Tag: hrd

PENTINGNYA MELAKUKAN RE BRANDING (PERUBAHAN IMAGE) TERHADAP DIVISI HR INTERNAL PERUSAHAAN

Perubahan image, biasanya dilakukan terhadap brand dari suatu produk. Namun, bagaimana apabila branding sengaja diterapkan untuk divisi internal perusahaan? Meskipun mungkin saja terdengar belum terlalu umum, namun nyatanya setiap komponen dalam internal perusahaan seperti karyawan sampai untuk kepemilikan perusahaan secara global juga memiliki citra diri. Lalu, kira-kira seberapa penting re branding bagi divisi HR? Maka inilah penjelasannya.

1. Mengapa Divisi HR Perlu Dilakukan Re branding?

Re branding sebenarnya tidak hanya tentang sekedar untuk mengubah image saja, namun juga untuk membawa diri agar dapat menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Pada divisi HR, hal ini bisa dilakukan dengan cara mengadaptasikan teknologi seperti software HR agar image dari divisi HRD bisa berubah menjadi semakin modern. Pada sisi lainnya, penggunaan teknologi tersebut juga tidak hanya sekadar untuk pencitraan saja, namun agar divisi HR dapat bekerja secara lebih efektif dan menghemat banyak waktu. Dengan cara itu, maka Anda dan tim HR akan bisa untuk lebih fokus kepada hal-hal penting lainnya.

Tidak hanya itu, pada saat akan melakukan branding, Anda dan seluruh anggota tim secara otomatis akan berkumpul untuk berdiskusi dalam menyusun standard baru. Hal ini malah semakin memungkinkan bagi divisi HR untuk mengevaluasi kembali apa saja fokus kerja mereka agar dapat menjadi lebih baik lagi.

Jadi, pada dasarnya, branding berfungsi sama bagi setiap individu atau bagi divisi di internal perusahaan karena secara alami akan sangat mempengaruhi kinerja orang yang bekerja di dalamnya. Re branding sangat membantu agar orang-orang dapat menjadi lebih kreatif dan rajin.

2. Rebranding Memiliki Kekuatan Secara Psikologis.

Proses re branding tidak hanya tentang menciptakan visi dan misi saja, namun juga tentang bagaimana seorang harus berperilaku. Pada poin ini, re branding bisa sangat berguna bagi divisi HR karena akan membantu dalam memperkuat hal yang sudah ada sebelumnya. Kenyataannya, sebuah brand akan jauh menjadi lebih besar apabila dibandingkan dengan visi dan misi mereka. Branding merupakan implementasi atau wujud nyata dari visi dan misi yang sudah ada.

Melalui nilai dari brand yang baru dan secara konsisten diterapkan sepanjang waktu, maka seluruh budaya yang berada pada divisi tersebut sebelumnya akan bisa berubah menjadi sebuah identitas yang baru dan menjadi lebih baik. Hal ini tentunya juga akan sangat berdampak baik terhadap anggota divisi. Identitas yang baru artinya adalah berupa titik start yang baru pula. Anda dan tim akan bisa menganggap bahwa re branding sebagai sebuah fresh start dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan diri demi kemajuan perusahaan.

3. Rebranding Bagi Lingkungan Kerja Agar Semakin Lebih Kondusif.

Seperti yang sudah disebutkan pada poin-poin sebelumnya, re branding dapat menjadi sebuah fresh start. Idealnya adalah, awal yang baru akan semakin memicu orang untuk menjadi semakin lebih baik dari sebelumnya.

Dengan semangat diri yang terus terpacu agar menjadi lebih baik, hal ini tentu saja akan berdampak positif terhadap produktivitas kinerja. Dan hasilnya, lingkungan kerja pada internal perusahaanpun juga akan bisa menjadi lebih kondusif. Dalam upaya untuk mendukung proses rebranding seperti ini, maka Anda bisa melakukan program yang seru bagi para karyawan seperti outing, program pertemanan bagi para karyawan baru, fun night, dan lain sebagainya. Tidak hanya sebatas pada lingkungan kerja untuk menjadi lebih kondusif saja, namun juga untuk menjalin hubungan antar sesama anggota divisi HR pun juga akan semakin erat.

Proses rebranding memang membutuhkan waktu dan beberapa resources lain untuk mendukungnya. Namun, waktu dan tenaga yang akan Anda curahkan juga tetap akan terbayar, karena re branding bisa menjadi teknik terbaik dalam upaya untuk menegaskan kembali posisi dari sebuah departemen, yang mana hal ini akan sangat mempengaruhi dalam hal pengambilan keputusan perusahaan.

Nah, itulah penjelasan singkat seputar pentingnya re branding bagi divisi HR. Apakah Anda sudah merasa tertarik untuk mencobanya? Maka segera buktikan sendiri.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

TIPS HR: TANDA-TANDA APABILA LINGKUNGAN KERJA SUDAH TIDAK NYAMAN LAGI UNTUK BEKERJA

Dalam hal bekerja, lingkungan kerja merupakan faktor utama sebagai kenyamanan seseorang agar dapat melaksanakan berbagai pekerjaannya dapat menjadi maksimal. Rasa yang tidak nyaman akan menjadikan seorang karyawan merasa terlalu malas untuk bekerja, sehingga semakin lama akan menjadi terlalu kurang produktif.

Tentunya hal seperti ini akan menjadikan karyawan semakin stress untuk bekerja apabila harus dialami oleh para karyawan baru. Terkadang bagi Anda yang sudah mulai masuk di lingkungan kerja perusahaan baru, Anda mungkin saja akan membutuhkan adanya proses adaptasi agar mampu bertahan pada pekerjaan tersebut. Apabila Anda berpikir tentang adaptasi yang telah Anda lakukan sudah maksimal, namun Anda tak kunjung juga bisa untuk menikmati pekerjaan Anda tersebut, maka mungkin saja Anda telah memasuki lingkungan kerja yang salah.

Berikut ini merupakan beberapa tanda-tanda dari lingkungan kerja perusahaan yang bisa dibilang sangat jauh dari kata nyaman bagi karyawan.

1. Lingkungan Kerja yang Terlau Sunyi dan Senyap.

Biasanya, sesibuk apapun pekerjaan yang dilakukan, seorang karyawan pastinya akan menyempatkan diri untuk sekedar mengobrol singkat dengan rekan kerja di sebelahnya. Entah hanya sekedar untuk bertanya seputar pekerjaan atau sekedar untuk bercanda sebentar. Adanya interaksi antar karyawan menunjukkan masih adakehidupan sosial di kantor tersebut dan masih berjalan lancar, dengan catatan karyawan harus tetap memprioritaskan pekerjaannya.

Namun, jika Anda jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah melihat karyawan saling mengobrol satu sama lain (meskipun hanya sebentar), maka bisa jadi itu artinya adalah para karyawan merasa tidak nyaman, bahkan hanya untuk sekedar berinteraksi. Semua orang terlalu sibuk dan takut dengan pekerjaannya masing-masing, sehingga suasana kantor menjadi sangat sunyi. Kehidupan sosial yang sudah ‘mati’ seperti itu pastinya akan menjadikan Anda merasa kurang nyaman, bukan?

2. Jam Kerja yang Terlalu Ketat dan Kaku.

Tidak semua perusahaan memiliki jadwal yang fleksibel bagi karyawannya. Ada juga perusahaan yang memiliki aturan sangat ketat terkait dengan jam kerja. Misalnya saja saat karyawan datang terlambat hanya satu menit saja dari jam masuk kerja dan perusahaan sudah menghadiahkannya berupa satu kali pemotongan gaji sebesar 10% dari gajinya tanpa adanya kompromi untuk hal itu, padahal secara pekerjaan ia sangat mampu sesuai dengan deadline dan tanpa adanya sekitpun menurunkan dari kualitasnya. Atau pada saat Anda tidak bisa mendapatkan waktu istirahat yang penuh selama satu jam (hanya sampai 45 menit saja) karena harus bekerja lebih extra bagi perusahan.

Hal-hal seperti itulah yang akan menjadikan karyawan akan merasa kurang nyaman untuk bekerja. Hal itu menunjukkan bahwa perusahaan kurang profesional dalam menjaga tingkat kesejahteraan dari para karyawannya. Padahal seharusnya perusahaan mampu menilai tingkat performa dari karyawan secara menyeluruh, bukan hanya dari sudut pandang terlalu ketatnya system kerja saja.

3. Penyampaian Feedback dari Atasan Kurang Tepat.

Penyampaian feedback yang diberikan oleh atasan memang sangat penting untuk perbaikan dari si karyawan. Namun, dalam penyampaian feedback inipun juga harus tetap memperhatikan nilai-nilai kesopanan. Akan tetapi untuk hal seperti ini, tidak semua atasan mampu menyampaikannya dengan benar. Jika Anda melihat atasan telah memberikan feedback pada karyawan dengan cara-cara yang tidak wajar seperti dengan membentak, menghina, atau dengan mencaci maki di hadapan karyawan lain agar karyawan tersebut merasa kapok, maka hal ini bukanlah kantor yang baik untuk tempat bekerja bagi Anda. Membuka aib atau kelemahan karyawan di hadapan karyawan lain bukanlah cara yang cerdas untuk membangun semangat karyawan, malah hal itu akan semakin menjatuhkan mental karyawan. Bisa juga hal itu akan membuatnya menjadi semakin membenci atasan. Lingkungan kerja perusahaan yang seperti ini akan sangat menghambat Anda untuk bisa berkembang.

4. Saling Berteriak Satu Sama Lain.

Selain akan menunjukkan bahwa Anda memiliki kemampuan manajemen emosi yang begitu rendah, berteriak juga tidak mampu menyelesaikan masalah. Mungkin saja di beberapa perusahaan, atasan dan bawahan yang sudah terbiasa saling berteriak merupakan hal wajar-wajar saja. Walaupun karyawan di sana sudah terbiasa dan baik-baik saja saat melihat ini, namun sebenarnya kebiasaan untuk berteriak hanya akan membangun sisi kepribadian yang kurang baik. Nah, untuk faktor berteriak ini biasanya disebabkan oleh adanya konflik tertentu. Konflik kiga dapat diminimalisir dengan jalan penggunaan software HR yang praktis dan efisien dalam menyelesaikan segala pekerajaan-pekerjaan yang berhubungan dengan bidang HR.

Apabila tanda-tanda seperti di atas seringkali Anda alami di lingkungan tempat kerja, maka sebaiknya Anda tidak boleh membuang-buang waktu lebih lama lagi disana. Daripada hal tersebut malah menjadikan Anda semakin depresi dan tidak produktif lagi, maka lebih baik segera mencari lingkungan kerja perusahaan baru yang bisa membuat Anda merasa nyaman disana. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses selalu.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

TIPS UNTUK SEMAKIN MEMOTIVASI DAN MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTARA SESAMA KARYAWAN PERUSAHAAN

Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu dituntut agar bisa selalu berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya. Namun, pada beberapa waktu tertentu ada kalanya seseorang tidak bisa melakukan komunikasi secara maksimal, misalnya dari tempat kerja. Baik itu karena terlalu banyaknya pekerjaan atau suasana lingkungan kantor yang kurang mendukung, menjadikan para karyawan jarang sekali hanya untuk sekedar berinteraksi. Hal ini malah mengakibatkan semakin kurangnya solidaritas dan kedekatan diantara sesama karyawan. Sebagai seorang HR, sudah menjadi tugas Anda untuk meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan.

Berikut ini merupakan beberapa tips dalam meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan:

1. Memberlakukan Peraturan Kerja Tim Bergiliran.

Ada kalanya sebuah proyek akan menjadi jauh lebih efektif untuk dikerjakan secara tim. Manfaatkan hal seperti ini untuk membangun komunikasi diantara sesama karyawan. Misalnya bulan ini ada proyek A, maka bagilah karyawan untuk menjadi kelompok A, B, dan C untuk menyelesaikannya bersama-sama. Bulan berikutnya, ketika datang proyek B, maka rubahlah formasi dari tim A, B, dan C sehingga setiap masing-masing anggota akan saling bertukar pasangan dan masing-masing akan bisa merasakan kerja sama dengan anggota dari tim lainnya. Jadi, mereka tidak hanya akan terpaku pada satu tim saja. Selain karyawan bisa belajar tentang hal-hal baru dari karyawan lainnya, hal ini justru akan menjadikan mereka dapat semakin lebih akrab antara satu sama lainnya, sehingga komunikasipun dapat terjalin dengan sangat baik.

2. Melakukan Kegiatan Olahraga Bersama-Sama.

Aturlah jadwal untuk melaksanakan kegiatan olahraga bersama-sama. Bisa dua minggu atau satu bulan sekali. Sewalah sebuah gedung olahraga untuk melakukan kegiatan seperti badminton, tenis, atau futsal di setiap akhir pekan dan undanglah seluruh karyawan Anda untuk saling berpartisipasi. Karyawan dari berbagai macam divisi akan hadir dan melakukan kegiatan olah raga futsal bersama-sama. Pada momen-momen seperti ini, maka pembagian divisi kerja tidak akan berlaku karena tujuan utamanya adalah untuk bermain futsal. Dengan adanya kebersamaan seperti ini, maka karyawan akan bisa saling mengenal dan menjadi lebih dekat satu sama lain. Rasa kebersamaan seperti ini juga tidak akan berhenti, namun justru akan semakin berlanjut sampai di kantor saat mereka bekerja nanti.

3. Membaur dan Selalu Ikut Kebersamaan.

Sebagai seorang atasan, tunjukkan wibawa Anda dengan ikut bergabung apabila ada acara kumpul-kumpul dengan karyawan. Dengan cara seperti itu, karyawan tidak akan merasa canggung dan dengan kehadiran Anda, mereka juga ingin ikut merasakan kebersamaan dengan atasannya. Semakin banyak karyawan yang bergabung, maka suasana akan semakin bertambah ramai, bukan? Tentu saja hal ini tidak akan terlepas dari peran Anda sebagai seorang penengah. Buatlah sebuah topik yang menarik untuk dibahas, namun ingatlah satu hal, jangan sampai membahas permasalahan tentang pekerjaan. Ini harus bisa Anda lakukan pada saat sedang makan siang di kantin atau saat makan di luar.

4. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Tidak Kaku

Lingkungan kerja yang terlalu kaku bisa menjadi penyebab utama dari gagalnya komunikasi antar sesama karyawan. Deadline yang super ketat, atau ruangan yang terlalu tertutup dan bersekat-sekat menjadikan karyawan terlalu sulit dalam melakukan interaksi dengan sesamanya. Sebisa mungkin, aturlah ruangan yang bisa untuk memudahkan karyawan dalam berbicara sembari tetap bekerja agar tidak terlalu stres. Mengobrol selama batas-batas masih wajar pada saat bekerja akan bisa semakin memperkuat komunikasi antara sesama karyawan. Deadline juga boleh ketat, namun ingatlah, bahwa karyawan juga manusia. Kurangi tingkat stres mereka dengan cara membuatnya menjadi lebih mudah dalam berkomunikasi antara satu sama lain.

5. Kegiatan Wisata untuk Seluruh Karyawan Perusahaan.

Sebagai tips dalam meningkatkan komunikasi antara sesama karyawan yang terakhir adalah, Anda harus bisa mengajukan kepada atasan untuk meminta sejumlah dana tertentu dalam rangka untuk menjalin kebersamaan diantara karyawan. Bagi perusahaan yang cukup besar, tentunya hal seperti ini bukanlah menjadi masalah yang besar. Berikanlah sedikit kesempatan kepada para karyawan untuk melakukan refreshing dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Selain akan bisa melepas penat dari beban pekerjaan untuk sejenak, program wisata bersama ini juga akan semakin meningkatkan kesempatan bagi karyawan untuk saling mengobrol dan bersenda-gurau dengan sesamanya. Jika dirasa memang perlu, maka agendakan program wisata seperti ini sebagai kegiatan rutin tahunan.

Komunikasi yang baik akan terjalin antara sesama karyawan akan semakin memudahkan mereka dalam menjalin kerja sama dengan yang lainnya. Kerja sama yang baik ini akan bisa semakin meningkatkan produktivitas mereka sehingga pada akhirnya akan memberikan pengaruh positif bagi perusahaan. Jangan lupa untuk menggunakan software HR yang berbasis cloud agar berbagai pekerjaan administrasi HR akan bisa ditangani dengan lebih mudah dan cepat sehingga komunikasi diantara paa karyawanpun akan semakin optimal.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

 

ALASAN-ALASAN BAGI KARYAWAN UNTUK MENGAJUKAN RESIGN HARUS MENJADI PERHATIAN KHUSUS BAGI HRD PERUSAHAAN

Karyawan yang mengajukan resign dari perusahaan, sebenarnya apa saja alasannya? Manajer HRD yang baik tentunya pasti tahu betul bagaimana besarnya biaya dan berbagai macam resiko yang harus ditanggung oleh perusahaan hanya untuk sekedar merekrut kandidat karyawan baru. Oleh karena itu mereka akan melakukan berbagai macam cara hanya untuk mempertahankan karyawan yang sudah ada dan mencoba untuk mengembangkannya, terutamanya bagi karyawan yang memiliki kontribusi terbesar bagi perusahaan. Namun fakta yang sebenarnya terjadi tidak demikian, semua karyawan yang masih dapat dipertahankan tidak peduli seberapa baik mereka diperlakukan oleh perusahaan.

Berikut ini merupakan beberapa alasan mengapa karyawan sangat ingin mengajukan permohonan resign resign ( mengundurkan diri) dari perusahaan yang harus dipahami oleh setiap manajer HRD perusahaan:

1. Karyawan yang Merasa Kurang Dihargai Oleh Perusahaan.

Alasan pertama bagi karyawan yang berkeinginan untuk mengajukan resign dari perusahaan adalah karena mereka merasa kurang bahkan mungkin sama sekali tidak dihargai oleh perusahaan. Merasa dihargai merupakan prioritas terpenting pertama bagi seorang karyawan sebelum uang gaji, dan ini bukan berarti seorang manajer HRD harus memberikan pujian untuk sikap loyalitas yang tinggi bagi perusahaan atau pada saat mereka telah menyelesaikan tugas-tugasnya dengan tepat waktu. Mereka hanya butuh diingatkan dari waktu ke waktu bahwa kontribusi mereka memang sangat bernilai besar bagi perusahaan. Mengabaikan mereka terlalu lama, itu sama halnya dengan menyuruh mereka untuk mencari penghargaan dan prestasi kerja dari tempat lain (perusahaan baru).

2. Perubahan Dalam Lingkup Manajemen.

Perusahaan yang kurang peduli tentang dampak dari perubahan kebijakan, akan kehilangan banyak sekali tenaga yang berharga. Meluangkan sedikit waktu untuk sekedar berdiskusi dengan orang-orang yang paling terkena dampak dari perubahan kebijakan tersebut adalah hal terpenting untuk dilakukan dalam memastikan proses transisi perusahaan masih tetap berada pada jalur yang benar. Dan hal inilah yang sering menjadi alasan penting lainnya bagi karyawan untuk mengajukan permohonan resign dari perusahaan.

3. Kurangnya Waktu Untuk Istirahat.

Alasan karyawan resign selanjutnya adalah karena sempitnya waktu untuk beristirahat bagi mereka. Dalam usaha untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan menekan biaya seminimal mungkin, beberapa pengusaha seringkali memaksa karyawannya untuk bekerja beberapa jam lebih lama untuk mengerjakan berbagai tugas tambahan. Cara seperti ini mungkin saja akan berhasil untuk menekan biaya sementara waktu, namun pada akhirnya hal itu justru akan menyebabkan biaya yang jauh lebih tinggi dan tingkat produksi yang lebih rendah karena para pekerja akan mulai bosan dengan jadwal yang ketat dan terlalu mengintimidasi dan memaksa mereka untuk bekerja lebih berat dengan waktu istirahat yang sangat sedikit.

4. Kurangnya Fasilitas Kompensasi Bagi Karyawan.

Ini merupakan permasalahan terpenting lainnya yang seringkali diabaikan oleh pihak manajemen dan harus secepatnya ditangani. Sudah bukan rahasia lagi bahwa jika perusahaan yang lebih bermurah hati dalam hal seperti ini, maka perusahaan tersebut bisa dikatakan sebagai perusahaan yang jauh lebih sukses. Kurangnya kompensasi juga dapat menjadi alasan lain bagi karyawan untuk mengajukan resign dari perusahaan Anda.

5. Mesin dan Peralatan yang Sudah Mulai Usang (Tidak Layak Pakai).

Apakah itu adalah mesin fotocopy, komputer atau sistem telepon kantor, peralatan yang menjadikan pekerjaan terhambat bagi mereka yang menggunakannya berperan sangat besar bagi seorang karyawan untuk keluar dan mencari tempat bekerja yang baru. Dalam waktu jangka panjang, mengganti para pekerja yang sudah keluar tersebut terbukti seringkali jauh lebih mahal daripada harus mengganti peralatan baru dengan yang lebih modern.

6. Target yang Tidak Masuk Akal.

Menetapkan target itu sangatlah penting untuk menjaga tingkat produksi dan mencapai hasil yang lebih maksimal. Hal ini juga berlaku pada semua aspek kehidupan, baik itu adalah pribadi maupun perusahaan. Akan tetapi meningkatkan target secara terus-menerus tanpa memperhatikan apa yang diperlukan dalam mencapainya hal itu biasanya akan berakhir dengan keruntuhan mental dan motivasi para pekerjanya. Karyawan yang terus-menerus mengalami hal ini pada akhirnya akan memutuskan bahwa itu sangatlah tidak layak dan tidak masuk akal, dan akhirnya merekapun akan mengajukan resign.

7. Kurangnya Dukungan Dari Pihak Manajemen Bagi Karyawan.

Manajer yang tidak bersedia mendukung karyawan yang bergantung kepada mereka (manajer) akan semakin kesulitan untuk mempertahankan para karyawan dibawahnya. Seorang manajer bukan berarti harus selalu menjadi pendengar dari setiap keluhan mereka, akan tetapi harus memberikan dukungan dan sedikit bantuan motivasi, bahkan pada saat harus melibatkan urusan yang bukan bagian dari tujuan dari karir Anda. Ini adalah tentang bagaimana Anda agar bisa menjadi pemimpin yang dihormati oleh karyawan.

8. Kurangnya Tantangan Bagi Karyawan.

Pada saat karyawan mulai merasa bosan dengan pekerjaannya yang sehari-harinya terlalu monoton, maka pikiran mereka akan mulai mencari sesuatu yang lebih menarik dan yang lebih menantang. Apabila hal itu tidak dapat mereka temukan di perusahaannya yang sekarang, maka mereka akan mencarinya ditempat lain (tempat kerja baru). Menjaga karyawan agar tetap merasa tertantang dengan berbagi tugas-tugas yang lebih bervariasi dan tetap bermanfaat adalah cara terbaik untuk menjaga mereka dari niat untuk meninggalkan perusahaan.

9. Lingkungan Kerja yang Kurang Menyenangkan.

Perhatikanlah suasana tempat Anda bekerja, apakah karyawan Anda tampak merasa senang berada di sana? Apakah terdapat pengaruh positif bagi para staff Anda yang terpancar dari sikap antusiasme mereka?. Jika tidak, maka segera tanyakan kepada diri sendiri mengapa bisa demikian? Tempat kerja tidak harus selalu membosankan. Bahkan perusahan-perusahaan besar yang sangat suksespun selalu berlomba-lomba untuk menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Bukan berarti harus mengadakan sebuah pesta meriah, namun setidaknya Anda harus membangun suasana keakraban diantara para karyawan Anda, dengan menebarkan senyum tulus misalnya dan lain sebagainya.

Manajer HRD yang baik dan penuh perhatian akan meluangkan sedikit waktunya untuk memperhatikan kebutuhan para karyawan dengan melihat nilai mereka dari perspektif jangka panjangnya. Perusahaan telah menghabiskan banyak sekali waktu, tenaga dan uang hanya untuk mendapatkan dan mempekerjakan orang yang tepat. Semua ini akan menjadi sia-sia apabila perusahaan tidak bisa menjaga keberadaan mereka.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

Scroll to top