Kategori: Marketing

PENGERTIAN DAN TUJUAN DARI PROSES SEGMENTASI PASAR

Pada awalnya setiap perusahaan tentunya akan memproduksi barang dalam jumlah yang sangat terbatas serta juga untuk pasar yang sangat terbatas pula dengan maksud untuk menjajaki pasar. Selain itu dengan adanya selera pasar yang semakin terus berkembang maka akan berkemungkinan besar untuk membuat persepsi produsen dan konsumen yang tidak sama. Maka dari itu untuk menghindari resiko semakin merugi, maka perusahaan akan selalu memperhitungkan jumlah produksinya.

Dalam hal ini menjadikan perusahaan terus mencoba untuk mencari kelompok konsumen tertentu yang nantinya akan dijadikan sebagai target pasarnya. Cara tersebut dinamakan sebagai segmentasi pasar.

Tujuan Utama Dari Segmentasi Pasar

Pengertian dari segmentasi pasar sebagai salah satu strategi pada suatu perusahaan tidaklah semata hanya di lakukan berdasarkan untuk membeda-bedakan suatu produk atau justru malah menciptakan produk-produk yang baru, namun dengan cara mengelompokan berdasarkan minat serta berbagai kebutuhan para pelanggan.

Segmentasi pasar merupakan pengelompokan pasar yang heterogen menjadi satuan-satuan pembeli (konsumen) yang homogen, dimana tiap konsumen yang homogeny tersebut akan di jadikan sebagai sasaran utama pasar yang akan di tuju dengan marketing mix tersendiri.

Apabila kita mengingat kembali begitu luasnya pasar, maka dengan melakukan kegiatan segmentasi pasar atau membagi-bagi pasar menjadi kelompok-kelompok terkecil yang sesuai dengan masing-masing karakteristiknya, maka tentunya harus memiliki maksud dan tujuan.

Berikut ini adalah beberapa maksud dan tujuan dari di lakukannya segmentasi pasar.

Membuat Pasar Menjadi Lebih Mudah untuk di Bedakan

Setiap produk yang akan dihasilkan tentunya harus bertujuan untuk memenuhi setiap keinginan serta kebutuhan dari para pelanggan. Agar produk yang nantinya akan di produksi tersebut bisa di terima oleh para konsumen, maka pastinya harus bisa sesuai dengan selera para konsumen tersebut.

Sedangkan disisi lain dengan keadaan pasar yang sifatnya terlalu heterogen serta selera pelanggan yang tentunya selalu berkembang atau berubah-ubah dalam mengikuti keadaan yang sedang terjadi, maka tentu akan terasa begitu sulit bagi perusahaan agar bisa mengikuti perubahan tersebut secara terus menerus.

Maka dari itu, akibat dari hal tersebut maka suatu perusahaan membutuhkan adanya pengelompokan pelanggan mereka yang lebih bersifat homogeny ke dalam kelompok-kelompok yang sesuai dengan karakteristik yang sama agar dapat memahami selera para pelanggannya. Sehingga hal ini akan semakin menjadikan pasar jauh lebih mudah untuk di petakan berdasarkan kelompok pasarnya masing-masing.

Membuat Pelayanan Kepada Pembeli Menjadi Lebih Baik

Agar bisa membantu konsumen dalam memenuhi berbagai kebutuhannya, maka terdapat tiga hal penting yang harus di perhatikan oleh seorang produsen, yaitu:

1. Harga yang masih dapat di jangkau.
2. Kualitas barang yang bagus.
3. Ketepatan waktu serta pelayanan yang baik dan memuaskan.
Dari ketiga hal yang telah di sebutkan tersebut, hal yang sangat dominan yaitu tentang pelayanan.

Banyak kasus yang terjadi akibat dari permasalahan pelayanan, apabila pelayanan yang buruk, maka akan menjadikan para konsumen untuk beralih ke tempat yang lainnya. Yang kedua yaitu masalah harga serta kualitas suatu produk. Akibat dari hal itu maka perlu dilakukannya segmentasi pasar dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal terhadap para pelanggan.

Salah satu bentuk pelayanan yang mungkin dapat di berikan misalnya adalah dengan menyediakan lahan parkir yang lebih luas bahkan jika memungkinkan harus gratis. Pelayanan tersebut juga dapat Anda lakukan untuk menarik perhatian para konsumen untuk berhenti di toko Anda dan menggunakan uangnya untuk membeli produk di tempat Anda.

Membuat Strategi Pemasaran Menjadi Lebih Terarah

Mengingat kembali dari luasnya serta semakin beragamnya pasar, maka tentu saja hal itu akan sangat sulit dalam melayani berbagai kebutuhan serta keinginan dari para konsumen yang heterogen tersebut. Dengan melakukan segmentasi pasar, maka akan mengelompokan mereka untuk menjadi konsumen yang lebih homogen sehingga akan menjadi lebih mudah dalam melayani konsumen yang lebih bersifat homogen karena mereka sudah memiliki karakteristik yang sama, maka dari itu pemasaran yang sudah Anda rencanakan akan bisa lebih terarah untuk membuat marketing mix yang di dalamnya meliputi perencanaan produk, harga, distribusi dan promosi sehingga kembali menjadi lebih tajam.

Selain itu, dengan melakukan segmentasi pasar. Maka akan bisa membantu para pihak manajemen untuk mengarahkan dana dan usaha kearah pasar yang jauh lebih berpotensial, sehingga akan memberikan keuntungan yang lebih karena sudah memiliki sasaran yang lebih jelas dan masih dapat merencanakan produk yang sesuai dengan minat dan dari permintaan pasar serta dapat menggunakan cara-cara promosi yang paling tepat.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

KELOLA DENGAN BAIK PROGRAM PROMOSI PRINCIPAL AGAR TIDAK MENGALAMI KERUGIAN

Bagi perusahaan distributor yang bekerja sama dengan principal tentunya sangat beruntung yang principalnya selalu memberikan program-program promosi yang berkesinambungan. Apabila program promosi tidak mengucur, tentunya tidak menguntungkan bagi distributor karena susah menjual produk milik principal. Namun demikian jangan merasa senang terlebih dahulu, sebab dengan adanya berbagai program promosi dari principal, sering distributor merasa kesulitan dalam melakukan klaim. Bukan karena tidak dibayar oleh principal, tetapi admin distributor sedang kewalahan dalam menghitung anggaran program promosi yang sudah diedarkan ke customer. Sedangkan anggaran tersebut selalu keluar dari kantong pemilik distributor. Nah, untuk mengatasi hal ini tentunya dibutuhkan software yang bisa membantu dalam proses klaim mulai perhitungan sampai dengan realisasi pelaksanaan program promosi.

Contoh program promosi yang dilakukan principal, misalnya beli 1 dapat 1, atau beli 2 dapat produk 1 lainnya. Atau setiap pembelian tertentu memperoleh diskon. Pernak-pernik program promosi sangat banyak dan seringkali membuat pusing distributor. Kendala ini tentunya mesti harus diatasi. Oleh sebab itu menggunakan software distribusi yang dilengkapi dengan fitur-fitur berkaitan dengan klaim dan program promosi akan sangat membantu distributor dengan manfaat :

  1. Anggaran untuk cash flow perusahaan dapat diatur dengan baik sehingga tidak tersedot oleh pembiayaan program promosi yang sedang dilakukan karena proses klaim dilakukan dengan cepat.
  2. Dengan adanya software distribusi distributor bisa menganalisa sisa stok produk dengan baik sebab perhitungan akan terintegrasi dengan inventory di gudang.
  3. Dengan adanya software distribusi, membantu principal dalam menganalisa efektifitas sebuah program promosi. Jika tidak efektif program promosi bisa dihentikan.

Mengunakan software distribusi yang dilengkapi dengan fitur laporan keuangan akan menjadikan perusahaan lebih sehat dan hasil laporan bisa digunakan sebagai kebijakan strategi bisnis. Jadi jangan ragu lagi dalam menggunakan software Distribusi.

Groedu Inti Global Inovasi 
City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Telphon : 081-5941-7699 (Only Call)
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Email : groedu@gmail.com
website : www.softwareaccountingsurabaya.com

CARA EFEKTIF MENINGKATKAN PENJUALAN DENGAN PERANGKAT SFA (SALES FORCE ADMIN)

Seperti yang diketahui bahwa seorang sales force dalam sehari bisa mengunjungi 20 sampai dengan 25 outlet, baik toko tradisional di pasar atau di pinggir jalan. Aktivitas ini tentunya tidak akan efektif apabila admin penjualan di kantor baru bisa bekerja jika sales datang ke kantor membawa orderan manual. Atau kalaupun bisa mengirim terlebih dahulu orderan melalui WA atau BBM atau sms. Tetapi masih juga hal ini belum bisa memangkas aktivitas input data di computer. Apabila pola lama seperti ini masih digunakan maka jumlah Admin bagian input data pasti akan banyak memakan anggaran. Kenapa tidak dipikirkan hal yang lebih praktis dan cepat? Kendala seringkali di anggaran pembelian perangkat. Iya itu dahulu ketika PDA masih berharga 7-14 jutaan. Sekarang ini alat ini sudah bisa digantikan dengan gadget atau HP dengan harga 500 ribuan. Tinggal install, dan nyambung langsung ke server milik perusahaan atau pakai server sewa yang sekarang trend  disebut dengan cloud.

Sekarang ini semuanya bisa lebih mudah apabila mau. Dengan SFA ( Sales Force Admin)  Tim penjualan bisa bekerja lebih efektif dibanding sebelumnya. Apa saja yang bisa dilakukan oleh seorang salesman jika menggunakan perangkat SFA ini?

Salesman bisa langsung membuat transaksi penjualannya baik tunai atau kredit. Tunai biasanya yang barang langsung kirim, dengan armada yaitu kanvas. Sedangkan yang TO ( Taking order) bisa mentransaksikan penjualan kredit. Secara rinci yang bisa dilakukan dengan SFA adalah:

  1. Salesman bisa melakukan pelunasan penagihan sesuai dengan nomer invoice di system.
  2. Salesman bisa melihat stok yang ada di gudang secara real time sehingga bisa langsung mentransaksikan order dari customer.
  3. SFA dapat merekam aktivitas sales force mulai jam kunjungan awal sampai selesai, serta titik koordinat posisi sales force tersebut sebab tools dilengkapi dengan GPS.
  4. Salesman bisa melihat riwayat pembelian customer sebelumnya sehingga memudahkan lakukan negosiasi dengan Customer.

Setelah poin diatas selesai dilakukan, pulang kantor langsung up load data ke server. Maka admin sales tinggal mencetak invoice barang-barang yang dipesan oleh customer. Mudahlah pekerjaan admin sales maupun salesman dalam melakukan transaksi penjualan. Dengan begitu banyak hal yang bisa dihemat.

  1. Waktu salesman lebih efektif sehingga memiliki waktu untuk mengontrol persediaan di toko.
  2. Jumlah admin sales bisa dipangkas dan hemat anggaran biaya gaji karyawan.
  3. Proses penjualan akan lebih efektif dan waktu yang relative singkat.

Jadi sebaiknya tidak ragu-ragu lagi menggunakan perangkat yang dilekati oleh SFA dalam pendistribusian produk perusahaan.

Groedu Inti Global Inovasi 
City Of Tomorrow Mall, Jl. A Yani No. 288 (Bunderan Waru) Lantai UG, Blok US 23, No. 3 & 5, Surabaya.
Telphon : 081-5941-7699 (Only Call)
Handphone : 0818521172 (XL), 081252982900 (Simpati)
Email : groedu@gmail.com
website : www.softwareaccountingsurabaya.com

 

CARA EFEKTIF MEMBENAHI MANAJEMEN DISTRIBUTOR

Seperti yang pernah diulas di artikel sebelumnya bahwa keuntungan distributor tidaklah seperti produsen, untuk FMCG (Fast Moving Consumer Good) mulai 6% sampai dengan 12% brutto, nett profit rata-rata 2-3%. Sedangkan untuk produk kosmetik bisa 35% bruto, dan produk Herbal bisa 50% bruto. Serta net profit rata-rata 5%. Produk-produk lain beragam, profit brutonya dan secara prinsip distributor tidak menikmati keuntungan yang fantastis. Oleh sebab itu diperlukan manajemen kedistributoran yang sangat rapi, dan apabila tidak rapi umumnya perusahaan distributor akan kedodoran. Dengan kata lain merugi bahkan sampai bangkrut.

Sedangkan cara efektif untuk membenahi manajemen Distributor yang bisa dilakukan adalah dengan cek ulang produk dan marginnya. Serapan pasar yang ada pada saat itu, memiliki margin besar tetapi pasar tidak menyerap produk itu sama saja bohong. Kalau sudah oke dengan pasar, maka persyaratan lain dapat ditinjau meliputi : jangka waktu kredit, cara alokasi barang apakah menggunakan cara terencana sesuai PO yang diajukan distributor atau bersifat alokasi. Kalau bersifat alokasi distributor harus pertimbangkan, karena produsen/principal tidak perduli di gudang distributor masih ada stok atau tidak, umumnya principal akan menggelontor saja barangnya dari gudang principal ke gudang distributor. Program-program promosi yang diadakan principal, serta subsidi pengadaan sales people (Salesman, SPG dan Merchandiser), lalu hubungan antara principal dengan distributor melalui wakil-wakil principal itu bagaimana, semua bisa dipertimbangkan dengan baik.

Setelah checking kondisi principal, checking juga manajemen internal, mulai bagian pemasaran, logistik, administrasi keungan dan delivery. Apabila bagian ini sudah cukup oke maka distributor bisa berjalan dengan baik. Tapi ingat masih banyak hal yang bisa dilakukan dan evaluasi, misalnya hal-hal yang berkaitan dengan penjualan. Masalah kredit limit, masalah piutang penjualan, masalah return, semuanya mesti dievaluasi lagi. Apabila tidak sesuai standard dan banyak mengandung ketidaksesuaian, maka perlu dicek ulang manajemen distributor dari hulu ke hilir. Jangan percaya begitu saja laporan-laporan lisan dari anak buah di distributor. Laporan keuangan yang terolah sistematis dari software accounting bisa menjadi data akurat yang dapat digunakan untuk melakukan analisa. Oleh sebab itu apabila di distributor belum ada perangkat lunak itu, sebaiknya segera investasikan sebagian dana perusahaan untuk membeli perangkat lunak ini. Jangan biarkan laporan keuangan disusun dan direkayasa dan tidak original. Inilah penyebab perusahaan bangkrut.

Lihatlah apakah distributor yang sedang kita jalankan secara operasional sudah berjalan dengan baik. Banyak distributor yang kelihatan sibuk, tetapi banyak sekali barang hilang di gudang, banyak sekali kesalahan pencatatan yang terjadi di Gudang, selisih barang digudang berulangkali dan tidak bisa diatasi, keuangan di bank dan laporan tidak sesuai, dan kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Hal ini perlu penanganan yang serius. Lalu celakanya semua persoalan selalu kembali kepada bos sebagai pemilik. Sedangkan manajemen autopilot tidak bisa berjalan dengan baik. Semuanya menjadi kacau.

Untuk itu perhatikan poin-poin penting yang bisa diterapkan dalam membenahi manajemen di perusahaan distributor adalah :

Cek struktur organisasi supaya perusahaan tidak kelebihan dan kekurangan orang. Desain ulang struktur organisasi dengan benar sesuai kaidah dan kelompok dalam suatu struktur organisasi, atau sesuai dengan divisinya.
Cek apakah job des masing-masing karyawan sesuai fungsinya sudah benar dan tidak over lapping.
Cek apakah Distributor sudah menentukan alur /flow kerja setiap bagian sehingga terintegrasi.
Cek apakah sudah memiliki SOP yang cukup rapi dan bisa dijalankan. Caranya setiap kali rolling atau ganti orang baru, orang yang melakukan di fungsi jabatan tersebut tidak merasa kesulitan. Itu tanda SOP yang sudah jalan.
Cek apakah distributor sudah menerapkan reward & punishment? Jika sudah bagaimana cara menilai karyawan. Terakhir ada trend penggunaan KPI, dan KPI cukup handal dalam mengukur kinerja karyawan.
Cek apakah software yang digunakan saat ini sudah memenuhi standard baik akutansi maupun kebutuhan distribusi.
Apabila poin-poin tersebut di atas sudah ada maka Distributor tinggal meluruskan jalannya. Apabila sudah ada dan sulit menerapkannya, maka distributor membutuhkan konsultan ahli di bidang manajemen distribusi agar semua yang sudah dibuat dan lakukan untuk direview. Konsultan akan memberikan masukan dan bahkan aturan main tambahan yang tentu saja mungkin belum pernah kepikir oleh Distributor pada saat ini. Apabila poin tersebut diatas tidak ada sama sekali, Distributor belumlah terlambat, silahkan hubungi 0818521172 atau email ke groedu@gmail.com untuk meminta nasihat atau bantuan. Silahkan mencoba!

Scroll to top