Tag: hrd

TIPS UNTUK SEMAKIN MEMOTIVASI DAN MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTARA SESAMA KARYAWAN PERUSAHAAN

Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu dituntut agar bisa selalu berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Namun, pada beberapa waktu tertentu ada kalanya seseorang tidak bisa melakukan komunikasi secara maksimal, misalnya dari tempat kerja. Baik itu karena terlalu banyaknya pekerjaan atau suasana lingkungan kantor yang kurang mendukung, menjadikan para karyawan jarang sekali hanya untuk sekedar berinteraksi. Hal ini malah mengakibatkan semakin kurangnya solidaritas dan kedekatan diantara sesama karyawan. Sebagai seorang HR, sudah menjadi tugas Anda untuk meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan.

Berikut ini merupakan beberapa tips dalam meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan:

1. Memberlakukan Peraturan Kerja Tim Bergiliran.

Ada kalanya sebuah proyek akan menjadi jauh lebih efektif untuk dikerjakan secara tim. Manfaatkan hal seperti ini untuk membangun komunikasi diantara sesama karyawan. Misalnya bulan ini ada proyek A, maka bagilah karyawan untuk menjadi kelompok A, B, dan C untuk menyelesaikannya bersama-sama. Bulan berikutnya, ketika datang proyek B, maka rubahlah formasi dari tim A, B, dan C sehingga setiap masing-masing anggota akan saling bertukar pasangan dan masing-masing akan bisa merasakan kerja sama dengan anggota dari tim lainnya. Jadi, mereka tidak hanya akan terpaku pada satu tim saja. Selain karyawan bisa belajar tentang hal-hal baru dari karyawan lainnya, hal ini justru akan menjadikan mereka dapat semakin lebih akrab antara satu sama lainnya, sehingga komunikasipun dapat terjalin dengan sangat baik.

2. Melakukan Kegiatan Olahraga Bersama-Sama.

Aturlah jadwal untuk melaksanakan kegiatan olahraga bersama-sama. Bisa dua minggu atau satu bulan sekali. Sewalah sebuah gedung olahraga untuk melakukan kegiatan seperti badminton, tenis, atau futsal di setiap akhir pekan dan undanglah seluruh karyawan Anda untuk saling berpartisipasi. Karyawan dari berbagai macam divisi akan hadir dan melakukan kegiatan olah raga futsal bersama-sama. Pada momen-momen seperti ini, maka pembagian divisi kerja tidak akan berlaku karena tujuan utamanya adalah untuk bermain futsal. Dengan adanya kebersamaan seperti ini, maka karyawan akan bisa saling mengenal dan menjadi lebih dekat satu sama lain. Rasa kebersamaan seperti ini juga tidak akan berhenti, namun justru akan semakin berlanjut sampai di kantor saat mereka bekerja nanti.

3. Membaur dan Selalu Ikut Kebersamaan.

Sebagai seorang atasan, tunjukkan wibawa Anda dengan ikut bergabung apabila ada acara kumpul-kumpul dengan karyawan. Dengan cara seperti itu, karyawan tidak akan merasa canggung dan dengan kehadiran Anda, mereka juga ingin ikut merasakan kebersamaan dengan atasannya. Semakin banyak karyawan yang bergabung, maka suasana akan semakin bertambah ramai, bukan? Tentu saja hal ini tidak akan terlepas dari peran Anda sebagai seorang penengah. Buatlah sebuah topik yang menarik untuk dibahas, namun ingatlah satu hal, jangan sampai membahas permasalahan tentang pekerjaan. Ini harus bisa Anda lakukan pada saat sedang makan siang di kantin atau saat makan di luar.

4. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Tidak Kaku

Lingkungan kerja yang terlalu kaku bisa menjadi penyebab utama dari gagalnya komunikasi antar sesama karyawan. Deadline yang super ketat, atau ruangan yang terlalu tertutup dan bersekat-sekat menjadikan karyawan terlalu sulit dalam melakukan interaksi dengan sesamanya. Sebisa mungkin, aturlah ruangan yang bisa untuk memudahkan karyawan dalam berbicara sembari tetap bekerja agar tidak terlalu stres. Mengobrol selama batas-batas masih wajar pada saat bekerja akan bisa semakin memperkuat komunikasi antara sesama karyawan. Deadline juga boleh ketat, namun ingatlah, bahwa karyawan juga manusia. Kurangi tingkat stres mereka dengan cara membuatnya menjadi lebih mudah dalam berkomunikasi antara satu sama lain.

5. Kegiatan Wisata untuk Seluruh Karyawan Perusahaan.

Sebagai tips dalam meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan yang terakhir adalah, Anda harus bisa mengajukan kepada atasan untuk meminta sejumlah dana tertentu dalam rangka untuk menjalin kebersamaan diantara karyawan. Bagi perusahaan yang cukup besar, tentunya hal seperti ini bukanlah menjadi masalah yang besar. Berikanlah sedikit kesempatan kepada para karyawan untuk melakukan refreshing dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Selain akan bisa melepas penat dari beban pekerjaan untuk sejenak, program wisata bersama ini juga akan semakin meningkatkan kesempatan bagi karyawan untuk saling mengobrol dan bersenda-gurau dengan sesamanya. Jika dirasa memang perlu, maka agendakan program wisata seperti ini sebagai kegiatan rutin tahunan.

Komunikasi yang baik akan terjalin antara sesama karyawan akan semakin memudahkan mereka dalam menjalin kerja sama dengan yang lainnya. Kerja sama yang baik ini akan bisa semakin meningkatkan produktivitas mereka sehingga pada akhirnya akan memberikan pengaruh positif bagi perusahaan. Jangan lupa untuk menggunakan software HR yang berbasis cloud agar berbagai pekerjaan administrasi HR akan bisa ditangani dengan lebih mudah dan cepat sehingga komunikasi diantara paa karyawanpun akan semakin optimal.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

 

ALASAN-ALASAN BAGI KARYAWAN UNTUK MENGAJUKAN RESIGN HARUS MENJADI PERHATIAN KHUSUS BAGI HRD PERUSAHAAN

Karyawan yang mengajukan resign dari perusahaan, sebenarnya apa saja alasannya? Manajer HRD yang baik tentunya pasti tahu betul bagaimana besarnya biaya dan berbagai macam resiko yang harus ditanggung oleh perusahaan hanya untuk sekedar merekrut kandidat karyawan baru. Oleh karena itu mereka akan melakukan berbagai macam cara hanya untuk mempertahankan karyawan yang sudah ada dan mencoba untuk mengembangkannya, terutamanya bagi karyawan yang memiliki kontribusi terbesar bagi perusahaan. Namun fakta yang sebenarnya terjadi tidak demikian, semua karyawan yang masih dapat dipertahankan tidak peduli seberapa baik mereka diperlakukan oleh perusahaan.

Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa karyawan sangat ingin mengajukan permohonan resign resign ( mengundurkan diri) dari perusahaan yang harus dipahami oleh setiap manajer HRD perusahaan:

1. Karyawan yang Merasa Kurang Dihargai Oleh Perusahaan.

Alasan pertama bagi karyawan yang berkeinginan untuk mengajukan resign dari perusahaan adalah karena mereka merasa kurang bahkan mungkin sama sekali tidak dihargai oleh perusahaan. Merasa dihargai merupakan prioritas terpenting pertama bagi seorang karyawan sebelum uang gaji, dan ini bukan berarti seorang manajer HRD harus memberikan pujian untuk sikap loyalitas yang tinggi bagi perusahaan atau pada saat mereka telah menyelesaikan tugas-tugasnya dengan tepat waktu. Mereka hanya butuh diingatkan dari waktu ke waktu bahwa kontribusi mereka memang sangat bernilai besar bagi perusahaan. Mengabaikan mereka terlalu lama, itu sama halnya dengan menyuruh mereka untuk mencari penghargaan dan prestasi kerja dari tempat lain (perusahaan baru).

2. Perubahan Dalam Lingkup Manajemen.

Perusahaan yang kurang peduli tentang dampak dari perubahan kebijakan, akan kehilangan banyak sekali tenaga yang berharga. Meluangkan sedikit waktu untuk sekedar berdiskusi dengan orang-orang yang paling terkena dampak dari perubahan kebijakan tersebut adalah hal terpenting untuk dilakukan dalam memastikan proses transisi perusahaan masih tetap berada pada jalur yang benar. Dan hal inilah yang sering menjadi alasan penting lainnya bagi karyawan untuk mengajukan permohonan resign dari perusahaan.

3. Kurangnya Waktu Untuk Istirahat.

Alasan karyawan resign selanjutnya adalah karena sempitnya waktu untuk beristirahat bagi mereka. Dalam usaha untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan menekan biaya seminimal mungkin, beberapa pengusaha seringkali memaksa karyawannya untuk bekerja beberapa jam lebih lama untuk mengerjakan berbagai tugas tambahan. Cara seperti ini mungkin saja akan berhasil untuk menekan biaya sementara waktu, namun pada akhirnya hal itu justru akan menyebabkan biaya yang jauh lebih tinggi dan tingkat produksi yang lebih rendah karena para pekerja akan mulai bosan dengan jadwal yang ketat dan terlalu mengintimidasi dan memaksa mereka untuk bekerja lebih berat dengan waktu istirahat yang sangat sedikit.

4. Kurangnya Fasilitas Kompensasi Bagi Karyawan.

Ini merupakan permasalahan terpenting lainnya yang seringkali diabaikan oleh pihak manajemen dan harus secepatnya ditangani. Sudah bukan rahasia lagi bahwa jika perusahaan yang lebih bermurah hati dalam hal seperti ini, maka perusahaan tersebut bisa dikatakan sebagai perusahaan yang jauh lebih sukses. Kurangnya kompensasi juga dapat menjadi alasan lain bagi karyawan untuk mengajukan resign dari perusahaan Anda.

5. Mesin dan Peralatan yang Sudah Mulai Usang (Tidak Layak Pakai).

Apakah itu adalah mesin fotocopy, komputer atau sistem telepon kantor, peralatan yang menjadikan pekerjaan terhambat bagi mereka yang menggunakannya berperan sangat besar bagi seorang karyawan untuk keluar dan mencari tempat bekerja yang baru. Dalam waktu jangka panjang, mengganti para pekerja yang sudah keluar tersebut terbukti seringkali jauh lebih mahal daripada harus mengganti peralatan baru dengan yang lebih modern.

6. Target yang Tidak Masuk Akal.

Menetapkan target itu sangatlah penting untuk menjaga tingkat produksi dan mencapai hasil yang lebih maksimal. Hal ini juga berlaku pada semua aspek kehidupan, baik itu adalah pribadi maupun perusahaan. Akan tetapi meningkatkan target secara terus-menerus tanpa memperhatikan apa yang diperlukan dalam mencapainya hal itu biasanya akan berakhir dengan keruntuhan mental dan motivasi para pekerjanya. Karyawan yang terus-menerus mengalami hal ini pada akhirnya akan memutuskan bahwa itu sangatlah tidak layak dan tidak masuk akal, dan akhirnya merekapun akan mengajukan resign.

7. Kurangnya Dukungan Dari Pihak Manajemen Bagi Karyawan.

Manajer yang tidak bersedia mendukung karyawan yang bergantung kepada mereka (manajer) akan semakin kesulitan untuk mempertahankan para karyawan dibawahnya. Seorang manajer bukan berarti harus selalu menjadi pendengar dari setiap keluhan mereka, akan tetapi harus memberikan dukungan dan sedikit bantuan motivasi, bahkan pada saat harus melibatkan urusan yang bukan bagian dari tujuan dari karir Anda. Ini adalah tentang bagaimana Anda agar bisa menjadi pemimpin yang dihormati oleh karyawan.

8. Kurangnya Tantangan Bagi Karyawan.

Pada saat karyawan mulai merasa bosan dengan pekerjaannya yang sehari-harinya terlalu monoton, maka pikiran mereka akan mulai mencari sesuatu yang lebih menarik dan yang lebih menantang. Apabila hal itu tidak dapat mereka temukan di perusahaannya yang sekarang, maka mereka akan mencarinya ditempat lain (tempat kerja baru). Menjaga karyawan agar tetap merasa tertantang dengan berbagi tugas-tugas yang lebih bervariasi dan tetap bermanfaat adalah cara terbaik untuk menjaga mereka dari niat untuk meninggalkan perusahaan.

9. Lingkungan Kerja yang Kurang Menyenangkan.

Perhatikanlah suasana tempat Anda bekerja, apakah karyawan Anda tampak merasa senang berada di sana? Apakah terdapat pengaruh positif bagi para staff Anda yang terpancar dari sikap antusiasme mereka?. Jika tidak, maka segera tanyakan kepada diri sendiri mengapa bisa demikian? Tempat kerja tidak harus selalu membosankan. Bahkan perusahan-perusahaan besar yang sangat suksespun selalu berlomba-lomba untuk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Bukan berarti harus mengadakan sebuah pesta meriah, namun setidaknya Anda harus membangun suasana keakraban diantara para karyawan Anda, dengan menebarkan senyum tulus misalnya dan lain sebagainya.

Manajer HRD yang baik dan penuh perhatian akan meluangkan sedikit waktunya untuk memperhatikan kebutuhan para karyawan dengan melihat nilai mereka dari perspektif jangka panjangnya. Perusahaan telah menghabiskan banyak sekali waktu, tenaga dan uang hanya untuk mendapatkan dan mempekerjakan orang yang tepat. Semua ini akan menjadi sia-sia apabila perusahaan tidak bisa menjaga keberadaan mereka.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

HAL-HAL YANG HARUS DIPERSIAPKAN DIVISI HRD SEBELUM PELAKSANAAN TES INTERVIEW KARYAWAN BARU

Dalam menentukan siapa kandidat terbaik yang benar-benar cocok untuk mengisi sebuah posisi jabatan di perusahaan, Anda mungkin akan membutuhkan adanya teknik wawancara yang terbaik. Karena Anda membutuhkan pertanyaan yang lebih tepat dalam mengorek informasi sebanyak mungkin sehingga pilihan Anda sudah benar-benar tepat. Untuk mendukung hal itu, sebagai seorang HR manager, Anda harus tahu betul tentang tes wawancara, bahkan harus dipersiapkan sebelum akan dimulai.

Lalu, persiapan seperti apa saja yang harus dilakukan oleh tim HR sebelum akan melakukan tes wawancara kerja karyawan baru?

1. Mengenali Para Kandidat.

Seperti kata pepatah, tak kenal maka juga tak sayang. Dalam sebuah interview pekerjaan, mayoritas kandidat sudah pasti akan menunjukkan bahwa mereka sedang dalam kondisi yang paling sempurna. Namun, bisa jadi sebenarnya kandidat ini tidak seperti itu. Oleh karenanya, sangat disarankan untuk mengenal lebih jauh seputar para kandidat melalui media apapun, bisa dari Google, LinkedIn, Facebook, atau bahkan Twitter sebelum tes wawancara tersebut akan dimulai. Andapun akan dapat lebih mudah dalam mengenali sosok aslinya melalui cara seperti ini.

2. Perencanaan Perekrutan Pra Interview.

Sebuah perusahaan biasanya akan merekrut orang karena mereka memiliki permasalahan kebutuhan posisi yang memang harus diisi. Sebelum akan melakukan wawancara kerja, sangat disarankan untuk mengidentifikasi kebutuhan tersebut dan tentukan bagaimana Anda akan mengukur kesuksesan pada posisi tersebut. Anda harus paham betul tentang apakah memang perusahaan membutuhkan posisi tersebut. Jika memang iya, maka sebelum tes wawancara, berikanlah pemberitahuan terhadap setiap kandidat tentang apa saja yang akanAnda tanyakan pada saat wawancara kerja sehingga mereka akan dapat bersiap-siap.

3. Buatlah Daftar Pertanyaan untuk Proses Interview.

Membuat beberapa pertanyaan wawancara tentang hal-hal apa saja yang ingin Anda ketahui dari kandidat karyawan. Mulailah dari contoh sebuah pertanyaan wawancara yang paling mudah seperti “Ceritakan tentang diri Anda” dan lanjutkan dengan “Mengapa Anda tertarik dengan posisi ini/pada perusahaan ini?”. Dua pertanyaan tersebut akan sangat membantu Anda dalam mengenali secara lebih jauh tentang siapa bagaimana mereka, apa saja yang terpenting bagi mereka, lalu bagaimana mereka akan melihat diri mereka sendiri, serta bagaimana mereka akan melihat lingkungan sekitar. Batasi pula waktu untuk mereka dalam menjawab pertanyaan wawancara. Setidaknya, berikan dua menit untuk setiap pertanyaan yang telah diajukan.

4. Catatlah Setiap Istilah yang Masih Kurang Anda Pahami.

Saat tes wawancara sudah dimulai, mungkin kandidat akan mengungkapkan sesuatu atau istilah yang bisa saja tidak Anda mengerti. Maka Anda jangan pernah merasa ragu untuk menanyakan hal tersebut, karena hal inilah yang akan sangat membantu Anda dalam memahami bagaimana sesungguhnya pengetahuan serta pengalaman dari orang tersebut. Misalnya, “Anda menyebutkan X, bisakah Anda menjelaskan kepada saya tentang hal tersebut?”. Oleh karena itu, catatlah setiap hal yang memang membuat Anda merasa bingung dari setiap pernyataannya.

5. Berikan Kesempatan Bagi Kandidat untuk Bertanya.

Sebelum tes wawancara kerja dimulai, kandidat kemungkinan besar sudah mencari tahu terlebih dahulu tentang profil perusahaan Anda. Dari sinilah sangat penting bagi Anda untuk memberikan kepada kandidat kesempatan untuk bertanya tentang bagaimana seluk-beluk perusahaan atau apapun yang mereka ingin ketahui dari perusahaan Anda. Dari berbagai pertanyaan tersebut, mungkin saja Anda bisa mengetahui tentang bagaimana ketertarikan kandidat tersebut atas posisi yang telah Anda tawarkan.

Mengerti secara lebih mendalam tentang bagaimana kandidat memang bisa saja dilakukan dengan tes wawancara. Namun, tes wawancara kerja yang paling baik juga perlu persiapan yang benar-benar matang. Dengan begitu, Anda tidak hanya akan membantu perusahaan untuk bisa berkembang menjadi lebih baik, namun juga akan memberikan kesempatan bagi kandidat terbaik Anda untuk bisa berkarir secara lebih optimal.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

Scroll to top