Kategori: Software accounting

SOFTWARE ACCOUNTING UNTUK PAJAK

Seperti yang diketahui bagi perusahaan yang berbadan hukum yang wajib melakukan pembukuan untuk persyaratan perpajakan bisa dilakukan dengan 2 metode. Metode pertama adalah dengan menghitung laporan keuangan perusahaan secara manual. Metode yang ke dua adalah menghitung laporan keuangan secara teknis menggunakan software. Untuk metode pertama sudah banyak ditinggalkan karena selain lama dalam menghitungnya, akurasi data juga dipertanyakan. Sedangkan dengan menghitung menggunakan software, laporan keuangan bisa dengan cepat tersajikan sesuai dengan periodenya. Sekarang ini untuk yang manual sudah banyak ditinggalkan, dan berganti ke yang menggunakan software. Pada penggunaan software accounting akan didapatkan beberapa laporan yang cukup cepat antara lain : Neraca dan rugi laba, laporan penjualan, laporan biaya-biaya, dan laporan kas dan bank perusahaan. Begitu pula dengan stok yang kita miliki. Bisa dihitung dengan baik dan benar menggunakan software. Laporan-laporan yang terkait pajak juga akan tersaji di software ini.

Kebutuhan untuk perpajakan sangat beragam saat ini, mulai PPH 21 yaitu menghitung pajak untuk karyawan, PPH 23 atas potongan jasa expidisi misalnya, PPH badan berdasarkan net Profit yang omzet lebih dari 4,8 Milliar atau PPH badan yang 1 % dari Omzet apabila omzet kurang dari 4,8 Milliar, bisa diinput di software ini. Untuk menghitung PPN, maka laporan penjualan bisa dilihat di software sehingga antara PPN masukan dan keluaran juga bisa dihitung dengan baik dari sumber data software. Sedangkan untuk pelaporan pajak bisa e-faktur jadi sangat mudah sekali software accounting yang ada saat ini.
Software accounting untuk perpajakan sangat membantu bagi wajib pajak yang usahanya sudah berjalan dengan lancar maupun tidak lancar. Melalui software ini tentunya pajak yang dibayar bisa dicatat dengan baik dan benar. Sehingga untuk pengelolaan perpajakan bisa dilakukan dengan akurasi yang cukup.
Software seperti apa yang harus anda pilih? Saat ini banyak sekali software accounting yang beredar di pasar, mulai yang menggunakan server atau yang berjenis cloud. Apabila anggaran kita cukup besar maka software accounting yang menggunakan server sangat tepat di pilih, sedangkan untuk perusahaan dengan anggaran yang pas-pasan maka pemilihan sebaiknya menggunakan software accounting cloud. Untuk yang cloud kita tidak perlu beli server karena server sudah disediakan oleh pusat. Kita tinggal bayar hosting dan maintenancenya saja, dan sangat hemat apabila menggunakan software accounting cloud ini.
Untuk mendapatkan software cloud lebih lanjut sebaiknya anda hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 0818521172 atau 081-252-982900 (wa) kami siap membantu.
Jadi kesimpulannya, dari pada menghitung pajak secara manual, sebaiknya sudah memakai software untuk memudahkan pekerjaan. Pemilik bisnis tidak akan terus menerus mengurus bisnis secara manual, karena bisa menggunakan tenaga kerja yang bisa mengoperasikan computer dan sumber daya ini cukup banyak karena di sekolah mereka sudah dibekali dengan mengoperasikan computer ketika di sekolah, baik itu yang SMK dan yang D3. Semoga artikel ini bermanfaat!

TIPS SEDERHANA BAGI SEORANG PENGUSAHA YANG INGIN MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN BAGI PERUSAHAANNYA

Menjadi seorang pengusaha sukses adalah impian semua orang, bahkan banyak diantaranya yang melakukan segala macam cara untuk menjadi pengusaha kaya dan sukses, hal sebenarnya bukanlah sesuatu yang tidak mungkin, karena di era yang sudah serba gloalisasi seperti sekarang ini, semakin banyak bermunculan bermacam-macam bentuk bisnis dari yang berjenis model tradisional sampai dengan bisnis yang lebih memanfaatkan perkembangan dunia teknologi yang semakin hari sudah semakin canggih, bahkan sekarang sudah hampir semua produk, baik itu adalah berupa barang atau jasa sudah mulai menggunakan media online sebagai salah satu wadah untuk pemasarannya.

Namun untuk bisa menjadi seorang pengusaha sukses tidaklah cukup hanya dengan bermodalkan kemampuan untuk membuat produk yang bagus dan menarik saja, untuk menjadi seorang pengusaha sukses juga membutuhkan kemampuan untuk mencari cara dalam menjual produk, melayani para calon pelanggan dengan sopan dan ramah atau bukan sekedar tentang cara kita bagaimana dalam memilih bisnis yang cocok saja, akan tetapi sebenarnya bisnis seperti apapun yang ingin kita jalankan sudah pasti akan dapat menjadikan kita sebagai seorang pengusaha yang sukses jika saja bisnis yang ingin kita jalankan dapat dikelola dengan lebih baik dan benar.

Pertanyaan sebenarnya adalah tentang bagaimana cara kita dalam mengelola bisnis yang baik dan benar?

Salah satu cara terbaik bagaimana dalam mengelolah sebuah bisnis adalah tentang bagaimana cara perusahaan dalam mengelola keuangannya, perusahaan harus memiliki cara dalam membuat laporan keuangan untuk mengetahui seputar aktivitas dari aliran dana apa saja yang telah masuk atau keluar dari keuangan perusahaan. Hal ini akan menjadi suatu masalah terbesar bagi Anda jika tidak mampu mengelolanya dengan baik, sehat tidaknya sebuah perusahaan bisa dilihat dari laporan keuanganya dan ini akan menjadi kekuatan terbesar bagi perusahaan dalam menentukan sebuah analisis dan untuk pengambilan keputusan bagi perusahaan. Dalam hal ini, pengusaha juga wajib tahu tentang bagaimana cara terbaik dalam membuat laporan keuangan perusahaan.

Berikut adalah beberapa tips untuk cara membuat laporan keuangan perusahaan Anda:

1. Disiplin dalam hal pencatatan transaksi.

Sangat penting artinya bagi seorang pengusaha untuk mengetahui kemana saja aliran keuangan perusahaan yang telah digunakan, untuk mengetahui hal itu, maka perusahaan dalam hal ini selaku pimpinan juga harus selalu update dalam mendapatkan informasi tersebut secara realtime untuk membantu perusahaan dalam hal menentukan pengambilan keputusan bisnis.

2. Membuat Anggaran Belanja Bagi Perusahaan.

Tidak sedikit diantara perusahaan-perusahaan yang mengabaikan dalam hal membuat anggaran, padahal perencanaan seperti ini sudah sangat membantu perusahaan dalam hal menganalisis perputaran keuangan, sehingga akan dapat menghindari over budget maupun terjadinya kerugian dalam hal menjalankan bisnis. Dengan jalan membuat anggaran, maka perusahaan bisa dengan mudah untuk mengatur arus kas, laba rugi untuk menekan biaya-biaya yang terlalu tinggi.

3. Membuat Alur Pencatatan Transaksi Perusahaan.

Setiap perusahaan apapun jenisnya, biasanya akan memiliki alur pencatatan keuangan yang berbeda-beda, proses pencatatan seperti permintaan barang, penjualan dan juga pembelian, hutang piutang, kas masuk, kas keluar, jurnal transaksi sampai dengan laporan keuangan akan dapat semakin memudahkan bagi perusahaan dalam hal membuat analisis keuangan.

4. Menggunakan Program Keuangan.

Membuat laporan keuangan bisa dikatakan sebagai kegiatan yang gampang-gampang susah, dikatakan gampang apabila pencatatan transaksinya masih sederhana dan tidak terlalu banyak atau periodenya sangat pendek, namun jika pencatatan transaksi yang dilakukan sudah sangat banyak dengan periode yang lebih lama, maka bukan tidak mungkin hal ini akan sangat menyulitkan bagi perusahaan untuk membuat laporan keuangan, hal inilah yang biasanya seringkali menjadi hambatan bagi perusahaan dalam hal menyajikan laporan keuangan sebagai dasar utama dalam hal pengambilan keputusan.

Dalam hal ini biasanya perusahaan akan mencari solusi lain dengan jalan menggunakan program keuangan untuk membantu memudahkan perusahaan dalam membuat laporan keuangan, dengan program keuangan tersebut, maka perusahaan tidak perlu lagi harus menunggu terlalu lama atau terlalu sibuk dalam memikirkan tentang bagaimana cara untuk mengetahui jurnal, hutang piutang yang tak tertagih atau laporan-laporan lain, biasanya perusahaan dalam hal ini si pengguna program keuangan sudah langsung mendapatkan laporan yang diingikan hanya dengan menginput transaksi seperti: penjualan, pembelian dan transaksi-transaksi operasional lainnya.

Beberapa poin diatas merupakan langkah-langkah bagi seorang pengusaha untuk memudahkan dalam hal membuat laporan keuangan, cara tersebut akan terlihat sangat mudah apabila dilakukan dengan lebih konsisten dan disiplin, karena inti dari membuat laporan keuangan adalah melakukan rutinitas pencatatan transaksi dengan tepat waktu (tidak sampai menunda-nunda yang mengakibatkan semakin menumpuknya pekerjaan yang nantinya akan semakin menghambat proses dari laporan keuangan). Pada dasarnya cara untuk membuat laporan keuangan tidaklah terlampau sulit, hanya membutuhkan kemauan bagi seorang pengusaha untuk lebih teliti dalam hal mengelola keuangannya dengan cara melakukan pencatatan transaksi dengan lebih disiplin, pemeriksaaan secara rutin dari laporan, audit dan pertemuan untuk pembahasaan tentang analisis dari laporan keuangan perusahaan itu sendiri.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

TAHAPAPAN-TAHAPAN DARI SIKLUS AKUNTANSI DALAM PROSES PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Pada dasarnya akuntansi merupakan suatu pengukuran, penjabaran atau pemberian informasi yang berhubungan dengan alokasi sumber daya yang menyebabkan adanya suatu keputusan dalam internal organisasi perusahaan. Di dalamnya terdapat sebuah proses yang dilakukan secara berulang-ulang mulai dari proses transaksi keuangan sampai penyusunan laporan keuangan melalui sebuah prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Dan hal itulah yang biasa disebut dengan siklus akuntansi, yang mana penyusunan laporan tersebut biasanya akan dibuat dalam ruang lingkup akuntansi untuk suatu waktu (perode tertentu).

Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari suatu peroses pencatatan akuntansi, yang merupakan kagiatan pengumpulan dan pengolahan data keuangan yang telah dituangkan dalam sebuah format laporan keuangan yang sesuai dengan standar dari kebijakan dari setiap masing-masing organisasi perusahaan. Tujuannya adalah untuk membantu dalam membuat atau mengambil suatu keputusan atau bisa dibilang mengambil tindakan strategi keuangan yang lebih tepat demki kemajuan perusahaan dimasa mendatang.

Pada siklus akuntansi sendiri terdapat beberapa macam tahapan yang harus Anda ketahui sebagai seorang pelaku bisnis agar semakin memudahkan dalam proses penyusunan laporan keuangan. Apa saja tahapan-tahapan tersebut?

1. Tahap pencatan terhadap bukti-bukti transaksi keuangan perusahaan.

Tahap pencatatan dari bukti transaksi keuangan ini merupakan yang pertama dari tahap-tahap selanjtnya dari siklus akuntansi yang merupakan suatu proses pencatatan terhadap seluruh bukti transaksi keuangan yang telah dilakukan. Karena dalam memulai seluruh proses tentunya membutuhkan adanya suatu data secara otentik dan serba akuntable. Hal itu akan sangat bermanfaat pada mudahnya melakukan analisis dari arus kas atau cash flow milik perusahaan.

Setelah dilakukannya pencatatan, maka Anda perlu untuk menggolongan setiap transaksi keuangan tersebut untuk semakin memudahkan dalam hal menganalisis data keuangan tersebut. Langkah awal dalam pencatatan dari bukti transaksi keuangan ini akan dilakukan baik itu berupa transaksi internal maupun eksternal perusahaan, yang akan disusun dan posting ke dalam sebuah jurnal tertentu yang dapat berupa jurnal umum atau juga jurnal khusus. Selanjutnya catatlah hasil dari melakukan pencatatan dan penggolongan yang telah dituangkan kedalam jurnal tersebut ke dalam laporan buku besar.

2. Tahapan dalam pembuatan ringkasan dari laporan keuangan.

Tahapan dalam pembuatan ringkasan dari laporan ini merupakan yang kedua dari tahap siklus akuntansi yang merupakan proses dalam meringkas laporan yang telah dibuat oleh tahapan pertama. Tujuan dari membuat ringkasan dari laporan keuangan tersebut adalah agar semakin memudahkan Anda sebagai seorang pelaku bisnis dalam melakukan analisis data. Sehingga pada saat ringkasan yang telah dibuat semakin ringkas dan lebih jelas maka akan semakin menjadikan Anda lebih mudah dalam menganalisisnya. Yang harus Anda lakukan dalam pembuatan ringkasan dari laporan keuangan ini adalah dengan merancang sebuah neraca saldo (trial balance) yang datanya akan didapatkan dari akun-akun buku besar. Selanjutnya menyusun jurnal penyesuaian (adjustmen entries) yang bertujuan untuk menyesuaikan atau menyelaraskan dengan fakta atau kondisi sebenarnya yang terjadi pada akhir periode, dan menyusun sebuah neraca lajur (work sheets) agar mempermudah dalam hal proses penyusunan laporan keuangan.

Selanjutnya adalah dengan membuat jurnal penutup (closing entries) yang bertujuan untuk mengetahui tingkat laba dan rugi milik perusahaan (neraca keseimbangan) serta untuk menutup perkiraan/temporary account. Setelah membuat jurnal penutup, maka harus membuat neraca saldo untuk mengecek pencatatan kembali untuk periode selanjutnya dan menggunakan informasi dari data tersebut untuk pengambilan keputusan atau strategi perusahaan untuk kedepannya. Dan yang terakhir adalah dengan menyusun jurnal pembalik yang bertujuan untuk mengantisipasi berbagai kesalahan dalam hal pencatatan pada periode selanjutnya.

3. Tahap laporan keuangan atau financial statements.

Pada tahap laporan keuangan ini merupakan yang terakhir dari tahapan dari siklus akuntansi. Pembuatan laporan keuangan tersebut berdasarkan pada setiap hasil analisis dari kedua tahapan diatas yang telah dilakukan.Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah tahapan-tahapan dari pembuatan laporan keuangan:

• Laporan neraca merupakan laporan keuangan untuk menunjukkan bagaimana posisi assets (aktiva/harta), liabilities (hutang), serta equity/equitas (modal).
• Laporan laba rugi sebagai salah satu dari laporan keuangan yang terdiri dari seluruh beban-beban pengeluaran serta pendapatan atau income sehingga akan diperoleh nilai dari laba dan ruginya perusahaan.
• Laporan perubahan modal merupakan inti dari laporan keuangan yang berisikan informasi tentang perubahan modal milik perusahaan, misalnya jumlah modal yang telah disetor dari awal, saldo laba periode berjalan, tambahan modal disetor, dan saldo laba ditahan.
• Laporan arus kas (cash flow) yang merupakan bagian dari laporan keuangan dalam periode tertentu yang berisikan data-data dari aliran dana kas baik itu kas masuk atau kas keluar. Yang biasanya akan di golongkan berdasarkan arus kas dari aktivasi investasi, aktivasi operasi, dan aktivasi pendanaan.
• Catatan atas laporan keuangan merupakan laporan tambahan yang berisikan tentang catatan informasi yang lebih bersifat mendetail tentang akun-akun tertentu, sehingga akan memberikan nilai yang lebih komprehensif dari suatu laporan finansial milik perusahaan.

Demikianlah penjelasan tentang tahap-tahap dalam siklus akuntansi yang mungkin saja akan sangat  membantu Anda dalam membuat laporan keuangan. Apabila Anda mengalami permasalahan dalam hal keuangan perusahaan, maka software akuntansi dapat menjadi sebuah solusi yang paling tepat bagi Anda. karena software accounting telah terbukti mampu digunakan pada hampir berbagai macam jenis usaha. Semoga bermanfaat bagi Anda sekalian. terimakasih.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BERBAGAI JENIS SYARAT-SYARAT TENTANG KONDISI PEMBAYARAN YANG SERING TERJADI DALAM TRANSAKSI KEUANGAN BISNIS

Dari sudut pandang seorang pemilik bisnis, siklus penjualan bisnis Anda tidak akan pernah selesai sampai terjadinya kesepakatan penjualan. Oleh karena itu seorang pemilik bisnis harus mampu dalam menggunakan beberapa macam cara untuk memastikan bahwa semua faktur penjualan dapat dilunasi tepat waktu.

Pada era yang serba globalisasi juga telah semakin mempermudah bagi seorang pemilik bisnis dalam memperluas pasarnya di luar-luar daerah. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda dalam memperhatikan berbagai kebiasaan syarat-syarat untuk pembayaran yang sudah ada di daerah yang berbeda-beda untuk memastikan bahwa arus kas dari bisnis Anda sudah lancar.

Syarat pembayaran yang menjelaskan tentang batas waktu pelunasan dari faktur penjualan, dan juga tentang kondisi dan persyaratan dari ganti rugi apabila sampai pelunasan dilakukan setelah jangka waktu yang telah disepakati bersama. Sebagai seorang pemilik bisnis, selain harus memilih syarat pembayaran yang lebih tepat untuk pelanggan Anda, maka Anda juga harus mematuhi berbagai persyaratan untuk pembayaran dari pihak vendor maupun dari para pemasok bisnis Anda.

Mengapa Syarat Pembayaran Sangat Penting Bagi Bisnis

Syarat pembayaran akan membantu bisnis untuk memiliki jadwal penerimaan pembayaran yang rutin dilakukan. Hal ini sangat membantu dalam hal perencanaan finansial perusahaan tersebut, dari proses pembuatan budget usaha sampai dengan pembayaran gaji karyawan.

Perlu diketahui bahwa penetapan syarat pembayaran ini tidak akan selalu memberatkan para pelanggan Anda, namun, untuk syarat pembayaran ini dapat menawarkan beberapa pilihan pembayaran bagi mereka dalam hal pelunasan hutang usahanya, seperti halnya program diskon/prmosi maupun berupa pembayaran cicilan.  Bahkan, apabila Anda berani menawarkan persyaratan pembayaran yang lebih menguntungkan bagi para pelanggan daripada para kompetitor, syarat pembayaran seperti ini akan dapat menjadi nilai jual yang sedikit lebih tinggi bagi bisnis Anda.

Berikut ini merupakan beberapa jenis kondisi pembayaran yang biasanya sering terdapat pada faktur penjualan beserta masing-masing penjelasannya:

1. Pembayaran Langsung.

Pembayaran langsung artinya adalah sebuah transaksi yang mana pembayaran harus dilakukan pada saat barang sudah diterima. Kondisi pembayaran seperti ini biasanya lebih banyak dikenal sebagai CoD, atau Cash on Delivery. Pada kondisi pembayaran ini, apabila sang pembeli tidak dapat melunasi pembeliannya, maka pada saat pengantaran barang, sang penjualpun memiliki hak untuk mengambil kembali barang yang dijualnya tersebut. Kondisi pembayaran seperti ini memang sangat menguntungkan bagi pemilik bisnis kecil, namun masih kurang begitu disenangi oleh pembeli.

2. Net 30 (N/30).

Net 30 merupakan salah satu persyaratan dalam pembayaran yang paling sering digunakan. Net 30, atau lebih sering ditulis sebagai N/30, berarti pihak pembeli harus membayar dalam jangka waktu selama 30 hari dari tanggal faktur tersebut diterbitkan. Selain Net 30, masih ada pula kondisi pembayaran Net 45 atau Net 60, yang dapat ditetapkan tergantung dari kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pembeli.

3. 2/10 Net 30 (2/10 N 30).

Seperti halnya Net 30, pada  2/10 Net 30 para pembeli masih diwajibkan untuk membayar dalam jangka waktu tidak lebih dari 30 hari dari pembelian. Namun perbedaannya dari Net 30 adalah pembeli akan mendapatkan diskon sebesar 2% apabila membayar dalam kurun waktu selama 10 hari dari pembelian, hal ini akan memberikan keuntungan tambahan bagi pihak pembeli dan penjual, pembeli akan dapat menghemat banyak uang dan penjual akan menerima pembayaran lebih awal dari batas waktu yang telah ditentukan.

4. Mengirimkan Faktur Penjualan.

Sebagai seorang pelaku bisnis kecil, Anda akan mengirimkan beberapa faktur penjualan untuk setiap bulannya. Sebagai usaha untuk memastikan bahwa pembayaran akan dilakukan tepat waktu, pastikan juga bahwa sebelumnya Anda telah berdiskusi dengan pelanggan dan sudah sepakat tentang persyaratan pembayaran yang nantinya akan digunakan.

5. Menerima Faktur Penjualan.

Tentunya sebagai seorang pemilik bisnis Anda juga akan menerima faktur penjualan dari para vendor. Hal terpenting yang harus dicek pada saat menerima faktur penjualan adalah syarat pembayaran yang ada. Beberapa vendor memang memiliki persyaratan pembayaran yang lebih ketat seperti cash on delivery, namun terdapat beberapa vendor yang memberikan diskon untuk pembayaran lebih awal. Pastikan bahwa bisnis Anda selalu memiliki uang kas yang cukup untuk melakukan semua pembayaran tersebut.

6. Menjelaskan Kondisi Pembayaran dengan Jelas.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemilik bisnis memiliki jadwal yang sangat padat. Mengubah system penjualan Anda tentunya akan sangat merepotkan, namun hal ini akan dapat semakin mempermudah bebagai pekerjaan Anda untuk waktu dalam jangka panjang.

Buatlah dan implementasikan tentang sistem penjualan yang lebih jelas, dan komunikasikan persyaratan pembayaran kepada semua pelanggan dengan lebih jelas. Apabila Anda melakukan kedua hal tersebut dengan baik, kemungkinan besar pelanggan Anda akan melunasi pembayaran dengan tepat waktu.

Apabila membutuhkan software accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top