Kategori: Software accounting

ANGGARAN INDUK UNTUK PEMBIAYAAN OPERASIONAL PERUSAHAAN

Anggaran induk merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan hasil dari proyeksi perusahaan. Anggaran induk ini sendiri merupakan satu kesatuan dari anggaran departemen serta banyak disusun untuk mencapai laba. Anggaran induk ini terbagi menjadi dua macam anggaran, yaitu anggaran operaional dan anggaran juga Keuangan:

Pertama–tama kita akan memulai pembahasan dari anggaran Operasional. Anggaran operasional sendiri adalah anggaran yang hanya lebih berfokus kepada proyeksi laporan yang berdasarkan dari berbagai aktivitas operasional, aktivitas yang mendatangkan penghasilan. Komponen pembetuk anggaran operasional sangat kuat kaitannya dengan laporan laba-rugi proyeksi. Beberapa kegiatan yang juga termasuk ke dalam anggaran operasional adalah berupa anggaran penjualan, anggaran Produksi, anggaran bahan baku langsung, anggaran Tenaga Kerja Langsung, anggaran biaya Overhead Pabrik, Angara Persediaan, dan juga Anggaran biaya Non-Produksi.

1. Anggaran penjualan.

Anggaran penjualan adalah hasil dari proyeksi laporan yang terkait dengan jumlah unit barang yang nantinya akan dijual pada periode mendatang. Anggaran penjualan secara umum berisikan tentang berbagai informasi barang-barang yang nantinya akan terjual meliputi jenis-jenis barang, jumlah yang nanti akan terjual, dan juga harga barang.

Pada kondisi tertentu, anggaran penjualan yang dibuat dengan menyesuaikan keadaan dari target konsumen tempat barang tersebut akan dijual. Tentunya informasi yang nanti akan disajikan juga akan terbagi per wilayah, akan tetapi masih dalam batas satu kesatuan angaran.

2. Anggaran untuk proses produksi.

Anggaran produksi merupakan proyeksi dari jumlah unit produksi yang nanti akan dihasilkan pada periode mendatang. Dasar perencanaan produksi ini dibuat dengan cara tetap mempertimbangkan history penjualan. Rencana produksi dari setiap masing-masing barang yang dibuat atas dasar penjualan dari setiap masing-masing barang dengan cara lebih mempertimbangkan setiap prinsip-prinsip konservatisme. Anggaran yang baik tidak akan merencanakan nilai diluar batas kemampuan, secara berlebihan, dan juga terlalu agresif.

3. Anggaran untuk bahan baku.

Anggaran bahan baku yang dibuat untuk menghitung berapa jumlah kebutuhan bahan baku yang nantinya akan digunakan pada periode-periode mendatang. Anggaran untuk bahan baku yang dibuat berdasarkan pada jumlah aktualisasi penggunaan bahan baku untuk proses produksi. Selain berdasarkan pada jumlah unit yang dibutuhkan untuk proses produksi di masa depan, anggaran bahan baku juga dapat dibuat berdasarkan alokasi dana. Jumlah pengeluaran untuk pembelian bahan baku.

4. Anggaran tenaga kerja langsung.

Anggaran biaya tenaga kerja langsung yang berkaitan dengan anggaran produksi. Biaya produksi yang terdiri dari biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku langsung, dan biaya overhead pabrik. Anggaran seperti ini menilai sampai seberapa besarnya biaya tenaga kerja langsung yang nanti akan dikeluarkan oleh perusahaan dimasa mendatang.

Anggaran biaya juga dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk pengendalian internal. Agar pengeluaran untuk tenaga kerja langsung dapat dikelola dengan lebih tepat oleh perusahan dan sebaiknya memuat anggaran biaya tenaga kerja setiap tahunnya. Informasi yang termasuk ke dalam anggaran tenaga kerja langsung yang terkait dengan jumlah tenaga kerja seperti yang dibutuhkan, jumalah tenaga kerja yang nanti akan di rekrut dan terkait dengan pertambahan atau pengurangan komposisi biaya tenaga kerja langsungnya.

5. Anggaran Biaya Overhead Pabrik (BOP).

Anggaran Biaya Overhead Pabrik yang berisikan tentang berbagai informasi-informasi tentang biaya tidak langsung. Biaya yang secara tidak langsung akan menentukan nilai barang per unitnya. Oleh karena tidak terkait secara langsung, maka dalam pembentukannnya akan menjadi lebih rumit karena membutuhkan informasi yang lebih banyak dari divisi lainya.

Penetapan biaya overhead yang berdasarkan kepada biaya overhead aktual yang nantinya akan dibebankan. Pembebanan anggaran Biaya Overhead Pabrik rencananya akan dialokasikan kepada semua produk yang nanti akan diproduksi.

6. Anggaran persediaan.

Merupakan proyeksi dari laporan yang berisikan tentang seberapa banyak persedian yang nanti akan dibutuhkan untuk periode mendatang. Penetapan anggaran ini juga lebih mempertimbangkan titik minimum dari persediaan (Safety Stock).

Nah itulah sedikit penjelasan tentang anggaran induk dari keuangan perusahaan. Terima kasih telah berkunjung ke website kami. Apabila para pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

BAGAIMANA STRATEGI DALAM MENGELOLA STOK BARANG-BARANG KEBUTUHAN UNTUK JENIS BISNIS CAFE

Dalam berbisnis apapun, stok barang merupakan sesuatu yang paling vital dan tidak bisa dianggap enteng. Kenapa bisa demikian? Jawabannya sederhana saja, karena persediaan merupakan penggerak utama dari perputaran roda sebuah bisnis. Khususnya adalah untuk jenis bisnis cafe yang biasanya stok barangnya sangat berpengaruh besar terhadap kepuasaan pelanggan. Bahkan stok barang yang terlalu cepat habis adalah sebuah pertanda bahwa produk mana saja yang paling banyak disukai oleh para konsumen.

Nah setelah mengetahui betapa pentingnya persediaan/stok barang ini, maka sangat penting artinya bagi Anda untuk mengelola stok barang dengan benar dan juga lebih tersistematis. Berikut ini akan dijelaskan tentang bagaimana caranya untuk mengelola stok barang pada jenis bisnis cafe.

1.Harus mengenali jenis-jenis persediaan barang yang masih ada di Cafe.

Untuk mengatur stok persediaan barang di cafe adalah dengan jalan mengetahui terlebih dulu apa saja jenis-jenis persediaan barangnya. Mungkin masih belum banyak yang mengetahui bahwa jenis barang pada sebuah bidang usaha biasanya dibedakan dalam berbagai macam tipe dan kategori. Dengan cara mengkategorikannya, maka pengelolaan stok barang akan menjadi jauh lebih mudah untuk bisa dilakukan. Sedangkan untuk pengkategoriannya sendiri adalah seperti berikut ini.

  •  Persediaan untuk Dijual: Kategori barang ini adalah barang yang disediakan hanya untuk dijual. Biasanya barang jenis ini bisa berupa makanan atau minuman yang menjadi produk utama dari jenis bisnis tersebut.
  • Bahan Penolong: Barang ini biasanya tersedia untuk menunjang keberadaan dari produk yang dijual. Biasanya barang jenis ini adalah berupa tisu, sendok, gelas sampai dengan piring.
  • Persediaan untuk Proses Produksi: Sedangkan untuk jenis ini lebih banyak digunakan untuk mengelola atau membuat bahan dari produk yang akan dijual. Jenis barang ini bisa berupa minyak goreng, gula, garam, sampai dengan cream.
  • Persediaan Fast Moving: Seperti namanya, jenis barang yang satu ini merupakan jenis barang yang permintaannya harus cepat dilakukan. Biasanya permintaan cepat tersebut agar tidak kewalahan dan langsung bisa memenuhi keinganan dari para konsumen. Mulai dari buku, nota sampai dengan bahan makanan.
  • Persediaan Slow Moving: Untuk persediaan jenis ini maka bisa dibilang merupakan kebalikan dari tipe fast moving. Karena persediaan yang satu ini berupa seperti mangkuk, piring saji sampai dengan mesin kopi.
  1. Mengumpulkan data-data persediaan kafe.

Setelah mengetahui berbagai jenis barang-barang yang dibutuhkan, maka langkah selanjutnya adalah dengan cara mengumpulkan data-data persediaan kafe. Hal seperti ini sangat berguna bagi Anda untuk melakukan kegiatan seperti menerima, menyimpan sampai mengeluarkan barang persediaan yang sesuai dengan data dan kebutuhan dari bisnis kafe Anda.

  1. Melakukan proses forecasting (peramalan).

Sederhananya adalah, forecasting merupakan tahap dimana Anda akan diwajibkan untuk membuat perkiraan dari jumlah barang yang dibutuhkan untuk dimasukan ke dalam gudang. Langkah ini sangat penting bahkan bisa dibilang paling vital bagi sebuah bisnis, karena untuk membantu Anda dalam menyiapkan rencana bisnis Anda sendiri. Misalnya, pada bulan lalu Anda membutuhkan sekian jumlah barang, maka untuk bulan ini jumlah barang yang Anda butuhkan juga tidak terlalu jauh berbeda dari kebutuhan sebelumnya.

  1. Memisahkan antara barang baru dengan barang-barang lama.

Hal yang seringkali keliru dilakukan oleh banyak pebisnis adalah mencampurkan antara stok barang baru dengan stok barang yang lama. Padahal untuk hal semacam ini berhubungan langsung dengan kualitas dari barang tersebut yang pastinya berbeda-beda. Untuk itulah, sangat penting artinya untuk memisahkan antara stok barang baru dengan stok barang yang lama.

  1. Mengecek kembali barang sebelum akan disimpan.

Cara terakhir adalah dengan jalan mengecek kembali barang sebelum akan disimpan. Hal seperti ini harus dilakukan untuk mencegah dari adanya barang-barang yang rusak, barang yang tertukar, barang yang sudah kadaluarsa sampai dengan barang yang tidak sesuai keinginan atau kebutuhan bisnis kafe Anda.

Semoga dari beberapa point yang sudah dijelaskan di atas tentang bagaimana strategi dalam mengelola stok barang-barang kebutuhan untuk jenis bisnis cafe bisa bermanfaat bagi Anda sekalian. Agar bisnis kafe Anda bisa menjadi semakin berkembang dan sukses. Anda membutuhkan software resto, POS dan accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak kami di 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu.

 

 

STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DARI EKUITAS PERUSAHAAN (2)

Melanjutkan dari pembahasan artikel sebelumnya, yaitu tentang STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DARI EKUITAS PERUSAHAAN. Kali ini implementor software akuntansi akan meneruskan kelanjutan dari beberapa strategi dari artikel sebelumnya tentang kinerja ekuitas perusahaan.

1. Melakukan tindakan kapitalisasi atas laba ditahan.

Kapitalisasi laba ditahan merupakan pemindahan jumlah laba yang sudah ditahan menjadi modal. Laba tersebut dapat dibagikan kepada para pemegang saham dengan cara dicatat sebagai pertambahan modal atau pemberian saham bonus. Saham bonus sendiri juga dapat diartikan sebagai sebuah saham deviden.

Bagi perusahan yang masih berkembang, melakukan kapitalisasi atas laba ditahan juga sangat berguna untuk mendukung upaya perluasan jangkauan perusahan. Misalnya, pihak manajemen sendiri memberlakukan kebijakan kepada para investor/para pemegang saham untuk mentrasfer sebagian dari deviden yang sudah mereka terima selama 10 tahun. Dengan cara demikian, maka perusahaan tidak akan merasa khawatir untuk kekurangan sumber pendanaannya.

2. Melakukan konversi obligasi atau saham istimewa yang sudah terkonversi (Convertible bonds or preferred stock).

Obligasi yang sudah terkonversi atau yang paling sering dikenal dengan nama Convertible Bond adalah suatu jenis obligasi yang dapat dirubah menjadi saham dari perusahaan penerbit obligasi dan biasanya pada rasio pertukaran yang sudah ditentukan terlebih dahulu pada penerbitan obligasi tersebut. Resiko untuk melakukan konversi obligasi adalah penerbit saham akan mengalami dilusi saham. Semakin berkurangnya struktur pemegang saham akibat dari saham yang dimiliki oleh orang-orang baru. Namun bagi perusahaan yang memiliki kewajiban hutang yang begitu besar, melakukan konversi hutang akan menjadi saham dapat dilakukan. Perubahan kepemilikan hutang tersebut dapat mengurangi terjadinya tekanan manajemen.

3. Menjual saham secara berlangganan.

Saham langganan sendiri merupakan sebuah bentuk saham yang melalui mekanisme dimana karayawan atau investor secara konsisten akan membeli saham dari saham perusahaan dalam jangka waktu yang lama. Dan biasanya dengan harga yang tidak termasuk dengan komisi broker, sehingga akan menjadi jauh lebih kecil Cost yang dibutuhkan untuk memilikinya. Berlangganan saham akan dapat mengurangi perputaran pemegang saham. Karena pemilik saham memang memiliki minat yang lebih tinggi terhadap perusahan.

Ketika perusahaan Anda sedang membutuhkan suntikan dana, maka kebijakan untuk menjual saham secara berlangganan kepada para karyawan atau investor dapat dilakukan. Jumlah dana perusahaan akan semakin bertambah seiring dengan penambahan jumlah saham yang dimilikinya. Kesepakatan dari karyawan atau investor untuk berlangganan saham perusahaan akan membuat modal perusahana menjadi semakin lebih kuat.

Manfaaat yang akan bisa didapatkan jika anda memberlakukan kebijakan seperti ini adalah manajemen dapat memproyeksikan seberapa besar tingkat komponen ekuitas yang dimiliki pada periode mendatang. Proyeksi tersebut juga dapat mendukung proyek-proyek yang membutuhkan dana yang begitu besar dan cukup beresiko tinggi.

4. Menjual modal saham secara premium.

Modal saham premium yang merupakan penawaran saham kepada pasar dengan adanya tambahan nilai (Premium). Dan itu artinya saham yang sudah ditawarkan memang memiliki harga obligasi yang jauh lebih tinggi daripada nilai nominal sebenarnya.

Pada saat perusahaan yang sudah go publik, maka secara otomatis perusahaan tersebut akan ter ekspose oleh pasar, sehingga tekanan manajemen akan menjadi semakin lebih besar. Dengan cara menerbitkan saham premium akan dapat berfungsi dalam membangun pondasi keuangan agar menjadi semakin lebih kuat, sehingga diharapkan ketika sudah go publik, maka perusahaan akan menjadi lebih sukses dari sebelumnya.

Dana yang diakun share premium akan dapat dimanfaatkan untuk memberikan bonus saham kepada para pemegang saham yang ada dan untuk pembelian kembali saham. Bonus yang sudah diberikan kepada para pemegang saham akan membuat komposisi kepemilikan saham menjadi tidak banyak berubah. Turnover atas kepemilikan saham pada akhirnya akan semakin mengurangi terjadinya dilusi nilai saham. Dana premi saham akan dapat digunakan untuk menutupi biaya penjaminan emisi sehingga akan mampu mengurangi resiko pasar.

5. Menjual saham treasuri.

Saham treasuri yang merupakan saham yang beredar akan ditarik kembali untuk sementara waktu kemudian akan diterbitkan kembali. Saham treasuri biasanya akan ditawarkan untuk dimiliki oleh karyawan. Setelah dimiliki hingga masa jatuh temponya, maka mereka akan diberikan hak berupa opsi, berupa penawaran apakah tetap memiliki saham tesebut atau ingin menjualnya kembali.  Biasanya pelepasan saham treasuri akan dilakukan oleh perusahaan yang sedang melakukan merger atau proses akuisisi. Penggabunagn perusahaan akan semakin memberikan peluang bagi para karyawan untuk memiliki perusahaan melalui pemeblian saham treasurynya.

Keuntungan yang akan didapatkan dari pelepasan saham treasury bagi perusahaan adalah:

1. Mampu untuk mengurangi beban pajak perusahaan, karena transaksi tersebut terjadi di luar bursa, sehingga tidak akan dipungut PPh pasal 4 Final. Sedangkan beban-beban yang sudah dikeluarkan akan dikoreksi dari perhitungan PPh badan.
2. Mengurangi dilusi saham, karena komposisi kepemilikan saham perusahaan juga tidak terpengaruh. Resiko yang akan diakibatkan dari tingginya turn over kepemilikan saham akan dapat dihindari.
3. Mampu meningkatkan nilai per lembar saham (Earning per share), hal ini bisa disebabkan karena jumlah saham yang beredar menjadi semakin berkurang.
4. Menaikan harga saham.

6. Menyerap defisit

Penyerapan rugi perusahaan yang berfungsi untuk menentukan siapa saja yang harus didahulukan dalam hal menerima airan asset atau siapa saja yang nantinya akan menanggung segala akibat dalam kasus perusahaan ketika sudah dilikuidasi. Jika ditinjau dari segi ini, maka perlindungan akan dapat diurutkan sebagai berikut, yaitu:

• Karyawan.
• Pemerintah.
• Kreditor.
• Para pemegang saham prioritas.
• Para pemegang saham biasa.

Tujuan utama dari perlindungan kerugian dengan cara menempatkan pemegang saham biasa pada posisi yang paling akhir adalah karyawanlah yang mendapatkan prioritas utama ketika perusahaan sedang mengalami kebangkrutan. Hal seperti ini dapat dilakukan dengan cara membayar semua gaji yang harus diterima oleh para karyawan.

Ketika perusahaan sudah lebih memprioritaskan karyawan sebagai satu kelompok utamanya yang nantinya akan menerima alokasi dari asset ketika perusahaan sudah dinyatakan bangkrut total. Perusahaan yang dinilai juga tidak akan melanggar hak kontraknya, melanggar kewajiban sosial perusahaan. Bagi pembaca yang membutuhkan konsultasi masalah manajemen, Memerlukan Pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan accountingsoftware silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu lagi di pembahasan artikel selanjutnya.

PENJELASAN TENTANG PERHITUNGAN HPP/COST OF REVENUE (COR) JENIS PERUSAHAAN JASA

Perusahaan jasa merupakan jenis badan usaha yang dalam segala aktivitas bisnisnya adalah untuk menjual jasa sebagai ganti produk dalam perusahaan manufaktur dan juga dagang. Tipikal dari jenis perusahaan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan jasa ini adalah mencakup seputar jasa akuntansi, konsultan, pengiriman paket, dan juga masih banyak lagi jasa-jasa yang lainnya.

Namun, apa yang sebenarnya membedakan untuk perhitungan HPP perusahaan jasa dengan jenis perusahaan dagang serta manufaktur? Sayangnya, istilah HPP atau COGS seperti ini tidak terlalu dikenal dalam hal pelaporan keuangan perusahaan jasa. Pada perusahaan jasa, perhitungan HPP memang lebih dikenal dengan istilah Cost of Revenue (COR).

• COR (Cost of Revenue) Mirip Namun Tidak Sama dengan COGS.

Sebenarnya apa itu yang dimaksud dengan COR? Mengutip dari Investopedia, COR sendiri merupakan total biaya yang muncul dari berbagai proses manufaktur dan pengiriman dari suatu produk. Informasi Cost of Revenue (COR) akan muncul di dalam laporan laba-rugi perusahaan. Dan untuk pos tersebut akan disusun sebagai sebuah representasi dari biaya langsung yang terkait dengan produk atau jasa yang sudah disediakan oleh perusahaan. Komponen biaya tidak langsung seperti gaji pegawai juga tidak termasuk dalam pos COR ini.

• Breakdown Berupa Komponen-Komponen Dalam COR.

Lalu, apa saja yang menjadi komponen-komponen yang termasuk ke dalam COR ini? Berikut adalah pembahasan yang lebih mendetail:

1. Berbagai komponen-komponen yang termasuk dalam COR.

• Biaya Bahan Baku.

Perusahaan jasa biasanya tidak pernah dan tidak akan mengenal komponen semacam ini. Namun lain halnya jika Anda menjalankan jenis perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur “produk”.

• Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL).

BTKL yang harus dimasukkan ke dalam komponen COR ini adalah seperti contoh BTKL adalah ketika Anda sedang mempekerjakan para pekerja lepas (freelancer) dalam suatu proyek khusus. Upah yang nanti akan dibayarkan pada jenis pekerja tersebut akan masuk ke dalam BTKL.

• Biaya Pengiriman (Ongkos Kirim).

Sebagai contoh jika Anda sedang menjalankan bisnis Jasa Kantor Akuntan Publik (KAP) dan terdapat keperluan untuk mengirimkan beberapa dokumen penting kepada klien, maka untuk biaya pengiriman dokumen (ongkos kirim) tersebut akan masuk ke dalam komponen COR. Atau biaya transportasi seperti halnya bensin juga bisa masuk ke dalam komponen biaya seperti ini.

• Komisi penjualan atau sebagai biaya marketing.

Segala biaya yang berhubungan dengan pemasaran jasa bisnis Anda akan masuk ke dalam komponen komisi penjualan atau biaya marketing. Salah satu contoh konkritnya adalah untuk biaya iklan. Atau dari prosentase pembagian upah kepada para karyawan pemasaran yang memang bertugas untuk mempromosikan bisnis jasa Anda ke pada banyak orang juga termasuk ke dalam jenis biaya seperti ini.

2. Komponen-komponen yang tidak termasuk ke dalam COR.

• Biaya gaji para karyawan tetap.

Jenis biaya seperti ini sangat jelas tidak secara langsung akan terikat dengan pendapatan Anda. Karena untuk setiap bulannya Anda pasti harus menggaji para karyawan tetap dengan sejumlah nominal yang sama dan juga sudah ditentukan ketika sedang melakukan kontrak kerja, meskipun perusahaan Anda sedang mengalami keuntungan maupun kerugian.

• Biaya sewa.

Biaya yang satu ini juga sama dengan biaya gaji karyawan tetap. Biaya ini memang lebih cenderung akan selalu dibebankan setiap bulannya dengan jumlah nominal yang sama.

• Biaya utilitas/perawatan.

Contoh yang paling sederhana dari jenis biaya ini adalah berupa biaya listrik, air, telepon, dan biaya-biaya lain sebagainya. Pada prinsipnya memang sama, meskipun untuk tingkat penjualan perusahaan Anda juga sedang mengalami kenaikan maupun penurunan, namun untuk jenis biaya seperti ini juga akan tetap muncul selama perusahaan Anda masih terus beroperasi.

• Cara Untuk Menghitung COR Per Unit nya.

Ketika Anda sudah mendeterminasi atau mengkategorikan segala jenis biaya-biaya yang sudah termasuk ke dalam komponen COR, maka langkah selanjutnya adalah Anda bisa menghitung biaya COR per unitnya.  Sebagai contoh, Anda sedang menjalankan sebuah jenis bisnis pengolahan kayu. Dan berikut ini merupakan rincian dari COR bisnis Anda tersebut:

1. BTKL (Biaya Tenaga Kerja Langsung).

Untuk pengerjaan satu proyek khusus yang sudah dikelola oleh perusahaan Anda, maka setidaknya dibutuhkan enam karyawan yang harus mengerjakan proyek Anda. Anda setidaknya harus membayar Rp100.000 per jam untuk setiap satu orang karyawan.

2. Biaya Transportasi.

Anda memiliki asset tetap berupa truk untuk mengangkut kayu pesanan klien. Kebetulan dalam proyek khusus tersebut, memang dibutuhkan dua truk dan jarak dari site perusahaan Anda untuk menuju ke tempat klien (pulang pergi) sejauh 250 km. Karena dibutuhkan dua truk, maka total jaraknya adalah sekitar 250 km x 2 = 500 km. Anda akan membebankan biaya sejumlah Rp 1.000.000, untuk jarak 500 km tersebut.

3. Biaya Marketing/Pemasaran.

Sebut saja Anda telah mengeluarkan biaya untuk menggaji para marketing Anda sejumlah 20% dari total nilai proyek khusus Anda tersebut. Dan rangkuman untuk penghitungan COR per unitnya adalah sebagai berikut:

• Total nilai proyek (12 jam pengerjaan dalam 1 hari) = 5.000.000/12 = Rp416.666 per jam.
• BTKL = (Rp100.000 x 6 pegawai) / 12 jam = Rp50.000 per jam.
• Biaya Transportasi = Rp1.000.000 / 12 jam = Rp83.333 per jam.
• Biaya Marketing = 20% x Rp5.000.000 = Rp1.000.000 / 12 jam = Rp83.333 per jam.
• Total biaya COR per unit = Rp50.000 + Rp83.333 + Rp83.333 = Rp216.666 per jam.
• Total laba kotor = Rp416.666 – Rp216.666 = Rp200.000,- per jam

Software akuntansi bisa menjadi salah satu solusi instrumen terbaik untuk menghitung COR maupun COGS dari bisnis Anda. Dan untuk software akuntansi online yang sudah ter update juga memiliki banyak fitur-fitur pelaporan keuangan dan salah satunya adalah untuk menghitung COR/COGS dalam laporan laba rugi bisnis Anda dengan lebih mudah. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada kelanjutan dari pembahasan artikel ini yang selanjutnya.

Scroll to top