Kategori: Software accounting

MEMANTAU DAN MENGONTROL PENJUALAN KASIR RITEL MODERN DENGAN MEMANFAATKAN PROGRAM KASIR

Semakin berkembangnya persaingan dalam dunia bisnis, khususnya yang saat ini kita bahas adalah dalam bidang usaha ritel modern seperti halnya swalayan, supermarket, minimarket bahkan juga hypermart. Anda sebagai seorang pengusaha juga harus mengetahui bagaimana perkembangan dari usahanya sendiri dengan jalan selalu memantau hasil dari setiap penjualan atau memperhatikan berbagai macam pemasukan.

Karena alasan itulah, maka sangat diperlukan adanya suatu alat bantu yang mampu mendukung pemantauan dari perkembangan bisnis dan sekaligus juga untuk mempercepat proses terjadinya transaksi penghitungan barang-barang yang telah masuk dan juga barang-barang penjualan yang telah keluar serta mampu menghasilkan dan mengetahui tentang bagaimana perkembangan dari siklus naik-turunnya proses penjualan, sehingga seorang pengusaha akan dapat mengambil keputusan secepat mungkin yang terkait dengan urusan penjualan dari bisnisnya.

Sebagai bentuk pelayanan terhadap para pelanggannya, sangat diperlukan sekali adanya sebuah program kasir yang lebih memungkinkan untuk dapat mengatur bagaimana proses penghitungan transaksi secara lebih cepat dan yang terpenting adalah dengan hasil yang akurat. Seperti jenis bidang-bidang usaha toko-toko ritel modern, swalayan, restoran dan lain sebagainya. Merupakan beberapa jenis bidang usaha yang sangat membutuhkan adanya satu program kasir yang efektif agar dapat mengatur terjadinya proses penjualan sekaligus dapat memantau hasil penjualan dengan program kasir tersebut.

Dengan jalan memanfaatkan perkembangan teknologi sistem informasi, untuk saat ini hampir di semua bidang usaha telah banyak yang menggunakan program-program kasir, baik yang bersifat program kasir custom (pesanan) maupun yang sudah jadi (siap digunakan) dalam upaya untuk mempercepat proses pelayanan transaksi penjualan terhadap para pelanggan. Kemampuan dari teknologi sistem informasi dari program kasir yang setidaknya dapat memberikan solusi yang jauh lebih baik apabila dibandingkan hanya dengan lebih mengandalkan kemampuan dari kinerja manusia (perhitungan manual).

Dan berikut ini merupakan beberapa manfaat penting dari penggunaan program kasir dalam proses transaksi penjualan jenis usaha ritel modern:

1. Mampu menghasilkan laporan penjualan langsung dari proses perhitungan kasir dalam periode tertentu (harian/mingguan/bulanan).

Laporan-laporan penjualan yang telah dihasilkan dari program kasir tentunya dapat langsung diketahui dan bisa ditentukan periode tertentunya yang ingin ditampilkan, sehingga pemilik bisnis akan bisa mengetahui seberapa besar omset dari penjualan pada waktu-waktu tertentu tersebut.

2. Dapat langsung mengetahui hasil dari penjualan secara real time (berbasis cloud) terhadap omset penjualan kasir.

Terkadang kita sebagai pemilik sama sekali tidak mengetahui seberapa besar jumlah omset yang telah dihasilkan dari penjualan kasir setiap harinya, meskipun transaksinya sangat besar, namun kita tidak mengetahui seberapa besar jumlah pastinya, oleh karena itulah dengan adanya bantuan dari penggunaan program kasir ini, maka permasalahan tersebut akan bisa diatasi dengan lebih baik.

3. Mengurangi resiko untuk terjadinya kesalahan-kesalahan dalam proses perhitungan penjualan.

Kesalahan perhitungan dalam proses transaksi seringkali terjadi dan begitu sulit untuk dapat dihindari jika masih menggunakan cara-cara perhitungan manual, namun hal itu akan dapat dikurangi atau setidaknya bisa semakin diminimalkan dengan penggunaan program kasir ini.

4. Menghindari atau setidaknya mampu meminimalkan terjadinya kebocoran transaksi penjualan yang kurang tertib.

Kebocoran-kebocoran transaksi penjualan seringkali dialami oleh sebagian besar jenis usaha ritel-ritel modern karena untuk setiap harinya sangat banyak sekali proses transaksinya, setiap transaksi penjualan yang tidak melewati program kasir akan memicu terjadinya kecurangan dari para karyawan. Namun jika mengunakan program kasir ini, maka tingkat kebocoran-kebocoran tersebut masih dapat dihindari.

5. Melayani pelanggan dengan lebih cepat dan cukup efisien.

Meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan dengan cara melayani secara cepat dan baik juga akan sangat berpengaruh besar pada omset penjualan toko ritel modern milik Anda, dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan program kasir.

6. Lebih mempermudah dan mempercepat pihak manajemen dalam menentukan keputusan bisnisnya.

Kebanyakan pengusaha ritel-ritel modern seringkali merasa kebingungan dalam menentukan bagaimana keputusan bisnisnya, karena tidak adanya suatu sistem informasi yang cukup menunjang atau berupa sistem informasi yang dapat memberikan informasi yang lebih jelas. Namun dengan adanya program kasir yang handal, maka akan dapat diketahui seberapa besar jumlah barang yang sudah keluar, apa jenis barang tersbut dan kapan barang tersebut laris dijual. Dan karena hal itulah, maka pihak perusahaan dapat menentukan keputusan-keputusan bisnis dengan lebih cepat.

Berbagai kemudahan yang telah dihasilkan dari program kasir dalam memantau terjadinya transaksi penjualan memang sangat membantu sekali bagi pihak manajemen ritel modern dalam mengontrol atau memantau semua transaksi penjualannya. Terutamanya adalah dari hasil penjualan mesin kasir, program kasir yang baik dan sudah teruji kualitasnya akan mampu untuk menghasilkan laporan pembukuan yang benar-benar riil untuk menunjang keputusan bisnis terbaik dimasa yang akan datang. Terimakasih semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan salam sukses.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

ASPEK-ASPEK PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH MANAJEMEN RITEL MODERN NON JARINGAN (SELAIN FRACHISE)

Saat ini pengusaha ritel, khususnya ritel-ritel modern sudah menjadi sebuah bisnis yang menjadi “primadona bisnis” di negeri ini. Khususnya yang paling banyak adalah berada di pulau jawa dan kita sendiri akan begitu banyak menjumpai adanya berbagai ritel-ritel modern, mulai dari tingkat minimarket, supermarket sampai ritel dengan skala yang paling besar sekelas hypermart yang kesemuanya telah menjadi seperti berbentuk jaringan yang akan terus membuka cabang berupa outlet-outletnya dimana-mana, baik dengan sistem franchise maupun berasal dari hasil modal sendiri.

Sebenarnya sekarang ini jaringannya sudah berdiri tidak hanya di pusat-pusat perkotaan saja, namun juga sudah mulai masuk ke kabupaten dan kecamatan. Karena semakin ketatnya persaingan dalam bisnis ini, menjadikan para pengusaha ritel-ritel modern/per tokoan non jaringan dan waserda (warung serba ada yang masih berada dibawah manajemen koperasi) menjadi semakin ketar-ketir.

Para anggota koperasi yang sebelumnya (era sebelum jenis toko riltel berkembang pesat seperti sekarang) sudah merasa “terlalu nyaman”, dimanjakan dengan adanya sistem ritel modern yang nyaman, cepat, dan akurat (waserba/toserba). Sehingga dari waktu ke waktu omset yang telah diperoleh para pengusaha minimarket non jaringan dan waserda ini malah semakin menurun secara drastis tergerus oleh semakin pesatnya perkembangan ritel-ritel modern jaringan (franchise).

Karena hal itulah maka dalam upaya untuk semakin meningkatkan performa dari toko-toko ritel non jaringan (waserba/toserba) diperlukan adanya suatu strategi khusus yang lebih tepat, sehingga toko-toko ritel non jaringan tersebut setidaknya masih memiliki kemungkinan agar bisa tetap mengimbangi persaingan dengan toko-toko ritel modern jaringan dimata para konsumennya.

Terdapat beberapa aspek toko yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para pengusaha toko ritel modern non jaringan dan waserda untuk menghadapi semakin ketatnya persaingan antar sesama peritel modern, yaitu:

1. Aspek Kualitas Barang Dagangan.

Aspek ini terdiri dari strategi dalam memilih barang dagangan yang lebih tepat, strategi untuk menetapkan harga, sehingga akan memiliki citra yang lebih “kompetitif” dan strategi untuk menempatkan barang (Planogram) yang dapat semakin memaksimalkan keuntungan dari toko toserba.

2. Aspek Teknologi Informasi Ritel Modern Non Jaringan.

Dibutuhkan adanya suatu kecepatan dan ketepatan dalam hal pengambilan keputusan untuk pengelolaan bisnis ritel modern non jaringan. Setiap saat Anda akan selalu dihadapkan pada suatu kebutuhan data seperti: berapa banyaknya barang yang harus diorder, berapa keuntungan kotor dari toko ritel, berapa banyak barang-barang yang tidak laku terjual, berapa banyak barang yang hilang, dan lain sebagainya. Semakin kita mudah dalam mendapatkan data tersebut, maka para pengambil keputusan juga akan dengan mudah membuat suatu keputusan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Karena itulah dibutuhkan adanya suatu aspek teknologi informasi ritel yang handal.

3. Aspek Sumber daya Manusia (SDM).

Aspek ini merupakan salah satu diantara yang terpenting karena SDM dari ritel inilah yang nantinya akan menentukan bahwa bisnis ritel ini dapat sukses atau tidak. Maka dibutuhkan adanya satu strategi SDM, dari mulai perekrutan, pelatihan dan evaluasi secara periodik setelah masuk sebagai SDM toko ritel non jaringan. Pada aspek ini juga masing-masing jabatan dalam toko akan dijelaskan dalam suatu uraian berupa tugas-tugas, yang menjadikan setiap orang dalam toko dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien.

4. Aspek Promosi (Pemasaran).

Agar tetap mampu bersaing dalam bisnis ini, maka dibutuhkan adanya suatu strategi dalam berpromosi yang lebih “agresif” yang dapat menjadikan orang semakin banyak yang masuk ke dalam toko (leads), agar orang semakin banyak membelli barangnya (basket size), agar orang-orang semakin sering berbelanja ke toko ritel kita (frekuensi), dan semakin besarnya prosentasi orang yang berbelanja apabila dibandingkan dengan jumlah orang yang masuk ke toko ritel (convertion rate). Pada aspek ini juga kita akan mempelajari tentang bagaimana dalam membuat sebuah perencanaan promosi dan untuk evaluasi promosi.

5. Aspek Eksterior dan Interior.

Aspek ini memang lebih berfokus kepada tentang bagaimana toko toserba kita akan menjadi lebih “eye cathing” sehingga orang akan menjadi semakin merasa penasaran untuk masuk ke dalam toko. Selain itu juga dibutuhkan adanya strategi untuk penempatan rak-rak (gondola) di dalam toko, termasuk juga untuk menentukan kelompok barang mana saja yang akan dipajang pada posisi-posisi yang lebih “strategis”.

6. Standard Operasional Prosedur (SOP).

Strategi pendukung lain dalam upaya untuk menjamin segala kegiatan operasional toko ritel modern non jaringan dapat menjadi lebih teratur, maka dibutuhkan adanya suatu standar operasional prosedur dari setiap aktivitas/kegiatan dari operasional toko. SOP ini berfungsi untuk mengatur antara lain: prosedur buka tutup toko, prosedur ijin, prosedur kas kecil, prosedur uang kecil, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Demikianlah beberapa aspek-aspek yang biasanya harus benar-benar diperhatikan oleh para peritel modern non jaringan sekelas waserba/toserba. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses bravo Ritel Indonesia. Apabila pembaca membutuhkan informasi terkait artikel diatas, atau membutuhkan pembimbingan dalam mendirikan ritel modern, distributor dan membutuhkan SOP untuk manajemen perusahaan, seperti SOP keuangan, SOP logistic, SOP marketing atau membutuhkan software accounting dalam menghitung pajak, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu! Terima kasih.

MENGENAL NERACA SALDO SETELAH PENYESUAIAN DALAM KAIDAH-KAIDAH AKUNTANSI

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian merupakan kumpulan dari saldo-saldo buku besar setelah disesusaikan dengan keadaan akhir tahun (keadaan saat menyusun laporan keuangan) suatu usaha. Yang telah disesuaikan adalah dari nilai saldo-saldo tertentu dalam neraca saldo. Lalu apa yang dinilai dan bagaimana cara untuk menyesuaikannya serta yang telah diatur dalam kaidah akuntansi.

Penyesuaian saldo-saldo pada setiap akhir tahun atas sebagian dari saldo rekening yang ada dalam neraca saldo setiap akhir tahun maka dilaksanakan dengan JURNAL PENYESUAIAN.

Jurnal penyesuaian dibuat agar bisa mencapai keseimbangan. Terdapat beberapa penyebab yang mengakibatkan terjadinya ketidaksamaan jurnal, diantaranya adalah:

1. Terdapat transaksi yang terlewatkan (belum/lupa dicatat).
2. Kesalahan perhitungan (nilai transaksi yang telah dicatat menjadi (terlalu besar/terlalu kecil).
3. Terdapat transaksi yang tidak bisa diakui akibat dari penerapan sistem secara akrual.

Menurut peraturan dalam kaidah akuntansi, setelah neraca saldo sudah tersusun, maka tidak seluruh angka-angka dari saldo tersebut dapat digunakan sebagai laporan keuangan, karena sebagian dari saldo rekening, perkiraan, maupun akun masih belum menunjukan adanya nilai yang sebagai mestinya menurut peraturan akuntansi.

Untuk mengetahui neraca saldo setelah penyesuaian harus terdapat beberapa hal berikut:

• Beban terutang (beban yang masih harus dibayarkan).

Apabila disetiap akhir periode tahun terdapat beban yang harus dibayarkan, maka transaksi tersebut harus segera dicatat pada jurnal penyesuaian. Misalnya gaji karyawan di bulan Desember 2017 dan baru akan dibayarkan di setiap tanggal 2 Januari 2018, maka jurnal penyesuaian yang harus dibuat pada tanggal 31 Desember 2017 adalah seperti berikut:

D Beban Gaji                Rp. x.xxx.xxx
K Hutang Gaji                Rp.  x.xxx.xxx

• Pendapatan yang harus diterima.

Sama halnya dengan beban yang terutang, pada setiap akhir periode mungkin saja akan ada pendapatan usaha yang pembayarannya masih belum diterima. Misalnya, pada setiap akhir periode terdapat pendapatan usaha yang masih belum diterima,. Maka jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut:

D Piutang Usaha            Rp. x.xxx.xxx
K Pendapatan Usaha            Rp. x.xxx.xxx

• Penyusutan aktiva tetap (Fixed asset).

Aktiva tetap (Fixed asset) merupakan harta yang dimiliki oleh perusahaan meliputi:

1. Perlengkapan.
2. Bangunan dan kendaraan.

Karena pada waktu penggunaannya tidak dilakukan pencatatan, maka nilai dari aktiva tetap pada akhir setiap akhir periode masih tetap tercantum di neraca saldo sebesar nilai pembeliannya.

Terdapat beberapa macam metode untuk menentukan berapa besarnya penyusutan dari aktiva tetap, seperti:

• Metode garis lurus.
• Metode tarif tetap atas nilai buku.
• Metode jumlah angka tahun.

Dalam metode garis lurus, jumlah beban penyusutan akan dihiting sama besarnya dari tahun ketahun. Ayat jurnal untuk penyesuaian yang harus dibuat dan dicatat sebesar yang menjadi beban penyusutan pada periode tersebut adalah:

D Beban Penyusutan            Rp. x.xxx.xxx
K Akun Penyusutan            Rp. x.xxx.xxx

• Beban dibayar dimuka.

Pembayaran yang harus dilakukan terlebih dahulu oleh perusahaan terhadap suatu beban. Dan pembayaran tersebut sudah melebihi suatu periode akuntansi, maka harus dilakukan pencatatan jurnal penyesuaian agar dapat mengetahui berapa sebenarnya beban pada waktu itu. Ayat jurnal penyesuaiannya adalah:

D Beban Dibayar Dimuka        Rp. x.xxx.xxx
K Beban        Rp. x.xxx.xxx

• Pendapatan Dibayar dimuka.

Pendapatan yang masih harus diterima bisa muncul karena pada setiap akhir periode telah terjadi pendapatan, namun masih belum diterima pembayarannya. Ayat jurnal untuk penyesuaian yang harus dibuat dan dicatat sebesar yang menjadi pendapatan pada periode tersebut adalah:

D Pendapatan Dibayar Dimuka        Rp. x.xxx.xxx
K Pendapatan Usaha        Rp. x.xxx.xxx

Melakukan setiap langkah-langkah pada poin diatas, jika masih belum balance maka yang harus diulangi kembali adalah dengan cara mengecek satu persatu dimana letak kesalahannya dan harus dilakukan sampai benar-benar dapat balance.

Untuk semakin memudahkan dalam perancangan neraca saldo setelah penyesuaian, maka sebaiknya gunakanlah aplikasi/program accounting untuk menghitung semua hasil akhir dan sebagai solusi keuangan Anda.

Pilihlah aplikasi pembukuan keuangan yang lebih user friendly, fleksibel, untuk menghemat banyak waktu Anda. Pengguna akan dapat mencatat seluruh informasi keuangan kedalam satu aplikasi yang sudah saling terintegrasi. Aplikasi pembukuan accounting juga tidak hanya akan merekam transaksi keuangan bisnis saja, namun juga akan semakin mempermudah pelaku usaha dalam hal mempercepat pengambilan keputusan bisnis, meningkatkan layanan terhadap pelanggan, serta menghemat banyak sekali waktu Anda yang sebenarnya bisa digunakan untuk dapat lebih fokus terhadap hal-hal penting lainnya untuk pengembangan perusahaan.
Apabila membutuhkan software Accounting, HRD dan Payroll, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

 

 

MENGAPA KITA BAYAR PAJAK? UNTUK APA PAJAK BAGI NEGARA? DI ARTIKEL INI JAWABANNYA

Setiap orang pastinya sudah mengenal pajak, apalagi para pengusaha. Sampai-sampai mereka harus berkonsultasi kepada ahli pajak (konsultan pajak) agar mereka dapat membayarkan ketentuan pajak dari bisnisnya. Namun apakah mereka memahami tentang apa itu fungsi sebenarnya dari pajak? Dan sepertinya masyarakat bahkan para pelaku bisnis sekalipun masih banyak yang belum memahami sepenuhnya tentang apa saja fungsi dari pajak. Pajak sendiri berupa pungutan wajib yang harus dibayarkan oleh seseorang dan badan usaha bagi kepentingan Negara dan akan digunakan lagi untuk kepentingan masyarakat umum.

Dana yang diperoleh dari pembayaran pajak, akan digunakan oleh pemerintah untuk membangun berbagai fasilitas umum, melakukan pembangunan jalan dan masih banyak lagi yang lainnya, yang mana untuk pemungutan pajak itu sendiri telah diatur berdasarkan undang-undang. Sama halnya dengan yang lain, pajak juga memiliki beberapa kriteria yang seharusnya Anda sebagai warga Negara bahkan para pengusaha harus mengerti tentang apa saja setiap masing-masing kriterianya.

1. Kontribusi harus (wajib) bagi setiap warga Negara.

Kontribusi wajib bagi warga negara ini maksudnya adalah bahwa setiap orang yang tinggal dan menetap serta diakui sebagai warga Negara Indonesia memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Namun hal itu hanya akan berlaku bagi warga negara yang sudah memenuhi berbagai persyaratan secara subjektif dan objektif. Yang mana syarat secara subjectif dan objektif inilah yang nantinya akan menentukan berapa besarnya tarif pajak yang harus dibayarkan sesuai dengan ketentuan atau persyaratan yang telah ada.

2. Bersifat memaksa bagi setiap warga Negara.

Dalam hal ini pemungutan pajak dapat dilakukan dengan cara paksaan jika seseorang telah memenuhi persyaratan secara subjektif dan objektif, maka wajib baginya untuk membayarkan pajak. Dalam undang-undang perpajakan sudah pernah dijelaskan, bahwa jika seseorang dengan sengaja tidak ingin membayar pajak yang seharusnya dibayarkan, maka akan ada ancaman sanksi secara administratif maupun hukuman secara pidana. Jadi seluruh warga negara yang telah memenuhi persyaratan diwajibkan untuk membayar pajak.

3. Warga Negara tidak akan mendapatkan dampak dari pembayaran pajak secara langsung.

Meskipun pajak ini lebih bersifat memaksa bagi setiap warga negara untuk membayarnya, namun tidak lantas membuat warga Negara harus merasakan dampaknya secara pribadi. Mengingat hal itu karena pajak merupakan salah satu sarana dalam hal pemerataan pendapatan warga Negara. Jadi manfaat yang akan dirasakan adalah seperti adanya perbaikan-perbaikan jalan raya, fasilitas kesehatan gratis, beasiswa pendidikan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

4. Berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa pajak ini telah diatur berdasarkan undang-undang. Mulai dari undang-undang yang mengatur tentang bagaimana mekanisme perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak.

Setelah mengetahui ciri-ciri pajak di atas, lalu seperti apa fungsi dari pajak itu sendiri? Pada dasarnya pajak bukan hanya berfungsi untuk pembangunan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi masyarakat saja, namun pajak juga dapat berfungsi untuk banyak hal.

Berikut ini merupakan beberapa fungsi penting dari pajak, baik itu adalah bagi Negara maupun masyarakat yang harus Anda ketahui:

1. Berfungsi Sebagai Penganggaran (Fungsi Budgeter).

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa pajak merupakan sumber pemasukan keuangan utama bagi Negara dengan cara mengumpulkan dana atau uang dari kebijakan wajib pajak ke dalam kas Negara untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan Nasional atau berupa pengeluaran negara lainnya. Sehingga fungsi pajak yang sesungguhnya adalah merupakan sumber pendapatan Negara yang memiliki tujuan untuk menyeimbangkan pengeluaran Negara dengan pendapatan Negara.

2. Berfungsi Sebagai Pengatur (Fungsi Regulasi).

Pajak merupakan alat utama yang digunakan untuk melaksanakan atau mengatur berbagai kebijakan Negara dalam lapangan sosial dan ekonomi. Fungsi sebagai pengatur tersebut memiliki hubungan yang sangat luas seperti:

• Dapat digunakan untuk menghambat laju inflasi.
• Dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alat untuk mendorong kegiatan ekspor, seperti: pajak ekspor barang.
• Dapat memberikan proteksi (perlindungan terhadap barang produksi dari dalam negeri), seperti contoh: Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
• Dapat digunakan untuk mengatur dan menarik investasi modal yang ingin membantu perekonomian agar semakin lebih produktif.

3. Fungsi Pemerataan (Pajak Distribusi).

Maksud dari fungsi pemerataan ini adalah pajak dapat digunakan untuk menyesuaikan dan menyeimbangkan antara pembagian pendapatan dengan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga kesenjangan antara ekonomi dan sosial diantara masyarakat tidak sampai terlalu jauh.

4. Berfungsi Sebagai Pengatur Stabilisasi.

Fungsi stabilisasi ini adalah berupa pajak yang dapat digunakan dalam upaya untuk menstabilkan kondisi dan keadaan perekonomian Negara, seperti: untuk mengatasi atau menekan semakin tingginya tingkat inflasi, pemerintah yang menetapkan pajak yang sangat tinggi, sehingga jumlah uang yang beredar juga dapat semakin dikurangi. Sedangkan untuk mengatasi lemahnya kondisi ekonomi atau deflasi, pemerintah akan menurunkan pajak, sehingga jumlah uang yang beredar masih dapat ditambahkan dan deflasi juga dapat di atasi.

Dari beberapa penjelasan seputar kriteria dan fungsi pajak besarta informasi lain yang terkait dengan pajak di atas, diharapkan akan semakin meningkatkan rasa tanggungjawab atas kewajiban untuk membayar pajak terhadap seluruh warga Negara demi kepentingan bersama atau juga untuk kepentingan Negara. Yang mana seperti kita ketahui bersama bahwa pajak ini dapat membangun negara secara terus-menerus dan berkesinambungan dalam upaya untuk semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga sebagai warga Negara yang baik, maka sudah seharusnya bagi kita semua untuk memperhatikan betapa pentingnya fungsi pajak dan membayarnya sesuai dengan peraturan/perundang-undangan yang masih berlaku. Semoga bisa bermanfaat dan apabila pembaca tertarik mengenai perpajakan dan pembayaran pajak, dan untuk memudahkan menghitungnya serta membutuhkan software accounting sebagai penghitung pajak, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu! Terima kasih.

Scroll to top