Kategori: Manajemen

PERAN PENTING DISTRIBUTOR BAGI PRINCIPAL DAN BERBAGAI METODE STRATEGI DISTRIBUSI PRODUK

Distributor merupakan salah satu jenis usaha yang kegiatan operasional utamanya adalah untuk proses penyaluran barang dari produsen agar bisa sampai ke tangan para konsumen akhir. Produsen (principal) adalah sebuah organisasi perusahaan yang melakukan kegiatan produksi, dan para penyalur yang akan melakukan kegiatan distribusinya biasa disebut dengan Distributor. Distributor merupakan salah satu jenis dari pelaku usaha dan Distributor adalah sebuah badan perseorangan yang memiliki kemampuan untuk membeli produk dalam jumlah besar (partai/grosir) dan bertugas untuk menyalurkannya kepada setiap sub-sub distributor atau badan yang berada dibawah distributor, yaitu para pengecer langsung (ritel) yang nantinya akan langsung menyalurkannya kepada konsumen akhir.

Sebuah perusahaan distributor adalah sebagai perantara utama yang nantinya akan langsung menyalurkan produk dari pabrikan (manufacturer) kepada para pengecer (retailer). Setelah suatu produk selesai dihasilkan oleh pabrik, maka produk tersebut akan langsung dikirimkan dan biasanya akan sekaligus dijual kepada suatu distributor, kemudian distributor tersebutlah yang akan menjualnya kembali kepada para pengecer (retailer) dan retailer inilah yang nantinya berperan sebagai penjual terakhir yang langsung mencapai sasaran kepada para pelanggan akhir (konsumen akhir).

Distribusi merupakan kegiatan ekonomi yang menjembatani kegiatan produksi dan konsumsi. Karena bantuan dari distribusi, barang akan bisa sampai ke tangan para konsumen, Dengan demikian manfaat dari barang dan jasa akan menjadi lebih meningkat setelah dapat dikonsumsi. Distributor diperkenankan untuk menaikan harga jual dan mengambil keuntungan dari penjualan tersebut. Agar bisa mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar, maka diperlukan adanya strategi distribusi yang lebih tepat untuk menyalurkan barang dagangannya ke tangan para konsumen (retailer) dan konsumen akhir.

Berikut ini adalah metode-metode strategi dalam distribusi yang seringkali digunakan oleh jenis perusahaan distributor dalam memaksimalkan laba. Dan metode dari strategi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Strategi Distribusi Intensif.

Adalah strategi yang menempatkan produk dagangannya kepada banyak retailer. Strategi seperti ini sangat cocok untuk digunakan bagi penyaluran produk untuk barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari yang memiliki tingkat permintaan dan tingkat konsumsi yang sangat tinggi. Contohnya adalah: Sembako, sabun, detergen, dan lain sebagainya.

2. Strategi Distribusi Selektif.

Adalah suatu metode strategi distribusi yang akan menyalurkan produk barang pada suatu daerah pemasaran tertentu, karena ditinjau dari segi persaingan untuk merebut para konsumen. Diantara para distributor atau pengecer akan terdapat suatu persaingan untuk merebut konsumen dengan cara, teknik, dan strateginya masing-masing. Seperti contoh: Produk elektronik, kendaraan bermotor, pakaian, dan lain sebagainya.

3. Strategi Distribusi Ekslusif.

Adalah untuk memberikan hak distribusi untuk kategori suatu produk pada satu atau dua distributor/pengecer saja pada suatu area daerah tertentu. Distribusi ekslusif adalah berupa barang-barang yang ditawarkan dengan kualitas dan harga yang sangat tinggi dengan jumlah konsumen yang sangat terbatas. Contohnya adalah berupa: Showroom mobil. Factory Outlet, Restoran, dan lain sebagainya.

4. Jaringan Distribusi.

Untuk jaringan distribusi dalam usaha untuk mengoptimalkan penjualannya, maka dibutuhkan adanya strategi SCP, yang meliputi:

• Spreading.
• Coverage.
• Penetration.

Yang mana dari ketiga strategi tersebut adalah berupa bauran distribusi yang memiliki peranan penting dalam proses alur distribusi.

5. Strategi Coverage:

• Siklus Kunjungan Contohnya adalah: dua/tiga kali dalam satu bulan.
• Jadwal kunjungan Contohnya: Jadwal kunjungan kepada outlet setiap senin siang.
• Prosedur Kunjungan Contohnya: Prosedur yang ada di Giant tidak akan sama dengan prosedur yang di Hypermart atau dalam melakukan kunjungan, Sales force (staf penjualan yang telah dipekerjakan oleh perusahaan untuk menjual barang) akan lebih mempriorotaskan kepada penagihan atau penawaran produk.
• Durasi Kunjungan.
• Stop Call Ratio Rata-rata jumlah toko yang telah dikunjungi setiap kali oleh sales force.
• Four Sales Contact Alasan kunjungan: Untuk menjual, menagih, atau penelitian pasar.

6. Strategi Kepuasan Pelanggan Strategi Spreading, yaitu:

1. Penambahan armada dan sales force.
2. Penambahan modal dan inventory kerja.
3. Strukturisasi rute.
4. Pemberdayaan sumber daya manusia dan organisasi.
5. Penambahan Wilayah.
6. Dinamisasi system control.
7. Intensifikasi penagihan.
8. Penambahan cabang dan Distributor.

Oleh karena itu setiap para pelaku usaha distributor harus bisa menguasai tehnik pemasaran barang. Seorang distributor memiliki peranan terpenting dalam penyaluran barang, oleh karena itu seorang distributor memiliki tanggungjawab yang begitu besar dan harus lebih teliti dalam menangani suatu pemasukan barang.

Semoga dari berbagai penjelasan diatas tentang betapa pentingnya peran dan metode-metode strategi distribusi dapat bermanfaat bagi Anda sekalian. Apabila pembaca membutuhkan dalam merapikan menajemen distributornya agar profit, membutuhkan dan up grade software distribusi dan pelatihan manajemen penjualan ( Basic selling skill, sales territory management, Sales supervisory management, leadership & managerial skill for sales manager) dan SOP untuk Distributor, silahkan hubungi 081-8521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu. ( Frans)

ALASAN-ALASAN BAGI KARYAWAN UNTUK MENGAJUKAN RESIGN HARUS MENJADI PERHATIAN KHUSUS BAGI HRD PERUSAHAAN

Karyawan yang mengajukan resign dari perusahaan, sebenarnya apa saja alasannya? Manajer HRD yang baik tentunya pasti tahu betul bagaimana besarnya biaya dan berbagai macam resiko yang harus ditanggung oleh perusahaan hanya untuk sekedar merekrut kandidat karyawan baru. Oleh karena itu mereka akan melakukan berbagai macam cara hanya untuk mempertahankan karyawan yang sudah ada dan mencoba untuk mengembangkannya, terutamanya bagi karyawan yang memiliki kontribusi terbesar bagi perusahaan. Namun fakta yang sebenarnya terjadi tidak demikian, semua karyawan yang masih dapat dipertahankan tidak peduli seberapa baik mereka diperlakukan oleh perusahaan.

Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa karyawan sangat ingin mengajukan permohonan resign resign ( mengundurkan diri) dari perusahaan yang harus dipahami oleh setiap manajer HRD perusahaan:

1. Karyawan yang Merasa Kurang Dihargai Oleh Perusahaan.

Alasan pertama bagi karyawan yang berkeinginan untuk mengajukan resign dari perusahaan adalah karena mereka merasa kurang bahkan mungkin sama sekali tidak dihargai oleh perusahaan. Merasa dihargai merupakan prioritas terpenting pertama bagi seorang karyawan sebelum uang gaji, dan ini bukan berarti seorang manajer HRD harus memberikan pujian untuk sikap loyalitas yang tinggi bagi perusahaan atau pada saat mereka telah menyelesaikan tugas-tugasnya dengan tepat waktu. Mereka hanya butuh diingatkan dari waktu ke waktu bahwa kontribusi mereka memang sangat bernilai besar bagi perusahaan. Mengabaikan mereka terlalu lama, itu sama halnya dengan menyuruh mereka untuk mencari penghargaan dan prestasi kerja dari tempat lain (perusahaan baru).

2. Perubahan Dalam Lingkup Manajemen.

Perusahaan yang kurang peduli tentang dampak dari perubahan kebijakan, akan kehilangan banyak sekali tenaga yang berharga. Meluangkan sedikit waktu untuk sekedar berdiskusi dengan orang-orang yang paling terkena dampak dari perubahan kebijakan tersebut adalah hal terpenting untuk dilakukan dalam memastikan proses transisi perusahaan masih tetap berada pada jalur yang benar. Dan hal inilah yang sering menjadi alasan penting lainnya bagi karyawan untuk mengajukan permohonan resign dari perusahaan.

3. Kurangnya Waktu Untuk Istirahat.

Alasan karyawan resign selanjutnya adalah karena sempitnya waktu untuk beristirahat bagi mereka. Dalam usaha untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan menekan biaya seminimal mungkin, beberapa pengusaha seringkali memaksa karyawannya untuk bekerja beberapa jam lebih lama untuk mengerjakan berbagai tugas tambahan. Cara seperti ini mungkin saja akan berhasil untuk menekan biaya sementara waktu, namun pada akhirnya hal itu justru akan menyebabkan biaya yang jauh lebih tinggi dan tingkat produksi yang lebih rendah karena para pekerja akan mulai bosan dengan jadwal yang ketat dan terlalu mengintimidasi dan memaksa mereka untuk bekerja lebih berat dengan waktu istirahat yang sangat sedikit.

4. Kurangnya Fasilitas Kompensasi Bagi Karyawan.

Ini merupakan permasalahan terpenting lainnya yang seringkali diabaikan oleh pihak manajemen dan harus secepatnya ditangani. Sudah bukan rahasia lagi bahwa jika perusahaan yang lebih bermurah hati dalam hal seperti ini, maka perusahaan tersebut bisa dikatakan sebagai perusahaan yang jauh lebih sukses. Kurangnya kompensasi juga dapat menjadi alasan lain bagi karyawan untuk mengajukan resign dari perusahaan Anda.

5. Mesin dan Peralatan yang Sudah Mulai Usang (Tidak Layak Pakai).

Apakah itu adalah mesin fotocopy, komputer atau sistem telepon kantor, peralatan yang menjadikan pekerjaan terhambat bagi mereka yang menggunakannya berperan sangat besar bagi seorang karyawan untuk keluar dan mencari tempat bekerja yang baru. Dalam waktu jangka panjang, mengganti para pekerja yang sudah keluar tersebut terbukti seringkali jauh lebih mahal daripada harus mengganti peralatan baru dengan yang lebih modern.

6. Target yang Tidak Masuk Akal.

Menetapkan target itu sangatlah penting untuk menjaga tingkat produksi dan mencapai hasil yang lebih maksimal. Hal ini juga berlaku pada semua aspek kehidupan, baik itu adalah pribadi maupun perusahaan. Akan tetapi meningkatkan target secara terus-menerus tanpa memperhatikan apa yang diperlukan dalam mencapainya hal itu biasanya akan berakhir dengan keruntuhan mental dan motivasi para pekerjanya. Karyawan yang terus-menerus mengalami hal ini pada akhirnya akan memutuskan bahwa itu sangatlah tidak layak dan tidak masuk akal, dan akhirnya merekapun akan mengajukan resign.

7. Kurangnya Dukungan Dari Pihak Manajemen Bagi Karyawan.

Manajer yang tidak bersedia mendukung karyawan yang bergantung kepada mereka (manajer) akan semakin kesulitan untuk mempertahankan para karyawan dibawahnya. Seorang manajer bukan berarti harus selalu menjadi pendengar dari setiap keluhan mereka, akan tetapi harus memberikan dukungan dan sedikit bantuan motivasi, bahkan pada saat harus melibatkan urusan yang bukan bagian dari tujuan dari karir Anda. Ini adalah tentang bagaimana Anda agar bisa menjadi pemimpin yang dihormati oleh karyawan.

8. Kurangnya Tantangan Bagi Karyawan.

Pada saat karyawan mulai merasa bosan dengan pekerjaannya yang sehari-harinya terlalu monoton, maka pikiran mereka akan mulai mencari sesuatu yang lebih menarik dan yang lebih menantang. Apabila hal itu tidak dapat mereka temukan di perusahaannya yang sekarang, maka mereka akan mencarinya ditempat lain (tempat kerja baru). Menjaga karyawan agar tetap merasa tertantang dengan berbagi tugas-tugas yang lebih bervariasi dan tetap bermanfaat adalah cara terbaik untuk menjaga mereka dari niat untuk meninggalkan perusahaan.

9. Lingkungan Kerja yang Kurang Menyenangkan.

Perhatikanlah suasana tempat Anda bekerja, apakah karyawan Anda tampak merasa senang berada di sana? Apakah terdapat pengaruh positif bagi para staff Anda yang terpancar dari sikap antusiasme mereka?. Jika tidak, maka segera tanyakan kepada diri sendiri mengapa bisa demikian? Tempat kerja tidak harus selalu membosankan. Bahkan perusahan-perusahaan besar yang sangat suksespun selalu berlomba-lomba untuk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Bukan berarti harus mengadakan sebuah pesta meriah, namun setidaknya Anda harus membangun suasana keakraban diantara para karyawan Anda, dengan menebarkan senyum tulus misalnya dan lain sebagainya.

Manajer HRD yang baik dan penuh perhatian akan meluangkan sedikit waktunya untuk memperhatikan kebutuhan para karyawan dengan melihat nilai mereka dari perspektif jangka panjangnya. Perusahaan telah menghabiskan banyak sekali waktu, tenaga dan uang hanya untuk mendapatkan dan mempekerjakan orang yang tepat. Semua ini akan menjadi sia-sia apabila perusahaan tidak bisa menjaga keberadaan mereka.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

MENGENAL AKTIVITAS OPERASIONAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DAN MENGELOLA KEUANGANNYA DENGAN SOFTWARE AKUNTANSI

Pengertian pengelolaan keuangan adalah berupa penggunaan sumber daya yang diterima dan yang dipergunakan untuk penyelenggaraan pengelolaan terhadap fungsi keuangan. Dalam hubunganya dengan keuangan perkebunan kelapa sawit, pengelolaan keuangan sangat penting untuk menjalankan fungsi keuangannya. Sebelum kita lanjutkan kepada inti dari pokok pembahasan, maka berikut ini terlebih dahulu akan sedikit kita ulas tentang karakteristik dari jenis usaha perkebunan kelapa sawit.

Industri kelapa sawit memiliki karakteristik yang sedikit lebih khusus yang membedakannya dengan jenis-jenis usaha bidang lainnya seperti: jenis usaha dagang, industry manufaktur dan jasa, yang meliputi proses aktivitas pengelolaan tanaman yang menghasilkan produk yang bisa dikonsumsi dan selanjutnya akan diproses lebih lanjut agar dapat menghasilkan produk lainnya.

Aktivitas-aktivitas operasional dari jenis industri perkebunan kelapa sawit pada umumnya dapat digolongkan menjadi:

1. Masa awal yaitu pembibitan dan penanaman bibit muda, yang merupakan proses pengelolaan bibit tanaman untuk cikal bakal ditanam kembali dan akan dilanjutkan dengan proses penanaman.
2. Pemeliharaan dan pemupukan tanaman, merupakan proses pemeliharaan tanaman agar dapat melalui proses pertumbuhan dan pemupukan sampai dapat menghasilkan produk.
3. Hasil dari produk, proses pemanenan atas produk yang sudah siap di olah dan di jual atau dibibitkan kembali.
4. Pengemasan dan pemasaran, merupakan proses akhir dari penjualan produk kelapa sawit.

Mengelola keuangan dari perkebunan kelapa sawit biasanya berhubungan dengan anggaran dan pencatatan transaksi  harian yang berhubungan dengan ke 4 aktivitas operasional diatas sampai pada penyajian laporan keuangan. Dalam pembuatan laporan keuangan memang dibutuhkan adanya system akuntansi yang terbaik sehingga akan menghasilkan laporan keuangan yang lebih CEPAT dan AKURAT untuk dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pihak manajemen dalam pengambilan keputusan selanjutnya. Penggunaan software akuntansi akan dapat digunakan untuk jenis usaha perkebunan kelapa sawit yang membutuhkan adanya pembukuan yang sudah harus terintegrasi dengan berbagai aktivitas pencatatan mulai dari:

1. Penganggaran biaya operasional.
2. Pencatatan transaksi atas biaya dalam proses Tanaman Belum Menghasilkan (TBM).
3. Pencatatan transaksi atas biaya dalam proses Tandan Buah Segar (TBS).
4. Pencatatan transaksi dan pengelolaan stok atas pemakaian stok, baik itu adalah berupa stok pendukung seperti obat-obatan, pupuk maupun stok dari hasil kelapa sawitnya.
5. Pencatatan terhadap penjualan, pembelian, kontrol terhadap piutang dan hutang.
6. Pencatatan dari operasional Kas dan Bank nya.

Proses penginputan yang lebih praktis, mudah, dan cepat akan mampu menghasilkan laporan keuangan hanya dalam hitungan detik saja.

Manfaat terpenting dalam penggunaan software akuntansi untuk jenis usaha kelapa sawit di antaranya adalah:

1. Kemudahan dalam hal mengontrol biaya-biaya per area kelapa sawit, baik itu adalah atas biaya operasional maupun biaya pemakaian atau penggunaan dari suku cadang serta stok pendukung lainnya.
2. Mengontrol biaya dalam proses mulai dari biaya pembibitan, penanaman, pemeliharaan sampai dapat menghasilkan produk kelapa sawit.
3. Kemudahan dalam hal mengontrol persediaan , baik itu adalah persediaan suku cadang, bibit dan hasil produk kelapa sawit.
4. Mendapatkan informasi dari laporan anggaran realisasi dan laporan laba rugi per pekerjaan dan per departemennya.

Nah, itulah pembahasan tentang mengenal siklus aktivitas operasional dari perkebunan kelapa sawit dan manfaat menggunakan software akuntansi untuk mengelola keuangannya, semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan terimakasih. Salam sukses.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

DUNIA PERINDUSTRIAN LOGISTIK, SELAMAT DATANG PADA KONSEP ERA LOGISTIK SHARING ECONOMIC

Baru-baru ini konsep sharing economic sudah mulai banyak dibahas dimana-mana. Konsep dari sharing economic yang dimaksudkan disini adalah berupa sebuah keadaan di mana para pelaku ekonomi akan membagikan alat ekonomi mereka agar bisa digunakan secara bersama-sama. Tentu saja masih terdapat catatan penting tentang bagaimana kondisi pada saat alat ekonomi tersebut dapat digunakan secara bersama-sama.

Kondisi tersebut memang lebih menekankan tentang optimalisasi dari alat ekonomi, terutamanya adalah pada titik krusial yang mana alat ekonomi tersebut berada pada masa idle (menganggur) atau tidak digunakan. Namun tentu saja akan lain ceritanya apabila alat ekonomi tersebut menjadi sebuah asset yang memang dengan disengaja agar bisa dipinjamkan untuk mendapatkan penghasilan dari hasil sewa tersebut.

Dalam konteks seputar dunia logistik, perusahaan-perusahaan penyedia logistik sendiri dibedakan berdasarkan kepemilikan assetnya masing-masing. Dana dalam dunia logistik lebih sering kita kenal dengan beberapa sebutan berikut ini, yaitu:

1PL.
2PL.
3PL.
4PL.
5PL.

Untuk membedakan sebuah perusahaan penyedia jasa logistik berdasarkan kepemilikan assetnya. Akan tetapi, konsep dari sharing economic ini sebenarnya tidak sekedar berbicara tentang sewa-menyewa asset antar sesama perusahaan penyedia jasa logistik saja, namun lebih kepada tentang bagaimana dalam melakukan optimasi pada penggunaan asset yang masih dimiliki namun dalam masa idle (menganggur) tersebut.

Selamat Datang Pada Era Logistics Sharing Economic

Bekerja dalam lingkup perusahaan penyedia jasa logistik, pastinya kita pernah merasakan masa di mana kita harus menghadapi permasalahan space pada warehouse kita yang tidak terpakai. Atau bagi pemilik moda transportasi terdapat masa dimana kita tidak dapat memenuhi kapasitas muatan. Selama masa tersebut kita akan menghitungnya sebagai masa idle (menganggur), dan terkadang kita akan memasukkannya sebagai biaya dan akan menghitungnya secara keseluruhan agar biaya tersebut mampu tertutupi dengan memasukkannya ke dalam beban sewa terhadap para pengguna lainnya. Begitu pula yang akan terjadi dengan kapasitas muatan yang tidak mampu terpenuhi.

Sementara pada sisi lainnya, terdapat beberapa perusahaan logistik lain yang berusaha untuk tetap mencari space agar bisa menempatkan barang-barangnya, namun masih tetap mengalami kesulitan untuk bisa mendapatkan warehouse dikarenakan masa sewa yang tidak lama atau karena hanya masih membutuhkan space yang lebih kecil saja. Begitu pula dengan terdapatnya perusahaan lain yang harus membayar dengan harga yang jauh lebih mahal dari yang semestinya, karena hanya membutuhkan jasa pengiriman barang dengan muatan yang lebih kecil.

Belum lagi jika kita berbicara tentang kelebihan dan kekurangan dari tenaga kerja yang dibutuhkan di gudang, permasalahan sulitnya untuk mencari jasa supir harian, kesulitan mencari kernet part time, serta hal-hal sepele namun urgent lainnya yang menjadi kebutuhan sebagai tools penting di gudang, adanya forklift yang tidak terpakai selama berbulan-bulan bahkan sampai bertahun-tahun, palet yang terus menumpuk tidak terpakai, sementara di tempat-tempat logistik lain malah sebaliknya, berusaha mati-matian untuk mencari palet dengan harga yang relatif lebih murah atau mencari persewaan palet dengan harga yang terlalu tinggi, karena hanya meminjam dalam waktu yang sebentar saja.

Lalu Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Kedua sisi yang tidak seimbang tersebut memang benar-benar nyata adanya di Indonesia. Akan tetapi, apakah tidak ada solusi lain yang lebih tepat untuk hal seperti ini? Maka sharing economic lah jawabannya.

Solusi untuk mengatasi semua permasalahan tersebut adalah dengan membagi asset yang tidak terpakai agar bisa digunakan secara bersama-sama. Lalu bagaimana caranya? Tentu saja dengan melakukan penerapan teknologi informasi.

Baru-baru ini, sharing economic menjadi semakin terkenal sejak diterapkannya teknologi informasi pada pemanfaatan asset-asset yang idle. Dan salah satu contohnya adalah dari aplikasi Uber (aplikasi ojek dan driver online) yang lebih banyak untuk memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki mobil untuk memanfaatkan asset mobilnya agar bisa mendapatkan penghasilan. Caranya adalah dengan berbagi, bahwa asset mobilnya dapat disewakan melalui aplikasi Uber (perantara aplikasi Uber). Untuk orang yang membutuhkan berpergian dengan mobil namun tidak memiliki mobil atau bisa juga karena terlalu malas untuk membawa mobil sendiri dengan berbagai alasan, maka solusinya adalah bisa dengan memanfaatkan jasa aplikasi Uber untuk mencari mobil-mobil dan driver yang tersedia dan bersedia untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan masing-masing.

Begitu pula apabila system dari sharing economic diterapkan pada ruang lingkup perusahaan penyedia jasa logistik. Kita akan bisa mendaftarkan asset-asset logistik yang kita miliki dan tidak terpakai lalu membagikan informasinya terhadap perusahaan logistik lain. Tentu saja hal ini masih tetap membutuhkan adanya bantuan dari teknologi informasi yang berupa sebuah aplikasi yang dapat melakukan pencatatan dengan baik. Aplikasi pencatat seperti ini tentunya harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

1. Menjadwalkan pemakaian asset tersebut.
2. Mengetahui informasi berapa lama masa idle dari asset tersebut.
3. Membagikan informasi tentang asset yang idle dengan meliputi informasi kuantitas/kualitas, lokasi, lama idle dan lain sebagainya.

Dari aplikasi tersebutlah, maka kita akan bisa mengetahui asset-asset logistik mana sajakah yang berada pada masa idle dan masih dapat kita pinjamkan (pakaikan) kepada perusahaan logistik lain.

Terdapat empat macam hal yang akan didapatkan apabila konsep dari sharing economic ini dapat berjalan, yaitu:

1. Optimalisasi produktifitas dari asset, sehingga harga sewa menjadi lebih murah.
2. Efisiensi biaya karena mendapatkan harga sewa yang jauh lebih murah.
3. Mendapatkan ketersediaan kebutuhan dan sarana pendukung bagi operasional logistik dengan sangat mudah.
4. Bisnis dapat berjalan dengan lancar.

Jadi intinya adalah logistics sharing economic cepat atau lambat akan segera menjadi sebuah tren dalam beberapa tahun ke depan. Persaingannya juga sudah bukan pada kemampuan untuk memiliki asset sebanyak mungkin saja, namun tentang bagaimana dalam melakukan optimalisasi terhadap asset serta kemampuannya dalam memberikan layanan yang terbaik bagi pelanggan. Itulah sedikit pembahasan tentang konsep Logistic Sharing Economic. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalin seputar dunia perindustrian logistik. Terimakasih dan salam sukses.

Scroll to top