Kategori: Informasi Teknologi

TIPS HR: METODE-METODE UNTUK MENGELOLA SISTEM PENGGAJIAN KARYAWAN PERUSAHAAN ANDA

Dalam perjalanan sebuah perusahaan, selain harus memastikan bahwa setiap anggota dari tim karyawan melakukan tugas-tugas mereka dengan sangat baik dan benar, maka Anda juga diwajibkan untuk memenuhi hak-hak mereka, yaitu dengan memberikan gaji untuk setiap bulannya. Hal tersebut akan menjadikan terjadinya suatu pemahaman tentang metode-metode penggajian para karyawan untuk menjadi sangat penting.

Namun masalahnya, proses penggajian karyawan sebenarnya juga tidak sesimpel seperti hanya sekedar mentransferkan uang gaji kepada masing-masing rekening karyawan saja. Namun juga dibutuhkan adanya suatu metode penggajian para karyawan tertentu agar proses tersebut dapat berjalan dengan lebih lancar dan sama sekali tidak membuat Anda menjadi lebih stress dari sebelumnya.

Berikut ini merupakan beberapa metode penggajian karyawan yang mungkin masih bisa Anda terapkan pada perusahaan milik Anda.

1. Mulai untuk Menggunakan Software HR dan Payroll.

Menurut Anda pribadi, apa yang harus Anda lakukan untuk menciptakan metode penggajian karyawan dengan sistem yang lebih tepat sasaran? Tentu saja adalah dengan menggunakan software HR dan Payroll secara khusus, yang mampu untuk memfollow up proses dari otomatisasi penghitungan penggajian dengan lebih cepat, mudah, akurat dan praktis. Bahkan juga tidak hanya mampu dalam hal proses penggajian saja, namun software HR juga harus mampu untuk membantu Anda dalam melakukan berbagai tugas-tugas lain yang berhubugan dengan sistem HR, seperti halnya input data-data absensi, pengelolaan cuti karyawan, penghitungan pajak, sampai dengan karyawan kontrak.

2. Menyiapkan Rencana Financial Cadangan (Rencana B,C dan seterusnya).

Sebenarnya lebih dari sekadar hak para karyawan saja, selalu ingat bahwa gaji juga dapat menjadi satu bentuk apresiasi dari perusahaan terhadap loyalitas dan kinjera karyawan. Karena itu, sebagai seoarang pemilik bisnis, Anda juga harus memastikan bahwa finansial perusahaan harus selalu berada dalam kondisi yang cukup bagus untuk memberikan gaji terhadap para karyawan setiap bulannya. Tepat waktulah dalam mengirim invoice kepada para klien dan segera kejar klien yang sudah telat melakukan pembayaran piutang. Jangan sampai arus kas milik perusahaan malah terganggu dan menjadikan proses penggajian Anda menjadi berjalan tidak lancar. Jika Anda tidak mampu dalam menggaji karyawan atau melakukannya setelah tanggal deadline hari pencairan gaji karyawan yang telah disepakati bersama, maka bisnis Anda bisa berada dalam masalah yang jauh lebih besar lagi.

3. Mempelajari Hari Deadline dan Tanggal-tanggal Penting.

Sama halnya seperti berbagai hal tentang tugas dan tanggungjawab masing-masing yang harus dilakukan, penggajian karyawan juga sebenarnya memiliki deadline. Dengan jalan menentukan tanggal penggajiannya, maka Anda bisa menyusun perencanaan untuk melakukan berbagai persiapan. Rachel Parkin, seorang Creative Director dari perusahaan Balagan Group, menyatakan bahwa, hal tersebut tidak harus dihadapi dengan rasa stress yang tinggi apabila Anda mengetahui apa yang harus dilakukan sejak dari awal.

Maka dari itu, persiapkan segalanya sejak dari awal, tentukan kapan waktu yang lebih pas bagi  Anda untuk memberikan gaji terhadap para karyawan. Biasanya, perusahaan akan melakukannya setiap sebulan sekali, entah itu dijadwalkan pada awal atau akhir bulan. Namun juga tidak menutup kemungkinan bahwa Anda juga ingin melakukannya setiap dua atau tiga minggu sekali. Apapun keputusan yang telah Anda buat, maka pastikan bahwa Anda memang sudah mengkomunikasikannya terhadap seluruh karyawan dan harus mematuhi deadline yang telah ditentukan bersama. Sebaiknya Anda harus memilih waktu penggajian yang sudah sesuai dengan siklus pemasukan dan pengeluaran perusahaan juga.

4. Membuat Sistem Khusus untuk Menghitung Gaji Karyawan.

standarnya, bahwa gaji di perusahaan akan dihitung berdasarkan dari lapisan jabatan dalam struktur organisasi perusahaan yang masih berlaku. Anda bisa memberikan gaji per bulan, berdasarkan setiap tugas-tugas yang telah berhasil diselesaikan, menambahkan bonus, dan lain sebagainya. Namun, bagaimanapun juga Anda harus tetap menghitung gaji karyawan, Anda sangat dianjurkan untuk menerapkan sistem khusus yang dapat semakin memudahkan Anda dalam melakukan proses penghitungan gaji tersebut. Jika Anda tetap melakukan penghitungan gaji bagi setiap karyawan secara manual, maka hal tersebut hanya akan menjadikan Anda semakin lebih pusing dan tentu saja hanya akan membuang banyak sekali waktu Anda.

Menggunakan software HR sebenarnya juga tidak hanya akan mampu semakin mempermudah dari penggunaan metode-metode penghitungan gaji karyawan saja, akan tetapi juga akan semakin memperlancar dari keseluruhan fungsi-fungsi HR. Dengan berbagai fungsi HR yang sudah mulai serba terotomatisasi tersebut, maka Andapun sebenarnya juga sudah memiliki lebih banyak waktu untuk bisa dimanfaatkan dan lebih bisa fokus kepada hal-hal lain yang sangat berguna untuk perkembangan peusahaan.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software HRD dan Payroll serta software Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BEBERAPA ALASAN PENTING MENGAPA PEMBUKUAN (AKUNTANSI) KEUANGAN PERUSAHAAN HARUS BAHKAN WAJIB UNTK DILAKUKAN

Sebagai seorang pemilik dari sebuah bisnis, jadwal yang terlalu padat sudah pasti menjadi sebagai hal yang sudah biasa terjadi bagi Anda dan mengharuskan Anda untuk mengabaikan hal-hal sepele yang sebenarnya sangat penting seperti halnya pembukuan keuangan perusahaan. Tumpukan-tumpukan invoice, dokumen-dokumen akuntansi, dan laporan-laporan pengeluaran tanpa Anda sadari semakin lama malah semakin meningkat sampai juga terkadang menjadi semakinterbengkalai.

Alasan-Alasan Mengapa Pembukuan Keuangan Perusahaan Sangat Penting untuk Dilakukan

Nah, selanjutnya hal-hal seperti ini akan semakin berimbas kepada bagaimana tentang nasib dari perusahaan apabila pembukuan keuangannya malah menjadi tidak akurat, baik karena faktor terlalu lama tidak diperbarui proses akuntansinya atau karena permasalahan mengalami kekacauan secara keseluruhan dari seluruh bukti-bukti dan dokumen-dokumen akuntansinya.

Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa Anda sangat membutuhkan proses pembukuan keuangan bagi perusahaan Anda.

1. Sebagai gambaran tentang bagaimana kondisi keuangan perusahaan menjadi sangat tidak jelas sama sekali.

Kelangsungan hidup dari keuangan perusahaan Anda akan tergambarkan sebagaimana dengan pembukuan keuangan yang begitu kacau. Gambaran tersebut akan menjadi semakin tidak jelas ketika pembukuan keuangan perusahaan Anda yang tidak dilakukan dengan benar dan akan semakin mempersulit manajemen dalam hal pengambilan keputusan untuk tindakan penghematan pengeluaran. Penyebab utama dari permasalahan finansial dalam perusahaan Anda sebenarnya juga masih dapat terdeteksi dan dicari tahu dimana letak dari akar permasalahannya dengan jalan membuat pembukuan keuangan yang benar, sehingga Anda akan dapat mengetahui dengan pasti bahwa ada atau tidaknya permasalahan keuangan di perusahaan Anda.

2. Mengakibatkan terjadinya kekeliruan keuangan yang sangat merugikan perusahaan.

Bencana terbesar bagi bisnis Anda sebenarnya bisa saja dapat berasal dari faktor pembukuan keuangan perusahaan yang terlalu buruk dan menyebabkan terjadinya kesalahan dalam menghitung profit atau beban-beban biaya tertentu. Seperti contohnya adalah ketika Anda memperkirakan keuntungan yang terlampau tinggi, namun ketika menulis formulir pajak akan semakin menyebabkan terjadinya peningkatan biaya dari beban pajak perusahaan Anda yang tentunya sangat merugikan sekali bagi bisnis Anda.

Sedangkan apabila yang terjadi malah sebaliknya, maka Anda juga akan tetap saja merugi karena malah akan dikenakan denda atau tindakan audit. Pembengkakan terhadap pengeluaran bisnis juga sebenarnya cukup mudah terjadi apabila terdapat kesalahan dalam hal pengkategorian dari asset akibat dari terjadinya kesalahan dalam hal pembukuan yang dilakukan dengan tidak baik. Apabila Anda tidak lebih sering untuk memeriksa pembukuan dan laporan dari bank, maka kesalahan tersebut juga akan menjadi semakin berkembang dan malah akan semakin berdampak buruk bagi kondisi keuangan perusahaan Anda.

3. Resiko dari proses audit yang akan semakin mengalami peningkatan.

Memiliki data keuangan yang terlalu mencurigakan dan seringkali telat untuk membayar pajak dapat menyebabkan perusahaan Anda menjadi semakin rawan untuk terkena audit. Proses audit disini akan semakin menyita waktu dan biaya walaupun jika tidak ada yang salah dengan data-data keuangan perusahaan Anda. Pembukuan keuangan yang tidak tertata dengan rapi akan dapat menjadikan proses tersebut menjadi semakin lebih melelahkan. Terlebih lagi jika terdapat resiko dari ketidaksesuaian data-data keuangan, Anda menjadi semakin beresiko dituntut untuk membayarkan denda pajak atau juga akan dikenakan dipinalti oleh lembaga keuangan negara.

4. Membatasi adanya pilihan seputar keuangan.

Pembatasan pilihan keuangan dapat saja terjadi jika pembukuan keuangan yang telah Anda lakukan sama skali tidak teratur. Terutama yang harus selalu harus diwaspadai untuk jenis-jenis usha kecil menengah kebawah dengan semakin banyaknya kebutuhan berupa pinjaman dana, utamanya adalah apabila sifatnya sangat mendesak, maka pembukuan akuntansi perusahaan Anda juga harus dapat dipastikan kebenaran dan keakuratannya. Jangan sampai pinjaman dana untuk kebutuhan bagi bisnis Anda semakin terhalangi.

5. Merujuk pada permasalahan list pembayaran gaji.

Seperti pada bagian lainnya dalam permasalahan keuangan perusahaan, list  gaji atau yang biasanya disebut dengan payroll juga akan ikut terpengaruh oleh pembukuan akuntansi. Apabila pembukuan akuntansi yang tidak dilaksanakan dengan benar, maka bisa menjadi suatu kesalahan terbesar bagi Anda dalam hal pembayaran gaji karyawan yang mana tidak akan bisa sesuai dengan apa yang diharapkan, apalagi jika Anda sama sekali tidak menyadari hal tersebut karena pencatatan keuangan perusahaan Anda yang tidak teratur, bukankah hal tersebut benar-benar sangat disayangkan karena juga akan dapat berujung pada terjadinya permasalahan pajak yang harus dipenuhi oleh seorang karyawan.

Apakah Anda masih ingin menunda-nunda untuk mengerjakan pembukuan keuangan dari perusahaan Anda? Penundaan seperti ini hanya akan semakin menghalangi Anda untuk mengurangi terjadinya pengeluaran-pengeluaran bisnis dan untuk melakukan penghematan. Apalagi jika ada waktu dan tenaga yang dapat terbuang dengan sia-sia. Pembukuan akuntasi terhadap keuangan perusahaan Anda sebenarnya juga wajib untuk memiliki semua data keuangan yang selama ini telah Anda perlukan guna mengambil keputusan bisnis, misalnya untuk merekrut  pegawai, mencari modal dan dana, serta hal-hal lainnya. Pastikan bahwa pembukuan Anda sudah benar dan selalu ter-update dan Anda akan mampu untuk membuat keputusan bisnis yang jauh lebih baik serta untuk memperoleh berbagai informasi yang lebih berkualitas.

Satu dari sebagian metode untuk memastikan pembukuan perusahaan Anda sudah dikelola dengan baik dan benar atau tidak adalah dengan jalan menggunakani software berupa aplikasi/program akuntansi yang memiliki tingkat akurasi yang 100% lebih tepat, cepat dan serba terjamin. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian. Terimakasih dan salam sukses.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BEBERAPA KELEMAHAN PROSES PEMBUKUAN AKUNTANSI MANUAL (TANPA MENGGUNAKAN SOFTWARE AKUNTANSI)

Pengelolaan keuangan dari sebuah bisnis merupakan salah satu langkah yang sangat menentukan kesuksesan sebuah usaha tidak terlepas dari skala dan jenisnya sudah pasti juga tetap membutuhkan yang namanya pengelolaan keuangan usaha. Manajemen keuangan ini merupakan satu hal mutlak yang harus dilakukan oleh setiap pengusaha.

Bisnis yang selama ini telah dijalankan tanpa adanya pengelolaan keuangan yang baik, sudah pasti beresiko terlalu besar untuk mengalami kegagalan usaha. Dan hal ini karena penyebab utamanya adalah karena pengusaha sendiri tidak akan bisa memastikan dengan pasti antara jumlah pemasukan dan pengeluaran yang selama ini telah digunakan dalam segala kegiatan operasional dari usahanya.

Seringkali ditemukan bahwa pemilik usaha banyak yang tidak tahu pasti tentang berapa besar nilai sebenarnya dari seberapa besar persisnya jumlah seluruh omset penjualan yang didapatkannya, dan mereka hanya bisa memperkirakan persisnya saja. Sementara itu ada juga yang memerintahkan karyawannya yang merekap omset penjualan selama setahun lalu yang membutuhkan waktu bisa sampai berhari-hari lamanya.

Untuk proses pengelolaan keuangan yang tidak teratur seperti ini, dimana pengusaha yang sama sekali tidak memiliki data yang lebih akurat terkait dengan umur piutang dari pelanggannya, sehingga banyak diantara beberapa piutang yang sama sekali tidak tertagih. Dan akibat terburuknya adalah aliran cash flow perusahaan akan menjadi semakin terganggu dan bahkan macet total yang menjadikan proses operasional usaha semakin tersendat.

Begitu pula untuk mengetahui jumlah pasti dari stok, tanpa adanya informasi yang lebih akurat dan bisa dengan lebih cepat untuk diakses, maka para karyawan yang terkait harus rela untuk melakukan proses pengecekan yang lebih panjang di gudang. Bahkan juga tidak menutup kemungkinan yang seringkali menyebabkan terjadinya tindak penyimpangan atau berupa penggelapan dari gudang.

Tanpa adanya sistem yang terintegrasi, apabila pihak manajemen sedang membutuhkan adanya informasi tertentu, maka harus terlebih dahulu mengajukan permintaan kepada bagian terkait dan membutuhkan waktu untuk mengerjakan/mengolah laporan/dari informasi tersebut.

Mengelola keuangan usaha yang tidak dilakukan dengan kurang baik bahkan masih menggunakan cara manual sebenarnya juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

1. Membutuhkan pembiayaan yang jauh lebih besar.

Masih merasa nyaman dengan menerapkan proses pencatatan keuangan secara manual akan semakin menuntut Anda untuk merekrut dan menggaji seorang stasf khusus hanya untuk menyelesaikan pekerjaan pembukuan dari usaha Anda. Belum lagi jika sampai harus terjadi human error, yang mana Anda sendirilah yang harus memperbaiki laporan keuangan tersebut. Semua proses tersebut juga membutuhkan waktu yang sangat panjang dan harus ada tingkat ketelitian yang sangat tinggi.

2. Terbatasnya akses.

Sebagai seorang pengusaha, tentunya Anda harus selalu mengetahui dan memonitor bagaimana perputaran dari arus keuangan dari usaha Anda. Data keuangan usaha merupakan suatu hal yang sangat krusial dan harus benar-benar dijaga kerahasiaannya. Namun jika Anda sedang berada di luar kota untuk kepentingan bisnis, maka Anda tidak bisa dengan leluasa untuk monitor bagaimana keuangan dari usaha Anda dan untuk informasi yang didapatpun juga sangat terbatas.

3. Terlalu rendahnya sistem control dan pengawasan.

Menerapkan proses pencatatan keuangan secara manual akan semakin mempersulit Anda dalam hal control dan pengawasan terhadap arus keuangan usaha. Data keuangan yang seharusnya hanya boleh dipegang oleh satu orang saja memang sangat rentan untuk memicu terjadinya tindakan-tindakan kecurangan yang mungkin saja sama sekali belum Anda sadari sebelumnya. Penyalahgunaan asset-asset usaha, mengubah laporan keuangan untuk keuntungan pribadi adalah beberapa contoh dari tindakan-tindakan kecurangan yang seringkali terjadi.

4. Sangat beresiko besar untuk kehilangan data-data penting perusahaan.

Masih menggunakan sistem pencatatan secara manual beresiko besar untuk kehilangan data-data penting perusahaan. Resiko untuk kehilangan atau terjadinya kerusakan data akibat kecerobohan dari setiap personel memang seringkali terjadi. Kesalahan yang seperti tampak sederhana ini malah justru akan memberikan dampak yang sangat besar bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Maka solusi terbaik untuk permasalahan seperti ini adalah dengan menerapkan sistem pencatatan yang serba terkomputerisasi, dengan menggunakan sistem pencatatan keuangan yang sudah serba terkomputerisasi/penggunaan software akuntansi dari awal usaha Anda akan semakin menuntut Anda untuk lebih disiplin dalam proses penginputan data. Dengan menerapkan sistem yang sudah serba terkomputerisasi, maka pihak manajemen akan dapat dengan cepat langsung mengakses berbagai informasi yang diinginkan secara real time. Tentu saja untuk pembatasan akses dan wewenang dari user dalam mengakses informasi sebelumnya harus sudah ditetapkan terlebih dahulu.

Selain dari permasalahan kecepatan dan ketepatan dalam hal penyajian informasi laporan keuangan, manfaat lainnya yang bisa didapatkan dari penggunaan software akuntansi adalah yang terkait dengan efektivitas dan produktivitas perusahaan. Jika sebelumnya Anda harus mencatat berbagai transaksi dengan berulang kali untuk jenis transaksi yang kurang lebih sama, seperti halnya mencetak surat jalan atau berupa faktur pajak, maka dengan adanya bantuan dari penggunaan software akuntansi yang sudah terintegrasi untuk proses penginputan data hanya harus dilakukan sekali saja.

Sistem secara otomatis akan membuat jurnal dan laporan yang terkait dengan transaksi tersebut. Kelebihan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah pihak manajemen akan memiliki banyak sekali waktu untuk mengevaluasi dan meningkatkan performa dari perusahaan. Dengan penggunaan dari software akuntansi, maka segala tugas-tugas yang lebih administratif akan dapat dilakukan dengan lebih terperinci dan cepat. Pihak manajemen hanya perlu untuk memonitor data-data yang sudah selesai diinput oleh para karyawan, sehingga akan dapat semakin meminimalkan untuk terjadinya resiko tindakan-tindakan kecurangan. Keteraturan dan efisiensi proses administrasi sepertri ini akan semakin mendorong lebih meningkatnya tingkat produktivitas.

Menggunakan software akuntansi merupakan satu bentuk investasi untuk jangka panjang bagi sebuah perusahaan. Dengan semakin berkembangnya usaha milik Anda, maka akan menjadi semakin kompleks pula untuk proses pengelolaan keuangan yang harus dilakukan terhadap perusahaan. Terlebih lagi jika perusahaan Anda sudah mulai melibatkan para kreditor dan para investor yang akan smakin menuntut Anda untuk memiliki pencatatan keuangan yang cukup memadai bagi mereka. Kemampuan dalam hal menjual bukanlah satu-satunya penentu utama dari keberhasilan bisnis milik Anda jika tidak diimbangi dengan adanya sistem pengelolaan keuangan yang baik dan benar.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

PILAR-PILAR FITUR DARI FUNGSI UTAMA PROGRAM AKUNTANSI YANG PALING BANYAK DIGUNAKAN PERUSAHAAN

Aplikasi (software) akuntansi merupakan sebuah sistem untuk pencatatan transaksi keuangan pada komputer yang bisa disesuaikan dengan setiap masing-masing jenis usaha. Untuk aplikasi (software akuntansi) ini akan mencatat setiap transaksi keuangan dari sebuah bisnis dan akan mempercepat dalam menyediakan berbagai jenis laporan-laporan keuangan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan, dan nantinya yang akan digunakan sebagai kontrol keuangan atau untuk membuat suatu keputusan bisnis.

Untuk saat ini saja sebenarnya sudah sangat banyak sekali aplikasi akuntansi yang beredar di pasar teknologi IT dengan berbagai macam dan jenis spesifikasi serta fitur-fitur andalan masing-masing yang kesemuanya memang memiliki keunggulannya sendiri-sendiri.

Berikut ini merupakan beberapa fungsi dalam aplikasi/software akuntansi yang seringkali banyak digunakan pada setiap proses operasional perusahaan agar dapat mengelola keuangannya masing-masing dengan lebih baik:

1. Fitur Pembelian (Purchasing).

Merupakan fitur untuk melakukan transaksi pembelian produk persediaan (untuk jenis usaha dagang), untuk pembelian bahan baku (bagi jenis usaha produksi/manufaktur) yang akan digunakan dalam kegiatan proses produksi bisnis dan pembelian sebagai bahan penunjang untuk jenis kegiatan usaha jasa. Proses pembelian sendiri berbeda-beda untuk setiap jenis usaha, ada yang membutuhkan adanya fitur purchase order yang akan digunakan sebagai dasar acuan pembelian perusahaan, namun ada pula yang langsung purchase tanpa menggunakan purchase order semua tergantun kebutuhan masing-masing perusahaan. Semua aplikasi/software akuntansi pasti menyediakan fitur ini untuk kebuhan laporan pembelian atau bisa juga digunakan untuk menentukan harga perolehan.

2. Fitur Persediaan (Inventory).

Persediaan sebagai salah satu asset yang dimiliki oleh perusahaan, baik dalam bentuk barang dagangan (usaha dagang), barang jadi atau barang yang masih dalam proses pembuatan untuk jenis usaha manufaktur. Terdapat tiga jenis kelompok inventory, yaitu: persediaan bahan baku, persediaan dalam proses, dan juga persediaan barang jadi yang sudah bernilai jual. Secara umum, semua aplikasi akuntansi telah menyediakan adanya fitur gudang dan juga dalam fitur inventory sendiri juga terdapat sub-sub menu inventory lain yang bisa diinput dan dimonitor untuk mendapatkan informasi jumlah stok yang lebih akurat.

3. Fitur Penjualan (Sales).

Selain untuk menampilkan informasi seputar transaksi penjualan produk, fungsi ini juga akan menampilkan detail dari diskon dan pajak (Ppn). Fungsi dari fitur penjualan ini adalah salah satu fungsi yang sangat penting dalam hal proses keuangan karena berhubungan langsung dengan transaksi dan juga income (pemasukan) bagi perusahaan.

4. Fitur Stock Opname Persediaan.

Fungsi dari stock opname ini juga menjadi salah satu yang terpenting, karena secara khusus untuk menghitung dan membandingkan persediaan/stok antara produk catatan dengan produk fisik. Tujuan utama dari dilakukannya proses stock opname ini adalah untuk mengetahui kebenaran dari catatan persediaan dalam pembukuan. Sehingga akan langsung diketahui apakah catatan dalam pembukuan stock opname tersebut sudah benar-benar sesuai atau tidak. Selain itu fitur ini juga lebih banyak digunakan sebagai sistem pengendalian internal untuk mendapatkan HPP dan membandingkan stock dari tahun ke tahun berikutnya.

5. Fitur Laporan Keuangan (Neraca Keuangan).

Merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang dapat dihasilkan oleh program akuntansi dalam periode tertentu yang menunjukkan bagaimana posisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya pada periode-periode tersebut. Laporan inilah yang nantinya akan digunakan sebagai dasar utama dalam hal pengambilan keputusan bisnis oleh pihak manajemen, neraca keuangan sebenarnya terdiri dari  asset, liabilitas, dan ekuitas. Fungsi utama dari neraca ini adalah untuk memberikan informasi seputar laporan keuangan perusahaan secara lebih mendetail dengan menampilkan nilai seimbang dari debit dan kredit perusahaan.

Dengan mengetahui setiap masing-masing fungsi inti dari kelima pilar fungsi utama dari sebuah aplikasi akuntansi tersebut, maka akan semakin mempermudah bagi Anda untuk memasukkan data-data dan untuk mendapatkan informasi laporan yang jauh lebih akurat. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih, salam sukses.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top