Kategori: Serba – Serbi

PENGENDALIAN PENGELUARAN PERUSAHAAN DENGAN MEMANFAATKAN FASILITAS SOFTWARE ACCOUNTING

Perkembangan sebuah usaha untuk saat ini, baik dilihat dari sisi ruang lingkup maupun dari segi ukurannya yang semakin lebih mengarah kepada tingkat kompleks dan lebih meluasnya berbagai kegiatan dari usaha. Hal inilah yang menyebabkan pihak manajemen untuk tidak lagi bisa secara langsung turun tangan untuk mengendalikan berbagai kegiatan operasional perusahaan yang bertambah semakin kompleks tersebut.

Agar tetap bisa mengendalikan berbagai kegiatan perusahaan dengan lebih efektif, maka pihak manajemen harus lebih banyak untuk mengandalkan terhadap berbagai jenis pelaporan dan analisisnya.

Dan tentu saja hal-hal seperti ini bukannya tanpa mengandung resiko yang bisa jadi diakibatkan karena adanya kesalahan-kesalahan (errors) dan ketidakberesan (irregularities) yang mungkin saja akan terjadi dalam proses penyajian dari berbagai jenis laporan dan analisis keuangan perusahaan tersebut.

Dalam upaya untuk mengurangi berbagai resiko tersebut diatas, maka sebagai solusinya manajemen membutuhkan adanya alat pengendalian yang berupa pengendalian internal. Sebuah pengendalian internal yang mampu memfollow up segala urusan admisnistrasi dengan lebih cepat dan mampu dalam memberikan perlindungan terhadap berbagai kelemahan-kelemahan manusia (human errors) dan untuk mengurangi kemungkinan-kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan dan dari ketidak beresan dalam penyajian berbagai jenis laporan dan analisis keuangan.

Hal itu sangat dimungkinkan karena dengan adanya fungsi pemeriksaan (check) dan peninjauan ulang (review) yang telah melekat terhadap pengendalian internal yang cukup memadai. Dengan menerapkan sistem pengendalian internal yang cukup memadai, maka diharapkan untuk selanjutnya akan mampu dalam dihasilkan laporan-laporan dan analisis-analisis yang bisa menjadi lebih diandalkan dalam hal pengambilan keputusan-keputusan strategi bisnis untuk kedepannya.

Pengendalian terhadap pengeluaran dalam sebuah perusahaan memang sangat penting karena adanya kontrol keuangan seperti ini berkaitan langsung dengan perencanaan berbagai kegiatan dimasa mendatang. Kontrol terhadap pengeluaran seperti ini juga berhubungan erat dengan keuntungan yang hendak ingin dicapai oleh setiap perusahaan terhadap produksi – produksi yang telah dipasarkan.

Kontrol keuangan seperti ini dapat dilakukan dengan cara membuat daftar pengeluaran perusahaan yang kemudian akan dituangkan ke dalam laporan keuangan perusahaan. Dengan adanya kontrol terhadap pengeluaran seperti ini, maka perusahaan akan mampu menentukan tentang tindakan-tidakan apa saja yang harus dilakukan terkait dengan perbandingan terhadap pengeluaran dan keuntungan. Selain itu dengan adanya kontrol terhadap keuangan seperti ini maka sebuah perusahaan akan mampu untuk lebih meminimalkan resiko terjadinya kerugian total terhadap bisnis.

Karena semakin berkembangnya dunia teknologi, terutama yang berhubungan dengan dunia program/software akuntansi saat ini dapat dengan mudah untuk membantu sebuah perusahaan dalam melakukan proses monitoring dan controlling terhadap berbagai pengeluaran perusahaan, sehingga akan dapat memberikan banyak sekali bantuan dalam hal pengambilan keputusan terhadap pihak manajemen perusahaan, apakah perusahaan ini telah mendapatkan target laba sesuai dengan yang diharapkan atau malah semakin merugi karena terlalu banyaknya pengeluaran dan biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan yang tidak ter-controlling dengan lebih baik.

Jika sebuah perusahaan yang telah menggunakan suatu program/software akuntansi, maka akan dapat mengatur berbagai jenis pengeluaran dan akan dapat tercatat terhadap data-data program tersebut dan juga akan langsung tersajikan dalam berbagai bentuk laporan yang lebih sesuai, sehingga akan dapat menghemat banyak sekali waktu serta dapat lebih memudahkan suatu perusahaan dalam mengatur apapun seputar pengeluaran serta pendapatannya.

Secara garis besar, tugas-tugas yang mampu dilakukan oleh program akuntansi adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan Data.

Proses ini diawali dengan cara menarik atau menangkap data-data perusahaan ke dalam sistem, kemudian dicatat, dan dikelompokkan berdasarkan setiap masing-masing kategori.

2. Memproses Data.

Tahapan selanjutnya adalah untuk pemrosesan data, data akan divalidasi, bisa juga dialih mediakan dan selanjutnya data tersebut akan terlebih dahulu disortir. Jika data termasuk kuantitatif maka selanjutnya penghitungan bisa langsung dilakukan.

3. Manajemen Data

Dalam manajemen data, terdapat berbagai macam aktivitas seperti halnya penyimpanan ke dalam arsip maupun untuk database, penyesuaian data dan retrif atau berupa pengambilan data kembali untuk diproses ulang agar bisa menjadi sebuah informasi.

4. Pengendalian dan Pengamanan Data-Data Perusahaan.

Tahap ini berfungsi untuk melindungi dan menjamin keamanan serta keakuratan dari suatu data karena dalam pemrosesan data yang seringkali terjadi kesalahan, hilang dan juga pencurian data-data penting perusahaan.

5. Pengadaan Informasi.

Merupakan penyampaian terhadap informasi atau berupa laporan yang cukup mudah untuk dipahami melalui jaringan komunikasi terhadap para penggunanya.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

RUMUS DAN PENGGUNAAN KURS TENGAH BI DAN KURS PAJAK BAGI PERUSAHAAN ASING DI INDONESIA

Kurs Tengah BI yang digunakan pada saat mencatat nilai konversi dari mata uang asing dalam laporan keuangan milik perusahaan dimana kurs ini seringkali digunakan oleh perusahaan-perusahaan asing yang sudah sudah lama atau yang baru akan beroperasi di Indonesia.

Pada kurs yang ada pada website BI, kita tidak akan bisa langsung mendapatkan informasi kurs tengah. Perlu adanya perhitungan yang matang terlebih dahulu untuk mengetahuinya. Adapun rumus dari perhitungan kurs tengah BI tersebut adalah sebagai berikut:

Rumus Kurs Tengah BI = Kurs Jual + Kurs Beli/2

Catatan: Kurs jual adalah (mata uang) yang ditambahkan dengan kurs beli (mata uang lalu dibagi dua (1+1)/2)

Contoh dari hasil pencatatan kurs tengah BI:

Saldo awal akun Kas dan Bank dalam mata uang Dollar (USD) adalah sebesar $ 2.345 apabila dikurskan dalam Rupiah adalah sebesar Rp 26.967.500,- dengan nilai kurs per 1 dollarnya adalah Rp 11.500,-. Pada setiap akhir tahun buku perusahaan nilai kurs per 1 dollarnya adalah Rp 12.500,- dengan diasumsikan bahwa saldo dari akun Kas dan Bank yang sama dengan saldo awal sebesar $ 2.345, jika di kurskan adalah menjadi sebesar Rp 29.312.500,-.

Saldo awal Kas dan Bank : Rp 26.967.500,-($1=11.500).
Saldo akhir Kas dan Bank : Rp 29.312.500,-($1=12.500).
Selisih kurs : Rp 2.336.000,-.

Jurnal akuntansi untuk kurs tengah BI

(Debet) Kas dan Bank Rp 2.336.000,-
(Credit) Keuntungan Selisih Kurs Rp 2.336.000,-

Keterangan : Kas dan Bank pada laporan neraca akan mengalami penurunan yang diakibatkan adanya konversi dari nilai kurs dollar kepada mata uang rupiah sebesar Rp 2.336.000,- yang semula adalah Rp 26.967.500,- menjadi sebesar Rp 29.312.500,- pada setiap akhir tahun (31 Desember). Sedangkan akun dari Kerugian selisih kurs akan semakin bertambah sebesar Rp 2.336.000,- yang nantinya akan sangat mempengaruhi terjadinya penurunan laba bersih milik perusahaan pada laporan laba ruginya.

Sedangkan Kurs Pajak merupakan nilai kurs yang nantinya akan digunakan sebagai Dasar utama untuk:

1. Pelunasan Bea Masuk.
2. Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa.
3. Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
4. Pajak Ekspor.
5. Pajak Penghasilan atas pemasukan barang.
6. Hutang Pajak yang berhubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
7. Pajak Ekspor.
8. Penghasilan yang telah diterima berupa mata uang asing dan harus dinilai terlebih dahulu ke dalam mata uang rupiah (di Rupaiahkan).

Penetapan terhadap kurs pajak ini telah diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan yang telah diterbitkan setiap minggunya. Kurs valuta asing dari sebuah Negara yang tidak tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan tersebut, sehingga nilai kurs yang akan digunakan sebagai dasar utama untuk pelunasan adalah dari kurs spot harian valuta asing yang bersangkutan di pasar internasional terhadap dollar Amerika Serikat yang masih berlaku pada saat penutupan hari kerja sebelumnya serta akan dikalikan dari kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat seperti yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan yang masih berlaku pada saat itu.

Kesimpulannya adalah:

Dari berbagai penjelasan diatas, maka bisa diketahui apabila perbedaan antara kurs tengah BI dengan kurs pajak terletak pada setiap masing-masing fungsinya. Yang mana kurs dari pajak yang akan digunakan dalam transaksi yang berhubungan dengan pajak (khususnya dalam pembuatan faktur pajak, serta untuk jenis laporan pajak terhadap kantor pajak), dan kurs tengah BI yang digunakan pada saat penutupan pembukuan akuntansi.

Adapun hubungan antara kurs tengan BI dengan kurs pajak adalah pada saat melakukan pencatatan pembukuan. Saat terdapat transaksi dalam mata uang asing, semua nilai yang berhubungan langsung dengan pajak yang telah dikonversi dengan kurs pajak, sementara untuk nilai transaksi total yang telah dikonversi menggunakan kurs tengah BI. Kedua nilai tersebut akan dicatat dalam pembukuan, ditambahkan dengan laba rugi dari selisih kurs yang didapatkan dari terjadinya selisih nilai transaksi kurs tengah BI dengan nilai transaksi kurs bank yang digunakan sebenarnya.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang rumus Kurs Tengah BI (Kurs Jual + Kurs Beli/2)
dan Kurs Tengah BI serta Kurs Pajak yang akan digunakan pada kebanyakan perusahaan-perusahaan asing yang telah lama atau yang masih baru akan beroperasi di Indonesia. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca, apabila pembaca membutuhkan portal untuk kepabeanan, software accounting penunjang perpajakan dan lainnya silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

KEBIJAKAN DAN PROSEDUR PENGENDALIAN MUTU KANTOR JASA AKUNTANSI (KJA)

Apakah Anda tahu tentang apa yang dimaksud dengan kantor jasa akutansi (KJA)? KJA adalah Akuntan profesional yang akan memberikan jasa terhadap publik (professional accountans in public practice), dan memiliki tanggungjawab yang jauh lebih besar dalam bertindak untuk menjaga kepentingan publik (public interest).

Perkembangan dan keberadaan Kantor Jasa Akuntansi (KJA) sudah mulai semakin diperhitungkan. Hal ini sangat wajar, karena arti pentingnya sebuah peraturan untuk persaingan bisnis global yang disadari atau tidak sudah menjadikan perusahaan ada pada titik nadi dari tingkat kedewasaan dan penerapan moral dalam mengembangkan bisnisnya.

Setiap Kantor Jasa Akuntansi (KJA) harus memiliki sistem pengendalian mutu yang sudah diterapkan pada semua jasa Akuntansi, seperti: jasa pembukuan, jasa laporan keuangan, jasa manajemen, jasa perpajakan, jasa prosedur yang sudah disepakati atas informasi keuangan serta jasa sistem teknologi keuangan dan lain sebagainya.

Biasanya, komunikasi akan menjadi lebih baik jika dilakukan secara tertulis, namun tingkat keefektifan dari sistem pengendalian mutu Kantor Jasa Akuntansi (KJA) tidak akan terpengaruh oleh ketiadaan dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur dari pengendalian mutu yang sudah ditetapkan oleh KJA. Dokumentasi tentang kebijakan dan prosedur pengendalian mutu dari KJA besar juga akan lebih besar tingkat rutinitasnya apabila dibandingkan dengan dokumentasi dari KJA kecil, begitu pula untuk dokumentasi akan menjadi lebih ekstensif di Kantor Jasa Akuntansi yang memiliki banyak kantor apabila dibandingkan dengan dokumentasi dari Kantor Jasa Akuntansi yang hanya memiliki satu kantor saja.

Setiap sistem pengendalian mutu dari kantor jasa akuntansi memiliki keterbatasan bawaan yang bisa sangat berpengaruh besar terhadap tingkat efektivitasnya.  Seperti perbedaan kinerja dari staff dan juga seputar pemahaman persyaratan profesional, bisa sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan tentang kebijakan dan prosedur dari pengendalian mutu KJA. Sistem pengendalian mutu Kantor Jasa Akuntansi harus bisa memberikan keyakinan bahwa bagian dari pelayanan jasa Akuntansi oleh suatu Kantor Jasa Akuntansi yang telah dilaksanakan harus benar-benar sesuai dengan sistem dan prosedur kerja yang sudah ditetapkan sebelumnya.

KJA harus mempertimbangkan setiap unsur-unsur pengendalian mutu yang akan dibahas sejauh mana diterapkan untuk prakteknya. Unsur-unsur pengendalian mutu selalu berhubungan antara satu sama lain. Oleh karena itu, praktek kerja KJA akan sangat mempengaruhi kebijakan pelatihannya. Dalam memenuhi ketentuan yang sudah dimaksudkan, maka KJA harus membuat kebijakan dan juga prosedur terhadap pengendalian mutu tentang:

1. Independensi, yang akan memberikan keyakinan bahwa setiap organisasi profesional harus mempertahankan independensi sebagaimana diatur dalam Aturan Etik Akuntan.
2. Penugasan personel, yang memberikan keyakinan bahwa penugasan akan dilaksanakan oleh staff profesional yang memiliki keahlian secara teknis untuk penugasan pelayanan jasa tersebut.
3. Konsultasi, yang memberikan keyakinan bahwa personel akan memperoleh informasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan dari orang yang memiliki tingkat pengetahuan, kompetensi dan pertimbangan yang memadai.
4. Supervisi, yang memberikan keyakinan bahwa pelaksanaan ikatan akan untuk memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh Kantor Jasa Akuntansi. Lingkup supervisi dan review yang benar-benar sesuai tentang kondisi tertentu, tergantung dari beberapa faktor, seperti kerumitan masalah, kualifikasi staff dan lingkup konsultasi yang sudah digunakan.
5. Proses Kerja personel, yang memberikan keyakinan bahwa semua staff profesionalnya memiliki karakteristik yang pas, sehingga lebih memungkinkan bagi mereka untuk melakukan pelayanan secara kompeten. Profesional, yang memberikan keyakinan bahwa personel juga memiliki pengetahuan yang cukup memadai. Sehingga mereka akan bisa memenuhi tanggungjawabnya masing-masing.
6. Penerimaan dan kelanjutan dengan klien, yang memberikan keyakinan bahwa pelayanan dan perikatan dari klien akan bisa diterima atau dilanjutkan untuk bisa memaksimalkan hubungan dengan klien yang manajemennya tidak memiliki integritas.

Cakupan & Keterterapan Sistem Pengendalian Mutu (SPM):

• SPM mengatur tanggungjawab KJA atas sistem pengendalian mutu dalam melaksanakan ikatan selain asuransi dan SPM tersebut harus memperhatikan ketentuan dari Kode Etik Akuntan Profesional.
• SPM wajib diterapkan oleh KJA berhubungan dengan jasa yang diberikan, yang mana sifat dan luas SPM tergantung dari faktor seperti: ukuran dan karakteristik dari operasi KJA dan masuk tidaknya KJA dalam jaringan kantor.

Tujuan KJA Dalam Menetapkan & Memelihara Sistem Pengendalian Mutu (SPM):

1. Untuk memberi keyakinan (reasonable assurance).
2. KJA dan personelnya harus mematuhi standar profesi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Laporan yang disampaikan oleh KJA sesuai dengan keadaan.
4. Ketentuan SPM dirancang agar dapat mencapai tujuan di atas, dan KJA harus mempertimbangkan untuk perlu tidaknya tambahan ketentuan dalam mencapai tujuan tersebut.

Unsur Unsur Sistem Pengendalian Mutu terdiri atas:

1. Tanggung jawab kepemimpinan.
2. Ketentuan etika.
3. Penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien dan ikatan.
4. Sumber daya manusia.
5. Pelaksanaan perikatan.
6. Pemantauan.

Pengawasan melekat, yang telah memberikan keyakinan bahwa prosedur yang berhubungan dengan berbagai unsur-unsur pengendalian mutu yang sudah diterapkan dengan efektif. Prosedur pengawasan bisa dirancang dan dilaksanakan secara individu yang bertindak untuk mewakili kepentingan dari Kantor Jasa Akuntansi (KJA) dan jenis-jenis dari prosedur pengawasan yang sudah melekat dan telah digunakan tergantung oleh Kantor Jasa Akutansi masing-masing.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

HAL-HAL PENTING YANG HARUS ANDA PERHATIKAN SEBELUM AKAN MEMBUKA KANTOR CABANG BARU

Memiliki kantor cabang sendiri dalam usaha untuk memperluas jangkauan sayap bisnis merupakan impian terbesar bagi setiap pengusaha. Dengan cara memiliki kantor cabang sendiri, maka perusahaan dan produk akan menjadi terdistribusikan dengan baik dan akan semakin banyak dikenal oleh para pelanggannya. Berbagai macam alasan mengapa seorang pengusaha menginginkan untuk memiliki kantor cabang sendiri, dan salah satunya yang paling umum adalah untuk mengembangkan sayap dari bisnisnya agar bisa menjadi semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan persaingan dunia bisnis yang sudah semakin ketat saat ini.

Namun dalam hal mempersiapkan untuk membuka kantor cabang bisnis, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan terlebih dahulu agar tidak sampai mendapatkan masalah dikemudian haru pada saat cabang tersebut sudah di buka dan yang lebih parahnya lagi adalah, semakin berimbas dari tidak optimalnya operasional internal dari kantor cabang bisnis tersebut yang tentunya akan sangat merugikan bisnis pusat milik Anda sendiri.

Bagi Anda yang memiliki bisnis yang masih berkembang dan berencana untuk semakin memperluas jangkauan dari target market Anda dengan jalan membuka cabang bisnis baru pada tempat-tempat yang berbeda-beda, maka berikut ini merupakan beberapa tips yang mungkin saja sangat bermanfaat bagi Anda semua.

Titik kantor Cabang

1. Perhatikan Detail Budget Anda.

Hal pertama yang wajib Anda perhatikan adalah tentang bagaimana kondisi keuangan dari bisnis Anda. Hitunglah dengan sangat cermat tentang seberapa besar jumlah anggaran yang akan Anda habiskan untuk rencana pembangunan cabang baru tersebut. Jangan sampai stock dari keuangan Anda menjadi semakin menipis dan bahkan sampai mengganggu stabilitas keuangan dari perusahaan utama (perusahaan induk), karena terlalu memaksanakan untuk rencana ekspansi dari kantor cabang baru tersebut.

2. Lokasi Representatif.

Unsur selanjutnya yang harus Anda dipertimbangkan dalam pendirian kantor cabang baru adalah berdasarkan letak lokasinya. Apakah letak lokasi dari calon kantor cabang baru tersebut sudah benar-benar strategis dan representatif? Apakah letak dari lokasi kantor cabang baru tersebut memiliki potensi pangsa pasar yang cukup menjanjikan atau tidak? dan seterusnya. Apabila lokasi yang Anda pilih tersebut terlihat sudah cukup potensial, maka rencana untuk pengembangan bisnis tersebut bisa langsung “go action/dilaksanakan”.

3. Sudah Merekrut atau Memiliki Calon Pimpinan Baru untuk Operasional Cabang Baru.

Hal ketiga yang harus Anda pertimbangkan adalah ada atau tidaknya calon pimpinan (manager) handal yang akan memimpin segala kegiatan dari operasional kantor cabang baru tersebut. Membuka kantor cabang baru tidak ada bedanya seperti memulai bisnis dari awal lagi, sehingga diperlukan adanya tim managerial yang benar-benar handal agar mampu dalam mencapai kestabilan dari kantor cabang baru tersebut. Apabila Anda sudah memiliki kandidat terbaik, maka bersiap-siaplah untuk grand openingnya.

4. Memiliki Mekanisme Kerja yang Jelas.

Dalam usaha untuk membuka kantor cabang baru, tentunya membutuhkan adanya kerja ekstra keras. Dan lagi sebelumnya Anda harus menentukan tentang bagaimana sistem pengawasannya, menentukan bagaimana cara Anda untuk mensuplai berbagai kebutuhannya, dan banyak lagi yang lainnya. Perancangan sistem seperti itu akan membuat Anda menjadi lebih terarah dalam hal pengembangan bisnis untuk selanjutnya. Apabila mekanisme yang sudah Anda susun tersebut diprediksi akan bisa berjalan dengan lancar, maka bersiap-siaplah untuk memantapkan rencana tersebut untuk pembukaan kantor cabang baru.

5. Mempertimbangkan Cara untuk Ekspansi.

Untuk membuka kantor cabang baru, terdapat beberapa pilihan yang bisa Anda lakukan, misalnya dengan mencari partner bisnis (investor) yang bersedia untuk untuk pembiayaan pembangunan kantor cabang baru tersebut, atau dengan 100% dibiayai oleh perusahaan induk, atau bisa juga untuk mempertimbangkan dengan mewaralabakan bisnis Anda sebagai salah satu cara termudah dalam memperluas jaringan bisnis Anda.

Membuka kantor cabang baru untuk perkembangan bisnis memang merupakan cara terbaik dan yang paling ampuh dalam memperluas jangkauan target market dari bisnis Anda yang juga akan langsung berimbas terhadap semakin bertambahnya keuntungan yang akan bisa Anda dapatkan dari membuka kantor cabang baru. Namun jangan sampai Anda melupakan tentang beberapa hal diatas yang harus benar-benar Anda perhatikan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan apabila pembaca membutuhkan software accounting secara online untuk pembukaan cabang, silahkan menghubungi 081-8521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu.

Scroll to top