Kategori: Informasi Teknologi

PENTINGNYA KEAMANAN KOMPUTER DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM INTERNAL PERUSAHAAN

Sistem informasi merupakan salah satu dari asset perusahaan yang paling berharga. Sistem yang baik akan semakin meningkatkan produktifitas, efisiensi, dan meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, serta semakin mempermudah dalam hal pengambilan keputusan bagi pihak manajemen. Hal ini juga terus didukung dengan semakin meningkatnya kesadaran terhadap betapa pentingnya mengendalikan sistem informasi dalam manajemen perusahaan. Sedangkan yang dimaksud dengan keamanan komputer merupakan keamanan informasi yang telah diaplikasikan pada komputer beserta jaringannya, dengan tujuan untuk mencegah terjadinya penipuan dalam sebuah sistem yang berbasis informasi. Keamanan komputer ini bertujuan untuk melindungi dari pencurian informasi dan untuk memelihara ketersediaan informasi bagi perusahaan.

Para pengusaha biasanya menerapkan sistem informasi akuntansi dalam mengelola akun mereka dengan lebih memadai, cepat, dan tepat. Dan pada dasarnya sistem informasi akuntansi juga menyediakan tools yang akan digunakan untuk melacak pencatatan keuangan. Sehingga status keuangan dari sebuah perusahaan juga akan dapat diketahui dengan lebih akurat dan manajemen akan dapat segera mengambil keputusan yang tepat dan cepat.

TIGA DASAR PRINSIP UTAMA DALAM MENYUSUN INFORMASI AKUNTANSI

Keamanan sistem telah menetapkan berbagai langkah yang disusun untuk menghindari akses dari personel yang sama sekali tidak berwenang, termasuk juga pada penyusup yang mencoba untuk mengakses informasi yang tersimpan secara rahasia. Dan faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan dari sistem informasi akuntansi adalah harus memenuhi beberapa hal berikut:

1. Prinsip cepat, yaitu untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan dengan lebih cepat dan tepat waktu serta dapat segera memenuhi berbagai kebutuhan dan kualitas yang cukup memadai.
2. Prinsip aman, yang mana dapat membantu dalam menjaga keamanan harta milik perusahaan.
3. Prinsip murah, yaitu biaya yang akan digunakan untuk menerapkan sistem informasi akuntansi harus dapat ditekan seminimal mungkin.

Yang harus diperhatikan dalam penerapan sistem keamanan komputer ini adalah dengan memperkecil adanya celah penyusupan untuk menganggu sistem yang sedang digunakan, baik itu adalah melalui personal computer, jaringan lokal, maupun secara global. Untuk itulah maka harus dipastikan bahwa sistem dapat berjalan dengan cukup memadai dan memperkecil kemungkinan permasalahan dalam aplikasinya.

PEMICU UTAMA TERJADINYA BERBAGAI TINDAK KEJAHATAN MELALUI KOMPUTER

Beberapa hal yang dapat memicu mengapa bisa terjadi kejahatan komputer adalah:

• Pengguna komputer dan media internet yang semakin lama semakin meningkat secara drastis.
• Adanya penyalahgunaan software yang semula hanya dilakukan untuk pengujian saja dari sebuah riset sistem dengan tujuan untuk mencari celah yang pada akhirnya malah digunakan untuk melakukan scanning dengan tujuan peretasan terhadap sistem lainnya.
• Semakin maraknya perangkat lunak untuk penyusupan yang banyak beredar di internet.
• Desentralisasi server yang mana banyak sekali sistem yang harus ditangani, namun terjadi keterbatasan SDM yang melakukannya.
• Banyaknya perusahaan yang menghubungkan jaringan LAN kepada internet tanpa adanya tingkat pengamanan yang memadai dari pihak perusahaan.
• Banyaknya bugs dalam software yang semestinya harus selalu dipantau dan dilakukan riset untuk memperkecilnya.

Tindakan yang banyak dilakukan dalam usaha untuk meningkatkan keamanan system komputer adalah dengan cara membatasi (hak) akses secara fisik terhadap penggunakan program (software) komputer, menetapkan mekanisme pada perangkat lunak dan sistem operasional, menentukan strategi pemrograman agar dapat menghasilkan program komputer yang lebih handal. Hal ini harus dilakukan untuk mencegah adanya akses komputer dari orang yang sama sekali tidak bertanggungjawab. Keamanan dari system komputer sangat penting karena berhubungan dengan privacy, integrity, autentication, confidentiality, dan availability.

Nah, itulah beberapa penjelasan singkat tentang betapa pentingnya keamanan computer dan system informasi akuntansi dalam internal perusahaan. Semoga bisa bermanfaat, terimakasih dan salam sukses.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

FITUR-FITUR DALAM SOFTWARE AKUNTANSI YANG WAJIB HARUS ADA UNTUK JENIS USAHA PERDAGANGAN

Perusahaan Dagang merupakan jenis perusahaan yang kegiatan utama dari usahanya adalah melakukan pembeiian barang kepada supplier, menyimpan barang tersebut dan kemudian menjualnya kembali terhadap para customer tanpa mengubah sedikit bentuk asal dari produk yang dijual agar bisa memberikan nilai tambah terhadap suatu barang yang di jualnya.

Di indonesia sendiri, sangat banyak bertebaran jenis perusahaan dagang, sehingga di zaman yang sudah serba menggunakan tekhnologi seperti sekarang ini, sangat dibutuhkan adanya suatu software yang harus mampu dalam memenuhi berbagai kebutuhan dari perusahaan dagang tersebut agar bisa mendapatkan laporan keuangan secara lebih baik, cepat dan benar.

Pada saat perusahaan Anda ingin menggunakan software untuk membantu proses pencatatan laporan keuangannya yang masih perlu uuntuk di perhatikan adalah apakah ada modul akuntansi untuk perusahaan dagang pada software tersebut dan apakah sudah sesuai dengan jenis perusahaan dagang yang sedang Anda jalankan atau tidak. Berikut ini merupakan beberapa modul akuntansi untuk Perusahaan Dagang yang wajib dimiliki, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Fitur-fitur data-data master yang terdiri dari: Data Rekening, Data Pelanggan, Data Supplier, Data Karyawan, Data Barang, dan Data Asset Tetap.

• Data Rekening: Merupakan tempat dimana Anda akan membuat kode akun dan rekening perkiraan lainnya.
• Data Pelanggan: Memasukkan data-data pelanggan dengan lengkap dari para profil pelanggan.
• Data Supplier: Untuk mencatat semua data-data yang berhubungan dengan supplier.
• Data Karyawan: Mencatat semua karyawan yang bekerja pada perusahaan.
• Data Barang: Mencatat semua data-data tentang barang seperti: nama barang, stock barang, minimum stock barang, jenis barang dan lain sebagainya.
• Data Asset: Mencatat Asset apa saja yang dimiliki oleh perusahaan untuk mengetahui nilai dari Depresiasi, Amortisasi serta nilai buku dari asset yang sudah dimiliki.

2. Fitur-fitur transaksi yang terdiri dari: Pembelian, Penjualan, Jurnal Entry, Kas dan Persediaan.

• Transaksi Pembelian: Biasanya didalam fitur ini terdiri dari Fitur Purchse Order, fitur Pembelian Barang, Fitur Pembayaran Hutang, Serta Retur Pembelian.
• Transaksi Penjualan: Untuk mencatat transaksi penjualan biasanya terdiri dari Fitur Sales Order, Penjualan Barang, Pembayaran Piutang dan juga Fitur Retur Penjualan.
• Jurnal Entry: Dalam melakukan pencatatan transaksi yang berhubungan dengan jurnal entry, seperti melakukan koreksi jurnal dan lain sebagainya, biasanya lebih sering disebut dengan modul jurnal umum.
• Transaksi Kas: hal ini terdiri dari fitur kas keluar dan kas masuk serta fitur giro yang mana fungsinya adalah untuk mencatat pengeluan kas/bank atau dari pemasukan kas/bank yang terjadi dalam perusahaan.
• Persediaan : dalam fitur ini biasanya ada yang disebut dengan adjustment stock barang.

3. Fitur Laporan yang terdiri dari: Laporan Jurnal, Buku Besar, dan Laporan Keuangan.

Dan pada fitur ini juga dapat dilihat untuk semua jenis laporan, baik itu adalah berupa laporan Buku Besar, laporan Kartu hutang dan piutang, kartu stock barang, laporan penjualan dan pembelian, Serta sudah dilengkapi dengan laporan keuangan, seperti: laporan neraca. Laporan rugi laba, laporan perubahan modal dan lain sebagainya.

Apabila Anda telah menggunakan software akuntansi untuk jenis bidang usaha dagang, maka setidaknya Anda sudah memperoleh beberapa manfaat pentingnya seperti:

• Mengelola data-data pelanggan dan data para vendor serta data-data para karyawan.
• Mengelola pembelian dan penjualan.
• Anda dapat setiap saat dan kapanpun waktu yang Anda inginkan untuk memantau seberapa besar jumlah dan nilai stock barang yang masih tersedia di gudang secara berkala.
• Penyimpanan data dan pencatatan secara otomatis dari berbagai aktivitas pembelian maupun penjualan dari segala item barang, dan juga tentunya dari invoice yang sudah siap cetak/print out kapan saja Anda ingin mencetaknya serta selalu siap untuk edit untuk faktur pajak yang sesuai dengan standar dari dirjen pajak.
• Sangat mudah untuk mengelola dan mengetahui berapa besar jumlah nominal dari hutang dan piutang atau yang tiba saatnya untuk waktu jatuh tempo.
• Memiliki fitur reminder terhadap hutang dan piutang, giro yang jatuh tempo, dan berupa pengingat stok minimum pada saat akan melakukan penjualan.
• Memiliki fitur penyajian laporan secara otomatis, mulai dari laporan stok, laporan hutang-piutang, barang terbeli-barang terjual, barang paling laris, dan juga posisi dari kas pada buku besar.
• Mengelola fixed asset beserta berbagai metode-metode perhitungan penyusutannya secara otomatis.
• Kemampuan untuk menganalisa produk yang paling laris dan juga yang paling menguntungkan.
• Berbagai jenis grafik yang menarik beserta dengan analisa bisnisnya.
• Data tentang pengelolaan terhadap pengelompokan barang (jenis kelompok barang).
• Menyajikan berbagai laporan keuangan secara otomatis untuk setiap bulannya.

Dan yang harus diingat adalah pada saat Anda memilih untuk menggunakan suatu software akuntansi, maka pastikan bahwa program tersebut memang sudah memiliki keunggulan seperti: user friendly, layanan after sales yang baik serta mampu dalam memberikan hasil laporan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

TIPS TENTANG BAGAIMANA LANGKAH-LANGKAH DALAM MENGHITUNG LABA BERSIH DARI USAHA ANDA

• Sebenarnya apa itu yang dimaksud dengan laba bersih?
• Bagaimana cara untuk perhitungannya?
• Kenapa harus mengetahui laba bersih dalam sebuah usaha?
• Apakah perlu untuk mengetahui laba bersih bagi perkembangan sebuah usaha?
• Adakah cara yang termudah dalam mengetahui laba bersih?

Baiklah, berikut ini adalah penjelasan sekaligus menjadi jawaban dari seluruh pertanyaan diatas yang biasanya seringkali menjadi sebuah dilemma para pengusaha yang baru saja mulai merintis usahanya.

Dimulai dari pengertian terlebih dahulu, laba bersih adalah berupa pendapatan bersih milik perusahaan dari seluruh kegiatan operasioanl bisnis yang telah dilakukan setelah dikurangi berbagai jenis biaya produksi, operasional dan dikurangi dengan pajak penghasilan, dan jangan melupakan juga penambah dari pendapatan lain dan pengurangan dari biaya lain maupun yang juga tidak terduga dalam satu periode akuntansi (bulanan/tahunan).

Sebenarnya banyak sekali definisi dari pengertian akuntansi yang sudah sering kita dengar dan baca dari berbagi pendapat dan buku, ada yang mengungkapkan akuntansi merupakan sebuah ilmu, seni, atau pencatatan dan pembukuan untuk mengetahui bagaimana kedaan dan posisi dari keuangan perusahaan. Laporan keuangan yang selama ini kita tahu tidak jauh-jauh dari yang namanya laporan neraca, arus kas, laba rugi, jurnal umum dan jurnal khusus sertabuku besar. Dari semua laporan tersebut, mungkin yang paling banyak dibutuhkan oleh para pengusaha adalah: laporan laba rugi, karena laporan tersebutlah yang nantinya paling menentukan bagaimana pihak manajemen akan menentukan keputusan dan untuk mengetahui sampai sejauh mana usaha tersebut telah mengalami perkembangan, dan keputusan apa saja yang mungkin masih bisa untuk diambil dari penilaian atas laporan laba rugi.

Dewasa ini banyak diantara para pengusaha yang telah salah pengertian dalam menentukan keuntungan atau laba dari jenis usaha yang dilakukan. Padahal, sebenarnya keuntungan dari suatu usaha memiliki tingkatan tersendiri dalam menentukannya. Sebagian atau mungkin banyak diantara para pengusaha yang menganggap bahwa nilai dari penjualan akan dikurangi dengan harga modal (HPP) sudah menjadi keuntungan bersih, padahal mereka melupakan bahwa masih banyak biaya-biaya lain yang telah dikeluarkan dalam proses tersebut dan mereka lupa untuk memperhitungkannya.

Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam menghitung Laba Bersih dari usaha Anda:

1. Menghitung seluruh harga pokok.

Untuk langkah pertama tentang bagaimana cara dalam menghitung laba bersih adalah dengan cara mencatat seluruh biaya yang telah dikeluarkan untuk menghasilkan produk. Identifikasikan semua biaya secara lebih detail dan jangan sampai ada satupun yang terlewatkan. Jika tidak, maka perhitungan dari usaha Anda akan menjadi sama sekali tidak valid, sehingga laba yang nantinya Anda hasilkan bukan berupa laba yang sebenarnya.

2. Membuat laporan dari laba kotor.

Dari hasil harga pokok yang sudah didapatkan oleh suatu proses produksi, maka kita akan bisa menentukan harga jual dari suatu produk. Hasil penjualan yang telah didapatkan akan dikurangi dengan harga pokok, maka akan mendapatkan keuntungan kotor atau omset.

3. Total dari keseluruhan biaya operasional yang selama satu periode telah dikeluarkan.

Pendapatan kotor yang sudah diketahui dalam satu periode masih belum dibilang sebagai sebuah keuntungan bagi para pebisnis, karena masih banyak biaya-biaya dari operasional dan non operasional seperti biaya gaji karyawan, biaya sewa, biaya rumah tangga, penyusutan dan masih banyak lagi biaya-biaya lainnya. Setelah semua biaya operasional serta non operasional sudah diketahui dan dikurangi dengan pendapatan bruto, maka kita akan bisa mendapatkan laporan laba operasionalnya.

4. Tambahkan semua pendapatan maupun pengeluaran diluar usaha.

Pendapatan dan pengeluaran diluar usaha? Ya, masih banyak diantara para pebisnis yang seringkali menyepelekan pelaporan seperti ini dan menjadikan biaya ini sebagai sebuah biaya operasional. Namun yang seharusnya diketahui adalah pendapatan maupun pengeluaran luar usaha merupakan sebuah pemasukan dan pengeluaran yang sifatnya diluar usaha kita. Contohnya adalah pendapatan luar usaha seperti kita telah mendapatkan bunga bank, laba dari selisih kurs, dan lain sebagainya. Dan untuk pengeluaran dari luar usaha, maka seperti biaya admin bank, pajak bunga bank, rugi selisih kurs, dan banyak lagi yang lainnya.

5. Laporan Laba Bersih.

Setelah semua pencatatan sudah dilakukan, maka dapatlah laporan dari laba bersih yang akan terbentuk dengan real keuntungan dari usaha kita.. Laba bersih inilah yang nantinya akan menentukan dari pembagian deviden kepada para pemodal atau para pemegang saham dan sebagai dasar tentang seberapa besar kemampuan dari bisnis untuk kedepannya.

Perhitungan dari laba bersih yang telah didapatkan dari langkah pencatatan diatas maka akan sangat fundamental untuk masa depan perusahaan dan khususnya pengusaha itu sendiri. Dari laporan yang telah didapatkan tersebut akan bisa menjadikan suatu pengambilan keputusan bagi para investor maupun pengusaha dalam mengevaluasi kinerja dari perusahaan sebagai strategi yang nantinya akan diambil untuk masa depan.

Apakah menurut Anda terlalu rumit untuk perhitungan dengan cara seperti diatas? Bagi Anda yang memang masih belum terlalu terbiasa, maka mungkin saja proses seperti ini akan cukup memakan waktu sedikit lebih lama. Namun Anda akan bisa sedikit lebih mempercepat prosesnya dengan cara menggunakan software sccounting untuk mendapatkan laporan keuangan secara langsung tanpa harus melalui proses tersebut. Tidak perlu lagi harus membuat laporan dari A sampai Z, hanya cukup dengan sekali input, maka laporan keuangan akan langsung bisa kita dapatkan dalam hitungan detik secara real time. Mudah sekali bukan? Iyalah, dengan bantuan dari software accounting yang sudah berbasis cloud, maka semua laporan yang berhubungan keuangan akan menjadi semakin lebih mudah.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR TERHADAP PENGENDALIAN MUTU DARI KANTOR JASA AKUNTANSI (KJA)

Sebelum akan masuk ke dalam pembahasan yang lebih jauh tentang sistem pengendalian mutu kantor jasa akuntansi, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan Kantor Jasa Akuntansi (KJA). KJA adalah Akuntan profesional yang akan memberikan jasa terhadap pihak publik (professional accountans in public practice), yang memiliki tanggungjawab yang lebih besar dalam bertindak untuk menjaga kepentingan publik (public interest).

Perkembangan dan keberadaan dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA) semakin lebih diperhitungkan. Hal ini termasuk sangat wajar karena betapa pentingnya penerapan dari sebuah peraturan untuk persaingan bisnis secara global yang tanpa disadari sudah mulai menjadikan setiap perusahaan berada pada titik nadi kedewasaan dan proses penerapan moral dalam mengembangkan bisnisnya.

Setiap Kantor Jasa Akuntansi (KJA) harus memiliki sistem pengendalian mutu yang sudah diterapkan kepada semua jenis jasa Akuntansi, seperti contoh: jasa pembukuan, jasa laporan keuangan, jasa manajemen, jasa perpajakan, jasa prosedur yang sudah disepakati bersama atas adanya informasi keuangan serta jasa dari sistem teknologi keuangan dan lain sebagainya.

Biasanya, komunikasi akan menjadi jauh lebih baik apabila dilakukan secara tertulis, namun tingkat keefektifan dari sistem pengendalian mutu dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA) tidak terpengaruh oleh ketiadaan dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur dari pengendalian mutu yang sudah ditetapkan oleh KJA. Biasanya, dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur pengendalian mutu dari KJA besar akan lebih tinggi tingkat rutinitasnya jika dibandingkan dengan jenis dokumentasi di KJA kecil, begitu pula dokumentasi akan menjadi jauh lebih ekstensif di Kantor Jasa Akuntansi yang memiliki banyak kantor apabila dibandingkan dengan dokumentasi di Kantor Jasa Akuntansi yang hanya memiliki satu kantor saja.

Setiap sistem pengendalian mutu dari kantor jasa akuntansi memiliki keterbatasan bawaan yang bisa sangat berpengaruh besar terhadap tingkat efektivitasnya. Perbedaan kinerja dari staff dan juga untuk pemahaman persyaratan profesionalisme, bisa sangat mempengaruhi tentang tingkat kepatuhan akan berbagai kebijakan dan prosedur-prosedur pengendalian mutu dari KJA. Sistem pengendalian mutu dari Kantor Jasa Akuntansi harus bisa memberikan keyakinan bahwa bagian utama dari jenis pelayanan jasa Akuntansi oleh suatu Kantor Jasa Akuntansi yang telah dilaksanakan harus benar-benar sesuai dengan sistem dan prosedur kerja yang sudah ditetapkan sebelumnya.

KJA harus lebih mempertimbangkan untuk setiap unsur pengendalian mutu yang nantinya akan dibahas tentang sejauh mana diterapkan untuk proses prakteknya. Unsur-unsur seputar pengendalian mutu akan selalu berhubungan antara satu sama lainnya. Oleh karena itu, praktek kerja KJA akan sangat mempengaruhi kebijakan-kebijakan pelatihannya. Dalam memenuhi ketentuan yang sudah dimaksudkan, maka KJA harus membuat kebijakan dan juga sebuah prosedur pengendalian mutu tentang:

1. Independensi, yang nantinya akan memberikan keyakinan bahwa  setiap organisasi, semua staff profesional harus mempertahankan independensi sebagaimana telah diatur dalam Aturan Etik Akuntan.
2. Penugasan secara personil, yang memberikan keyakinan bahwa penugasan akan dapat dilaksanakan oleh staff profesional yang memiliki tingkat pelatihan dan juga keahlian secara tekniks untuk penugasan dari pelayanan jasa tersebut.
3. Konsultasi, yang banyak memberikan keyakinan bahwa personil akan memperoleh banyak sekali informasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan dari orang yang memiliki tingkat pengetahuan, kompetensi dan pertimbangan yang sangat memadai.
4. Supervisi, yang nantinya akan memberikan keyakinan bahwa pelaksanaan ikatan kerja yang nantinya akan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh Kantor Jasa Akuntansi. Lingkup supervisi dan review yang benar-benar sesuai yang harus sesuai dengan suatu kondisi tertentu, tergantung atas beberapa faktor, seperti contohnya dari kerumitan permasalahan, kualifikasi para staff dan ruang lingkup konsultasi yang ada serta yang sudah digunakan.
5. Proses Kerja para personil, yang memberikan keyakinan bahwa semua staff profesionalnya telah memiliki karakteristik yang benar-benar pas, sehingga lebih memungkinkan bagi mereka untuk melakukan pelayanan secara lebih kompeten.
6. Profesional, yang memberikan keyakinan bahwa setiap personil memiliki pengetahuan yang cukup memadai sehingga mereka akan bisa memenuhi tanggungjawabnya masing-masing.
7. Penerimaan dan kelanjutan dengan klien atau pelanggan, memberikan keyakinan bahwa pelayanan dan ikatan dari klien akan bisa diterima atau dilanjutkan untuk bisa memaksimalkan hubungan dengan klien atau pelanggan yang manajemennya belum memiliki integritas.

Cakupan & Penerapan SPM

• SPM yang nantinya akan mengatur tanggungjawab dari KJA atas sistem pengendalian mutu dalam melaksanakan perikatan selain dari asuransi dan SPM tersebut harus memperhatikan ketentuan dari Kode Etik Akuntan Profesional.
• SPM wajib diterapkan oleh KJA yang berhubungan dengan jasa yang banyak diberikan, dimana sifat dan luas dari SPM yang bergantung kepada faktor-faktor seperti ukuran dan karakteristik dari operasional dari KJA dan juga masuk setidanya KJA termasuk ke dalam jaringan kantor.

Tujuan KJA Dalam Menetapkan & Memelihara SPM

• Untuk memberikan keyakinan yang lebih memadai (reasonable assurance).
• KJA dan personilnya harus mematuhi standar profesi dan peraturan perundang-undangan.
• Laporan yang nantinya akan disampaikan oleh KJA atau rekan perikatan harus menyesuaikan dengan keadaan.
• Ketentuan SPM yang dirancang agar dapat mencapai tujuan di atas, dan KJA harus lebih mempertimbangkan perlu atau tidaknya tambahan ketentuan dalam mencapai tujuan tersebut.

Unsur Unsur SPM terdiri atas:

• Tanggungjawab kepemimpinan.
• Ketentuan etika.
• Penerimaan dan keberlanjutan dari hubungan dengan klien dan perikatannya.
• Sumber daya manusia.
• Pelaksanaan perikatan.P
• Pemantauan.

Pengawasan yang melekat, akan memberikan keyakinan bahwa prosedur yang berhubungan dengan berbagai unsur-unsur pengendalian mutu yang sudah diterapkan dengan efektif. Prosedur pengawasan memang bisa dirancang dan dilaksanakan para individu yang bertindak untuk mewakili kepentingan Kantor Jasa Akuntansi dan jenis prosedur pengawasan yang digunakan tergantung oleh setiap Kantor Jasa Akutansi (KJA).

Nah, itulah beberapa penjelasan tentang betapa pentingnya penerapan sistem pengendalian mutu dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA), semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan salam sukses.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top