Kategori: Manajemen SDM

PERBEDAAN MENDASAR ANTARA DUA PROFESI PEGAWAI AKUNTANSI DAN AKUNTAN (AKUNTAN PUBLIK)

Profesi akuntansi merupakan semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian dalam bidang akuntansi, termasuk juga bidang pekerjaan akuntan publik, akuntansi internal yang bekerja pada suatu perusahaan (karyawan akuntansi).

1. Pegawai Akuntansi.

Karyawan Akuntansi adalah Karyawan yang bekerja dalam suatu organisasi perusahaan. Akuntan internal ini lebih sering disebut juga dengan akuntan perusahaan atau akuntan manajemen. Jabatan tersebut hanya dapat diduduki oleh mulai dari tingkat staff biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan (Chief Accounting).

Tugas mereka adalah untuk menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan agar dapat digunakan oleh pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan untuk kepentingan pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan terhadap berbagai permasalahan perpajakan dan pemeriksaan internal.

Karyawan Akuntansi sangat berguna untuk mencapai tujuan-tujuan sebagai berikut:

• Perencanaan Anggaran.

Berdasarkan berbagai informasi ekonomi yang lebih tepat, maka akan dapat disusun perencanaan kerja yang lebih baik untuk berbagai pelaksanaan kegiatan ke tahap berikutnya.

• Pengendalian Keuangan.

Berdasarkan perencanaan dan penerapan dari sistem akuntansi yang lebih baik, akan dapat dikontrol atau dinilai tentang bagaimana jalannya kegiatan dari operasional perusahaan.

• Pertanggungjawaban Terhadap Para Pemegang Saham.

Setelah diadakan berbagai pencatatan terhadap semua transaksi dan saat kejadiannya, pada akhir periode akan disusun laporan keuangan untuk disampaikan terhadap pihak direksi atau terhadap pihak-pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan.

2. Akuntan (Akuntan Publik).

Akuntan Publik merupakan seorang akuntan yang bekerja dengan cara membuka kantor akuntan publik (KAP) yang akan memberikan pelayanan terhadap perusahaan dalam bidang audit, penyusunan sistem akuntansi dan juga jasa-saja lainnya secara independen (mandiri).

Akuntan publik adalah suatu bidang kegiatan yang dilakukan oleh para akuntan publik, akuntan publik akan menyediakan berbagai macam jasa untuk membantu perusahaan yang antara lain berupa jasa perpajakan, jasa auditing atau untuk pemeriksaan atas kewajaran dari laporan keuangan, dan jasa konsultasi manajemen. Berbagai jasa yang akan diberikan oleh akuntan publik tersebut semakin memunculkan bidang-bidang spesialisasi lain dalam ilmu akuntansi, yaitu: Akuntansi perpajakan, Pemeriksaan akuntansi, dan juga jasa konsultasi manajemen.

• Bidang Akuntansi Perpajakan.

Setiap perusahaan yang seringkali harus selalu berurusan dengan berbagai permasalahan perpajakan. Karena itulah, sebuah perusahaan tetap membutuhkan seorang akuntan yang mengetahui tentang bagaimana konsep, metode, cara pelaporan, dan peraturan/perundang-undangan perpajakan. Dalam hal ini, akuntan akan bertugas antara lain untuk membantu dalam menetapkan besarnya nilai pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan dan disesuaikan dengan ketentuan yang masih berlaku.

Penetapan pajak tersebut akan didasarkan pada Laporan Perhitungan Rugi Laba milik perusahaan. Selain itu, akuntan juga akan berperan penting dalam perencanaan pajak (misalnya: untuk memberikan nasehat tentang bagaimana cara dalan meminimalkan laba jika memang dirasa memungkinkan, metode akuntansi yang sudah diterapkan), pelaksanaan administrasi perpajakan (misalnya untuk pengisian Surat Pemberitahuan Pajak-SPT), atau untuk mewakili perusahaan di kantor pajak. Berbagai pekerjaan akuntan yang berhubungan langsung dengan permasalahan perpajakan, maka itulah yang disebut dengan akuntansi perpajakan.

• Pemeriksaan Akuntansi (Auditing).

Hasil laporan keuangan dari suatu perusahaan perlu dinilai tingkat kelayakan dan kewajarannya sebelum laporan tersebut akan diinformasikan kepada pihak luar. Suatu laporan keuangan dapat dikatakan layak dan cukup wajar apabila telah benar-benar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang masih berlaku secara umum. Untuk itulah, sebelum laporan keuangan tersebut dikeluarkan untuk kepentingan publik, sebelumnya harus diperiksa terlebih dahulu agar laporan tersebut dapat dipercaya. Pemeriksaan tersebut akan diawali dengan melakukan pemeriksaan terhadap data-data akuntansi yang berada di perusahaan serta akan memeriksa kecermatan dalam melakukan pembukuan terhadap data-data tersebut.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh akuntan publik yang telah dipekerjakan oleh suatu perusahaan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Selain melakukan pemeriksaan, mereka juga akan memberikan pendapat dan penilaian secara bebas tentang tingkat kejujuran dan kebenaran dari laporan keuangan tersebut.

• Jasa Konsultasi Manajemen (Management Advisory Service).

Jasa konsultasi manajemen merupakan jenis pelayanan yang akan diberikan oleh akuntan publik (eksternal) tentang berbagai permasalahan manajemen yang seringkali muncul dalam perusahaan. Kegiatan seperti ini antara lain adalah untuk membantu pimpinan perusahaan dalam membuat anggaran sebagai alat utama untuk perencanaan dan pengawasan.

Dari berbagai penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa seorang pegawai akuntansi dan akuntan (akuntan publik) merupakan dua jenis profesi yang berbeda dari segi tugas dan wewenangnya masing-masing, sedangkan untuk persamaan mereka adalah sama-sama memberikan output untuk sistem informasi akuntansi, baik yg di butuhkan oleh pihak internal maupun oleh pihak eksternal perusahaan. Semoga bisa bermanfaat, terimakasih dan salam sukses.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

KAPAN SAAT YANG LEBIH TEPAT UNTUK MENENTUKAN PEMBENTUKAN MANAJEMEN HRD BAGI PERUSAHAAN BARU (STARTUP)

Banyak juga yang berpikir jika manajemen sumber daya manusia hanya diperuntukan bagi jenis perusahaan-perusahaan yang lebih berskala besar saja. Namun sebenarnya pendapat tersebut adalah sebuah pendapat yang sangat keliru, karena semua perusahaan juga tidak pernah mengenal apakah itu jenis perusahaan besar atau berupa perusahaan kecil, akan selalu membutuhkan yang namanya pengelolaan sumber daya manusia. Merekrut sejumlah orang untuk posisi HRD adalah salah satu hal yang cukup mudah bagi perusahaan besar.

Akan tetapi hal ini adalah berupa investasi termahal bagi jenis perusahaan Start Up yang sebenarnya juga sedang merintis usahanya. Ketika sedang memulai sebuah Start Up dengan hanya mengandalkan kemampuan dari beberapa orang dalam tim, Anda sebenarnya juga bisa berperan sebagai seorang pemilik sekaligus sebagai pekerja maupun sebagai seorang HRD yang mengelola berbagai permasalahan-permasalahan dari sumber daya manusia.

Seiring dengan semakin bertumbuhnya perusahaan, maka jumlah karyawannyapun akan semakin bertambah banyak. Akan menjadi semakin sulit bagi Anda untuk bisa mengelola semua jenis pekerjaan sekaligus dan paa saat itu pula Anda juga harus mulai berfikir keras tentang bagaimana dalam merekrut karyawan lain yang hanya lebih berfokus untuk menangani segala urusan tentang sumber daya manusia.

1. Mengapa perusahaan Start Up seringkali terlalu mengabaikan urusan manajemen Sumber Daya Manusia?

Sebagai perusahaan dengan penganggaran yang masih sangat ketat, penghematan dan perampingan karyawan adalah sebagai alasan utama mengapa seorang pebisnis Start Up harus menunda niatnya untuk memiliki sistem pengelolaan manajemen sumber daya manusia yang lebih profesional.

Sebenarnya Anda tidak perlu sebuah tim HRD, Anda hanya membutuhkan seorang yang profesional. Jika dapat Anda arahkan dengan tepat, investasi dengan menghadirkan pengelola SDM akan sangat berguna untuk mempercepat perkembangan perusahaan. Sebagian lagi beranggapan jika terlalu dini menghadirkan pengelola SDM pada akhirnya akan membuat pendiri perusahaan kehilangan sentuhannya pada budaya perusahaan. Seorang Founder juga akan melewatkan pelajaran tentang bagaimana berurusan dengan orang-orang. Menjadi pemilik sekaligus sebagai seorang manajer SDM di masa awal perusahaan berdiri akan memaksa seseorang untuk belajar lebih banyak tentang bekerja dengan karyawan secara langsung dalam menyelesaikan masalah.

2. Peran Manajemen Sumber Daya Manusia dalam sebuah Start Up

Peran penting dari manajemen sumber daya manusia dalam dunia bisnis, terutama untuk jenis bisnis Start Up pada dasarnya sama halnya seperti pada jenis organisasi yang jauh lebih besar lagi, hanya saja dengan intensitas volume pekerjaan yang jauh lebih sedikit. Maka itulah sebabnya, maka Anda sangat perlu untuk membuat solusi terhadap pengelolaan manajemen sumber daya manusia yang lebih jelas sejak dari awal.

Permasalahan yang seringkali harus ditangani oleh seorang HRD adalah seperti permasalahan tentang perhitungan dan pemberian gaji pokok, dan tidak dapat ditangani oleh sembarangan orang. Sekali Anda sudah menghadirkan seorang HRD pada internal perusahaan, maka Anda akan segera mengetahui mengapa solusi terhadap pengelolaan manajemen dari sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama untuk jenis bisnis Start Up milik Anda.

Selain sebagai penampung utama dari aspirasi para karyawan, departemen HRD juga akan sangat membantu Anda ketika sedang membutuhkan tenaga kerja dan proses untuk perekrutan seorang karyawan baru. Untuk kesuksesan dari bisnis Start Up, maka faktor yang paling penting adalah berupa kualitas dari sumber daya manusia yang saat ini masih Anda miliki. Karena itu adalah modal utama yang paling berharga sebagai penunjang untuk perkembangan dari bisnis milik Anda. Anda harus memastikan bahwa walaupun pekerjaan Anda sebenarnya juga tidak terlalu banyak secara kuantitas, namun untuk secara kualitas merekalah yang terbaik dalam bidangnya.

Kerja sama tim Anda sebagai seorang pemilik dari bisnis Start Up dengan tim HRD yang lebih berpengalaman sangat memungkinkan bagi perusahaan untuk bisa mendapatkan calon-calon karyawan baru yang lebih berkualitas.

Sebenarnya urusan Anda juga tidak hanya sampai disitu saja, setelah perekrutan hal terpenting lainnya adalah Anda harus melatih karyawan baru tersebut untuk berbagai tanggungjawab dan tugas dari posisi mereka, serta untuk membuat mereka bisa menjadi lebih terbiasa dengan budaya kerja perusahaan. Dan seperti itulah tanggungjawab terbesar sebagai seorang HRD, karyawan Anda yang lain mungkin saja tidak memiliki waktu yang cukup untuk itu, karena perusahaan Anda masih tergolong sebagai perusahaan kecil, mereka sebenarnya juga telah memiliki tanggungjawab terhadap tugas-tugasnya masing-masing.

Dengan adanya tim HRD, maka Anda masih bisa untuk mengadakan orientasi dan pelatihan secara resmi untuk memastikan bahwa Anda akan mempekerjakan seorang karyawan baru yang lebih berkualitas. Ketika bisnis Start Up Anda sudah mulai berjalan lancar, maka akan ada banyak sekali dokumen yang berhubungan dengan berbagai aktivitas untuk setiap karyawan.

Laporan pekerjaan, laporan proyek, laporan keuangan, ulasan kinerja, resolusi permasalahan dan segudang dokumen-dokumen penting lainnya. Dokumen-dokumen tersebut sangat perlu untuk diatur secara lebih terorganisir agar dapat menjadi mudah untuk dilacak kembali karena pada saat-saat tertentu juga akan dibutuhkan kembali. Tidak mungkin Anda harus menangani semua itu sendirian. Seseorang harus berada disana, dan karyawan HRD adalah menjadi pilihan yang paling tepat.

3. Kapan sebaiknya sebuah bisnis Start Up mulai membutuhkan tenaga dari tim HR?

Memutuskan kapan waktu yang tepat untuk mulai mempekerjakan seseorang tenaga HRD bukanlah pertanyaan yang sederhana untuk dijawab. Banyak yang telah menyarankan ketika jumlah karyawan sudah mencapai sekitar 10-15 orang, akan tetapi tidak sedikit pula yang lebih memilih untuk menunggu sampai adanya limapuluhan atau bahkan ratusan karyawan.

Setidaknya untuk standar rata-ratanya adalah ketika Anda sudah memiliki sekitar 35 karyawan, maka Anda mulai membutuhkan adanya tenaga dari seorang HRD. Namun jika memang keuangan perusahaan cukup memungkinkan, maka akan menjadi jauh lebih baik lagi jika Anda sesegera mungkin untuk mencari tenaga HRD untuk membantu Anda walaupun sebenarnya karyawan yang masih Anda miliki kurang dari 15 orang.

Nah, itulah sedikit penjelasan seputar kapan saat yang lebih tepat untuk menentukan tim HRD bagi perusahaan baru (startup). Semoga bisa bermanfaat terimakasih dan salam sukses.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MANFAAT PROSES SCREENING (PENYARINGAN) YANG DILAKUKAN TIM HRD KEPADA PARA CALON-CALON KARYAWAN BARU BAGI PERUSAHAAN

Proses untuk perekrutan karyawan baru merupakan tugas utama bagi seorang HR perusahaan. Dan pekerjaan itu bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan, karena harus berdasarkan berbagai macam pertimbangan terhadap beberapa hal, seperti halnya skill dan kepribadian si karyawan tersebut.

Selain itu, terdapat hal-hal lainnya yang juga sangat penting untuk diperhatikan ketika melakukan screening (penyaringan) para calon karyawan baru, seperti halnya bagaimana latar belakang riwayat kriminal atau reputasi mereka di perusahaan sebelumnya. Merekrut karyawan yang kurang tepat tidak hanya akan dapat semakin menurunkan produktivitas dari perusahaan, namun juga dapat menyebabkan terjadinya kerugian lainnya bagi perkembangan perusahaan.

Berikut ini merupakan beberapa hal penting mengapa proses screening (penyaringan) para calon-calon karyawan baru sangat penting untuk dilakukan:

1. Alasan Mengapa Begitu Pentingnya Proses Screening Calon-Calon Karyawan Baru.

Terdapat sebuah frase yang telah menyatakan bahwa kejahatan sebenarnya tidak hanya terjadi karena adanya niat dari si pelakunya saja, namun juga karena terdapatnya kesempatan. Oleh karena itu, pada saat akan merekrut karyawan, Anda sebagai seorang HRD sebaiknya juga tidak hanya melihat dari sisi berbagai prestasi pekerjaannya saja atau dari mana sebelumnya mereka bekerja sebelumnya, namun sebaiknya tanyakan juga mengapa mereka bisa berhenti dari perusahaan lamanya.

Apakah karena mereka diberhentikan karena adanya sangsi tertentu atau karena murni dari keinginannya sendiri. Dari sinilah, maka Anda akan bisa mengetahui tentang bagaimana kondisi dari si calon karyawan. Karyawan yang sudah pernah melakukan tindak kejahatan dari tempat kerja sebelumnya, tidak akan menutup kemungkinan bahwa ia juga bisa mengulanginya kembali ketika sudah benar-benar dterima di perusahaan Anda.

Tindak kejahatan yang dilakukan sebenarnya juga bisa sangat beragam. Misalnya, menggelapkan uang kas perusahaan, sehingga hal ini bisa semakin merugikan keuangan perusahaan. Tidak hanya terbatas pada bidang criminal saja, namun reputasi yang buruk juga bisa saja terjadi pada pekerjaannya. Orang yang masih kurang cekatan dalam hal bekerja atau juga merasa ceroboh masih tetap bisa memberikan kerugian yang besar kepada perusahaan. Tidak hanya dari segi financial saja, namun juga mempengaruhi reputasi perusahaan. Apabila perusahaan Anda sudah berskala besar, pastinya reputasi adalah hal yang sangat dijunjung tinggi, Kerugian-kerugian yang terjadi karena hal-hal semacam itu masih bisa diminimalisir sedini mungkin dengan jalan memperketat proses screening para calon karyawan baru.

2. Metode Dalam Proses Screening (Penyaringan) Karyawan Baru.

Biasanya, perusahaan akan melihat terlebih dahulu bagaimana riwayat dari si karyawan melalui CV yang telah dikirimkannya. Namun, hal ini saja sebenarnya masih tidak cukup. Pada CV, info yang tertera adalah berupa info umum seputar riwayat pendidikan dan pengalaman bekerja,  namun tidak terhadap bagaimana reputasi buruknya atau dari hal-hal lainnya yang menjadikan tim HRD akan bisa melihat tentang bagaimana kepribadian sebenarnya dari si calon karyawan baru tersebut. Untuk itulah, maka Anda sangat perlu untuk memverifikasi tentang data-data yang telah dikirimkan oleh si calon karyawan baru tersebut.

Proses verifikasi yang dilakukan sebenarnya masih bisa dilakukan dengan dua macam cara, yaitu dengan bertemu langsung dari si calon karyawan atau dengan berbicara secara langsung melalui telepon. Selain itu, Anda juga akan bisa memanfaatkan media sosial untuk melihat bagaimana keseharian dari si kandidat. Tidak sedikit dari orang yang ingin membagikan aktivitasnya sehari-harinya melalui media sosial. Jika Anda beruntung maka akan menemukan bagaimana keseharian dan apa yang dilakukan oleh si calon karyawan baru Anda di sana, Anda akan bisa dengan mudah melihat seputar apa saja yang telah di-post olehnya, tentang apa yang disukainya, serta apa saja yang telah dibagikannya. Dengan begitu, setidaknya Anda akan bisa mendapat sedikit gambaran tentang seperti apa dan bagaimana aktivitas keseharian dari para calon karyawan baru perusahaan Anda.

3. Kapan Screening (Penyaringan) Karyawan Baru Harus Dilakukan?

Sreening atau proses penyaringan para calon karyawan tidak hanya bisa dilakukan pada saat akan merekrut karyawan baru saja, namun hal ini juga jangan sampai ketinggalan pada saat perusahaan akan mempromosikan karyawan untuk segera naik jabatan. Tim HR juga harus memastikan bahwa karyawan tersebut memang tidak memilki reputasi yang buruk terkait dengan permasalahan pekerjaan yang nanti akan menjadi tanggungjawabnya, sehingga akan berisiko besar untuk menyebabkan terjadinya kerugian pada perusahaan. Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi setelah karyawan tersebut diresmikan untuk menduduki suatu jabatan diperusahaan, karena juga tidak menutup kemungkinan bahwa perpindahan jabatan juga dapat memicu seseorang untuk melakukan hal-hal yang selama ini masih belum pernah diperlihatkan olehnya kepada orang lain.

Melakukan screening atau proses penyaringan para calon karyawan baru bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi jika karyawan dengan kemampuan skill yang diminta oleh perusahaan jumlahnya sangat banyak sekali, sehingga Anda juga harus melakukan proses screening satu per satu. Namun hal itu juga masih tetap diperlukan untuk kebaikan dari perusahaan itu sendiri. Apabila pembaca sekalian membutuhkan software HRD dan Payroll, serta software Accounting silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BEBERAPA KEMAMPUAN KHUSUS YANG AKAN MENGANTARKAN TIM HRD MENJADI LEBIH PROFESIONAL

Sampai saat ini, selalu saja terdapat adanya anggapan bahwa peran dari seorang HR hanyalah bertanggungjawab atas gaji bulanan karyawan, rekrutmen karyawan baru, asuransi, pajak, dan hal-hal lainnya yang berhubungan langsung dengan berbagai fasilitas karyawan. Pada kenyataannya anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya salah. Namun, peran dan tanggungjawab dari tim HR sebenarnya jauh lebih luas lagi dari beberapa yang disebutkan tersebut.

Sebagai backbone utama dari perusahaan, tim HR yang profesional adalah salah satu pihak yang menjadi perantara utama antara karyawan dan jajaran direksi, bahkan dengan stake holders sekalipun. Namun pada sisi lainnya, tim HR juga diharapkan untuk mampu dalam upaya untuk mendukung hak-hak karyawan, sekaligus untuk memastikan bahwa seluruh divisi dan operasional pada perusahaan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan standar yang masih berlaku.

Karenanya, agar bisa menjadi tim HR yang benar-benar profesional, diperlukan adanya beberapa kemampuan khusus, seperti:

1. Mengeksplor Seluruh Divisi Agar Bisa Menjadi Adviser yang Lebih Baik Bagi Mereka.

Tim HR yang bersikap profesional dan baik tidak akan menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk berada dibalik meja kerja sekedar untuk menunggu datangnya laporan atau komplain dari para karyawan. Sebaliknya, seorang HR yang profesional justru malah diharapkan untuk lebih pro aktif dalam melakukan monitor dan pengawasan terhadap berbagai isu-isu yang seringkali harus dihadapi oleh manajer, concern yang seringkali dialami karyawan, dan berbagai tantangan dalam mengembangkan bisnis. Dengan begitu, mereka akan dapat meluruskan berbagai perspektif dalam usaha untuk menghubungkan seluruh fungsi dari operasional perusahaan dengan lebih baik.

2. Masih Tetap Berada Pada Jalur yang Ter organisir.

Hanya dari penjelasan singkat di atas, maka Anda akan menjadi semakin tahu bahwa tim HR yang profesional harus bertanggungjawab juga terhadap banyak hal. Karenanya, sebagai tips HRD, Anda sangat dianjurkan untuk tetap terorganisasi untuk menangani berbagai tanggungjawab tersebut. Salah satu cara terbaik yang mungkin akan bisa Anda lakukan adalah dengan jalan menggunakan software khusus HR.

Software HR sangat memungkinkan bagi tim HR untuk mencatat data-data terkait dengan administrasi karyawan secara lebih efisien, mulai dari: absensi, slip gaji, penghitungan pajak pph, dan lain sebagainya. Seluruh data tersebut akan tersimpan dalam server cloud sehingga sangat terjamin tingkat keamanannya dan Anda pun masih tetap bisa untuk mengaksesnya kapan dan dimanapun Anda inginkan. Hal inilah yang nantinya akan menghemat banyak sekali waktu Anda sehingga akan bisa sisa waktu lainnya untuk lebih fokus terhadap hal-hal penting lainnya.

3. Selalu Uptodate terhadap Tren Terbaru Bagi Karyawan.

Bisnis merupakan dunia industri yang begitu dinamis, di mana akan selalu ada saja berbagai perubahan yang terjadi. Sebagai tim HR yang profesional, maka Anda juga harus selalu update terhadap setiap perubahan tersebut, karena hal inilah yang akan sangat berpengaruh besar kepada nasib karyawan. Apabila terdapat tren terbaru yang dirasa masih mampu untuk meningkatkan kualitas dari kinerja karyawan pada perusahaan, maka Anda jangan pernah merasa takut untuk mencobanya. Tentunya hal itu tidak boleh bertentangan dari kebijakan perusahaan, bukan.

Dengan terus melakukan update terhadap tren-tren bisnis terbaru, maka Anda akan selalu dipandang sebagai seorang HR yang lebih fleksibel dan memiliki mindset terbuka. Karyawan pun tidak akan merasa terlalu segan untuk datang kepada Anda apabila mereka memiliki masalah atau ide yang ingin disampaikan.

4. Meluangkan Sedikit Waktu (Minimal) 2 Jam per Minggu untuk Melakukan Hal-Hal Berikut:

Sesibuk apapun Anda beraktivitas sebagai seorang HR yang profesional, jangan melupakan untuk tetap memperhatikan peningkatan karir. Untuk itulah, sebagai tips HRD, Anda sangat dianjurkan untuk meluangkan waktu minimal2 jam per minggu untuk melakukan hal-hal berikut demi pengembangan karir Anda:

• Memeriksa resume dan memastikan agar tetap selalu uptodate.
• Memeriksa akun LinkedIn dan meminta endorsement dari pihak-pihak yang dirasa dapat membantu dalam upaya untuk mengoptimalkan profil Anda.
• Melakukan networking disaat makan siang atau makan malam dengan orang-orang yang berpotensi besar untuk dapat memberikan Anda profit bagi profesi di kemudian hari.

5. Memberikan Penjelasan Sesering dan Sebaik Mungkin.

Diantara banyak kasus, seorang HR profesional harus selalu berhadapan dengan berbagai situasi dan kondisi yang sifatnya lebih cenderung “samar”. Misalnya saja, saat terjadi konflik antar karyawan terjadi, maka Anda bisa saja mengalami kesulitan untuk menentukan apakah masalah tersebut merupakan diskriminasi atau pelecehan. Karena adanya grey area seperti ini, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui kapan saat yang tepat harus mengambil keputusan sendiri dan juga kapan harus meminta bantuan dari pihak manajer maupun direksi. Anda harus tetap belajar untuk bernegosiasi dalam upaya untuk menetralkan berbagai konflik agar kedua belah pihak merasa sama-sama puas dengan keputusan yang nanti akan diambil.

Menjadi tim HR profesional memang lebih dari sekadar hanya untuk mencatat absensi karyawan dan menghitung gaji mereka. Dibutuhkan adanya sederet kemampuan khusus agar seorang dapat menjadi HR profesional dan mampu untuk membawa perusahaan agar bisa terus berkembang. Semoga beberapa tips HRD professional di atas bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan selamat mencoba.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top