Kategori: Software HRD & Pay Roll

BAGAIMANA PROSEDUR TERBAIK DALAM MENGELOLA SISTEM PENGGAJIAN KARYAWAN ANDA

Selamat! Adalah sebuah ucapan yang pantas jika Anda sudah berhasil merekrut anggota tim baru untuk membantu Anda dalam mengembangkan bisnis. Perjalanan baru saja akan dimulai. Selain harus memastikan bahwa setiap anggota tim yang sudah melakukan tugas-tugasnya dengan baik dan benar, maka Anda juga sangat diwajibkan untuk memenuhi hak-hak mereka, yaitu untuk memberikan gaji bagi mereka setiap bulannya.

Permasalahan seputar proses penggajian karyawan memang tidaklah sesimpel seperti hanya sekedar mentransferkan uang kepada rekening masing-masing karyawan saja. Dibutuhkan adanya suatu metode penggajian bagi karyawan tertentu agar proses tersebut dapat berjalan dengan lancar dan tidak menjadikan Anda semakin bertambah stres.

Karena hal itulah maka berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin bisa Anda lakukan dalam menerapkan prosedur seputar penggajian karyawan.

1. Pelajari Setiap Deadline dari Tanggal-tanggal Penting.

Sama halnya seperti berbagai macam jenis tugas dan tanggungjawab yang harus dilakukan, penggajian karyawan juga memiliki deadline nya sendiri. Dengan cara menentukan tanggal deadline penggajian, maka Anda akan bisa menyusun berbagai perencanaan untuk melakukan persiapan. Rachel Parkin, seorang Creative Director dari perusahaan Balagan Group, menyatakan bahwa: “melakukan penggajian karyawan tidak boleh dihadapi dengan menunjukkan rasa stres yang berlebihan apabila Anda sudah tahu apa yang harus dilakukan sejak dari awal.”

Maka dari itu, sejak dari awal, tentukanlah waktu yang tepat kapan Anda harus membayarkan gaji terhadap para karyawan. Biasanya, perusahaan akan melakukannya setiap sebulan sekali, entah saat itu adalah pada masa awal maupun akhir bulan. Namun, tidak akan menutup kemungkinan juga apabila Anda ingin melakukannya setiap dua minggu sekali. Apapun keputusan Anda, pastikanlah bahwa Anda sebelumnya sudah mengomunikasikannya kepada seluruh karyawan dan juga harus mematuhi deadline yang telah ditentukan sebelumnya. Sebaiknya Anda harus memilih waktu penggajian yang sesuai dengan siklus pemasukan dan pengeluaran perusahaan.

2. Buatlah Sistem yang secara Khusus untuk Menghitung Gaji Karyawan.

Idealnya adalah gaji dari perusahaan akan dihitung berdasarkan struktur organisasi yang masih berlaku. Anda bisa memberikan gaji per bulan, berdasarkan tugas yang berhasil diselesaikan, atau menambahkan bonus, dan lain sebagainya. Namun, bagaimanapun saat Anda menghitung gaji karyawan, Anda dianjurkan untuk menerapkan sistem khusus yang dapat memudahkan Anda dalam melakukan penghitungan tersebut. Jika Anda tetap melakukan penghitungan gaji setiap karyawan secara manual, maka hal itu hanya akan menjadikan Anda semakin pusing dan tentu saja sangat membuang-buang waktu Anda.

3. Berinvestasi dengan Menggunakan Software HR.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan dalam menciptakan metode penggajian karyawan dengan sistem yang lebih tepat? Jawaban terbaiknya adalah dengan menggunakan software khusus HR, yang mampu dalam melakukan otomatisasi terhadap berbagai proses penggajian secara lebih mudah dan praktis. Bahkan, sebaiknya (jika ada) Anda tidak hanya sekedar berinvestasi untuk software yang mampu dalam hal system penggajian saja, namun juga harus mampu dalam membantu Anda untuk melakukan tugas-tugas lainnya yang berhubungan dengan HR, seperti input data-data absensi, pengelolaan hak cuti karyawan, penghitungan pajak penghasilan, berbagai jenis tunjangan dan berbagai potongan-potongan seputar penggajian, hanya dengan melakukan satu klik, Anda bisa langsung mengirimkan slip gaji kepada masing-masing karyawan dan pelaporan PPh 21 online kepada pihak kantor pajak sampai dengan data-data karyawan kontrak dan lain sebagainya.

4. Siapkan Perencanaan Cadangan Secara Finansial.

Lebih dari sekadar hak karyawan, ingatlah bahwa gaji juga dapat menjadi sebuah bentuk apresiasi dari perusahaan terhadap para karyawan. Karena hal itu, sebagai pemilik bisnis, Anda juga harus memastikan bahwa finansial perusahaan harus selalu berada dalam kondisi yang bagus untuk memberikan gaji kepada para karyawan setiap bulannya. Tepat waktulah dalam mengirimkan invoice kepada para klien dan segera kejar klien yang sudah telat dalam melakukan pembayaran. Jangan sampai arus kas dari perusahaan Anda terganggu dan menjadikan proses untuk penggajian Anda sampai berjalan tidak lancar. Apabila Anda tidak menggaji setiap karyawan atau melakukannya setelah deadline yang telah disepakati bersama, maka bisnis Anda bisa saja berada dalam masalah besar.

Software HR sebenarnya tidak hanya mampu dalam hal mempermudah metode penggajian karyawan saja, akan tetapi juga semakin memperlancar keseluruhan dari fungsi-fungsi HR. Dengan berbagai fungsi HR yang sudah serba terotomatisasi melalui software HR, maka Anda pun akan memiliki lebih banyak waktu agar bisa fokus kepada hal-hal lain dalam usaha untuk mengembangkan bisnis Anda.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

CARA-CARA TERBAIK UNTUK RETENSI (USAHA MEMPERTAHANKAN) KARYAWAN BAGI PERUSAHAAN ANDA

Seperti apa cara untuk meretensi karyawan yang paling jitu bagi perusahaan? Resign-nya salah satu karyawan terbaik milik perusahaan merupakan mimpi terburuk bagi para pelaku bisnis. Tidak hanya harus segera mencari penggantinya saja, namun Anda juga harus mempertimbangkan tentang dampaknya terhadap karyawan-karyawan lain. Jangan sampai hal itu juga malah memancing mereka untuk juga ikut-ikutan resign. Itulah mengapa setiap perusahaan sebaiknya wajib memikirkan tentang retensi karyawan. Pada dasarnya, hal itu memang lebih mengacu kepada bagaimana cara yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan para karyawannya. Apa saja cara-cara tersebut?

Berikut Adalah Beberapa Cara Dalam Proses Retensi Karyawan Yang Mungkin Dapat Anda Lakukan Pada Perusahaan Milik Anda

Sangat penting artinya bagi seorang HR untuk mengetahui bagaimana caranya untuk meretensi karyawan terbaik pada Perusahaannya.

1. Anda Jangan Hanya Bertindak Sebagai Seorang Motivator Saja.

Sebagai bentuk penghargaan karena loyalitas dari karyawan yang telah lama bekerja dan mampu bekerja sesuai dengan target dari perusahaan, maka Andapun jangan lantas merasa tenang-tenang saja, bisa jadi mereka malah merasa tidak dihargai oleh perusahaan Anda dan malah akan merencanakan untuk resign. Karenanya cegah hal itu jangan sampai terjadi dengan memberinya berbagai macam penghargaan yang berupa bonus, kendaraan dinas, cuti, dan banyak lagi hal-hal lain yang bermanfaat bagi karyawan Anda. Meskipun terkesan banyak, namun hal itu sebenarnya hanya setengah dari keseluruhan upaya dalam mempertahankan karyawan Anda. Tanpa Anda sadari, jangan sampai Anda membuat kesalahan yang fatal terhadap karyawan. Mayoritas pemimpin perusahaan biasanya terlalu fokus untuk memotivasi karyawan mereka agar bekerja dengan lebih giat lagi, yang sayangnya tidak diikuti dengan upaya maksimal dalam mengetahui penyebab utama mengapa karyawannya seringkali menemukan kesulitan-kesulitan dalam melakukan segala sesuatunya. Ini adalah cara retensi karyawan pertama yang harus Anda lakukan.

2. Memberikan Pelatihan Untuk “Meninggalkan Perusahaan”.

Melihat judulnya saja, mungkin Andan akan bertanya-tanya, “Bagaimana bisa retensi karyawan akan semakin meningkat jika harus dilatih untuk “meninggalkan perusahaan?” Anda bisa mencontoh strategi yang dilakukan oleh My Maid Service. Sebagai sebuah “hadiah” karena para karyawan baru bersedia untuk terikat kontrak kerja selama dua tahun, My Maid Service telah memberikan training dan berusaha untuk mendaftarkan karyawan dari kelas-kelas community college yang sesuai dengan minat serta passion mereka masing-masing. My Maid Service juga akan memberikan mereka tugas yang berdasarkan dari kedua hal tersebut. Misalnya saja, apabila seorang karyawan memiliki passion dalam marketing, maka My Maid Service akan menawarkan tugas untuk menciptakan kampanye tertentu. Hasilnya, tingkat turnover perusahaan malah menjadi 0% dari yang semula adalah 300%! Cara retensi karyawan yang benar-benar luar biasa bukan?

3. Memanfaatkan Distraksi dari Internet Jika Memang Diperlukan.

Sebagai seorang atasan, tentunya Anda tidak ingin karyawan harus menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengerjakan hal-hal yang tidak berhubungan dengan kepentingan perusahaan, akan tetapi tidakkah Anda ingin agar mereka menggunakan sebagian besar dari waktu pribadinya untuk meningkatkan bisnis mereka? Beberapa dari karyawan suatu divisi mungkin akan lebih suka untuk bekerja dari rumah selama satu hingga dua hari agar bisa lebih fokus tanpa adanya celah distraksi. Coba biarkan saja hal itu terjadi. Terlebih lagi, sekarang sudah ada berbagai macam jenis perangkat online yang semakin memudahkan proses kerja meskipun karyawan tidak saling bertatap muka secara. Tentu saja kuncinya hanya terletak pada kepercayaan, baik itu adalah terhadap karyawan, tim, proses kerja, sampai dengan brand yang telah Anda bangun.

4. Meningkatkan Akses dalam Perusahaan.

Akses yang ternyata memiliki peranan terpenting sebagai salah satu cara untuk meretensi karyawan pada perusahaan. Setiap perusahaan pastinya memiliki hirarkinya sendiri untuk menentukan struktur organisasi. Pada satu sisi, hal ini memang dapat memenuhi berbagi kebutuhan-kebutuhan tertentu dari perusahaan. Namun, di sisi lainnya, biasanya justru akan bisa menyebabkan terjadinya gap di antara para karyawan level junior dan para eksekutifnya. Agar hal tersebut tidak sampai terjadi, maka tingkat transparansi dan akses memadai tentunya sangat dibutuhkan demi semakin terciptanya kepercayaan dan loyalitas dari mereka.

Misalnya, Anda bisa sejenak meluangkan waktu khusus untuk mengadakan sesi mentoring antara karyawan dari level junior dan para eksekutifnya. Sebagai contoh lain, perusahaan SoundCloud telah membiarkan para karyawannya untuk mengikuti rapat level eksekutif, namun sebagai gantinya, mereka harus menulis postingan blog tentang hasil dari rapat untuk kemudian dibagikan kepada para tim internal perusahaan.

5. Memancing Rasa Penasaran Para Karyawan

Pada saat dilanda rasa penasaran, maka Anda pastinya akan melakukan berbagai macam cara untuk memuaskannya, bukan? Begitu pula dengan karyawan Anda. Ciptakanlah sebuah atmosfer di mana para karyawan akan merasa terpancing untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menjadikan mereka ingin belajar dan terus berkembang. Tentu pastikan pula Anda juga sudah menyiapkan jawaban-jawaban yang dapat menjawab pertanyaan dan memuaskan rasa ingin tahu mereka. Namun, jangan hanya menceritakan tentang kesuksesan saja. Tunjukkan juga bahwa Andapun pernah melakukan kesalahan, namun justru malah karena kesalahan tersebut lah, maka Anda mampu dalam mengambil pelajaran yang membawa Anda bisa sampai ke posisi seperti sekarang.

Semoga cara-cara di atas akan dapat membantu Anda untuk meningkatkan retensi karyawan terbaik di perusahaan Anda. Ingatlah bahwa karyawan merupakan asset paling berharga yang pernah dimiliki oleh perusahaan. Tanpa adanya ide dan kerja keras yang mereka berikan, maka nasib perusahaan akan bisa terombang-ambing. Agar bisa lebih focus untuk melakukannya, maka gunakanlah software HR dan payroll agar segala pekerjaan administrasi yang berhubungan langsung dengan HR bisa serba terotomatisasi.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

ALASAN-ALASAN BAGI KARYAWAN UNTUK MENGAJUKAN RESIGN HARUS MENJADI PERHATIAN KHUSUS BAGI HRD PERUSAHAAN

Karyawan yang mengajukan resign dari perusahaan, sebenarnya apa saja alasannya? Manajer HRD yang baik tentunya pasti tahu betul bagaimana besarnya biaya dan berbagai macam resiko yang harus ditanggung oleh perusahaan hanya untuk sekedar merekrut kandidat karyawan baru. Oleh karena itu mereka akan melakukan berbagai macam cara hanya untuk mempertahankan karyawan yang sudah ada dan mencoba untuk mengembangkannya, terutamanya bagi karyawan yang memiliki kontribusi terbesar bagi perusahaan. Namun fakta yang sebenarnya terjadi tidak demikian, semua karyawan yang masih dapat dipertahankan tidak peduli seberapa baik mereka diperlakukan oleh perusahaan.

Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa karyawan sangat ingin mengajukan permohonan resign resign ( mengundurkan diri) dari perusahaan yang harus dipahami oleh setiap manajer HRD perusahaan:

1. Karyawan yang Merasa Kurang Dihargai Oleh Perusahaan.

Alasan pertama bagi karyawan yang berkeinginan untuk mengajukan resign dari perusahaan adalah karena mereka merasa kurang bahkan mungkin sama sekali tidak dihargai oleh perusahaan. Merasa dihargai merupakan prioritas terpenting pertama bagi seorang karyawan sebelum uang gaji, dan ini bukan berarti seorang manajer HRD harus memberikan pujian untuk sikap loyalitas yang tinggi bagi perusahaan atau pada saat mereka telah menyelesaikan tugas-tugasnya dengan tepat waktu. Mereka hanya butuh diingatkan dari waktu ke waktu bahwa kontribusi mereka memang sangat bernilai besar bagi perusahaan. Mengabaikan mereka terlalu lama, itu sama halnya dengan menyuruh mereka untuk mencari penghargaan dan prestasi kerja dari tempat lain (perusahaan baru).

2. Perubahan Dalam Lingkup Manajemen.

Perusahaan yang kurang peduli tentang dampak dari perubahan kebijakan, akan kehilangan banyak sekali tenaga yang berharga. Meluangkan sedikit waktu untuk sekedar berdiskusi dengan orang-orang yang paling terkena dampak dari perubahan kebijakan tersebut adalah hal terpenting untuk dilakukan dalam memastikan proses transisi perusahaan masih tetap berada pada jalur yang benar. Dan hal inilah yang sering menjadi alasan penting lainnya bagi karyawan untuk mengajukan permohonan resign dari perusahaan.

3. Kurangnya Waktu Untuk Istirahat.

Alasan karyawan resign selanjutnya adalah karena sempitnya waktu untuk beristirahat bagi mereka. Dalam usaha untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan menekan biaya seminimal mungkin, beberapa pengusaha seringkali memaksa karyawannya untuk bekerja beberapa jam lebih lama untuk mengerjakan berbagai tugas tambahan. Cara seperti ini mungkin saja akan berhasil untuk menekan biaya sementara waktu, namun pada akhirnya hal itu justru akan menyebabkan biaya yang jauh lebih tinggi dan tingkat produksi yang lebih rendah karena para pekerja akan mulai bosan dengan jadwal yang ketat dan terlalu mengintimidasi dan memaksa mereka untuk bekerja lebih berat dengan waktu istirahat yang sangat sedikit.

4. Kurangnya Fasilitas Kompensasi Bagi Karyawan.

Ini merupakan permasalahan terpenting lainnya yang seringkali diabaikan oleh pihak manajemen dan harus secepatnya ditangani. Sudah bukan rahasia lagi bahwa jika perusahaan yang lebih bermurah hati dalam hal seperti ini, maka perusahaan tersebut bisa dikatakan sebagai perusahaan yang jauh lebih sukses. Kurangnya kompensasi juga dapat menjadi alasan lain bagi karyawan untuk mengajukan resign dari perusahaan Anda.

5. Mesin dan Peralatan yang Sudah Mulai Usang (Tidak Layak Pakai).

Apakah itu adalah mesin fotocopy, komputer atau sistem telepon kantor, peralatan yang menjadikan pekerjaan terhambat bagi mereka yang menggunakannya berperan sangat besar bagi seorang karyawan untuk keluar dan mencari tempat bekerja yang baru. Dalam waktu jangka panjang, mengganti para pekerja yang sudah keluar tersebut terbukti seringkali jauh lebih mahal daripada harus mengganti peralatan baru dengan yang lebih modern.

6. Target yang Tidak Masuk Akal.

Menetapkan target itu sangatlah penting untuk menjaga tingkat produksi dan mencapai hasil yang lebih maksimal. Hal ini juga berlaku pada semua aspek kehidupan, baik itu adalah pribadi maupun perusahaan. Akan tetapi meningkatkan target secara terus-menerus tanpa memperhatikan apa yang diperlukan dalam mencapainya hal itu biasanya akan berakhir dengan keruntuhan mental dan motivasi para pekerjanya. Karyawan yang terus-menerus mengalami hal ini pada akhirnya akan memutuskan bahwa itu sangatlah tidak layak dan tidak masuk akal, dan akhirnya merekapun akan mengajukan resign.

7. Kurangnya Dukungan Dari Pihak Manajemen Bagi Karyawan.

Manajer yang tidak bersedia mendukung karyawan yang bergantung kepada mereka (manajer) akan semakin kesulitan untuk mempertahankan para karyawan dibawahnya. Seorang manajer bukan berarti harus selalu menjadi pendengar dari setiap keluhan mereka, akan tetapi harus memberikan dukungan dan sedikit bantuan motivasi, bahkan pada saat harus melibatkan urusan yang bukan bagian dari tujuan dari karir Anda. Ini adalah tentang bagaimana Anda agar bisa menjadi pemimpin yang dihormati oleh karyawan.

8. Kurangnya Tantangan Bagi Karyawan.

Pada saat karyawan mulai merasa bosan dengan pekerjaannya yang sehari-harinya terlalu monoton, maka pikiran mereka akan mulai mencari sesuatu yang lebih menarik dan yang lebih menantang. Apabila hal itu tidak dapat mereka temukan di perusahaannya yang sekarang, maka mereka akan mencarinya ditempat lain (tempat kerja baru). Menjaga karyawan agar tetap merasa tertantang dengan berbagi tugas-tugas yang lebih bervariasi dan tetap bermanfaat adalah cara terbaik untuk menjaga mereka dari niat untuk meninggalkan perusahaan.

9. Lingkungan Kerja yang Kurang Menyenangkan.

Perhatikanlah suasana tempat Anda bekerja, apakah karyawan Anda tampak merasa senang berada di sana? Apakah terdapat pengaruh positif bagi para staff Anda yang terpancar dari sikap antusiasme mereka?. Jika tidak, maka segera tanyakan kepada diri sendiri mengapa bisa demikian? Tempat kerja tidak harus selalu membosankan. Bahkan perusahan-perusahaan besar yang sangat suksespun selalu berlomba-lomba untuk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Bukan berarti harus mengadakan sebuah pesta meriah, namun setidaknya Anda harus membangun suasana keakraban diantara para karyawan Anda, dengan menebarkan senyum tulus misalnya dan lain sebagainya.

Manajer HRD yang baik dan penuh perhatian akan meluangkan sedikit waktunya untuk memperhatikan kebutuhan para karyawan dengan melihat nilai mereka dari perspektif jangka panjangnya. Perusahaan telah menghabiskan banyak sekali waktu, tenaga dan uang hanya untuk mendapatkan dan mempekerjakan orang yang tepat. Semua ini akan menjadi sia-sia apabila perusahaan tidak bisa menjaga keberadaan mereka.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

HAL-HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN DIVISI HRD SEBELUM PELAKSANAAN TES INTERVIEW KARYAWAN BARU

Dalam menentukan siapa kandidat terbaik yang benar-benar cocok untuk mengisi sebuah posisi jabatan di perusahaan, Anda mungkin akan membutuhkan adanya teknik wawancara yang terbaik. Karena Anda membutuhkan pertanyaan yang lebih tepat dalam mengorek informasi sebanyak mungkin sehingga pilihan Anda sudah benar-benar tepat. Untuk mendukung hal itu, sebagai seorang HR manager, Anda harus tahu betul tentang tes wawancara, bahkan harus dipersiapkan sebelum akan dimulai.

Lalu, persiapan seperti apa saja yang harus dilakukan oleh tim HR sebelum akan melakukan tes wawancara kerja karyawan baru?

1. Mengenali Para Kandidat.

Seperti kata pepatah, tak kenal maka juga tak sayang. Dalam sebuah interview pekerjaan, mayoritas kandidat sudah pasti akan menunjukkan bahwa mereka sedang dalam kondisi yang paling sempurna. Namun, bisa jadi sebenarnya kandidat ini tidak seperti itu. Oleh karenanya, sangat disarankan untuk mengenal lebih jauh seputar para kandidat melalui media apapun, bisa dari Google, LinkedIn, Facebook, atau bahkan Twitter sebelum tes wawancara tersebut akan dimulai. Andapun akan dapat lebih mudah dalam mengenali sosok aslinya melalui cara seperti ini.

2. Perencanaan Perekrutan Pra Interview.

Sebuah perusahaan biasanya akan merekrut orang karena mereka memiliki permasalahan kebutuhan posisi yang memang harus diisi. Sebelum akan melakukan wawancara kerja, sangat disarankan untuk mengidentifikasi kebutuhan tersebut dan tentukan bagaimana Anda akan mengukur kesuksesan pada posisi tersebut. Anda harus paham betul tentang apakah memang perusahaan membutuhkan posisi tersebut. Jika memang iya, maka sebelum tes wawancara, berikanlah pemberitahuan terhadap setiap kandidat tentang apa saja yang akanAnda tanyakan pada saat wawancara kerja sehingga mereka akan dapat bersiap-siap.

3. Buatlah Daftar Pertanyaan untuk Proses Interview.

Membuat beberapa pertanyaan wawancara tentang hal-hal apa saja yang ingin Anda ketahui dari kandidat karyawan. Mulailah dari contoh sebuah pertanyaan wawancara yang paling mudah seperti “Ceritakan tentang diri Anda” dan lanjutkan dengan “Mengapa Anda tertarik dengan posisi ini/pada perusahaan ini?”. Dua pertanyaan tersebut akan sangat membantu Anda dalam mengenali secara lebih jauh tentang siapa bagaimana mereka, apa saja yang terpenting bagi mereka, lalu bagaimana mereka akan melihat diri mereka sendiri, serta bagaimana mereka akan melihat lingkungan sekitar. Batasi pula waktu untuk mereka dalam menjawab pertanyaan wawancara. Setidaknya, berikan dua menit untuk setiap pertanyaan yang telah diajukan.

4. Catatlah Setiap Istilah yang Masih Kurang Anda Pahami.

Saat tes wawancara sudah dimulai, mungkin kandidat akan mengungkapkan sesuatu atau istilah yang bisa saja tidak Anda mengerti. Maka Anda jangan pernah merasa ragu untuk menanyakan hal tersebut, karena hal inilah yang akan sangat membantu Anda dalam memahami bagaimana sesungguhnya pengetahuan serta pengalaman dari orang tersebut. Misalnya, “Anda menyebutkan X, bisakah Anda menjelaskan kepada saya tentang hal tersebut?”. Oleh karena itu, catatlah setiap hal yang memang membuat Anda merasa bingung dari setiap pernyataannya.

5. Berikan Kesempatan Bagi Kandidat untuk Bertanya.

Sebelum tes wawancara kerja dimulai, kandidat kemungkinan besar sudah mencari tahu terlebih dahulu tentang profil perusahaan Anda. Dari sinilah sangat penting bagi Anda untuk memberikan kepada kandidat kesempatan untuk bertanya tentang bagaimana seluk-beluk perusahaan atau apapun yang mereka ingin ketahui dari perusahaan Anda. Dari berbagai pertanyaan tersebut, mungkin saja Anda bisa mengetahui tentang bagaimana ketertarikan kandidat tersebut atas posisi yang telah Anda tawarkan.

Mengerti secara lebih mendalam tentang bagaimana kandidat memang bisa saja dilakukan dengan tes wawancara. Namun, tes wawancara kerja yang paling baik juga perlu persiapan yang benar-benar matang. Dengan begitu, Anda tidak hanya akan membantu perusahaan untuk bisa berkembang menjadi lebih baik, namun juga akan memberikan kesempatan bagi kandidat terbaik Anda untuk bisa berkarir secara lebih optimal.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

Scroll to top