Tag: Hak dan kewajiban karyawan magang

JENIS-JENIS TENAGA KERJA DAN SETIAP HAK DAN KEWAJIBANNYA TERHADAP PERUSAHAAN YANG HARUS DIPAHAMI TIM HRD PERUSAHAAN

Pada dunia kerja yang sesungguhnya, karyawan yang bekerja kepada perusahaan biasanya tidak hanya terdiri dari karyawan tetap saja. Terlebih lagi jika perusahaan tersebut sudah berskala besar. Biasanya, selain karyawan tetap, anggota tim mereka beberapa diantaranya terdiri dari karyawan part time (paruh waktu), pekerja lepas atau freelancer, sampai dengan karyawan magang (praktek anak sekolah).

Setiap masing-masing jenis karyawan, baik itu karyawan tetap, karyawan part time, freelancer dan karyawan magang tentunya memiliki perbedaannya masing-masing, baik dari segi jam kerja, beban kerja, sampai dengan gaji dan upah. Hal ini sangat penting untuk diketahui tim HRD agar pihak perusahaan sendiri dapat memenuhi setiap masing-masing hak dan kewajiban mereka. Jadi sebenarnya, apa saja membedakan antara karyawan part time, karyawan freelancer, karyawan magang?

1. Tenaga Kerja Paruh Waktu (Pekerja Part Time).

Sampai saat ini memang masih belum jelas seputar hukum atau berupa peraturan yang dikeluarkan secara resmi dari pihak pemerintah Indonesia yang mengatur tentang seluk-beluk tentang karyawan part time ini. Karyawan part time bisa juga diartikan sebagai karyawan yang jam kerjanya kurang dari karyawan pekerja full time. Jam kerja full time merupakan 40 jam dalam seminggu atau delapan jam dalam sehari. Nah, jam kerja part time sangat kurang dari itu, dan biasanya tidak sampai 30 jam dalam seminggu.

Pekerjaan part time juga lebih bersifat sementara dan berlangsung selama beberapa periode saja yang telah ditentukan oleh perusahaan. Perusahaan dengan karyawan part time biasanya yang akan menerapkan sistem pergantian shift seperti: restoran, kafe, hotel, maupn bar. Namun, bagi karyawan part time tetap berbeda dari karyawan shift biasanya. Karyawan shift biasa bekerja selama kurang lebih sekitar delapan jam dalam satu kali shift, sedangkan karyawan part time bisa kurang dari itu.

Lalu, terkait dengan permasalahan upah, sekali lagi belum ada peraturan secara resmi yang secara khusus untuk membahasnya. Jadi, biasanya jumlah upah yang ditentukan oleh perusahaan dan telah disepakati oleh karyawan. Selain itu, karyawan part time juga tetap berhak untuk mendapatkan jatah cuti. Jika merujuk kepada Pasal 79 UU Tentang Ketenagakerjaan, pengusaha wajib memberikan hak cuti terhadap karyawan. Dalam setahun, karyawan part time bisa mengambil dua belas hari cuti setelah bekerja selama dua belas bulan secara terus menerus.

Keuntungan bagi Perusahaan Jika Memiliki Pekerja Part Time:

Bagi perusahaan, merekrut karyawan part time bisa sangat menghemat pengeluaran karena mereka tidak ada kewajiban untuk membayar tunjangan, asuransi, atau berupa iuran pensiun. Selain itu, perusahaan juga tidak perlu lagi harus dipusingkan dengan berbagai kerumitan seperti mengurus kontrak kerja, kewajiban untuk pemberian jaminan, dan lain sebagainya.

2. Tenaga Kerja Harian Lepas (Freelancer).

Peraturan pemerintah tentang aturan kerja bagi karyawan freelance atau harian lepas telah dibahas dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep-100/Men/VI/2004 tentang Ketentuan Dalam Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Di dalamnya telah membahas tentang Perjanjian Kerja Harian Lepas. Jadi, jika lebih mengacu kepada KEPMEN tersebut, maka perjanjian para pekerja harian lepas merupakan bagian dari PKWT. Hanya saja, terdapat beberapa perjanjian yang tidak menganut dalam ketentuan umum dari PKWT.

Idealnya adalah, karyawan freelance bekerja selama batas waktu periode tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Biasanya, jasa freelancer banyak dibutuhkan oleh perusahaan untuk membantu pelaksanaan proyek-proyek khusus. Dan jika menganut pada Perjanjian kerja Harian Lepas, karyawan freelance seharusnya bekerja kurang dari 21 hari dalam satu bulan. Jika  karyawan bekerja selama 21 hari atau bahkan bisa lebih dari itu, maka statusnya akan berubah menjadi PKWT.

Besarnya penghitungan upah bagi tenaga kerja freelance idealnya lebih didasarkan kepada volume pekerjaan yang telah diselesaikannya dalam satu hari. Kehadirannya juga biasanya masih tetap menjadi pertimbangan lain dalam penghitungan upah dari tenaga kerja freelancer ini. Nah, jumlah upah per hari ini biasanya juga berbeda-beda pada setiap perusahaan, tergantung dari kebijakan dan kesepakatan yang sudah terjadi antara pihak perusahaan dengan karyawan freelance tersebut.

3. Keuntungan bagi Perusahaan jika Mempekerjakan Tenaga Kerja Freelancer:

Jika dibandingkan dengan karyawan part time, tenaga kerja freelancer bisa dikatakan yang paling fleksibel. Dan karena hal inilah yang menjadi satu kelebihan utama di mata perusahaan dari karyawan freelancer. Fleksibilitas freelancer lebih memungkinkan bagi perusahaan Anda untuk meminta bantuannya kapanpun Anda membutuhkannya. Karena tidak memiliki ikatan kerja yang kuat dengan perusahaan, seorang freelancer juga biasanya memiliki ide-ide yang lebih fresh, sehingga sangat bagus untuk kemajuan perusahaan Anda.

Sudah menjadi tugas utama dari tim HRD untuk mengerti dan memahami status dari setiap karyawan yang bekerja pada perusahaan. Dengan begitu, HRD akan bisa membantu perusahaan dalam memenuhi hak-hak mereka sekaligus untuk mendorong mereka dalam menyelesaikan setiap kewajibannya terhadap perusahaan.

4. Karyawan Magang (Kerja Praktek Lapangan).

Hal-hal yang terkait dengan kerja magang telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Dalam UU tersebut, pemagangan disebut sebagai salah satu bagian dari sistem pelatihan kerja yang harus dilaksanakan secara terpadu antara pelatihan dari lembaga pelatihan dan bekerja secara langsung di bawah pengawasan dan bimbingan dari instruktur atau karyawan perusahaan yang lebih berpengalaman dalam hal urusan pekerjaan. Tujuannya adalah agar para karyawan yang bersangkutan dapat menguasai atau lebih meningkatkan keterampilan tertentu yang mereka miliki.

Biasanya, proses pemagangan ini dilakukan oleh mahasiswa S1 tingkat akhir, jenjang pendidikan Diploma. Sebelum lulus, mereka akan dituntut untuk merasakan secara langsung bagaimana situasi dan kondisi yang terlibat langsung dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Nah, untuk melakukan pemagangan, juga harus terdapat perjanjian secara tertulis diantara peserta magang dengan perusahaan. Jika tidak ada perjanjian, maka proses pemagangan tersebut akan dianggap tidak sah dan status dari para peserta akan berubah menjadi karyawan perusahaan. Khusus bagi yang hendak magang di luar negeri, maka peserta harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari menteri luar negeri.

Idealnya adalah menurut UU Ketenagakerjaan, pekerja magang bisa dilaksanakan maksimal hanya selama setahun. Selama kegiatan magang masih berlangsung, peserta magang berhak untuk mendapatkan uang saku dan/atau uang transportasi, pengakuan kualifikasi kompetensi kerja dari perusahaan, dan Jaminan Kecelakaan Kerja (jaminan sosial tenaga kerja).

Keuntungan Bagi Perusahaan Mempekerjakan Tenaga Magang:

Karena perusahaan hanya perlu mengeluarkan uang saku dan/atau uang transport, maka dengan merekrut karyawan magangpun masih bisa untuk membantu perusahaan dalam menghemat berbagai pengeluaran. Selain itu, dengan merekrut tenaga kerja magang juga akan dapat menjadi salah satu sarana branding bagi perusahaan terhadap para calon karyawan dari kalangan anak-anak muda. Ingat, kebanyakan dari karyawan magang biasanya masih berstatus kuliah tingkat akhir. Setelah mereka selesai magang, mereka pasti akan bercerita tentang pengalamannya magang ditempat Anda kepada teman-temannya. Maka dari itu, pastikan bahwa Anda tetap memperlakukan karyawan magang ini dengan baik, sehingga image perusahaan Anda juga akan menjadi lebih positif.

Nah, agar hal seperti itu dapat menjadi lebih mudah untuk dilakukan, maka HRD dapat memanfaatkan sebuah software HR yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur standar tenaga kerja untuk memenuhi berbagai kebutuhan terkini dari tim HR, mulai dari proses administrasi, database karyawan, slip gaji, BPJS Ketenagakerjaan, PPh 21, bahkan sampai dengan alur kerja.

Dengan memanfaatkan software HR, maka tim HRD bisa lebih meminilasir untuk terjadinya human error dalam hal mengelola setiap karyawan pada perusahaan, baik itu adalah karyawan tetap, karyawan part time, karyawan freelancer sampai dengan karyawan magang, sekalipun. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih. Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top