Kategori: Manajemen

TIPS HR: TANDA-TANDA APABILA LINGKUNGAN KERJA SUDAH TIDAK NYAMAN LAGI UNTUK BEKERJA

Dalam hal bekerja, lingkungan kerja merupakan faktor utama sebagai kenyamanan seseorang agar dapat melaksanakan berbagai pekerjaannya dapat menjadi maksimal. Rasa yang tidak nyaman akan menjadikan seorang karyawan merasa terlalu malas untuk bekerja, sehingga semakin lama akan menjadi terlalu kurang produktif.

Tentunya hal seperti ini akan menjadikan karyawan semakin stress untuk bekerja apabila harus dialami oleh para karyawan baru. Terkadang bagi Anda yang sudah mulai masuk di lingkungan kerja perusahaan baru, Anda mungkin saja akan membutuhkan adanya proses adaptasi agar mampu bertahan pada pekerjaan tersebut. Apabila Anda berpikir tentang adaptasi yang telah Anda lakukan sudah maksimal, namun Anda tak kunjung juga bisa untuk menikmati pekerjaan Anda tersebut, maka mungkin saja Anda telah memasuki lingkungan kerja yang salah.

Berikut ini merupakan beberapa tanda-tanda dari lingkungan kerja perusahaan yang bisa dibilang sangat jauh dari kata nyaman bagi karyawan.

1. Lingkungan Kerja yang Terlau Sunyi dan Senyap.

Biasanya, sesibuk apapun pekerjaan yang dilakukan, seorang karyawan pastinya akan menyempatkan diri untuk sekedar mengobrol singkat dengan rekan kerja di sebelahnya. Entah hanya sekedar untuk bertanya seputar pekerjaan atau sekedar untuk bercanda sebentar. Adanya interaksi antar karyawan menunjukkan masih adakehidupan sosial di kantor tersebut dan masih berjalan lancar, dengan catatan karyawan harus tetap memprioritaskan pekerjaannya.

Namun, jika Anda jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah melihat karyawan saling mengobrol satu sama lain (meskipun hanya sebentar), maka bisa jadi itu artinya adalah para karyawan merasa tidak nyaman, bahkan hanya untuk sekedar berinteraksi. Semua orang terlalu sibuk dan takut dengan pekerjaannya masing-masing, sehingga suasana kantor menjadi sangat sunyi. Kehidupan sosial yang sudah ‘mati’ seperti itu pastinya akan menjadikan Anda merasa kurang nyaman, bukan?

2. Jam Kerja yang Terlalu Ketat dan Kaku.

Tidak semua perusahaan memiliki jadwal yang fleksibel bagi karyawannya. Ada juga perusahaan yang memiliki aturan sangat ketat terkait dengan jam kerja. Misalnya saja saat karyawan datang terlambat hanya satu menit saja dari jam masuk kerja dan perusahaan sudah menghadiahkannya berupa satu kali pemotongan gaji sebesar 10% dari gajinya tanpa adanya kompromi untuk hal itu, padahal secara pekerjaan ia sangat mampu sesuai dengan deadline dan tanpa adanya sekitpun menurunkan dari kualitasnya. Atau pada saat Anda tidak bisa mendapatkan waktu istirahat yang penuh selama satu jam (hanya sampai 45 menit saja) karena harus bekerja lebih extra bagi perusahan.

Hal-hal seperti itulah yang akan menjadikan karyawan akan merasa kurang nyaman untuk bekerja. Hal itu menunjukkan bahwa perusahaan kurang profesional dalam menjaga tingkat kesejahteraan dari para karyawannya. Padahal seharusnya perusahaan mampu menilai tingkat performa dari karyawan secara menyeluruh, bukan hanya dari sudut pandang terlalu ketatnya system kerja saja.

3. Penyampaian Feedback dari Atasan Kurang Tepat.

Penyampaian feedback yang diberikan oleh atasan memang sangat penting untuk perbaikan dari si karyawan. Namun, dalam penyampaian feedback inipun juga harus tetap memperhatikan nilai-nilai kesopanan. Akan tetapi untuk hal seperti ini, tidak semua atasan mampu menyampaikannya dengan benar. Jika Anda melihat atasan telah memberikan feedback pada karyawan dengan cara-cara yang tidak wajar seperti dengan membentak, menghina, atau dengan mencaci maki di hadapan karyawan lain agar karyawan tersebut merasa kapok, maka hal ini bukanlah kantor yang baik untuk tempat bekerja bagi Anda. Membuka aib atau kelemahan karyawan di hadapan karyawan lain bukanlah cara yang cerdas untuk membangun semangat karyawan, malah hal itu akan semakin menjatuhkan mental karyawan. Bisa juga hal itu akan membuatnya menjadi semakin membenci atasan. Lingkungan kerja perusahaan yang seperti ini akan sangat menghambat Anda untuk bisa berkembang.

4. Saling Berteriak Satu Sama Lain.

Selain akan menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan manajemen emosi yang begitu rendah, berteriak juga tidak mampu menyelesaikan masalah. Mungkin saja di beberapa perusahaan, atasan dan bawahan yang sudah terbiasa saling berteriak merupakan hal wajar-wajar saja. Walaupun karyawan di sana sudah terbiasa dan baik-baik saja saat melihat ini, namun sebenarnya kebiasaan untuk berteriak hanya akan membangun sisi kepribadian yang kurang baik. Nah, untuk faktor berteriak ini biasanya disebabkan oleh adanya konflik tertentu. Konflik kiga dapat diminimalisir dengan jalan penggunaan software HR yang praktis dan efisien dalam menyelesaikan segala pekerajaan-pekerjaan yang berhubungan dengan bidang HR.

Apabila tanda-tanda seperti di atas seringkali Anda alami di lingkungan tempat kerja, maka sebaiknya Anda tidak boleh membuang-buang waktu lebih lama lagi disana. Daripada hal tersebut malah menjadikan Anda semakin depresi dan tidak produktif lagi, maka lebih baik segera mencari lingkungan kerja perusahaan baru yang bisa membuat Anda merasa nyaman disana. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses selalu.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MULAILAH PEMBUKUAN TOKO UNTUK MENYELAMATKAN USAHA DARI RESIKO KEBANGKRUTAN

Secara sepintas, dari para pemikiran orang-orang awam, uang yang tersedia dalam laci toko, maka uang itulah uang yang biasanya dianggap sudah tersedia yang biasa digunakan dengan suka-suka oleh si pemilik tokonya. Namun apabila kita melihat dengan kacamata akuntasi secara seksama, maka sebenarnya dari uang tersebut masih ada yang disebut dengan uang modal barang dagangan, yang apabila kita menggunakannya, maka semua jumlah dari uang tersebut tidak akan dapat menggantikan atau untuk belanja dari barang-barang dagangan baru sebagai pengganti barang-barang penjualan yang sudah laku terjual.

Dan apabila pemakaian dari uang tersebut tidak dikelola dengan lebih teliti (tidak dipisah-pisahkan), yaitu mana uang keuntungan bersih dari hasil penjualan yang akan bisa kita gunakan untuk kebutuhan pribadi, dan mana uang yang selanjutnya akan digunakan kembali sebagai modal untuk pembelian barang-barang penjualan lagi, maka bukankah semakin lama, maka seluruh barang-barang yang ada di toko akan segera habis? dan jika barang dagangan yang sudah habis serta tidak ada lagi uang yang akan bisa digunakan untuk meng-kulak (belanja) barang-barang dagangan baru, cepat atau lambat toko kita tidak akan dapat lagi menjual barang-barang dagangan. Sehingga tidak ada lagi uang yang bisa masuk ke dalam laci uang yang di toko. Bahasa sederhananya adalah: tokonya sudah bangkrut!!

Ini masih berskala kecil, seperti toko-toko kelontong yang dari kampong-kampung/desa bahkan toko-toko kelontong yang ada dikota-kota besarpun bisa bernasib demikian apabila keuangan tokonya tidak serius dikelola dengan lebih teliti. Lalu bagaimana dengan toko yang berskala lebih besar? Dengan jumlah pemasukan yang rata-rata sudah jelas terlihat lebih berlipat-lipat ganda besarnya, dan jumlah dari barang dagangan yang mencapai ribuan jenisnya.

Tentunya begitu terlihat menggiurkan dengan nominal uang yang terlihat sangat banyak dan jauh lebih menggiurkan untuk segera dibelanjakan secepat mungkin digunakan membeli asset-asset penunjang kebutuhan toko, seperti: pembelian mobil pengangkut dagangan, tanah untuk perluasan toko/cabang toko, gudang, dan lain sebagainya oleh si pemilik tokonya. Sementara sebenarnya uang tersebut sebagian besarnya adalah, justru merupakan modal sebenarnya untuk keberlangsungan hidup dari usaha tokonya. Tidak sedikit diantara usaha-usaha toko besar yang dengan cepat mengalami kebangkrutan karena hal-hal sepele seperti ini, karena terlalu kurangnya pengelolaan keuangan secara teliti dan tepat, belum bisa membedakan yang mana uang untuk kebutuhan modal dan yang mana uang hasil dari keuntungan bersihnya.

Pastinya dari seluruh penjelasan diatas Anda sekarang akan bisa membayangkan sendiri bukan, apabila semua uang yang ada di laci toko akan untuk kebutuhan, baik itu adalah kebutuhan pribadi maupun sebagai penunjang sarana dalam usaha untuk memperlancar kebutuhan asset toko?

Salah satu faktor utama dari penunjang keberhasilan usaha adalah dari adanya pembukuan toko yang lebih teliti. Yaitu dengan adanya pencatatan dan pengelolaan keuangan perusahaan yang baik dan benar. Dan hal ini berlaku bagi semua jenis toko, baik itu adalah toko kecil, toko besar, pabrik, distributor, kontraktor, developer, atau apapun  jenis jenis usaha dan berskala usaha kecil/menengah atau yang lebih besar tanpa ada pengecualian satupun.

Bisa jadi Anda sangat pintar dan mungkin bisa dibilang sangat sukses dalam bidang pemasaran, omset selalu bisa tinggi dan akan selalu naik dan naik lagi setiap bulannya,  namun apabila pembukuan dari toko milik Anda tidak diatur dan dikelola dengan teliti, maka hal ini bisa juga terlalu beresiko besar untuk mengalami kebangkrutan toko. Kunci pertama dalam mewujudkan pencatatan toko dengan baik dan lebih teliti dalam hal ini adalah dengan jalan kedisplinan dan ketekunan.

Mulailah dalam mengatur pembukuan toko yang teliti, baik dan benar dari sekarang, tidak ada kata terlambat untuk bisa memulainya. Terlambat itu adalah pada saat barang-barang yang ada di toko sudah benar-benar habis dan Anda sudah tidak mampu lagi untuk berbelanja lagi, karena uangnya sudah tiba-tiba habis sekaligus entah pergi kemana semua karena Andalah yang menggunakannya tanpa pernah memperhitungkannya. Terimakasih dan salam sukses!

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

MANAJEMEN OPERASIONAL PRODUKSI DENGAN MASING-MASING RUANG LINGKUPNYA, APA SAJA?

Menurut Anda apa yang dimaksud dengan manajemen operasional? Dan apa saja ruang lingkupnya? Untuk mengetahuinya, maka Anda dapat mempelajari dan memahaminya pada penjelasan dibawah ini.

Penjelasan seputar manajemen operasional

Operasional bisa diartikan sebagai segala bentuk aktivitas dalam mentransformasikan input agar bisa menjadi output yang akan menambah nilai pada sebuah barang maupun jasa. Jadi definisi sebenarnya dari manajemen operasional adalah wilayah-wilayah bisnis yang lebih berfokus terhadap proses produksi baik itu berupa produk maupun jasa. Yang mana dalam lingkup internalnya masih terdapat manajer operasional yang memiliki tugas dan tanggungjawab terhadap kelancaran dari berjalannya proses input (material/energi/tenaga kerja) agar bisa menjadi output (produk/jasa) yang bernilai jual.

Arti lain dari pengertian manajemen operasional adalah sebuah bentuk dari pengelolaan yang lebih menyeluruh dan optimal pada permasalahan tenaga kerja, barang, mesin, peralatan, bahan baku, maupun produk apapun yang dapat dijadikan sebagai sebuah barang atau jasa yang bernilai jual agar dapat diperjual-belikan. Yang mana dimana didalamnya terdapat tanggungjawab dari seorang manajer operasional terhadap kelancaran dari proses dalam menghasilkan produk atau jasa, mengambil keputusan yang berhubungan dengan fungsi-fungsi operasional dan sistem transformasi, serta untuk mengevaluasi pengambilan keputusan tersebut dari berbagai fungsi-fungsi operasional.

Ruang lingkup dari manajemen operasional produksi

Adapun ruang lingkup dari manajemen operasional produksi adalah sebagai berikut:

1. Perancangan atau perencanaan terhadap sistem produksi dan operasional produksi.

Perencanaan sistem produksi harus diawali dari proses perencanaan produksi, Tujuan utama dari perencanaan sistem produksi ini adalah agar bisa menghasilkan sebuah produk yang benar-benar sesuai dengan apa yang banyak dibutuhkan oleh para konsumen, baik itu meliputi dari sisi kualitas, harga dan waktu. Dalam perencanaan sistem produksi ini terdapat beberapa hal yang perlu untuk di perhatikan, diantaranya adalah:

• Seleksi dan perancangan desain dari produk yang akan melalui produksi.
• Seleksi maupun perancangan proses dan peralatan untuk produksi.
• Pemilihan lokasi pabrik.
• Tata letak dari fasilitas pabrik.
• Perencanaan untuk lingkungan kerja.
• Permasalahan standar.

2. Pengendalian proses produksi.

Proses produksi yang akan dijalankan dalam manajemen operasional produksi, yaitu berupa pengendalian yang berdasarkan kepada perencanaan yang sudah ditentukan sebelumnya. Perencanaan produksi merupakan dasar utama dalam melakukan pengendalian produksi yang di dalamnya terdapat berbagai macam jenis kebijakan-kebijakan yang harus segera dipenuhi. Akan tetapi, proses produksi yang sedang dijalankan juga harus tetap diawasi dan dikelola agar tidak sampai keluar dari jalur dan perencanaan yang telah disusun sebelumnya agar masih bisa tetap terkendali. Dan harus di ingat pula bahwa semua langkah untuk proses pengendalian bertujuan untuk semakin mengoptimalkan keuntungan yang akan diperoleh oleh perusahaan, dengan cara menghindari atau setidaknya meminimalisir sekecil mungkin terjadinya berbagai kesalahan-kesalahan yang nantinya akan dapat merugikan perusahaan.

3. Sistem informasi produksi.

Sistem informasi produksi terdiri dari tiga macam bagian, yaitu:

• Struktur organisasi.

Yaitu berupa proses dalam menjalin hubungan diantara komponen-komponen internal organisasi perusahaan dengan tujuan agar berbagi aktivitas dari organisasi tersebut dapat diarahkan untuk mencapai target atau tujuan organisasi perusahaan.

• Produksi atas dasar pesanan.

Yaitu, biasanya adalah para konsumen ingin diperlakukan secara berbeda dari konsumen yang lainnya. Meskipun produsen telah menproduksi dan menghasilkan barang secara reguler, namun pada kenyataannya masih banyak ditemukan adanya permintaan-permintaan dari para konsumen yang bermacam-macam dan juga berbeda-beda serta ingin dilayani secara berbeda pula dari para konsumen lain. Jadi ini merupakan tugas penting bagi manajemen operasional apalagi sampai kualitas produksi yang dimiliki juga masih terlampau jauh dari apa yang di harapkan oleh para konsumen.

• Produksi untuk pasar.

Biasanya perusahaan principal atau produsen yang telah memiliki basis pasar yang masih cukup baik akan melakukan kegiatan produksinya hanya secara regular saja. Produksi untuk pasar biasanya ditentukan oleh permintaan konsumen, baik itu untuk para konsumen yang sudah ada maupun bagi para konsumen yang terbilang masih baru.

Nah, demikianlah pembahasan tentang pengertian dari manajemen operasional beserta dengan masing-masing ruang lingkupnya, semoga artikel ini bisa bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan wawasan bagi Anda sekalian. Apabila membutuhkan software dalam operasional perusahaan, baik untuk produksi, finance dan accounting maupun untuk Pay Roll & HRD, silahkan menghubungi 081-8521172 atau 081-252-98-2900. Kami siap membantu.

TIPS SEDERHANA BAGI SEORANG PENGUSAHA YANG INGIN MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN BAGI PERUSAHAANNYA

Menjadi seorang pengusaha sukses adalah impian semua orang, bahkan banyak diantaranya yang melakukan segala macam cara untuk menjadi pengusaha kaya dan sukses, hal sebenarnya bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, karena di era yang sudah serba gloalisasi seperti sekarang ini, semakin banyak bermunculan bermacam-macam bentuk bisnis dari yang berjenis model tradisional sampai dengan bisnis yang lebih memanfaatkan perkembangan dunia teknologi yang semakin hari sudah semakin canggih, bahkan sekarang sudah hampir semua produk, baik itu adalah berupa barang atau jasa sudah mulai menggunakan media online sebagai salah satu wadah untuk pemasarannya.

Namun untuk bisa menjadi seorang pengusaha sukses tidaklah cukup hanya dengan bermodalkan kemampuan untuk membuat produk yang bagus dan menarik saja, untuk menjadi seorang pengusaha sukses juga membutuhkan kemampuan untuk mencari cara dalam menjual produk, melayani para calon pelanggan dengan sopan dan ramah atau bukan sekedar tentang cara kita bagaimana dalam memilih bisnis yang cocok saja, akan tetapi sebenarnya bisnis seperti apapun yang ingin kita jalankan sudah pasti akan dapat menjadikan kita sebagai seorang pengusaha yang sukses jika saja bisnis yang ingin kita jalankan dapat dikelola dengan lebih baik dan benar.

Pertanyaan sebenarnya adalah tentang bagaimana cara kita dalam mengelola bisnis yang baik dan benar?

Salah satu cara terbaik bagaimana dalam mengelolah sebuah bisnis adalah tentang bagaimana cara perusahaan dalam mengelola keuangannya, perusahaan harus memiliki cara dalam membuat laporan keuangan untuk mengetahui seputar aktivitas dari aliran dana apa saja yang telah masuk atau keluar dari keuangan perusahaan. Hal ini akan menjadi suatu masalah terbesar bagi Anda jika tidak mampu mengelolanya dengan baik, sehat tidaknya sebuah perusahaan bisa dilihat dari laporan keuanganya dan ini akan menjadi kekuatan terbesar bagi perusahaan dalam menentukan sebuah analisis dan untuk pengambilan keputusan bagi perusahaan. Dalam hal ini, pengusaha juga wajib tahu tentang bagaimana cara terbaik dalam membuat laporan keuangan perusahaan.

Berikut adalah beberapa tips untuk cara membuat laporan keuangan perusahaan Anda:

1. Disiplin dalam hal pencatatan transaksi.

Sangat penting artinya bagi seorang pengusaha untuk mengetahui kemana saja aliran keuangan perusahaan yang telah digunakan, untuk mengetahui hal itu, maka perusahaan dalam hal ini selaku pimpinan juga harus selalu update dalam mendapatkan informasi tersebut secara realtime untuk membantu perusahaan dalam hal menentukan pengambilan keputusan bisnis.

2. Membuat Anggaran Belanja Bagi Perusahaan.

Tidak sedikit diantara perusahaan-perusahaan yang mengabaikan dalam hal membuat anggaran, padahal perencanaan seperti ini sudah sangat membantu perusahaan dalam hal menganalisis perputaran keuangan, sehingga akan dapat menghindari over budget maupun terjadinya kerugian dalam hal menjalankan bisnis. Dengan jalan membuat anggaran, maka perusahaan bisa dengan mudah untuk mengatur arus kas, laba rugi untuk menekan biaya-biaya yang terlalu tinggi.

3. Membuat Alur Pencatatan Transaksi Perusahaan.

Setiap perusahaan apapun jenisnya, biasanya akan memiliki alur pencatatan keuangan yang berbeda-beda, proses pencatatan seperti permintaan barang, penjualan dan juga pembelian, hutang piutang, kas masuk, kas keluar, jurnal transaksi sampai dengan laporan keuangan akan dapat semakin memudahkan bagi perusahaan dalam hal membuat analisis keuangan.

4. Menggunakan Program Keuangan.

Membuat laporan keuangan bisa dikatakan sebagai kegiatan yang gampang-gampang susah, dikatakan gampang apabila pencatatan transaksinya masih sederhana dan tidak terlalu banyak atau periodenya sangat pendek, namun jika pencatatan transaksi yang dilakukan sudah sangat banyak dengan periode yang lebih lama, maka bukan tidak mungkin hal ini akan sangat menyulitkan bagi perusahaan untuk membuat laporan keuangan, hal inilah yang biasanya seringkali menjadi hambatan bagi perusahaan dalam hal menyajikan laporan keuangan sebagai dasar utama dalam hal pengambilan keputusan.

Dalam hal ini biasanya perusahaan akan mencari solusi lain dengan jalan menggunakan program keuangan untuk membantu memudahkan perusahaan dalam membuat laporan keuangan, dengan program keuangan tersebut, maka perusahaan tidak perlu lagi harus menunggu terlalu lama atau terlalu sibuk dalam memikirkan tentang bagaimana cara untuk mengetahui jurnal, hutang piutang yang tak tertagih atau laporan-laporan lain, biasanya perusahaan dalam hal ini si pengguna program keuangan sudah langsung mendapatkan laporan yang diingikan hanya dengan menginput transaksi seperti: penjualan, pembelian dan transaksi-transaksi operasional lainnya.

Beberapa poin diatas merupakan langkah-langkah bagi seorang pengusaha untuk memudahkan dalam hal membuat laporan keuangan, cara tersebut akan terlihat sangat mudah apabila dilakukan dengan lebih konsisten dan disiplin, karena inti dari membuat laporan keuangan adalah melakukan rutinitas pencatatan transaksi dengan tepat waktu (tidak sampai menunda-nunda yang mengakibatkan semakin menumpuknya pekerjaan yang nantinya akan semakin menghambat proses dari laporan keuangan). Pada dasarnya cara untuk membuat laporan keuangan tidaklah terlampau sulit, hanya membutuhkan kemauan bagi seorang pengusaha untuk lebih teliti dalam hal mengelola keuangannya dengan cara melakukan pencatatan transaksi dengan lebih disiplin, pemeriksaaan secara rutin dari laporan, audit dan pertemuan untuk pembahasaan tentang analisis dari laporan keuangan perusahaan itu sendiri.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

Scroll to top