Kategori: Software accounting

MENGENAL NERACA SALDO SETELAH PENYESUAIAN DALAM KAIDAH-KAIDAH AKUNTANSI

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian merupakan kumpulan dari saldo-saldo buku besar setelah disesusaikan dengan keadaan akhir tahun (keadaan saat menyusun laporan keuangan) suatu usaha. Yang telah disesuaikan adalah dari nilai saldo-saldo tertentu dalam neraca saldo. Lalu apa yang dinilai dan bagaimana cara untuk menyesuaikannya serta yang telah diatur dalam kaidah akuntansi.

Penyesuaian saldo-saldo pada setiap akhir tahun atas sebagian dari saldo rekening yang ada dalam neraca saldo setiap akhir tahun maka dilaksanakan dengan JURNAL PENYESUAIAN.

Jurnal penyesuaian dibuat agar bisa mencapai keseimbangan. Terdapat beberapa penyebab yang mengakibatkan terjadinya ketidaksamaan jurnal, diantaranya adalah:

1. Terdapat transaksi yang terlewatkan (belum/lupa dicatat).
2. Kesalahan perhitungan (nilai transaksi yang telah dicatat menjadi (terlalu besar/terlalu kecil).
3. Terdapat transaksi yang tidak bisa diakui akibat dari penerapan sistem secara akrual.

Menurut peraturan dalam kaidah akuntansi, setelah neraca saldo sudah tersusun, maka tidak seluruh angka-angka dari saldo tersebut dapat digunakan sebagai laporan keuangan, karena sebagian dari saldo rekening, perkiraan, maupun akun masih belum menunjukan adanya nilai yang sebagai mestinya menurut peraturan akuntansi.

Untuk mengetahui neraca saldo setelah penyesuaian harus terdapat beberapa hal berikut:

• Beban terutang (beban yang masih harus dibayarkan).

Apabila disetiap akhir periode tahun terdapat beban yang harus dibayarkan, maka transaksi tersebut harus segera dicatat pada jurnal penyesuaian. Misalnya gaji karyawan di bulan Desember 2017 dan baru akan dibayarkan di setiap tanggal 2 Januari 2018, maka jurnal penyesuaian yang harus dibuat pada tanggal 31 Desember 2017 adalah seperti berikut:

D Beban Gaji                Rp. x.xxx.xxx
K Hutang Gaji                Rp.  x.xxx.xxx

• Pendapatan yang harus diterima.

Sama halnya dengan beban yang terutang, pada setiap akhir periode mungkin saja akan ada pendapatan usaha yang pembayarannya masih belum diterima. Misalnya, pada setiap akhir periode terdapat pendapatan usaha yang masih belum diterima,. Maka jurnal penyesuaian pada tanggal 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut:

D Piutang Usaha            Rp. x.xxx.xxx
K Pendapatan Usaha            Rp. x.xxx.xxx

• Penyusutan aktiva tetap (Fixed asset).

Aktiva tetap (Fixed asset) merupakan harta yang dimiliki oleh perusahaan meliputi:

1. Perlengkapan.
2. Bangunan dan kendaraan.

Karena pada waktu penggunaannya tidak dilakukan pencatatan, maka nilai dari aktiva tetap pada akhir setiap akhir periode masih tetap tercantum di neraca saldo sebesar nilai pembeliannya.

Terdapat beberapa macam metode untuk menentukan berapa besarnya penyusutan dari aktiva tetap, seperti:

• Metode garis lurus.
• Metode tarif tetap atas nilai buku.
• Metode jumlah angka tahun.

Dalam metode garis lurus, jumlah beban penyusutan akan dihiting sama besarnya dari tahun ketahun. Ayat jurnal untuk penyesuaian yang harus dibuat dan dicatat sebesar yang menjadi beban penyusutan pada periode tersebut adalah:

D Beban Penyusutan            Rp. x.xxx.xxx
K Akun Penyusutan            Rp. x.xxx.xxx

• Beban dibayar dimuka.

Pembayaran yang harus dilakukan terlebih dahulu oleh perusahaan terhadap suatu beban. Dan pembayaran tersebut sudah melebihi suatu periode akuntansi, maka harus dilakukan pencatatan jurnal penyesuaian agar dapat mengetahui berapa sebenarnya beban pada waktu itu. Ayat jurnal penyesuaiannya adalah:

D Beban Dibayar Dimuka        Rp. x.xxx.xxx
K Beban        Rp. x.xxx.xxx

• Pendapatan Dibayar dimuka.

Pendapatan yang masih harus diterima bisa muncul karena pada setiap akhir periode telah terjadi pendapatan, namun masih belum diterima pembayarannya. Ayat jurnal untuk penyesuaian yang harus dibuat dan dicatat sebesar yang menjadi pendapatan pada periode tersebut adalah:

D Pendapatan Dibayar Dimuka        Rp. x.xxx.xxx
K Pendapatan Usaha        Rp. x.xxx.xxx

Melakukan setiap langkah-langkah pada poin diatas, jika masih belum balance maka yang harus diulangi kembali adalah dengan cara mengecek satu persatu dimana letak kesalahannya dan harus dilakukan sampai benar-benar dapat balance.

Untuk semakin memudahkan dalam perancangan neraca saldo setelah penyesuaian, maka sebaiknya gunakanlah aplikasi/program accounting untuk menghitung semua hasil akhir dan sebagai solusi keuangan Anda.

Pilihlah aplikasi pembukuan keuangan yang lebih user friendly, fleksibel, untuk menghemat banyak waktu Anda. Pengguna akan dapat mencatat seluruh informasi keuangan kedalam satu aplikasi yang sudah saling terintegrasi. Aplikasi pembukuan accounting juga tidak hanya akan merekam transaksi keuangan bisnis saja, namun juga akan semakin mempermudah pelaku usaha dalam hal mempercepat pengambilan keputusan bisnis, meningkatkan layanan terhadap pelanggan, serta menghemat banyak sekali waktu Anda yang sebenarnya bisa digunakan untuk dapat lebih fokus terhadap hal-hal penting lainnya untuk pengembangan perusahaan.
Apabila membutuhkan software Accounting, HRD dan Payroll, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

 

 

MENGAPA KITA BAYAR PAJAK? UNTUK APA PAJAK BAGI NEGARA? DI ARTIKEL INI JAWABANNYA

Setiap orang pastinya sudah mengenal pajak, apalagi para pengusaha. Sampai-sampai mereka harus berkonsultasi kepada ahli pajak (konsultan pajak) agar mereka dapat membayarkan ketentuan pajak dari bisnisnya. Namun apakah mereka memahami tentang apa itu fungsi sebenarnya dari pajak? Dan sepertinya masyarakat bahkan para pelaku bisnis sekalipun masih banyak yang belum memahami sepenuhnya tentang apa saja fungsi dari pajak. Pajak sendiri berupa pungutan wajib yang harus dibayarkan oleh seseorang dan badan usaha bagi kepentingan Negara dan akan digunakan lagi untuk kepentingan masyarakat umum.

Dana yang diperoleh dari pembayaran pajak, akan digunakan oleh pemerintah untuk membangun berbagai fasilitas umum, melakukan pembangunan jalan dan masih banyak lagi yang lainnya, yang mana untuk pemungutan pajak itu sendiri telah diatur berdasarkan undang-undang. Sama halnya dengan yang lain, pajak juga memiliki beberapa kriteria yang seharusnya Anda sebagai warga Negara bahkan para pengusaha harus mengerti tentang apa saja setiap masing-masing kriterianya.

1. Kontribusi harus (wajib) bagi setiap warga Negara.

Kontribusi wajib bagi warga negara ini maksudnya adalah bahwa setiap orang yang tinggal dan menetap serta diakui sebagai warga Negara Indonesia memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Namun hal itu hanya akan berlaku bagi warga negara yang sudah memenuhi berbagai persyaratan secara subjektif dan objektif. Yang mana syarat secara subjectif dan objektif inilah yang nantinya akan menentukan berapa besarnya tarif pajak yang harus dibayarkan sesuai dengan ketentuan atau persyaratan yang telah ada.

2. Bersifat memaksa bagi setiap warga Negara.

Dalam hal ini pemungutan pajak dapat dilakukan dengan cara paksaan jika seseorang telah memenuhi persyaratan secara subjektif dan objektif, maka wajib baginya untuk membayarkan pajak. Dalam undang-undang perpajakan sudah pernah dijelaskan, bahwa jika seseorang dengan sengaja tidak ingin membayar pajak yang seharusnya dibayarkan, maka akan ada ancaman sanksi secara administratif maupun hukuman secara pidana. Jadi seluruh warga negara yang telah memenuhi persyaratan diwajibkan untuk membayar pajak.

3. Warga Negara tidak akan mendapatkan dampak dari pembayaran pajak secara langsung.

Meskipun pajak ini lebih bersifat memaksa bagi setiap warga negara untuk membayarnya, namun tidak lantas membuat warga Negara harus merasakan dampaknya secara pribadi. Mengingat hal itu karena pajak merupakan salah satu sarana dalam hal pemerataan pendapatan warga Negara. Jadi manfaat yang akan dirasakan adalah seperti adanya perbaikan-perbaikan jalan raya, fasilitas kesehatan gratis, beasiswa pendidikan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

4. Berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa pajak ini telah diatur berdasarkan undang-undang. Mulai dari undang-undang yang mengatur tentang bagaimana mekanisme perhitungan, pembayaran, dan pelaporan pajak.

Setelah mengetahui ciri-ciri pajak di atas, lalu seperti apa fungsi dari pajak itu sendiri? Pada dasarnya pajak bukan hanya berfungsi untuk pembangunan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi masyarakat saja, namun pajak juga dapat berfungsi untuk banyak hal.

Berikut ini merupakan beberapa fungsi penting dari pajak, baik itu adalah bagi Negara maupun masyarakat yang harus Anda ketahui:

1. Berfungsi Sebagai Penganggaran (Fungsi Budgeter).

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa pajak merupakan sumber pemasukan keuangan utama bagi Negara dengan cara mengumpulkan dana atau uang dari kebijakan wajib pajak ke dalam kas Negara untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan Nasional atau berupa pengeluaran negara lainnya. Sehingga fungsi pajak yang sesungguhnya adalah merupakan sumber pendapatan Negara yang memiliki tujuan untuk menyeimbangkan pengeluaran Negara dengan pendapatan Negara.

2. Berfungsi Sebagai Pengatur (Fungsi Regulasi).

Pajak merupakan alat utama yang digunakan untuk melaksanakan atau mengatur berbagai kebijakan Negara dalam lapangan sosial dan ekonomi. Fungsi sebagai pengatur tersebut memiliki hubungan yang sangat luas seperti:

• Dapat digunakan untuk menghambat laju inflasi.
• Dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alat untuk mendorong kegiatan ekspor, seperti: pajak ekspor barang.
• Dapat memberikan proteksi (perlindungan terhadap barang produksi dari dalam negeri), seperti contoh: Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
• Dapat digunakan untuk mengatur dan menarik investasi modal yang ingin membantu perekonomian agar semakin lebih produktif.

3. Fungsi Pemerataan (Pajak Distribusi).

Maksud dari fungsi pemerataan ini adalah pajak dapat digunakan untuk menyesuaikan dan menyeimbangkan antara pembagian pendapatan dengan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga kesenjangan antara ekonomi dan sosial diantara masyarakat tidak sampai terlalu jauh.

4. Berfungsi Sebagai Pengatur Stabilisasi.

Fungsi stabilisasi ini adalah berupa pajak yang dapat digunakan dalam upaya untuk menstabilkan kondisi dan keadaan perekonomian Negara, seperti: untuk mengatasi atau menekan semakin tingginya tingkat inflasi, pemerintah yang menetapkan pajak yang sangat tinggi, sehingga jumlah uang yang beredar juga dapat semakin dikurangi. Sedangkan untuk mengatasi lemahnya kondisi ekonomi atau deflasi, pemerintah akan menurunkan pajak, sehingga jumlah uang yang beredar masih dapat ditambahkan dan deflasi juga dapat di atasi.

Dari beberapa penjelasan seputar kriteria dan fungsi pajak besarta informasi lain yang terkait dengan pajak di atas, diharapkan akan semakin meningkatkan rasa tanggungjawab atas kewajiban untuk membayar pajak terhadap seluruh warga Negara demi kepentingan bersama atau juga untuk kepentingan Negara. Yang mana seperti kita ketahui bersama bahwa pajak ini dapat membangun negara secara terus-menerus dan berkesinambungan dalam upaya untuk semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga sebagai warga Negara yang baik, maka sudah seharusnya bagi kita semua untuk memperhatikan betapa pentingnya fungsi pajak dan membayarnya sesuai dengan peraturan/perundang-undangan yang masih berlaku. Semoga bisa bermanfaat dan apabila pembaca tertarik mengenai perpajakan dan pembayaran pajak, dan untuk memudahkan menghitungnya serta membutuhkan software accounting sebagai penghitung pajak, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu! Terima kasih.

KARAKTERISTIK KUALITATIF PADA LAPORAN KEUANGAN UNTUK KEPENTINGAN SPT TAHUNAN BADAN

Sebagai WP (Wajib Pajak) yang harus membuat pembukuan, terlebih lagi bagi WP Badan, laporan keuangan merupakan poin terakhir dari serangkaian proses untuk pembukuan dalam satu periode akuntansi. Sampai pada tanggal tertentu pada satu periode akuntansi normal berakhir, Wajib Pajak harus menyediakan laporan yang terkait dengan posisi keuangan dari bisnisnya, performa perusahaan, dan perubahan posisi keuangan yang akan digunakan oleh para pengguna laporan keuangan.

Laporan keuangan untuk tujuan perpajakan sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang mana SPT Tahunan PPh WP Badan harus melampirkan laporan keuangan yang terdiri dari laporan laba rugi dan neraca serta berbagai informasi lainnya yang nantinya akan digunakan untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajaknya. Direktorat Jenderal Pajak menyatakan bahwa SPT Tahunan yang dinilai tidak akan lengkap jika tidak disertai dengan laporan keuangan.

Penggunaan laporan keuangan memang tidak bisa dipisahkan dari SPT Tahunan PPh. Hal ini dikarenakan dalam pembuatan SPT Tahunan, laporan keuangan merupakan dokumen sumber utama dari mana nilai dalam SPT Tahunan tersebut berasal yang nantinya akan lebih mengarah kepada laba rugi perusahaan terhadap perhitungan pajak terutangnya.

Karena itu setiap Wajib Pajak harus lebih memperhatikan karakter kualitatif dari laporan keuangan yang nantinya akan digunakan, sehingga dapat sangat bermanfaat bagi penggunanya. Menurut SAK (Standar Akuntansi Keuangan) terdapat empat macam karakter kualitatif pada laporan keuangan, yaitu:

1. Harus Mudah Dipahami.

Informasi yang tercantum dalam laporan keuangan hendaknya tidak terlalu rumit dan harus cukup mudah untuk bisa dipahami oleh para penggunanya. Dalam hubungannya dengan pajak adalah laporan keuangan harus bisa menunjukkan daya dukung terhadap SPT Tahunan PPh. Artinya adalah harus bisa menunjukkan poin-poin dan tujuan yang lebih jelas agar lebih cepat dimengerti oleh para penggunanya. Hal ini juga akan semakin menghindarkan dari terjadinya kesalahpahaman yang seharusnya tidak perlu terjadi antara fiskus dengan Wajib Pajaknya.

2. Laporan Harus Relevan.

Laporan keuangan hendaknya juga harus relevan dalam upaya untuk memenuhi segala kebutuhan penggunaan dan pengambilan keputusan. Sebuah laporan keuangan akan dinilai tingkat kualitasnya bisa dikatakan relevan apabila dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna dengan menjadikannya sebagai dasar dan sumber utama untuk mengevaluasi pada setiap periode tertentu dan untuk mengoreksi dari hasil evaluasi tersebut.

3. Tingkat Kevalidan yang Handal.

Laporan keuangan bisa dinilai handal tingkat kevalidannya apabila tidak terdapat pengertian yang menyesatkan para penggunanya, kesalahan material, serta menyajikan laporan yang benar-benar jujur apa adanya atau wajar, sehingga dapat benar-benar diandalkan oleh pemakainya. Karakteristik dari handal ini meliputi dari penyajian yang jujur, netralitas, dan pertimbangan yang lebih sehat. Karakteristik seperti ini menghendaki adanya laporan keuangan yang diberikan dengan wajar, lebih menekankan dari isi daripada bentuk, tidak diperkenankan menyajikan informasi yang hanya akan menguntungkan pihak tertentu saja, sementara terdapat pihak lain yang masih merasa dirugikan olehnya, mengutamakan unsur kehati-hatian dan pertimbangan secara rasional, serta lebih mengutamakan kelengkapan dalam hal penyediaan informasinya.

4. Dapat Diperbandingkan.

Laporan financial (keuangan) perusahaan hendaknya juga harus bisa diperbandingkan antar periode untuk mengetahui tren dari posisi dan kinerja keuangan. Selain itu dengan cara membandingkan laporan keuangan antar perusahaan dilakukan untuk mengevaluasi bagaimana posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan. Karena itu pengukuran dan penyajian dari laporan keuangan transaksi atau lainnya juga harus dilakukan secara kontinyu (berkelanjutan) dan konsisten. Implikasi terpenting dari perbandingan seperti ini adalah pemakai harus mendapatkan informasi yang terkait dengan berbagai kebijakan akuntansi yang akan digunakan dalam menyusun laporan keuangan, adanya perubahan kebijakan, serta adanya pengaruh dari berbagai perubahan tersebut.

Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian tentang karakteristik kualitatif dari laporan keuangan untuk tujuan pelaporan SPT Badan, terimakasih dan salam sukses.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MAMPUKAH PENYEDIA SOFTWARE AKUNTANSI ONLINE MENJAMIN KEAMANAN DARI CYBER CRIME (KEJAHATAN CYBER)

Semakin pesatnya perkembangan dunia digital banyak sekali memberikan dampak positif bagi para penggunanya, namun disadari atau tidak bahwa perkembangan tersebut juga tetap ada dampak negatifnya. Dampak positif dari berbagai kemajuan teknologi tersebut adalah berupa semakin terbukanya berbagai peluang-peluang e-commerce, e-banking, dan juga semakin dikembangkannya software-software akuntansi yang sudah mulai berbasis online (cloud/web based).

Sistem akuntansi yang sudah mulai berbasis online ini sangat memungkinkan bagi para pemilik usaha agar dapat memantu dengan lebih detail secara real time bagaimana kondisi keuangan dari usahanya dengan lebih cepat dan akurat darimana saja dan kapan saja, sehingga keputusan akan dapat diambil dengan lebih cepat. Kebutuhan seputar informasi keuangan yang lebih cepat dan akurat, tanpa harus terhalang oleh waktu dan tempat dapat dilakukan dengan sistem yang berbasis cloud ini.

Namun yang tetap harus diingat adalah teknologi internet juga memberikan dampak negatif diluar dampak positifnya. Yaitu dunia digital telah membuka celah-celah tersembunyi yang bisa saja digunakan sebagai peluang untuk maksud jahat dan semakin memungkinkan untuk terjadinya tindak-tindak kejahatan digital yang lebih bersifat konvensional seperti halnya pengancaman, pencurian, dan penipuan yang seringkali terjadi dan banyak dilakukan secara online. Berbagai dampak negatif tersebut pada akhirnya akan smakin membentuk paradigma bahwa tidak ada komputer atau sistem apapun yang aman dalam dunia digital (online).

Dalam dunia maya, permasalahan keamanan merupakan permasalahan yang begitu krusial. Tanpa adanya keamanan yang cukup memadai, maka data-data dan sistem yang ada bisa saja dicuri dengan sangat mudah. Kelemahan-kelemahan yang biasanya seringkali ditemukan pada jenis sistem jaringan yang sudah berbasis internet (cloud) adalah adanya hole (lubang-lubang keamanan).

Yang menjadi resiko terbesarnya adalah terkadang pihak penyedia/vendor jaringan yang berbasis cloud ini belum menyadarinya, bahkan yang lebih buruk lagi adalah sama sekali tidak menyadari jika hole tersebut ada dan apabila tidak segera ditutup, maka akan menjadi celah empuk bagi para peretas-peretas handal yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan tindakan-tindakan kriminal. Pencurian data-data penting dan sistem dari internet ini lebih sering disebut dengan sebutan cyber crime (kejahatan cyber).

Cyber crime hanya dapat dilakukan dengan jalan menggunakan teknologi cyber. Banyak sekali kasus-kasus yang terjadi dimana para pelaku cyber crime ini adalah orang pribadi, pelajar, pengangguran maniak computer atau bisa juga karyawan dari sebuah perusahaan yang sebelumnya dianggap biasa-biasa saja dan begitu loyal serta sudah mendapatkan kepercayaan penuh dari perusahaannya. Mereka melihat adanya sedikit celah yang terdapat pada sistem komputer dan pada akhirnya mereka malah melakukan tindakan kriminal tersebut.

Lalu bagaimana dengan keamanan software akuntansi yang sudah berbasis cloud tersebut? Berikut ini adalah bebarapa poin-poin penting yang masih dapat dilakukan untuk tindakan pencegahan agar tidak sampai terjadinya cyber crime atau pembobolan sistem akuntansi online milik perusahaan:

• Tempatkan lokasi server yang lebih dari 1 dengan tempat yang berbeda-beda, sehingga apabila terjadi kerusakan, pembajakan, sabotase, bahkan tindakan kejahatan cyber maka database perusahaan tidak hilang atau rusak seluruhnya.
• Menggunakan system firewall yang sangat sulit untuk bisa ditembus. Meskipun apabila masih dapat ditembus, namun tetap dapat mempersiapkan perlindungan-perlindungan cadangan lainnya yang belum pernah diperhitungkan sebelumnya oleh para cyber dunia digital, seperti: dengan menyimpan data-data pada server yang berbeda-beda (backup data pada server yang berbeda).
• Mensyaratkan pada provider untuk memberikan garansi atas keamanan dari system perlindungan mereka dan tingkat kestabilan dari kondisi kecepatan akses, sehingga tidak sampai terjadi keterlambatan dalam hal pengiriman dan penerimaan data-data penting perusahaan.

Memang sudah seharusnya uuntuk perkembangan teknologi yang begitu cepat yang diikuti dengan perlindungan-perlindungan hukum yang dapat mengaturnya. Tanpa adanya paying hukum yang pasti dan sebagai pengatur ketegasan dari lembaga serta dalam hal penegakannya, maka akan semakin menyebabkan terjadinya ketimpangan dan semakin tidak terkendalinya perkembangan dari teknologi itu sendiri. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses selalu.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top