Kategori: Manajemen

TATA CARA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING/IPO (2) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA DARI PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan melanjutkan pembahasan artikel yang lalu yang berjudul: TATA CARA TENTANG BAGAIMANA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA PERUSAHAAN. Pada pembahasan sebelumnya praktisi software akuntansi telah menjelaskan tentang hal-hal utama yang perlu untuk dilakukan oleh para calon emiten agar dapat menjadi perusahaan Go Publik. Tahapan yang dilakukan adalah persiapan, mengajukan niat untuk mendaftar, menawarkan saham lalu kemudian mencatatkan saham pada bursa efek.

Tentang tahapan persiapan, pada artikel lalu juga sudah dibahas bahwa para calon emiten perlu mempersiapkan segala kebutuhan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Setelah dokumen sudah dipersiapkan, maka struktur keuangan perusahan akan diperbaiki, lalu kemudian melakukan rapat umum para pemegang saham untuk meminta persetujuan dari mereka. Tentang langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara bersama-sama dan sebagai persiapan awal.

Setelah persiapan awal sudah dilakukan, maka perusahaan akan mulai melangkah kepada tahapan selanjutnya, yaitu menunjuk lembaga-lembaga pasar modal untuk membantu dalam mengurus dan mendukung terlaksananya proses penawaran saham perdana. Lembaga tersebut meliputi Penjamin emisi (Underwariter), Akuntan Publik (Auditor Independen), Konsultan hukum, Notaris dan biro administrasi.

Nah, Itulah tahap-tahap untuk persiapan yang harus dilakukan untuk melakukan Penawaran Saham Perdana Initial Public Offering (IPO). Sekarang kita akan melanjutkan pembahasan pada tahapan untuk pengajuan Pernyataan Pendaftaran.

TAHAP PENGAJUAN PERNYATAAN PENDAFTARAN

Pada tahap ini, calon emiten harus melengkapi dokumen-dokumen pendukung untuk menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga OJK memberian pernyataan bahwa Pernyataan Pendaftaran telah efektif.

Untuk menjadi perusahaan publik yang sahamnya sudah tercatat dan diperjual belikan pada bursa efek Indonesia (BEI), perusahaan harus mengajukan permohonan untuk mencatatkan saham, melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan, antara lain adalah:

 Profil perusahaan (Company Profile). Laporan yang berisikan tentang latar belakang perusahaan seperti sejarah berdirinya, fakta terkini dan visi misi perusahaan.
 Laporan keuangan (Financial Statement). Laporan yang memberikan informasi tentang bagaimana kinerja keuangan yang telah diperiksa oleh Auditor Independen.
 Opini Hukum.
 Proyeksi Keuangan. Laporan yang berisikan tentang anggran perusahaan yang meliputi perkiraan pendapatan dan biaya yang akan terjadi di masa depan.

Perusahan juga wajib untuk menyampaikan permohonan pendaftaran saham untuk dititipkan secara kolektif (Scirpless) dikustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Surat pernyataan yang sudah diajukan oleh para calon emiten akan di evaluasi ulang oleh Bursa efek Indonesia BEI dan akan mengundang beberapa lembaga pasar modal untuk mempresentasikan profil perusahaan seperti Under writer/penjamin emisi dan Profesi penunjang. Evaluasi perusahan juga meliputi kunjungan dari tim Bursa Efek Indonesia ke kantor perusahaan calon emiten untuk menilai kegiatan usaha calon emiten dan relevansinya dengan rencana IPO. Bursa efek Indonesia akan memberikan persetujuan prinsip berupa Perjanjian Pendahhuluan Pencatatan Saham kepada perusahaan ketika Bursa Efek Indonesia telah menentukan bahwa permohonan dari para calon emiten sudah diterima. Bersamaan dengan pengajuan permohonan ke Bursa efek Indonesia calon emiten juga harus mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuanga Indonesia (OJK).

OJK akan mengevaluasi fakta-fakta material tentang penawaran saham, kondisi keuangan dan kegiatan usaha perusahaan yang diungkapkan melalui prospektus. Propektus adalah berupa Gabungan antara Profil perusahaan dengan laporan keuangan yang akan disajikan dalam satu dokumen untuk memberikan gambaran tentang saham yang sedang ditawarkan.

Prospektus yang berisikan tentang reksadana, saham, obligasi, dan jenis investasi-investasi lainnya. Selain itu prospektus juga berisikan tentang Laporan keuangan, profil dewan direksi dan juga dewan komisaris, rincian informasi tentang kompensasi mereka, masalah-masalah yang seringkali harus dihadapi oleh perusahaan dan informasi-informasi penting lainnya yang lebih bersifat material. Sebuah prospektus yang baik juga harus memuat tentang fakta-fakta yang lebih material. Keberhasilan dalam mendapatkan investor juga masih tergantung pada prospektus yang sudah disajikan. Prospektus ini akan langsung didistribusikan oleh penjamin emisi (Under writer) atau pialang saham (broker) terhadap investor potensioal. Sehingga harapan dari emitan atas saham yang sudah dilepas dapat langsung terserap semuanya oleh pasar.

Peraturan tentang prospektus ini telah diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Berdasarkan peraturan Bapepam lebih dikenal dengan beberapa tahapan prospektus di Indonesia yaitu:

Prospektus Awal

Prospektus ini digunakan hanya untuk mengukur minat dari pasar (book buiilding) terhadap para calon emiten. Prospektus ini berisikan tentang keseluruhan informasi yang perlu disampaikan kepada Bapepam kecuali Informasi penawaran, seperti nilai nominal, jumlah dan harga penawaran, efek penjamin efek, penjamin emisi, efek tingkat suku bunga, obligasi.

Prospektus ringkas

Prospektus ini lebih banyak memberikan informasi tentang ringkasan dari fakta-fakta dan berbagai pertimbangan. Informasi yang sudah diungkapkan pada prospektus ini berisikan tentang semua perkiraan yang berhubungan langsung dengan hak dan kewajiban dari para calon investor.

Prospektus final

Sebuah Prospektus yang akan dipublikasikan setelah Bapepam yang isinya menyatakan bahwa efektifitas atas Pernyataan Pendafataran yang telah diajukan oleh para calon emiten.

Prospektus yang disebutkan di atas akan diterbitkan oleh calon emiten menjelang perusahaan IPO.

Nah, itulah beberapa tips seputar bagaimana cara dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana. Apabila pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang tata cara IPO, membutuhkan konsultasi seputar manajemen, dan membutuhkan Software Accounting pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya, terimakasih.

TATA CARA TENTANG BAGAIMANA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi dan implementor software akan sedikit banyak membahas artikel tentang bagaimana caranya dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana. IPO (Initial Public Offering) penawaran umum saham perdana, merupakan penjualan pertama saham perusahan terhadap masyarakat. Tidak perlu memliki sejarah perusahaan yang solid dan keuangan yang kuat. Perusahaan baru dan kecilpun masih memiliki kesempatan yang sama untuk bisa mengembangkan perusahaan.

Dalam rangka untuk penawaran umum dari calon perusahaan yang sudah tercatat (emiten), terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahapan-tahapan tersebut meliputi:

1. Tahap persiapan.
2. Tahap pengajuan Pernyataan Pendaftaran.
3. Tahap Penawaran saham dan
4. Tahap Pencatatan Saham di Bursa Efek.

TAHAP PERSIAPAN

Persiapan yang harus dilakukan oleh calon emiten pertama kali secara bersamaan adalah dengan melakukan restrukturisasi dan pembenahan terhadap berbagai aspek mulai dari pembentukan ulang komposisi Modal, Sumber Daya Manusia (SDM), bahkan kewajiban yang harus diikuti dengan menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Kemudian melakukan rapat umum pemegang saham untuk meminta persetujuan dari para pemegang saham. Setelah mereka menyetujui, barulah menunjuk salah satu Lembaga dan Profesi Penunjang dari Pasar modal antara lain :

1. Penjamin emisi (Underwariter).

Lembaga ini sangat membantu dalam membuat Dokumen, Prospektus dan memberikan penjaminan atas penerbitan efek. Sehingga lembaga ini merupakan yang paling banyak berperan dalam berbagai persiapan perusahaan untuk segera menjadi Go publik. Selain itu lembagai ini juga bertangungjawab penuh terhadap berbagai resiko wanprestasi yang dilakukan oleh pihak emiten.

Calon emiten dapat memilih penjamin emisi untuk menjual emisi baru seperti Bank investasi, Bank Komersial, atau perusahaan pialang. Pada saat penerbitan efek pertamakali, perusahaan dapat menetapkan perjanjain dengan penjamin emisi atas kesanggupannya.

Terdapat dua macam jenis perjanjian, yaitu Kesanggupan penuh (Full Comitment), berupa penjamin emisi efek bertanggungjawab akan mengambil sisa dari efek apabila dalam penawaran tidak terjual semuanya. Yang kedua adalah berupa kesanggupan terbaik (Best effort), yaitu penjamin emisi akan berusaha sebaik-baiknya dalam menjual efek emiten, namun juga tidak bertanggungjawab penuh atas berbagai sisa efek yang sama sekali tidak terjual.

2. Akuntan Publik (Auditor Independen).

Tugas utama dari akuntan publik adalah untuk melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan calon emiten. Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk untuk melakukan audit harus yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Alasan dari ditunjuknya KAP adalah Auditor Independen akan memegang peranan kunci dalam memberikan pendapat atas tingkat kewajaran dari laporan keuangan. Kepatuhan dari para calon emiten dalam hal pelaporan dan penyajian dari laporan keuangan berdasarkan pada Prinsip-Prinsip Akuntansi Indonesia.

Yang paling diwajibkan kepada perusahaan Go publik adalah berupa keterbukaan informasi. Berkembangnya pasar modal, lembaga Internasional mengharuskan pihak emiten agar lebih transparan dan Jelas (fair) dalam mengelola perusahaannya. Keterlibatan pihak eksternal kepada perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung akan nampak jelas pada penataan perusahan, Kinerja GCG. Peran dari akuntan publik pada GCG terletak pada penilaian secara lebih objektif atas kejelasan tentang akuntabilitasnya. Seberapa jauh dari pihak manajemen patuh pada praktek-praktek berdasarkan pada standar akuntansi keuangan Indonesia. Perusahaan yang memiliki tata kelola perusahan biasanya akan tampak pada kualitas dari laporan keuangannya.

3. Konsultan hukum.

Konsultan hukum bertugas untuk memberikan opini dari aspek hukumnya. Seperti:

 Memberikan tanda tangan tentang emisi efek, diikuti dengan penyampaian maksud (letter of intent) kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam).
 Memberikan pendapat dari segi hukum tentang bagaimana keadaan perusahaan calon emiten yang meliputi anggaran dasar perseroan dan berbagai macam perubahnnya. Anggaran dasar ini meliputi setoran modal awal oleh si pemilik perusahaan.
 Menandatangani Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). Setiap perusahan yang melakukan perdagangan wajib memiliki SIUP berdasarkan tempat kedudukan dari perusahaan tersebut. SIUP merupakan surat ijin yang benar-benar sah dan merupakan legalitas untuk menjalankan sebuah usaha yang sudah diterbitkan oleh Kantor Dinas Perdagangan.  Surat Izin seperti ini wajib untuk diperbaharui setiap lima tahun sekali. Surat Ijin Ini akan dibagi menjadi tiga macam berdasarkan nilai modal dan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan.

1. Siup Kecil, wajib dimiliki oleh perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih dan tidak termasuk dari tanah dan bangunan tempat usaha maksimal adalah Rp 200.000.000,-.
2. Siup Menengah, wajib dimiliki oleh perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih dan tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dengan rentang nilai adalah Rp 200.000.000,- hingga Rp 500.000.000,-.
3. Siup Besar, wajib dimiliki oleh perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha diatas Rp 500.000.000,-.

 Menandatangani bukti kepemilikan asset-asset. Agar kepemilikan asset, seperti diakui kuat secara hukum juga membutuhkan adanya bukti otentik.
 Memberikan pendapat dan tanda tangan hubungan antara perusahaan dengan pihak ketiga (Afiliasi).

4. Notaris.

Peran penting dari Notaris menjadikan akta-akta perjanjian dalam proses IPO dan notulen-notulen rapat lainnya. Berikut ini adalah beberapa perincian dari tugas-tugasnya:

1. Membuat akta tentang perjanjian dan pernyataan yang dibuat oleh emiten.
2. Membuat akta perubahan anggaran dasar perusahaan.
3. Membuat perjanjian penjaminan efek.
4. Membuat perjanjian antara penjamin emisi efek.
5. Membuat perjanjian dengan agen penjual (Broker).
6. Membuat perjanjian perwali amanatan (Indenture). Merupakan surat perjanjian bermaterai antara beberapa pihak, dan masing-masing pihak akan menerima tembusan perjanjian tersebut.
7. Membuat perjanjian untuk penanggungan (borgtocht). Perjanjian dimana pihak ketiga akan mengikatkan diri untuk menggantikan posisi dari si berhutang seandainya dia tidak mampu dalam memenuhinya. Tujuannya adalah untuk memberikan jaminan kepada pihak kreditur atas adanya pemenuhan kewajiban dari pihak yang berhutang apabila tidak mampu memenuh kewajibannya tersebut.

5. Biro administrasi

Biro administrasi bertugas sebagai pendokumentasian dari para pemesanan saham dan kepemilikan saham.

Nah, itulah sedikit penjelasan seputar bagaimana cara dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana (IRW). Apabila pembaca ingin memahami yang lebih mendalam tentang bagaimana cara IPO, membutuhkan konsultasi manajemen, dan membutuhkan Software Accounting maka para pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada kelanjutan dari pembahasan artikel berikutnya.

TIPS-TIPS TENTANG BAGAIMANA CARANYA DALAM MENGELOLA KAS KECIL (PETTY CASH) PERUSAHAAN

Pada kesempatan kali ini implementor software akuntansi akan memberikan tips tentang pengelolaan kas kecil (Petty Cash). Pertama-tama kita perlu mengetahui definisi sebenarnya dari kas kecil, kas kecil (Petty Cash) merupakan uang tunai yang sudah disediakan oleh perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif lebih kecil dari pengeluaran uang perusahaan dan menjadi tidak ekonomis jika dibayarkan melalui check atau transfer Bank. Tujuan dari dibentuknya dana dari kas kecil adalah untuk menunjang berbagai kegiatan operasional perusahaan seperti halnya untuk membeli keperluan-keperluan kantor yang besarnya transaksi hanya cukup jika dibayarkan dengan menggunakan uang tunai saja.

Berikut ini merupakan beberapa tips untuk mengelola kas kecil (Petty Cash) dari implementor software akuntansi:

• Penetapan Metode yang Digunakan.

Penetapan dana kas kecil yang dilakukan pada awal pembentukan kas kecil. Dana yang akan dialokasikan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan hindari untuk pengalokasian dana yang terlalu besar dari berbagai kebutuhan perusahaan. Sesuaikan dana kas kecil dengan histori dari pengeluaran kas kecil untuk pembayaran-pembayaran dari kegiatan operasional. Kegiatan seperti ini biasanya akan dicatat pada pos beban administrasi dan umum (administrative and general expense). Pengeluaran-pengeluaran yang membutuhkan adanya dana kas kecil biasanya melibatkan pembayaran untuk membeli Alat Tulis Kantor (ATK), materai, air minum, listrik, air, pulsa, dan beberapa beban-beban lain yang memiliki sifat harus segera dilunasi.

Hal yang paling mendasar yang harus dilakukan oleh perusahaan pada saat membentuk kas kecil adalah penentuan metode seperti apa yang nantinya akan digunakan untuk mencatat kas kecil. Perusahaan dapat memilih salah satu diantara dua macam metode pencatatan dari kas kecil.

Pertama dengan menggunakan metode tetap (Imprest Fund System), dan yang kedua adalah dengan menggunakan metode fluktuatif (Fluctuating fund system).

“Perbedaan pada kedua jenis metode tersebut terletak pada pencatatan saat pengisian kembali dana dari kas kecil.”

Jika menggunakan metode fluktuatif, maka jumlah kas kecil akan selalu berubah-ubah (menyesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan). Metode seperti ini sangat cocok untuk digunakan pada jenis perusahaan yang memilki kegiatan operasional yang juga tidak menentu. Penepatan jumlah kas kecil sebesar sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan.

Seperti contoh: Perusahaan telah menetapkan jumlah kas kecilnya adalah sebesar Rp 10.000.000,-, kemudian dari total dana tersebut hanya digunakan sebagian, maka pada saat pengisiannya kembali adalah sebesar uang yang sudah dikeluarkan tersebut.

Misalnya pada tanggal 1 Desember 2014 dana dari kas kecil adalah sebesar Rp 10.000.000,- dan Transaksi yang terjadi pada bulan Desember adalah sebagi berikut:

Dengan cara menggunakan metode Fluktuatif dari transaksi-transaksi seperti diatas akan dicatat dengan cara sebagai berikut:

Pada tanggal 31 Desember 2018 tidak perlu dilakukan pembuatan jurnal penyesuaian lagi karena, kasir sudah membukukan transaksi pada setiap tejadinya transaksi setiap periodenya.

Manfaat dari mengunakan metode Fluktuasi (Fluctuating fund system) adalah:

1. Saldo kas kecil dapat diketahui setiap saat.
2. Apabila dana dari kas kecil tidak cukup, maka administrasi atau petugas dari kas kecil dapat meminta untuk mengambil dananya kembali.
3. Sangat mudah untuk dilakukan pengontrolan terhadap buku kas.
Akan tetapi perusahan harus tetap memperhatikan bahwa dengan cara menggunakan metode seperti ini maka pengeluaran yang akan terjadi tidak akan mudah untuk bisa ditelusuri.

….. Berlanjut

Nah, itulah sedikit tips tentang bagaimana caranya dalam mengelola kas kecil. Apabila pembaca ingin memahami secara lebih mendalam bagaimana cara untuk mengelola kas kecil, membutuhkan konsultasi seputar manajemen perusahaan, dan membutuhkan Software Accounting para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-8521172 (Owner) atau 081-252-982900 (Office). Kami siap membantu Anda, terimakasih salam sukses dan sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel selanjutnya.

 

 

TIPS-TIPS UNTUK TATACARA DALAM PEMERIKSAAN (OPNAME) KAS DAN SALDO KAS PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan sedikit menjelaskan artikel tentang bagaimana tata cara dalam memeriksa saldo kas dan juga setara kas. Alasan mengapa saldo kas harus diperiksa akan dijelaskan pada contoh kasus yang terdapat dalam artikel ini. Sebelum melangkah kepada yang lebih jauh dalam pembahasan tentang bagaimana tata cara untuk memeriksa saldo kas perusahaan, maka terlebih dahulu praktisi software akuntansi akan sedikit memberikan gambaran penting bagaimana dalam menyajikan saldo kas dengan lebih akurat.

• Contoh Kasus Pertama.

Pada tanggal 28 April 2018 Colista Dwi Setiawan (Dawan) adalah seorang karyawan dari PT. Jaya Baru Malente mau tidak mau harus rela untuk mendekam dalam penjara selama kurun waktu 24 bulan (kurang lebih2 tahun) setelah pengadilan sepakat untuk memvonis bersalah terdakwa. Keputusan tersebut karena didasarkan pada pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan. Terdakwa sudah terbukti melakukan penggelapan dana/uang perusahaan sebesar Rp. 800.000.000,-.

Tersangka sudah benar-benar mengakui kesalahannya tersebut terhadap Pengadilan Negeri (PN) Surabaya bahwa cara dia lakukan untuk bisa menggelapkan kekayaan milik perusahaan adalah dengan memberikan alamat beserta nomor telepon fiktif pelanggan kepada perusahaan. Dia sengaja melakukan penipuan tersebut sendirian (tanpa ada satupun orang yang membantunya). Kasus seperti ini sudah mulai sedikit terungkap ketika dilakukannya pemeriksaan keuangan perusahaan. Melalui berbagai konfirmasi yang sudah dilakukan kepada para pelanggan perusahaan, mereka mengaku sudah melunasi semua hutang-hutangnya tersebut dengan menyerahkan sejumlah uang kepada dawan.

• Contoh Kasus Kedua.

Pada tanggal 5 Maret 2018 Rita Nurjanah (RN) yang bertempat tinggal di Jalan Komplek Kenangan RT 08/02, Tanggerang langsung diciduk oleh anggota polisi. Tersangka dilaporkan oleh majikannya ke pada pihak kepolisian karena sudah terbukti menggelapkan uang sebesar Rp. 623.000.000,- . RN terpaksa harus mendekam di penjara disebabkan karena sudah melanggar pasal 374 KUHP dan atau 372 KUHP.

Dengan melihat berbagai bukti-bukti yang ditemukan, seperti satu bedel bukti pengeluaran Bank, satu bendel bukti tanda terima uang atau cek, slip gaji atas nama Rita Nurjana, dan invoice fiktif. Polisi telah menyimpulkan bahwa aksi yang sudah dilakuknnya terbilang sangat lama. Uang yang semestinya harus segera disetorkan kepada perusahan, namuni olehnya malah digunakan untuk kepentingannya sendiri.

Nah, dari beberapa contoh kasus penggelapan kas diatas yang oleh karyawan perusahaan, sekarang apakah Anda sudah menyadari seberapa pentinya melakukan pemeriksaan/opname kas perusahaan bukan? Maka sekarang kita mulai untuk mempelajarai tentang bagaimana tata cara dalam melakukan pemeriksaan atas akun-akun atau pos-pos yang sudah masuk ke dalam kriteria kas dan setara kas perusahaan.

1. Lakukanlah tindakan sidak (Inspeksi mendadak).

Sidak merupakan pemeriksaan yang sengaja dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak atau fungsi-fungsi yang akan diperiksa. Kemudian langsung diperiksa, menghitung pada semua dana yang sudah disimpan oleh kasir pada waktu itu juga dengan disaksikan oleh kasir itu sendir. Lalu tuliskan pada berita acara bahwa semua dana kas yang sudah tersimpan, beserta rinciannya. Misalnya seperti lembaran uang pecahan Rp. 100.000 berjumlah sekian lembar, Rp. 50.000 berjumlah sekian lembar, Rp. 20.000, Rp. 10.000 dan seterusnya. Jangan lupa untuk meminta tanda tangan dari si kasir yang ikut menyaksikannya.

2. Buktikan apakah jumlah dari uang saldo kas kecil benar-benar sesuai dengan catatan pembukuannya. Caranya adalah dengan memeriksa antara nilai kas berdasarkan pada pemeriksaan kas opname dengan nilai yang sudah tercantum pada buku besar.

Cara pertama dan kedua merupakan prosedur pemeriksaan yang memang bertujuan untuk mengetahui tingkat kebenaran dari saldo neraca apakah benar-benar ada dan sudah dimiliki oleh perusahaan atau tidak, serta kesesuaianya dengan catatan pembukuan perusahaan.

jika terdapat adanya selisih, maka segera mintalah penjelasan kepada pihak manajemen dan langsung lakukan jurnal koreksi. Penjelasan harus benar-benar didapatkan secara tertulis, hindari hanya dengan menerima penjelasan secara lisan saja. Mintalah pihak kasir dan pimpinan (manajer) untuk menuliskan alasan secara tertulis dari terjadinya selisih pada manajemen letter tersebut. Tujuan utama untuk mendapatkan penjelasan dari pihak kasir adalah bahwa laporan keuangan sudah sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari pihak manajemen perusahaan.

3. Segera siapkan daftar rincian bukti-bukti kasbon, dana yang masih belum dikembalikan/Pending bill.

Prosedur ini juga berfungsi untuk memperoleh waktu pisah berupa batas (cut off). Pisah batas yang digunakan sebagai pemisah dari obyek pemeriksaan antara periode yang sudah diperiksa dengan periode-periode lainnya.

4. Mintalah tanda tangan dari kasir yang bersangkutan, akuntan (khususnya yang berkewajiban pada fungsi kas), dan pimpinan perusahaan diatas tanggal dan jangan pernah melupakan untuk meminta mereka menuliskan nama terangnya masing-masing.

Nah, itulah sedikit tips tentang bagaimana tata cara dalam pemeriksaan/opname kas perusahaan khususnya adalah pada saldo kas. Prosedur yang sudah ditulis diatas mungkin saja akan menjadi berbeda-beda dengan bagaimana kondisi dari setiap masing-masing perusahaan Anda, karena sebuah prosedur pemeriksaan juga masih bergantung kepada bagaimana aliran kerja work flow dan sistem pengendalian internal yang sudah lama berjalan pada setiap masing-masing perusahaan (IRW).

Jika para pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang bagaimana tata cara dalam meng opname/pemeriksaan saldo Kas dan membutuhkan konsultasi dalam bidang manajemen keuangan Anda, Anda dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda, terimakasih salam sukses dan sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel selanjutnya.

Scroll to top