Kategori: Manajemen SDM

ARTI PENTINGNYA PENGEMBANGAN JALUR KARIR (CAREER PATH) BAGI PERUSAHAAN DAN KARYAWAN YANG BERSANGKUTAN

Pengembangan karir bagi para karyawan di perusahaan memang sangat penting untuk dilakukan, sebagai salah satu faktor utama dalam mendorong motivasi kerja dari karyawan itu sendiri. Jenjang karir yang lebih jelas tentu saja akan dapat menjadikan karyawan semakin mengetahui tentang bagaimana sebuah perusahaan dalam menghargai kinerja mereka untuk kurun waktu tertentu. Namun sayangnya, dan implementor software akuntansi sendiri menyadari bahwa beberapa dari perusahaan-perusahaan di Indonesia masih ada yang cenderung terlalu mengabaikan betapa pentingnya pengembangan career path (jalur karir) bagi karyawannya sendiri seperti ini.

Dalam praktek sebenarnya, pengembangan karir juga masih belum memiliki mekanisme yang lebih transparan, sehingga semakin banyak diantara para karyawan yang sudah dimutasikan namun tidak berdasarkan dari jalur karir yang sebenarnya belum benar-benar sesuai dengan kesepakatan. Akan tetapi sebaliknya, para karyawan justru hanya malah mengikuti selembar kertas putih yang bertuliskan Surat Keputusan dari pihak direksi maupun pimpinan yang berwenang. Padahal, untuk pengembangan career path yang dilakukan secara internal dan berjenjang seperti ini dapat semakin mengoptimalkan talenta-talenta muda yang sebelumnya sudah ada diperusahaan.

Misalnya, jika seorang karyawan sejak dari awal sudah mendaftar dalam program management development program (program pengembangan manajemen), biasanya jenjang karir yang harus dilaluinya akan lebih mempersiapkan dirinya untuk masuk ke dalam jajaran manajemen internal perusahaan. Namun, jika dulunya langsung melamar pekerjaan pada posisi tertentu, maka karirnya akan menjadi naik sesuai dengan alur dari jabatan tersebut. Sebagai contoh, jika sejak dari awal dia sudah melamar sebagai junior writer (penulis junior)  di perusahaan media digital, maka dia masih memiliki kesempatan untuk naik jabatan menjadi senior writer, junior editor, senior editor, sampai dengan head of editorial.

1. Memahami career path dari setiap masing-masing karyawan dengan lebih baik.

Career path (jenjang karir) didefinisikan sebagai satu rangkaian posisi yang harus dilalui oleh setiap masing-masing karyawan untuk mencapai tingkatan posisi tertentu yang lebih tinggi pada internal perusahaan. Biasanya, career path ini disusun berdasarkan profil dari kompetensi posisi  yang harus dimiliki oleh seseorang dalam menjabat suatu posisi tertentu.

Jenjang karir yang diharapkan oleh para karyawan biasanya berkembang secara vertikal dan bergerak dari bawah menuju ke atas. Misalnya, memulai bekerja pada usia 21 tahun sebagai fresh graduate, kemudian mengikuti peraturan dan berbagai persyaratan kompetensi yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Barulah kemudian mereka dapat menerima promosi jabatan dan adanya penyesuaian remunerasi dan pensiun pada posisi puncak di perusahaan.

2. Mendiskusikan rencana karir dan jenjang karir secara lebih terbuka.

Pengembangan karir untuk karyawan pada dasarnya bukanlah tanggungjawab perusahaan atau atasan, namun justru adalah tanggungjawab dari si karyawan itu sendiri. Karena jenjang karir yang masih ada di perusahaan yang nantinya akan dia dapatkan juga masih bergantung pada bagaimana kompetensi dari karyawan itu sendiri. Karena itulah, menjadi sangat penting bagi Anda dan karyawan yang bersangkutan untuk selalu berdiskusi dengan lebih terbuka tentang perencanaan karir yang diinginkan, serta jenjang karir yang sudah tersedia saat ini.

Setidaknya Anda dapat menginformasikan terhadap para karyawan tentang berbagai kemungkinan-kemungkinan dalam hal pengembangan karir yang sudah ada di perusahaan. Mintalah para karyawan tersebut untuk mempertimbangkan tentang pilihannya untuk berusaha terus berkembang dalam perusahaan. Pertimbangkan pula tentang bagaimana karyawan tersebut ingin melihat kemajuan karirnya dalam perusahaan.

3. Manfaat pengembangan karir bagi perusahaan dan karyawan.

Seperti yang sudah dijelaskan sejak dari awal artikel ini, bahwa pengembangan karir dapat menjadikan para karyawan menjadi semakin lebih termotivasi dalam meningkatkan kinerja mereka. Dengan terus melakukan pengembangan sama saja dengan terus memperbaiki dirinya sendiri. Dari perbaikan tersebut, karyawan akan menjadi semakin lebih mengenal passionnya dengan lebih baik. Perusahaanpun menjadi lebih mudah dalam melakukan mapping karyawan yang sesuai dengan kompetensinya masing-masing.

Karyawan yang mampu dalam mengembangkan karirnya sendiri dengan lebih baik secara otomatis akan berhubungan langsung dengan orang-orang baru pada level yang sama pada perusahaan lain.  Dengan demikian, maka mereka dapat saling bertukar pikiran atau saling berdiskusi dalam pengembangan kerja sama dari bisnis perusahaan. Program pengembangan karir karyawan memiliki dampak untuk jangka panjang dalam memberikan efektivitas kerja bagi perusahaan.

4. Menekan biaya pelatihan SDM.

Dengan cara melakukan pengembangan karir karyawan, maka tentu saja kualitasnyapun akan menjadi semakin meningkat. Tentu saja, peningkatan seperti ini dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan. Karena, setiap karyawan yang telah memperoleh pelatihan serta mengikuti semua seminar dan workshop akan mendapatkan banyak sekali pengetahuan-pengetahuan baru. Pengetahuan seperti inilah yang harus bisa diimplementasikan bagi perusahaan.

Implementasi tersebut dapat dilakukan oleh fasilitator internal perusahaan sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Bayangkan saja, jika perusahaan Anda mengirimkan dua orang karyawan terbaiknya dan mengajarkannya kembali kepada seluruh karyawan lainnya, maka hal ini tentu saja akan dapat secara lebih efektif semakin menekan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk pengembangan SDM nya, bukan?

5. Suasana kerja yang semakin menjadi lebih sehat dari sebelumnya.

Karyawan yang sudah diberikan kesempatan agar dapat menaiki jenjang karir yang lebih baik akan melihat hal tersebut sebagai sebuah bentuk jaminan tenang kesejahteraan yang nantinya akan diberikan oleh perusahaan kepadanya. Jika setiap individu di perusahaan Anda merasa sudah puas, maka suasana kerja akan menjadi semakin lebih sehat dan lebih kondusif. Dan tentu saja hal seperti ini akan menjadikan perusahaan semakin lebih mudah dalam mewujudkan visi dan misi yang sudah ada.

Pengelolaan career path yang baik berguna juga untuk mempengaruhi kelancaran bisnis, karena posisi yang tersedia dapat juga diisi oleh karyawan dengan kompetensi terbaiknya dan yang paling sesuai. Karena itulah, pengembangan karir juga harus terus dilakukan secara berkala. Dalam hal pengembangan career path bagi karyawan tentu saja perusahaan juga membutuhkan adanya sumber-sumber pengelolaan database HR yang lebih maksimal. Melalui penggunaan software HR dan Payroll, maka perusahaan akan dapat melakukan proses otomatisasi dalam banyak hal, mulai dari proses direktori karyawan sampai dengan urusan promosi dan mutasi karyawan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat. Selain itu, layanan dari software HR dan Payroll juga lebih memungkinkan bagi perusahaan untuk mengevaluasi dan memperpanjang masa kontrak kerja dengan semakin lebih mudah.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

TIPS HR: PENGERTIAN, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM MELAKUKAN PROGRAM ROTASI PEKERJAAN KARYAWAN

Dalam mempertahankan karyawan perusahaan, sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan, namun tidak terkecuali dengan adanya program rotasi pekerjaan karyawan. Menurut Anda mengapa bisa demikian? Karena rotasi pekerjaan karyawan tentunya dapat menjadikan karyawan Anda akan mendapatkan kesempatan yang mungkin saja sangat ia inginkan. Lalu bagaimana caranya untuk merotasi pekerjaan karyawan ini? Berikut ini adalah beberapa tips dari konsultan manajemen HRD untuk Anda para praktisi HRD dan personalia sekalian:

• Pengertian dari rotasi pekerjaan.

Rotasi pekerjaan merupakan strategi untuk menukarkan pekerjaan karyawan yang masih dalam lingkup satu perusahaan namun lain divisi. Karyawan akan mendapatkan tugas-tugas baru untuk batas jangka waktu tertentu sebelum akhirnya kembali lagi pada posisi awalnya. Dengan adanya program seperti ini, maka karyawan akan mendapatkan kesempatan untuk dapat mengembangkan pengalaman serta keterampilan barunya diperusahaan tersebut. Tujuannya adalah untuk lebih meningkatkan fleksibilitas sampai dengan keterlibatan karyawan. Khususnya bagi karyawan yang masih muda, mereka dapat lebih meningkatkan karir lagi tanpa perlu untuk keluar dari perusahaan dengan adanya program seerti ini.

• Kelebihan melakukan rotasi pekerjaan karyawan.

Jika Anda memang serius ingin menerapkan sistem seperti ini, maka ada baiknya Anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang apa saja kelebihan serta kekurangannya, yaitu:

1. Untuk mengurangi rasa bosan terhadap pekerjaa.

Berdasarkan penelitian, hanya sekitar 32% dari karyawan yang benar-benar terlibat dalam pekerjaannya. Dan berarti, 68% sisanya hanya bekerja dengan seadanya. Sebanyak 68% karyawan ini cenderung memiliki kemungkinan resign dari pekerjaan untuk mendapat pekerjaan lain yang dirasa jauh lebih baik dan menantang. Manfaat dari terjadinya rotasi pekerjaan seperti ini adalah Anda dapat mengantisipasi terjadinya rasa bosan dengan memberikan tanggungjawab baru terhadap karyawan. Meskipun masih belum tentu dapat menyelesaikan berbagai masalah barunya, namun setidaknya hal itu dapat menjadikan mereka semakin lebih terikat dan dapat sedikit lebih mengurangi rasa bosan.

2. Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan karyawan.

Alasan dari terjadinya rotasi karyawan yang selanjutnya adalah untuk memberikan karyawan Anda satu kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka. Dengan cara seperti itu, maka mereka akan dapat merasa menjadi semakin lebih penting bagi perusahaan. Hal seperti ini juga sangat baik bagi perkembangan karir mereka untuk ke depannya.

3. Mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang perusahaan.

Pada saat terjadinya proses rotasi pekerjaan karyawan, setidaknya mereka memiliki kesempatan untuk belajar secara lebih jauh tentang perusahaan, namun dari berbagai aspek yang berbeda. Dengan cara seperti ini, mereka akan dapat memahami tentang bagaimana pekerjaan mereka dapat diselesaikan oleh divisi-divisi lain yang ada di perusahaan tersebut, memberinya insight secara lebih mendalam dan kemampuan baru untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. Nah, karena kemampuannya sudah semakin berkembang, maka secara otomatis seorang karyawan akan menjadi jauh lebih siap untuk menerima tanggungjawab yang lebih dari perusahaan, termasuk juga jika seandainya nanti mereka mendapatkan promosi jabatan.

• Tantangan terberat karyawan untuk melakukan rotasi pekerjaan.

Selain dari pada berbagai kelebihan tersebut, melakukan rotasi pekerjaan karyawan sebenarnya juga masih tetap memiliki berbagai resiko dan juga tantangan tersendiri bagi perusahaan, yaitu:

1. Resiko semakin menurunnya tingkat poduktivitas karyawan.

Pada saat Anda ingin menerapkan proses rotasi karyawan, maka Anda akan memindahkan karyawan dari kondisi yang semula dia benar-benar begitu produktif karena sudah lebih terbiasa dengan pekerjaan tersebut, kepada posisi lain di mana dia harus belajar kembali mulai dari nol. Dan alhasil, dinamika untuk produktivitas kerja seperti ini sangat berisiko besar untuk semakin menurun selagi karyawan tersebut sedang berusaha untuk beradaptasi dengan posisi barunya. Namun, hal-hal seperti itu masih bisa sedikit dikurangi dengan mengadakan training atau program-program orientasi sebagai bekal selanjutnya bagi karyawan.

2. Rotasi pekerjaan yang mungkin cukup mengecewakan bagi seorang karyawan.

Tidak semua karyawan merasa senang untuk menerima pergantian pekerjaan. Mungkin saja sebagian mereka sudah merasa sangat nyaman dan merasa tidak ingin untuk lebih terlibat ke dalam program seperti ini. Bahkan bukan tidak mungkin jika karyawan yang berprestasi di perusahaan malah tidak ingin untuk belajar keterampilan lain diluar kemampuan asal mereka.

3. Kuranga atau merasa tidak cocok dengan program yang dilakukan oleh perusahaan Anda.

Tidak semua posisi jabatan pada perusahaan dapat diterapkan program seperti ini, dan mungkin saja perusahaan Anda adalah salah satunya. Misalnya bagi posisi yang membutuhkan adanya satu keahlian khusus, seperti insinyur, desainer sampai akuntan. Jika Anda terlalu memaksakannya, maka bukannya memberikan solusi terbaik, malah Anda justru hanya akan membawa masalah baru bagi perusahaan.

Nah, itulah sedikit penjelasan dari konsultan manajemen HRD tentang bagaimana pengertian, kelebihan dan kekurangan melakukan program rotasi pekerjaan karyawan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MAMPUKAH ANTARA PROGRAM ERP DAN SOFTWARE ACCOUNTING SALING TERINTEGRASI DALAM SATU KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN

Tahukah Anda tentang apa itu program ERP? Dalam dunia IT (Informasi Teknologi) ERP merupakan kepanjangan dari Entrerprise Resources Planning (Perencanaan Sumber Daya Perusahaan), yang berbentuk sebagai perangkat lunak untuk mendukung terhadap keseluruhan dari proses bisnis dan transaksi-transaksi yang juga sudah mencakup ruang lingkup dari industry manufakturing, marketing, finance, personalia, dan juga lain sebagainya.

Namun kali ini praktisi software accounting tidak akan membahas yang terlalu jauh tentang bagaimana seluk beluk dari program ERP tersebut, melainkan hanya akan lebih berfokus untuk membahas tentang bagaimana program ERP ini apakah dapat saling terintegrasi dengan penggunaan software accounting, atau malah sebaliknya. Yaitu untuk menggeser keberadaan dari software accounting pada kegiatan operasional perusahaan.

Nah, berawal dari tujuan utama dari penerapan program ERP seperti ini adalah untuk mengintegrasikan antara keseluruhan dari sistem-sistem yang ada dalam internal perusahaan, dimana perusahaan juga harus tetap untuk melakukan perencanaan-perencanaan yang cukup matang dalam mempersiapkan program ERP nya sendiri.

Keberhasilan dalam hal menerapkan program ERP bagi perusahaan ini harus diawali dan diakhiri pula dengan adanya fungsi akuntansi yang cukup memadai pada operasional perusahaan. Mulai dari pembuatan akun-akun untuk penjurnalan, buku besar, validasi saldo sampai dengan kemampuan dalam menghasilkan laporan keuangan dan jenis laporan-laporan pendukung lainnya. Namun pada dasarnya sistem dari program ERP yang bagus dan berkualitas baik tentunya harus sudah tersedia dan setidaknya sudah terintegrasi dengan software/program akuntansi yang lebih kompetible dan dengan sistem penggunaan yang cukup user friendly.

Modul-modul akuntansi yang juga harus tersedia dalam sistem ERP sendiri juga berfungsi untuk mengelola berbagai pencatatan-pencatatan dan untuk mengolah transaksi-transaksi akuntansi dalam bidang yang lebih bersifat fungsional seperti halnya untuk melakukan pross penghitungan gaji karyawan, mengelola hutang-piutang perusahaan, proses stock opname, berbagai fasilitas-fasilitas laporan-laporan pendukung lainnya.

Dan pada akhirnya laporan-laporan tersebut juga akan akan lebih mengarah mengarah kembali ke dalam buku-buku besar agar bisa untuk dianalisa kembali. Sehingga untuk memilih sistem ERP dengan menggunakan fungsi software juga menjadi sangat penting bagi keseluruhan proyek-proyek yang dilakukan.

Pada dasarnya sistem ERP adalah untuk menerapkan pembagian per modul dimana setiap modul-modulnya memiliki fungsi dan juga jenis transaksinya sendiri. Maka dari itu sangat tidak dianjurkan bagi perusahaan untuk memiliki modul-modul ERP yang terpisah-pisah, karena seperti yang sudah dijelaskan dari awal bahwa sebenarnya tujuan utama dari dikembangkannya program ERP adalah untuk mengintegrasikan antara seluruh sistem informasi yang berada dalam perusahaan dengan berbagai kegiatan operasional yang sesungguhnya (realitas operasional perusahaan).

Jika muncul sebuah pertanyaan tentang sistem manakah yang paling terbaik antara software akuntansi dengan program ERP untuk diterapkan pada internal perusahaan, maka gambaran  sederhananya adalah akuntansi merupakan sebuah proses untuk pencatatan, pengolahan data-data keuangan, dan pelaporan transaksi-transaksi keuangan perusahaan dan kesemuanya itu sudah termasuk ke dalam satu pintu berupa program/software akuntansi.

Sementara untuk program ERP sendiri adalah berupa perwujudan dari perencanaan-perencanaan yang sudah termasuk didalamnya adalah berupa sumber-sumber daya perusahaan. Program akuntansi banyak memberikan informasi yang lebih bersifat historis dari sebuah perusahaan, sedangkan program ERP lebih memfokuskan untuk menunjukkan gambaran-gambaran tentang bagaimana masa depan perusahaan dimasa mendatang.

Agar bisa melangkah lebih jauh kepada masa depan, maka pastinya juga tetap membutuhkan adanya informasi yang lebih jelas dan cukup akurat dari masa lalu dan untuk meninjau ulang bagaiman tentang keadaan-keadaan pada saat ini. Dapat disimpulkan pula bahwa jika sebenarnya di dalam program ERP bisa dipastikan juga terdapat adanya menu-menu yang lebih bersifat akuntansi, yang mana dari kedua sistem tersebut juga memiliki keterkaitan diantara masing-masing fungsi yang sangat erat kaitannya antara satu dengan yang lainnya.
Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

BEBERAPA PENYEBAB YANG MENJADIKAN PROSES REKRUTMEN KARYAWAN BARU MENGALAMI KEGAGALAN TOTAL

Terlalu seringnya terjadi kegagalan dalam proses rekrutmen akan selalu terjadi bagi setiap perusahaan. Nah, kali ini implementor program HRD dan akuntansi akan menjelaskan beberapa alasan yang biasanya menjadi penyebab utama dan seringkali banyak dialami oleh kebanyakan perusahaan dalam sesi proses perekrutan karyawan barunya.

Setiap perusahaan pastinya menginginkan agar semua karyawannya mampu bekerja dengan lebih efektif, efisien dan lebih maksimal dan dari hal itulah mengapa dalam proses rekrutmen para karyawan menjadi begitu penting demi menjamin terjaganya keahlian dan kebiasaan dari setiap masing-masing karyawan.

Namun sayangnya, diantara begitu banyak perusahaan yang telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam proses rekritmen karyawan baru. Dan banyak sekali alasan-alasan yang menyebabkan gagalnya proses dari rekrutmen tersebut. Namun secara umum, berikut ini merupakan beberapa alasan-alasan yang seringkali menjadi penyebab utama dari terjadinya kegagalan dalam proses rekrutmen karyawan baru. Dan perusahaan juga wajib untuk mengetahui tentang hal ini agar tidak samapi terjebak dua kali dalam permasalahan yang sama dalam proses perekrutan karyawan barunya.

1. Terlalu Sering Menunda-Nunda Proses Rekruitment.

Pada dasarnya, dalam memulai sebuah usaha tentunya harus menghabiskan banyak sekali waktu. Karena terdapat banyak hal yang semestinya harus bisa diatur, mulai dari menata ruangan kantor, situs, sampai dengan strategi branding perusahaan. Jika tidak lebih berhati-hati, maka Anda bisa saja menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang sia-sia saja, (seperti contoh memilih logo perusahaan atau jenis perabotan kantor) dan terlalu kurang dalam melakukan hal-hal yang mampu untuk menghasilkan uang. Karena itulah, jangan sampai Anda menunda-nunda proses rekruitmen karyawan baru Anda.

2. Tidak Pernah Menyusun Business Plan Terlebih Dahulu.

Sebelum Anda memulai sebuah bisnis, setidaknya Anda membutuhkan adanya perencanaan bisnis (business plan). Mungkin saja banyak diantara Anda yang sudah pernah mendengarkan adanya istilah “gagal dalam hal merencanakan, maka itu sama saja dengan berencana untuk gagal memulai”.

Bagaimanapun juga, frase tersebut memang benar adanya dan pasti akan terjadi. Dengan cara mengetahui apa yang bisa Anda tawarkan dan kepada siapa yang ingin Anda tawari akan sangat membantu Anda dalam memilah-milah karyawan yang yang lebih tepat bagi Anda. Hal seperti itu masih dapat dianalisis dengan business plan. Selain itu, hal ini juga akan menunjukkan tentang bagaimana realistisnya dari model bisnis Anda serta akan sangat membantu Anda ketika membutuhkan modal dari bank.

3. Tidak Pernah Ada Batasan Waktu.

Hanya karena Anda pernah menjadi seorang pemilik dari sebuah bisnis, maka bukan berarti Anda harus menghilangkan batasan waktu dalam perencanaan bisnis Anda. jika Anda dengan begitu saja memulainya, maka tentu saja akan menjadi lebih sulit untuk menjadi tetap fokus terhadap pekerjaan Anda. Karena alasan itulah, maka tentukan terlebih dahulu batas waktu dari sebuah pekerjaan agar setidaknya masih terdapat dasar-dasar terpenting dalam internal perusahaan Anda yang harus bisa Anda penuhi dalam kurun waktu tertentu.

4. Minim, Bahkan Sama Sekali Tidak Ada Pengalaman Apapun.

Secara lebih mengejutkan, banyak diantara para pemilik bisnis yang sama sekali tidak memiliki pengalaman tentang market (pasar) tenaga kerja. Dan akibat buruknya adalah mereka hanya bisa memilih karyawan berdasarkan dengan lebih mengandalkan dari pengalaman mereka sebelumnya yang begitu minim, dan sering kali terlalu jauh berbeda dari setiap market seperti sekarang. Untuk itulah, maka alangkah baiknya untuk memahami market yang ingin dituju, kemudian menentukan kriteria bagi karyawan yang paling tepat untuk posisi tersebut.

5. Tanpa Ada Infrastruktur yang Lebih Memadai.

Kegagalan dalam menginvestasikan dana perusahaan untuk infrastruktur yang lebih memadai tentu saja akan menjadikan perusahaan Anda tidak mungkin akan dapat bertahan lebih lama. Meskipun bagi karyawan yang sudah Anda rekrut sudah memiliki pengalaman dalam hal market tersebut, namun jika infrastruktur yang sudah Anda siapkan masih kurang memadai, maka hal itu seperti sama saja dengan bohong. Selain itu, perlu juga untuk mengontrol kinerja para karyawan, sehingga Anda dapat memantau sendiri bagaimana para karyawan tersebut bekerja serta mengevaluasi kinerjanya agar bisa tetap lebih efisien.

6. Budget Perusahaan yang Kurang Realistis.

Salah satu keahlian terpenting untuk setiap pemilik bisnis ini adalah dalam hal mengatur budget. Budget merupakan napas dari sebuah perusahaan. Jika diantara pemasukan yang jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan pengeluaran, maka hal seperti ini akan menjadi salah satu penyebab utama dari gagalnya proses rekruitmen karyawan di perusahaan, sehingga semakin lama perusahaan akan menjadi bangkrut. Dan karena hal seperti itulah, maka dalam memilih karyawan dengan keahlian serta budget yang lebih tepat dan cukup cocok untuk perusahaan Anda. Selain itu, pastikan juga bahwa hal seperti itu memang yang paling karyawan Anda butuhkan bagi perusahaan Anda.

7. Sudah Gagal Dalam Menarik Kandidat Karyawan Baru.

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa dengan memiliki kandidat karyawan terbaik akan lebih memudahkan dalam hal proses rekrutmen. Hal seperti ini sebenarnya juga sering kali menjadi penyebab utama mengapa sebuah bisnis bisa gagal untuk berkembang. Mereka tidak mungkin akan dapat menemukan kandidat yang lebih efisien. Selain itu, penerapan strategi dalam menarik kandidat untuk melamar dalam posisi tertentu juga sangat penting. Anda dapat menggunakan jasa dari sebuah situs pencarian kerja atau berupa alat-alat bantu lain yang sekiranya akan sanggup dalam membantu para calon kandidat terbaik dalam menemukan lowongan pekerjaan bagi Anda.

Kesalahan memang sangat wajar untuk terjadi dan tanpa sengaja dilakukan oleh manusia. Namun jika kesalahan tersebut masih dapat dihindari, mengapa Anda harus menerima akibat buruknya? Maka dari itu, dengan cara mempelajari apa saja yang menjadi penyebab utama dari kebanyakan gagalnya proses rekrutmen karyawan baru pada sebuah perusahaan. Mafka implementor program HRD dan akuntansi mengharapkan agar setidaknya Anda masih bisa untuk menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya, sehingga bisnis Anda masih memiliki peluang agar dapat berkembang dengan lebih efisien.

Sebagai seorang HR atau HR sekaligus sebagai seorang pemilik bisnis, memang sangat penting bagi Anda untuk lebih memfokuskan diri terhadap hal-hal yang bersifata lebih strategic. Dan sekarang ini kabar baiknya adalah seorang manajemen personalia akan dapat menyelesaikan berbagai urusan Administrasi dengan lebih mudah dengan adanya software HRD dan payroll, serta semakin mempermudah dengan didukung oleh teknologi yang sudah berbasis cloud.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top