Tag: hr

PENTINGNYA MELAKUKAN RE BRANDING (PERUBAHAN IMAGE) TERHADAP DIVISI HR INTERNAL PERUSAHAAN

Perubahan image, biasanya dilakukan terhadap brand dari suatu produk. Namun, bagaimana apabila branding sengaja diterapkan untuk divisi internal perusahaan? Meskipun mungkin saja terdengar belum terlalu umum, namun nyatanya setiap komponen dalam internal perusahaan seperti karyawan sampai untuk kepemilikan perusahaan secara global juga memiliki citra diri. Lalu, kira-kira seberapa penting re branding bagi divisi HR? Maka inilah penjelasannya.

1. Mengapa Divisi HR Perlu Dilakukan Re branding?

Re branding sebenarnya tidak hanya tentang sekedar untuk mengubah image saja, namun juga untuk membawa diri agar dapat menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Pada divisi HR, hal ini bisa dilakukan dengan cara mengadaptasikan teknologi seperti software HR agar image dari divisi HRD bisa berubah menjadi semakin modern. Pada sisi lainnya, penggunaan teknologi tersebut juga tidak hanya sekadar untuk pencitraan saja, namun agar divisi HR dapat bekerja secara lebih efektif dan menghemat banyak waktu. Dengan cara itu, maka Anda dan tim HR akan bisa untuk lebih fokus kepada hal-hal penting lainnya.

Tidak hanya itu, pada saat akan melakukan branding, Anda dan seluruh anggota tim secara otomatis akan berkumpul untuk berdiskusi dalam menyusun standard baru. Hal ini malah semakin memungkinkan bagi divisi HR untuk mengevaluasi kembali apa saja fokus kerja mereka agar dapat menjadi lebih baik lagi.

Jadi, pada dasarnya, branding berfungsi sama bagi setiap individu atau bagi divisi di internal perusahaan karena secara alami akan sangat mempengaruhi kinerja orang yang bekerja di dalamnya. Re branding sangat membantu agar orang-orang dapat menjadi lebih kreatif dan rajin.

2. Rebranding Memiliki Kekuatan Secara Psikologis.

Proses re branding tidak hanya tentang menciptakan visi dan misi saja, namun juga tentang bagaimana seorang harus berperilaku. Pada poin ini, re branding bisa sangat berguna bagi divisi HR karena akan membantu dalam memperkuat hal yang sudah ada sebelumnya. Kenyataannya, sebuah brand akan jauh menjadi lebih besar apabila dibandingkan dengan visi dan misi mereka. Branding merupakan implementasi atau wujud nyata dari visi dan misi yang sudah ada.

Melalui nilai dari brand yang baru dan secara konsisten diterapkan sepanjang waktu, maka seluruh budaya yang berada pada divisi tersebut sebelumnya akan bisa berubah menjadi sebuah identitas yang baru dan menjadi lebih baik. Hal ini tentunya juga akan sangat berdampak baik terhadap anggota divisi. Identitas yang baru artinya adalah berupa titik start yang baru pula. Anda dan tim akan bisa menganggap bahwa re branding sebagai sebuah fresh start dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan diri demi kemajuan perusahaan.

3. Rebranding Bagi Lingkungan Kerja Agar Semakin Lebih Kondusif.

Seperti yang sudah disebutkan pada poin-poin sebelumnya, re branding dapat menjadi sebuah fresh start. Idealnya adalah, awal yang baru akan semakin memicu orang untuk menjadi semakin lebih baik dari sebelumnya.

Dengan semangat diri yang terus terpacu agar menjadi lebih baik, hal ini tentu saja akan berdampak positif terhadap produktivitas kinerja. Dan hasilnya, lingkungan kerja pada internal perusahaanpun juga akan bisa menjadi lebih kondusif. Dalam upaya untuk mendukung proses rebranding seperti ini, maka Anda bisa melakukan program yang seru bagi para karyawan seperti outing, program pertemanan bagi para karyawan baru, fun night, dan lain sebagainya. Tidak hanya sebatas pada lingkungan kerja untuk menjadi lebih kondusif saja, namun juga untuk menjalin hubungan antar sesama anggota divisi HR pun juga akan semakin erat.

Proses rebranding memang membutuhkan waktu dan beberapa resources lain untuk mendukungnya. Namun, waktu dan tenaga yang akan Anda curahkan juga tetap akan terbayar, karena re branding bisa menjadi teknik terbaik dalam upaya untuk menegaskan kembali posisi dari sebuah departemen, yang mana hal ini akan sangat mempengaruhi dalam hal pengambilan keputusan perusahaan.

Nah, itulah penjelasan singkat seputar pentingnya re branding bagi divisi HR. Apakah Anda sudah merasa tertarik untuk mencobanya? Maka segera buktikan sendiri.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

TIPS UNTUK SEMAKIN MEMOTIVASI DAN MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTARA SESAMA KARYAWAN PERUSAHAAN

Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu dituntut agar bisa selalu berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Namun, pada beberapa waktu tertentu ada kalanya seseorang tidak bisa melakukan komunikasi secara maksimal, misalnya dari tempat kerja. Baik itu karena terlalu banyaknya pekerjaan atau suasana lingkungan kantor yang kurang mendukung, menjadikan para karyawan jarang sekali hanya untuk sekedar berinteraksi. Hal ini malah mengakibatkan semakin kurangnya solidaritas dan kedekatan diantara sesama karyawan. Sebagai seorang HR, sudah menjadi tugas Anda untuk meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan.

Berikut ini merupakan beberapa tips dalam meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan:

1. Memberlakukan Peraturan Kerja Tim Bergiliran.

Ada kalanya sebuah proyek akan menjadi jauh lebih efektif untuk dikerjakan secara tim. Manfaatkan hal seperti ini untuk membangun komunikasi diantara sesama karyawan. Misalnya bulan ini ada proyek A, maka bagilah karyawan untuk menjadi kelompok A, B, dan C untuk menyelesaikannya bersama-sama. Bulan berikutnya, ketika datang proyek B, maka rubahlah formasi dari tim A, B, dan C sehingga setiap masing-masing anggota akan saling bertukar pasangan dan masing-masing akan bisa merasakan kerja sama dengan anggota dari tim lainnya. Jadi, mereka tidak hanya akan terpaku pada satu tim saja. Selain karyawan bisa belajar tentang hal-hal baru dari karyawan lainnya, hal ini justru akan menjadikan mereka dapat semakin lebih akrab antara satu sama lainnya, sehingga komunikasipun dapat terjalin dengan sangat baik.

2. Melakukan Kegiatan Olahraga Bersama-Sama.

Aturlah jadwal untuk melaksanakan kegiatan olahraga bersama-sama. Bisa dua minggu atau satu bulan sekali. Sewalah sebuah gedung olahraga untuk melakukan kegiatan seperti badminton, tenis, atau futsal di setiap akhir pekan dan undanglah seluruh karyawan Anda untuk saling berpartisipasi. Karyawan dari berbagai macam divisi akan hadir dan melakukan kegiatan olah raga futsal bersama-sama. Pada momen-momen seperti ini, maka pembagian divisi kerja tidak akan berlaku karena tujuan utamanya adalah untuk bermain futsal. Dengan adanya kebersamaan seperti ini, maka karyawan akan bisa saling mengenal dan menjadi lebih dekat satu sama lain. Rasa kebersamaan seperti ini juga tidak akan berhenti, namun justru akan semakin berlanjut sampai di kantor saat mereka bekerja nanti.

3. Membaur dan Selalu Ikut Kebersamaan.

Sebagai seorang atasan, tunjukkan wibawa Anda dengan ikut bergabung apabila ada acara kumpul-kumpul dengan karyawan. Dengan cara seperti itu, karyawan tidak akan merasa canggung dan dengan kehadiran Anda, mereka juga ingin ikut merasakan kebersamaan dengan atasannya. Semakin banyak karyawan yang bergabung, maka suasana akan semakin bertambah ramai, bukan? Tentu saja hal ini tidak akan terlepas dari peran Anda sebagai seorang penengah. Buatlah sebuah topik yang menarik untuk dibahas, namun ingatlah satu hal, jangan sampai membahas permasalahan tentang pekerjaan. Ini harus bisa Anda lakukan pada saat sedang makan siang di kantin atau saat makan di luar.

4. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Tidak Kaku

Lingkungan kerja yang terlalu kaku bisa menjadi penyebab utama dari gagalnya komunikasi antar sesama karyawan. Deadline yang super ketat, atau ruangan yang terlalu tertutup dan bersekat-sekat menjadikan karyawan terlalu sulit dalam melakukan interaksi dengan sesamanya. Sebisa mungkin, aturlah ruangan yang bisa untuk memudahkan karyawan dalam berbicara sembari tetap bekerja agar tidak terlalu stres. Mengobrol selama batas-batas masih wajar pada saat bekerja akan bisa semakin memperkuat komunikasi antara sesama karyawan. Deadline juga boleh ketat, namun ingatlah, bahwa karyawan juga manusia. Kurangi tingkat stres mereka dengan cara membuatnya menjadi lebih mudah dalam berkomunikasi antara satu sama lain.

5. Kegiatan Wisata untuk Seluruh Karyawan Perusahaan.

Sebagai tips dalam meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan yang terakhir adalah, Anda harus bisa mengajukan kepada atasan untuk meminta sejumlah dana tertentu dalam rangka untuk menjalin kebersamaan diantara karyawan. Bagi perusahaan yang cukup besar, tentunya hal seperti ini bukanlah menjadi masalah yang besar. Berikanlah sedikit kesempatan kepada para karyawan untuk melakukan refreshing dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Selain akan bisa melepas penat dari beban pekerjaan untuk sejenak, program wisata bersama ini juga akan semakin meningkatkan kesempatan bagi karyawan untuk saling mengobrol dan bersenda-gurau dengan sesamanya. Jika dirasa memang perlu, maka agendakan program wisata seperti ini sebagai kegiatan rutin tahunan.

Komunikasi yang baik akan terjalin antara sesama karyawan akan semakin memudahkan mereka dalam menjalin kerja sama dengan yang lainnya. Kerja sama yang baik ini akan bisa semakin meningkatkan produktivitas mereka sehingga pada akhirnya akan memberikan pengaruh positif bagi perusahaan. Jangan lupa untuk menggunakan software HR yang berbasis cloud agar berbagai pekerjaan administrasi HR akan bisa ditangani dengan lebih mudah dan cepat sehingga komunikasi diantara paa karyawanpun akan semakin optimal.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

 

HAL-HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN DIVISI HRD SEBELUM PELAKSANAAN TES INTERVIEW KARYAWAN BARU

Dalam menentukan siapa kandidat terbaik yang benar-benar cocok untuk mengisi sebuah posisi jabatan di perusahaan, Anda mungkin akan membutuhkan adanya teknik wawancara yang terbaik. Karena Anda membutuhkan pertanyaan yang lebih tepat dalam mengorek informasi sebanyak mungkin sehingga pilihan Anda sudah benar-benar tepat. Untuk mendukung hal itu, sebagai seorang HR manager, Anda harus tahu betul tentang tes wawancara, bahkan harus dipersiapkan sebelum akan dimulai.

Lalu, persiapan seperti apa saja yang harus dilakukan oleh tim HR sebelum akan melakukan tes wawancara kerja karyawan baru?

1. Mengenali Para Kandidat.

Seperti kata pepatah, tak kenal maka juga tak sayang. Dalam sebuah interview pekerjaan, mayoritas kandidat sudah pasti akan menunjukkan bahwa mereka sedang dalam kondisi yang paling sempurna. Namun, bisa jadi sebenarnya kandidat ini tidak seperti itu. Oleh karenanya, sangat disarankan untuk mengenal lebih jauh seputar para kandidat melalui media apapun, bisa dari Google, LinkedIn, Facebook, atau bahkan Twitter sebelum tes wawancara tersebut akan dimulai. Andapun akan dapat lebih mudah dalam mengenali sosok aslinya melalui cara seperti ini.

2. Perencanaan Perekrutan Pra Interview.

Sebuah perusahaan biasanya akan merekrut orang karena mereka memiliki permasalahan kebutuhan posisi yang memang harus diisi. Sebelum akan melakukan wawancara kerja, sangat disarankan untuk mengidentifikasi kebutuhan tersebut dan tentukan bagaimana Anda akan mengukur kesuksesan pada posisi tersebut. Anda harus paham betul tentang apakah memang perusahaan membutuhkan posisi tersebut. Jika memang iya, maka sebelum tes wawancara, berikanlah pemberitahuan terhadap setiap kandidat tentang apa saja yang akanAnda tanyakan pada saat wawancara kerja sehingga mereka akan dapat bersiap-siap.

3. Buatlah Daftar Pertanyaan untuk Proses Interview.

Membuat beberapa pertanyaan wawancara tentang hal-hal apa saja yang ingin Anda ketahui dari kandidat karyawan. Mulailah dari contoh sebuah pertanyaan wawancara yang paling mudah seperti “Ceritakan tentang diri Anda” dan lanjutkan dengan “Mengapa Anda tertarik dengan posisi ini/pada perusahaan ini?”. Dua pertanyaan tersebut akan sangat membantu Anda dalam mengenali secara lebih jauh tentang siapa bagaimana mereka, apa saja yang terpenting bagi mereka, lalu bagaimana mereka akan melihat diri mereka sendiri, serta bagaimana mereka akan melihat lingkungan sekitar. Batasi pula waktu untuk mereka dalam menjawab pertanyaan wawancara. Setidaknya, berikan dua menit untuk setiap pertanyaan yang telah diajukan.

4. Catatlah Setiap Istilah yang Masih Kurang Anda Pahami.

Saat tes wawancara sudah dimulai, mungkin kandidat akan mengungkapkan sesuatu atau istilah yang bisa saja tidak Anda mengerti. Maka Anda jangan pernah merasa ragu untuk menanyakan hal tersebut, karena hal inilah yang akan sangat membantu Anda dalam memahami bagaimana sesungguhnya pengetahuan serta pengalaman dari orang tersebut. Misalnya, “Anda menyebutkan X, bisakah Anda menjelaskan kepada saya tentang hal tersebut?”. Oleh karena itu, catatlah setiap hal yang memang membuat Anda merasa bingung dari setiap pernyataannya.

5. Berikan Kesempatan Bagi Kandidat untuk Bertanya.

Sebelum tes wawancara kerja dimulai, kandidat kemungkinan besar sudah mencari tahu terlebih dahulu tentang profil perusahaan Anda. Dari sinilah sangat penting bagi Anda untuk memberikan kepada kandidat kesempatan untuk bertanya tentang bagaimana seluk-beluk perusahaan atau apapun yang mereka ingin ketahui dari perusahaan Anda. Dari berbagai pertanyaan tersebut, mungkin saja Anda bisa mengetahui tentang bagaimana ketertarikan kandidat tersebut atas posisi yang telah Anda tawarkan.

Mengerti secara lebih mendalam tentang bagaimana kandidat memang bisa saja dilakukan dengan tes wawancara. Namun, tes wawancara kerja yang paling baik juga perlu persiapan yang benar-benar matang. Dengan begitu, Anda tidak hanya akan membantu perusahaan untuk bisa berkembang menjadi lebih baik, namun juga akan memberikan kesempatan bagi kandidat terbaik Anda untuk bisa berkarir secara lebih optimal.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

Scroll to top