaimana cara untuk mengoperasikannya dengan sangat teliti agar tidak sampai terjadi kesalahan sedikitpun. Standar laporan keuangan untuk saat ini juga jauh lebih banyak menjadi principled-based, bukan ruled-based lagi.

4. Adanya tekanan kerja dan berbagai kesibukan.

Pekerjaan seorang akuntan yang mengharuskannya untuk bekerja di kantor dengan jam kerja standar, yaitu pukul sembilan pagi sampai dengan jam lima sore. Namun, jika sedang banyak tugas dan juga deadline yang terlalu ketat akan mengharuskan seorang akuntan untuk bekerja lembur, bekerja di luar jam kerja normal, bahkan masih harus bekerja pada saat weekend. Menjadi bagian terpenting dari penggerak utama dari perputaran roda perusahaan juga menjadikan seorang akuntan harus memikul tanggungjawab yang lebih besar daripada karyawan bagian lainnya. Hal ini tentu saja malah menjadikan tekanan kerja dari seorang akuntan semakin berlipat ganda.

Berada dalam kondisi selalu merasa tegang seperti ini sangat berpotensi untuk menjadikan seorang akuntan semakin kelelahan, stamina akan semakin menurun, terlalu mudah untuk jatuh sakit, dan menjadi lebih sulit untuk berkonsentrasi. Seorang akuntan harus mampu dalam meng-handle stres yang dimilikinya sendiri agar tidak sampai mengganggu kenormalan dari berabgai aktivitas kerja di perusahaan. Karena jika keadaan stress semakin mempengaruhi pekerjaannya, maka bukan tidak mungkin akan semakin banyak terjadi kesalahan dalam proses pembukuan keuangannya yang akan berakibat pada kerugian bagi perusahaan.

5. Tekanan dari kelanjutan sertifikasi profesi akuntan.

Dalam upaya agar dapat terus memenangkan persaingan, untuk saat ini para akuntan di Indonesia semakin dituntut untuk terus lebih meningkatkan kompetensinya. Misalnya seperti harus memilki sertifikasi kompetensi yang sudah diakui oleh internasional, seperti:

• Sertifikasi CPA (Certified Professional Accountant).
• CMA (Certified Management Accountant).
• CFA (Chartered Financial Accountant).

Semuanya juga berlaku secara internasional, beberapa sertifikasi tersebut sangat dibutuhkan sebagai bukti bahwa akuntan tersebut sudah memiliki kompetensi yang berstandar internasional. Pendidikan lanjutan setelah menuntaskan S1 Akuntansi juga terbilang sangat mahal dan bisa disetarakan dengan pendidikan lanjutan kedokteran. Profesi dari seorang akuntan juga tidak cukup jika hanya mengandalkan kompetensi yang hanya biasa-biasa saja atau sekadar memenuhi persyaratan minimal pendidikan profesionalisme berkelanjutan (PPL). Hal ini juga menjadi salah satu penyebabnya mengapa seorang akuntan sangat rentan untuk mengalami stres kerja.

Dan sekarang Anda sudah mengerti bukan mengapa profesi sebagai seorang akuntan sangat rentan sekali untuk mengalami stres kerja pada internal perusahaan. Namun Anda juga tidak boleh merasa terlalu cemas karena untuk saat ini sudah sangat banyak software akuntansi, terutamanya adalah yang sudah berbasis online yang mampu membantu segala pekerjaan pembukuan Anda. Semua fitur-fitur pembukuan sudah banyak tersedia dengan sangat lengkap, tidak perlu lagi harus kerja ekstra keras sampai lembur dan membuat laporan-laporan keuangan yang terlalu banyak bertumpuk-tumpuk. Hanya tinggal menyalin berkas yang ada ke dalam software, maka selanjutnya dalam hitungan detik laporan keuangan perusahaan Anda akan langsung tersaji dengan cepat akurat dan juga sangat lengkap. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses.

Apabila pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam dari rasio perputaran persediaan dan membutuhkan konsultasi, pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.
Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya.

ARTI PENTINGNYA PENGEMBANGAN JALUR KARIR (CAREER PATH) BAGI PERUSAHAAN DAN KARYAWAN YANG BERSANGKUTAN

Pengembangan karir bagi para karyawan di perusahaan memang sangat penting untuk dilakukan, sebagai salah satu faktor utama dalam mendorong motivasi kerja dari karyawan itu sendiri. Jenjang karir yang lebih jelas tentu saja akan dapat menjadikan karyawan semakin mengetahui tentang bagaimana sebuah perusahaan dalam menghargai kinerja mereka untuk kurun waktu tertentu. Namun sayangnya, dan implementor software akuntansi sendiri menyadari bahwa beberapa dari perusahaan-perusahaan di Indonesia masih ada yang cenderung terlalu mengabaikan betapa pentingnya pengembangan career path (jalur karir) bagi karyawannya sendiri seperti ini.

Dalam praktek sebenarnya, pengembangan karir juga masih belum memiliki mekanisme yang lebih transparan, sehingga semakin banyak diantara para karyawan yang sudah dimutasikan namun tidak berdasarkan dari jalur karir yang sebenarnya belum benar-benar sesuai dengan kesepakatan. Akan tetapi sebaliknya, para karyawan justru hanya malah mengikuti selembar kertas putih yang bertuliskan Surat Keputusan dari pihak direksi maupun pimpinan yang berwenang. Padahal, untuk pengembangan career path yang dilakukan secara internal dan berjenjang seperti ini dapat semakin mengoptimalkan talenta-talenta muda yang sebelumnya sudah ada diperusahaan.

Misalnya, jika seorang karyawan sejak dari awal sudah mendaftar dalam program management development program (program pengembangan manajemen), biasanya jenjang karir yang harus dilaluinya akan lebih mempersiapkan dirinya untuk masuk ke dalam jajaran manajemen internal perusahaan. Namun, jika dulunya langsung melamar pekerjaan pada posisi tertentu, maka karirnya akan menjadi naik sesuai dengan alur dari jabatan tersebut. Sebagai contoh, jika sejak dari awal dia sudah melamar sebagai junior writer (penulis junior)  di perusahaan media digital, maka dia masih memiliki kesempatan untuk naik jabatan menjadi senior writer, junior editor, senior editor, sampai dengan head of editorial.

1. Memahami career path dari setiap masing-masing karyawan dengan lebih baik.

Career path (jenjang karir) didefinisikan sebagai satu rangkaian posisi yang harus dilalui oleh setiap masing-masing karyawan untuk mencapai tingkatan posisi tertentu yang lebih tinggi pada internal perusahaan. Biasanya, career path ini disusun berdasarkan profil dari kompetensi posisi  yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menjabat suatu posisi tertentu.

Jenjang karir yang diharapkan oleh para karyawan biasanya berkembang secara vertikal dan bergerak dari bawah menuju ke atas. Misalnya, memulai bekerja pada usia 21 tahun sebagai fresh graduate, kemudian mengikuti peraturan dan berbagai persyaratan kompetensi yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Barulah kemudian mereka dapat menerima promosi jabatan dan adanya penyesuaian remunerasi dan pensiun pada posisi puncak di perusahaan.

2. Mendiskusikan rencana karir dan jenjang karir secara lebih terbuka.

Pengembangan karir untuk karyawan pada dasarnya bukanlah tanggungjawab perusahaan atau atasan, namun justru adalah tanggungjawab dari si karyawan itu sendiri. Karena jenjang karir yang masih ada di perusahaan yang nantinya akan dia dapatkan juga masih bergantung pada bagaimana kompetensi dari karyawan itu sendiri. Karena itulah, menjadi sangat penting bagi Anda dan karyawan yang bersangkutan untuk selalu berdiskusi dengan lebih terbuka tentang perencanaan karir yang diinginkan, serta jenjang karir yang sudah tersedia saat ini.

Setidaknya Anda dapat menginformasikan terhadap para karyawan tentang berbagai kemungkinan-kemungkinan dalam hal pengembangan karir yang sudah ada di perusahaan. Mintalah para karyawan tersebut untuk mempertimbangkan tentang pilihannya untuk berusaha terus berkembang dalam perusahaan. Pertimbangkan pula tentang bagaimana karyawan tersebut ingin melihat kemajuan karirnya dalam perusahaan.

3. Manfaat pengembangan karir bagi perusahaan dan karyawan.

Seperti yang sudah dijelaskan sejak dari awal artikel ini, bahwa pengembangan karir dapat menjadikan para karyawan menjadi semakin lebih termotivasi dalam meningkatkan kinerja mereka. Dengan terus melakukan pengembangan sama saja dengan terus memperbaiki dirinya sendiri. Dari perbaikan tersebut, karyawan akan menjadi semakin lebih mengenal passionnya dengan lebih baik. Perusahaanpun menjadi lebih mudah dalam melakukan mapping karyawan yang sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

Karyawan yang mampu dalam mengembangkan karirnya sendiri dengan lebih baik secara otomatis akan berhubungan langsung dengan orang-orang baru pada level yang sama pada perusahaan lain.  Dengan demikian, maka mereka dapat saling bertukar pikiran atau saling berdiskusi dalam pengembangan kerja sama dari bisnis perusahaan. Program pengembangan karir karyawan memiliki dampak untuk jangka panjang dalam memberikan efektivitas kerja bagi perusahaan.

4. Menekan biaya pelatihan SDM.

Dengan cara melakukan pengembangan karir karyawan, maka tentu saja kualitasnyapun akan menjadi semakin meningkat. Tentu saja, peningkatan seperti ini dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan. Karena, setiap karyawan yang telah memperoleh pelatihan serta mengikuti semua seminar dan workshop akan mendapatkan banyak sekali pengetahuan-pengetahuan baru. Pengetahuan seperti inilah yang harus bisa diimplementasikan bagi perusahaan.

Implementasi tersebut dapat dilakukan oleh fasilitator internal perusahaan sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Bayangkan saja, jika perusahaan Anda mengirimkan dua orang karyawan terbaiknya dan mengajarkannya kembali kepada seluruh karyawan lainnya, maka hal ini tentu saja akan dapat secara lebih efektif semakin menekan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk pengembangan SDM nya, bukan?

5. Suasana kerja yang semakin menjadi lebih sehat dari sebelumnya.

Karyawan yang sudah diberikan kesempatan agar dapat menaiki jenjang karir yang lebih baik akan melihat hal tersebut sebagai sebuah bentuk jaminan tenang kesejahteraan yang nantinya akan diberikan oleh perusahaan kepadanya. Jika setiap individu di perusahaan Anda merasa sudah puas, maka suasana kerja akan menjadi semakin lebih sehat dan lebih kondusif. Dan tentu saja hal seperti ini akan menjadikan perusahaan semakin lebih mudah dalam mewujudkan visi dan misi yang sudah ada.

Pengelolaan career path yang baik berguna juga untuk mempengaruhi kelancaran bisnis, karena posisi yang tersedia dapat juga diisi oleh karyawan dengan kompetensi terbaiknya dan yang paling sesuai. Karena itulah, pengembangan karir juga harus terus dilakukan secara berkala. Dalam hal pengembangan career path bagi karyawan tentu saja perusahaan juga membutuhkan adanya sumber-sumber pengelolaan database HR yang lebih maksimal. Melalui penggunaan software HR dan Payroll, maka perusahaan akan dapat melakukan proses otomatisasi dalam banyak hal, mulai dari proses direktori karyawan sampai dengan urusan promosi dan mutasi karyawan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Selain itu, layanan dari software HR dan Payroll juga lebih memungkinkan bagi perusahaan untuk mengevaluasi dan memperpanjang masa kontrak kerja dengan semakin lebih mudah.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BAGAIMANA SEBUAH SOFTWARE AKUNTANSI BERPERAN PENTING DALAM MEMBANTU PIHAK MANAJEMEN UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN BISNIS YANG LEBIH TEPAT

Praktisi software akuntansi menyadari, bahwa laporan akhir tahun dalam suatu perusahaan merupakan hal terpenting sebagai suatu alat untuk mengukur kinerja serta tentang bagaimana kondisi keuangan dan operasional dari sebuah perusahaan, karena dengan adanya laporan keuangan yang lebih tepat dan akurat, maka akan semakin mempermudah pihak manajemen dalam hal pengambilan sebuah keputusan bisnis bagi perusahaan untuk kedepannya.

Pada zaman yang sudah serba modern seperti sekarang ini, sudah sangat banyak sekali perusahaan-perusahaan yang menyediakan produk-produk software akuntansi yang bisa membuat sebuah laporan keuangan secara otomatis dan semakin lebih cepat serta dibuat hampir seluruhnya disesuaikan dengan standar akuntansi yang masih berlaku saat ini, sangat jauh berbeda apabila dibandingkan dengan menggunakan pencatatan laporan keuangan dengan cara manual (konvensional) yang setidaknya masih membutuhkan waktu yang jauh lebih lama dengan tingkat keakuratan data-data yang sangat rendah.

Sekarang coba Anda bandingkan dengan penggunaan software akuntansi, waktu yang Anda butuhkan untuk membuat sebuah laporan keuangan menjadi jauh lebih efisien karena biasanya sebuah software akuntansi dibuat bertujuan untuk semakin mempermudah para usernya dalam membuat laporan kauangan bagi perusahaannya.

hanya cukup dengan menginput berbagai transaksi-transaksi mereka, maka laporan keuanganpun dengan seketika akan langsung terbentuk, otomatis menjurnal, langsung memposting kebuku besar, selanjutnya ke dalam buku pembantu bahkan langsung membentuk laporan laba rugi dan neraca bisa langsung dilihat setalah transaksi selesai diinputkan.

Tentu saja hal seperti ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan, karena bisa dengan cepat mengambil sebuah keputusan dari berbagai data-data yang sudah dihasilkan oleh sebuah software akuntansi yang telah digunakan oleh perusahaan. Penggunaan software akuntansi memang sangat besar manfaatnya bagi perusahaan, baik itu adalah dalam hal penyajian laporan keuangan bulanan (per kwartal), sampai untuk penyajian dari laporan akhir tahun atau laporan tahunan secara cepat, tepat dan akurat.

Hal seperti ini akan menjadi salah satu nilai tambah tersendiri bahwa sebuah perusahaan yang menginginkan penyajian laporan keuangan yang lebih cepat, tepat dan akurat sudah saatnya untuk bermigrasi yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan proses pencatatan transaksi dan penjurnalan secara manual (konvensional) untuk menuju pencatatan yang sudah serba digital dan terintegrasi dengan seluruh proses bisnisnya untuk menghasilkan data-data keuangan yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya dan bisa untuk dijadikan sebagai dasar alat utama untuk pengambilan keputusan dengan lebih baik.

Dari berbagai penjelasan di atas, sekarang sudah sangat jelas sekali bahwa sebuah software akuntansi yang saat ini sudah banyak berkembang sangat mampu dalam memberikan berbagai manfaat yang begitu besar dalam hal penyajian laporan keuangan, baik yang bersifat bulanan (tutup buku bulanan) maupun yang bersifat tahunan (tutup buku tahuan), termasuk juga dengan laporan akhir tahun, secara lebih jelas dan akurat sehingga bagi pihak-pihak yang berkepentingan  terhadap laporan keuangan tersebut merasa benar-benar sangat diuntungkan dalam hal pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat bagi perkembangan perusahaan dimasa mendatang.
Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MAMPUKAH ANTARA PROGRAM ERP DAN SOFTWARE ACCOUNTING SALING TERINTEGRASI DALAM SATU KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN

Tahukah Anda tentang apa itu program ERP? Dalam dunia IT (Informasi Teknologi) ERP merupakan kepanjangan dari Entrerprise Resources Planning (Perencanaan Sumber Daya Perusahaan), yang berbentuk sebagai perangkat lunak untuk mendukung terhadap keseluruhan dari proses bisnis dan transaksi-transaksi yang juga sudah mencakup ruang lingkup dari industry manufakturing, marketing, finance, personalia, dan juga lain sebagainya.

Namun kali ini praktisi software accounting tidak akan membahas yang terlalu jauh tentang bagaimana seluk beluk dari program ERP tersebut, melainkan hanya akan lebih berfokus untuk membahas tentang bagaimana program ERP ini apakah dapat saling terintegrasi dengan penggunaan software accounting, atau malah sebaliknya. Yaitu untuk menggeser keberadaan dari software accounting pada kegiatan operasional perusahaan.

Nah, berawal dari tujuan utama dari penerapan program ERP seperti ini adalah untuk mengintegrasikan antara keseluruhan dari sistem-sistem yang ada dalam internal perusahaan, dimana perusahaan juga harus tetap untuk melakukan perencanaan-perencanaan yang cukup matang dalam mempersiapkan program ERP nya sendiri.

Keberhasilan dalam hal menerapkan program ERP bagi perusahaan ini harus diawali dan diakhiri pula dengan adanya fungsi akuntansi yang cukup memadai pada operasional perusahaan. Mulai dari pembuatan akun-akun untuk penjurnalan, buku besar, validasi saldo sampai dengan kemampuan dalam menghasilkan laporan keuangan dan jenis laporan-laporan pendukung lainnya. Namun pada dasarnya sistem dari program ERP yang bagus dan berkualitas baik tentunya harus sudah tersedia dan setidaknya sudah terintegrasi dengan software/program akuntansi yang lebih kompetible dan dengan sistem penggunaan yang cukup user friendly.

Modul-modul akuntansi yang juga harus tersedia dalam sistem ERP sendiri juga berfungsi untuk mengelola berbagai pencatatan-pencatatan dan untuk mengolah transaksi-transaksi akuntansi dalam bidang yang lebih bersifat fungsional seperti halnya untuk melakukan pross penghitungan gaji karyawan, mengelola hutang-piutang perusahaan, proses stock opname, berbagai fasilitas-fasilitas laporan-laporan pendukung lainnya.

Dan pada akhirnya laporan-laporan tersebut juga akan akan lebih mengarah mengarah kembali ke dalam buku-buku besar agar bisa untuk dianalisa kembali. Sehingga untuk memilih sistem ERP dengan menggunakan fungsi software juga menjadi sangat penting bagi keseluruhan proyek-proyek yang dilakukan.

Pada dasarnya sistem ERP adalah untuk menerapkan pembagian per modul dimana setiap modul-modulnya memiliki fungsi dan juga jenis transaksinya sendiri. Maka dari itu sangat tidak dianjurkan bagi perusahaan untuk memiliki modul-modul ERP yang terpisah-pisah, karena seperti yang sudah dijelaskan dari awal bahwa sebenarnya tujuan utama dari dikembangkannya program ERP adalah untuk mengintegrasikan antara seluruh sistem informasi yang berada dalam perusahaan dengan berbagai kegiatan operasional yang sesungguhnya (realitas operasional perusahaan).

Jika muncul sebuah pertanyaan tentang sistem manakah yang paling terbaik antara software akuntansi dengan program ERP untuk diterapkan pada internal perusahaan, maka gambaran  sederhananya adalah akuntansi merupakan sebuah proses untuk pencatatan, pengolahan data-data keuangan, dan pelaporan transaksi-transaksi keuangan perusahaan dan kesemuanya itu sudah termasuk ke dalam satu pintu berupa program/software akuntansi.

Sementara untuk program ERP sendiri adalah berupa perwujudan dari perencanaan-perencanaan yang sudah termasuk didalamnya adalah berupa sumber-sumber daya perusahaan. Program akuntansi banyak memberikan informasi yang lebih bersifat historis dari sebuah perusahaan, sedangkan program ERP lebih memfokuskan untuk menunjukkan gambaran-gambaran tentang bagaimana masa depan perusahaan dimasa mendatang.

Agar bisa melangkah lebih jauh kepada masa depan, maka pastinya juga tetap membutuhkan adanya informasi yang lebih jelas dan cukup akurat dari masa lalu dan untuk meninjau ulang bagaiman tentang keadaan-keadaan pada saat ini. Dapat disimpulkan pula bahwa jika sebenarnya di dalam program ERP bisa dipastikan juga terdapat adanya menu-menu yang lebih bersifat akuntansi, yang mana dari kedua sistem tersebut juga memiliki keterkaitan diantara masing-masing fungsi yang sangat erat kaitannya antara satu dengan yang lainnya.
Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

Scroll to top