Tag: Auditor Finance & accounting Palangkaraya

SEPUTAR PAJAK: FUNGSI SPT TAHUNAN DAN SPT TAHUNAN BAGI BADAN USAHA

Bagi Anda yang masih berstatus sebagai karyawan, tentunya juga akan dikenakan pajak yang harus dipotong melalui perusahaan. Namun mengapa masih tetap harus melaporkan SPT untuk setiap tahunnya?

Agar tidak sampai terjadi salah pengertian dalam menjawab pertanyaan tersebut, maka terlebih dahulu kita harus memahami apa sebenarnya pengertian dan fungsi dari surat pemberitahuan (SP).

1. Sebenarnya Apa Fungsi Utama Dari SPT Tahunan itu?

SPT Tahunan bagi Wajib Pajak (WP) penghasilan yang berfungsi sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya, terutama untuk melaporkan, sepert:

• Pembayaran atau pelunasan pajak yang sudak dilakukan sendiri dan/ atau melalui pemotongan atau berupa pemungutan pihak lain dalam 1 tahun pajak atau bagian tahun pajak.
• Penghasilan yang menjadi objek pajak dan/atau bukan objek pajak.
• Harta dan kewajiban yang dimiliki.
• Pembayaran dari pemotong atau pemungut tentang pemotong atau pemungutan pajak orang pribadi atau badan lain dalam 1 masa pajak yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Nah, meskipun sebagai karyawan. Namun gaji Anda harus tetap dipotong dan dibayarkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja, dan SPT juga tetap harus dilaporkan karena mungkin saja Anda memiliki penghasilan dari sumber lain. Misalnya selain sebagai karyawan, Anda juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai pengusaha online atau freelancer.

2. SPT Tahunan Badan Usaha.

Selain harus dilaporkan oleh orang pribadi, SPT Tahunan juga harus tetap dilaporkan oleh Wajib Pajak Badan (formulir 1771). Adapun bentuk formulir dari SPT Tahunan telah diatur dalam PER-26/PJ/2013 tentang perubahan atas PER-34/PJ/2010.

Adapun ketentuan yang terkait dengan SPT Tahunan tersebut adalah:

1. Setiap Wajib Pajak wajib mengisi SPT dengan benar, lengkap, dan jelas.
2. Setiap Wajib Pajak tetap wajib mengisi SPT dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf latin, angka Arab, satuan mata uang rupiah atau mata uang asing jika mendapatkan ijin dari Menkeu.
3. Setiap Wajib Pajak tetap wajib  menandatangani SPT.
4. Setiap Wajib Pajak juga harus menyampaikan SPT ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar dulu atau sudah dikukuhkan atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jendral Pajak.
5. Wajib Pajak dapat mengambil sendiri SPT di tempat yang ditetapkan oleh Direktur Jendral Pajak atau mengambil dengan cara lain yang tata cara pelaksanaannya telah diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.
6. Wajib Pajak dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian SPT Tahunan PPh untuk paling lama sekitar 2 (dua) bulan dengan cara menyampaikan pemberitahuan secara tertulis atau dengan cara lain terhadap Direktur Jenderal Pajak yang ketentuannya telah diatur dengan atau berdasarkan Peraturan dari Menteri Keuangan.
7. Bentuk dan isi SPT serta keterangan dan/atau dokumen yang harus dilampirkan, dan tata cara yang digunakan untuk menyampaikan SPT telah diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.

Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dalama memahami seputar SPT Tahunan, terimakasih dan salam sukses.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

MAMPUKAH PENYEDIA SOFTWARE AKUNTANSI ONLINE MENJAMIN KEAMANAN DARI CYBER CRIME (KEJAHATAN CYBER)

Semakin pesatnya perkembangan dunia digital banyak sekali memberikan dampak positif bagi para penggunanya, namun disadari atau tidak bahwa perkembangan tersebut juga tetap ada dampak negatifnya. Dampak positif dari berbagai kemajuan teknologi tersebut adalah berupa semakin terbukanya berbagai peluang-peluang e-commerce, e-banking, dan juga semakin dikembangkannya software-software akuntansi yang sudah mulai berbasis online (cloud/web based).

Sistem akuntansi yang sudah mulai berbasis online ini sangat memungkinkan bagi para pemilik usaha agar dapat memantu dengan lebih detail secara real time bagaimana kondisi keuangan dari usahanya dengan lebih cepat dan akurat darimana saja dan kapan saja, sehingga keputusan akan dapat diambil dengan lebih cepat. Kebutuhan seputar informasi keuangan yang lebih cepat dan akurat, tanpa harus terhalang oleh waktu dan tempat dapat dilakukan dengan sistem yang berbasis cloud ini.

Namun yang tetap harus diingat adalah teknologi internet juga memberikan dampak negatif diluar dampak positifnya. Yaitu dunia digital telah membuka celah-celah tersembunyi yang bisa saja digunakan sebagai peluang untuk maksud jahat dan semakin memungkinkan untuk terjadinya tindak-tindak kejahatan digital yang lebih bersifat konvensional seperti halnya pengancaman, pencurian, dan penipuan yang seringkali terjadi dan banyak dilakukan secara online. Berbagai dampak negatif tersebut pada akhirnya akan smakin membentuk paradigma bahwa tidak ada komputer atau sistem apapun yang aman dalam dunia digital (online).

Dalam dunia maya, permasalahan keamanan merupakan permasalahan yang begitu krusial. Tanpa adanya keamanan yang cukup memadai, maka data-data dan sistem yang ada bisa saja dicuri dengan sangat mudah. Kelemahan-kelemahan yang biasanya seringkali ditemukan pada jenis sistem jaringan yang sudah berbasis internet (cloud) adalah adanya hole (lubang-lubang keamanan).

Yang menjadi resiko terbesarnya adalah terkadang pihak penyedia/vendor jaringan yang berbasis cloud ini belum menyadarinya, bahkan yang lebih buruk lagi adalah sama sekali tidak menyadari jika hole tersebut ada dan apabila tidak segera ditutup, maka akan menjadi celah empuk bagi para peretas-peretas handal yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan tindakan-tindakan kriminal. Pencurian data-data penting dan sistem dari internet ini lebih sering disebut dengan sebutan cyber crime (kejahatan cyber).

Cyber crime hanya dapat dilakukan dengan jalan menggunakan teknologi cyber. Banyak sekali kasus-kasus yang terjadi dimana para pelaku cyber crime ini adalah orang pribadi, pelajar, pengangguran maniak computer atau bisa juga karyawan dari sebuah perusahaan yang sebelumnya dianggap biasa-biasa saja dan begitu loyal serta sudah mendapatkan kepercayaan penuh dari perusahaannya. Mereka melihat adanya sedikit celah yang terdapat pada sistem komputer dan pada akhirnya mereka malah melakukan tindakan kriminal tersebut.

Lalu bagaimana dengan keamanan software akuntansi yang sudah berbasis cloud tersebut? Berikut ini adalah bebarapa poin-poin penting yang masih dapat dilakukan untuk tindakan pencegahan agar tidak sampai terjadinya cyber crime atau pembobolan sistem akuntansi online milik perusahaan:

• Tempatkan lokasi server yang lebih dari 1 dengan tempat yang berbeda-beda, sehingga apabila terjadi kerusakan, pembajakan, sabotase, bahkan tindakan kejahatan cyber maka database perusahaan tidak hilang atau rusak seluruhnya.
• Menggunakan system firewall yang sangat sulit untuk bisa ditembus. Meskipun apabila masih dapat ditembus, namun tetap dapat mempersiapkan perlindungan-perlindungan cadangan lainnya yang belum pernah diperhitungkan sebelumnya oleh para cyber dunia digital, seperti: dengan menyimpan data-data pada server yang berbeda-beda (backup data pada server yang berbeda).
• Mensyaratkan pada provider untuk memberikan garansi atas keamanan dari system perlindungan mereka dan tingkat kestabilan dari kondisi kecepatan akses, sehingga tidak sampai terjadi keterlambatan dalam hal pengiriman dan penerimaan data-data penting perusahaan.

Memang sudah seharusnya uuntuk perkembangan teknologi yang begitu cepat yang diikuti dengan perlindungan-perlindungan hukum yang dapat mengaturnya. Tanpa adanya paying hukum yang pasti dan sebagai pengatur ketegasan dari lembaga serta dalam hal penegakannya, maka akan semakin menyebabkan terjadinya ketimpangan dan semakin tidak terkendalinya perkembangan dari teknologi itu sendiri. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses selalu.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MANFAAT DAN CARA TERMUDAH DALAM MENGHITUNG LABA DITAHAN PADA PROSES AKUNTANSI PERUSAHAAN

Laba ditahan merupakan salah satu bagian dari laba bersih perusahaan yang ditahan oleh perusahaan dan tidak dibayarkan sebagai dividen terhadap para pemegang saham. Uang ini biasanya akan diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan, agar menjadi “bahan bakar” utama kelangsungan hidup  perusahaan untuk kedepannya, atau bisa digunakan untuk melunasi hutang-hutang perusahaan.

Laba ini akan diakumulasikan dan akan dilaporkan sebagai ekuitas pemilik dalam Neraca. Besarnya laba ditahan biasanya akan ditentukan oleh kebijakan dewan komisaris perusahaan yang tentunya akan berbeda antara kebijakan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Manfaat Dari Laba Ditahan

1. Untuk membiayai operasional perusahaan dalam upaya untuk pencapaian laba usaha yang lebih maksimal.
2. Untuk melunasi hutang-hutang perusahaan (jika ada).
3. Sebagai cadangan dana untuk kebutuhan investasi perusahaan.
4. Untuk perkembangan perusahaan di masa yang akan datang.

 Cara Untuk Menghitung Laba Ditahan Perusahaan

1. Kumpulkan data-data yang diperlukan dari laporan keuangan milik perusahaan.

Setiap perusahaan diharuskan untuk melakukan dokumentasi terhadap riwayat keuangan perusahaannya secara resmi. Jika Anda bisa melakukannya, maka biasanya Anda akan lebih mudah dalam menghitung laba ditahan selama periode yang berjalan dengan menggunakan angka-angka dari laporan resmi untuk mengetahui jumlah laba ditahan pada tanggal tertentu, laba bersih, dan dividen yang sudah dibayarkan, jika dibandingkan dengan Anda harus menghitungnya secara manual. Laba ditahan perusahaan sampai dengan periode pencatatan yang terakhir akan ditampilkan dalam Neraca, sementara laba bersih perusahaan akan ditampilkan dalam laporan Laba Rugi untuk periode yang sedang berjalan.

Jika Anda dapat memperoleh semua informasi itu, maka Anda akan bisa menghitung laba ditahan dengan rumus sebagai berikut:

Laba bersih – deviden yang dibayarkan = laba ditahan

Selanjutnya, untuk menghitung laba bersih kumulatif, tambahkan angka laba ditahan yang baru saja Anda hitung dengan saldo laba ditahan yang sudah ada pada saat ini (dari periode sebelumnya).

Sebagai contoh, misalnya pada akhir tahun 2016 bisnis Anda memiliki saldo laba ditahan kumulatif sebesar Rp. 512 juta. Selama tahun 2017, bisnis Anda menghasilkan laba bersih sebesar Rp.21,5 juta dan sudah membayarkan deviden sebesar Rp.5,5 juta. Mak saldo akhir untuk laba ditahan dari bisnis Anda sekarang adalah sebesar:

Rp. 21,5 juta – Rp. 5,5 juta = Rp. 16 juta
Rp. 512 juta + Rp. 16 juta = Rp. 528 juta

Jadi, bisnis Anda sudah memiliki laba ditahan sebesar Rp528 juta.

2. Apabila tidak memiliki informasi tentang laba bersih, maka mulailah dengan menghitung laba kotornya terlebih dahulu.

Apabila Anda masih belum mampu untuk mengakses nilai laba bersih secara pasti, maka Anda masih bisa menghitung laba bersih dari sebuah bisnis dengan menghitung secara manual melalui sebuah proses yang sedikit lebih panjang. Maka mulailah dengan cara menghitung laba kotor milik perusahaan. Laba kotor merupakan sebuah angka yang telah dihasilkan dari laporan laba rugi dan akan dihitung dengan cara mengurangi uang dari hasil penjualan dengan HPP (penjualan).

Seperti contoh: sebuah perusahaan berhasil mencapai angka penjualan sebesar Rp150.000 juta dalam satu kuartal, namun tetap harus membayar Rp.90.000 juta untuk barang-barang yang dibutuhkan dalam menghasilkan angka penjualan sebesar Rp.150.000 juta tersebut. Maka laba kotor selama satu kuartal ini adalah,

Rp.150.000.000 – Rp.90.000.000 = Rp.60.000.000

3. Hitunglah laba operasional perusahaan.

Laba operasional mencerminkan laba perusahaan setelah membayar berbagai biaya-biaya penjualan dan biaya-biaya operasional lainnya, seperti halnya upah yang sudah dibayarkan. Untuk menghitung laba operasi seperti ini, maka kurangi laba kotor dengan biaya-biaya operasional perusahaan (tidak termasuk harga pokok penjualan).

Misalnya, dalam kuartal yang sama di mana bisnis kita menghasilkan laba kotor sebesar Rp.60.000.000, terdapat pembayaran biaya-biaya administrasi dan juga upah sebesar Rp.15.000.000. Maka dengan demikian laba operasional perusahaan akan menjadi:

Rp.60.000.000 – Rp.15.000.000 = Rp.45.000.000.

4. Hitunglah laba bersih sebelum pajak.

Untuk menghitung laba bersih sebelum pajak, kurangilah laba operasional perusahaan dengan bunga, depresiasi, dan amortisasi. Depresiasi dan amortisasi yaitu berupa penyusutan dari nilai aktiva (berwujud dan tidak berwujud) selama masa ekonomisnya. Hal ini akan dicatat sebagai bentuk biaya dalam laporan laba rugi. Jika sebuah perusahaan telah membeli peralatan dengan harga Rp.10.000.000 dengan masa ekonomis selama 10 tahun, maka akan timbul biaya depresiasi sebesar Rp.1.000.000 per tahunnya, dengan asumsi bahwa nilainya telah terdepresiasi secara merata.

Misalnya perusahaan Anda telah membayar biaya bunga sebesar Rp.1.200.000 dan biaya depresiasi sebesar Rp.4.000.000. maka laba bersih sebelum pajak dari perusahaan Anda akan menjadi:

Rp.45.000.000 – Rp.1.200.000 – Rp.4.000.000 = Rp.39.800.000

5. Hitunglah laba bersih setelah pajak.

Biaya yang harus Anda perhitungkan adalah pajak. Untuk menghitung laba bersih setelah pajak, maka langkah pertama: kali-kan tarif pajak perusahaan dengan laba bersih sebelum pajak. Selanjutnya, untuk menghitung laba bersih setelah pajak, maka kurangi angka hasil perkalian seperti ini dari angka laba bersih sebelum pajak.

Seperti contoh: kita asumsikan bahwa tarif pajak adalah sekitar 34%. Biaya pajak yang harus kita bayar adalah sebesar,

34% (0,34)xRp39.800 .000= Rp13.532.000

Selanjutnya, akan kita kurangkan angka seperti ini dari jumlah laba bersih sebelum pajak sebagai berikut.

Rp.39.800.000 – Rp13.532.000 = Rp26.268.000

6. Kurangi dengan jumlah deviden yang sudah dibayarkan.

Setelah kita selesai menghitung berapa besarnya laba bersih milik perusahaan setelah dikurangi seluruh biaya-biaya yang menjadi kewajiban kita, maka kita harus memiliki sebuah angka yang bisa kita gunakan untuk menghitung besarnya laba ditahan selama satu periode pembukuan yang sedang berjalan. Untuk menghitungnya, maka kurangi laba bersih setelah pajak dengan deviden yang sudah dibayarkan.

Dalam contoh yang kita bahas, asumsikan bahwa kita membayar deviden kepada para investor sebesar Rp.10.000.000 untuk kuartal (bulan) ini. Laba ditahan untuk periode yang sedang berjalan ini akan menjadi,

Rp.26.268.000 – Rp.10.000.000 = Rp.16.268.000

7. Hitunglah saldo akhir dari akun laba ditahan.

Jangan lupa bahwa laba ditahan adalah akun yang bersifat kumulatif yang selalu menunjukkan perubahan bersih dari laba ditahan sejak berdirinya perusahaan. Untuk mengetahui berapa besarnya laba ditahan secara keseluruhan, maka tambahkan laba ditahan dari periode yang sedang berjalan tersebut dengan saldo akhir dari laba ditahan pada saat periode pembukuan yang berakhir.

Kita asumsikan bahwa perusahaan kita sudah menahan laba sebesar 30.000.000 sampai saat ini. Maka sekarang saldo pada akun laba ditahan kita akan menjadi,

Rp.30.000.000 + Rp.16.268.000 = Rp.46.268.000

Itulah beberapa penjelasan seputar laba ditahan. Untuk mempermudah dalam menghitung laba ditahan, maka Anda bisa memulai dengan membuat laporan laba ditahan dengan software akuntansi. terutama software akuntansi yang sudah berbasis online (cloud) yang dapat membantu Anda dalam membuat laporan laba ditahan secara instan. Dengan software accounting yang berbasis cloud, Anda juga dapat melihat bagaimana kondisi keuangan milik perusahaan dengan lebih mudah, cepat, aman.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

MULAILAH PEMBUKUAN TOKO UNTUK MENYELAMATKAN USAHA DARI RESIKO KEBANGKRUTAN

Secara sepintas, dari para pemikiran orang-orang awam, uang yang tersedia dalam laci toko, maka uang itulah uang yang biasanya dianggap sudah tersedia yang biasa digunakan dengan suka-suka oleh si pemilik tokonya. Namun apabila kita melihat dengan kacamata akuntasi secara seksama, maka sebenarnya dari uang tersebut masih ada yang disebut dengan uang modal barang dagangan, yang apabila kita menggunakannya, maka semua jumlah dari uang tersebut tidak akan dapat menggantikan atau untuk belanja dari barang-barang dagangan baru sebagai pengganti barang-barang penjualan yang sudah laku terjual.

Dan apabila pemakaian dari uang tersebut tidak dikelola dengan lebih teliti (tidak dipisah-pisahkan), yaitu mana uang keuntungan bersih dari hasil penjualan yang akan bisa kita gunakan untuk kebutuhan pribadi, dan mana uang yang selanjutnya akan digunakan kembali sebagai modal untuk pembelian barang-barang penjualan lagi, maka bukankah semakin lama, maka seluruh barang-barang yang ada di toko akan segera habis? dan jika barang dagangan yang sudah habis serta tidak ada lagi uang yang akan bisa digunakan untuk meng-kulak (belanja) barang-barang dagangan baru, cepat atau lambat toko kita tidak akan dapat lagi menjual barang-barang dagangan. Sehingga tidak ada lagi uang yang bisa masuk ke dalam laci uang yang di toko. Bahasa sederhananya adalah: tokonya sudah bangkrut!!

Ini masih berskala kecil, seperti toko-toko kelontong yang dari kampong-kampung/desa bahkan toko-toko kelontong yang ada dikota-kota besarpun bisa bernasib demikian apabila keuangan tokonya tidak serius dikelola dengan lebih teliti. Lalu bagaimana dengan toko yang berskala lebih besar? Dengan jumlah pemasukan yang rata-rata sudah jelas terlihat lebih berlipat-lipat ganda besarnya, dan jumlah dari barang dagangan yang mencapai ribuan jenisnya.

Tentunya begitu terlihat menggiurkan dengan nominal uang yang terlihat sangat banyak dan jauh lebih menggiurkan untuk segera dibelanjakan secepat mungkin digunakan membeli asset-asset penunjang kebutuhan toko, seperti: pembelian mobil pengangkut dagangan, tanah untuk perluasan toko/cabang toko, gudang, dan lain sebagainya oleh si pemilik tokonya. Sementara sebenarnya uang tersebut sebagian besarnya adalah, justru merupakan modal sebenarnya untuk keberlangsungan hidup dari usaha tokonya. Tidak sedikit diantara usaha-usaha toko besar yang dengan cepat mengalami kebangkrutan karena hal-hal sepele seperti ini, karena terlalu kurangnya pengelolaan keuangan secara teliti dan tepat, belum bisa membedakan yang mana uang untuk kebutuhan modal dan yang mana uang hasil dari keuntungan bersihnya.

Pastinya dari seluruh penjelasan diatas Anda sekarang akan bisa membayangkan sendiri bukan, apabila semua uang yang ada di laci toko akan untuk kebutuhan, baik itu adalah kebutuhan pribadi maupun sebagai penunjang sarana dalam usaha untuk memperlancar kebutuhan asset toko?

Salah satu faktor utama dari penunjang keberhasilan usaha adalah dari adanya pembukuan toko yang lebih teliti. Yaitu dengan adanya pencatatan dan pengelolaan keuangan perusahaan yang baik dan benar. Dan hal ini berlaku bagi semua jenis toko, baik itu adalah toko kecil, toko besar, pabrik, distributor, kontraktor, developer, atau apapun  jenis jenis usaha dan berskala usaha kecil/menengah atau yang lebih besar tanpa ada pengecualian satupun.

Bisa jadi Anda sangat pintar dan mungkin bisa dibilang sangat sukses dalam bidang pemasaran, omset selalu bisa tinggi dan akan selalu naik dan naik lagi setiap bulannya,  namun apabila pembukuan dari toko milik Anda tidak diatur dan dikelola dengan teliti, maka hal ini bisa juga terlalu beresiko besar untuk mengalami kebangkrutan toko. Kunci pertama dalam mewujudkan pencatatan toko dengan baik dan lebih teliti dalam hal ini adalah dengan jalan kedisplinan dan ketekunan.

Mulailah dalam mengatur pembukuan toko yang teliti, baik dan benar dari sekarang, tidak ada kata terlambat untuk bisa memulainya. Terlambat itu adalah pada saat barang-barang yang ada di toko sudah benar-benar habis dan Anda sudah tidak mampu lagi untuk berbelanja lagi, karena uangnya sudah tiba-tiba habis sekaligus entah pergi kemana semua karena Andalah yang menggunakannya tanpa pernah memperhitungkannya. Terimakasih dan salam sukses!

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

Scroll to top