Kategori: Software HRD & Pay Roll

TIPS HR: PENGERTIAN, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM MELAKUKAN PROGRAM ROTASI PEKERJAAN KARYAWAN

Dalam mempertahankan karyawan perusahaan, sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan, namun tidak terkecuali dengan adanya program rotasi pekerjaan karyawan. Menurut Anda mengapa bisa demikian? Karena rotasi pekerjaan karyawan tentunya dapat menjadikan karyawan Anda akan mendapatkan kesempatan yang mungkin saja sangat ia inginkan. Lalu bagaimana caranya untuk merotasi pekerjaan karyawan ini? Berikut ini adalah beberapa tips dari konsultan manajemen HRD untuk Anda para praktisi HRD dan personalia sekalian:

• Pengertian dari rotasi pekerjaan.

Rotasi pekerjaan merupakan strategi untuk menukarkan pekerjaan karyawan yang masih dalam lingkup satu perusahaan namun lain divisi. Karyawan akan mendapatkan tugas-tugas baru untuk batas jangka waktu tertentu sebelum akhirnya kembali lagi pada posisi awalnya. Dengan adanya program seperti ini, maka karyawan akan mendapatkan kesempatan untuk dapat mengembangkan pengalaman serta keterampilan barunya diperusahaan tersebut. Tujuannya adalah untuk lebih meningkatkan fleksibilitas sampai dengan keterlibatan karyawan. Khususnya bagi karyawan yang masih muda, mereka dapat lebih meningkatkan karir lagi tanpa perlu untuk keluar dari perusahaan dengan adanya program seerti ini.

• Kelebihan melakukan rotasi pekerjaan karyawan.

Jika Anda memang serius ingin menerapkan sistem seperti ini, maka ada baiknya Anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang apa saja kelebihan serta kekurangannya, yaitu:

1. Untuk mengurangi rasa bosan terhadap pekerjaa.

Berdasarkan penelitian, hanya sekitar 32% dari karyawan yang benar-benar terlibat dalam pekerjaannya. Dan berarti, 68% sisanya hanya bekerja dengan seadanya. Sebanyak 68% karyawan ini cenderung memiliki kemungkinan resign dari pekerjaan untuk mendapat pekerjaan lain yang dirasa jauh lebih baik dan menantang. Manfaat dari terjadinya rotasi pekerjaan seperti ini adalah Anda dapat mengantisipasi terjadinya rasa bosan dengan memberikan tanggungjawab baru terhadap karyawan. Meskipun masih belum tentu dapat menyelesaikan berbagai masalah barunya, namun setidaknya hal itu dapat menjadikan mereka semakin lebih terikat dan dapat sedikit lebih mengurangi rasa bosan.

2. Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan karyawan.

Alasan dari terjadinya rotasi karyawan yang selanjutnya adalah untuk memberikan karyawan Anda satu kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka. Dengan cara seperti itu, maka mereka akan dapat merasa menjadi semakin lebih penting bagi perusahaan. Hal seperti ini juga sangat baik bagi perkembangan karir mereka untuk ke depannya.

3. Mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang perusahaan.

Pada saat terjadinya proses rotasi pekerjaan karyawan, setidaknya mereka memiliki kesempatan untuk belajar secara lebih jauh tentang perusahaan, namun dari berbagai aspek yang berbeda. Dengan cara seperti ini, mereka akan dapat memahami tentang bagaimana pekerjaan mereka dapat diselesaikan oleh divisi-divisi lain yang ada di perusahaan tersebut, memberinya insight secara lebih mendalam dan kemampuan baru untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. Nah, karena kemampuannya sudah semakin berkembang, maka secara otomatis seorang karyawan akan menjadi jauh lebih siap untuk menerima tanggungjawab yang lebih dari perusahaan, termasuk juga jika seandainya nanti mereka mendapatkan promosi jabatan.

• Tantangan terberat karyawan untuk melakukan rotasi pekerjaan.

Selain dari pada berbagai kelebihan tersebut, melakukan rotasi pekerjaan karyawan sebenarnya juga masih tetap memiliki berbagai resiko dan juga tantangan tersendiri bagi perusahaan, yaitu:

1. Resiko semakin menurunnya tingkat poduktivitas karyawan.

Pada saat Anda ingin menerapkan proses rotasi karyawan, maka Anda akan memindahkan karyawan dari kondisi yang semula dia benar-benar begitu produktif karena sudah lebih terbiasa dengan pekerjaan tersebut, kepada posisi lain di mana dia harus belajar kembali mulai dari nol. Dan alhasil, dinamika untuk produktivitas kerja seperti ini sangat berisiko besar untuk semakin menurun selagi karyawan tersebut sedang berusaha untuk beradaptasi dengan posisi barunya. Namun, hal-hal seperti itu masih bisa sedikit dikurangi dengan mengadakan training atau program-program orientasi sebagai bekal selanjutnya bagi karyawan.

2. Rotasi pekerjaan yang mungkin cukup mengecewakan bagi seorang karyawan.

Tidak semua karyawan merasa senang untuk menerima pergantian pekerjaan. Mungkin saja sebagian mereka sudah merasa sangat nyaman dan merasa tidak ingin untuk lebih terlibat ke dalam program seperti ini. Bahkan bukan tidak mungkin jika karyawan yang berprestasi di perusahaan malah tidak ingin untuk belajar keterampilan lain diluar kemampuan asal mereka.

3. Kuranga atau merasa tidak cocok dengan program yang dilakukan oleh perusahaan Anda.

Tidak semua posisi jabatan pada perusahaan dapat diterapkan program seperti ini, dan mungkin saja perusahaan Anda adalah salah satunya. Misalnya bagi posisi yang membutuhkan adanya satu keahlian khusus, seperti insinyur, desainer sampai akuntan. Jika Anda terlalu memaksakannya, maka bukannya memberikan solusi terbaik, malah Anda justru hanya akan membawa masalah baru bagi perusahaan.

Nah, itulah sedikit penjelasan dari konsultan manajemen HRD tentang bagaimana pengertian, kelebihan dan kekurangan melakukan program rotasi pekerjaan karyawan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BEBERAPA PENYEBAB YANG MENJADIKAN PROSES REKRUTMEN KARYAWAN BARU MENGALAMI KEGAGALAN TOTAL

Terlalu seringnya terjadi kegagalan dalam proses rekrutmen akan selalu terjadi bagi setiap perusahaan. Nah, kali ini implementor program HRD dan akuntansi akan menjelaskan beberapa alasan yang biasanya menjadi penyebab utama dan seringkali banyak dialami oleh kebanyakan perusahaan dalam sesi proses perekrutan karyawan barunya.

Setiap perusahaan pastinya menginginkan agar semua karyawannya mampu bekerja dengan lebih efektif, efisien dan lebih maksimal dan dari hal itulah mengapa dalam proses rekrutmen para karyawan menjadi begitu penting demi menjamin terjaganya keahlian dan kebiasaan dari setiap masing-masing karyawan.

Namun sayangnya, diantara begitu banyak perusahaan yang telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam proses rekritmen karyawan baru. Dan banyak sekali alasan-alasan yang menyebabkan gagalnya proses dari rekrutmen tersebut. Namun secara umum, berikut ini merupakan beberapa alasan-alasan yang seringkali menjadi penyebab utama dari terjadinya kegagalan dalam proses rekrutmen karyawan baru. Dan perusahaan juga wajib untuk mengetahui tentang hal ini agar tidak samapi terjebak dua kali dalam permasalahan yang sama dalam proses perekrutan karyawan barunya.

1. Terlalu Sering Menunda-Nunda Proses Rekruitment.

Pada dasarnya, dalam memulai sebuah usaha tentunya harus menghabiskan banyak sekali waktu. Karena terdapat banyak hal yang semestinya harus bisa diatur, mulai dari menata ruangan kantor, situs, sampai dengan strategi branding perusahaan. Jika tidak lebih berhati-hati, maka Anda bisa saja menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang sia-sia saja, (seperti contoh memilih logo perusahaan atau jenis perabotan kantor) dan terlalu kurang dalam melakukan hal-hal yang mampu untuk menghasilkan uang. Karena itulah, jangan sampai Anda menunda-nunda proses rekruitmen karyawan baru Anda.

2. Tidak Pernah Menyusun Business Plan Terlebih Dahulu.

Sebelum Anda memulai sebuah bisnis, setidaknya Anda membutuhkan adanya perencanaan bisnis (business plan). Mungkin saja banyak diantara Anda yang sudah pernah mendengarkan adanya istilah “gagal dalam hal merencanakan, maka itu sama saja dengan berencana untuk gagal memulai”.

Bagaimanapun juga, frase tersebut memang benar adanya dan pasti akan terjadi. Dengan cara mengetahui apa yang bisa Anda tawarkan dan kepada siapa yang ingin Anda tawari akan sangat membantu Anda dalam memilah-milah karyawan yang yang lebih tepat bagi Anda. Hal seperti itu masih dapat dianalisis dengan business plan. Selain itu, hal ini juga akan menunjukkan tentang bagaimana realistisnya dari model bisnis Anda serta akan sangat membantu Anda ketika membutuhkan modal dari bank.

3. Tidak Pernah Ada Batasan Waktu.

Hanya karena Anda pernah menjadi seorang pemilik dari sebuah bisnis, maka bukan berarti Anda harus menghilangkan batasan waktu dalam perencanaan bisnis Anda. jika Anda dengan begitu saja memulainya, maka tentu saja akan menjadi lebih sulit untuk menjadi tetap fokus terhadap pekerjaan Anda. Karena alasan itulah, maka tentukan terlebih dahulu batas waktu dari sebuah pekerjaan agar setidaknya masih terdapat dasar-dasar terpenting dalam internal perusahaan Anda yang harus bisa Anda penuhi dalam kurun waktu tertentu.

4. Minim, Bahkan Sama Sekali Tidak Ada Pengalaman Apapun.

Secara lebih mengejutkan, banyak diantara para pemilik bisnis yang sama sekali tidak memiliki pengalaman tentang market (pasar) tenaga kerja. Dan akibat buruknya adalah mereka hanya bisa memilih karyawan berdasarkan dengan lebih mengandalkan dari pengalaman mereka sebelumnya yang begitu minim, dan sering kali terlalu jauh berbeda dari setiap market seperti sekarang. Untuk itulah, maka alangkah baiknya untuk memahami market yang ingin dituju, kemudian menentukan kriteria bagi karyawan yang paling tepat untuk posisi tersebut.

5. Tanpa Ada Infrastruktur yang Lebih Memadai.

Kegagalan dalam menginvestasikan dana perusahaan untuk infrastruktur yang lebih memadai tentu saja akan menjadikan perusahaan Anda tidak mungkin akan dapat bertahan lebih lama. Meskipun bagi karyawan yang sudah Anda rekrut sudah memiliki pengalaman dalam hal market tersebut, namun jika infrastruktur yang sudah Anda siapkan masih kurang memadai, maka hal itu seperti sama saja dengan bohong. Selain itu, perlu juga untuk mengontrol kinerja para karyawan, sehingga Anda dapat memantau sendiri bagaimana para karyawan tersebut bekerja serta mengevaluasi kinerjanya agar bisa tetap lebih efisien.

6. Budget Perusahaan yang Kurang Realistis.

Salah satu keahlian terpenting untuk setiap pemilik bisnis ini adalah dalam hal mengatur budget. Budget merupakan napas dari sebuah perusahaan. Jika diantara pemasukan yang jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan pengeluaran, maka hal seperti ini akan menjadi salah satu penyebab utama dari gagalnya proses rekruitmen karyawan di perusahaan, sehingga semakin lama perusahaan akan menjadi bangkrut. Dan karena hal seperti itulah, maka dalam memilih karyawan dengan keahlian serta budget yang lebih tepat dan cukup cocok untuk perusahaan Anda. Selain itu, pastikan juga bahwa hal seperti itu memang yang paling karyawan Anda butuhkan bagi perusahaan Anda.

7. Sudah Gagal Dalam Menarik Kandidat Karyawan Baru.

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa dengan memiliki kandidat karyawan terbaik akan lebih memudahkan dalam hal proses rekrutmen. Hal seperti ini sebenarnya juga sering kali menjadi penyebab utama mengapa sebuah bisnis bisa gagal untuk berkembang. Mereka tidak mungkin akan dapat menemukan kandidat yang lebih efisien. Selain itu, penerapan strategi dalam menarik kandidat untuk melamar dalam posisi tertentu juga sangat penting. Anda dapat menggunakan jasa dari sebuah situs pencarian kerja atau berupa alat-alat bantu lain yang sekiranya akan sanggup dalam membantu para calon kandidat terbaik dalam menemukan lowongan pekerjaan bagi Anda.

Kesalahan memang sangat wajar untuk terjadi dan tanpa sengaja dilakukan oleh manusia. Namun jika kesalahan tersebut masih dapat dihindari, mengapa Anda harus menerima akibat buruknya? Maka dari itu, dengan cara mempelajari apa saja yang menjadi penyebab utama dari kebanyakan gagalnya proses rekrutmen karyawan baru pada sebuah perusahaan. Mafka implementor program HRD dan akuntansi mengharapkan agar setidaknya Anda masih bisa untuk menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya, sehingga bisnis Anda masih memiliki peluang agar dapat berkembang dengan lebih efisien.

Sebagai seorang HR atau HR sekaligus sebagai seorang pemilik bisnis, memang sangat penting bagi Anda untuk lebih memfokuskan diri terhadap hal-hal yang bersifata lebih strategic. Dan sekarang ini kabar baiknya adalah seorang manajemen personalia akan dapat menyelesaikan berbagai urusan Administrasi dengan lebih mudah dengan adanya software HRD dan payroll, serta semakin mempermudah dengan didukung oleh teknologi yang sudah berbasis cloud.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

JENIS-JENIS TENAGA KERJA DAN SETIAP HAK DAN KEWAJIBANNYA TERHADAP PERUSAHAAN YANG HARUS DIPAHAMI TIM HRD PERUSAHAAN

Pada dunia kerja yang sesungguhnya, karyawan yang bekerja kepada perusahaan biasanya tidak hanya terdiri dari karyawan tetap saja. Terlebih lagi jika perusahaan tersebut sudah berskala besar. Biasanya, selain karyawan tetap, anggota tim mereka beberapa diantaranya terdiri dari karyawan part time (paruh waktu), pekerja lepas atau freelancer, sampai dengan karyawan magang (praktek anak sekolah).

Setiap masing-masing jenis karyawan, baik itu karyawan tetap, karyawan part time, freelancer dan karyawan magang tentunya memiliki perbedaannya masing-masing, baik dari segi jam kerja, beban kerja, sampai dengan gaji dan upah. Hal ini sangat penting untuk diketahui tim HRD agar pihak perusahaan sendiri dapat memenuhi setiap masing-masing hak dan kewajiban mereka. Jadi sebenarnya, apa saja membedakan antara karyawan part time, karyawan freelancer, karyawan magang?

1. Tenaga Kerja Paruh Waktu (Pekerja Part Time).

Sampai saat ini memang masih belum jelas seputar hukum atau berupa peraturan yang dikeluarkan secara resmi dari pihak pemerintah Indonesia yang mengatur tentang seluk-beluk tentang karyawan part time ini. Karyawan part time bisa juga diartikan sebagai karyawan yang jam kerjanya kurang dari karyawan pekerja full time. Jam kerja full time merupakan 40 jam dalam seminggu atau delapan jam dalam sehari. Nah, jam kerja part time sangat kurang dari itu, dan biasanya tidak sampai 30 jam dalam seminggu.

Pekerjaan part time juga lebih bersifat sementara dan berlangsung selama beberapa periode saja yang telah ditentukan oleh perusahaan. Perusahaan dengan karyawan part time biasanya yang akan menerapkan sistem pergantian shift seperti: restoran, kafe, hotel, maupn bar. Namun, bagi karyawan part time tetap berbeda dari karyawan shift biasanya. Karyawan shift biasa bekerja selama kurang lebih sekitar delapan jam dalam satu kali shift, sedangkan karyawan part time bisa kurang dari itu.

Lalu, terkait dengan permasalahan upah, sekali lagi belum ada peraturan secara resmi yang secara khusus untuk membahasnya. Jadi, biasanya jumlah upah yang ditentukan oleh perusahaan dan telah disepakati oleh karyawan. Selain itu, karyawan part time juga tetap berhak untuk mendapatkan jatah cuti. Jika merujuk kepada Pasal 79 UU Tentang Ketenagakerjaan, pengusaha wajib memberikan hak cuti terhadap karyawan. Dalam setahun, karyawan part time bisa mengambil dua belas hari cuti setelah bekerja selama dua belas bulan secara terus menerus.

Keuntungan bagi Perusahaan Jika Memiliki Pekerja Part Time:

Bagi perusahaan, merekrut karyawan part time bisa sangat menghemat pengeluaran karena mereka tidak ada kewajiban untuk membayar tunjangan, asuransi, atau berupa iuran pensiun. Selain itu, perusahaan juga tidak perlu lagi harus dipusingkan dengan berbagai kerumitan seperti mengurus kontrak kerja, kewajiban untuk pemberian jaminan, dan lain sebagainya.

2. Tenaga Kerja Harian Lepas (Freelancer).

Peraturan pemerintah tentang aturan kerja bagi karyawan freelance atau harian lepas telah dibahas dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep-100/Men/VI/2004 tentang Ketentuan Dalam Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Di dalamnya telah membahas tentang Perjanjian Kerja Harian Lepas. Jadi, jika lebih mengacu kepada KEPMEN tersebut, maka perjanjian para pekerja harian lepas merupakan bagian dari PKWT. Hanya saja, terdapat beberapa perjanjian yang tidak menganut dalam ketentuan umum dari PKWT.

Idealnya adalah, karyawan freelance bekerja selama batas waktu periode tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Biasanya, jasa freelancer banyak dibutuhkan oleh perusahaan untuk membantu pelaksanaan proyek-proyek khusus. Dan jika menganut pada Perjanjian kerja Harian Lepas, karyawan freelance seharusnya bekerja kurang dari 21 hari dalam satu bulan. Jika  karyawan bekerja selama 21 hari atau bahkan bisa lebih dari itu, maka statusnya akan berubah menjadi PKWT.

Besarnya penghitungan upah bagi tenaga kerja freelance idealnya lebih didasarkan kepada volume pekerjaan yang telah diselesaikannya dalam satu hari. Kehadirannya juga biasanya masih tetap menjadi pertimbangan lain dalam penghitungan upah dari tenaga kerja freelancer ini. Nah, jumlah upah per hari ini biasanya juga berbeda-beda pada setiap perusahaan, tergantung dari kebijakan dan kesepakatan yang sudah terjadi antara pihak perusahaan dengan karyawan freelance tersebut.

3. Keuntungan bagi Perusahaan jika Mempekerjakan Tenaga Kerja Freelancer:

Jika dibandingkan dengan karyawan part time, tenaga kerja freelancer bisa dikatakan yang paling fleksibel. Dan karena hal inilah yang menjadi satu kelebihan utama di mata perusahaan dari karyawan freelancer. Fleksibilitas freelancer lebih memungkinkan bagi perusahaan Anda untuk meminta bantuannya kapanpun Anda membutuhkannya. Karena tidak memiliki ikatan kerja yang kuat dengan perusahaan, seorang freelancer juga biasanya memiliki ide-ide yang lebih fresh, sehingga sangat bagus untuk kemajuan perusahaan Anda.

Sudah menjadi tugas utama dari tim HRD untuk mengerti dan memahami status dari setiap karyawan yang bekerja pada perusahaan. Dengan begitu, HRD akan bisa membantu perusahaan dalam memenuhi hak-hak mereka sekaligus untuk mendorong mereka dalam menyelesaikan setiap kewajibannya terhadap perusahaan.

4. Karyawan Magang (Kerja Praktek Lapangan).

Hal-hal yang terkait dengan kerja magang telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Dalam UU tersebut, pemagangan disebut sebagai salah satu bagian dari sistem pelatihan kerja yang harus dilaksanakan secara terpadu antara pelatihan dari lembaga pelatihan dan bekerja secara langsung di bawah pengawasan dan bimbingan dari instruktur atau karyawan perusahaan yang lebih berpengalaman dalam hal urusan pekerjaan. Tujuannya adalah agar para karyawan yang bersangkutan dapat menguasai atau lebih meningkatkan keterampilan tertentu yang mereka miliki.

Biasanya, proses pemagangan ini dilakukan oleh mahasiswa S1 tingkat akhir, jenjang pendidikan Diploma. Sebelum lulus, mereka akan dituntut untuk merasakan secara langsung bagaimana situasi dan kondisi yang terlibat langsung dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Nah, untuk melakukan pemagangan, juga harus terdapat perjanjian secara tertulis diantara peserta magang dengan perusahaan. Jika tidak ada perjanjian, maka proses pemagangan tersebut akan dianggap tidak sah dan status dari para peserta akan berubah menjadi karyawan perusahaan. Khusus bagi yang hendak magang di luar negeri, maka peserta harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari menteri luar negeri.

Idealnya adalah menurut UU Ketenagakerjaan, pekerja magang bisa dilaksanakan maksimal hanya selama setahun. Selama kegiatan magang masih berlangsung, peserta magang berhak untuk mendapatkan uang saku dan/atau uang transportasi, pengakuan kualifikasi kompetensi kerja dari perusahaan, dan Jaminan Kecelakaan Kerja (jaminan sosial tenaga kerja).

Keuntungan Bagi Perusahaan Mempekerjakan Tenaga Magang:

Karena perusahaan hanya perlu mengeluarkan uang saku dan/atau uang transport, maka dengan merekrut karyawan magangpun masih bisa untuk membantu perusahaan dalam menghemat berbagai pengeluaran. Selain itu, dengan merekrut tenaga kerja magang juga akan dapat menjadi salah satu sarana branding bagi perusahaan terhadap para calon karyawan dari kalangan anak-anak muda. Ingat, kebanyakan dari karyawan magang biasanya masih berstatus kuliah tingkat akhir. Setelah mereka selesai magang, mereka pasti akan bercerita tentang pengalamannya magang ditempat Anda kepada teman-temannya. Maka dari itu, pastikan bahwa Anda tetap memperlakukan karyawan magang ini dengan baik, sehingga image perusahaan Anda juga akan menjadi lebih positif.

Nah, agar hal seperti itu dapat menjadi lebih mudah untuk dilakukan, maka HRD dapat memanfaatkan sebuah software HR yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur standar tenaga kerja untuk memenuhi berbagai kebutuhan terkini dari tim HR, mulai dari proses administrasi, database karyawan, slip gaji, BPJS Ketenagakerjaan, PPh 21, bahkan sampai dengan alur kerja.

Dengan memanfaatkan software HR, maka tim HRD bisa lebih meminilasir untuk terjadinya human error dalam hal mengelola setiap karyawan pada perusahaan, baik itu adalah karyawan tetap, karyawan part time, karyawan freelancer sampai dengan karyawan magang, sekalipun. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih. Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

TIPS HR: METODE-METODE UNTUK MENGELOLA SISTEM PENGGAJIAN KARYAWAN PERUSAHAAN ANDA

Dalam perjalanan sebuah perusahaan, selain harus memastikan bahwa setiap anggota dari tim karyawan melakukan tugas-tugas mereka dengan sangat baik dan benar, maka Anda juga diwajibkan untuk memenuhi hak-hak mereka, yaitu dengan memberikan gaji untuk setiap bulannya. Hal tersebut akan menjadikan terjadinya suatu pemahaman tentang metode-metode penggajian para karyawan untuk menjadi sangat penting.

Namun masalahnya, proses penggajian karyawan sebenarnya juga tidak sesimpel seperti hanya sekedar mentransferkan uang gaji kepada masing-masing rekening karyawan saja. Namun juga dibutuhkan adanya suatu metode penggajian para karyawan tertentu agar proses tersebut dapat berjalan dengan lebih lancar dan sama sekali tidak membuat Anda menjadi lebih stress dari sebelumnya.

Berikut ini merupakan beberapa metode penggajian karyawan yang mungkin masih bisa Anda terapkan pada perusahaan milik Anda.

1. Mulai untuk Menggunakan Software HR dan Payroll.

Menurut Anda pribadi, apa yang harus Anda lakukan untuk menciptakan metode penggajian karyawan dengan sistem yang lebih tepat sasaran? Tentu saja adalah dengan menggunakan software HR dan Payroll secara khusus, yang mampu untuk memfollow up proses dari otomatisasi penghitungan penggajian dengan lebih cepat, mudah, akurat dan praktis. Bahkan juga tidak hanya mampu dalam hal proses penggajian saja, namun software HR juga harus mampu untuk membantu Anda dalam melakukan berbagai tugas-tugas lain yang berhubugan dengan sistem HR, seperti halnya input data-data absensi, pengelolaan cuti karyawan, penghitungan pajak, sampai dengan karyawan kontrak.

2. Menyiapkan Rencana Financial Cadangan (Rencana B,C dan seterusnya).

Sebenarnya lebih dari sekadar hak para karyawan saja, selalu ingat bahwa gaji juga dapat menjadi satu bentuk apresiasi dari perusahaan terhadap loyalitas dan kinjera karyawan. Karena itu, sebagai seoarang pemilik bisnis, Anda juga harus memastikan bahwa finansial perusahaan harus selalu berada dalam kondisi yang cukup bagus untuk memberikan gaji terhadap para karyawan setiap bulannya. Tepat waktulah dalam mengirim invoice kepada para klien dan segera kejar klien yang sudah telat melakukan pembayaran piutang. Jangan sampai arus kas milik perusahaan malah terganggu dan menjadikan proses penggajian Anda menjadi berjalan tidak lancar. Jika Anda tidak mampu dalam menggaji karyawan atau melakukannya setelah tanggal deadline hari pencairan gaji karyawan yang telah disepakati bersama, maka bisnis Anda bisa berada dalam masalah yang jauh lebih besar lagi.

3. Mempelajari Hari Deadline dan Tanggal-tanggal Penting.

Sama halnya seperti berbagai hal tentang tugas dan tanggungjawab masing-masing yang harus dilakukan, penggajian karyawan juga sebenarnya memiliki deadline. Dengan jalan menentukan tanggal penggajiannya, maka Anda bisa menyusun perencanaan untuk melakukan berbagai persiapan. Rachel Parkin, seorang Creative Director dari perusahaan Balagan Group, menyatakan bahwa, hal tersebut tidak harus dihadapi dengan rasa stress yang tinggi apabila Anda mengetahui apa yang harus dilakukan sejak dari awal.

Maka dari itu, persiapkan segalanya sejak dari awal, tentukan kapan waktu yang lebih pas bagi  Anda untuk memberikan gaji terhadap para karyawan. Biasanya, perusahaan akan melakukannya setiap sebulan sekali, entah itu dijadwalkan pada awal atau akhir bulan. Namun juga tidak menutup kemungkinan bahwa Anda juga ingin melakukannya setiap dua atau tiga minggu sekali. Apapun keputusan yang telah Anda buat, maka pastikan bahwa Anda memang sudah mengkomunikasikannya terhadap seluruh karyawan dan harus mematuhi deadline yang telah ditentukan bersama. Sebaiknya Anda harus memilih waktu penggajian yang sudah sesuai dengan siklus pemasukan dan pengeluaran perusahaan juga.

4. Membuat Sistem Khusus untuk Menghitung Gaji Karyawan.

standarnya, bahwa gaji di perusahaan akan dihitung berdasarkan dari lapisan jabatan dalam struktur organisasi perusahaan yang masih berlaku. Anda bisa memberikan gaji per bulan, berdasarkan setiap tugas-tugas yang telah berhasil diselesaikan, menambahkan bonus, dan lain sebagainya. Namun, bagaimanapun juga Anda harus tetap menghitung gaji karyawan, Anda sangat dianjurkan untuk menerapkan sistem khusus yang dapat semakin memudahkan Anda dalam melakukan proses penghitungan gaji tersebut. Jika Anda tetap melakukan penghitungan gaji bagi setiap karyawan secara manual, maka hal tersebut hanya akan menjadikan Anda semakin lebih pusing dan tentu saja hanya akan membuang banyak sekali waktu Anda.

Menggunakan software HR sebenarnya juga tidak hanya akan mampu semakin mempermudah dari penggunaan metode-metode penghitungan gaji karyawan saja, akan tetapi juga akan semakin memperlancar dari keseluruhan fungsi-fungsi HR. Dengan berbagai fungsi HR yang sudah mulai serba terotomatisasi tersebut, maka Andapun sebenarnya juga sudah memiliki lebih banyak waktu untuk bisa dimanfaatkan dan lebih bisa fokus kepada hal-hal lain yang sangat berguna untuk perkembangan peusahaan.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software HRD dan Payroll serta software Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top