Kategori: Software accounting

TIPS UNTUK PEMBUKUAN AKUNTANSI FOOD BEVERAGES BUSINES (USAHA MAKANAN DAN MINMAN) YANG LEBIH SEDERHANA DAN SIMPLE

Kunci utama dari sebuah bisnis restoran agar bisa sukses adalah sederhana, yaitu dari keuntungan. Berbisnis restoran, biasanya bisnis makanan dan minuman juga harus terus memutar uang agar bisa membuat bisnisnya mampu bertahan, dan dalam rangka untuk menghasilkan banyak uang, pemilik bisnis juga perlu untuk mengetahui tentang bagaimana sistem akuntansi dasar dari sebuah restoran untuk mengontrol arus kasnya, mengurangi tingkat kerugian dan lebih memaksimalkan keuntungan mereka. Melacak keuangan Anda akan mampu menempatkan Anda agar berada di tempat yang lebih baik untuk memantau bagaiamana arus kas dan menjadikan bisnis Anda dapat bertahan dalam waktu yang lebih lama.

1. Melakukan manajemen terhadap arus kas restoran.

Mengelola arus kas yang berarti juga harus melacak semua uang yang telah masuk dan keluar dalam bisnis makanan dan minuman Anda. Memperkirakan bagaimana arus kas di masa depan akan bisa menjadi permainan tebak-tebakan sampai Anda benar-benar mampu untuk bisa mendapatkan pola bisnis restoran/makanan dan minuman Anda, atau ketika Anda sedang membandingkan uang yang telah masuk dengan uang yang sudah keluar. Pada dasarnya, setiap bisnis akan selalu berusaha untuk mendapatkan income yang lebih dari segala biaya yang selama ini telah dikeluarkan. Ketika sebuah bisnis akan mampu menjadi lebih banyak menghasilkan uang daripada menghabiskannya, maka dari itu akan semakin memaksimalkan laba bersih dan perusahaan Anda akan tetap terus bertumbuh.

2. Menjaga rekap dari setiap transaksi.

Merekam bagaimana perputaran dari arus kas Anda, juga termasuk pendapatan dan beban, memang sangat penting untuk sebuah prosedur akuntansi bisnis Anda. Penghasilan yang dalam hal ini sudah mencakup semua uang tunai, kartu kredit dan juga berbagai penjualan cek yang sudah diterima. Biaya yang telah keluar juga harus tetap dicatat dengan bantuan dari penggunaan nota dan faktur. Sistem Point of Sale (POS) Anda biasanya akan mampu melacak semua kartu kredit dan uang tunai hasil dari penjualan, dan semua penerimaan juga harus segera diajukan dan dicatat dalam dokumen laba rugi (Profit & Loss Document). Hal semacam ini juga sangat penting untuk menjadikan Anda tidak sampai menutup mata”pada jumlah persediaan Anda saat ini.

3. Mengelola inventaris perusahaan.

Persediaan dalam berbisnis makanan dan minuman meliputi bahan baku, mesin pengolah, dan juga berbagai jenis produk dan bahan-bahan yang sudah Anda miliki di tangan untuk menghasilkan makanan dan minuman yang terbaik. Persediaan merupakan faktor terpenting dalam pengelolaan akuntansi perusahaan makanan dan minuman, karena merupakan sebuah investasi dan persediaan yang paling banyak dibutuhkan untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Anda harus selalu mempertimbangkan bagaimana inventaris Anda sebagai kas dalam bentuk yang berbeda-beda, dan mampu menghitung secara lebih konsisten dan serba menyeluruh.

4. Perhitungan untuk Laba Rugi (Profit & Loss).

Dokumen dari laba rugi sebuah bisnis makanan dan minuman yang berfungsi sebagai laporan untuk dapat meringkas pendapatan, biaya dan persediaan, menggambarkan tingkat keuntungan total dan kerugian dari bisnis selama masa periode waktu tertentu. Hal terbaik untuk mempersiapkan dokumen semacam ini adalah untuk setiap minggu jika memang memungkinkan. Hal seperti ini akan menjadikan Anda semakin lebih mudah untuk melacak angka untuk membandingkan setiap masing-masing laporan dari bulan ke bulan berikutnya, bahkan dari tahun ke tahun berikutnya. Selain itu, laporan dari laba rugi bersih dari semua informasi yang lebih relevan dengan arus kas Anda, termasuk juga dari penjualan dan upah tenaga kerja Anda.

5. Penggunaan program Akuntansi Online (Berbasis cloud).

Meskipun untuk jenis bisnis makanan dan minuman sendiri mungkin memiliki staf akuntan yang tersedia untuk melakukan masing-masing pekerjaannya, banyak diantara beberapa bisnis restoran  makanan dan minuman yang menggunakan program komputer untuk membantu merekam segala informasi keuangan mereka. Software terbaik termasuk juga dengan menggunakan sistem Point of Sale (POS), software keuangan, dan juga beberapa perangkat lunak untuk mengintegrasikan kinerja dari keduanya. Sistem yang sudah serba terintegrasi seperti ini akan dapat semakin mengurangi beban, bahkan menghilangkan biaya operator dan membantu mereka sepenuhnya dalam hal menganalisis keuangan mereka dengan cara menjalankan dan menganalisa setiap laporan keuangan secara lebih komprehensif. Bagi para pembaca yang memang membutuhkan bimbingan seputar pengelolaan SDM, maka silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

STRATEGY MENGURANGI BIAYA AKUNTAN UNTUK MEMPERCEPAT PROSES PENUTUPAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Laporan keuangan yang terdiri dari beberapa pos dan fungsi-fungsi tertentu. Setiap fungsi yang dikerjakan oleh satu orang staff. Sehingga untuk dapat menutup laporan keuangan juga tidak bisa hanya lebih mengandalkan kecepatan kinerja dari satu orang staff saja, akan tetapi membutuhkan kerjasama tim yang lebih solid.

Agar proses penutupan laporan keuangan bisa menjadi lebih cepat, maka dibutuhkan adanya koordinasi dalam sebuah tim. Misalnya untuk mempermudah dalam hal pemberian approval, Main set sistem agar mampu melakukan cross chek secara otomatis, meringkas pekerjaan yang lebih bervarisi, dan menetapkan scedul kerja yang saling melengkapi satu sama lain dalam sebuah tim.

Mempercepat pemberian approval sebenarnya dapat dilakukan hanya dengan mengurangi tingkat pengendalian. Sebuah dokumen pengajuan yang biasanya harus disetujui oleh 6 orang atau lebih, seperti Senior 1, Senior 2, Super visor 1, Supervisor 2, Manager 1, Manager 2, masih dapat dirubah hanya menjadi 3 orang saja, yaitu Senior, supervisor dan manager.

Menghindari agar tidak sampai mengerjakan pekerjaan yang hampir sama saja secara berulang-ulang, masih dapat dilakukan hanya dengan cara membentuk kerangka kerja yang mampu menyediakan pengendalian dari berbagai macam sisi. Misalnya agar mampu dalam melakukan cross check antar setiap masing-masing departemen.

Meningkatkan efektifitas dari akuntan hanya dapat diperoleh dengan cara meringkas job deskripsi dari para akuntan agar tidak sampai menjadi bervariasi. Misalnya, seorang staff yang bertanggung jawab atas aktiva perusahaan juga harus diberikan tangungjawab untuk menghitung biaya depresiasinya.

Memberikan Pelatihan Kepada Para Staff Accounting

Pemberian pelatihan kepada para staff accounting memang sangat bermanfaat, karena untuk seorang staff accounting yang memegang tanggungjawab atas berbagai pencatatan transaksi keuangan perusahaan. Tujuan dari pelatihan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman secara penuh atas sistem dan proses aliran kerja perusahaan, paling tidak pada hal-hal yang telah muncul hanya pada layar monitor saja.

Untuk mengurangi terjadinya resiko kesalahan perusahaan yang dapat menyediakan sistem yang lebih bersifat Demonstration, hasil sistem masukan dari sistem yang tidak berpengaruh pada sistem lainnya. Digunakan oleh staff yang masih menjalani masa percobaan/training, sebagai salah satu cara untuk pendekatan dalam menyelesaikan berbagai permasalah tanpa adanya resiko. Manfaatkan training untuk para staff accounting juga dapat mengurangi biaya lembur, meningkatan efisiensi biaya, untuk membantu perkembangan dan semangat bekerja para karyawan.

Memperbaiki Pelaporan Akuntansi Perusahaan

Biasanya seorang manajer keuangan baru, seringkali melakukan sedikit perubahan pada tampilan dari laporan databasenya. Seorang manajer keuangan dapat memperbaiki template laporan database dengan bersama-sama maupun sendiri-sendiri. Pekerjaan yang paling menantang ini dipercaya akan mampu dalam mempercepat terjadinya penutupan dari pelaporan keuangan. Hal terpenting dalam hal perbaikan template, yaitu dengan cara memberikan pengendalian untuk menciptakan keakuratan data-data yang lebih baik.

Mendapatkan Data Akuntansi Yang Lebih Baik

Kunci utama dalam mendapatkan data base yang lebih baik adalah dengan cara berkomunikasi. Melalui komunikasi, penjelasan atas bebagai perlakuan transasksi dapat diperoleh dengan baik. Sehingga apabila dimintai penjelasan akan menjadi lebih mudah untuk menyampaikannya.

Merampingkan Proses Closing Perusahaan

Manajemen yang dapat melakukan eliminasi terhadap beberapa posisi tertentu. Kemudian memberikan pelatihan kepada mereka agar dapat bekerja pada tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi lagi. Staff tersebut harus mampu menunjukan adanya sebuah peningkatan kemampuan terlebih dahulu. Meskipun sebenarnya  terdengar sedikit tidak bermoral, namun bagi perusahan dapat menyimpan lebih banyak uangnya.

Pada beberapa kasus ini, misalnya untuk melakukan pekerjaan rekonsiliasi perusahaan, maka tidak perlu untuk melakukan penambahan staff untuk melakukannya. Agar segala beban dapat berkurang, maka biasanya seorang staff akan dipaksa untuk mengerjakan rekonsiliasi sampai harus lembur.

Pada kasus lain, seorang manager yang memberikan tambahan kewajiban pada seorang staff atas penerapan perangkat lunak (Software) akuntansi baru. Tujuannya adalah agar staff tersebut dapat meneruskan informasinya kepada staff lainnya, meskipun malah menjadikan beban kerjanya menjadi semakin lebih berat.

Tidak semua accoounting software dapat sesuai dengan alur proses dari bisnis perusahaan. Pemilihan software juga harus mampu untuk lebih mempersingkat alur informasi akuntansinya. Apabila perusahaan memang berencana ingin mengganti software akuntansinya, maka diharapkan tidak banyak merubah aliran informasi. Misalnya setelah penerapan software akuntansi baru, seorang staff yang biasanya menangani hutang akan dipindahkan ke bagian piutang. Dengan perpindahan tersebut, maka manajemen akan dapat  memperbaiki kinerja piutangnya.

Pada saat terdapat seseorang staff yang mengundurkan diri, maka pekerjaan tersebut harus segera diisi dengan staff baru. Manajemen dapat membagi pekerjaan tersebut kepada dua orang staff lainnya sambil menuggu staff baru untuk bergabung dengan perusahaan. Dan tampaknya strategi seperti ini dapat lebih menekan beban keuangan perusahaan, namun pihak manajemen juga perlu untuk lebih mempertimbangkan sistem pengendalian internalnya.

Setelah dijelaskan tentang beberpa cara untuk bisa mengurangi beban yang berkaitan dengan akuntan. Lalu sekarang bagaimana caranya agar strategi tersebut bisa berhasil…? Sebuah pertanyaan sekaligus berupa kritikan yang harus bisa dijawab… berikut ini adalah kebijakan yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen.

Menyesuaikan kompensasi. Setelah mengurangi jumlah staff, melatihnya, kemudian menaikan gaji staff tersebut. Hal ini tidak akan sama dengan memperkerjakan seorang staff baru, karena nanti hasilnya juga akan berdampak pada biaya turnovernya. Selain itu insentif tambahan juga dapat menambah motivasi dan produktivitas dari para karyawan.

Memperbaiki peralatan. Misalnya dari adanya pengurangan staff karena disebabkan suatu peyesuaian dengan software accounting baru. Maka tentunya pemilihan software baru tersebut juga harus mampu untuk lebih mempersingkat dari sistem aliran dokumennya. Sehingga dengan sistem yang lebih baru tersebut akan dapat lebih meningkatkan efektifitas kinerja dan efisiensi biayanya.

Memperbaiki prosedur. Perbaikan prosedur juga dapat dilakukan dengan cara mengeliminasi tugas-tugas yang sebenarnya tidak memberika nilai tambah. Misalnya dalam prosedur pencatatan hutang usaha dimana pihak manajemen dapat membuat sebuah kebijakan dengan cara merubah pelaporan dengan hard copy yang diganti menjadi e-mail.

Nah, itulah sedikit penjelasan yang terkait dengan proses pengelolaan Beban dari departemen Accounting. Diharapkan setelah membaca artikel ini para pembaca sekalian akan mampu mengendalikan biaya tersebut, dan mampu mengalokasikan pada kegiatan lainnya yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Bagi para pembaca sekalian yang membutuhkan bimbingan seputar pengelolaan SDM, silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

9 PENGGUNA YANG MEMBUTUHKAN INFORMASI DARI LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan  sedikit berbagi Informasi tentang beberapa Pengguna Informasi dan Laporan Keuangan. Berikut dibawah ini adalah penjelasannya.

Laporan keuangan merupakan satu alat pertangung jawaban manajemen yang terdiri dari Laporan Posisi Keuangan, Laporan Kinerja Keuangan, Laporan Arus kas, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas laporan keuangan. Informasi tersebut akan disajikan dengan tujuan untuk menunjukan bagaimana kondisi keuangan perusahaan. Berikut dibawah ini adalah beberapa pihak yang menjadi tujuan dari pelaporan informasi keuangan baik ekternal maupun internal, yaitu :

Pengguna Internal, secara umum adalah orang-orang yang berada didalam organisai perusahaan dan terlibat langsung dalam proses penyajian laporan keuangan maupun kegiatan operasional perusahaan. Para pengguna Internal yang terdiri dari Pemilik, Manajemen, dan Karyawan.

1. Pemilik perusahaan.

Pemilik yang telah mendirikan perusahaan, membangun, dan mengembangkan perusahaan tentunya berhak untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan kondisi keuangan perusahaan selain dari informasi besarnya keuntungan yang sudah diperoleh.

Pemilik akan mengawasi pengembalian nilai investasi, kemudian membandingkan kinerja periode lalu dengan periode yan sedang berjalan. Informasi tersebut akan menjadi sangat berguna untuk menetapkan strategi dan kebijakan selanjutnya. Selain sebagai alat analisa, evaluasi, dan menetapkan strategi ekspansi juga sangat bermanfaat untuk mengetahui seberapa besar deviden yang akan didapatkannya dari alokasi laba.

Pemilik juga harus terlibat dalam pembentukan nilai Goodwill melalui sebuah komitmen, Visi dan misi perusahaan. Tujuan dan arah perkembangan perusahan yang tergambar lebih jelas dari pemikiran pendirinya. Meskipun sebuah pekerjaan dapat di delegasikan, akan tetapi karakter kepemimpinan dan arah perkembangan perusahaan juga tidak mungkin selamanya sama.

2. Manajemen perusahaan.

Bagi pihak manajemen, laporan keungan akan dapat digunakan sebagai satu alat evaluasi dan penentuan kebijakana untuk selanjutnya. Evaluasi dapat dilakukan dengan cara membandingkan antara laporan kinerja keuangan aktual dengan proyeksi dari laporan keuangan. Meskipun sebenarnya juga tidak semua perusahaan akan menyiapkan anggaran dalam semua hal, akan tetapi anggaran tersebut juga dapat berfungsi sebagai pengendali terhadap kas agar pengeluaran menjadi lebih efektif dan efisien.

Hal yang paling menarik bagi pihak manajemen atas informasi laporan keuangan adalah dari seberapa besar kompensasi bonus yang nantinya akan diterima dari kinerja yang sebelumnya telah dilakukan. Kompensasi yan nanti akan diterima biasanya akan ditentukan pada masa awal periode dan untuk beberapa periode kedepannya.

Manajemen akan dapat melakukan negosiasi kenaikan upah, bonus tergantung dari kinerja yang sebelumnya telah dilakukan. Ukuran dari kinerja perusahaan tidak selamanya akan dapat digunakan sebagai ukuran dalam menentukan tingkat keberhasilan dari negosiasi kenaikan kompensasi.

3. Karyawan.

Pembagian bonus sebenarnya juga tergantung pada seberapa besar keuntungan dari laba yang sudah didapatkan. Bonus yang akan diberikan harus relevan dengan berbagai pencapaian proyeksi laporan keuangan. Sehingga, Mendapatkan bonus merupakan motivasi terbesar bagi seorang karyawan untuk melakukan kinerja dengan lebih baik.

Permintaan dari kenaikan bonus, tunjangan atau upah juga masih tergantung pada bagaimana posisi keuangan dan strategi perusahaan. Perusahaan bisa memberikan bonus atau peningkatan lainnya jika memang tujuan perusahaan dapat tercapai dengan melakukan pendekatan seperti demikian.

Pengguna Eksternal secara umum adalah mereka yang merupakan pengguna dari laporan keuangan yang tidak terlibat dalam proses pembentukan laporan keuangan. Mereka adalah :

4. Kreditor dan lembaga keuangan.

Kreditor bisa berupa pihak yang menjual barang secara kredit, Bank yang memberikan pinjaman dana kepada perusahan, atau pemberi pinjaman uang. Kepentingan mereka terhadap laporan keuangan perusahan adalah ingin menilai kesehatan dari laporan keuangan, apakah calon debitur akan mampu mengembalikan dana pinjaman beserta bunganya dengan tepat pada waktunya.

Laporan keuangan yang menjadi Fokus evaluasi para kreditor adalah laporan posisi keuangan dan laporan kinerja keuangan. Pada laporan posisi keuangan kreditor akan dapat menilai bagaimana kelayakan dari besarnya jumlah dana yang nanti akan dipinjam, sementara pada laporan dari laba rugi penilaiannnya akan lebih berfokus kepada analisa kelancaran dari calon debitur yang akan melunasi hutang beseta bunganya.

5. Para Investor.

Sebelum akan menanamkan modalnya, para investor akan mengevaluasi perusahaan terlebih dahulu. Tidak  mungkin bagi mereka untuk masuk ke perusahaan kemudian melakukan pemeriksaan. Tindakan yang paling rasional adalah dengan cara mengevaluasi bagaimana kinerja perusahaan dari laporan keuangan yang sudah mereka sajikan sebelumnya.

Tujuan dari investor untuk menggunakan laporan keuangan perusahaan sebelum melakukan investasi adalah karena mereka ingin mengetahui seberapa besar resiko dan keuntungan yang sudah melekat pada perusahaan. Penilaian terhadap resiko akan dapat diperoleh dari proses analisa yang terkait dengan berbagai ancaman dan prospek pasar untuk ke depannya, sementara untuk penilaian keuntungan yang diperoleh dari mengetahui berapa besarnya laba termasuk juga historinya.

6. Pihak Pemerintah.

Bagi pemerintah, laba perusahana akan dapat digunakan sebagai satu dasar penetapan anggaran belanja pemerintah. Perlu diingat bahwa salah satu sumber pemasukan bagi pemerintah untuk menetapkan anggaran adalah dari pajak. Pajak yang telah disetorkan kepada pemerintah akan menjadi pemasukan bagi mereka dan kemudian akan dikembelikan lagi melalui pembangunan sarana dan prasarana publik.

7. Konsumen.

Kepentingan konsumen terhadap laporan keuangan yang terkait akan selalu berhubungan dengan kewajiban untuk jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan terhadap konsumen. Misalnya apakah garansi yang telah diberikan oleh perusahaan masih dapat diklaim oleh konsumen di kemudian hari, atau perusahan telah kehilangan kemampuan untuk menjaga keberlangsungannya (Going concern).

8. Peneliti.

Setiap konsumen akan selalu berharap untuk bisa mendapatkan adanya peningkatan kinerja dari sebuah produk tanpa ada peningkatan biaya. Maka hal seperti ini akan menjadi obyek bagi para peneliti, mereka dapat mencari formula baru tentang bagaimana caranya untuk mencapai kepuasan dari para konsumen dan adanya peningkatan profitabilitas perusahaan secara bersamaan

9. Regulator.

Kepentingan dari agen regulator terhadap laporan keuangan perusahaan adalah ingin memastikan bahwa laporan keuangan yang sudah dihasilkan dan telah disajikan oleh perusahaan telah benar-benar sesuai dengan peraturan yang sebelumnya telah ditetapkan. Agen regulatory biasanya lebih bersifat independen, yaitu hanya bersikap dan bertindak sesuai dengan peraturan yang masih berlaku.

Nah itulah sedikit penjelasan yang terkait dengan pengguna laporan keuangan. Terima kasih telah berkunjung ke website kami. Apabila para pembaca sekalian membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

TIPS-TIPS TENTANG BAGAIMANA CARANYA DALAM MENGELOLA KAS KECIL (PETTY CASH) PERUSAHAAN

Pada kesempatan kali ini implementor software akuntansi akan memberikan tips tentang pengelolaan kas kecil (Petty Cash). Pertama-tama kita perlu mengetahui definisi sebenarnya dari kas kecil, kas kecil (Petty Cash) merupakan uang tunai yang sudah disediakan oleh perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif lebih kecil dari pengeluaran uang perusahaan dan menjadi tidak ekonomis jika dibayarkan melalui check atau transfer Bank. Tujuan dari dibentuknya dana dari kas kecil adalah untuk menunjang berbagai kegiatan operasional perusahaan seperti halnya untuk membeli keperluan-keperluan kantor yang besarnya transaksi hanya cukup jika dibayarkan dengan menggunakan uang tunai saja.

Berikut ini merupakan beberapa tips untuk mengelola kas kecil (Petty Cash) dari implementor software akuntansi:

• Penetapan Metode yang Digunakan.

Penetapan dana kas kecil yang dilakukan pada awal pembentukan kas kecil. Dana yang akan dialokasikan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan hindari untuk pengalokasian dana yang terlalu besar dari berbagai kebutuhan perusahaan. Sesuaikan dana kas kecil dengan histori dari pengeluaran kas kecil untuk pembayaran-pembayaran dari kegiatan operasional. Kegiatan seperti ini biasanya akan dicatat pada pos beban administrasi dan umum (administrative and general expense). Pengeluaran-pengeluaran yang membutuhkan adanya dana kas kecil biasanya melibatkan pembayaran untuk membeli Alat Tulis Kantor (ATK), materai, air minum, listrik, air, pulsa, dan beberapa beban-beban lain yang memiliki sifat harus segera dilunasi.

Hal yang paling mendasar yang harus dilakukan oleh perusahaan pada saat membentuk kas kecil adalah penentuan metode seperti apa yang nantinya akan digunakan untuk mencatat kas kecil. Perusahaan dapat memilih salah satu diantara dua macam metode pencatatan dari kas kecil.

Pertama dengan menggunakan metode tetap (Imprest Fund System), dan yang kedua adalah dengan menggunakan metode fluktuatif (Fluctuating fund system).

“Perbedaan pada kedua jenis metode tersebut terletak pada pencatatan saat pengisian kembali dana dari kas kecil.”

Jika menggunakan metode fluktuatif, maka jumlah kas kecil akan selalu berubah-ubah (menyesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan). Metode seperti ini sangat cocok untuk digunakan pada jenis perusahaan yang memilki kegiatan operasional yang juga tidak menentu. Penepatan jumlah kas kecil sebesar sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan.

Seperti contoh: Perusahaan telah menetapkan jumlah kas kecilnya adalah sebesar Rp 10.000.000,-, kemudian dari total dana tersebut hanya digunakan sebagian, maka pada saat pengisiannya kembali adalah sebesar uang yang sudah dikeluarkan tersebut.

Misalnya pada tanggal 1 Desember 2014 dana dari kas kecil adalah sebesar Rp 10.000.000,- dan Transaksi yang terjadi pada bulan Desember adalah sebagi berikut:

Dengan cara menggunakan metode Fluktuatif dari transaksi-transaksi seperti diatas akan dicatat dengan cara sebagai berikut:

Pada tanggal 31 Desember 2018 tidak perlu dilakukan pembuatan jurnal penyesuaian lagi karena, kasir sudah membukukan transaksi pada setiap tejadinya transaksi setiap periodenya.

Manfaat dari mengunakan metode Fluktuasi (Fluctuating fund system) adalah:

1. Saldo kas kecil dapat diketahui setiap saat.
2. Apabila dana dari kas kecil tidak cukup, maka administrasi atau petugas dari kas kecil dapat meminta untuk mengambil dananya kembali.
3. Sangat mudah untuk dilakukan pengontrolan terhadap buku kas.
Akan tetapi perusahan harus tetap memperhatikan bahwa dengan cara menggunakan metode seperti ini maka pengeluaran yang akan terjadi tidak akan mudah untuk bisa ditelusuri.

….. Berlanjut

Nah, itulah sedikit tips tentang bagaimana caranya dalam mengelola kas kecil. Apabila pembaca ingin memahami secara lebih mendalam bagaimana cara untuk mengelola kas kecil, membutuhkan konsultasi seputar manajemen perusahaan, dan membutuhkan Software Accounting para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-8521172 (Owner) atau 081-252-982900 (Office). Kami siap membantu Anda, terimakasih salam sukses dan sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel selanjutnya.

 

 

Scroll to top