Tag: Impelementor software accounting kupang

APA SAJA MANFAATNYA UNTUK MENJADI PERUSAHAAN YANG SUDAH GO PUBLIK

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan sedikit membahas artikel tentang APA SAJA MANFAATNYA MENJADI PERUSAHAAN YANG SUDAH GO PUBLIK. Sebelum membahas tentang apa saja manfaat dari menjadi perusahaan yang sudah Go Publik terlebih dahulu kita akan membahas permasalahan kelemahan pendanaan  dari Bank. Masalah yang paling sering dijumpai oleh perusahan saat ingin melakukan ekspansi, perluasan bisnisnya adalah dari ketersediaan dananya. Jika dilihat dari rata-rata rasio Debt to Equity (DER ) Ratio perusahaan di Indonesia,  Sebagian besar perusahaan akan menggunakan sumber pendanaannya dari Bank. Akan tetapi pendanan dari Bank juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

1. Perusahaan akan dikenakan bunga pinjamaman. Besarnya keseluruhan dari pinjaman yang harus dilunasi oleh perusahaaan adalah sebesar harga pokok ditambah dengan bunga pinjaman. Pada akhir tahun 2017 lalu rata-rata bunga pinjaman Bank adalah diatas 10 %.
2. Perusahaan akan semakin ditekan oleh waktu. Cicilan dan bunga pinjaman harus dibayarkan oleh perusahaan harus tepat waktu, jika terlambat maka perusahan akan langsung dikenakan denda dan resiko terburuk untuk menjadi black list dari pihak Bank. Bank tidak akan mempercayai perusahaan lagi jika debitur memang berniat untuk meminjam uang lagi dari Bank. Akibatnya  pihak manajemen akan semakin tertekan untuk menemukan bagaimana cara terbaik agar mampu melunasi segala hutang-hutangnya.
3. Perusahaan akan dihadapkan pada resiko untuk kehilangan Aset yang dijaminkan. Perusahaan juga harus menyediakan jaminan sebagai persyaratan bahwa dia cukup mampu untuk mengembalikan pinjamannya dengan tepat waktu. Memastikan kepada pihak Bank sebagai pihak pemberi pinjaman bahwa perusahaan tidak akan ingkar janji/wanprestasi untuk melunasi pijamannya.
4. Resiko terbesar bagi pihak debitur adalah disitanya asset yang telah dijadikan jaminan, apabila tidak mampu mengembalikan. Penyitaan jaminan milik debitur untuk dilelang merupakan opsi terakhir dari pihak Bank dalam menapatkan dananya kembali.
5. Semakin lama memilih waktu jatuh tempo, maka akan menjadi semakin besar pula total pinjaman yang harus dikembalikan. Karena bunga bank akan termasuk menjadi include dengan besarnya cicilan yang harus dibayarkan setap kali pembayaran.

Setelah Anda membaca beberapa kerugian dari penggunaan dana Bank sebagai modal, maka sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, siapkah para pembaca sekalian untuk menghadapi apapun yang akan terjadi kedepannya?

Sekarang, apa saja manfaat yang akan dididapatkan jika menjadi perusahaan yang sudah Go publik?

• Lebih Mudah Dalam Memperoleh Dana.

Jika perusahaan membutuhkan pendanaan, perusahan dapat dengan mudah menjual sahamnya kepada publik. Selain saham perusahaan dapat dengan mudah masuk ke pasar uang melalui penerbitan surat hutang (obligasi) jangka pendek maupun jangka panjang.

Manfaat bagi perusahaan yang sudah menerbitkan Surat utang (Oblgasi) adalah sebanyak apapun obligasi yang dimiliki oleh pihak eksternal, tidak akan bisa memengaruhi kebijakan dari pihak manajemen internal. Perusahaan akan lebih sering diuntungkan karena besarnya bunga obligasi menjadi lebih kecil daripada pembagian devidennya. Selain itu juga bunga obligasi yang akan dibayarkan kepada para pemegang surat akan langsung dicatat sebagai biaya, dan akibatnya akan semakin mengurangi laba periode yang sudah digunakan sebagai dasar untuk pembayaran pajak. Tentunya kewajiban pajak terutang akan menjadi semakin lebih kecil.

• Menyediakan Peluang (Competitive Advantage) yang Lebih Besar untuk Bisa Berkembang.

Dengan menjadi perusahan yang sudah Go Publik, perusahaan akan mendapatkan kesempatan yang lebih banyak dalam mengembangkan usahanya. Perusahan dapat mengajak para pemasok dan konsumen untuk menjadi pemegang saham. Pemasok yang memiliki hak suara dalam kebijakan internal manajemen akan menjalankan strategi yang selaras dengan tujuan utama perusahaan. Misalnya manajemen membutuhkan pasokan bahan baku dengan harga yang lebih stabil. Saat kondisi pasar sedang tidak stabil, maka pemasok masih mampu untuk memberikan dukungan kepada perusahaan agar bisa tetap kompetitif.

• Menigkatkan Kemampuan Bertahan (Going Concern)

Kemampuan going concern merupakan kemampuan bertahan yang dimiliki oleh perusahaan dalam kondisi seperti apapun termasuk juga dalam kondisi yang dapat menyebabkan kebangkrutan. Kepemilikan anggota keluarga pada perusahaan tergantung pada besarnya porsi saham yang dimilki oleh masing-masing anggota keluarga, dan dapat menjual sahamnya sewaktu-waktu kepada pihak lain. Selain itu pihak keluarga juga masih dapat mempercayakan pengelolaan manajemen kepada pihak yang lebih profesional dan cukup berkompetensi dalam bidangnya. Apabila perusahaan mengalami kesulitan keuangan, maka pihak manajemen akan dapat mengambil tindakan untuk melakukan restrukturisasi modal. Merubah kerugian perusahan agar ditanggung dengan bersama-sama oleh para pemilik saham.

• Meningkatkan Citra (Image) Perusahaan.

Perusahaan yang sudah Go Publik akan menjadi lebih mudah dikenali jika dibandingkan dengan perusahaan yang tidak Go publik, karena mereka lebih terbuka baik dari sisi pelaporan keuangannya maupun berbagai informasi lainnya. Jika perusahan diekspose oleh media karena kinerjanya yang semakin membaik, maka peningkatan citra perusahaan juga akan semakin naik seiring dengan adanya peningkatan performa perusahaan.

• Meningkatkan Nilai Perusahaan (Company Value).

Nilai perusahan yang sudah tercatat pada bursa tidak hanya ditentukan oleh nilai bukunya (Book Value) saja, namun juga nilai pasarnya (Market Value). Penilaian yang paling sering dilakukan oleh pasar akan dilakukan setiap waktu. Jika pasar sudah menilai perusahaan lebih tinggi daripada nilai bukunya, maka tentunya nilai perusahaan tersebut juga akan ikut menjadi tinggi.

• Meningkatkan Loyalitas Para Karyawannya.

Perusahaan dapat mengajak karyawan untuk ikut menjadi bagian dari perusahaan. Caranya adalah dengan mengajak mereka untuk ikut membeli saham milik perusahaan. Karyawan yang membeli saham perusahan tempat mereka bekerja artinya adalah sudah memiliki kedekatan dengan perusahaan yang pada akirnya akan berusaha untuk semakin meningkatkan profesionalismenya dalam bekerja.

• Insetif Pajak Dari Pemerintah.

Pemerintah akan memberikan insentif pajak kepada perusahan yang sudah Go publik, yaitu dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 2015 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan Bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri Yang Berbentuk Perseroan Terbuka.

“Pajak badan dalam negeri yang berbentuk Perseroan Terbuka yang dapat memperoleh penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 5% lebih rendah dari tarif PPh Wajib Pajak badan dalam negeri, sepanjang 40% sahamnya sudah tercatat dan diperdagangkan pada Bursa dan memiliki minimal 300 pemegang saham”(IRW).

Nah, itulah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari perusahaan yang sudah Go Publik. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami dengan lebih mendalam seputar manajemen perusahaan dan membutuhkan konsultasi seputar bisnis Anda, membutuhkan software akuntansi para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu Anda.
Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel selanjutnya.

TATA CARA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING/IPO (3) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA DARI PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan melanjutkan pembahasan dari artikel lalu yang berjudul TATA CARA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING/IPO (2) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA DARI PERUSAHAAN.

Pada Pembahasan kedua tersebut telah dijelaskan tentang hal-hal apa saja yang harus dilakukan oleh para calon emiten dalam menyatakan pengajuan pendaftaran secara formal kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah mendapatkan pernyataan efektif dari kedua lembaga pasar modal tersebut dan secara bersamaan calon emiten akan mempublikasikan prospektus finalnya.

Setelah memberikan pernyataan secara tertulis pada lembaga Pasar modal, kini langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh para calon emiten adalah melakukan penawaran saham. Berikut ini merupakan pembahasan selanjutnya (ketiga) tentang bagaimana cara dalam melakukan IPO.

TAHAP UNTUK PENAWARAN SAHAM

Tahap ini merupakan tahapan yang paling utama karena perusahaan mulai menawarkan sahamnya ke pasar-pasar modal. Harapan bagi setiap perusahaan yang sudah melakukan IPO adalah saham yang ditawarkan dapat langsung diserap oleh pasar, menarik modal dari para Investor sebanyak-banyaknya.

Perusahaan dapat menunjuk beberapa agen penjual khusus untuk menawarkan sahamnya. Waktu penawaran umum ini adalah sekitar 1 hingga 5 hari kerja. Setelah masa penawaran berakhir, maka emiten wajib menyelesaikan penjatahan atas permintaan pesanan saham yang telah disampaikan oleh para investor. Setelah hal itu sudah dilakukan, maka selanjutnya pendistribusian saham kepada para investor dan pengembalian uang (refund) kepada para investor. Dan apabila emiten ingin sahamnya dapat diperdagangkan di bursa, hasil penawaran saham pada saat IPO harus dicatat di bursa efek.

“Bagi pembaca yang ingin mengetahui tentang bagaimana cara agar bisa sukses ketika melakukan IPO dapat membaca artikel lain yang akan ditulis oleh praktisi software akuntansi. Dan menjadi topik pembahasan tersendiri di liar pembahasan artikel ini.”

Yang harus selalu diingat adalah saham yang sudah dilepas ke pasar modal tidak akan pernah sesuai dengan ekspektasi perusahaan, Permintaan saham dapat menjadi lebih besar, juga dapat sebaliknya, yaitu menjadi lebih kecil. Misalnya saham yang sudah dilepas oleh perusahaan ke pasar modal berjumlah 100 lembar, akan tetapi jumlah saham yang diinginkan oleh para investor jumlahnya adalah sekitar 520 lembar. Maka hal seperti ini menunjukan adanya kelebihan permintaan saham, (Oversubscribe). Agar dapat adil maka perlu dilakukannya penjatahan (Allotment).

Terdapat dua macam keadaan dimana saham perdana yang sudah dilepas di pasar modal, yaitu:

1. Saham akan mengalami kelebihan penawaran (Underscribed).

Yaitu keadaan dimana saham yang sudah dipesan oleh investor kurang dari jumlah saham yang sudah ditawarkan oleh perusahaan.

2. Saham akan mengalami kelebihan permintaan yaitu saham yang dipesan melebihi saham yang ditawarkan oleh perusahaan.

Apabila jumlah saham yang dipesan sudah melebihi jumlah saham yang didapatkan oleh para investor, maka kelebihan dana investor akan langsung dikembalikan (Refund). Pendistribusian saham akan dilakukan oleh penjamin emisi (Underwriter).

Saham yang sudah oversucribe, kelebihan permintaan pada saat awal penawaran perdana berarti saham perusahaan sedang banyak diminati dan mudah terserap oleh pasar. Agar saham IPO semakin banyak diminati oleh pasar, maka perusahan biasanya akan menurunkan harga saham atau menurunkan target penjualannya. Momen seperti inilah yang sengaja dimanfaatkan oleh perusahaan. Perusahaan dapat dengan mudah memanfaatkan motivasi dari para Investor dalam membeli saham yang ingin mendapatkan gain atau selisih lebih atas pembelian sahamnya.

Setelah hari pertama dilakukan penawaran saham, maka masih tersisa empat hari lagi. Pada hari berikutnya, sebelum pendistribusian saham dilakukan, dan sebelum penawaran saham perdana ditutup. Perusahaan dapat menaikan harga saham maupun menurunkannya. Kenaikan harga saham maupun penurunan akan sangat mempengaruhi permintaan saham IPO selanjutnya.

TAHAP PENCATATAN DI BURSA EFEK

Setelah perusahaan melakukan penawaran saham perdana IPO, dan telah memenuhi sema persyaratan yang diajukan oleh BEI (Listing requirement), maka selanjutnya perusahan dapat langsung mencatatkan sahamnya pada bursa efek.

Setelah persyaratan sudah terpenuhi semuanya, maka akan ditentukan papan perdagangan mana yang sudah menjadi dasar dari pencatatan emiten. Terdapat dua macam papan pencatatan yang ada di bursa efek, yaitu papan pencatatan utama (Main Board) dan papan pencatatan pengembangan (Developmet Board).

Perbedaan papan utama dengan papan pngembangan adalah:

Perusahaan yang memilki ukuran perusahan besar (Size) dan track record akan dicatat pada papan utama (Main Board). Sementara pada papan pengembangan hanya akan ditujukan pada perusahaan yang masih belum memilki persyaratkan untuk dapat tampil pada papan utama.

Berikut ini adalah biaya yang harus disiapkan oleh para emiten baru agar dapat mencatatkan sahamnya, baik pada pada papan utama (Main Board) maupun pada papan pengembangan (Development Board). Pada awal tahun 2014 lalu, biaya pendaftaran dalam rangka untuk penawaran umum perdana (Initial public offering) adalah sebesar Rp 25.000.000,-.

Sementara apabila perusahan ingin tercatat pada papan utama (Main Board), maka perusahaan harus membayar setoran wajib sekitar Rp 15.000.000,-. Dan Rp 10.000.000,- (Development Board). Ketentuan seperti ini berkaku untuk setiap Rp 1.000.000,- kelipatan sebesar Rp Rp 1.000.000.000,- dari nilai kapitalisasi dan nilai maksimumnya adalah sebesar Rp 250.00.000,-. Sedangakan pada papan pengembangan minimum biaya pendaftarannya adalah sebesar Rp 25.000.000,- dan maksimumnya adalah sebesar Rp 150.000.00,-.

Biaya pencatatan tahunan pada papan utama dan pengembangan adalah sebesar Rp 500.000,- untuk kelipatan Rp 1.000.000.000,- dari nilai kapitalisasi pasar minimal adalah Rp 50.000.000,- dan maksimal adalah sebesar Rp 250.000.000,-.

Nah, itulah sedikit tips tentang bagaimana cara dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana (IRW). Apabila pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang bagaimana cara dalam melakukan IPO, membutuhkan konsultasi seputar manajemen perusahaan, dan membutuhkan Software Accounting, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap untuk membantu Anda. Sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

TATA CARA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING/IPO (2) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA DARI PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan melanjutkan pembahasan artikel yang lalu yang berjudul: TATA CARA TENTANG BAGAIMANA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA PERUSAHAAN. Pada pembahasan sebelumnya praktisi software akuntansi telah menjelaskan tentang hal-hal utama yang perlu untuk dilakukan oleh para calon emiten agar dapat menjadi perusahaan Go Publik. Tahapan yang dilakukan adalah persiapan, mengajukan niat untuk mendaftar, menawarkan saham lalu kemudian mencatatkan saham pada bursa efek.

Tentang tahapan persiapan, pada artikel lalu juga sudah dibahas bahwa para calon emiten perlu mempersiapkan segala kebutuhan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Setelah dokumen sudah dipersiapkan, maka struktur keuangan perusahan akan diperbaiki, lalu kemudian melakukan rapat umum para pemegang saham untuk meminta persetujuan dari mereka. Tentang langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara bersama-sama dan sebagai persiapan awal.

Setelah persiapan awal sudah dilakukan, maka perusahaan akan mulai melangkah kepada tahapan selanjutnya, yaitu menunjuk lembaga-lembaga pasar modal untuk membantu dalam mengurus dan mendukung terlaksananya proses penawaran saham perdana. Lembaga tersebut meliputi Penjamin emisi (Underwariter), Akuntan Publik (Auditor Independen), Konsultan hukum, Notaris dan biro administrasi.

Nah, Itulah tahap-tahap untuk persiapan yang harus dilakukan untuk melakukan Penawaran Saham Perdana Initial Public Offering (IPO). Sekarang kita akan melanjutkan pembahasan pada tahapan untuk pengajuan Pernyataan Pendaftaran.

TAHAP PENGAJUAN PERNYATAAN PENDAFTARAN

Pada tahap ini, calon emiten harus melengkapi dokumen-dokumen pendukung untuk menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga OJK memberian pernyataan bahwa Pernyataan Pendaftaran telah efektif.

Untuk menjadi perusahaan publik yang sahamnya sudah tercatat dan diperjual belikan pada bursa efek Indonesia (BEI), perusahaan harus mengajukan permohonan untuk mencatatkan saham, melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan, antara lain adalah:

 Profil perusahaan (Company Profile). Laporan yang berisikan tentang latar belakang perusahaan seperti sejarah berdirinya, fakta terkini dan visi misi perusahaan.
 Laporan keuangan (Financial Statement). Laporan yang memberikan informasi tentang bagaimana kinerja keuangan yang telah diperiksa oleh Auditor Independen.
 Opini Hukum.
 Proyeksi Keuangan. Laporan yang berisikan tentang anggran perusahaan yang meliputi perkiraan pendapatan dan biaya yang akan terjadi di masa depan.

Perusahan juga wajib untuk menyampaikan permohonan pendaftaran saham untuk dititipkan secara kolektif (Scirpless) dikustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Surat pernyataan yang sudah diajukan oleh para calon emiten akan di evaluasi ulang oleh Bursa efek Indonesia BEI dan akan mengundang beberapa lembaga pasar modal untuk mempresentasikan profil perusahaan seperti Under writer/penjamin emisi dan Profesi penunjang. Evaluasi perusahan juga meliputi kunjungan dari tim Bursa Efek Indonesia ke kantor perusahaan calon emiten untuk menilai kegiatan usaha calon emiten dan relevansinya dengan rencana IPO. Bursa efek Indonesia akan memberikan persetujuan prinsip berupa Perjanjian Pendahhuluan Pencatatan Saham kepada perusahaan ketika Bursa Efek Indonesia telah menentukan bahwa permohonan dari para calon emiten sudah diterima. Bersamaan dengan pengajuan permohonan ke Bursa efek Indonesia calon emiten juga harus mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuanga Indonesia (OJK).

OJK akan mengevaluasi fakta-fakta material tentang penawaran saham, kondisi keuangan dan kegiatan usaha perusahaan yang diungkapkan melalui prospektus. Propektus adalah berupa Gabungan antara Profil perusahaan dengan laporan keuangan yang akan disajikan dalam satu dokumen untuk memberikan gambaran tentang saham yang sedang ditawarkan.

Prospektus yang berisikan tentang reksadana, saham, obligasi, dan jenis investasi-investasi lainnya. Selain itu prospektus juga berisikan tentang Laporan keuangan, profil dewan direksi dan juga dewan komisaris, rincian informasi tentang kompensasi mereka, masalah-masalah yang seringkali harus dihadapi oleh perusahaan dan informasi-informasi penting lainnya yang lebih bersifat material. Sebuah prospektus yang baik juga harus memuat tentang fakta-fakta yang lebih material. Keberhasilan dalam mendapatkan investor juga masih tergantung pada prospektus yang sudah disajikan. Prospektus ini akan langsung didistribusikan oleh penjamin emisi (Under writer) atau pialang saham (broker) terhadap investor potensioal. Sehingga harapan dari emitan atas saham yang sudah dilepas dapat langsung terserap semuanya oleh pasar.

Peraturan tentang prospektus ini telah diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Berdasarkan peraturan Bapepam lebih dikenal dengan beberapa tahapan prospektus di Indonesia yaitu:

Prospektus Awal

Prospektus ini digunakan hanya untuk mengukur minat dari pasar (book buiilding) terhadap para calon emiten. Prospektus ini berisikan tentang keseluruhan informasi yang perlu disampaikan kepada Bapepam kecuali Informasi penawaran, seperti nilai nominal, jumlah dan harga penawaran, efek penjamin efek, penjamin emisi, efek tingkat suku bunga, obligasi.

Prospektus ringkas

Prospektus ini lebih banyak memberikan informasi tentang ringkasan dari fakta-fakta dan berbagai pertimbangan. Informasi yang sudah diungkapkan pada prospektus ini berisikan tentang semua perkiraan yang berhubungan langsung dengan hak dan kewajiban dari para calon investor.

Prospektus final

Sebuah Prospektus yang akan dipublikasikan setelah Bapepam yang isinya menyatakan bahwa efektifitas atas Pernyataan Pendafataran yang telah diajukan oleh para calon emiten.

Prospektus yang disebutkan di atas akan diterbitkan oleh calon emiten menjelang perusahaan IPO.

Nah, itulah beberapa tips seputar bagaimana cara dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana. Apabila pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang tata cara IPO, membutuhkan konsultasi seputar manajemen, dan membutuhkan Software Accounting pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya, terimakasih.

TATA CARA TENTANG BAGAIMANA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi dan implementor software akan sedikit banyak membahas artikel tentang bagaimana caranya dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana. IPO (Initial Public Offering) penawaran umum saham perdana, merupakan penjualan pertama saham perusahan terhadap masyarakat. Tidak perlu memliki sejarah perusahaan yang solid dan keuangan yang kuat. Perusahaan baru dan kecilpun masih memiliki kesempatan yang sama untuk bisa mengembangkan perusahaan.

Dalam rangka untuk penawaran umum dari calon perusahaan yang sudah tercatat (emiten), terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan. Tahapan-tahapan tersebut meliputi:

1. Tahap persiapan.
2. Tahap pengajuan Pernyataan Pendaftaran.
3. Tahap Penawaran saham dan
4. Tahap Pencatatan Saham di Bursa Efek.

TAHAP PERSIAPAN

Persiapan yang harus dilakukan oleh calon emiten pertama kali secara bersamaan adalah dengan melakukan restrukturisasi dan pembenahan terhadap berbagai aspek mulai dari pembentukan ulang komposisi Modal, Sumber Daya Manusia (SDM), bahkan kewajiban yang harus diikuti dengan menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Kemudian melakukan rapat umum pemegang saham untuk meminta persetujuan dari para pemegang saham. Setelah mereka menyetujui, barulah menunjuk salah satu Lembaga dan Profesi Penunjang dari Pasar modal antara lain :

1. Penjamin emisi (Underwariter).

Lembaga ini sangat membantu dalam membuat Dokumen, Prospektus dan memberikan penjaminan atas penerbitan efek. Sehingga lembaga ini merupakan yang paling banyak berperan dalam berbagai persiapan perusahaan untuk segera menjadi Go publik. Selain itu lembagai ini juga bertangungjawab penuh terhadap berbagai resiko wanprestasi yang dilakukan oleh pihak emiten.

Calon emiten dapat memilih penjamin emisi untuk menjual emisi baru seperti Bank investasi, Bank Komersial, atau perusahaan pialang. Pada saat penerbitan efek pertamakali, perusahaan dapat menetapkan perjanjain dengan penjamin emisi atas kesanggupannya.

Terdapat dua macam jenis perjanjian, yaitu Kesanggupan penuh (Full Comitment), berupa penjamin emisi efek bertanggungjawab akan mengambil sisa dari efek apabila dalam penawaran tidak terjual semuanya. Yang kedua adalah berupa kesanggupan terbaik (Best effort), yaitu penjamin emisi akan berusaha sebaik-baiknya dalam menjual efek emiten, namun juga tidak bertanggungjawab penuh atas berbagai sisa efek yang sama sekali tidak terjual.

2. Akuntan Publik (Auditor Independen).

Tugas utama dari akuntan publik adalah untuk melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan calon emiten. Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk untuk melakukan audit harus yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Alasan dari ditunjuknya KAP adalah Auditor Independen akan memegang peranan kunci dalam memberikan pendapat atas tingkat kewajaran dari laporan keuangan. Kepatuhan dari para calon emiten dalam hal pelaporan dan penyajian dari laporan keuangan berdasarkan pada Prinsip-Prinsip Akuntansi Indonesia.

Yang paling diwajibkan kepada perusahaan Go publik adalah berupa keterbukaan informasi. Berkembangnya pasar modal, lembaga Internasional mengharuskan pihak emiten agar lebih transparan dan Jelas (fair) dalam mengelola perusahaannya. Keterlibatan pihak eksternal kepada perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung akan nampak jelas pada penataan perusahan, Kinerja GCG. Peran dari akuntan publik pada GCG terletak pada penilaian secara lebih objektif atas kejelasan tentang akuntabilitasnya. Seberapa jauh dari pihak manajemen patuh pada praktek-praktek berdasarkan pada standar akuntansi keuangan Indonesia. Perusahaan yang memiliki tata kelola perusahan biasanya akan tampak pada kualitas dari laporan keuangannya.

3. Konsultan hukum.

Konsultan hukum bertugas untuk memberikan opini dari aspek hukumnya. Seperti:

 Memberikan tanda tangan tentang emisi efek, diikuti dengan penyampaian maksud (letter of intent) kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam).
 Memberikan pendapat dari segi hukum tentang bagaimana keadaan perusahaan calon emiten yang meliputi anggaran dasar perseroan dan berbagai macam perubahnnya. Anggaran dasar ini meliputi setoran modal awal oleh si pemilik perusahaan.
 Menandatangani Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). Setiap perusahan yang melakukan perdagangan wajib memiliki SIUP berdasarkan tempat kedudukan dari perusahaan tersebut. SIUP merupakan surat ijin yang benar-benar sah dan merupakan legalitas untuk menjalankan sebuah usaha yang sudah diterbitkan oleh Kantor Dinas Perdagangan.  Surat Izin seperti ini wajib untuk diperbaharui setiap lima tahun sekali. Surat Ijin Ini akan dibagi menjadi tiga macam berdasarkan nilai modal dan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan.

1. Siup Kecil, wajib dimiliki oleh perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih dan tidak termasuk dari tanah dan bangunan tempat usaha maksimal adalah Rp 200.000.000,-.
2. Siup Menengah, wajib dimiliki oleh perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih dan tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dengan rentang nilai adalah Rp 200.000.000,- hingga Rp 500.000.000,-.
3. Siup Besar, wajib dimiliki oleh perusahaan dengan modal dan kekayaan bersih tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha diatas Rp 500.000.000,-.

 Menandatangani bukti kepemilikan asset-asset. Agar kepemilikan asset, seperti diakui kuat secara hukum juga membutuhkan adanya bukti otentik.
 Memberikan pendapat dan tanda tangan hubungan antara perusahaan dengan pihak ketiga (Afiliasi).

4. Notaris.

Peran penting dari Notaris menjadikan akta-akta perjanjian dalam proses IPO dan notulen-notulen rapat lainnya. Berikut ini adalah beberapa perincian dari tugas-tugasnya:

1. Membuat akta tentang perjanjian dan pernyataan yang dibuat oleh emiten.
2. Membuat akta perubahan anggaran dasar perusahaan.
3. Membuat perjanjian penjaminan efek.
4. Membuat perjanjian antara penjamin emisi efek.
5. Membuat perjanjian dengan agen penjual (Broker).
6. Membuat perjanjian perwali amanatan (Indenture). Merupakan surat perjanjian bermaterai antara beberapa pihak, dan masing-masing pihak akan menerima tembusan perjanjian tersebut.
7. Membuat perjanjian untuk penanggungan (borgtocht). Perjanjian dimana pihak ketiga akan mengikatkan diri untuk menggantikan posisi dari si berhutang seandainya dia tidak mampu dalam memenuhinya. Tujuannya adalah untuk memberikan jaminan kepada pihak kreditur atas adanya pemenuhan kewajiban dari pihak yang berhutang apabila tidak mampu memenuh kewajibannya tersebut.

5. Biro administrasi

Biro administrasi bertugas sebagai pendokumentasian dari para pemesanan saham dan kepemilikan saham.

Nah, itulah sedikit penjelasan seputar bagaimana cara dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana (IRW). Apabila pembaca ingin memahami yang lebih mendalam tentang bagaimana cara IPO, membutuhkan konsultasi manajemen, dan membutuhkan Software Accounting maka para pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada kelanjutan dari pembahasan artikel berikutnya.

Scroll to top