Kategori: Manajemen ISO

SUMBER DATA KPI  DARI SOFTWARE ACCOUNTING DAN DISAJIKAN  OLEH SOFTWARE PAY ROLL & HRD

 

KPI (Key Performance Indicator) adalah bagian dari talent management atau MSDM yaitu bagaimana mengukur kinerja karyawan melalui indicator utama. Indicator yang dipilih ini sangat dibutuhkan dalam melakukan penilaian karyawan. Misalnya untuk karyawan di bagian penjualan indicator utamanya adalah Sales, sedangkan untuk bagian lain seperti accounting, admin penjualan, Buyer/Purchaser, HRD, bagian operasional, tentunya memiliki KPI yang berbeda-beda. Namun demikian tujuan pembuatan KPI adalah agar perusahaan dapat menilai karyawan secara objectif. Sangat power full jika KPI ini diambil data dari software yang digunakan  oleh perusahaan seperti software accounting. Dari software accounting dapat ditarik angka terkait rugi/laba, biaya-biaya, serta laporan penjualan, atau pembelian barang ke supplier. Data dari software accounting sangat power full bisa dipakai untuk menjadi sumber data penilaian karyawan.

Mau mengetahui mekanismenya? Ada 2 cara menilai KPI personal dalam perusahaan. Pertama, dengan cara kuantitatif dan kedua kualitatif. Dengan metode kuantitatif sumber data dapat diperoleh angka-angka software. Sebagai contoh seorang manager yang diserahi memimpin kantor cabang, tentunya ia dinilai kantor cabang yang dipimpinnya itu profit atau tidak. Jika profit menjadi indicator untuk KPI maka target perusahaan untuk kantor cabang berapa profit minimalnya? Jika sudah ada kebijakan dan aturan main dalam menentukan profit standard kantor cabang maka KPI dari seorang kepala cabang bisa dinilai dari angka yang ditarik dari software acconting yang digunakan oleh perusahaan. Begitu pula dengan bagian penjualan, target vs realisasi angka mencapai berapa, dari software accounting melaporkan sales A mencapai 70%, sales B mencapai 85%, sales C mencapai 99% begitu seterusnya. Dari software accounting dapat merinci setiap salesman tagetnya sudah masuk berapa. Oleh karena pakai metode kuantitatif maka KPI dihitung dengan angka-angka yang bisa disajikan dr software accounting.

Berikutnya apabila indicator utama berasal dari non software, dengan metode kualitatif, maka setiap indicator diangkakan sehingga ketika dipilih sudah diketahui bobot dari indicator yang dipasang secara kualitatif. Contoh yang dari non software bisa jadi nilai-nilai budaya yang diangkakan, atau dibuat skala. Nah, software Pay Roll dan HRD yang sudah dilengkapi template KPI maka KPI juga bisa dibaca laporannya dari software Pay Roll dan HRD. Dua metode kuantitatif dan kualitatif diatas menyesuaikan sumber datanya.

Pada saat ini memang perusahaan segera up grade untuk kondisi-kondisi tertentu yang ada di perusahaan dengan menginvestasikan perangkat teknologi selain untuk kelancaran bekerja sebenarnya KPI ini membantu perusahaan agar penilaian terhadap karyawan tidak berat sebelah atau tidak tepat. Oleh sebab itu diperlukan cara yang objectif mungkin dalam menilai kinerja karyawan.  Nah, pada saat ini KPI bisa dibuat dengan tenlogogi yang simple dan bisa diakses menggunakan internet.

Semoga artikel diatas membantu pembaca yang sedang melakukan pembenahan di internal khususnya mengenai KPI, dan apabila pembaca membutuhkan bimbingan dan pendampingan dalam penyusunan KPI, implementasi software accounting dan software pay roll & HRD , silahkan hubungi  081-8521172 atau 081-252-98290. Tim kami siap membantu!

 

 

 

 

 

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM STRATEGI PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) PADA INDUSTRI MANUFACTURING

Dalam artikel sebelumnya sudah pernah dibahas tentang apa itu pengertian dari Good Manufacturing Practices (GMP) atau biasa disebut dengan Cara Produksi yang Baik (CPB) dan kali ini masih tetap akan membahas tentang seputar GMP, namun lebih berhubungan tentang hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam penerapan strategi GMP (Good Manufacturing Practices) pada perindustrian manufaktur.

Penerapan GMP yang harus dilakukan oleh perusahaan pada sektor industri manufaktur bukanlah suatu perkara yang mudah untuk dilakukan, pada saat sebuah industri manufaktur merencanakan untuk menerapkan strategi GMP, perusahaan setidaknya harus benar-benar memperhatikan beberapa hal berikut ini:

1. Membangun sebuah komitmen.

Siapa saja yang harus membangun komitmen ini? Beberapa diantaranya adalah: pemilik perusahaan itu sendiri, manajemen internal perusahaan, karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut. Usaha untuk membangun komitmen merupakan hal yang paling penting untuk dilakukan, karena dalam usaha untuk menerapkan strategi GMP memang dibutuhkan adanya berbagai elemen sumber daya, terutamanya adalah dari sisi financial yang juga cukup besar.

Di tambah lagi dengan adanya komitmen dari para karyawan yang bekerja pada perusaaan tersebut untuk bersedia dengan suka rela untuk melaksanakan standar GMP secara aktif dan efektif, karena bisa jadi di perlukan adanya berbagai perombakan dan perubahan tentang pola pikir, dan kebiasaan dari setiap karyawan.

2. Memilih standar referensi dalam hal penerapan strategi GMP secara lebih tepat.

3. Menetapkan indikator-indikator tentang keefektifan dalam hal penerapan strategi GMP, dan melakukan evaluasi kinerja untuk penerapan GMP.

4. Membentuk tim yang benar-benar solid, dengan penanggungjawab utama dari tim tersebut adalah salah satu personel yang sudah terlatih dan memiliki jiwa kepemimpinan serta motivasi yang cukup kuat.

5. Secara terus-menerus berusaha untuk melakukan awareness (kesadaran) baik itu untuk level manajer, supervisor sampai setingkat karyawan.

Sanitasi merupakan serangkaian proses yang akan dilaksanakan untuk menjaga kebersihan dan sebagai salah satu hal terpenting yang harus dimiliki oleh industri manufaktur pangan dalam usahanya untuk menerapkan good manufacturing practice (GMP).

Tujuan penerapan sanitasi yang bersih pada industri manufaktur pangan adalah sebagai salah satu cara yang dilakukan untuk menghilangkan kontaminan (pencemaran zat-zat berbahaya) dari makanan dan dari mesin pengolahan makanan serta untuk mencegah kontaminan agar tidak kembali. Dengan menerapkan sanitasi kebersihan pada industri manufaktur pangan maka akan diperoleh manfaat yang baik bagi para produsen dan juga konsumen.

Manfaat bagi para konsumen adalah agar mereka terhindar dari penyakit akibat dari keracunan makanan, sementara bagi para produsen adalah untuk meningkatkan mutu dan umur dari daya simpan produk serta untuk mengurangi resiko terjadinya komplain dari para pelanggan/konsumen yang terkena dampak buruk dari produk yang dihasilkan dari GMP.

Dalam hal proses sanitasi, diperlukan adanya sebuah prosedur standar yang berhubungan dengan seluruh area dalam memproduksi sebuah produk pangan, dimulai dari kebijakan perusahaan, tahapan dalam kegiatan sanitasi, petugas yang bertugas untuk melakukan sanitasi, cara pemantauan sampai dengan cara untuk pendokumentasian.

Prosedur standar yang akan digunakan adalah prosedur operasi standar untuk proses sanitasi/sanitation standart operating procedure (SSOP). SSOP umumnya terdiri dari 8 aspek utama yang harus diperhatikan dan wajib diterapkan (langkah – langkah) oleh perusahaan yang ingin menerapkan GMP, beberapa aspek dari SSOP tersebut adalah sebagai berikut:

1. Keamanan air (Air bersih).
2. Kebersihan permukaan yang kontak secara langsung dengan makanan.
3. Pencegahan kontaminasi (pencemaran) silang.
4. Kebersihan para pekerja.
5. Pencegahan/perlindungan dari adulterasi.
6. Pelabelan dan penyimpanan yang tepat.
7. Pengendalian dan pemeliharaan kesehatan para karyawan.
8. Pemberantasan hama.

Setelah prosedur diatas sudah dijalankan, sebenarnya tak cukup. Perusahaan memerlukan tools dalam bentuk software manufacturing untuk mengontrol proses yang ada dalam perusahaan. Oleh sebab itu bagi perusahaan yang sudah menjalankan GMP, rasanya belum cukup belum jika belum menggunakan software Manufacturing. Silahkan untuk keterangan lebih lanjut ke software manufacturing. (*)

BAGAIMANA MENGETAHUI DENGAN TAJAM PROSES DALAM INDUSTRI MANUFACTURING MELALUI SOFTWARE

Dalam sebuah perusahaan industri, tentu ada suatu cara dalam mengukur kemampuan manufaktur tersebut. Untuk mengukur kemampuan manufaktur tersebut dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu sebagai berikut :

  • Kemampuan pemprosesan teknologi atau technological processing capability merupakan kemampuan suatu perusahanan dalam memproses suatu jenis material dengan keunggulan kompetitif. Kemampuan ini juga termasuk dalam keahlian merencanakan personal dalam proses teknologi tersebut.
  • Limitasi fisik produk atau phisical product limitations merupakan kemampuan untuk memproduksi berdasarkan berat, ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatan suatu produk. Kemampuan ini termasuk juga keahlian merencanakan personal dalam memproses dengan teknologi yang digunakan.
  • Kapasitas produksi atau production capacity merupakan batasan mengenai kemampuan berapa banyak jumlah produk yang dapat dihasilkan atau diproduksi dalam suatu periode waktu tertentu. Biasanya kapasitas produksi ini disebut juga dengan plant capacity atau productin capacity. Kapasitas produksi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah shift per minggu, jumlah jam per minggu, dan tenaga kerja langsung yang diperlukan dalam memproduksi suatu produk tersebut.

Dengan melihat beberapa hal di atas maka suatu perusahaan dapat menentukan atau memperkirakan jumlah barang yang dapat diproduski dalam jangka waktu tertentu.

Jenis Proses dalam Industri Manufaktur

Dalam pembuatan suatu produk, tentu ada beberapa cara untuk menghasilkan produk yang diinginkan tersebut.

Beberapa pemprosesan yang umumnya digunakan dalam suatu produksi terbagi menjadi beberapa pengoperasian, yaitu sebagai berikut :

  1. Operasi Pemprosesan atau Processing Operations

Operasi pemprosesan ini mengubah suatu bahan baku dari suatu bentuk ke bentuk yang lainnya. Hasil pembentukan ini diubah menjadi bentuk yang mendekati bentuk akhir yang diinginkan. Hal ini akan menambah nilai akhir dalam pengubahan geometri, sifat-sifat, mau pun penampilan kerja suatu produk tersebut.

Proses-proses dalam operasi ini ialah sebagai berikut :

  • Proses pembentukkan (Shaping Processes)
  • Proses Untuk Memperbaiki Sifat-Sifat (Property Enchancing Processes)
  • Operasi Pemrosesan Permukaan (Surface Processing Operations).
  1. Operasi Perakitan atau Assembly Operations

Operasi perakitan atau assembly operations merupakan proses produksi untuk menyambung atau menyatukan dua atau lebih komponen-komponen untuk menghasilakn suatu produk yang utuh. Operasi perakitan ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut :

  • Proses penyambungan permanen, seperti pengelasan besi, pembrasingan dan penyolderan dalam perangkat listrik, dan adhesive bonding.
  • Proses penyambungan mekanik, seperti pengencangan dengan ulir (sekrup, mur atau baut) pengencangan permanen (rivet, press fitting, dan lain sebaginya).

Demikianlah pembahasan tentang produk dari industri manufaktur. Semoga dapat menambah wawasan Anda para pembaca sekalian mengenai pengetahuan umum khususnya dalam pengetahuan tentang produk yang dihasilkan dari perindustrian manufaktur. Lebih jauh lagi apabila ingin menyempurnakan proses produksi, maka dibutuhkan software manufacturing yang akan sangat membantu lebih akurat kegiatan dalam proses produksi. Semua bagian dalam proses produksi dapat diintegrasikan dengan menggunakan berbagai informasi yang sudah terintegrasi yang ada di software manufacturing. Untuk mengetahui lebih lanjut software manufacturing ini, pembaca dapat akses : www.softwareaccountingsurabaya.com atau email ke : groedu@gmail.com  (Sumber artikel : http://www.anneahira.com/industri-manufaktur.htm)

Scroll to top