Tag: Asset tetap dan persediaan

PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP AKTIVA ASSET DAN PERSEDIAAN SERTA METODE PERSEDIAAN FIFO

Setiap perusahaan pastinya memiliki perlakuan-perlakuan akuntansi tertentu terhadap jenis-jenis barang tertentu yang ingin dianggap dan digunakan sebagai apapun tergantung dari kebutuhan perusahaan itu sendiri. Apakah barang tersebut akan dianggap sebagai persediaan atau sebagai sebuah asset-asset berharga milik perusahaan, seperti contoh: sebuah barang pada suatu perusahaan akan dianggap sebagai suatu aktiva (asset-asset berharga) yang berupa mesin pabrik untuk digunakan dalam proses produksi yang merupakan aktiva tetap bagi sebuah perusahaan manufaktur, namun barang asset tersebut akan diperlakukan berbeda pada jenis perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan, yaitu berupa mesin-mesin pabrikasi akan dianggap sebagai suatu aktiva berjenis persediaan (barang-barang persediaan penjualan) berupa mesin-mesin produksi untuk dijual.

Persediaan barang sendiri juga masih dikelompokkan lagi disesuaikan dengan masing-masing jenis usahanya, seperti: dalam bidang perdagangan, persediaan merupakan aktiva dalam bentuk yang sudah siap dijual kembali dan yang paling aktif dalam kegiatan usaha. Pada bidang perusahaan jasa, persediaan dianggap sebagai sarana penunjang dalam proses penjualan jasa. Sementara untuk jenis perusahaan manufaktur sendiri, persediaan bisa dikategorikan menjadi beberapa jenis, yaitu: persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan barang setengah jadi atau barang jadi.

Perbedaan yang terjadi dalam hal pengelompokan diantara ketiga jenis perusahaan tersebut, yaitu perusahaan dagang, perusahaan jasa dan manufaktur diakibatkan karena setiap masing-masing fungsi persediaan dari ketiga bidang usaha tersebut memang berbeda-beda. Fungsi utama persediaan dari perusahaan dagang adalah sebagai barang-barang penjualan yang didapatkan sudah dalam bentuk jadi, yang mana tidak membutuhkan adanya proses pengolahan apapun. Sedangkan untuk fungsi perusahaan manufaktur adalah untuk mengolah persediaan bahan-bahan mentah untuk menjadi produk jadi. Seperti contoh pada bidang usaha dagang yang dapat menerapkan metode seperti ini adalah jenis usaha ritel modern seperti supermarket, untuk jenis usaha manufaktur berupa pengolahan makanan maupun obat-obatan.

Dalam mengelola inventorynya biasanya diterapkan berbagai jenis metode, dan salah satunya adalah berupa metode FIFO (First In First Out) merupakan metode untuk penilaian persediaan yang mana barang-barang yang pertama kali masuk akan dijual terlebih dahulu. Metode ini lebih banyak diaplikasikan pada berbagai jenis usaha, karena proses perhitungannya yang lebih sederhana diantara metode-metode lain, baik dengan menggunakan sistem fisik/periodik maupun berupa sistem perpetual yang nantinya akan menghasilkan penilaian persediaan yang sama. Karena itu harga perolehan dari barang yang telah dibeli lebih awal akan langsung dibebankan sebagai HPP.

Metode FIFO menganggap bahwa barang yang telah pertama kali terjual karena pesanan adalah barang yang sebelumnya telah mereka beli lebih awal. Karena itu, barang yang telah terbeli lebih dahulu adalah barang yang harus pertamakali yang harus dijual, sedangkan barang yang masih belum terjual dapat diasumsikan sebagai biaya terakhir. Sehingga dalam menentukan pendapatan, maka biaya-biaya sebelumnya harus dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru akan digunakan untuk menilai laporan. Aliran fisik dari barang-barang yang tidak nampak secara langsung karena pengambilan barang dari gudang yang berdasarkan pengaturan barangnya. Maka metode seperti ini akan lebih nampak pada perhitungan harga pokok barang, yang mana segala jenis biaya yang digunakan untuk membeli barang pertama kali tersebut akan dianggap sebagai COGS (Cost of Goods Sold/Harga Pokok Penjualan). Keuntungan dari penerapan metode FIFO ini adalah pada setiap akhir inventory akan selalu tercatat harga beli yang terbaru, sehingga akan dapat memberikan gambaran yang sebenarnya tentang update harga beli terbaru setiap jenis barang-barang inventory.

Berikut ini merupakan beberapa jenis penggunaan metode dari sistem persediaan yang biasanya paling banyak digunakan oleh berbagai jenis bidang usaha:

1. Physical Inventory System (Sistem Fisik Periodik).

Harga Pokok Penjualan (HPP) dalam sistem ini akan dihitung secara periodik dengan hanya mengandalkan perhitungan fisik pada persediaan tanpa melakukan pencatatan harian apapun terhadap unit barang yang sudah terjual atau yang masih berada ditangan. Sistem seperti ini biasanya digunakan untuk menentukan jumlah persediaan barang dan akan dilakukan pada setiap akhir periode akuntansi (bulanan).

Pada dasarnya sistem seperti ini memang cukup sederhana dan sangat mudah untuk diterapkan, namun juga tetap masih memiliki kelemahan dalam hal pengawasan persediaan. Setiap persediaan yang hilang tidak akan dapat terdeteksi dan pihak manajemen sendiri juga tidak memiliki alat yang cukup untuk mengontrol jumlah-jumlah dari persediaan setiap waktu.

2. Perpetual Inventory System (Sistem Pencatatan Perpetual).

Sistem yang mengharuskan untuk selalu melakukan pencatatan secara kontinyu (berkelanjutan) dengan cara menelusuri persediaan dan harga pokok penjualan (HPP) secara harian atau setiap kali terjadi penjualan. Perkiraan persediaan akan dicatat dalam kartu persediaan yang akan memuat setiap transaksi dari setiap masing-masing persediaan, seperti: nama barang, tempat penyimpanan barang, dan kode barang.

Sistem perpetual ini sangat mempermudah dalam penyusunan neraca dan laporan perhitungan laba rugi, karena pada saat penentuan persediaan akhir, maka tidak perlu lagi untuk melakukan penghitungan fisiknya, namun lebih baik untuk tetap melakukan perhitungan fisiknya untuk tujuan pengawasan terhadap persediaan barang, baik secara fisik maupun pencatatan.

Nah, itulah sedikit penjelasan seputar perlakuan akuntansi terhadap aktiva berupa asset atau sebagai persediaan serta seputar metode persediaan FIFO. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top