Kategori: Manajemen

BEBERAPA ALASAN PENTING MENGAPA PEMBUKUAN (AKUNTANSI) KEUANGAN PERUSAHAAN HARUS BAHKAN WAJIB UNTK DILAKUKAN

Sebagai seorang pemilik dari sebuah bisnis, jadwal yang terlalu padat sudah pasti menjadi sebagai hal yang sudah biasa terjadi bagi Anda dan mengharuskan Anda untuk mengabaikan hal-hal sepele yang sebenarnya sangat penting seperti halnya pembukuan keuangan perusahaan. Tumpukan-tumpukan invoice, dokumen-dokumen akuntansi, dan laporan-laporan pengeluaran tanpa Anda sadari semakin lama malah semakin meningkat sampai juga terkadang menjadi semakinterbengkalai.

Alasan-Alasan Mengapa Pembukuan Keuangan Perusahaan Sangat Penting untuk Dilakukan

Nah, selanjutnya hal-hal seperti ini akan semakin berimbas kepada bagaimana tentang nasib dari perusahaan apabila pembukuan keuangannya malah menjadi tidak akurat, baik karena faktor terlalu lama tidak diperbarui proses akuntansinya atau karena permasalahan mengalami kekacauan secara keseluruhan dari seluruh bukti-bukti dan dokumen-dokumen akuntansinya.

Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa Anda sangat membutuhkan proses pembukuan keuangan bagi perusahaan Anda.

1. Sebagai gambaran tentang bagaimana kondisi keuangan perusahaan menjadi sangat tidak jelas sama sekali.

Kelangsungan hidup dari keuangan perusahaan Anda akan tergambarkan sebagaimana dengan pembukuan keuangan yang begitu kacau. Gambaran tersebut akan menjadi semakin tidak jelas ketika pembukuan keuangan perusahaan Anda yang tidak dilakukan dengan benar dan akan semakin mempersulit manajemen dalam hal pengambilan keputusan untuk tindakan penghematan pengeluaran. Penyebab utama dari permasalahan finansial dalam perusahaan Anda sebenarnya juga masih dapat terdeteksi dan dicari tahu dimana letak dari akar permasalahannya dengan jalan membuat pembukuan keuangan yang benar, sehingga Anda akan dapat mengetahui dengan pasti bahwa ada atau tidaknya permasalahan keuangan di perusahaan Anda.

2. Mengakibatkan terjadinya kekeliruan keuangan yang sangat merugikan perusahaan.

Bencana terbesar bagi bisnis Anda sebenarnya bisa saja dapat berasal dari faktor pembukuan keuangan perusahaan yang terlalu buruk dan menyebabkan terjadinya kesalahan dalam menghitung profit atau beban-beban biaya tertentu. Seperti contohnya adalah ketika Anda memperkirakan keuntungan yang terlampau tinggi, namun ketika menulis formulir pajak akan semakin menyebabkan terjadinya peningkatan biaya dari beban pajak perusahaan Anda yang tentunya sangat merugikan sekali bagi bisnis Anda.

Sedangkan apabila yang terjadi malah sebaliknya, maka Anda juga akan tetap saja merugi karena malah akan dikenakan denda atau tindakan audit. Pembengkakan terhadap pengeluaran bisnis juga sebenarnya cukup mudah terjadi apabila terdapat kesalahan dalam hal pengkategorian dari asset akibat dari terjadinya kesalahan dalam hal pembukuan yang dilakukan dengan tidak baik. Apabila Anda tidak lebih sering untuk memeriksa pembukuan dan laporan dari bank, maka kesalahan tersebut juga akan menjadi semakin berkembang dan malah akan semakin berdampak buruk bagi kondisi keuangan perusahaan Anda.

3. Resiko dari proses audit yang akan semakin mengalami peningkatan.

Memiliki data keuangan yang terlalu mencurigakan dan seringkali telat untuk membayar pajak dapat menyebabkan perusahaan Anda menjadi semakin rawan untuk terkena audit. Proses audit disini akan semakin menyita waktu dan biaya walaupun jika tidak ada yang salah dengan data-data keuangan perusahaan Anda. Pembukuan keuangan yang tidak tertata dengan rapi akan dapat menjadikan proses tersebut menjadi semakin lebih melelahkan. Terlebih lagi jika terdapat resiko dari ketidaksesuaian data-data keuangan, Anda menjadi semakin beresiko dituntut untuk membayarkan denda pajak atau juga akan dikenakan dipinalti oleh lembaga keuangan negara.

4. Membatasi adanya pilihan seputar keuangan.

Pembatasan pilihan keuangan dapat saja terjadi jika pembukuan keuangan yang telah Anda lakukan sama skali tidak teratur. Terutama yang harus selalu harus diwaspadai untuk jenis-jenis usha kecil menengah kebawah dengan semakin banyaknya kebutuhan berupa pinjaman dana, utamanya adalah apabila sifatnya sangat mendesak, maka pembukuan akuntansi perusahaan Anda juga harus dapat dipastikan kebenaran dan keakuratannya. Jangan sampai pinjaman dana untuk kebutuhan bagi bisnis Anda semakin terhalangi.

5. Merujuk pada permasalahan list pembayaran gaji.

Seperti pada bagian lainnya dalam permasalahan keuangan perusahaan, list  gaji atau yang biasanya disebut dengan payroll juga akan ikut terpengaruh oleh pembukuan akuntansi. Apabila pembukuan akuntansi yang tidak dilaksanakan dengan benar, maka bisa menjadi suatu kesalahan terbesar bagi Anda dalam hal pembayaran gaji karyawan yang mana tidak akan bisa sesuai dengan apa yang diharapkan, apalagi jika Anda sama sekali tidak menyadari hal tersebut karena pencatatan keuangan perusahaan Anda yang tidak teratur, bukankah hal tersebut benar-benar sangat disayangkan karena juga akan dapat berujung pada terjadinya permasalahan pajak yang harus dipenuhi oleh seorang karyawan.

Apakah Anda masih ingin menunda-nunda untuk mengerjakan pembukuan keuangan dari perusahaan Anda? Penundaan seperti ini hanya akan semakin menghalangi Anda untuk mengurangi terjadinya pengeluaran-pengeluaran bisnis dan untuk melakukan penghematan. Apalagi jika ada waktu dan tenaga yang dapat terbuang dengan sia-sia. Pembukuan akuntasi terhadap keuangan perusahaan Anda sebenarnya juga wajib untuk memiliki semua data keuangan yang selama ini telah Anda perlukan guna mengambil keputusan bisnis, misalnya untuk merekrut  pegawai, mencari modal dan dana, serta hal-hal lainnya. Pastikan bahwa pembukuan Anda sudah benar dan selalu ter-update dan Anda akan mampu untuk membuat keputusan bisnis yang jauh lebih baik serta untuk memperoleh berbagai informasi yang lebih berkualitas.

Satu dari sebagian metode untuk memastikan pembukuan perusahaan Anda sudah dikelola dengan baik dan benar atau tidak adalah dengan jalan menggunakani software berupa aplikasi/program akuntansi yang memiliki tingkat akurasi yang 100% lebih tepat, cepat dan serba terjamin. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian. Terimakasih dan salam sukses.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

LANGKAH-LANGKAH YANG DILAKUKAN UNTUK MEMINIMALKAN TERJADINYA RESIKO PIUTANG YANG TIDAK TERTAGIH

Biasanya dari beberapa perusahaan, baik itu adalah yang bergerak dalam bidang perdagangan maupun dalam hal perindustrian manufaktur, banyak diantara perusahaan tersebut sangat menginginkan untuk adanya jenis penjualan yang dilakukan secara tunai (cash).

Namun karena adanya faktor seperti, terbatasnya daya beli dari para konsumen atau karena adanya faktor-faktor lain yang menjadi penyebab utama mengapa daya beli konsumen menjadi semakin menurun, maka strategi yang akan dilakukan oleh perusahaan dalam mengatasinya adalah dengan memberlakukan kebijakan untuk sistem penjualan kredit (piutang).

Dan tidak mungkin bisa disangkal lagi bahwa jika penjualan dengan sistem penjualan kredit dapat semakin mendongkrak omzet penjualan, namun pada sisi lainnya juga malah akan menyebabkan terjadinya kemungkinan untuk resiko semakin tersendatnya penerimaan kas (kas masuk) bagi perusahaan.

Serta tidak menutup kemungkinan bahwa jika penjualan secara kredit seperti ini juga akan semakin mengakibatkan terjadinya resiko kerugian akibat terlalu banyaknya tunggakan-tunggakan piutang dari para konsumen dan bahkan yanglebih paranya lagi adalah bahwa piutang tersebut tidak bisa tertagih.

Semakin lama tumpukan-tumpukan sejumlah piutang menunggak belum terbayarkan, maka akan menjadi semakin besar pula jumlah nilai dari investasi yang dibutuhkan dalam upaya untuk menutup seluruh kerugian akibat dari resiko piutang yang tidak tertagih tersebut.

Resiko utama dan paling banyak terjadi pada jenis penjualan kredit adalah berupa resiko tidak terbayarkannya sejumlah kredit penjualan yang diberikan kepada para pelanggan. Upaya-upaya yang harus dilakukan untuk mengurangi terjadinya kemungkinan resiko tersebut, banyak diantara perusahaan-perusahaan yang lebih memilih untuk menerapkan sistem 5C sebagai dasar utama dalam hal proses pemberian kredit kepada para pembelinya:

1. Character.

Untuk menilai setiap karakter atau sifat-sifat dari para pelanggan. Pelanggan yang jujur dan amanah akan selalu berusaha untuk tetap amanah dan bersedia untuk memenuhi segala kewajibannya.

2. Capacity.

Penilaian yang lebih subyektif dan terkait dengan kemampuan dari pelanggan yang masih dapat diukur dari histori sebelumnya atau dengan cara melakukan survey ke tempat usaha dari para pelanggan.

3. Capital.

Proses untuk mengukur dari sisi finansial yang akan ditunjukkan melalui analisis rasio financial.

4. Collateral.

Berupa penilaian dari aktiva yang nantinya akan dijadikan sebagai jaminan untuk keamanan proses pemberian kredit.

5. Conditions.

Yaitu pengaruh langsung dari tren ekonomi terhadap bagaimana perkembangan perusahaan, sehingga akan dapat mempengaruhi kemampuan dari para pelanggan dalam memenuhi kewajibannya.

Dan berikut ini merupakan langkah-langkah yang masih dapat dilakukan oleh perusahaan dalam upaya untuk lebih meminimalkan terjadinya resiko piutang yang tidak tertagih:

• Menetapkan besar-kecilnya resiko yang akan ditanggung oleh perusahaan, yang akan ditentukan berdasarkan dari historical tahun sebelumnya.

• Kemampuan dari debitur dalam memenuhi kewajibannya yang dapat diukur melalui tingkat likuiditas dan rentabilitasnya.

• Membuat klasifikasi penjualan kredit bagi setiap pelanggan dengan menggunakan daftar analisis piutang untuk mengetahui bagaimana sejarah dari kredit bagi setiap pelanggan.

• Proses seleksi dari para calon pelanggan dengan menggunakan metode historical penjualan kredit mereka sebagai dasar utama dalam menentukan plafon kreditnya, apakah perlu ditambah, diturunkan, atau masih tetap.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam upaya untuk semakin meminimalkan terjadinya resiko piutang yang tidak dapat tertagih. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

PERBEDAAN MENDASAR ANTARA DUA PROFESI PEGAWAI AKUNTANSI DAN AKUNTAN (AKUNTAN PUBLIK)

Profesi akuntansi merupakan semua bidang pekerjaan yang mempergunakan keahlian dalam bidang akuntansi, termasuk juga bidang pekerjaan akuntan publik, akuntansi internal yang bekerja pada suatu perusahaan (karyawan akuntansi).

1. Pegawai Akuntansi.

Karyawan Akuntansi adalah Karyawan yang bekerja dalam suatu organisasi perusahaan. Akuntan internal ini lebih sering disebut juga dengan akuntan perusahaan atau akuntan manajemen. Jabatan tersebut hanya dapat diduduki oleh mulai dari tingkat staff biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan (Chief Accounting).

Tugas mereka adalah untuk menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan agar dapat digunakan oleh pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan untuk kepentingan pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan terhadap berbagai permasalahan perpajakan dan pemeriksaan internal.

Karyawan Akuntansi sangat berguna untuk mencapai tujuan-tujuan sebagai berikut:

• Perencanaan Anggaran.

Berdasarkan berbagai informasi ekonomi yang lebih tepat, maka akan dapat disusun perencanaan kerja yang lebih baik untuk berbagai pelaksanaan kegiatan ke tahap berikutnya.

• Pengendalian Keuangan.

Berdasarkan perencanaan dan penerapan dari sistem akuntansi yang lebih baik, akan dapat dikontrol atau dinilai tentang bagaimana jalannya kegiatan dari operasional perusahaan.

• Pertanggungjawaban Terhadap Para Pemegang Saham.

Setelah diadakan berbagai pencatatan terhadap semua transaksi dan saat kejadiannya, pada akhir periode akan disusun laporan keuangan untuk disampaikan terhadap pihak direksi atau terhadap pihak-pihak eksternal lain yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan.

2. Akuntan (Akuntan Publik).

Akuntan Publik merupakan seorang akuntan yang bekerja dengan cara membuka kantor akuntan publik (KAP) yang akan memberikan pelayanan terhadap perusahaan dalam bidang audit, penyusunan sistem akuntansi dan juga jasa-saja lainnya secara independen (mandiri).

Akuntan publik adalah suatu bidang kegiatan yang dilakukan oleh para akuntan publik, akuntan publik akan menyediakan berbagai macam jasa untuk membantu perusahaan yang antara lain berupa jasa perpajakan, jasa auditing atau untuk pemeriksaan atas kewajaran dari laporan keuangan, dan jasa konsultasi manajemen. Berbagai jasa yang akan diberikan oleh akuntan publik tersebut semakin memunculkan bidang-bidang spesialisasi lain dalam ilmu akuntansi, yaitu: Akuntansi perpajakan, Pemeriksaan akuntansi, dan juga jasa konsultasi manajemen.

• Bidang Akuntansi Perpajakan.

Setiap perusahaan yang seringkali harus selalu berurusan dengan berbagai permasalahan perpajakan. Karena itulah, sebuah perusahaan tetap membutuhkan seorang akuntan yang mengetahui tentang bagaimana konsep, metode, cara pelaporan, dan peraturan/perundang-undangan perpajakan. Dalam hal ini, akuntan akan bertugas antara lain untuk membantu dalam menetapkan besarnya nilai pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan dan disesuaikan dengan ketentuan yang masih berlaku.

Penetapan pajak tersebut akan didasarkan pada Laporan Perhitungan Rugi Laba milik perusahaan. Selain itu, akuntan juga akan berperan penting dalam perencanaan pajak (misalnya: untuk memberikan nasehat tentang bagaimana cara dalan meminimalkan laba jika memang dirasa memungkinkan, metode akuntansi yang sudah diterapkan), pelaksanaan administrasi perpajakan (misalnya untuk pengisian Surat Pemberitahuan Pajak-SPT), atau untuk mewakili perusahaan di kantor pajak. Berbagai pekerjaan akuntan yang berhubungan langsung dengan permasalahan perpajakan, maka itulah yang disebut dengan akuntansi perpajakan.

• Pemeriksaan Akuntansi (Auditing).

Hasil laporan keuangan dari suatu perusahaan perlu dinilai tingkat kelayakan dan kewajarannya sebelum laporan tersebut akan diinformasikan kepada pihak luar. Suatu laporan keuangan dapat dikatakan layak dan cukup wajar apabila telah benar-benar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang masih berlaku secara umum. Untuk itulah, sebelum laporan keuangan tersebut dikeluarkan untuk kepentingan publik, sebelumnya harus diperiksa terlebih dahulu agar laporan tersebut dapat dipercaya. Pemeriksaan tersebut akan diawali dengan melakukan pemeriksaan terhadap data-data akuntansi yang berada di perusahaan serta akan memeriksa kecermatan dalam melakukan pembukuan terhadap data-data tersebut.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh akuntan publik yang telah dipekerjakan oleh suatu perusahaan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Selain melakukan pemeriksaan, mereka juga akan memberikan pendapat dan penilaian secara bebas tentang tingkat kejujuran dan kebenaran dari laporan keuangan tersebut.

• Jasa Konsultasi Manajemen (Management Advisory Service).

Jasa konsultasi manajemen merupakan jenis pelayanan yang akan diberikan oleh akuntan publik (eksternal) tentang berbagai permasalahan manajemen yang seringkali muncul dalam perusahaan. Kegiatan seperti ini antara lain adalah untuk membantu pimpinan perusahaan dalam membuat anggaran sebagai alat utama untuk perencanaan dan pengawasan.

Dari berbagai penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa seorang pegawai akuntansi dan akuntan (akuntan publik) merupakan dua jenis profesi yang berbeda dari segi tugas dan wewenangnya masing-masing, sedangkan untuk persamaan mereka adalah sama-sama memberikan output untuk sistem informasi akuntansi, baik yg di butuhkan oleh pihak internal maupun oleh pihak eksternal perusahaan. Semoga bisa bermanfaat, terimakasih dan salam sukses.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

KAPAN SAAT YANG LEBIH TEPAT UNTUK MENENTUKAN PEMBENTUKAN MANAJEMEN HRD BAGI PERUSAHAAN BARU (STARTUP)

Banyak juga yang berpikir jika manajemen sumber daya manusia hanya diperuntukan bagi jenis perusahaan-perusahaan yang lebih berskala besar saja. Namun sebenarnya pendapat tersebut adalah sebuah pendapat yang sangat keliru, karena semua perusahaan juga tidak pernah mengenal apakah itu jenis perusahaan besar atau berupa perusahaan kecil, akan selalu membutuhkan yang namanya pengelolaan sumber daya manusia. Merekrut sejumlah orang untuk posisi HRD adalah salah satu hal yang cukup mudah bagi perusahaan besar.

Akan tetapi hal ini adalah berupa investasi termahal bagi jenis perusahaan Start Up yang sebenarnya juga sedang merintis usahanya. Ketika sedang memulai sebuah Start Up dengan hanya mengandalkan kemampuan dari beberapa orang dalam tim, Anda sebenarnya juga bisa berperan sebagai seorang pemilik sekaligus sebagai pekerja maupun sebagai seorang HRD yang mengelola berbagai permasalahan-permasalahan dari sumber daya manusia.

Seiring dengan semakin bertumbuhnya perusahaan, maka jumlah karyawannyapun akan semakin bertambah banyak. Akan menjadi semakin sulit bagi Anda untuk bisa mengelola semua jenis pekerjaan sekaligus dan paa saat itu pula Anda juga harus mulai berfikir keras tentang bagaimana dalam merekrut karyawan lain yang hanya lebih berfokus untuk menangani segala urusan tentang sumber daya manusia.

1. Mengapa perusahaan Start Up seringkali terlalu mengabaikan urusan manajemen Sumber Daya Manusia?

Sebagai perusahaan dengan penganggaran yang masih sangat ketat, penghematan dan perampingan karyawan adalah sebagai alasan utama mengapa seorang pebisnis Start Up harus menunda niatnya untuk memiliki sistem pengelolaan manajemen sumber daya manusia yang lebih profesional.

Sebenarnya Anda tidak perlu sebuah tim HRD, Anda hanya membutuhkan seorang yang profesional. Jika dapat Anda arahkan dengan tepat, investasi dengan menghadirkan pengelola SDM akan sangat berguna untuk mempercepat perkembangan perusahaan. Sebagian lagi beranggapan jika terlalu dini menghadirkan pengelola SDM pada akhirnya akan membuat pendiri perusahaan kehilangan sentuhannya pada budaya perusahaan. Seorang Founder juga akan melewatkan pelajaran tentang bagaimana berurusan dengan orang-orang. Menjadi pemilik sekaligus sebagai seorang manajer SDM di masa awal perusahaan berdiri akan memaksa seseorang untuk belajar lebih banyak tentang bekerja dengan karyawan secara langsung dalam menyelesaikan masalah.

2. Peran Manajemen Sumber Daya Manusia dalam sebuah Start Up

Peran penting dari manajemen sumber daya manusia dalam dunia bisnis, terutama untuk jenis bisnis Start Up pada dasarnya sama halnya seperti pada jenis organisasi yang jauh lebih besar lagi, hanya saja dengan intensitas volume pekerjaan yang jauh lebih sedikit. Maka itulah sebabnya, maka Anda sangat perlu untuk membuat solusi terhadap pengelolaan manajemen sumber daya manusia yang lebih jelas sejak dari awal.

Permasalahan yang seringkali harus ditangani oleh seorang HRD adalah seperti permasalahan tentang perhitungan dan pemberian gaji pokok, dan tidak dapat ditangani oleh sembarangan orang. Sekali Anda sudah menghadirkan seorang HRD pada internal perusahaan, maka Anda akan segera mengetahui mengapa solusi terhadap pengelolaan manajemen dari sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama untuk jenis bisnis Start Up milik Anda.

Selain sebagai penampung utama dari aspirasi para karyawan, departemen HRD juga akan sangat membantu Anda ketika sedang membutuhkan tenaga kerja dan proses untuk perekrutan seorang karyawan baru. Untuk kesuksesan dari bisnis Start Up, maka faktor yang paling penting adalah berupa kualitas dari sumber daya manusia yang saat ini masih Anda miliki. Karena itu adalah modal utama yang paling berharga sebagai penunjang untuk perkembangan dari bisnis milik Anda. Anda harus memastikan bahwa walaupun pekerjaan Anda sebenarnya juga tidak terlalu banyak secara kuantitas, namun untuk secara kualitas merekalah yang terbaik dalam bidangnya.

Kerja sama tim Anda sebagai seorang pemilik dari bisnis Start Up dengan tim HRD yang lebih berpengalaman sangat memungkinkan bagi perusahaan untuk bisa mendapatkan calon-calon karyawan baru yang lebih berkualitas.

Sebenarnya urusan Anda juga tidak hanya sampai disitu saja, setelah perekrutan hal terpenting lainnya adalah Anda harus melatih karyawan baru tersebut untuk berbagai tanggungjawab dan tugas dari posisi mereka, serta untuk membuat mereka bisa menjadi lebih terbiasa dengan budaya kerja perusahaan. Dan seperti itulah tanggungjawab terbesar sebagai seorang HRD, karyawan Anda yang lain mungkin saja tidak memiliki waktu yang cukup untuk itu, karena perusahaan Anda masih tergolong sebagai perusahaan kecil, mereka sebenarnya juga telah memiliki tanggungjawab terhadap tugas-tugasnya masing-masing.

Dengan adanya tim HRD, maka Anda masih bisa untuk mengadakan orientasi dan pelatihan secara resmi untuk memastikan bahwa Anda akan mempekerjakan seorang karyawan baru yang lebih berkualitas. Ketika bisnis Start Up Anda sudah mulai berjalan lancar, maka akan ada banyak sekali dokumen yang berhubungan dengan berbagai aktivitas untuk setiap karyawan.

Laporan pekerjaan, laporan proyek, laporan keuangan, ulasan kinerja, resolusi permasalahan dan segudang dokumen-dokumen penting lainnya. Dokumen-dokumen tersebut sangat perlu untuk diatur secara lebih terorganisir agar dapat menjadi mudah untuk dilacak kembali karena pada saat-saat tertentu juga akan dibutuhkan kembali. Tidak mungkin Anda harus menangani semua itu sendirian. Seseorang harus berada disana, dan karyawan HRD adalah menjadi pilihan yang paling tepat.

3. Kapan sebaiknya sebuah bisnis Start Up mulai membutuhkan tenaga dari tim HR?

Memutuskan kapan waktu yang tepat untuk mulai mempekerjakan seseorang tenaga HRD bukanlah pertanyaan yang sederhana untuk dijawab. Banyak yang telah menyarankan ketika jumlah karyawan sudah mencapai sekitar 10-15 orang, akan tetapi tidak sedikit pula yang lebih memilih untuk menunggu sampai adanya limapuluhan atau bahkan ratusan karyawan.

Setidaknya untuk standar rata-ratanya adalah ketika Anda sudah memiliki sekitar 35 karyawan, maka Anda mulai membutuhkan adanya tenaga dari seorang HRD. Namun jika memang keuangan perusahaan cukup memungkinkan, maka akan menjadi jauh lebih baik lagi jika Anda sesegera mungkin untuk mencari tenaga HRD untuk membantu Anda walaupun sebenarnya karyawan yang masih Anda miliki kurang dari 15 orang.

Nah, itulah sedikit penjelasan seputar kapan saat yang lebih tepat untuk menentukan tim HRD bagi perusahaan baru (startup). Semoga bisa bermanfaat terimakasih dan salam sukses.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top